Ketua NasDem: Kesenjangan Ekonomi di Karawang Sangat Tinggi

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman meminta pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan ekonomi masyarakat miskin di pinggiran Karawang.

Dia menilai, hampir 20 ribu lebih masyarakat miskin di Karawang tidak memiliki rumah layak huni yang dihuni oleh buruh tani. Artinya tingkat kemiskinan di daerah pinggiran masih sangat tinggi.

"Sangat sedih sekali, kesenjangan perekonomian di Karawang ini sangat tinggi," kata Dian, Selasa (31/7/2018).

Bukan hanya itu, mengenai sanitasi pun masih sangat minim di Karawang terutama di wilayah Karawang Utara. Masih banyak masyarakat di sana yang tidak memiliki sanitasi yang baik dari kamar mandi hingga MCK (Mandi Cuci Kakus).

"Persoalan dari rutilahu, MCK ini membuktikan ketimpangan perekonomian masyarakat," katanya.

Persoalan utama yang dirasakan oleh Partai NasDem di Karawang adalah indeks upah petani yang sangat rendah, rata-rata mereka yang miskin di Karawang ini merupakan buruh tani.

Seharusnya, kata Dian, organisir perekonomian pertanian di Karawang harus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Buruh petani itu hanya di upah Rp 35-50 ribu perhari. Sedangkan jumlahnya sangat banyak. Namun upaya yang dilakukan pemerintah daerah tidak dirasakan masyarakat," katanya.

Dian juga menyayangkan jika wilayah pertanian menjadi daerah rawan pangan. Dua Desa rawan pangan yakni Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar dan Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari. Dua desa itu merupakan daerah pertanian, tetapi kenapa harus terjadi rawan pangan. 

"Manajeman program terhadap meningkatkan perekonomian petani masih sangat kurang," paparnya. (ck/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -