Berita Terkini

Gebyar Ekskul SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia


KARAWANG, KarawangNews.com – SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia menggelar gebyar ektrakulikuler, Sabtu (23/5/2015) pagi di halaman SMK Ristek. Sedikitnya 12 ektrakulikuler di dua sekolah tersebut ditampilkan semarak.

Ektrakulikuler tersebut yaitu tari jaipong, Ristek Pecinta Alam, marawis, Paskibra, angklung, pramuka, Japanese club, dancer, voli, karate, paduan suara, flas moop dan free style motor oleh alumni sekolah.

Kepala SMK Ristek, Darsono Sumedi mengatakan, gebyar ekskul ini sudah lama tidak dilaksanakan sekolah. Pada gebyar ini, sekolah sengaja ingin kembali membangkitkan ekskul dan rencananya semua siswa akan diwajibkan mengikuti ekskul.

“Kita punya semua ekskul, tetapi terkendala tempat, semisal sepak bola dan voli,” kata dia, berencana akan memaksimalkan ekskul di sekolahnya.

Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo menjelaskan, melalui ekskul ini dia ingin menyampaikan, pola pendidikan SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia yang bernaung di satu yayasan ini mengakomodir semua kegiatan siswa.

“Tujuan pendidikan yang ideal tidak cukup anak dikembamhkan di sisi kognitif, sehingga untuk menjadi pribadi yang berkompetensi yang memadai harus dibekali motorik yang hebat,” jelasnya.

Ekskul juga memberikan wadah bagi pelajar untuk berprestasi, karena dengan proses seperti ini maka siswa dilatih untuk mengukur kemampuannya, sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Implikasinya pelajar bisa terhindar dari kegiatan yang negatif, karena dia bisa menemukan cara mengetahui identitas dirinya,” akunya.

Menurutnya, ekskul harus berkembang, tidak boleh kaku, harus mengikuti tren anak muda saat ini. Untuk itu, sekolah harus menawakan ekskul kepada siswanya, sebab kecenderungan anak remaja saat ini berubah dan sangat dinamis, maka ekskul pun harus dinamis.

“Semua ekskul di sekolah kita sudah ada, tetapi belum efektif, karena keterbatasan pembiaan, rencananya tahun ini akan melibatkan seluruh komponen guru dan pembimbing, sehingga guru tidak hanya mengajar saja, harus mengajar kognitif, afektif dan psikomotorik,” jelasnya. (spn)

PAN Dukung Cellica Bupati

KARAWANG, KarawangNews.com – Kader Partai Amanat Nasional (PAN) mendeklarasikan siap memenangkan Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana untuk kembali mencalonkan bupati Karawang. Deklarasi ini dilaksanakan di Hotel Amaris, Jumat (22/5/2015) sore.

Cellica yang juga Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang optimis bakal menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun ini, sebab dia didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, yang mendeklarasikan berkoalisi dengan Partai Demokrat baru PAN.  (spn)

Jajanan di Sekolah Tidak Aman Konsumsi

Moh Alwi (kiri) saat sidak makanan di Pasar Johar beberapa waktu lalu.
KARAWANG, KarawangNews.com - Hasil sidak sementara, dari 60 sekolah dasar se-Kabupaten Karawang, hanya 14 sekolah dinyatakan jajanannya tidak dicampur zat berbahaya, selebihnya mengandung bahan berbahaya jika dikonsumsi anak-anak sekolah. Jajanan tersebut dijajakan para pedagang kaki lima yang berada di lingkungan sekolah.

Hal ini ditegaskan Kepala Seksi Pengawasan Makanan, Minuman dan Zat Berbahaya, Dinas Kesehatan Karawang, Moh Alwi, Kamis (21/5/2015) siang. Dijelaskannya, para pedagang yang nakal itu mencampur bahan berbahaya kepada jajanan anak-anak, yaitu makanan dan minuman yang diketahui mengandung formalin, borax, methanyl yellow dan rodamin.

"Selain dicampur ke makanan, biasanya pedagang mencampur ke saus dan sambal makanan," kata Moh Alwi.

Untuk mencegah hal ini, sambung dia, sekolah harus punya kantin yang diawasi penuh guru dan pihak sekolah, sehingga akan terhindar dari tangan nakal pedagang yang hanya ingin untung besar, tetapi membahayakan konsumennya.

"Pihak sekolah yang harus bertanggungjawab mengawasi jajanan anak sekolah di lingkungan sekolah," jelasnya. (yun)

Hanafi: Di Karawang Tidak Ditemukan Beras Palsu

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kabupaten Karawang, Hanafi membantah ada produksi beras palsu di Karawang, ini dibuktikan hasil sidak beras ke Pasar Johar, Kamis (21/5/2015), petugas tidak menemukan beras palsu berbahan plastik yang dimaksud.

Sejak beberapa waktu lalu, kata Hanafi, pihaknya telah meninjau sejumlah sentra produksi beras dan tidak ditemukan beras palsu. Namun begitu, Hanafi tidak menampik kemungkinan ditemukan pabrik beras yang menjual beras plastik, ini bisa ditemukan jika diperiksa secara seksama.

“Upaya untuk bisa menemukan beras tersebut harus dengan kerja keras, sebab Karawang merupakan lumbung padi Jawa Barat dan terdapat ribuan penggilingan padi di kabupaten ini,” kata dia. (had)

Pasar Beras Johar Disidak, Tidak Ditemukan Beras Plastik

KARAWANG, KarawangNews.com - Anggota DPRD Karawang melakukan sidak ke pasar beras induk Johar, Kamis (21/5/2015). Di pasar tersebut, anggota DPRD tidak menemukan beras sintetis atau beras plastik yang isunya beredar di Karawang.

Selain anggota DPRD Karawang, sidak ini pun dilakukan bersama Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan, Bulog dan Polres Karawang, mereka melakukan sidak dengan mendatangi sejumlah toko beras di pasar tersebut.

Petugas melakukan pengecekan beras di toko-toko hingga gudang beras, untuk mencari beras sintetis yang infonya telah beredar di Karawang, tetapi dari sejumlah toko beras yang ada petugas tidak menemukan beras yang dimaksud.

Sejumlah pedagang mengaku terkejut dengan sidak yang dilakukan pemerintah, sejumlah pedagang beras yang didatangi mengaku belum pernah melihat beras sintetik tersebut. Bahkan beredar informasi beras sintetik berasal dari Karawang, sehingga mempengaruhi omzet penjualan beras hingga 30 persen.

“Beras-beras yang masuk ke pasar induk Johar ini sebagian disuplai dari indramayu dan Subang,” kata seorang pedagang beras, Mamat, kepada wartawan. (had)

Toto Nyatakan Sikap Tidak Mencalonkan Wakil Bupati di Pilkada

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPRD Kabupaten Karawang yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan, Toto Suripto menegaskan, tidak akan maju mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang 9 Desember 2015 mendatang. Kata Toto, soal pencalonannya itu memang benar, sebab sebelumnya DPP PDI Perjuangan memang sempat memanggilnya untuk menjalani proses penjaringan dan penentuan calon bupati dan wakil bupati Karawang periode 2016-2021.

"Saya sebagai petugas partai memang sempat dipanggil untuk mengikuti psikotest calon bupati dan wakil bupati oleh DPP, tetapi saya menyatakan tidak akan maju sebagai di Pilkada," ungkapnya, Rabu (20/5/2015).

Diketahui, munculnya nama Toto Suripto yang masuk dalam bursa calon dari PDI Perjuangan, sempat menimbulkan banyak spekulasi. Pasalnya, Toto tidak termasuk dari bakal calon yang mengikuti mekanisme pendaftaran dan penjaringan calon yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Karawang.

Bahkan, fungsionaris 26 PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Karawang melakukan gerakan, menuntut DPP membatalkan pencalonan Toto Suripto, sebab dinilai tidak menghargai mekanisme internal partainya sendiri dan cenderung melakukan jalan pintas dalam pencalonannya. (mus)

Toto Dianggap Bakal Memicu Konflik Internal PDI-P

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Karawang bertolak ke DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2015) siang. Mereka menyampaikan sikap menolak Bendahara DPC PDI-P juga Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto mencalonkan bupati, sebab Toto mencalonkan tidak melalui mekanisme penjaringan partai.

Seperti disampaikan Ketua PAC Tempuran, Cartam, Toto sebagai fungsionaris DPC PDI-P harusnya turut menghormati dan menghargai mekaniksme internal partai, tetapi kenyataannya malah berupaya mencalonkan diri jadi bupati secara illegal, tanpa proses pendaftaran.

Diakuinya, selain pencalonan bupati ini, PAC telah menilai Toto melakukan manuver politik untuk memenuhi ambisnya duduk sebagai Ketua DPC PDI-P Karawang beberapa waktu lalu.

“Bukan saat ini saja, pencalonan bupati ini merupakan lanjutan manuvernya saat Konfercab, dia ingin menduduki jabatan Ketua DPC. Kami sangat menyesalkan kelakuannya, mengapa sebagai pengurus DPC dia justru tidak menghargai mekanisme internal partai,” kata Cartam, diamini pengurus PAC lainnya.

Kata dia, dalam melakukan manuver politik sejak Konfercab sampai pencalonan di Pilkada ini, Toto tidak sendirian, dia melibatkan seorang pengurus DPD PDI-P Provinsi Jawa Barat, Waras.

“Toto merapat kepada Waras  dan selanjutnya Waras melakukan lobi ke DPP di Jakarta. Ini tidak ‘fair’ dan tidak menghormati aturan partai,” tandas Chartam.

Diakuinya, para pengurus PAC se-Karawang geram, ketika Toto ngotot akan mengambil posisi wakil bupati berpasangan dengan dr. Cellica Nurrachadiana dari Partai Demokrat yang saat ini menjabat Plt. Bupati Karawang. Padahal, harusnya Pilkada ini menjadi momentum bangkitnya PDI-P untuk memenangkan Pilkada dengan mengusung jagonya di posisi bupati.

Hal senada diungkapkan Ketua PAC PDI-P Kecamatan Purwasari, Ganang, ironis apabila DPP PDI Perjuangan tidak mengakomodir masukan dari PAC se-Kabupaten Karawang. Sebab, dengan munculnya nama Toto, seolah menafikan keberadaan beberapa tokoh dan figur Karawang yang telah taat dan patuh mengikuti proses pendaftaran dan penjaringan calon di partai berlambang banteng moncong putih ini.

“Sangat naif, kalau dari kesembilan calon pendaftar tidak ada yang terbaik dan berpotensi sebagai figur pemenang,” ungkapnya.

Para pengurus PAC yang datang ke Jakarta ini berharap, DPP PDI-P menerima aspirasi mereka, agar tidak terjadi konflik internal akibat kader yang berambisi ingin jadi wakil bupati, tetapi dia tidak menempuh mekanisme partai.

Diketahui, Toto Suripto mengaku dipanggil ke DPP PDI Perjuangan bersama dua calon lainnya. Dalam pemanggilan tersebut, mereka disodori untuk mengisi formulir kesediaan sebagai bakal calon wakil bupati. Kata Toto, di Pilkada ini PDI-P mengambil posisi wakil bupati. (mus)

KPU Karawang Lounching Tahapan Pilkada 2015

KARAWANG, KarawangNews.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang menggelar launching tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karawang Tahun 2015, Rabu (20/5/2015) di Indo Alam Sari.

Ketua KPU Karawang Riesza Affiat menyebutkan, dari Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Karawang Rp 59,5 milyar Rp 12 milyar diantaranya akan digunakan untuk kampanye partai politik dan perseorangan.

Acara ini dihadiri bakal calon bupati Karawang, yaitu Daday Hudaya, Sutejo, Deden Darmansah, Ahmad Marzuki, Asep Agustian, Bayu Maulana Suntara, Nace Permana dan Royke Benta Sahetapy.

Diketahui, sesuai amanat pasal 18 huruf (k) UU Nomor 3 Tahun 2014, Pilkada Karawang akan dikawal ketat oleh 150 petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan 927 petugas panitia pemungutan suara yang sudah dilantik pada minggu lalu.

Tahapan Pilkada sebagai berikut:

11 Juni 2015
Penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan

26 Juli - 28 Juli 2015
Pendaftaran pasangan calon

26 Juli - 1 Agustus 2015
Pemeriksaan kesehatan

24 Agustus 2015
Penetapan pasangan calon

25 - 26 Agustus 2015
Pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon

27 Agustus - 5 Desember 2015
Kampanye

27 Agustus - 5 Desember 2015
Debat publik              

6 - 8 Desember 2015
Masa tenang Pemilu

9 Desember 2015              
Pemungutan dan perhitungan suara

17 - 23 Desember 2015
Pengumuman hasil rekap suara KPU

18 - 21 Desember 2015
Pengajuan sengketa

21 - 22 Desember 2015
Penetapan pasangan calon terpilih (tanpa perselisihan)

12 Februari - 13 Maret 2016
Penetapan pasangan calon terpilih setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK)

29 Desember 2015 - 6 Januari 2016
Pelantikan (tanpa perselisihan)

13 Februari - 14 Maret 2016
Pelantikan setelah putusan MK


Sumber: Humas Pemda Karawang.
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -