Berita Terkini

Deden-Jimmy Calon Bupati-Wakil Bupati Alternatif dari PDI-P

KARAWANG, KarawangNews.com – Kedua bakal calon bupati Karawang, Ahmad Jimmy Zamakhsyari dan Deden Darmansah menemui kesepahaman akan saling berpasangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun 2015 ini, terlepas siapa nanti yang akan menjadi calon bupati dan calon wakil bupatinya. Keduanya menunggu rekomendasi dari PDI-P.

Seperti diketahui sebelumnya, Deden dan Jimmy saling ‘ngotot’ menginginkan calon bupati, karna keduanya mengklaim punya kekuatan massa besar, sehingga keduanya tidak ada yang ingin jadi calon wakil bupati. Bahkan keduanya saling menantang elektabilitas.

Kini, PDI-P telah memberi surat tugas kepada bakal calon bupati H. Ahmad Marjuki, tetapi belum mendapat rekomendasi. Sehingga, masih ada peluang bagi Deden-Jimmy untuk merebut rekomendasi itu jatuh ke tangan mereka.

“Sekarang, soal bupati dan wakil diserahkan kepada pemilik partai, Megawati dan Muhaemin, saya ridho lillahita'ala (keputusan partai untuk menentukan calon bupati dan calon wakil, red), ini bentuk tawakal kita,” kata Jimmy, didampingi Deden Darmansah, Sabtu (4/7/2015) disela buka puasa bersama di kediaman Jimmy di daerah Lemah Abang.

Diakuinyam seandainya dia menjadi wakil bupati untuk Deden, dia akan setia mendampingi Deden, karena Deden adalah orang cerdas dan berpengalaman di pemerintahan dalam aspek apapun. Terlebih dalam perspektif manajemen keauangan dan manajerial pemerintahan.

Sementara itu, Deden menyatakan, Pilkada bukan soal menang atau kalah, tetapi membangun daerah, untuk bisa mewujudkan pembangunan itu perlu ahlinya. Sebab, di dalam pemerintahan daerah harus mempu menuntaskan 24 urusan wajib dan 8 urusan pilihan.

Di Kabupaten Karawang ini, kata Deden, tercatat 1,3 juta penduduk miskin yang harus dientaskan kemiskinannya dari jumlah penduduk seluruhnya sekitar 2,2 juta. Selain itu, pemerintahan tidak boleh terbatas oleh ruang dan waktu selama menjadi pelayan dan pengayom masyarakat.

"Maka saya dan Jimmy sudah sepakat, pemerintahan tidak boleh dibatasi ruang dan waktu. Kami akan konsep pelayanan pemerintahan untuk masyarakat hari Senin hingga Minggu. Kami akan buka kantor kecamatan 24 jam untuk lebih melayani warga," jelasnya.

Dipaparkan Deden, Dinas Tenaga Kerja Karawang mencatat ada 25 ribu jumlah pengangguran dari data riil mencapai 114 ribu orang, padahal di Karawang ada sekitar 1300 lebih pabrik, ini menandakan industrialisasi yang tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Maka, pasangan Deden-Jimmy ini akan mencari titik temu yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

"Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus orang yang ahli. Jimmy sudah dua kali menjabat legislatif dan saya tiga kali menjabat legislatif. Maka, pengalaman ini bisa menciptakan Karawang lebih baik. Saya dan Jimmy punya ramuan untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur dan mengelola APBD," ungkap Deden.

Kata Deden, dalam koalisi Jimmy-Deden atau PKB dan PDI-P ini yang paling penting adalah kontruksinya, saling merancang dan membangun dengan memanfaatkan anggaran APBD untuk masyarakat Karawang.

Kata dia, politik secara seni adalah meraih kekuasaan sebesar-besarnya untuk kemakmuran partai, seorang bupati akan sangat mudah membantu warganya yang kesulitan dibanding warga biasa. Sehingga, dia ingin ilmu yang saya miliki ini bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami adalah pasangan alternatif yang Insya Allah dicintai rakyat," ucapnya. (spn)

KASKUS Bagi-bagi Cendol di Bulan Ramadhan

KASKUS Officers tengah berfoto bersama setelah membagikan 1.200 gelas cendol di depan KASKUS Playground, Menara Palma, Jakarta Selatan (3 Juli 2015).
JAKARTA, KarawangNews.com - Jumat (3/7/2015), KASKUS, komunitas online pertama dan terbesar di Indonesia mengadakan program “KASKUS Cendolin Indonesia”, yang dilaksanakan secara serempak melalui offline dan online. Lekat dengan kekhasan Indonesia, cendol sendiri populer di dalam KASKUS sebagai istilah untuk memberikan reputasi positif bagi para Kaskuser.

Di momen Ramadhan ini, KASKUS mengajak serta menggerakkan para komunitasnya untuk berbagi kebaikan dengan membagikan minuman cendol kepada masyarakat secara serempak di 54 regional di Indonesia dan juga memberikan cendol online sebagai bentuk apresiasi di bulan Ramadhan kepada lebih dari 8,5 juta Kaskuser di situs KASKUS.

Bekerjasama dengan para Kaskuser, pembagian cendol yang dilakukan menjelang waktu berbuka ini disajikan dengan ciri atau keunikan lokal dan berhasil mencapai 19.590 gelas cendol di 54 regional di Indonesia. Hal ini semakin menguatkan keberadaan Kaskuser sebagai inti dari eksistensi kekompakkan KASKUS, dimana kerjasama dalam program “KASKUS Cendolin Indonesia” ini membuahkan penghargaan MURI dengan kategori “Pembagian Cendol Terbanyak”.

Chief Marketing Officer KASKUS, Ronny Sugiadha menyatakan, pembagian cendol secara serempak yang diadakan atas kerjasama KASKUS dengan Kaskuser ini tidak hanya membawa semangat berbagi di bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai simbol dari salah satu istilah populer di KASKUS.

"Kami secara bersama-sama ingin cendolin Indonesia dan mengenalkan KASKUS dengan keunikan khas Indonesia-nya secara lebih luas," jelasnya.

Pihaknya merasa bangga atas dukungan dan kekompakkan dari komunitas KASKUS dalam menyukseskan program KASKUS Cendolin Indonesia dengan membagikan 19.590 gelas cendol di 54 regional di Indonesia dan juga mencatat rekor MURI.

"Dukungan mereka dalam program ini semakin menunjukkan bahwa KASKUS eksis di Indonesia karena kekuatan dari komunitasnya yang besar, karena itu bersamaan dengan momen ini kami pun memberikan cendol online sebagai bentuk apresiasi kami akan kekompakkan seluruh Kaskuser,” kata Ronny.

Keseruan program “KASKUS Cendolin Indonesia” juga dapat dilihat di media sosial dimana Kaskuser menggunakan hashtag #KASKUScendolin dan mengunggah serunya pembagian cendol di setiap regional.

Tentang KASKUS

KASKUS, The Largest Indonesian Community, dibuat tahun 1999 oleh Andrew Darwis saat sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Pada tahun 2008, KASKUS dibawa kembali ke Indonesia dan resmi menjadi sebuah perusahaan di bawah PT Darta Media Indonesia.

KASKUS merupakan situs website di Indonesia yang menyediakan forum online untuk berdiskusi (Forum) dan melakukan transaksi jual beli (FJB). KASKUS menempati posisi ke-7 untuk top website di Indonesia (Alexa, Januari 2015) dan memiliki lebih dari 8,5 juta member yang terdaftar serta memiliki kurang lebih 30.000 komunitas di dalamnya.

Setiap harinya terdapat 4.000+ thread baru di Forum dan 28.000+ thread Want to Sell (WTS) baru di FJB. Saat ini lebih dari 100 KASKUS Officers yang ‘bermain’ di sini. (rls)

Marjuki Batal Sebagai Calon Bupati dari PDI-P?

Oleh: Aab Abdurahman
Pemerhati Politik
Ditulis: Kamis (2/6/2015)

Bakal calon bupati Karawang, H. Ahmad Marjuki dianggap dibatalkan pencalonannya sebagai calon bupati Karawang dari PDI-P, sebab tidak mendapatkan pasangan calon wakil bupati selama 7 hari setelah diterbitkannya surat tugas No. 97/PILKADA/DPP/IV/2015 tanggal 22 Juni 2015.

Seharusnya, H. Ahmad Marjuki bisa memenuhi syarat ini hingga tanggal 29 Juni 2015 kemarin, tetapi hingga 2 Juni 2015, H. Ahmad Marjuki belum mendapatkan calon wakil bupati. Sehingga, dia dianggap batal sebagai calon bupati dari PDI-P.

Dibatalkannya H. Ahmad Marjuki sebagai calon bupati dari PDI-P ini mengacu kepada surat tersebut yang mengintruksikan H. Ahmad Marjuki untuk melaksanakan konsolidasi pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan DPD, DPC, PAC, ranting, anak ranting dan seluruh petugas PDI-P di Kabupaten Karawang dalam waktu satu minggu, setelah surat tugas tersebut diterbitkan.

Selain itu, dalam surat tugas yang diberikan DPP PDI-P ini mengintruksikan, agar H. Ahmad Marjuki bersama DPD dan DPC PDI-P mengusulkan pasangan calon wakil bupati Karawang yang berasal dari kader PDI-P atau tokoh yang mempunyai kesejarahan dengan PDI-P atau berdasarkan pemetaan politik di Kabupaten Karawang.

Kemudian, surat tugas yang ditandatangani Ketua DPP PDI-P, Bambang D.H dan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto ini menyebutkan, supaya H. Ahmad Marjuki menyiapkan koalisi partai pendukung yang memenuhi syarat pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Karawang pada Pilkada tahun 2015 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang.

Penugasan dari DPP PDI-P ini sebagai syarat dikeluarkannya rekomendasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Karawang pada Pilkada tahun 2015. Apabila H. Ahmad Marjuki tidak mendapatkan pasangan calon wakil bupati Karawang dan tidak mendapatkan koalisi partai pendukung yang memenuhi syarat pendaftaran pasangan calon bupati dan calon wakil bupati sampai 7 hari setelah diterbitkannya surat tugas ini, maka H. Ahmad Marjuki dibatalkan pencalonannya sebagai calon bupati Karawang dari PDI-P.

Selanjutnya, kita akan menunggu upaya H. Ahmad Marjuki mempertahankan diri maju di Pilkada Karawang tahun 2015 ini. Sebab, kita semua tahu dia adalah kandidat bakal calon bupati yang tidak dianggap remeh oleh lawan politiknya. (*)



PT Kao Buka Lomba Lukis Anak-anak

JAKARTA, KarawangNews.com - Kamis (2/7/2015), PT Kao Indonesia mengajak anak-anak di tanah air untuk mengisi libur kenaikan kelas yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dalam mengasah kreatifitas, memupuk kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, sambil meraih kesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik.

Dengan mengangkat tema 'Eco Together', Lomba lukis bertaraf internasional yang keenam kalinya diselenggarakan oleh Kao Group mengajak anak-anak dari seluruh dunia untuk secara serius memikirkan mengenai pelestarian lingkungan di sekitar mereka dan menuangkan ide-ide tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pesertanya adalah anak-anak yang berusia 6 hingga 15 tahun.

Waktu Pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 2 Maret 2015 dan akan berakhir pada tanggal 10 Agustus 2015. Artinya, batas waktu terakhir penerimaan hasil karya lukisan hanya tersisa kurang lebih 1 bulan.

Untuk lebih jelasnya mengenai informasi ini, mohon dicek press release terlampir dan informasi mengenai tata cara pendaftaran lomba, Anda dapat mengakses situs resmi PT Kao Indonesia di www.kao.com/id.

Apabila membutuhkan informasi lebih, silahkan menghubungkan kami kembali dengan Trias Katerina (trias@vectorinc.co.jp) atau Alvina Dumantika (alvina@vectorinc.co.jp) dan atau telepon di +62 21 5793 0722. (rls)

Fungsionaris PBB Desak Nurlela Dampingi Marjuki

KARAWANG, KarawangNews.com - Fungsionaris Partai Bulan Bintang (PBB) Karawang mendesak Ketua DPC PBB, Nurlela Sarifin agar bersedia menjadi calon wakil bupati Karawang, mendampingi calon bupati H. Ahmad Marjuki. Desakan itu disampaikan pada rapat pengurus harian DPC PBB, Rabu (1/7/2015) malam di Sekretariat DPC PBB, Perum Green Garden, Karawang Barat.

Dijelaskan Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PBB Karawang, Marjaya S.Ip usai rapat, Nurlela Sarifin didukung fungsionaris partai dengan pertimbangan realitas politik yang berkembang menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Nurlela diminta mendampingi H. Ahmad Marjuki, setelah PBB berkomitmen mengusung H. Ahmad Marjuki sebagai bakal calon bupati Karawang periode 2016-2021.

"Pertimbangan ini diantaranya komposisi laki-laki dan perempuan masih sangat seksi untuk meraih dukungan. Selain itu, kredibilitas dan kapabilitas Nurlela dianggap mumpuni sebagai anggota DPRD yang sudah menjabat dua periode, 2009-2014 dan 2014-2019," kata Marjaya.

Dari pengalaman tersebut, Nurlela punya kekuatan suara di daerah utara Karawang, ini dipastikan bakal mendobrak perolehan suara di Pilkada mendatang. Juga, pengalaman dua periode tersebut menjadi modal untuk membantu kinerja dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPC PBB Karawang, Rohendra Fathammubina SH. MH, dorongan ini sudah mencuat sejak dua bulan terakhir dalam rapat formal maupun non formal, setelah melihat peta politik yang berkembang jelang Pilkada. (spn)

PBB Komitmen Mengusung Marjuki

KARAWANG, KarawangNews.com - Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Karawang tetap memegang teguh komitmen mengusung bakal calon bupati, H. Ahmad Marjuki, selama tidak berbenturan dengan partai.

"Kita masih memegang teguh yang diputuskan partai, sesuai hasil penjaringan semua kandidat yang mendaftar," kata Ketua DPC PBB Karawang, Hj. Nurlela Sarifin, Rabu (1/7/2015) malam, di Sekretariat DPC PBB Karawang, Perum Green Garden, Karawang Barat.

Sementara, berkas H. Ahmad Marjuki masih berada di kantor DPW PBB Provinsi Jawa Barat. Berkas itu akan diteruskan ke DPP PBB di Jakarta jika Marjuki sudah punya pasangan bakal calon wakilnya.

"Kita masih menunggu satu berkas lagi, yaitu berkas bakal calon wakilnya Marjuki. Jika sudah berpasangan, berkas itu akan disampaikan kepada DPP PBB, untuk mendapat rekomendasi," kata Nurlela.

Untuk bakal calon wakilnya Marjuki, sambung Nurlela, pihaknya sudah memberi masukan kepada Marjuki kandidat yang pantas sebagai wakil bupatinya. Namun begitu, keputusan memilih bakal calon wakil bupati adalah kewenangan Marjuki.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPC PBB Karawang, Robby Barmaqi, ada komitmen yang sudah dibangun, sehingga PBB hanya mengusulkan H. Ahmad Marjuki ke DPP PBB. Sehingga keputusan ini tidak akan berubah, selama tidak merugikan partai.

"Di Pilkada ini, PBB pun diperhitungkan meski punya 3 kursi di legislatif," kata dia.

Dengan demikian, gunjingan apapun kepada H. Ahmad Marjuki tidak akan mempengaruhi partainya untuk tetap memegang teguh komitmen tersebut. Ini pun bukan hanya komitmen DPC, tetapi solid hingga ranting, termasuk sayap partai PBB. (spn)

NU Tersandera Marjuki dan Jimmy

OPINI
Oleh: Muhammad Sulton
Ketua IKA FAI Unsika
Mantum PMII Cabang Karawang 2010
Sekretaris LKK NU
Ditulis: Rabu (1/7/2015)

KAMI sebagai bagian dari kaum muda nahdliyin wajib untuk menjaga keutuhan jam'iyah NU di Karawang, dalam waktu dekat kami akan mengkonsolidasikan dengan beberapa banom NU Karawang, baik IPNU, Ansor, Fatayat serta banom lainnya, tak terlepas PMII yang berada di lapisan muda NU Karawang untuk sama-sama mendorong PC NU Karawang secara kelembagaan melakukan konsolidasi internal secara utuh dan menyeluruh.

Hal ini perlu segera disikapi terkait pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu surat kabar di Karawang pada Rabu, 1 Juli 2015, tentang perseturuan politik jelang pilkada antara H. Ahmad Marjuki dengan Jimmy.

Ini bicara organisasi, NU punya AD-ART, NU secara kelembagaan tidak boleh terlibat dalam politik praktis, terjebak pada ruang politik apa lagi dipolitisir dan terjebak di dalamnya.

Saya menilai bahwa dengan adanya perseturuan antara H. Ahmad Marjuki dan Jimmy merupakan retakan awal yang akan membuat NU Karawang terpecah belah.  Sebelum jauh lebih parah lagi NU Karawang harus segera ambil sikap dan tegas dalam AD-ART bahwa secara kelembagaan tidak boleh dibawa ke ruang politik praktis dan jika di biarkan berlarut maka NU akan tersandra di tengah konflik antara H. Ahmad Marjuki dan Jimmy yang keduanya merupakan kader NU.

Tentang posisi ketua NU yang hari ini masih dipegang oleh H. Marjuki, saya berharap itu pun harus disikapi secara organisasi, agar posisi ketua NU Karawang tidak lagi jadi alasan atas perseturuan yang terjadi. (*)

Kuasa Hukum Marjuki Tuntut Jimmy Minta Maaf

Kuasa hukum H. Ahmad Marjuki.
KARAWANG, KarawangNews.com - Kuasa hukum bakal calon bupati Karawang H. Akhmad Marjuki, Irman Zufari, meminta Ahmad Jimmy Zamakhsyari meminta maaf secara langsung kepada H. Ahmad Marjuki atas penyataannya kepada publik 'lebih baik pindah agama dari pada jadi wakil Marjuki'.

“Kami meminta yang bersangkutan meminta maaf secara langsung, karena ini bukan saja tentang etika, tapi telah menyerang seseorang dengan membawa agama hanya karena ketidaksukaannya terhadap seseorang,” ujar Irman Zufari di kantornya, komplek Grand Taruma, Selasa (30/6/2015).

Kuasa Hukum dari Ius Justitia tersebut mengaku, akan melaporkan perbuatan Jimmy ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

”Kami meminta yang bersangkutan untuk dibina dan diberi pemahaman agar tidak menyulut api dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan membawa isu SARA,” tandasnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya tidak segan-segan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ini setelah dikaji beberapa hari, masalah ini memenuhi unsur dalam Pasal 310 ayat 1 dan 2 KUHP. Apalagi yang bersangkutan mengungkapkan hal tersebut kepada media, yang artinya dalam keadaan sadar dan disengaja.

Di kesempatan yang sama, anggota kuasa hukum, Rahmat menyatakan, kesediannya untuk mendampingi Jimmy secara gratis mengurus legalisasi perpindahan agamanya.

“Kami bersedia mendampingi Jimmy, meskipun hal itu bertentangan dengan hati nurani kami,” ungkapnya.

Namun, Rahmat dengan tegas menyayangkan jika Jimmy yang notabene ketua partai Islam mengeluarkan kata-kata yang berbau SARA.

“Masa membandingkan seseorang dengan agama. Kalau itu sih kategorinya sudah murtad. Apalagi disampaikan di bulan Ramadhan yang seharusnya digunakan untuk instrospeksi diri,” katanya.

Terlebih, kata dia, dalam beberapa kali kesempatan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Karawang, Risza Affiat juga menghimbau kepada semua calon agar tidak menyulut api pada Pilkada dengan membawa hal SARA.

“Tetapi Jimmy malah menyulutnya dan ini tentunya akan mencederai Pilkada yang seharusnya sejuk. Padahal klien kami, H. Marjuki, mengamanahkan kepada kami agar tetap menjaga Pilkada dengan kondusif dan sportif,” terangnya.

Tak ketinggalan, Yadi Mulyadi, yang juga anggota kuasa hukum H. Ahmad Marjuki mengaku, miris dengan perkataan Jimmy. Seharunya Jimmy meminta maaf secara langsung dan ralat yang disampaikannya lewat media sosial bukanlah permohonan maaf. Itu hanya pembenaran ungkapannya saja.

Sementara itu, Ahmad Jimmy Zamakhsyari ketika dihubungi melalui telepon selulernya menyatakan, permintaan maaf atas pernyataan yang diucapkan tersebut. Ketua DPC PKB Karawang ini menegaskan, demi keagungan bulan Ramadhan, dia memohon untuk dibukakan pintu maaf kepada siapapun yang merasa tidak nyaman dengan pernyataannya.

“Tapi, soal menerima tidaknya saya menjadi wakil bupati itu mutlak hak pribadi saya, termasuk soal pindah agama,” kata Jimmy.

Sebelumnya diberitakan, meskipun Jimmy masih berharap bakal bisa diusung PDI-P untuk menjadi calon bupati di Pilkada ini, tetapi Jimmy tidak akan mau jika disandingkan menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan H. Ahmad Marjuki.

“Lebih baik pindah agama, dari pada jadi wakil Marjuki," kata Jimmy, kepada wartawan, Kamis (25/6/2015) sore.

Diakui Jimmy, atas dasar apa PDI-P meminta dirinya untuk menjadi calon wakil bupatinya H. Marjuki, karena secara popularitas dan basis massa partai, Jimmy mengaku lebih layak untuk diusung menjadi calon bupati yang diusung PDI-P dibanding H. Marjuki.

“Popularitas saya lebih tinggi dari dia (Marjuki, red), apalagi saya punya 5 kursi di DPRD Karawang, jadi sebenarnya siapa yang lebih layak untuk diusung PDI-P. Alasan apapun saya tidak akan mau jadi wakil Marjuki,” tegas Jimmy.

Sekalipun harus jadi wakil dari PDIP, sambung Jimmy, ia mengaku lebih baik disandingkan dengan Deden Darmansah, karena Deden dikenal sebagai tokoh Karawang dan popularitasnya tinggi di masyarakat Karawang, dibanding H. Marjuki.

“Kalau Deden calon bupatinya, baru saya mau jadi wakilnya. Jika Deden calon bupati, saya berani keluarin 'cost politic' 30 persen untuk pemenangan Pilkada. Kalau saya calon bupatinya dan Deden wakilnya, saya berani keluarin 'cost politic' 70 persen,” kata Jimmy. (mus/de)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -