Berita Terkini

Usai LK II, Kader HMI Kunjungi Tempat Sejarah

KARAWANG, KarawangNews.com - Usai mengikuti Latihan Kader II Tingkat Nasional, puluhan peserta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang mengunjungi tempat sejarah Karawang, Minggu (30/8/2015). Tempat yang dikunjungi yaitu rumah sejarah Rengasdengklok dan taman makam Rawagede.

Kunjungan ini memperkenalkan tempat bersejarah di Karawang kepada peserta yang mayoritas dari luar daerah. Seperti diketahui, sejarah di Karawang ini merupakan cikal bakal kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 lalu.

Di rumah sejarah Proklamasi Rengasdengklok, kader HMI ini melakukan diskusi sejarah kemerdekaan. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan terakhir ke Monumen Rawagede, di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta.

Di monumen ini, Ketua Yayasan Rawagede, Suparman menjelaskan, kejadian masa lampau di Rawagede ini dikenal pembantaian misal tentara Belanda terhadap warga Rawagede.

Sementara, Ketua Pelaksana Latihan Kader II, Engkus Kusnadi menyebutkan, perkenalan tempat sejarah kepada para peserta ini merupakan kenangan-kenangan bagi mereka.

"Para peserta mengaku pernah membaca dan mendengar sejarah di Karawang ini, tetapi mereka belum mengunjungi tempatnya. Maka, kami perkenalkan tempat sejarah Karawang, yang sudah tercatat di buku nasional dan internasional," kata Kusnadi.

Ketua Umum HMI Karawang, Heru Slana Muslim menambahkan, perkenalan sejarah tak cukup saat training LK II saja. Melainkan peserta bisa menggali lebih jauh lagi tempat sejarah, diantaranya yang ada di Kabupaten Karawang.

"Kami berharap ini jadi wawasan kedepannya, yang tadinya tidak tahu lokasinya, sekarang menjadi tahu," bebernya.

Peserta LK II asal Bandar Lampung, Nurul Yuliana mengaku kagum dengan dua tempat sejarah tersebut. Namun ia menyayangkan pemerintah daerah kurang memperhatikan dua tempat sejarah itu, seharusnya sudah dibangun megah. (oca)

SAIMAN Bentuk Relawan Pemenangan Pilkada


KARAWANG, KarawangNews.com - Calon bupati Karawang, Saan Mustopa didampingi calon wakilnya, Iman Sumantri mengukuhkan relawan pemenangan Pilkada di Dapil 5, Kecamatan Kota Baru, Sabtu (29/8/2015) malam.

Pada pengukuhan itu, Saan Mustopa memotivasi relawannya agar bekerja keras memenangkan pasangan Saa Mustopa-Iman Sumantri (SAIMAN) dan merebut kemenangan di hari pencoblosan 9 Desember 2015 mendatang.

"Para relawan ini perumpamaannya adalah agen marketing, saya dan Iman Sumantri adalah produknya. Untuk bisa mendagangkan produk ini tergantung kepiawaian marketing," jelasnya.

Diyakini Saan, tim relawan yang dibentuk barisan SAIMAN juga partai politik pendukung, Partai Golkar, Gerindra dan Partai NasDem, termasuk partai pengusung PPP, akan solid bekerja keras untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat Karawang kedepan.

"Ketika kita menang dan Pilkada usai, kita akan terus bersinergi," jelasnya.

Diakuinya, dia dan Iman Sumantri mencalonkan di Pilkada ini berangkat dari hati, tidak saling menuntut. Dia berpasangan dengan Iman tanpa menemui kendala, bahkan dia didukung tiga partai tersebut dengan mudah.

"Beda dengan pasangan lain, mereka dikawinkan paksa di detik-detik terakhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ungkapnya. (spn)

Baliho Plt Bupati Tidak Akan Diturunkan KPU

KARAWANG, KarawangNews.com - Baliho Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana bakal aman tidak diturunkan Panwas dan Satpol PP, selama pesan di baliho tersebut bukan ajakan atau kampanye memilih calon bupati incumbent Cellica.

Seperti dijelaskan Sekretaris KPU Karawang, Nandang Ruhyatna, Jumat (28/8/2015) siang di tempat kerjanya. Kata dia, Plt. Bupati Karawang tidak harus mundur dari jabatannya, selama masa kampanye, sesuai surat edaran KPU RI dan Kemendagri.

"Kaitan dengan baliho, harus bisa dibedakan iklan kampanye dan layanan publik," kata Nandang.
Dia menegaskan, selama masa kampanye tanggal 27 Agustus hingga 5 Desember 2015, keenam pasangan calon bupati dan wakil bupati dilarang memasang APK (Alat Peraga Kampanye) di jalan umum maupun di rumah-rumah tim sukses.

"Karena kita yang akan memasangkan baliho semua pasangan calon di tiap desa, bahkan kita juga akan membuat poster dan brosur yang dibagikan oleh KPU ke tim pasangan calon untuk mereka bagikan lagi ke masyarakat," ujarnya.

Dengan demikian, KPU hanya mengijinkan tim pasangan calon membuat kaos dan suvenir yang boleh mereka bagikan kepada masyarakat. KPU pun akan tegas menegur pasangan calon yang beberapa kali tetap memasang baliho, meski sudah beberapa kali diturunkan oleh Panwas dan Satpol PP.

"Jika tim pasangan calon tetap memasang baliho, tidak ada sanksi administrasi dari KPU, kita hanya menurunkan baliho itu. Petugas yang menurunkan adalah Satpol PP sesuai arahan KPU," jelasnya.

Di tempat sama, Ketua KPU Karawang, Risza Affiat mengatakan, pasca menetapkan nomor pasangan calon, kini sudah masuk tahapan kampanye. Pada tahapan kampanye ini ada yang beda dibanding Pilkada tahun sebelumnya.

Pilkada tahun ini, masa kampanye lebih panjang selama tiga bulan dari 27 Agustus hingga 5 Desember 2015 dibanding Pilkada tahun lalu yang hanya diberi waktu 21 hari.

"Dengan waktu kampanye yang panjang, maka pasangan calon bisa melakukan pertemuan tertutup dan terbatas, sehingga mereka bisa langsung turun ke masyarakat, tidak dengan memasang baliho," kata Risza. (spn)







Warga Siram Air Limbah di Depan Kantor Bupati

KARAWANG, KarawangNews.com - Jumat (28/8/2015) pagi, ratusan warga Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat mendatangi kantor bupati Karawang dengan membawa belasan jerigen air sungai Cibeet yang sudah tercemar limbah. Warga menyirami air tersebut ke pintu gerbang Pemkab Karawang.

Aksi warga ini sebagai bentuk protes pencemaran sungai Cibeet oleh PT. Pindo Deli 3 yang mengakibatkan warga sekitar sungai mengalami sakit gatal-gatal.

Dalam orasinya, pimpinan demo, Deden Nurdiansyah mendesak Pemkab Karawang menghentikan pencemaran dari perusahaan yang memproduksi kertas tersebut. Pencemaran sungai ini berdampak kepada warga yang biasa menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci.

"Warga yang menggunakan air sungai ini mengalami gatal-gatal dan menderita penyakit kulit. Bahkan bau busuk selalu tercium di malam hari, sehingga warga sulit tidur, karena tidak tahan menghirup bau air sungai," jelasnya.

Dengan demikian, Pemkab Karawang diminta menghentikan izin lingkungan perusahaan yang mencemari sungai Cibeet ini.

Setelah satu jam berorasi di depan pagar halaman kantor bupati, perwakilan warga akhirnya diterima Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang, Setiadarm, kemudian menampung aspirasi warga. Pemkab berjanji akan memanggil manajemen perusahaan untuk dipertemukan dengan warga yang geram dengan ulah perusahaan tersebut. (cnl)

Miing: Angka 2, Kesempurnaan dan Keseimbangan

KARAWANG, KarawangNews.com - Pengundian nomor urut calon bupati dan calon wakil bupati peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karawang telah dilakukan kemarin Rabu (26/8/2015) di Hall RM Indo Alamsari, Jln. Interchange Karawang Barat, pasangan calon H. Akhmad Marjuki (HAM) dan Dedy S Gumelar (Miing) berhasil mendapatkan nomor urut 2.

Bagi keduanya, angka 2 tersebut merupakan berkah yang patut disyukuri. Pasalnya, dalam angka dua terdapat nilai-nilai filosofis yang harus diapresiasi sebagai motivasi.

"Alhamdulillah dapat nomor urut dua. Bagi kami, ini harus disyukuri karena dengan nomor 2 ini terdapat kesempurnaan dan keseimbangan," ungkap Miing, sesaat setelah pengambilan nomor urut.

Dijelaskannya, makna kesempurnaan dan keseimbangan itu terutama terkait dengan ciptaan Tuhan yang selalu berpasang-pasangan. Dari berpasang-pasangan tersebut, tentunya kata Miing dapat saling melengkapi dan menyempyrnakannya.

"Ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan ada, ada kanan ada kiri. Ini saling menyempurnakan dan sebagai bentuk keseimbangan. Mata ada dua, telinga ada dua, tangan dan kaki ada dua. Semua itu organ untuk bekerja dan bertindak agar bermanfaat bagi sesama manusia," terang mantan anggota DPR RI ini.

Sementara itu, calon bupati H. Akhamad Marjuki menyatakan hal sama, dia bersama pasangannya mengaku optimis bisa memenangkan perhelatan politik lima tahunan di Kota Pangkal Perjuangan ini.

"Iya optimis dan harus optimis. Ini angka yang baik," imbuhnya.

Dia mengaku, sebelum dilakukan pengambilan nomor urut, tim pemenangannya telah mempersiapkan angka tersebut sejak awal. Sehingga, saat mengetahui angka 2 yang telah diperolehnya, tak ayal lagi para simpatisan dan pendukungnya secara bersamaan mengangkat gambar pasangan calon berikut dengan angka 2.

"Lihat saja, semua sudah disiapkan angkanya dua," ungkap pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura dan PBB ini. (mus)

Dekopinda Minta Mahasiswa Bentuk Koperasi Desa

KARAWANG, KarawangNews.com - Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika), Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Karawang meminta mahasiswa tidak hanya memfasilitasi penyuluhan perkoperasian, tetapi bisa memfasilitasi pembentukan koperasi.

Hal itu dijelaskan Ketua Dekopinda, H. Warman SE, saat membuka pelatihan perkoperasian di Aula Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kamis (27/8/2015) siang. Pada sosialisasi ini, masyarakat desa setempat diberi materi tentang koperasi.

"Kabupaten Karawang sudah memiliki Perda pembinaan dan pengembangan koperasi yang di dalamnya di setiap desa bisa mendirikan koperasi desa. Sebab, dalam koperasi bisa mempercepat proses pemerataan kesejahteraan," jelasnya.

Tujuan pemerintah, sambung Warman, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umum, tujuan koperasi pun untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka salah besar ketika pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya tidak memfungsikan koperasi.

Pada kesempatan ini, Dekopinda berterima kasih kepada mahasiswa yang telah memfasilitasi sosialisasi koperasi dan berharap mahasiswa bisa memfasilitasi pembentukan koperasi di Desa Darawolong ini.
"Sebab keuntungan koperasi akan kembali lagi kepada anggotanya yang bertransaksi," ucapnya.

Di tempat sama, Kasi Pemerintahan Desa Darawolong, Ahmad Syam memenceritakan, sebelum tahun 2000 di desanya ini ada koperasi pertanian, tetapi saat ini koperasi itu sudah tidak ada lagi.

"Suatu kebanggan bagi kami jika di desa kami ada koperasi, sebab selama ini yang kami perhatikan, banyak masyarakat yang lari ke bank keliling yang bunganya cukup besar," kata dia.

Diakuinya, masyarakat banyak yang masih awam soal koperasi. Seperti soal simpanan wajib koperasi yang masih belum dipahami. Sementara, di desanya ini sekitar 70 persen warganya bekerja di bidang pertanian, sehingga jenis usahanya banyak di pertanian.

"Jika warga yang hadir bisa respon dari sosialisasi ini, kami dari desa akan meneruskan hingga pembentukan koperasi. Saya harap mahasiswa ini punya jejak yang membanggakan di desa ini," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinasi KKN Desa Darawolong, Wirda Noviani Pamungkas mengatakan, sebanyak 21 mahasiswa yang ikut KKN ini termotivasi mensosialisasikan koperasi di desa tersebut, sebab di desa ini tidak ada koperasinya.

Setelah sosialisasi kepada warga ini, kata Wirda, dia akan mengunjungi Karang Taruna setempat agar di desa ini terbentuk koperasi, sebab mereka bisa menjadi remaja kreatif untuk mendirikan koperasi.

"Memang sasaran kita untuk mendirikan koperasi di desa adalah anak-anak muda di desa," kata mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi ini.

Selain sosialisasi perkoperasian, KKN yang dilaksanakan 10 Agustus hingga 10 September 2015 ini juga mensosialisasikan tentang perlindungan perempuan dan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Tak hanya sosialisasi, mahasiswa-mahasiswi ini melakukan kegiatan langsung mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke sekolah-sekolah. (spn)











6 Pasangan Calon Bupati Dikawal Polisi 24 Jam

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 24 anggota Polres ditugaskan khusus mengawal 6 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Karawang, mereka giliran menjaga keenam pasangan itu selama 24 jam.

Hal itu dijelaskan Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi, Rabu (26/8/2015) siang, usai rapat pleno pembagian nomor urut para pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang di Resto Alamsari, Karawang Barat.

"Pengawalan ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita akan mengamankan Pilkada dengan ketat, bahkan kita rutin menggelar latihan simulasi pengamanan Pilkada," kata Daddy.

Secara teknis, ke 24 polisi itu akan menjaga tiap pasangan calon bupati sebanyak 4 anggota, mereka giliran jaga piket selama 24 jam, agar para pasangan calon aman dari tindak kejahatan.

Pengawalan khusus ini, kata Daddy, mulai diberlakukan Kamis (27/8/2015) pukul 00.00 WIB, sesuai pemberlakuan tahapan kampanye hingga kampanye usai pada Desember 2015 mendatang.

Diketahui, di Kabupaten Karawang tercatat 6 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Ke 6 calon itu sudah mendapat nomor urut dari KPU.

Pasangan dengan nomor urut 1 yaitu Nace Permana -Yeni dari jalur perorangan atau independent, kemudian nomor urut 2 yaitu pasangan Ahmad Marzuki-Miing yang diusung Partai Hanura, PDI-P dan PBB. Nomor urut 3 pasangan Cellica-Jimmy dari Partai Demokrat, PAN dan PKS.

Kemudian nomor urut 4 Daday Hudaya-Eddy Yusuf dari jalur independent, nomor urut 5 yaitu Nanan Taryana- Asep Agustian yang juga dari jalur independent dan nomor urut 6 pasangan Saan Mustopa-Iman Sumantri yang diusung Partai Golkar, Gerindra dan Partai NasDem. (Ltf/spn)

KPU Umumkan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati

KARAWANG, KarawangNews.com -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang menetapkan nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 berdasar hasil rapat pleno, Rabu (26/8/2015) di 'out door' Resto Indo Alamsari, Karawang Barat.

Nomor urut 1 pasangan Nace Permana dan Yeni, nomor 2 pasangan Marjuki dan Miing, nomor 3 pasangan Cellica dan Jimmy, nomor urut 4 pasangan Daday Hudaya dan Eddy Yusuf, nomor urut 5 pasangan Nanan Taryana dan Asep Agustian, terakhir nomor urut 6 pasangan Saan Mustopa dan Iman Sumantri.

Ketua KPU Karawang, Risza Affiat menyatakan, siapapun nanti yang jadi pemenangnya, bisa membawa amanah supaya Karawang bisa lebih maju. Dia berharap, selama kampanye, semua pasangan calon bisa menjaga situasi damai dan kondusif.

"Semoga, nomor para calon ini punya makna masing-masing," kata Risza.

Calon wakil bupati nomor urut 5, Asep Agustian menyatakan, beruntung dapat nomor 5, ini sesuai dengan visi-misi yang sering dikemukakan calon bupatinya Nanan Taryana dengan slogan salam lima jari.

"Nomor 5 sesuai dengan visi-misi calon bupati saya, salam lima jari," kata dia, menceritakan calon bupatinya terlihat girang ketika mendapat nomor 5.

Sementara itu, calon bupati Saan Mustopa menyatakan, slogan pasangan Saan Mustopa dan Iman Sumantri disingkat Saiman sangat ideal dengan perolehan nomor 6, yaitu 6 rukun iman dalam agama Islam. Dengan nomor 6 ini, merupakan berkah bagi pasangan tersebut. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -