Berita Terkini

Truk Nyemplung ke Sungai di Tamelang

KARAWANG, KarawangNews.com - Truk pengangkut sembako bernopol T 8567 DP, Jumat (31/10/2014) siang terjun bebas ke sungai di Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, tepat di bawah jembatan tol Cikampek KM 62.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sopir dan kernet berhasil keluar dari sebelum truk tenggelam akibat terbawa arus sungai yang cukup deras, kerugian akibat kejadian mencapai ratusan juta rupiah.

Derasnya sungai Tamelang membuat truck terseret sejauh 100 meter dari titik tercebur. Truk ini masuk sungai ketika sopir dan kernetnya melakukan bongkar muat barang, saat itu truk dalam keadaan mati, tiba-tiba truk  berjalan mundur sendiri dan langsung masuk ke sungai, padahal sopir sudah berusaha menghentikan truknya dengan loncat ke dalam truk dan menginjak rem, justru sopir dan kernetnya malah tercebur.

“Setelah warga tahu ada orang di dalam truk itu, warga langsung menolong, sopir dan kernetnya sempat terjebak di dalam mobil, tetapi akhirnya truk tersangkut di jembatan, setelah terseret arus sungai sekitar 100 meter,” kata Ridwan (30), warga setempat.

Pengakuan sopir truk, Santim, dia kaget ketika truknya mundur saat bongkar muat barang, padahal sudah direm tangan.
“Sudah saya rem tangan, tetapi aneh mobil itu malah mundur,” jelasnya.

Akibat peristiwa ini, warga sekitar berusaha membantu memindahkan barang-barang yang ada dalam truk, hingga Jumat sore, truk belum ditarik ke darat. (had)

foto: Arzoe El-Shaarawy

8 Warga yang Keracunan Siomay Masih Dirawat

KARAWANG, KarawangNews.com - Sejumlah korban keracunan makanan siomay di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok berangsur membaik, beberapa diantaranya diperbolehkan untuk pulang dan tetap melakukan rawat jalan, sedangkan 8 orang lainya masih dalam perawatan Puskesmas.

“Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti muntah dan buang air akibat racun yang terdapat dalam makanan yang mereka konsumsi itu berangsur menghilang, sehingga dokter memperbolehkan pulang,” kata perawat Puskesmas Rengasdengklok, Ermawati, Jumat (31/10/2014) siang.

Sedangkan, 8 orang yang dirawat masih memerlukan cairan infus untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah banyak muntah dan buang air besar.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakaukan penyidikan terkait keracunan yang dialami 23 warga yang keracunan Siomay, polisi telah memeriksa padagang siomay dan sejumlah saksi.

Sementara itu, untuk mengetahui kandungan yang terda yang hingga hari ini belum pat dalam siomay, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari laboratorium  Dinas Kesehatan. (had)

Prestasi TKQ At Tawakkal Berbanding Terbalik dengan Fasilitas

KARAWANG, KarawangNews.com – Taman Kanak-kanak Qur’an (TKQ) At Tawakkal di Jalan Otista Johar, Kecamatan Karawang Timur dijadikan target studi banding daerah luar Kabupaten Karawang, ini indikator TKQ yang berlokasi tak jauh dari Pasar Johar ini punya kelebihan. Tahun 2005, seorang murid bernama Gia Moneka mampu menghafal Al Quran selama dia belajar di TKQ ini.

Tak hanya itu, piala dan piagam terus diraih anak-anak binaan TKQ At Tawakkal hampir setiap tahun, diantaranya juara surat suara pendek Kabupaten, gerak dan tari di acara festival bocah santri tingkat Jawa Barat di Ancol Jakarta tahun 2007, juga anak-anak TKQ ini paling pandai mewarnai, terbukti selalu jadi juara tiap tahun di semua event lomba mewarnai.

Meski banyak prestasi, mata pemerintah belum memperhatikan TKQ At Tawakkal yang sekarang mempunyai 88 murid. Sehingga, ada yang tidak sinkron antara prestasi yang telah diukir selama berdiri 14 tahun dengan perhatian pemerintah untuk lebih mengembangkan lembaga pendidikan ini.

“Prestasi kita cukup membanggakan tingkat Badko Jawa Barat, tetapi fasilitasnya kurang. Bahkan kegiatan murid dilaksanakan di lahan masjid,” kata Kepala TKQ At Tawakkal, Ina Yulia, Jumat (31/10/2014) pagi, sambil menunjuk ke atas gedung TKQ yang rencananya akan dibangun dua lantai.

Ketua DKM Masjid At Tawakkal, Anasrullah menyatakan, Bupati Karawang Ade Swara bersama Ketua DPRD almarhum Tono Bahtiar pernah berjanji akan membantu sarana TKQ ini, tetapi hal itu belum terwujud setelah Ade Swara ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sepeninggal Tono Bahtiar belum lama ini.

“Kami paparkan ke bupati dan ke ketua DPRD waktu ada tabligh akbar lalu, TKQ dan masjid ini dibangun dari dana swadaya, belum pernah meminta dan melibatkan pemerintah, mereka pun berjanji akan membantu, tetapi sayangnya keinginan kami itu belum terwujud, karena musibah yang menimpa bupati dan ketua DPRD,” jelasnya.

Meski begitu, kata Anasrullah, pihaknya berusaha meningkatkan kualitas masjid dan TKQ ini dengan tetap melibatkan kepedulian masyarakat setempat. Mengingat, selama ini lembaga pendidikan tersebut selalu mendapat bantuan dari DKM At Tawakkal.

Diketahui, cikal bakal TKQ ini karena ada keinginan pendiri yayasan ini mendidik anak-anak usia dini di lingkungan sekitar Pasar Johar, juga desakan dari warga sekitar yang menginginkan ada lembaga pendidikan anak.

Pada Jumat pagi itu, TKQ At Tawakkal membagikan sebanyak 100 paket makanan dan uang transport kepada anak-anak yatim dan dhuafa setempat. Kegiatan rutin ini terus dilaksanakan setiap tahun dan rencananya pada 10 Muharram 1436 Hijriyah, DKM At Tawakkal akan merayakan Hari Anak Yatim. (spn)

GMNI Desak Pemkab Buat Perbup Cagar Budaya

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Karawang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Karawang, Kamis (30/10/2014). Para aktivis ini menuntut Pemkab Karawang menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2013, mengenai cagar budaya di Karawang.

Sekretaris DPC GMNI Karawang, Putra M. Wifdi Kamal mengungkapkan, degradasi budaya yang terjadi di kalangan genrasi muda saat ini disebabkan lemahnya pemerintah dalam mengelola dan melestarikan aset-aset sejarah dan budaya. Sampai saat ini, Perda cagar budaya kurang tersosialisasikan dan tidak secara maksimal dijalankan, akibat tidak adanya Perbup untuk menjadi acuan pelaksanaan.

"Maka wajar jika aset-aset sejarah dan budaya tidak terawat, akibat Perda yang dihasilkan oleh legislatif tidak ditindaklanjuti oleh eksekutif melalui Perbup. Contohnya apa yang terjadi di Tugu Proklamasi Rengasdengklok yang sering dicorat-coret, menjadi tempat mabuk-mabukan dan mesum. Begitu pun dengan rumah sejarah tempat perumusan teks proklamasi," ujar Putra.

Usai berorasi di depan kantor bupati, para aktivis ini diterima masuk ke ruang rapat bupati oleh Kabag Hukum, H. Kiki dan Asda II, Ramon Wibawa Laksana. Hasilnya, Pemkab Karawang sepakat untuk segera melakukan kajian terhadap Perda cagar budaya dan menerbitkan Perbup sebagai acuan tata cara pelaksanaan. (hil)

Ibu Nekad Bawa Anaknya Mencoba Bunuh Diri

KARAWANG, KarawangNews.com - Seorang ibu muda, Safitri (25), di Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur melakukan percobaan bunuh diri dengan menaiki tower sutet setinggi 100 meter dengan membawa anaknya, Iqbal yang masih berusia dua tahun, Kamis (30/10/2014) siang.

Aksi nekad itu diketahui warga setempat sekitar pukul 12.00 WIB, ibu tersebut sudah hampir puncak sutet, tetapi sejumlah warga berusaha membujuk agar dia tidak terus naik ke atas, karena terbentang kabel bertegangan hingga 70.000 volt.

Tidak lama kemudian, suami  pelaku percobaan bunuh diri datang dan membujuk istrinya yang telah ditalak itu untuk turun, tetapi bukanya turun, Safitri malah mengancam terjun bebas dari menara sutet tersebut.

Setelah hampir dua jam di atas sutet, suami pelaku naik, disusul tim SAR Tagana untuk mengambil anaknya yang masih balita, kemudian tim SAR berhasil membawa turun anaknya dan langsung dibawa pulang neneknya.

Setelah berhasil menurunkan anaknya, tim SAR kemudian membawa pelaku yang telah pingsan akibat kelelahan berada di atas sutet selama hampir tiga jam lebih. Pelaku diturunkan dengan cara diikat badannya dengan tali, kemudian Safitri dilarikan ke rumah sakit.

“Aksi nekad ini karena persoalan rumah tangga, setahun ini mereka telah pisah ranjang, suami pelaku menalaknya hingga si istri frustasi dan mencoba bunuh  diri dengan menaiki sutet dengan membawa anaknya,” kata polisi, Bripka Andi Setiadi. (had)

Puluhan Warga di Rengasdengklok Keracunan Siomay

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 23 warga Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kamis (30/10/2014) pagi dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan Puskesmas akibat keracunan setelah makan siomay yang dijajakan pedagang keliling. Puluhan warga itu mengeluhkan sakit perut dan muntah-muntah.

Korban keracunan memenuhi seluruh ruang rawat inap Puskesmas Rengasdengklok, serta sejumlah klinik-klinik yang ada di wilayah tersebut. Awalnya, sejumlah warga mengabaikan rasa mual dan diare, mereka hanya meminum obat warung dan berobat jalan, tetapi kondisi sakit itu semakin parah, sehingga mereka dilarikan ke Puskesmas dan sejumlah klinik.

Warga memakan siomay pada Selasa malam dan mulai terasa sakit pada hari Rabu, mereka merasakan gejala pusing, mual disertai muntah serta diare berkelanjutan. Padahal pedagang siomay tersebut sudah lama menjadi langganan warga, tetapi baru kali ini mereka keracunan makanan favoritnya itu.

Untuk mengetahui penyebab pasti keracunan warga, polisi telah memeriksa pedagang siomay serta menguji sampel sisa siomay yang dijajakan pedagang tersebut ke laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.

Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Rengasdengklok, gejala sakit yang dialami warga itu memang keracunan, tetapi sejauh ini dokter belum mengetahui racun apa yang terdapat dalam makanan itu. Pihak medis hanya memberikan obat antibiotik untuk mengurangi muntah dan diare kepada seluruh pasien. (had)

TMMD di Batujaya Usai, 1,6 Km Perbaikan Jalan Rampung

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-93 Tahun 2014. Penutupan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui upacara di lapangan Kecamatan Batujaya, Rabu (29/10/2014) dan secara simbolis ditandai dengan penyerahan peralatan kerja dari para personil TNI kepada wakil bupati.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menilai, pelaksanaan TMMD dan Karya Bakti TNI pada dasarnya mempunyai dua dimensi, yakni sebagai upaya memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung sistem pertahanan serta untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat gotong-royong mendukung proses pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi dalam akselerasi pembangunan.

Untuk itu, hasil kegiatan ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.  Ini tentunya memerlukan rumusan matang dan konsepsional perencanaan, persiapan dan pelaksanaan TMMD, untuk mewujudkan kesatuan pembinaan kewilayahan oleh TNI.

Diketahui, kegiatan TMMD di Desa Karya Bakti, Kecamatan Batujaya ini dibuka Pangdam III Siliwangi pada 9 Oktober 2014 lalu selama 21 hari. Di kegiatan ini, TNI menurunkan beberapa gabungan personil angkatan tempur, angkatan udara yang dibantu dengan personil dari kepolisian, mahasiswa, aparat pemerintahan untuk pembinaan dan ceramah dalam kegiatan pembinaan masyarakat.

TMMD ini melaksanakan peningkatan, pelebaran dan pengerasan jalan sepanjang 1,6 km di desa tersebut. TNI turut melaksanakan kegiatan perbaikan jalan, pembangunan PAUD, pembangunan 12 rumah tinggal layak huni (rutilahu), pos kamling dan posyandu. (rls)

DPRD Janji Tangani Abrasi Tahun 2015

KARAWANG, KarawangNews.com - Kondisi abrasi di wilayah pesisir utara Karawang semakin parah. Beberapa titik jalan antar kecamatan terseputus.

Menanggapi itu, anggota Komisi C Dewan DPRD Karawawang, Suryana menyatakan, akan mendorong Pemkab Karawang melobi pemerintah pusat supaya ada anggaran penanganan abrasi di tahun 2015.

“Kami akan mendorong untuk segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, karena masalah abrasi ini berkaitan dengan ranah pemerintah pusat,” ungkapnya, Kamis (30/10/2014).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan meminta bantuan kepada DPR RI untuk menangani masalah abrasi di Karawang.

“Mereka lebih dekat dengan pusat, jadi kami akan meminta petunjuk mereka,” paparnya.

Tak hanya itu saja, Suryana juga bakal melakukan dorongan terhadap dinas teknis supaya melakukan penggaran dari APBD Tahun Anggaran 2015.

“Ya minimal dari daerah juga memberikan perhatian. Kami sudah bahas ini dengan dewan lainnya supaya ada penangan abrasi,” paparnya. (oca)