Berita Terkini

BPN Harus Berani Beri Sertifikat Pada Pemilik Lahan 350 Ha

KARAWANG, KarawangNews.com - Tokoh Karawang sekaligus praktisi hukum dan penasehat beberapa LSM  H. Martin Purwadinata SH menyesalkan ada upaya pihak tertentu yang terus mempengaruhi beberapa instansi untuk memperlambat penyelesaian masalah lahan di Telukjambe.

"Hari ini bergerombol ke instansi A, besok ke kantor B, kapan selesainya," kata Martin, Minggu (19/10/2014).

Sepengetahuannya, tanah 350 hektar di Telukjambe telah mendapatkan putusan PK yang bersifat final. Untuk itu, Martin kembali menegaskan, jika BPN berani memberikan sertifikat kepada pemilik tanah yang sah, penyelesaian masalah akan lebih cepat.

"BPN daerah maupun  di pusat  tak perlu ragu lagi mengambil langkah yang sesuai hukum," ucapnya.

Dia berharap,  BPN bisa  menjaga kewenangan dan kewibawaannya dalam mengurus masalah pertanahan.

“Badan Pertanahan Nasional dibentuk dengan undang-undang, karena itu pejabatnya harus berani menghadapi tekanan," jelasnya.

Praktisi hukum ini yakin, BPN pasti akan bertindak di atas keputusan hukum dalam menjalankan perannya sebagai regulator.

“Saya yakin pimpinan BPN tak akan ragu memberikan sertifikasi atas tanah bekas sengketa yang telah mendapatkan ketetapan hukum yang mengikat,” tandas Martin.

Lebih jauh Martin menyatakan, sewajarnya  BPN bertindak di atas landasan hukum. Kalau tidak ada novum, keputusan PK itu final. Maka secara hokum dimungkinkan BPN mengeluarkan sertifikat atas tanah yang telah jelas status kepemilikannya.

Selain itu, dia berkeinginan sengketa tanah di Telukjambe ini cepat selesai agar kondisi Karawang kondusif dan wilayah ini bisa berkembang sesuai potensinya. Martin menghimbau warga tiga desa di Telukjambe mau menerima uang kerohiman sebagai solusi damai yang ditawarkan PT SAMP.

Menurutnya, ketidakpastian hukum akan membuat Karawang menjadi tidak menarik bagi investor.

“Kalau ini terjadi, sayang sekali. Potensi Karawang sangat besar untuk dikembangkan," katanya.

Diakuinya, sengketa tanah Telukjambe ini sudah terlalu berlarut-larut, bahkan sudah belasan tahun persoalan ini berjalan. Jika terus tidak jelas kapan berakhirnya, masyarakat Karawang akan dirugikan,  karena pembangunan daerah jadi terhambat.

Dengan begitu, Martin mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan hukum. (spn/*)

Jokowi-JK Dilantik, 1.008 Polisi Siaga di Perbatasan

KARAWANG, KarawangNews.com - Jelang plantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Jokowi-JK, ribuan anggota polisi dari Polres Karawang dan Polda Jawa Barat disiagakan untuk menjaga seluruh akses perbatasan menuju Jakarta, sebagai pengamanan prosesi pelantikan pada Senin (20/10/2014).

Dijelaskan Wakapolres Karawang, Kompol Deni Agung pada apel Ops Mantap Brata, Minggu (19/10/2014), sebanyak 1.008 personil polisi dari Polres Karawang dan Polda Jawa Barat, ditambah unsur TNI serta pemadam kebakaran disiagakan jelang proses pengambilan sumpah jabatan Jokowi-JK .

Ribuan polisi ini kemudian dibagi ke sejumlah titik akses masuk Ibu Kota Jakarta, seperti di gerbang tol Karawang Timur dalam tol Cikampek  KM 62, gerbang tol Karawang Barat, dalam tol Cikampek  KM 42, serta akses jalur arteri menuju Jakarta, tepatnya di Tanjungpura.

Selain itu, sejumlah kendaraan penghalau massa, seperti water canon dan truk pemadam kebakaran juga disiagakan, pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa dari daerah yang akan masuk ke Jakarta.

“Selain sejumlah kendaraan pengahalau massa kita juga menyiapkan anjing pelacak yang ikut disiagakan dalam pengamanan pelantikan presiden,” jelasnya.

Kata dia, polisi akan menyaring setiap kendaraan pengangkut massa yang dicurigai akan menuju tempat plantikan pasangan presiden dan wakil presiden, yaitu rombongan yang terindikasi akan melakukan upaya mengacaukan prosesi pengambilan sumpah jabatan Jokowi-JK. (had)

Menteri M. Nuh Pamintan di Hadapan Mahasiswa Unsika

KARAWANG, KarawangNews.com – Di akhir masa jabatannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI M. Nuh menyempatkan mengisi kuliah umum di Univesitas Siangaperbangsa Karawang (Unsika), Minggu (19/10/2014). Di hadapan ratusan mahasiswa, menteri pamit dan memberikan pesan terakhir kepada menteri baru yang akan menggantikan posisinya di bawah pemerintahan Jokowi-JK.

Diakuinya, banyak hal yang belum rampung dikerjakan semasa ia menjabat sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk itu, ia meminta dan berpesan kepada menteri baru di era kepemimpinan Jokowi-JK mendatang, agar bisa melanjutkan program-program yang belum sempat dikerjakan.

“Anak-anak Indonesia dari kelompok mana pun bisa mendapatkan layanan  pendidikan secara berkeadilan juga layanan pendidikan secara khusus, yaitu anak-anak yang kurang mampu, anak-anak yang berasal dari daerah yang terpencil, serta anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI), agar ini bisa mendapatkan layanan pendidikan secara baik dan tidak dibeda-bedakan,” jelasnya.

Dia berharap, menteri berikutnya bisa lebih baik, diantaranya dua esensi mendasar yang harus diperhatikan, yaitu akses memperoleh pendidikan dan kualitas pendidikan yang lebih baik agar benar-benar menjadi prioritas untuk keberhasilan pendidikan di Indonesia. (had)

Calon Pengantin Tewas Tertabrak di Kosambi

KARAWANG, KarawangNews.com – Sepasang kekasih yang menaiki kendaraan bermotor roda dua menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Kosambi, Kecamatan Klari, Sabtu (18/10/2014) dini hari, akibat kecelakaan tersebut satu tewas dan satu kritis.

Keduanya diketahui pasangan kekasih yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini, mereka terlibat kecelakaan saat keduanya akan melakukan silaturhami ke rumah calon istri di daerah Garut.

Korban tewas bernama Badrudin warga Cirebon dan calon istrinya kritis bernama Etta Fitriyanti warga Garut yang saat ini masih dalam pengawasan dokter di UGD Rumah Sakit Karya Husada Cikampek.

Keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, keduanya korban tabrak lari sebuah kendaraan roda empat yang datang dari arah Karawang menuju Cikampek, tepatnya di depan pabrik Besco Jalan Raya Kosambi, Klari.

“Setelah menabrak, mobil langsung kabur,” kata saksi mata, Karya, warga setempat.

Sementara, kasus kecelakaan ini sekarang dalam penanganan aparat Unit Laka Lantas Polres Karawang, sedangkan polisi pun masih melakukan pengejaran kendraaan yang menabrak korban tersebut. (had)

Dua Pembunuh Waria di Kosambi Tertangkap

KARAWANG, KarawangNews.com - Satreskrim Polres Karawang berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan sadis waria di Kosambi, Kecamatan Klari Rabu (24/9/2014) lalu, akibat perbuatanya kedua pelaku diancam dengan hukuman seumur hidup.

Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi, Jumat (17/10/2014) siang menjelaskan, setelah buron hampir dua minggu, pelaku pembantai waria karyawan sebuah salon kecantikan di itu tertangkap di dua tempat yang berbeda, otak pembunuhan berinisial AC ditangkap di Terminal Rajabasa Lampung, sementara rekanya ditangkap di wilayah Bandung.

Hasil pemeriksaan polisi, motif pembunuhan yang dilakukan oleh kedua pelaku berlatar belakang sakit hati, karena teman pelaku sering dihina oleh korban, sehingga pelaku merencanakan untuk membunuh korban.

Modus yang dilakukan pelaku saat akan membunuh korban, terlebih dahulu  mencekoki korban dengan minuman keras hingga mabuk berat, saat korban terlihat mabuk berat, maka para pelaku mulai membunuhunya dengan sadis, yakni menusuk perut korban, kemudian merobek mulut korban saat korban berteriak, juga menusuk bagian mata.

“Akibat perbuatanya melakukan pembunuhan berencana, kedua pelaku terancam hukuman seumur hidup, karena melanggar Pasal 340,” kata Daddy. (had)

foto: tinjau.

Buruh Tolak Putusan PN Menangkan PT Royak Standar

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan buruh yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Karawang dengan menutup jalan utama di Karawang kota, Kamis (16/10/2014).

Akibatnya, blokade jalan oleh buruh di Jalan Jendaral Ahmad Yani Karawang ini menimbulkan kemacetan dan gangguan arus lalu  lintas, sejumlah pengendara yang akan melintas terpaksa balik arah, karena buruh menutup rapat jalan tersebut, mereka duduk dan memarkirkan kendaraan di tengah jalan.

Unjuk rasa itu untuk mempertanyakan tuntutan perusahaan PT  Royak Standar  kepada buruh akibat mogok kerja sehingga menyebabkan kerugian Rp 9 miliar, kemudian PN Karawang mengabulkan tuntutan tersebut.

Namun menurut buruh, tuntutan perusahaan kepada buruh itu tidak mendasar, karena saat buruh mogok mereka tengah memperjuangkan hak-haknya meminta gaji penuh, sebab perusahaan memberi gaji tidak sesuai dengan aturan, akhirnya buruh melakukan unjuk rasa dengan cara mogok kerja saat itu.

“Buruh meminta Pengadilan Negeri untuk mengkaji ulang, mengabulkan tuntutan perusahaan kepada buruh sebesar Rp 9 miliar,” kata, Helmi Abir, koordinator aksi. (had)

8 Pengedar Ganja Ditangkap Polisi

KARAWANG, KarawangNews.com - Satnarkoba Polres Karawang menangkap delapan pelaku pengedar dan bandar ganja yang beroperasi di wilayah Karawang, dari tangan para pelaku polisi mengamankan 10 kilogram ganja dalam bentuk paket besar dan kecil siap edar.

Dijelaskan Kabag Ops Polres Karawang, Kompol Imam Rahman, Kamis (16/10/2014) siang, delapan pelaku pengedar ganja itu ditangkap di tiga tempat berbeda, setelah sebelumnya polisi mendapatkan laporan dari masyarakat ada transaksi narkoba jenis ganja di wilayah Kecamatan Cilamaya, juga di Kecamatan Rengasdengklok dan Kecamatan Banyusari.

Dari hasil laporan tersebut, polisi melakukan pengintaian selama beberapa hari, hingga akhirnya pada Senin (6/10/2014) lalu sekitar pukul 21.00  WIB polisi melakukan penggrebakan di tempat kontrakanya masing-masing pelaku tersebut.

Selain dari informasi masyarakat, keberhasilan polisi mengungkapkan para pengedar ganja berdasarkan pengembangan kasus dari  para pelaku pengedar ganja sebelumnya yang telah ditangkap. Para pelaku berinisila SA, AC, IS, MA, HM dan HI, saat diamanakan para pelaku tidak melakukan perlawanan.

Akibat perbuatanya melakukan pengedaran ganja, termasuk melakukakn jual beli dan menyimpan, maka para pelaku diancam hukuman penjara selama 8 hingga 12 tahun penjara, karena melanggar Pasal 114 Ayat 2 Junto 111 Ayat 2 Junto 112 Ayat 1 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (had)

Ditangkap Satgas, 7 Pelajar Dijemur

KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (16/10/2014) siang, sebanyak 7 pelajar SMK diberi hukuman dengan dijemur di halaman kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, setelah ke 7 pelajar itu dirajia Satgas Pelajar dan kedapatan membawa senjata tajam.

Mereka dijaring di Karangpawitan sedang nongkrong di sebuah warung di jam belajar, pukul 9.30 WIB. Diduga, mereka sedang menunggu teman-temannya untuk menyerang sekolah lain. Namun, dari ketujuh pelajar yang dijaring ini mengaku, mereka membawa senjata tajam untuk jaga diri.

"Saya bawa 'gear' untuk jaga-jaga, bukan menyerang pak," kata seorang pelajar ini, Ade Irwan.

Dijelaskan Satgas Pelajar Disdikpora, Risman Maulana, pihaknya terus patroli menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan tawuran pelajar. Kata dia, saat ini tawuran lebih terkoordinir melalui pesan singkat.

"Senjata tajam pun kini tidak dibawa oleh tiap pelajar, tetapi ada yang khusus membawanya hingga sekarung," jelasnya. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta