Berita Terkini

Kosim dan Budpar Gelar Festival Kaulinan Budak Lembur

KARAWANG, KarawangNews.com - Komunitas Seniman Muda (Kosim) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang menggelar Festival Budaya Kaulinan Budak Lembur di Kampung Budaya, Kamis (27/11/2014) siang. Peserta permainan tradisional Sunda ini diikuti anak-anak SMP se-Kabupaten Karawang.

Kaulinan Budak Lembur yang dilombakan diantaranya, engrang, rorodaan, papancakan, sosorodotan, gasing, perepet jengkol, bedil jepret, sumpit dan gatrik. Peserta terbaik dari lomba ini akan mewakili lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat pada Juni-Juli 2015 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang, Drs. Dadan Sugarda menyatakan, lomba ini diikuti oleh 28 dari 30 kecamatan se-kabupaten, kecamatan yang tidak mengirim peserta yaitu Pakisjaya dan Cilamaya Kulon. Meski begitu, jumlah peserta ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 22 kecamatan.

Diakuinya, permainan tradisional ini semakin jarang ditemui, bahkan saat ini anak-anak lebih memilih pemainan yang ada di mall. Ini disebabkan saat ini hampir jarang tersedia lahan terbuka, setelah banyaknya berdiri gedung-gedung di sekitar pemukiman.

Meski begitu, pihaknya akan terus menanamkan permainan budaya ini dengan event dan pagelaran yang akan rutin dilaksanakan setiap tahun.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana yang hadir di acara ini menginginkan, para seniman Karawang bisa memotivasi putra-putri daerah agar kenal dengan budaya sendiri, sehingga bisa menghargai permainan budaya Karawang dan Jawa Barat. (spn)

Kaulinan Budak Lembur Mengalami Degradasi

KARAWANG, KarawangNews.com - Permainan anak-anak tradisional Sunda kini memang mengalami degradasi, tak sedikit anak sekolah dasar yang malah awam dengan permainan tradisionalnya, sebab kini anak-anak lebih suka dengan permainan teknologi elektronik semisal Playstation, X Box termasuk game online.

"Kita jangan sampai kehilangan seni permainan tradisional, karena memang teknologi lebih mudah diterima anak-anak saat ini," kata Kabid Budaya Dinas Kebudayaan dan Periwisata Karawang, Ayi Muhtar, di sela acara Festival Budaya Kaulinan Budak Lembur di Kampung Budaya, Kamis (27/11/2014) siang.

Dengan kegiatan kaulinan budak lembur ini, diharap  anak-anak tahu sejarah kesenian tradisional Tatar Sunda dan tidak melupakannya, sehingga ini menjadi tugas Dinas Kebudayaan dan para seniman Karawang untuk melestarikan seni tradisional.

Kaulinan Budak Lembur yang dilombakan di Kampung Budaya ini diantaranya engrang, rorodaan, papancakan, sosorodotan, gasing, perepet jengkol, bedil jepret, sumpit dan gatrik. Pesertanya anak-anak tingkat SMP dari 30 kecamatan se-kabupaten.

Kata Ayi Muhtar, mau tidak mau permainan tradisional di Karawang harus dijaga agar tetap eksis. Pihaknya akan berupaya selalu menggelar lomba ini untuk bisa menumbuhkan kembali mainan-mainan tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut.

"Total kaulinan budak lembur tercatat ada 50 ribu permainan, tetapi yang paling populer di Jawa Barat ada  sembilan permainan yang kita lombakan saat ini," ucapnya. (spn)

Wakil Ketua II DPRD Karawang Terancam Dicopot Jabatan

KARAWANG, KarawangNews - Wakil Ketua II DPRD Karawang, Ajang Supandi terancam dicopot dari jabatannya, sebab dinilai tidak loyal kepada partai. Ini disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy, Selasa (25/11/2014) sore di ruang kerjanya.

"Pernyataan ini ditegaskan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Feri Juliantono setelah melihat absen kehadiran jabatan kader tersebut di tingkat DPC maupun dalam lembaga fraksi Gerindra pada acara Rakerda Jawa Barat di Bogor Jumat lalu," ungkapnya.

Akibat ketidakhadiran kader Gerindra pada acara tersebut, kemungkinan besar Ajang Supandi akan dipanggil mahkamah kode etik untuk diminta pertanggungjawaban atas ketidakhadiran di acara itu.

Rakerda tersebut dilaksanakan di Alun-alun Gumati, Bogor dan dihadiri Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, juga diikuti kader Gerindra dari DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota se-Jawa Barat.

"Kader partai harus tunduk terhadap aturan partai dalam situasi apapun dan tidak ada alasan untuk tidak menghadiri apa yang sudah menjadi agenda partai, serta mentaati AD-ART Partai," ucap Royke.

Diakuinya, sudah memberi penjelasan kepada DPD bahwa yang bersangkutan, Ajang Supandi, terhambat dalam perjalanan, karena suatu hal yang tidak dapat dirinci. Namun pihak DPD tetap akan memanggil yang bersangkutan untuk diminta klarifikasinya. (spn)

Partai Gerindra Karawang Mencari Penari Jaipong Berbakat

Siswi yang sedang mendaftar Pasanggiri Tari Jaipong di DPC Gerindra Karawang.
KARAWANG, KarawangNews.com - Dalam rangka menyambut HUT Partai Gerindra ke-7, DPC Partai Gerindra Karawang akan menggelar Pasanggiri Tari Jaipong se-Kabupaten Karawang. Pelaksanaan penyisihan tanggal 15-18 Desember 2014 di Kampung Budaya Jln. Interchange Karawang Barat dan final 20 Desember 2014 di panggung outdoor GOR Panatayuda. Pendaftaran dibuka mulai 10 Nopember hingga 10 Desember 2014.

Kategori lomba yaitu pelajar dan umum tunggal putra-putri minimal usia 17 tahun. Disiapkan hadiah dan trophy dari Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy. Bagi juara I uang tunai Rp 2,5 juta, juara II Rp 2 juta, juara III Rp 1,5 juta, juara harapan I Rp 1 juta, juara harapan II Rp 750 ribu dan juara harapan III Rp 500 ribu. Bagi juara umum, akan mendapat hadiah 1unit sepeda motor.

Pilihan lagu untuk final Pasanggiri Jaipong diantaranya Bajidor Kahot, Kembang Tanjung, Gandrung, Tablo Naek Kukupu, Kulu-kulu Bem Naek Grimis Munggaran, Leungiteun, Sanca Gugat, Ronggeng Nyentrik, Makalangan dan Senggot.

Tempat pendaftaran bisa langsung ke DPC Partai Gerindra, ruko Arcadia Galuh Mas, Blok 12 No. 1. Juga bisa ke Radio Aksi Rasi Sonia FM, termasuk PAC Partai Gerindra di seluruh Kabupaten Karawang. Syaratnya, foto copi KTP atau kartu pelajar, kartu mahasiswa, kemudian foto ukuran 4x6 cm dua buah dan harus menyertakan surat dari sekolah, kampus maupun sanggar.

Sebelum pelaksanaan, technical meeting dilaksanakan tanggal 10 Desember 2014 mulai pukul 13.00 WIB di Kampung Budaya. (spn)

Dinas Cipta Karya Belum Gunakan PJU Tenaga Surya

KARAWANG, KarawangNews.com - Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) biayanya lebih mahal dibanding PJU konvensional yang menggunakan tenaga listrik. Harga PJU-TS Rp 26-30 juta, sedangkan PJU konvensial Rp 3 juta jika nempel di tiang PLN dan Rp 7 juta untuk PJU yang dipasang di tiang sendiri.

Demikian dijelaskan Kasi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Cipta Karya Karawang, Nopi Gunawan, Selasa (25/11/2014) siang di ruang kerjanya. Kata dia, PJU-TS hanya menarik energi 50 watt dibanding konvensional hingga 100 watt.

PJU-TS hanya digunakan di area yang tidak terjangkau listrik dan pemasangan PJU ini tidak dilakukan oleh Dinas Cipta Karya Karawang melainkan oleh Departemen Perhubungan.

"Perawatan yang konvensional lebih mudah dibanding yang tenaga surya dan hingga kini kita belum mengarah pakai PJU-TS, tetapi jika nanti ada pembatasan energi, PJU konvensional bisa dialihkan ke PJU-TS," ucapnya. (spn)

Warga Desa Bongas Gelar Sedekah Bumi

SUBANG, KarawangNews.com - Jelang memasuki musim tanam padi, ratusan petani di Desa Bongas, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang melakukan sedekah bumi dengan melakukan berbagai kegiatan ada istiadat desa setempat,  diantaranya pawai keliling kampung yang diikuti aparat desa dan warga, Senin (24/11/2014). Uniknya, sepanjang jalan, kepala desa dimandikan warga dengan kembang tujuh rupa.

Pawai budaya ini dipimpin langsung kepala desa yang diikuti warganya, ini merupakan simbol pemberitahuan kepada seluruh petani, musim tanam telah dimulai. Dalam arak-arakan tersebut, warga membuat miniatur traktor yang dibawa keliling kampung, dengan diiringi musik khas daerah Sunda jaipong dan tarling.

Iring-iringan ini disambut kaum ibu-ibu dengan menyiapkan air kembang tujuh rupa untuk menyiram kepala desa dan peserta pawai. Para peserta pawai ini tidak boleh menolak disiram air, hingga baju mereka basah kuyup akibat disiram sepanjang jalan.

Usai arak-arakan keliling kampung, sejumlah warga dan aparat desa bersama-sama joget jaipong, serta sawer-saweran kepada penyanyi. Selain arak-arakan keliling kampung, pemerintah desa juga menyediakan hiburan wayang golek dan istigosah bersama sebagai doa penutup.

"Ini supaya proses bercocok tanam petani lancar tanpa gangguan apapun," kata Busaeri, Kepala Desa Bongas. (had)

Kadisdikpora Intruksikan HGN Tidak Meliburkan Sekolah

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Karawang Drs. Agus Supriatman menghimbau kepada kepala UPTD TK/SD, kepala SMP dan SMA/SMK agar tidak meliburkan sekolah di Hari Guru Nasional (HGN) 25 Nopember 2014 besok.

"Saya sudah intruksikan agar sekolah tidak libur," kata Agus, Senin (24/11/2014), ia mengaku telah menyebar pesan singkat via ponselnya ke semua instansi pendidikan.

Hal itu diungkapkannya, setelah banyak kepala sekolah yang menanyakan tentang hal tersebut. Bahkan, beberapa sekolah menyatakan besok libur, sebab para guru mengikuti upacara bendera di Lapang Karangpawitan, disusul 10 bus bagi guru yang diberangkatkan mengikuti upacara di Jakarta pada Rabu pagi. (spn)

SMKN 1 Karawang Gelar Job Fair

KARAWANG, KarawangNews.com -  SMKN 1 Karawang gelar Job Fair yang diikuti 20 perusahaan se-kabupaten selama dua hari, 24-25 Nopember 2014. Job Fair ini diprioritaskan bagi siswa lulusan SMA jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan SMK.

Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang membuka acara itu menyatakan, ketika Karawang sedang membangun besar-besaran, diharap pembangunan Karawang ini diisi oleh para lulusan SMA dan SMK Karawang kedepan.

"Dengan adanya Job Fair ini diharapkan terjadi sinergitas yang baik  antara perusahaan dengan calon pekerja  sesuai dengan kemampuannya," kata Cellica. (rls)