Berita Terkini

Dinas Kesehatan: Keracunan Nasi Uduk Masuk KLB

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Karawang, dr. Sri Trisugihartati menetapkan, kasus keracunan nasi uduk yang menimpa puluhan warga Desa Pulo Kelapa, Desa Pulo Mulya, Kecamatan Lemah Abang, Jumat (20/1/2017) malam, sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kata Sri, penetapan KLB disesuaikan dengan peraturan Menteri Kesehatan tahun 2010. Aturan itu menyebutkan, status KLB dapat ditetapkan jika jumlah korban terhadap kasus kesehatan memakan korban lebih dari dua orang, di satu tempat dalam waktu bersamaan.

"Kita memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan banyak warga keracunan, hasil pemeriksanaan sampel nasi uduk ini bisa diketahui seminggu kedepan," jelasnya, Senin (23/1/2017) siang.

Pihaknya, hingga kini masih terus menunggu laporan korban yang keracunan, sebab menurut kepala desa setempat, banyak korban yang enggan dibawa ke rumah sakit, dengan alasan keracunannya tidak terlalu parah. (had/spn)

Warga Sering Laporkan Erik ke Dinas Sosial

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebelum Erik (8) dipasung, pihak kepala desa dan Pekerja  Sosial Masyarakat (PSM) Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru mengaku, telah melaporkan kondisi Erik, anak yang dirantai oleh orangtuanya ini, kepada Dinas Sosial Kabupaten Karawang, tetapi tidak digubris.

Melihat kondisi Erik, tetangganya pun sering melapor ke pemerintah desa dan PSM agar mendesak Dinas Sosial menangani bocah ini.

Hingga akhirnya, petugas Dinas Sosial mendatangi rumah Erik, untuk mengecek laporan warga tersebut, tetapi tidak ada tindak lanjut atau upaya pengobatan bagi Erik. Hingga, kondisi Erik semakin parah dengan rantai di kakinya.

"Baru sekarang pemerintah daerah merespon kondisi Erik, dengan datangnya Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari. Sebelumnya, kita sering melaporkan Erik ke Dinas Sosial, tetapi belum ada tindakan," kata Kepala Desa Panggilan Utara, Darwin, Sabtu (21/1/2017). (had)

Wabup Karawang Geram Lihat Anak 8 Tahun Dipasung

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamaksari berang mengetahui Erik (8), warga Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru menderita selam tiga tahun akibat dipasung orangtuanya. 

"Apapun alasannya tidak boleh ada warga Karawang dipasung, apalagi ini anak dibawah umur, kenapa aparat desa diam saja melihat hal ini," kata Jimmy, Sabtu (21/1/2017).

Jimmy didampingi Wakil Ketua DPRD, Sri Rahayu Agustina mendatangi tempat Erik dipasung, keduanya meminta kerelaan orang tuanya untuk membawa anaknya ke pesantren Athoria di Kecamatan Purwasari. 

Menurut Jimmy dia mengetahui ada warga Karawang dipasung oleh orangtuanya melalui media sosial, setelah melihat postingan di media sosial itu dia mengaku sedih dan marah, makanya dia mendadak mendatangi Erik.

"Kondisinya menyedihkan, ini keterlaluan, bukan hanya orangtuanya saja, tapi aparat desa juga harusnya melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah," katanya, geram.

Sementara, Jimmy akan membawa ke pesantren tersebut untuk diobati, sebab pesantren ini dikenal bisa mengobati orang yang mengalami gangguan jiwa, juga akan membawanya ke RSUD Karawang untuk dicek kesehatan fisiknya.

Ditegaskan Jimmy, di Karawang tidak boleh terjadi lagi kasus pemasungan apapun alasannya. Jika ada warga yang mengalami gangguan jiwa karena faktor ekonom dan tidak bisa berobat, maka pemerintah akan membantu hingga sembuh.

"Saya harap kepala desa dan jajarannya jangan menganggap kasus ini sepele," jelasnya.

Pengakuan ayah Erik, Ahmad, anaknya terpaksa di pasung karena berkelakuan aneh dan tidak wajar, anaknya ini sering merusak barang milik tetangga, bahkan sempat kabur. 

Dia terpaksa melakukan ini, karena tidak punya uang untuk mengobati anaknya yang sakit jiwa ini. Eri dipasung dengan cara diikat menggunakan rantai besi di salah satu tangannya. (rls/spn)

Tawuran, Siswa SMP Bawa Gergaji Es

KARAWANG, KarawangNews.com - Gila, siswa SMP di Rengasdengklok tawuran membawa parang berupa gergaji es, senjata tajam ini akhirnya diamankan polisi sebelum ada korban terluka. 

Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Agus Suwarsono menjelaskan, perilaku siswa-siswa ini sering membuat resah masyarakat, karena aksi mereka dilakukan di tengah aktivitas masyarakat.

"Kita sering mendapat laporan siswa tawuran, kali ini kita mendapati ada siswa bawa gergaji besar. Mereka akan kita bina sebelum diserahkan kembali kepada orangtuanya," kata Agus, Jumat (20/1/2017).

Sebelum dilepas, para siswa yang tertangkap tangan membawa senjata tajam ini membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dalam kejadian ini, tidak ada korban luka, karena belum terjadi kontak fisik. (bbu)

Pupuk Indonesia Jamin Stok Pupuk Aman

KARAWANG, KarawangNews.com - Jumat (20/1/2017), PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan pupuk bersubsidi sebesar total 1.491.556 ton yang siap pakai dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Hingga tanggal 16 Januari 2017, stok pupuk di lini I hingga IV untuk urea tersedia sebanyak 862.363 ton, stok NPK sebanyak 299.852 ton, stok SP-36 sebanyak 122.554 ton, ZA sebanyak 124.443 ton dan organik sebanyak 82.344 ton, stok tersebut setara dengan stok untuk 1 bulan ke depan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat mengatakan, Pupuk Indonesia bersama anak usahanya berkomitmen dalam menyalurkan pupuk subsidi ke seluruh tanah air. Dalam penyaluran pupuk, pihaknya menggunakan sistem monitoring stok yang dapat dipantau setiap saat, melaui website agar lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di daerah-daerah.

Tahun ini, berdasarkan Permentan No.69/2016, pupuk bersubsidi tahun anggaran 2017 dialokasikan sebanyak 8,55 juta ton. Perinciannya, pupuk urea sebanyak 3,67 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 800.000 ton, pupuk ZA sebanyak 1 juta ton, pupuk NPK sebanyak 2,18 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 895.288 ton.

"Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk melebihi ketentuan Kementan agar pendistribusiannya ke kios-kios resmi penjual pupuk bersubsidi dapat dilaksanakan dengan segera, apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan oleh petani," kata Aas Asikin Idat.

Untuk menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi, petani agar tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK.

"Agar mendapatkan jatah pupuk bersubsididan menebus pupuk di kios resmi serta melaporkan apabila ada penyalahgunaan pupuk bersubsidi". jelasnya.

Untuk memperlancar distribusi, Pupuk Indonesia didukung oleh armada kapal laut dan armada truk yang cukup dan siap untuk melayani pendistribusian ke seluruh Indonesia serta memiliki 561 gudang yang mampu menampung kebutuhan di daerah-daerah. 

Sedangkan untuk pemasarannya, saat ini Pupuk Indonesia memiliki 1.110 Distributor dan 29.119 kios resmi di seluruh Indonesia. Kios ini diharuskan untuk menyediakan semua pupuk bersubsidi seperti Urea, NPK, SP-36, ZA, dan organik,dan ciri kios resmi Pupuk Indonesia  adalah memiliki papan nama kios resmi.

"Untuk kelancaran proses pendistribusian, kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, khususnya untuk melakukan perhitungan kebutuhan pupuk, sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga," aku Aas.

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Jawa Barat - Banten

Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya menyampaikan, di wilayah tanggungjawab PT Pupuk Kujang, yaitu Jawa Barat dan Banten, dipastikan ketersediaan pupuk dari gudang produsen hingga di tingkat distributor dan pengecer mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan. 

Hal tersebut dapat terlihat pada total posisi stok pupuk urea bersubsidi pada 17 Januari 2017 di gudang lini II produsen dan gudang lini III distributor sebanyak 62.887,65 ton atau 160,94% dibandingkan dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi tiga minggu kedepan sebesar 39.075,58 ton. 

Sedangkan realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat-Banten sampai dengan 17 Januari 2017 sebesar 30.316 ton atau 52,02% dibandingkan dengan ketentuan pergub sebesar 58.282 ton. Kujang juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 15.670 ton dan pupuk organik sebanyak 7.429,73 ton. 

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Karawang, tambah Ade, penyaluran urea bersubsidi per 17 Januari 2017 mencapai 2.921,50 ton atau 72,01% bila dibandingkan dengan kebutuhan menurut pergub sebesar 4.057 ton dengan posisi stok 4.129,80 ton atau 150,27% dibandingkan ketentuan stok tiga minggu kedepan sebesar 2.748,29 ton. (rls/spn)

Kemenag Karawang Gelar Pranata Mangsa 2016

KARAWANG, KarawangNews.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang menggelar istigosah dan malam Pranata Mangsa 2016, Kamis (19/1/2017) malam, di halaman Kantor Kemenag. Acara ini merupakan rangkaian memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-71.

"Malam ini, kita mengintrospeksi diri setahun kebelakang, sejak Januari hingga akhir Desember 2016 lalu," kata Kepala Kemenag, H. Sopian, di sela acara.

Kata dia, di tahun 2017 ini pihaknya memiliki agenda besar, diantaranya memperbaiki Pelayanan Satu Atap dan akan membuka pelayanan kesehatan di Kantor Kemenag bagi calon haji, pelayanan kesehatan ini akan kerjasama dengan Puskesmas setempat. Selain itu, akan mendirikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC).

"Di kantor kita, telah diterapkan sholat dzuhur dan ashar berjamaah, menunda semua pelayanan di waktu sholat itu," ucapnya.

Di tempat sama, Kepala Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Barat, H. Ahmad Bukhori menyatakan, pada tahun 2016 pelayanan haji di Jawa Barat terbaik, ini dinyatakan langsung oleh Raja Saudi Arabia.

"Karena saya termasuk tim evaluasi haji, satu-satunya Kanwil di Indonesia yang melakukan evaluasi ke Saudi Arabia, yaitu Kanwil Jawa Barat," ujarnya.

Diakuinya, pelayanan haji di Karawang cukup baik, kemudian pelayanan nikah di posisi terbaik kedua dan pendidikan, dia meminta agar penyelenggara pendidikan di Kemenag lebih maksimal melayani masyarakat. Kata dia, persentase lembaga madrasah 98% milik yayasan dan 4% persennya adalah milik negara.

Selain itu, dia meminta pegawai Kemenag memahami regulasi Siber Pungli, tidak mempersulit dan memperlambat pelayanan, kecuali administrasi warga yang akan dilayani tidak lengkap.

"Permudah pelayanan cepat, tepat dan efesien di berbagai hal, karena kita melaksanakan kewajiban," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang hadir di acara ini menyampaikan, membangun daerah harus dengan itikad baik, sehingga apa yang diharapkan masyarakat bisa direalisasikan.

"Malam Pranata Mangsa ini menjadi evaluasi, yang baik kita lanjutkan, jika kurang baik, maka harus diperbaiki," ucapnya. (spn)

Rakyat Karawang Ikrar, Pemecah NKRI Harus Dibubarkan

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan pemuda dan ulama yang tergabung dalam Forum Karawang Untuk Indonesia, mendeklarasikan diri bersatu menjunjung nilai-nilai Pancasila dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di rumah sejarah Rengasdengklok, Djaw Kue Siong, Rabu (18/1/2017) pukul 15.00 WIB.

Ada dua maklumat yang dibacakan pada deklarasi bersatu ini, yaitu Kebulatan Tekad Rakyat Karawang dan Maklumat Ulama Karawang untuk persatuan bangsa dan negara. Isi kebulatan tekad yang dibacakan oleh Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) ini, yakni masyarakat Karawang meminta agar pemerintah pusat tegas dalam penegakan hukum.

Selain itu, masyarakat Karawang meminta agar pemerintah bertindak tegas terhadap apapun dan siapapun yang akan memecah belah keutuhan NKRI dan pemerintah pusat dalam menjalankan roda pemerintahan dan politiknya harus tetap menjaga dan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Sedangkan maklumat ulama Karawang yaitu, berpesan kepada para alim ulama agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Islam. Kemudian, para alim ulama menjalankan teori dakwah Islamiyah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan dan konsep silaturahmi dan musyawarah dijadikan panglima dalam mendakwahkan syiar Islam sesuai ajaran dari Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam piagam Madinah.

Disampaikan Jimmy, lokasi deklarasi yang dilaksanakan di rumah sejarah Rengasdengklok milik keluarga Djaw Kue Siong ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada bangsa Indonesia, Presiden RI Soekarno dahulu merumuskan teks Proklamasi di rumah ini pada 16 Agustus 1945.

"Kita ingin mengingatkan kepada bangsa, bahwa Soekarno dulu menulis naskah proklamasi di sini, sehingga negara harus tegas kepada siapapun yang berusaha memecah bangsa, karena kemerdekaan ini mahal, dibeli oleh darah (pejuang, red)," kata Jimmy.

Deklarasi ini dilakukan, menyusul konflik hebat LSM GMBI dan FPI saat ini. Diakui Jimmy, siapapun, tidak melihat apakah itu GMBI atau FPI, yang mau mencoba mengganggu Pancasila, maka pemerintah harus tegas membubarkannya.

"Kami di sini hanya menginginkan, agar pemerintah pusat bertindak tegas, bekukan organisasi yang mengganggu Pancasila. Di sini kami semua satu suara, atas nama kecintaan  terhadap tanah air," ungkapnya. (spn)

Izin Pagar PT Pertiwi Lestari, DPMPTSP Tidak Libatkan Bupati

KARAWANG, KarawangNews.com - Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan menyatakan, Rabu (18/1/2016) siang di ruang kerjanya, pihaknya tidak melibatkan bupati saat menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pemagaran PT Pertiwi Lestari, sebab saar ini penerbitan IMB wewenang penuh DSMPTSP yang sebelumnya bernama Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT).

Kata dia, sebelum menerbitkan IMB, pihaknya meminta hasil kajdian teknis dari Dinas Cipta Karya. Sedangkan, bupati, wakil bupati maupun sekretaris daerah (Sekda) tidak terlibat dalam penerbitan IMB. Bagitupun IMB pemagaran yang ditandatangani Kepala DPMPTSP, Asikin, bupati tidak mengetahuinya.

Untuk itu, dia heran ketika Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karawang, Dadang S. Muchtar, menuding bupati menerima uang pelicin dalam proses penerbitan IMB untuk PT Pertiwi Lestari. Namun begitu, Wawan mengaku, pihaknya menerima uang retribusi dari PT Pertiwi Lestari Rp 125.374.500, uang tersebut telah masuk ke dalam kas daerah.

Proses penerbitan IMB pemagaran itu, sambung Wawan, diawali masuknya surat permohonan IMB pemagaran lahan seluas 17.449 m2 dari PT Pertiwi Lestari dengan Nomor. 006/PL-EKT/3016 Tanggal 21 April 2016 yang ditandatangani Timotius Simroni.

Untuk menindaklanjuti surat itu, DPMPTSP meminta bantuan teknis lapangan untuk melakukan kajian langsung ke lokasi lahan tersebut. Kemudian, berdasarkan berita acara verifikasi lapangan pada tanggal 29 Juni 2016, tanah yang akan dipagar itu sesuai setifikat pada bidang 5, 11 dan 30 tidak ada masalah.

Dengan dasar itu, DPMPTSP berani menerbitkan IMB untuk keperluan pemagaran, melalui surat No. 503/7040/719/IMB/BPMPT/2016, tetapi lahan yang boleh dipagar itu menyusut, menjadi 11.821 m2 saja, sebab di lokasi tersebut ada beberapa bidang tanah yang masih dikuasai pihak lain.

"Setelah dipagar, malah muncul konflik sosial, tetapi kami tidak mungkin mencabut IMB, karena hal ituharus ditempuh melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," kata Wawan, kepada wartawan.

Disebutkan, karena lahan yang boleh dipagar berkurang, PT Pertiwi Lestari mengajukan permohonan IMB susulan melalui surat No. 019/PL-EXT-VII/2016 tertanggal 21 Juli 2016 untuk pemagaran lahan seluas 3.031 M2. Hanya saja, tim teknis lapangan dalam berita acaranya menyebutkan, di lapangan masih terjadi konflik sosial. Selain itu, muncul surat keberatan dari LVRI yang mengklaim tanah yang akan dipagar adalah miliknya.

"Atas dasar berita acara dari tim teknis lapangan tersebut, hingga kini, IMB pemagaran untuk lahan seluas 3.031 meter persegi belum kami terbitkan," ungkap Wawan.

Dalam kesempatan itu Wawan menepis tudingan yang menyebutkan, proses penerbitan IMB untuk PT PL berjalan secara kilat. Kata dia, jika melihat kronologisnya, tenggat waktu surat permohonan hingga terbit IMB terpaut waktu tiga bulan. Artinya, penerbitan IMB tersebut berjalan sesuai prosedur. (rls/spn)

foto: ilustrasi, net
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -