Berita Terkini

PNS Tambah Cuti Lebaran, Bakal Kena Sanksi

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Karawang, Asep Aang Rahmatullah menegaskan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Karawang tidak menambah cuti lebarannya.

"PNS yang nekad menambah cutinya, maka siap-siap para abdi negara itu bakal dapat sanksi," kata Asep Aang, Rabu (20/6/2018). 

Kata dia, itu sesuai Surat Edaran Bupati Karawang, Nomor 800/3202/BKPSDM/2018 tentang cuti bersama PNS tahun 2018 dan penegakan disiplin dalam pelaksanaan cuti bersama PNS Tahun 2018, semua PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang diwajibkan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya kembali seperti sedia kala.

Dijelaskannya, bagi PNS yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, mulai dari hukuman disiplin tingkat ringan, sedang maupun berat, tergantung dampak yang ditimbulkan akibat pelanggaran disiplin itu.

Pasca cuti lebaran, semua PNS di Karawang diwajibkan ikut apel pagi yang digelar Kamis (21/6/2018) di lapang Pemkab Karawang. Sanksi tersebut, sambung Asep Aang, untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai, agar tidak mengabaikan kewajibannya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Jangan sampai, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan tersebut, pegawainya tidak ada di tempat," ujarnya. (sep/spn)

Tol Cikampek Kembali Padat

KARAWANG, KarawangNews.com - Arus lalulintas tol Cikampek-Jakarta kembali padat, setelah Rabu (20/6/2018) dini hari hingga pagi arus lalulintas lancar. Kepadatan terjadi akibat adanya kendaraan yang mengalami gangguan di KM 53 arah Jakarta, sehingga terjadi kepadatan sepanjang 9 kilo meter.

Pantauan Rabu pukul 09.00 WIB, antrian kendaraan yang terjebak mencapai 9 kilo meter dari KM 62 hingga 53. Kepadatan ini akibat masih tingginya jumlah kendaraan dari arah Bandung dan Cirebon menuju Jakarta, melintasi jalur tol Cikampek Jakarta.

Untuk mengurai kepadatan itu, sejumlah anggota polisi diturunkan untuk mengatasi penyebab kemacetan tol Cikampek menuju Jakarta. 

Pada Selasa malam, kemacetan tol Cikampek-Jakarta sedikit terurai, setelah polisi berlakukan jalur satu arah atau 'one way' dari KM 62 hingga KM 41. 

Sebelum diberlakukan 'one way', polisi memberlakukan kontraflow untuk mengurangi kemacetan kendaraan di jalur tol Cikampek-Jakarta. Namun, semakin bertambahnya jumlah kendaraan arus balik lebaran, polisi memutuskan berlakukan 'one way' dari Cikampek hingga KM 3 Jakarta.

Meski begitu, kondisi arus lalulintas Rabu ini cenderung menurun dibanding Selasa kemarin, yang terjadi kemacetan hampir sepanjang hari. Sehingga, polisi memberlakukan rekayasa lalulintas tol Cikampek-Jakarta, untuk mengurai kemacetan. (had)

Jelang Malam, Arus Balik di Tol Cikampek Padat

KARAWANG, KarawangNews.com - Peningkatan jumlah kendaraan terjadi Senin (18/6/2018) petang hingga malam, ribuan kendaraan yang datang dari arah Bandung dan Cirebon meningkat hingga menyebabkan kemacetan arus lalulintas tol Cikampek-Jakarta mulai KM 66 Dawuan hingga KM 41 Cikarang.

Berdasar pantauan, laju kendaraan 2 Km/jam hingga 30 Km/jam, sesekali tersendat dan macet. Untuk mengurai kepadatan volume kendaraan ini polisi dan Jasa Margamelakukan dan rekayasa lalulintas dengan membuka jalur contra flow, mulai dari KM 61 hingga 47 arah Jakarta. (had)

Arus Balik Tol Cikampek Ramai Lancar

KARAWANG, KarawangNews.com - Arus lalulintas tol Cikampek-Jakarta, Senin (18/6/2018) pagi hingga siang terpantau ramai lancar. Terpantau di KM 62, ratusan kendaraan arus balik dari arah Bandung dan Cirebon melaju berkecepatan hingga 80 Km/jam.

Kondisi ini berbeda dengan arus lalulintas tol Cikampek pada Minggu malam, yang mengalami peningkatan jumlah kendaraan  menngkat dari kondisi normal, hingga terjadi kemacetan sepanjang 13 kilometer, dari KM 52 hingga KM 66 tol Cikampek-Jakarta.

Berdasar pantauan Senin siang, diperkirakan peningkatan jumlah kendaraan akan kembali terjadi menjelang sore hingga malam. 

Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pemudik, polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalulintas tol Cikampek tujuan Jakarta, seperti buka tutup rest area jika penuh dan pemberlakuan kontraflow hingga one way di jalur tol Cikampek. (had)

Uang Transport Guru PAUD Cair

KARAWANG, KarawangNews.com - Sabtu (9/6/2018), pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 5.568.000.000 untuk 4.640 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Karawang, masing-masing guru mendapatkan Rp 1,2 juta.

Tahun 2018 ini, dialokasikan untuk 4.640 guru PAUD, dengan besaran Rp. 200.000 per bulan. Sedangkan yang dicairkan pada semester 1 ini, antara Januari-Juni 2018, pemerintah mengucurkan uang transport Rp 1,2 juta per orang dari akumulasi Rp 200 ribu dikali 6 bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Drs. H. Dadan Sugardan, M.Pd melalui Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dra. Hj.  Nenah Rukmanah, MM mengatakan, pencairan dana ini ada keterlambatan, uang transport ini dibayarkan ke rekening masing-masing guru.

Diakui Nenah, sebelumnya para guru PAUD merasa cemas dana transport tidak bakal cair sebelum lebaran, sebab belum ada kepastian waktu pencairan uang tersebut.

Kemudian, kabar gembira itu datang setelah Bupati Karawang Cellica Nurachadiana yang juga Bunda PAUD Kabupaten Karawang menandatangani SK, tentang besaran transport guru PAUD pada Kamis sore kemarin.

Ketua Badqo PGQ/TKQ/TPQ/TQA Kabupaten Karawang, Edi Tarhedi mengatakan, pencairan dana ini sebagai bukti perhatian pemerintah atas dedikasi dan pengabdian guru PAUD yang melayani dan memfasilitasi anak usia dini.

"Kami berharap kedepan transport pendidik PAUD bisa diterapkan, tentunya kami sangat bersyukur dengan yang diterima saat ini," kata dia.

Ketua Himpaudi Karawang, Devi Sulaeman meminta, agar transport guru ini dibedakan dengan kategori pendidikan, sebab ada beberapa guru yang bergelar S1, maka sudah saatnya ada tunjangan fungsional bagi guru PAUD yang berkualitas.

"Saat ini sudah banyak guru PAUD yang bergelar S1 dan S2. Ini akan memotivasi guru-guru lain untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya," kata Devi. (spn)

BPJS Ketenagakerjaan Berangkatkan Mudik Gratis

KARAWANG, KarawangNews.com – BPJS Ketenagakerjaan Karawang memberangkatkan 750 pesertanya mudik dari Karawang hingga ke daerah Jawa Timur, Bandung dan Lampung, sebanyak 19 bus mudik ini dilepas Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana di halaman kantor bupati, Sabtu (9/7/2018) pukul 9.00 WIB.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karawang, Toto Suharto menjelaskan, tahun ini sebanyak 10.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan diberangkatkan mudik, jumlah ini dua kali lipat lebih besar dibanding pemberangkatan tahun 2017 lalu, jumlah tersebut adalah peserta di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Cikarang, Karawang, Purwakarta dan Bekasi.

Untuk wilayah Jakarta, peserta mudik diberangkatkan di Mapolda Metro Jaya sebanyak 5.000 orang dengan 125 armada bus, wilayah Tangerang Selatan diberangkatkan dari Mall Alam Sutera sebanyak 1.500 peserta dengan 38 armada bus dan wilayah Bekasi diberangkatkan dari Bekasi Town Square sebanyak 1.000 peserta dengan 25 armada bus.

Sedangkan wilayah Cikarang diberangkatkan dari Stadion Wibawa Mukti sebanyak 1.000 peserta dengan 25 armada bus, wilayah Purwakarta sebanyak 750 peserta diberangkatkan dari Taman Sribaduga Situ Buled dengan 18 armada bus. 

"Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini besar manfaatnya, mudik ini diharapkan bisa membantu memudahkan bagi peserta yang pulang kampung," kata Toto.

Dengan adanya program mudik gratis ini, sambung Toto, diharapkan akan menambah kepercayaan pekerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan meningkatkan 'brand awareness' dimulai dari keluarga pekerja, nantinya akan menyebar ke masyarakat.

Selain mudik gratis itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyelenggarakan kegiatan pasar murah kepada masyarakat umum, pasar murah ini diselenggarakan di 11 kantor wilayah dan 89 Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang ada di seluruh Indonesia. (rls/spn)

Hasil Razia Ramadhan, Polisi Musnahkan 10.197 Botol Miras

KARAWANG, KarawangNews.com - Polres Karawang memusnahkan 10.197 botol minuman keras (miras), juga pil tramadol atau eximer 5.000 buah dan ganja 1 kg di halaman Mapolres Karawang, Kamis (7/6/2018) siang.

Pemusnahan ini disaksikan langsung Muspida Karawang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI). Secara bersamaan, mereka memusnahkan botol miras dan  ganja.

Barang bukti miras ditumpuk dan dihancurkan dengan cara digilas oleh mesin stum, sedangkan tramadol atau eximer dihancurkan dengan cara menggunakan blender campur air, kemudian barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menjelaskan, miras dan ganja tersebut hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) sebelum dan menjelang bulan suci Ramadhan.

"Kita gelar operasi pekat ini demi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan, salah satu faktor kriminal diantaranya minuman keras," jelasnya.

Diakuinya, kasus narkoba ini tak ubahnya seperti teori gunung es. Sehingga ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama-sama untuk menangkap pengedar dan pengguna narkoba.

"Kita perang, dalam menindak miras dan narkoba," tandasnya. (spn)

Desa Vokasi Mulai Dicanangkan di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Program Desa Vokasi mulai dicanangkan di Kabupaten Karawang, pencanangan dilaksanakan di Sekolah Alam Al Firdaus, Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Selasa (5/6/2018) sore. 

Yayasan Assolahiyah Karawang yang menaungi Sekolah Alam Al Firdaus menjadi lembaga awal melaksanakan Program Gerakan Pemberdayaan Pendidikan Perempuan Mandiri (GP3M), dari program itu terbagi menjadi Program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) dan Program Desa Vokasi.

"Program ini keberlanjutan dari pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa memanfaatkan potensi desa masing-masing," kata Ketua Yayasan Assolahiyah Karawang, Heru Saleh.

Kata dia, ini peluncuran dari beberapa program di Karawang, kemudian proses pelaksanaan kegiatannya akan dilakukan usai Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah mendatang. Diakui Heru, Program Pemberdayaan Desa Vokasi ini diharap muncul kelompok yang bisa mensejahterakan keluarganya.

"Saya berharap ini bisa diterapkan di Desa Muktijaya, juga bisa diaplikasikan di desa lainnya," ujarnya.

Di Muktijaya, kata Heru, ada 100 warga yang akan memperoleh pembinaan pendidikan, kemudian setelah diberikan pengetahuan diharapkan bisa menciptakan produk dan mampu memproduksi potensi lokal.

"Selanjutnya kita fasilitasi legalitas halal dan pemasaran," ucap Heru.

Program Desa Vokasi ke Sekolah Alam Al Firdaus ini murni dari kementerian pendidikan, nanti lembaga pendidikan ini akan mengkolaborasikan kerjasama dengan dengan PT. Pertamina, termasuk BUMDES Muktijaya. Diharapkan, kedepannya bisa sejalan dengan program pemerintah dan swasta.

"Pointnya adalah peningkatan pendidikan dan ekonomi," ujarnya.

Diketahui, Program Desa Vokasi dimaksudkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan lingkungan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dan pemanfaatan potensi lokal.

Melalui program ini diharapkan terbentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal.

Dengan demikian, warga belajar bisa belajar dan berlatih, menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan sumber daya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.

Secara spesifik, Program Desa Vokasi merupakan wujud implementasi program pendidikan kecakapan hidup dalam spektrum perdesaan dengan pendekatan kawasan, yaitu kawasan perdesaan. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -