Berita Terkini

PAN dan Beringin Berkarya Daftar ke KPU

KARAWANG, KarawangNews.com - Di hari terakhir penerimaan salinan bukti keanggotaan parpol calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Senin (16/10/2017) pukul 11.40 WIB, tiga partai telah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Tanjungpura, Karawang Barat, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan partai baru yakni Partai Beringin Berkarya.

Ketua DPD Partai Berkarya Karawang, Asep Ishak mengatakan, untuk di pusat partainya sudah melakukan verifikasi faktual sekaligus. Khusus di Karawang, sekitar 1.500 persyaratan keanggotaan diserahkannya ke KPU Karawang sebagai syarat verifikasi parpol.

Dari 30 kecamatan di Karawang, sambung Asep, Beringin Karya hanya melampirkan 24 kecamatan untuk syarat kepesertaan Pemilu, karena hanya 24 kecamatan tersebut yang optimis datanya valid 100 persen.

Kata dia, partainya bukan tidak melengkapi data di 30 kecamatan, tetapi pihajnya hanya mencantumkan 24 kecamatan yang dianggap sudah valid. 

"Mudah-mudahan verifikasi hari ini lolos dan tidak ada hambatan, sehingga berkarya bisa jadi peserta pemilu 2019," tutur Asep Ishak, saat mendatangi kantor KPU sekitar pukul 10.00 WIB.

Tiga puluh menit kemudian, pukul 10.30 WIB, giliran PAN Karawang yang mendatangi kantor KPU. Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PAN Karawang, Bambang Maryono mengaku optimis akan lolos verifikasi sipol, karena untuk di pusat saja, PAN merupakan partai yang pertama dinyatakan lolos verifikasi.

Sementara untuk target Pileg, sambung Bambang, PAN yang saat ini baru memiliki 3 kursi di legislatif Karawang optimis untuk menambah jumlahnya menjadi 5 kursi. 

"Target 2019 kita dua kursi lagi, mudah-mudahan mulus, sehingga PAN memiliki 5 kursi di parlemen Karawang, saya kira target ini sangat terukur bagi PAN Karawang," kata Bambang. (de/spn)

PBB Karawang Tidak Muluk Target Kursi Legislatif

KARAWANG, KarawangNews.com - DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Karawang tidak muluk-muluk mentargetkan jumlah kursi di DPRD kabupaten pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang, tetapi PBB berupaya mengisi tiap Daerah Pemilihan (Dapil) satu anggota dewan terpilih.

Hal ini diungkapkan Ketua DPC PBB Karawang, Hj. Nurlela Sarifin, Minggu (15/10/2017) sore, di sekretariat DPC PBB. Menurutnya, PBB bukannya tidak berambisi, tetapi mengakui betapa sulitnya memperoleh kursi DPRD.

 "Minimal tiap Dapil terisi satu kursi," jelasnya.

Kata dia, bicara menang memang gampang, tetapi pada saat pertarungan berlangsung semua partai punya peluang yang sama.

Diakui Nurlela, DPC PBB Karawang belum membuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD kabupaten, sebab pihaknya masih melihat perkembangan politik dan fokus kepada partai.

Meski begitu, DPC PBB Karawang akan merekrut bakal calon anggota legislatif yang memahami marwah PBB, bukan hanya mengincar jabatan dewan. 

Kata dia, internal partai diwajibkan menjadi calon anggota legislatif, jika jumlah pendaftarnya sedikit. Namun begitu, partai pun tetap melototi bakal calon dari luar partai, terutama figur yang berpotensi menang dan punya tanggung jawab besar untuk masyarakat.

Besok, Senin (16/10/2017) pukul 09.00 WIB, DPC PBB akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon peserta Pemilu 2019. Beberapa hari ini, PBB sudah mempersiapkan pemberkasan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sekaligus menjadi Kartu Tanda Anggota (KTA) PBB Karawang.

"Sampai Sabtu kemarin, jumlah KTP yang terkumpul sebanyak 3.173, kita terus cek khawatir ada identitas ganda," ujarnya. (spn)

NasDem yang Pertama Memenuhi Verifikasi KPU Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Karawang menjadi partai pertama yang memenuhi syarat dalam verifikasi partai politik (parpol) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. 

Setelah sebelumnya melakukan verifikasi selama 2 jam dari Pukul 09.00 wib hingga Pukul 11.00 wib salinan data partai, yang disesuaikan dengan data Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Secara resmi jumlah data 2.802 anggota partai NasDem Karawang sesuai dengan Sipol.

"Kami juga tidak menduga jika pada hari ini data salinan verifikasi yang dibawa oleh Partai NasDem, setelah kita cek dan sesuaikan by name by address dengan Sipol. Dan hari ini daftar langsung memenuhi syarat (MS)," ungkap Komisioner KPU Karawang, Asep Saepudin Muksin kepada Media Indonesia, Jumat (13/10).

Sejak dibuka pendaftaran verifikasi parpol pada 03 Oktober 2017, sudah ada 3 parpol yang sebelumnya melakukan pendaftaran. Diantaranya adalah Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDIP.

Namun sejumlah partai tersebut masih terus melakukan perbaikan persyaratan setelah sebelumnya mendaftar untuk diverifikasi.

"Mereka masih melakukan perbaikan persyaratan," kata Asep.

Asep menjelaskan verifikasi parpol tersebut dilakukan sesuai dengan 3 aturan yaknj melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 

"Dan aturan yang terakhir adalah Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 174 tahun 2017 tentang Pedoman Pendaftaran, Penelitian Administrasi, Verifikasi Faktual," kata Asep.

Asep menjelaskan penutup verifikasi parpol tersebut akan dilakukan pada 16 Oktober 2017. Resminya penutupan tepatnya pada Pukul 24.00 wib.

"Kalau misalnya tidak melakukan perbaikan untuk memenuhi syarat. Baru parpol tersebut kita nyatakan tidak lolos," kata dia.

Sementara itu Ketua DPD Partai NasDem Karawang, Dian Fahrud Jaman mengatakan, pihaknya sangat bersyukur jika partai NasDem di Karawang menjadi salah satu partai politik pertama yang lolos dalam verifikasi administrasi parpol.

"Hari Jumat ini kita melakukan pendaftaran secara serentak. Seluruh berkas pun telah diverifikasi dan Alhamdulillah kita bersyukur NasDem langsung memenuhi syarat," ucap Dian.

Dian menyebutkan, lolosnya NasDem Karawang dalam verifikasi parpol tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk memenangkan menuju Pemilu di tahun 2019. (ong/spn)

NasDem Doa Bersama Sebelum ke KPU

KARAWANG, KarawangNews.com - Jumat (13/10/2017) pagi, pengurus DPD Partai NasDem Karawang melakukan doa bersama sebelum berangkat ke Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Raya Tanjungpura, Karawang Barat untuk menyerahkan berkas pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu.

Doa bersama ini dipimpin langsung Ketua DPD Partai NasDem Karawang, Dian Fahrud Jaman di Sekretariat DPD Partai NasDem di Jalan Gempol, Tanjungpura, Karawang. Kata Dian, pihaknya sengaja mendaftar ke KPU pada hari Jumat berkah, diawali dengan doa agar niat politiknya diridhoi Allah SWT.

Dia menjelaskan, telah melengkapi berkas F2 dan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Berkas tersebut telah dipersiapkannya selama seminggu.

"Kita persiapkan ini sesuai instruksi DPP Partai NasDem dan siap mengikuti proses Pemilu," kata dia.

Selain di Karawang, pada hari Jumat ini Partai NasDem di  d seluruh Indonesia melakukan pendaftaran serupa ke KPU setempat. (spn)

Hati-hati Uang Palsu dari ATM

KARAWANG, KarawangNews.com - Uang palsu pun bisa dikeluarkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), seperti yang dialami pengusaha trasnportasi dan kuliner asal Telukjambe Barat, Oland Sibarani.

Pada Kamis (12/10/2017) kemarin, Oland manarik uang di ATM BCA Jalan Interchange Karawang Barat senilai Rp 10 juta pecahan Rp 100 ribu, ternyata dari 100 lembar uang kertas itu,  satu lembar diantaranya adalah palsu.

"Saya juga heran, kenapa di ATM masih ada saja uang palsu," kata Oland, Jumat (13/10/2017) pagi.

Diketahui adanya lembaran uang palsu itu ketika dia melakukan transaksi di sebuah dealer ban mobil yang lokasinya di Jalan Interchange juga.

"Saya sedang bayar ban, petugas teller dealer ban meminta saya mengganti satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu, karena disinyalir palsu, saya pun langsung menggantinya," terang Oland.

"Uang palsu itu diketahui setelah discan petugas teller," tuturnya.

Ketika dicermati, pecahan uang kertas tersebut memang terlihat kumal dan pucat. Hologramnya juga terlihat lebih keungu-unguan.

"Ko bisa ya, uang di mesin ATM ada uang palsu," sambungnya.

Namun demikian, dirinya mengaku tidak akan melaporkan temuan uang palsu tersebut ke pihak bank yang bersangkutan.

"Rugi sih, tapi kalau diurusin malah buang-buang waktu saja. Mending saya bakar saja uang palsu itu," paparnya. (rls)

Security PDAM Membantah Dianiaya Dirut

KARAWANG, KarawangNews.com - Security PDAM Tirta Tarum Karawang, Koswara, membantah dirinya dianiaya oleh atasannya Plt. Direktur Utama (Dirut) PDAM, Yogie Patriana Alsyah. Diakui Koswara, atasannya hanya melakukan pembinaan kepada dia yang lalai dalam tugas.

Diakui Koswara, dia memaklumi jika atasannya marah, sebab pada saat tugas Koswara tidak menggunakan seragam, kemudian atasannya ini menegur dan sempat naik pitam karena kelalaiannya.

"Tapi beliau tidak memukul seperti yang dikabarkan (di media sosial, red), lihat saja wajah saya, baik-baik saja kan," ucapnya, memperlihatkan wajahnya yang tidak punya luka lecet sedikitpun, saat ditemui wartawan, Kamis (12/10/2017) di Bandung.

Kemarahan Dirut, sambung Koswara, karena Dirut juga kesal melihat gerbang portal terbuka dan ada motor nyelonong masuk area PDAM tanpa diberhentikan dan tidak ditanya identitas oleh security yang berjaga di pos jaga, termasuk Koswara.

"Saya mengaku lalai, harusnya saya sungguh-sungguh menjaga area objek vital PDAM ini," ucapnya, menyesali kelalaiannya.

Akibat kelalaiannya, Koswara dijatuhi hukuman push-up oleh Dirut, tetapi rekannya menduga Koswara jatuh dipukul Dirut. 

"Ia (Dirut, red) memegang pundak saya menyuruh push-up, mungkin saksi melihatnya saya dipukul sampai jatuh ke aspal, padahal saya langsung push-up," kata Koswara.

Dia membantah isu penculikan terhadap dirinya, karena ia tidak merasa diculik oleh Dirut, melainkan mengunjungi kakak kandungnya yang berada di Bandung.

Selain menemui kakak kandungnya, alasan Koswara keluar dari Karawang, karena banyak yang mendesaknya untuk membuat laporan ke polisi, tentang perbuatan Dirut yang telah memukulnya itu.

"Saya langsung diamankan kakak untuk tidak kembali ke Karawang (yang sedang memanas isu pemukulan, red), karena memang saya tidak dipukul dan kabar itu tidak benar," ungkapnya. 

Kata Koswara, isu pemukulan dan penganiayaan tersebut sengaja disebarkan oleh sekelompok orang yang ingin menggulingkan jabatan Dirut, sehingga kakaknya tidak mengizinkan dia ke Karawang hingga situasi benar-benar aman.

Sebelumnya dikabarkan, Dirut PDAM Karawang, Yogie memukul penjaga keamanannya hingga babak belur dan berdarah-darah, tulang rahangnya patah.

Kabar ini meluas hingga memicu kemarahan para security dan pegawai PDAM, sebab kelakuan Yogi sudah diluar batas wajar seorang pimpinan.

Bahkan, atas isu itu sekelompok massa melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Karawang, agar bupati mencopot jabatan Yogie saat ini. (spn)

19 Saksi Bakal Dihadirkan Minggu Depan di Sidang Aking

KARAWANG, KarawangNews.com - Sidang lanjutan perkara penistaan agama, Aking Saputra yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Rabu (11/10/2017) ditunda seminggu hingga Rabu mendatang, sebab pengacara terdakwa, Adek Junjunan Syiar batal membacakan eksepsi atas permintaan terdakwa.

Selanjutnya Hakim Ketua, Surachmat, mengagendakan sidang berikutnya dengan pertimbangan asas peradilan yang cepat, tepat dan biaya ringan. Dia meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan para saksi yang akan mengikuti sidang minggu depan.

Kemudian, kedua jaksa penuntut menyebutkan bakal menghadirkan 19 saksi untuk memberikan keterangan dan kesaksian dalam sidang berikutnya.

Usai sidang, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Karawang, Prio Sayogo menjelaskan, semua saksi itu sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), mereka dari berbagai kalangan.

"Saksi yang dihadirkan untuk memperkuat dakwaan," kata Prio. 

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Karawang (FMK), Mukron mengungkapkan, pihaknya berharap hakim tidak memberikan penangguhan kepada terdakwa, jika hal itu terjadi maka pihaknya akan menggelar aksi dengan mengerahkan banyak massa.

Diketahui, eksepsi adalah keberatan yang diajukan terdakwa dan atau penasehat hukumnya terhadap syrat hukum formil, belum memasuki pemeriksaan hukum materil. 

Pengajuan eksepsi diberikan kepada terdakwa setelah jaksa penuntut umum selesai membacakan surat dakwaan. Majelis hakim akan menanyakan dan memberi kesempatan kepada terdakwa atau penasehat hukum apakah terdakwa akan menanggapi atau keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum ataukah dalam bentuk eksepsi.

Bila terdakwa atau penasehat hukumnya tidak mengajukan keberatan atau tanggapan terhadap surat dakwaaan maka persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. (spn/nl)

sumber referensi: seniorkampus.blogspot.com

Pemkab Karawang Akan Gelar Lomba Nasi Liwet Ala Santri

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 3.050 santri akan menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-2 di Lapang Karangpawitan pada 22 Oktober 2017 mendatang, sehari sebelumnya para santri akan mengikuti lomba ala santri, diantara membuat nasi liwet.

Untuk mempersiapkan itu, pada Rabu (11/10/2017) pagi di ruang rapat bupati lantai 2, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) bersama organisasi Islam se-Kabupaten Karawang melakukan rapat koordinasi persiapan Hari Santri Nasional di Karawang.

Wakil bupati menyatakan, pada 21 Oktober 2017, Pemkab Karawang akan memeriahkan Hari Santri Nasional dengan tiga lomba yang akan diikuti semua santri, yaitu lomba Tahfid Qur'an, berbusana muslim dan lomba membuat nasi liwet.

"Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa menjadi santri adalah hal yang sangat baik, santri merupakan garda terdepan membangun negeri," kata Jimmy, lulusan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya ini.

Kata dia, lomba tersebut akan dilaksanakan di halaman kantor bupati dan esok harinya melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional di Lapang Karangpawitan. Selain santri, upacara tersebut akan diikuti ormas Islam dan pelajar. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -