Berita Terkini

Hadad Alwi Meriahkan Gebyar Cinta Rasul Badko Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Badan Koordinasi (Badko) PGQ-TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Karawang menggelar Gebyar Cinta Rasul, pembacaan sholawat dan asmaul husna bersama Ust. Hadad Alwi dan qori cilik Muhammad Alvin Firmansyah, Sabtu (24/1/2015) siang, di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Acara ini dihadiri sebanyak 20 ribu peserta dari PGQ-TKQ-TPQ-TQA se-Kabupaten Karawang. Anak-anak ini diajak oleh Hadad Alwi melantunkan syair lagu-lagu ciptaannya. Lagu Islami yang sudah tak asing bagi anak-anak saat ini, tentang keagungan Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskab Ketua Umum Badko Karawang, H. Edy Tarhedi, tujuan gebyar ini untuk mengusung ukuwah sesama muslim dan aktivis Quran, juga memberi motivasi kepada semua orang tua dan anak-anak taman kanak-kanak, agar mencintai Rasul dan Al Quran. Selain itu, Badko pun membantu pemerintah dalan memberantas buta huruf Al Quran.

"Kita undang Hadad Alwi untuk menumbuhkan cinta Rasul dengan seni suara," kata dia, mengakui Hadad Alwi adalah sosok familier bagi anak-anak saat ini yang dikenal dengan lagu-lagu Islaminya.

Sementara itu, pada kesempatan bicara, Hadad Alwi menyatakan, dia memiliki program Cinta Rasul bagi seluruh anak-anak TKQ di seluruh Indonesia, agar anak-anak di Indonesia mencintai Rasulullah SAW.

Cellica Nurrachadiana menari bersama anak TK Quran.
Di tempat sama, Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyampaikan, Karawang kedepan butuh generasi anak-anak yang punya budi pekerti dab akhlak luhur. Dengan begitu, mereka harus diantarkan menuju masa depan yang Islami, dengan mencitai Rasul dan Al Quran.

"Melalui Gebyar Cinta Rasul ini kita anak-anak bisa membawa harun nama Karawang, penuh berkah dan keselamatan. Juga bisa mencetak pemimpin yang membawa masyarakatnya barokah," kata Cellica. (spn)

Tiap Bulan, SMK Ristek Undang Kostrad ke Sekolah

KARAWANG, KarawangNews.com - Untuk lebih mendisiplinkan siswa, SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia Karawang mengundang Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana ke sekolah untuk melatih siswa setiap 1 atau 2 bulan. Latihan ini merupakan 'recharge' setelah siswa mengikuti latihan di markas Kostrad yang berlokasi di Kecamatan Tegalwaru itu.

Drs. Darsono Sumedi.
Ditemui di kantornya, Jumat (22/1/2015) siang, Kepala SMK Ristek Karawang, Drs. Darsono Sumedi menjelaskan, latihan rutin oleh tentara dari Kostrad ini bertujuan agar siswanya bisa lebih disiplin, juga menghindari dari kenakalan remaja, terhindar dari narkoba dan lebih menjiwai Pancasila juga mengetahui keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kata Darsono, latihan ini dimulai sejak tahun 2012 lalu dengan mengirim seluruh siswa baru ke markas Denharrahlat Kostrad Sanggabuana. Setelah itu, siswa baru ini tak hanya sekali saja dilatih pasukan loreng tersebut di atas Gunung Sanggabuana selama 3 hari 3 malam, siswa pun masih terus dilatih kedisiplinan di sekolah oleh pelatih sama dari Kostrad.

"Bedanya pada kemasan kegiatan, di sekolah hanya melaksanakan baris berbaris dan kesiplinan selama dua hari, kalau di Sanggabuana selama tiga hari dengan kegiatan penuh selama 24 jam," jelasnya.

Pelatihan ini terakhir dilaksanakan 7 dan 9 Januari 2015 kemarin, rencananya kegiatan ini akan kembali dilaksanakan pada Maret 2015 sambil membagikan nilai mid semester.

Di tempat sama, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMK Ristek, Muhammad Amin SH menjelaskan, selain mendidik kedisiplinan tersebut, di SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia rutin melaksanakan morrning breafing bagi siswa dan guru dengan dikumpulkan di lapangan sekolah. Morrning breafing ini untuk memberi arahan juga menanamkan visi dan misi sekolah kepada guru dan siswa.

Dia menyebutkan, di morrning breafing ini guru SMK Ristek harus mampu mengaplikasikan panca satya yaitu spiritualitas, profesionalitas, integritas, totalitas dan pelayanan tuntas. Kemudian bagi siswa membacakan sapta karsa, yaitu cinta, disiplin, jujur, kerjasama, tanggungjawab, peduli dan perbaikan terus menerus.

Sementara itu, visi sekolah ini yaitu terwujudnya generasi emas yang berilmu dan berbudi pekerti. Sedangkan pada visinya yaitu mendidik pelajar menjadi baik dan pintar yang berakhlak mulia, menjadi sekolah model dan pengembangan kualitas pendidikan di indonesia. Unit produksi bertandar nasional dan meluluskan tamatan produktif bertaraf internasional.

"Ini bentuk keseriusan kami mendisiplinkan siswa. Jadi tidak benar jika ada kabar siswa kami diluar terlibat tawuran, karena di sekolah kami sudah didik mereka agar menghindari hal negatif di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah," kata Amin. (spn)

Korban Sengketa Tanah Mengadu ke Menteri di DPR RI

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan warga korban sengketa tanah Desa Wanasari, Margamulya dan Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat dengan PT SAMP, Kamis (22/1/2015) siang mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta.  Mereka mengikuti jalannya rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang terkait sengketa lahan di Karawang.

Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Karawang, Dadang S. Muchtar memberikan berkas sengketa lahan dan juga memuntarkan video rekaman kekejaman aparat brimob saat terjadi eksekusi yang terjadi antara warga tiga desa di Kecamatan Telukjambe Karawang dengan PT SAMP. Berkas tersebut diserahkan kepada Menter Agraria dan Tata Ruang, Feri Mursidan Baldan.

“Setiap bulannya warga di tiga desa ini membayar pajak atas tanah tersebut dan telah memiliki bukti kepemilikan tanah yaitu sertifikat tanah dari BPN. Namun, permasalahan muncul ketika ada sebuah perusahaan mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut dan melakukan gugatan di Pengadilan Negeri hingga akhirnya terjadi eksekusi, sehingga warga dipaksa meninggalkan tanah yang sudah ditempati puluhan tahun,” jelas mantan Bupati Karawang itu.

Dadang S. Muchtar juga mengatakan, dalam sengketa lahan tersebut diduga telah terjadi permainan kotor dari oknum pejabat dan pengusaha yang akhirnya menyengsarakan rakyat kecil. Buktinya, kata dia, ribuan aparat Brimob digunakan untuk melakukan eksekusi paksa terhadap warga.

“Hingga kini, aparat brimob masih berjaga-jaga di atas tanah yang bersengketa itu. Sejatinya, daerah tersebut bukan merupakan daerah konflik yang mengharuskan penjagaan petugas kepolisian. Kami meminta Menteri Agararia dan Tata Ruang untuk menyelesaikan sengketa tanah di Karawang,” pintanya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Feri Mursidan Baldan mengatakan, pihaknya menerima  informasi dan masukan yang telah disampaikan anggota DRP RI. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas persoalan tersebut Dan menyelesaikannya.

“Saya akan memanfaatkan informasi tersebut untuk memperbaiki dan menyelesaikan permasalahan agraria di Indonesia,” tuturnya. (hil)

Kejaksaan Panggil Pejabat Dinas Cipta Karya

KARAWANG, KarawangNews.com - Kejaksaan Negeri Karawang mulai melakukan pemanggilan sejumlah pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Cipta Karya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung paripurna. Sebab, proyek gedung senilai Rp 6,4 miliar itu diketahui roboh atap internitnya sebanyak 3 kali.

"Sudah empat orang kita periksa dari ULP, selanjutnya kita akan periksa yang lainnya, mereka yang terkait dengan proyek pembangunan tersebut, " kata Kasipidsus Kejari Karawang, Sulvia Trihapsari  kepada wartawan, Kamis (22/1/2015).

Menurut Sulvia, pihaknya sudah menelaah terkait dugaan korupsi ini dan sudah masuk ranah penyelidikan. Sehingga, pihaknya sudah mulai melakukan pemanggilan kepada pihak yang terkait soal ini. Namun begitu, Sulvia belum bisa menyimpulkan perbuatan pidana korupsinya, karena masih dalam proses pemeriksaan.

"Terlalu dini, karena ini masih dalam proses mencari pelanggarannya," kata Sulvia.

Ambruknya langit-langit gedung paripurna DPRD belum lama ini terjadi tanpa ada angin dan hujan, atap gedung dari plafon itu ambruk pada sore hari. Dengan kejadian ini, terindikasikan proyek gedung yang menalan APBD Rp 6 miliar hanya asal pasang saja, padahal gedung baru itu usianya belum setahun. Bahkan ketika hujan turun, lantai tiga gedung tersebut mengalami kebocoran.

Ambruk plafon gedung paripurna ini disaksikan secara kasat mata oleh Ketua Komisi C DPRD Karawang, Natala Sumedha, pada waktu kejadian politisi PDI Perjuangan ini tengah berdekatan dengan gedung.

"Saya kaget, tidak ada angin dan hujan tiba-tiba plafon atap paripurna ambruk," ucap Natala, beberapa waktu lalu kepada wartawan. (*/spn)

Lepas Sambut Kasi Intelijen Kejari Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, Faisol, pindah tugas ke Kabupaten Tangerang diganti Yadi Cahyadi yang sebelumnya tugas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lepas sambut ini dilaksanakan di resto Dewi Air, Jln. Interchange, Karawang Barat, Kamis (22/1/2015) siang.

Selama dua tahun bertugas di Karawang, Faisol mendapat apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk dari Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, AM Arifin, sebab dia mampu mendongkrak kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Pengalaman tugas di Karawang sangat luas biasa, semua ini akan jadi bekal untuk saya tugas di Tangerang,” kata Faisol. (oca)

Kelas Jauh SDN Kutanegara II Dikhawatirkan Ambruk

KARAWANG, KarawangNews.com - Bangunan kelas jauh SDN Kutanegara II di Kampung Tanjakan Pacul, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel kondisinya hampir ambruk sejak dua minggu ini. Sebanyak 98 siswa sekolah tersebut terancam terhenti belajar mengajar akibat tidak punya ruang kelas.

Diungkapkan guru honorer, Dayu, Pemkab Karawang diminta segera memperbaiki gedung sekolahnya, untuk mengantisipasi bangunan ambruk yang bisa mencederai siswa di dalam kelas.

"Kalau bisa secepatnya dibangun lagi, karena bangunan ini mau runtuh," kata Dayu, Kamis (22/1/2015).

Kata dia, meski bangunan sekolah terletak di lahan Perhutani, tetapi pihak sekolah sudah meminta kepada Kementerian Kehutanan agar mengijinkan membangun sekolah tersebut, meski tidak harus permanen.

Di tempat terpisah, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Dawan menyatakan,  pihaknya siap membangun gedung sekolah tersebut, asalkan tanah itu bersertifikat atau mendapat ijin dari Perhutani secara tertulis untuk bisa dibangun gedung sekolah.

Sementara, orang tua siswa mendesak agar gedung itu dibangun dengan layak, meski tidak permanen setidaknya bisa digunakan untuk belajar mengajar.

Diketahui, kelas jauh ini untuk meng-cover siswa yang berdomisili jauh dengan administrasi yang tetap menginduk ke sekolah utama SDN Kutanegara II di wilayah Ciampel, sebab kelas jauh ini berada di pelosok desa, di lahan Perhutani. (spn)

Kurtilas SD di Karawang Dipaksakan

KARAWANG, KarawangNews.com - Kurikulum 2013 (Kurtilas) sekolah dasar di Karawang terkesan dipaksakan, sebab sarana di sekolah dasar yang mengaku sanggup melaksanakan Kurtilas ternyata masih minim.

Demikian kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I, Kamis (22/1/2015) siang di ruang kerjanya. Meski indikatornya sekolah itu terakreditasi A, tetapi belum tentu diikuti oleh kemampuan gurunya.

"Hasil pantauan kita ke beberapa sekolah dasar, Kurtilas sekolah dasar ini terkesan dipaksakan, sebab saya lihat sekolah belum mampu melengkapi alat peraga, gurunya pun banyak yang tidak punya komputer," jelasnya.

Kata dia, jika Kurtilas sekolah dasar harus dilaksanakan, maka prosesnya bertahap seiring pergantian tahun, dimulai dari kelas 1 sekarang kemudian terus dilakukan pada kelas 2 tahun berikutnya. Sehingga Kurtilas bisa dilaksanakan bertahap kelas 1 hingga kelas 6, selama 6 tahun.

"Kurtilas bisa dilaksanakan jika gurunya sudah kompeten dan kebutuhan sarananya sudah dibeli. Dalam tahapan Kurtilas, ada metode evaluasi sekolah. Jadi, bagaimana menjalankan evaluasi jika sekolah tidak punya alat penunjang," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dusdikpora) Karawang, Drs. Agus Supriatman menyatakan, semua jenjang pendidikan di Karawang sudah siap melaksanakan Kurtilas dengan melakukan evaluasi kepada sekolah-sekolah yang dianggap siap melaksanakan Kurtilas.

Hal senada juga pernah diungkapkan Sekretaris Kelompok Kerja Guru (KKG) Karawang, Sambas, sekolah dasar sudah siap melaksanakan Kurtilas, hanya butuh pendamping dari Disdikpora agar Kurtilas bisa benar-benar diterapkan.

"Kita sudah siap melaksanakan Kurtilas, tetapi kita butuh pendampingan dari penilik sekolah," ujarnya. (spn)

Jelang Mutasi, Ada Oknum PNS Penjilat?

KARAWANG, KarawangNews.com - Meskipun Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana membantah praktik 'wani piro' dalam mutasi jabatan yang akan dilaksanakan akhir Januari 2015 ini, ditengarai ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menawarkan jabatan strategis di lingkungan Pemkab Karawang.

Seperti diungkapkan Anggota Dewan Pakar KAHMI Karawang Lukman N. Iraz, Kamis (22/1/2015), dia mencium gelagat tidak baik menjelang mutasi ini. Terendus ada oknum PNS yang secara struktur dan  fungsi kedinasannya tidak ada kaitan dengan tupoksi  justru selalu mengikuti kegiatan dinas luar Plt. Bupati Karawang.

"Ini sulit dimengerti, dimana tupoksinya?” kata Lukman.

Menurut Lukman, kondisi ini telah memunculkan isu oknum PNS penjilat di kalangan PNS. Perbuatan tersebut dianggap bentuk pelanggaran PP No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

”Sebaiknya seluruh elemen aktivis agar ikut melakukan monitoring proses mutasi ini secara proporsional, profesional dan prosedural,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam melakukan mutasi seorang kepala daerah harusnya merujuk Pasal 233 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2014. Dalam aturan tersebut, seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menduduki jabatan kepala perangkat daerah harus memenuhi persyaratan kompetensi teknis, manajerial dan sosio kultural.

"Dalam Ayat 3 dan 4 jelas, kompetensi tekhnis dan pemerintahan ditetapkan oleh menteri. Jadi, sekarang kita pantau saja nama-nama pejabat yang akan dimutasi, apakah memenuhi persyaratan itu atau tidak,” tandas Lukman. (spn)