Berita Terkini

PKS Resmi Dukung Cellica di Pilkada Karawang

BANDUNG, KarawangNews.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana untuk kembali mencalonkan bupati Karawang di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Karawang tahun 2015 ini. MoU penandatanganan dukungan ini dilakukan di Kantor DPW PKS Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa (26/5/2015) sore.

MoU ditandatangani Ketua DPW PKS Provinsi Jawa Barat, H. Tate Komarudin, Lc dan Cellica Nurrachadiana, disaksikan pengurus DPD PKS Kabupaten Karawang. Sementara, di internal DPD PKS Karawang, kader yang juga diusung mencalonkan di Pilkada yaitu H. Dedi Sudrajat, dia dipastikan bakal menjadi pendamping Cellica sebagai calon wakil bupati.

Ketua Tim Pemenangan PKS, Nanda Suhanda mengatakan, MoU ini hasil ijtihad politik PKS, semuanya ditempuh melalui hasil Syuro, bukan keputusan pribadi masing-masing anggota.

“Ketika itu sudah diputuskan,  maka seluruh kader PKS Karawang akan bergerak masiv sampai ke pelosok-pelosok desa, kami akan ‘all out’,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Tate komarudin menyampaikan, di ruangan MoU dengan Cellica ini dulu PKS merancang pemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat selama dua kali berturut-turut, periode pertama Ahmad Heryawan dengan Dede Yusuf dan kedua Ahmad Heryawan dengan Deddy Mizwar.

“Semoga berkah dan terulang kembali kemenangan untuk  Pilkada Karawang,” kata dia.

Keputusan mendukung Cellica ini merupakan proses panjang ini bagi PKS, sebab partai ini tidak gegabah dan berhati-hati menentukan pilihannya. Koalisi dengan Cellica ada pilihan hasil kajian cermat para kader daerah. Dukungan ini merupakan untuk kedua kalinya bagi Cellica, setelah dia didukung PKS sejak Pilkada Karawang tahun 2010 lalu dengan mengusung Ade Swara - Cellica.

“Sekarang kita lanjutkan koalisi itu dengan mengusung Cellica maju sebagai calon bupati Karawang, kami juga mengusulkan Dedi Sudrajat, putra Karawang asli menjadi calon wakil pendamping Cellica,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Cellica menyampaikan, hubungannya dengan PKS sudah sangat dekat, bahkan sudah dianggap satu keluarga, hubungan ini sudah terjalin sejak tahun 2010 yang lalu sampai sekarang.

“Saya berharap ini berlanjut sampai lima tahun kedepan.  Sudah banyak kesamaan visi-misi saya dengan PKS, juga banyak pembimbing-pembimbing saya di PKS ini, Ust. Tate,” ujarnya. (rls)

Bulog Karawang Klarifikasi Beras Raskin Palsu


KARAWANG, KarawangNews.com - Bulog Karawang mengumpulkan para kepala desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Karawang, Selasa (26/5/2015) siang di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang. Bulog bersama peneliti pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengklarifikasi beras raskin yang beredar di desa-desa tidak terindikasi beras palsu, melainkan beras forti, yaitu beras hasil rekayasa Bulog yang mengandung vitamin dan mineral untuk kesehatan warga miskin.

Pertemuan ini dilakukan Bulog Karawang setelah warga di beberapa desa berusaha mengembalikan beras miskin yang disuplai dari Bulog. Seperti di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, sebanyak 4,1 ton beras miskin dikembalikan kepada Bulog, sebab warga dan aparat desa menganggap beras tersebut tercampur beras palsu berbahan plastik, seperti yang heboh di media massa saat ini.

Padahal, beras yang dianggap palsu itu merupakan beras premix, yaitu beras dari menir yang dicampur dengan berbagai macam vitamin, mineral, kalsium, B1 dan B2, sehingga bentuknya berbeda sendiri dari beras umumnya. Wajar saja dianggap beras palsu, sebab aparat desa dan warga tidak menerima sosialisasi soal ini, sehingga timbul kekhawatiran raskin yang disalurkan merupakan beras palsu berbahan plastik.

Kepala Bulog Karawang, Moh Alexander menjelaskan, pihaknya ditugaskan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) untuk mencampur dan menyalurkan beras forti, perbandinganya setiap 1 kg beras forti dicampur dengan 100 kg beras raskin. Hingga akhir Mei 2015 ini, Bulog Karawang sudah menyalurkan sebanyak 421 ton untuk 50 dari 309 desa se-Kabupaten Karawang.

"Kita pilih 50 desa yang kemiskinannya tinggi," kata Moh Alexander.

Dijelaskannya, pencampuran beras raskin dengan beras forti itu tujuannya untuk mengurangi penyakit anemia yang banyak diderita masyarakat miskin, dia berharap beras forti ini bisa meningkatkan kesehatan bagi masyarakat miskin yang mengkonsumsi raskin.

Diakuinya, beras forti ini telah disosialisasikan kepada Pemda Karawang melalui PPL, tetapi akibat rotasi PPL dengan tugas berbeda, menyebabkan sosialisasi tersebut tidak sampai ke masyarakat, sehingga terjadi kekhawatiran warga miskin yang tidak mengetahui tentang beras forti. Selama ini warga menduga Bulog ceroboh, karena memberi beras palsu kepada mereka.

"Pemda sudah ditugaskan menunjuk PPL untuk mensosialisasikan (beras forti, red), tetapi akibat ada rotasi PPL dengan tugas yang berbeda, beras forti tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat," kata dia.

Di tempat sama, Dosen Peneliti Fortifikasi Pangan IPB, Drajat Martianto yang menjadi pembicara di acara pertemuan ini memaparkan, tujuan fortifikasi raskin yaitu untuk meningkatkan kadar zat gizi raskin, juga untuk meningkatkan asupan zat besi, zinc, asam folat, thiamin, niasin, dan Vitamin B 12 pada Rumah Tangga Miskin (RTS). Kemudian meningkatkan status gizi dan menurunkan prevalensi Anemia Gizi Besi (AGB) dan dalam jangka panjang membantu meningkatkan produktivitas kerja juga mengentaskan kemiskinan.

"Kadar beras forti ini mengandung zat besi 80 Mg, zinc 30 Mg, thiamin 6.4 Mg, asam folat 130 Ug, vitamin B12 10 Ug dan niasin 60 Mg. Penambahan zat gizi pada raskin ini untuk menanggulangi dan mencegah Anemia Gizi Besi (AGB)," kata Drajat.

Di akhir pertemuan ini, Asda II Pemkab Karawang, Hadis Herdiana menyatakan, kini masyarakat Karawang tidak perlu risau dengan raskin yang dibagikan Bulog, sebab beras yang semula diduga beras plastik itu ternyata beras forti berbahan beras asli yang dicampur dengan mineral dan vitamin.

"Mulai hari ini, tidak perlu khawatir lagi tentang beras plastik, sebab yang diduga beras plastik pada raskin itu nyatanya adalah beras forti. Dengan ini saya nyatakan, Karawang bebas beras palsu atau beras plastik," kata Hadis, di hadapan puluhan para kepala desa dan PPL. (spn)

Jimmy Bersedia Duet Bareng Saan di Pilkada

Saan Mustopa (kiri) dan Jimmy (kanan).
KARAWANG, KarawangNews.com – Kini mulai santer Saan Mustopa bakal mencalonkan diri jadi bupati Karawang. Pencalonannya ini mulai dilirik sejumlah calon bupati lainnya, seperti Ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Jimmy Zamakhsyari, dia menyatakan kesediaannya jika dimungkinkan berdampingan dengan Saan Mustopa di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun ini.

Melalui pesan singkatnya, Selasa (26/5/2015) siang, Jimmy menyatakan, tidak ada yang tidak mungkin dalam berpolitik, semua bisa berubah dalam waktu cepat, apalagi Saan Mustopa sudah dikenal kiprahnya sebagai politikus nasional. Jika harus berdampingan dengan Saan, kata Jimmy, dia akan lapor kepada DPP PKB, karena proses Pilkada ini perlu pertimbangan bersama di intern partainya.

“Semua calon yang maju pasti memiliki niat yang baik untuk membangun Karawang, saya mah Alhamdulillah aja denger pencalonan Saan, Saan itu sahabat baik saya,” kata Jimmy, melalui pesan singkatnya. (yun)

Touring Bike SMC 2 Diikuti 1.450 Goweser Berbagai Daerah

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 1.450 goweser dari berbagai daerah mengikuti Touring Bike SMC 2, Minggu (24/5/2015) pagi, start pukul 08.30 WIB dari Resto Sindang Reret, Jalan Interchange, Karawang Barat dan finish di kediaman Saan Mustopa, Kampung Malaka, Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, dengan jarak tempuh 40 km.

Dari Karawang kota, para peserta melintasi pemukiman dan pesawahan antara Kecamatan Karawang Barat hingga Rengasdengklok kemudian menyusuri tanggul Sungai Citarum. Rute Touring Bike SMC 2 ini lebih pendek sekitar 40 km dibanding Touring Bike SMC 1 sejauh 70 km menyusuri pemukiman hingga Kecamatan Tempuran, Pedes, Cibuaya termasuk Jayakerta.

Hingga pukul 11.00 WIB, semua peserta sudah berada di lokasi finish, kediaman Saan Mustopa atau Saan Mustopa Center (SMC). Di halaman rumahnya ini panitia acara langsung mengundi kupon peserta dengan hadiah perlengkapan sepeda, termasuk tiga sepeda, diantaranya satu sepeda bekas Polygon carbon milik Saan Mustopa yang dijadikan hadiah utama.

Diceritakan Pembina Bike To Work Karawang, juga anggota DPR RI, Saan Mustopa, sepeda yang dijadikan hadiah itu merupakan sepeda pertama miliknya, dia sering menggunakannya di Jakarta, kemudian sering gowes sendiri dari rumahnya di Pisangsambo hingga daerah tambak di Desa Tambaksumur, Tirtajaya.

“Awalnya saya gowes sendiri, kemudian ditemani staff, lalu bertemu dengan komunitas sepeda dan sering gowes bareng, kemudian kita bikin event seperti ini. Selain sehat, bersepeda juga memperluas silaturahmi, satu sepeda sejuta sahabat,” kata Saan, dalam pidatonya di acara penutupan Touring Bike 2 di pendopo rumahnya.

Diakui Saan Mustopa, tahun depan dia akan membuat touring bike ke 3 dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Dia juga sangat berkeinginan agar masyarakat terbiasa beraktivitas dengan bersepeda.

Sementara itu, goweser yang beruntung mendapatkan Polygon carbon milik Saan Mustopa yaitu Winta (35) dari komunitas sepeda Tongtolangnangka. Sedangkan peserta yang mengikuti touring bike ini diantaranya dari Subang, Purwakarta, Bekasi, Bandung, Jakarta dan beberapa kabupaten lain. Semua peserta tidak dipungut biaya pendaftaran, bahkan jersey pun diberi gratis oleh SMC. (spn)

Alunan Asmaul Husna di Wisuda SMK Ristek dan SMK PI

KARAWANG, KarawangNews.com – Alunan Asmaul Husna mengiringi proses wisuda 194 pelajar lulusan SMK Ristek dan 55 pelajar SMK Perbankan Indonesia (PI), Minggu (24/5/2015) siang di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang. Nama-nama mulia Allah SWT ini diputar dengan pengeras suara dan diikuti semua siswanya.

Diketahui, siswa SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia dianjurkan hafal Asmaul Husna. Pagi sebelum belajar, siswa wajib membaca surat pendek di kelas, kemudian di waktu Duha diwajibkan Sholat Duha, kemudian dzuhur berjamaah dan lima menit sebelum pulang sekolah siswa menyanyikan lagu nasional.

Kepala SMK Ristek, Drs. Darsono Sumendi menjelaskan, ini dimulai sudah lama, kemudian pihak sekolah memasang banner Asmaul Husna di halaman sekolah, termasuk ruang kelas, tujuan agar siswa tahu Keagungan Allah SWT.

“Di sekolah kami, siswa diajarkan etika dan beragama untuk bekal masa depan mereka, diantaranya wajib hafal Asmaul Husna,” kata Darsono.

Selain itu, SMK Perbankan Indonesia yang masih dalam satu yayasan dengan SMK Ristek, pelajarnya sudah diwajibkan hafal Asmaul Husna sebelum Ristek memulainya.  Bahkan, di Ristek dan Perbankan Indonesia rutin diputar kaset Asmaul Husna setiap hari dengan pengeras suara selama beberapa menit di waktu pagi, untuk diperdengarkan kepada siswa.

Sementara itu, di acara wisuda tersebut, para lulusan dua sekolah ini mendapat kalung medali yang disematkan oleh dua kepala sekolah SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia. Sejumlah orang tua yang hadir di acara itu mengaku bangga kepada anak-anak mereka lulus sekolah. (spn)

Lulusan SMK Ristek dan SMK PI Diwisuda

KARAWANG, KrawangNews.com – Sebanyak 55 siswa SMK Perbankan Indonesia (PI) dan 194 siswa SMK Ristek lulusan tahun 2015 ini diwisuda, Minggu (24/5/2015) pagi di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang.

Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo mengungkapkan dalam pidatonya, kelulusan ini bukan tujuan akhir bagi siswa, sebab kelulusan ini bukan berarti bisa bersantai, tetapi harus bisa menjawab tantangan berat kedepan.

Kata dia, SMK Perbankan Indonesia juga SMK Ristek kini telah berhasil melakukan pengembangan dengan membuka usaha di daerah Cikarang, yaitu pabrik pembuatan suku cadang.

“Ini kehanggan kami dan usaha bagi kita semua,” jelasnya.

Kepala SMK Ristek, Darsono Sumedi menyampaikan, terima kasih dari sekolah kepada orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya bersekolah di SMK Ristek dan SMK Perbankan.

“Saya berharap lulusan Ristek dan Perbankan Indonesia bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, seorang siswi SMK Perbankan Indonesia yang lulus, Asri Aprilia mengatakan, kelulusan ini merupakan titik perjuangan selanjutnya, menuju karir dan cita-cita dia bersama teman sekolahnya.

“Kelulusan ini untuk menentukan masa depan kita,” jelasnya. (spn)

Saan Meminta Pertimbangan Politik Kepada Masyarakat

KARAWANG, KarawangNews.com – Putra daerah yang kini menjabat anggota DPR RI, Saan Mustopa sebelumnya sempat menahan ambisinya untuk mencalonkan bupati Karawang. Namun, pada Sabtu (23/5/2015) dia mengumpulkan kerabat dan teman-temannya sejak SD, SMP dan SMA, dia meminta pertimbangan menuju kursi bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun ini.

“Jika bisa bermanfaat bagi masyarakat Karawang, Insya Allah saya akan maju menjadi bupati Karawang,” kata dia, dihadapan para sahabatnya di Resto Sindang Reret, Karawang Barat.

Sebagai sahabat, Saan Mustopa tidak pernah melupakan teman kecilnya. Lulusan SMAN 1 Rengasdengklok ini selalu meminta saran mereka untuk memantapkan langkah kedepan, sebab Saan tidak ingin jabatannya ini didorong ambisinya semata.

Diceritakan Saan, dia terjun ke dunia politik ini bukan sekedar ingin mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, dia juga ingin mengubah semua orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik pula.

Alumni IKIP Bandung ini mengaku, dia tidak ingin jadi guru jika jabatannya itu hanya untuk memperkaya diri, makanya dia kembali kuliah di Universitas Indonesia dan menjadi politikus.

“Jika saya jadi guru, saya hanya hidup memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi di politik ini saya tak hanya ingin mengubah hidup sendiri, saya pun ingin mengubah hidup seluruh masyarakat menjadi lebih baik,” kata dia.

Menurutnya, dia tidak terlambat jika saat ini mencalonkan sebagai bupati, sebab proses Pilkada masih ada rentang waktu 6 bulan lagi, sehingga masih punya kesempatan untuk mensosialisasikan niatnya itu kepada masyarakat Karawang.

Soal persaingan di intern Partai Demokrat, Saan tak merasa disaingi oleh Plt. Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana calon incumbent di Pilkada ini, sebab DPP Partai Demokrat masih belum memutuskan calon bupati yang akan diusung partai berlambang bintang mercy itu.

“Ini belum terlambat, partai akan melihat dan mempelajari figur yang selama ini muncul di masyarakat,” kata dia.

Paparan Saan Mustopa ini disambut antusias teman dan kerabatnya, mereka siap kembali memenangkan putra asal Kecamatan Tirtajaya ini untuk duduk ke kursi bupati, setelah sebelumnya didukung duduk ke kursi DPR RI dua periode. (spn)

Gebyar Ekskul SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia


KARAWANG, KarawangNews.com – SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia menggelar gebyar ektrakulikuler, Sabtu (23/5/2015) pagi di halaman SMK Ristek. Sedikitnya 12 ektrakulikuler di dua sekolah tersebut ditampilkan semarak.

Ektrakulikuler tersebut yaitu tari jaipong, Ristek Pecinta Alam, marawis, Paskibra, angklung, pramuka, Japanese club, dancer, voli, karate, paduan suara, flas moop dan free style motor oleh alumni sekolah.

Kepala SMK Ristek, Darsono Sumedi mengatakan, gebyar ekskul ini sudah lama tidak dilaksanakan sekolah. Pada gebyar ini, sekolah sengaja ingin kembali membangkitkan ekskul dan rencananya semua siswa akan diwajibkan mengikuti ekskul.

“Kita punya semua ekskul, tetapi terkendala tempat, semisal sepak bola dan voli,” kata dia, berencana akan memaksimalkan ekskul di sekolahnya.

Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo menjelaskan, melalui ekskul ini dia ingin menyampaikan, pola pendidikan SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia yang bernaung di satu yayasan ini mengakomodir semua kegiatan siswa.

“Tujuan pendidikan yang ideal tidak cukup anak dikembamhkan di sisi kognitif, sehingga untuk menjadi pribadi yang berkompetensi yang memadai harus dibekali motorik yang hebat,” jelasnya.

Ekskul juga memberikan wadah bagi pelajar untuk berprestasi, karena dengan proses seperti ini maka siswa dilatih untuk mengukur kemampuannya, sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Implikasinya pelajar bisa terhindar dari kegiatan yang negatif, karena dia bisa menemukan cara mengetahui identitas dirinya,” akunya.

Menurutnya, ekskul harus berkembang, tidak boleh kaku, harus mengikuti tren anak muda saat ini. Untuk itu, sekolah harus menawakan ekskul kepada siswanya, sebab kecenderungan anak remaja saat ini berubah dan sangat dinamis, maka ekskul pun harus dinamis.

“Semua ekskul di sekolah kita sudah ada, tetapi belum efektif, karena keterbatasan pembiaan, rencananya tahun ini akan melibatkan seluruh komponen guru dan pembimbing, sehingga guru tidak hanya mengajar saja, harus mengajar kognitif, afektif dan psikomotorik,” jelasnya. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -