Berita Terkini

Tuntutan Buruh Dikabulkan, tapi Angka UMK Masih Ditutupi

KARAWANG, KarawangNews.com - Tuntutan kenaikan upah buruh sebesar 30 persen di kabulkan Pemerintah Daerah Karawang, Kamis (20/11/2014) sekitar pukul 08.00 WIB, upah ini dinilai tertinggi di Indonesia, dibanding daerah lain. Hasil ini dicapai buruh setelah mereka bertahan di kantor bupati sejak Rabu pagi, bahkan ribuan buruh dari berbagai aliansi ini pun sempat memblokade Jalan Interchange akses gerbang tol Karawang Barat.

Namun begitu, pihak Pemda Karawang, Apindo dan perwakilan buruh yang telah bernegosiasi itu belum menyebut angka, jumlah upah itu masih ditutupi. Dikabulkannya tuntutan kenaikan UMK Karawang, karena Apindo menyerah dan walk out dari perundingan tersebut pada Kamis pukul 05.00 WIB, sehingga Pemda Karawang dan dewan pengupahan mengeluarkan angka dan menyepakati tuntutan kenaikan UMK yang berada pada kisaran 30 persen.

"Dengan hasil ini, kita membubarkan diri dan akan terus mengawal proses penetapan UMK di tingkat provinsi oleh gubernur," kata Feri, koordinator aksi buruh. (had)

Aksi Ribuan Buruh Menutup Jalan Raya

KARAWANG, KarawangNews.com - Ribuan buruh akhirnya membuka blokade jalan akses gerbang tol Karawang Barat setelah bertahan selama 5 jam, Rabu (19/11/2014) malam, aksi ini menimbulkan kemacetan sepanjang jalan Interchange Karawang Barat, sehingga menganggu lalu lintas publik. Aksi buruh ini awalnya akan masuk jalan tol, tetapi mereka dihadang ribuan polisi yang sudah berjaga.

Ini dilakulan massa buruh sebagai upaya untuk menekan pemerintah daerah dan Apindo, agar tuntutan kenaikan upah sebesar 30 persen dikabulkan. Aksi blokade jalan ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total, sehingga polisi berusaha untuk membubarkan aksi massa ini.

Setelah 5 jam memblokade jalur itu, akhirnya buruh membuka jalan dan kembali mengepung kantor bupati, sebab pembahasan kenaikan upah yang dilakukan perwakilan buruh di kantor bupati berlangsung alot.

Aksi buruh ini dimulai sejak Rabu pagi, melibatkan seluruh aliansi serikat buruh dari semua perusahaan se-Kabupaten Karawang. Aksi konvoi mereka sepanjang jalan menuju kantor bupati ini menyebabkan kemacetan. (had)

PNFI Karawang Dapat Penghargaan Nasional

KARAWANG, KarawangNews.com - Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Karawang mendapat anugrah penghargaan pengabdi kursus dan pelatihan kategori pemerintah kabupaten
terbesar alokasi dana untuk PNFI tahun 2014. 

Penghargaan ini diterima Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dari Kementerian Pendidikan, Rabu (19/11/2014) di salah satu hotel daerah Baranangsiang, Bogor, bertepatan di Hari Kompetensi Nasional 19-21 Nopember 2014.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah disalurkan Kabupaten Karawang di bidang PNFI mencapai Rp 1.479.532.500 dari tahun 2012-2014 kedua terbesar se-nasional setelah Kabupaten Sleman, Jogyakarta Rp 1.667.440.000 dari tahun 2011-2014, kemudian ketiga Banyumas Jawa Tengah Rp 1.225.000.000 dari tahun 2012-2014. Sedangkan provinsi yang mendapat penghargaan ini yaitu Bengkulu dengan APBD untuk bidang PNFI Rp 1.950.000.000.

Diketahui, Kabupaten Karawang mengalokasikan APBD untuk pendidikan sebesar 35%, ini melebihi amanat undang-undang yang mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan 20% untuk pendidikan. Di dalam anggaran 35% itu dialokasikan untuk bidang PNFI dengan jumlah biaya Rp Rp 1.479.532.500 selama tiga tahun ini.

Dengan demikian, Karawang dianggap mampu menopang kegiatan lembaga pendidikan non formal dengan bukti telah mampu berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Terakhir, PNFI Karawang juara umum perlombaan Hari Aksara Internasional ke-49 tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang Bandung 1-2 Nopember 2014.

Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang, Amid Mulyana SE menjelaskan, selama dua tahun menjabat di PNFI, dia fokus dan komitmen memajukan semua lembaga pendidikan non formal dan informal. Keberhasilannya di bidang PNFI ini tak lepas dari upaya Pemkab Karawang memajukan pendidikan, yaitu dengan menganggarkan APBD hingga 35% untuk pendidikan.

Diakuinya, lulusan non formal ke depan tak kalah saing dengan formal, sebab di lembaga pendidikan non formal pun diajarkan berbagai keahlian melalui kursus. Sehingga, akan banyak masyarakat yang memiliki keahlian khusus dan mampu berwirausaha, kemudian bisa menjadi masyarakat yang sejahtera, di tengah maraknya industrialisasi di kabupaten ini. (spn)

Ribuan Polisi Amankan Demo Buruh

KARAWANG, KarawangNews.com - Ribuan personil polisi diterjunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa buruh menunut kenaikan upah buruh tahun 2015 sebesar 30 persen, Rabu (19/11/2014). Selain itu, sejumlah alat penghalau massa juga disiagakan mengantisipasi kerusuhan yang mungkin terjadi.

Proses perundingan antara Pemkab Karawang, Apindo dan buruh berlangsung alot di ruang rapat bupati sejak Rabu pagi hingga malam. Untuk mengamankan jalannya rapat itu, ribuan polisi dari Polda Jawa Barat, serta Polres disiagakan dan di sebar ke sejumpah titik wilayah yang akan jadi sasaran buruh untuk menekan Apindo, agar mau menyepakati usulan kenaikan upah sebesar 30 persen.

Beberapa titik yang dijaga polisi diantaranya gerbang tol Karawang Timur, gerbang tol Karawang Barat, serta pintu kawasan industri. Sebab, aksi massa ini mengancam akan menutup jalur tol serta kawasan industri.

Sebelumnya, mulai Rabu pagi, aksi massa buruh terus bertambah dari berbagai aliansi, mereka mengepung kantor bupati dan DPRD, serta menutup seluruh akses jalan dan gerbang masuk di lingkungan kantor bupati.
Selain itu, buruh terus melakukan tekanan kepada pihak Pemda Karawang dengan orasi dan kecaman akan menduduki kantor bupati hingga keputusan mereka dikabulkan.

Selama aksi ini, akses utama Karawang Jln. Ahmad Yani ditutup ribuan buruh yang demo, sehingga menimbulkan kemacetan, sejumlah pengendara harus memutar arah mencari jalan tikus ke sekitar pemukiman setempat. (spn)

Kecewa BBM Naik, HMI Bakar Foto Jokowi

KARAWANG, KarawangNews.com - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang membakar foto Presiden Jokowi di depan SPBU Jln. Ahmad Yani Karawang, Selasa (18/11/2014), ini mereka lakukan sebagai bentuk protes naiknya harga BBM jenis premium Rp 2.000/liter. Sebab, kenaikan itu akan berdampak naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Koordinator lapangan aksi, Rudi Maula menjelaskan, penolakan kenaikan harga BBM ini bukan solusi tepat, karena masyarakat kecil akan terus tercekik kebutuhan hidup. Kata dia, presiden yang baru dilantik ini berjanji akan mensejahterakan 'wong cilik', tetapi janji itu bohong. Bahkan di internal mereka sendiri terjadi kontroversi persoalan kenaikan BBM ini.

"Itu menandakan kenaikan BBM ini dipaksakan, kami khawatir ada pesanan dari orang asing supaya BBM naik dan keuntungan direnggut oleh para mafia. Dengan kondisi ini, masyarakat yang susah," katanya. (oca)

Cabor Panjat Tebing Karawang Menambah Emas

KARAWANG, KarawangNews.com - Tim Panjat Tebing Putri Kabupaten Karawang kembali mencatatkan prestasi dengan meraih emas pada lanjutan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XII/2014, di Kabupaten Bekasi, Selasa (18/11/2014).

Perolehan emas ke-16 yang diraih Karawang itu disumbangkan atlet panjat tebing, Reza Rizky Amelia, Fitri Himalaya dan Siti Maryam dari nomor speed track beregu putri.

Pada babak final itu, Tim Panjat Tebing Putri Karawang meraih emas setelah menaklukkan tuan rumah Kabupaten Bekasi, juara bertahan Porda
Jabar Kota Bandung, dan Kota Bogor.

Reza, Fitri dan Maryam dari Karawang berhasil mencatatkan total waktu hingga 27.36 detik. Sedangkan Tim Panjat Tebing Putri dari tuan rumah
(Mela Contesa/Mela Aryani/Karina) harus puas meraih medali perak setelah mencatatkan total waktu 28.95 detik.

Kemudian Tim Panjat Tebing Kota Bandung (Wanti Wahyuni/Maudila Tania/Asyifa Putri Utami) mencatatkan total waktu 36.21 detik dan meraih perunggu.

Begitu juga dengan Tim Panjat Tebing Kota Bogor (Hani Khoirunisa/Annisa Syahfitri/Amelia), hanya meraih perunggu setelah mencatatkan total waktu 33.30 detik.

Pelatih Panjat Tebing Karawang, Kamran mengatakan, emas yang diraih dari Nomor Speed Track Beregu Putri itu merupakan raihan emas kedua di cabang olahraga Panjat Tebing. Satu emas sebelumnya dari cabang olahraga itu, diraih Reza Rizky Amelia dari Nomor Speed Track Perorangan Putri.

"Kita bersyukur anak-anak mampu meraih emas. Sebab, persaingan cukup ketat di cabor Panjat Tebing. Anak-anak harus bertanding menghadapi
sejumlah atlet Panjat Tebing nasional yang turun pada Porda Jabar ini," katanya.

Di Cabang Olahraga Panjat Tebing itu terdapat 18 medali emas yang diperebutkan pada Porda Jabar 2014. Untuk sementara, kontingen Kota Bogor dan Kabupaten Bogor masing-masing sudah meraih satu emas pada cabor Panjat Tebing.

Sedangkan Kota Bekasi dan Karawang masing-masing sudah meraih dua emas, dan tuan rumah Kabupaten Bekasi sudah meraih tiga emas.

Kamran menyatakan, cabang olahraga Panjat Tebing memungkinkan untuk menambah medali emas pada pertandingan selanjutnya, seperti dari Speed Classic Putra/Putri.

"Kita masih berpotensi meraih emas dari cabor Panjat Tebing, karena sampai saat ini kekuatan antarkontingen di cabor ini masih sama kuat,"
kata dia.

Sementara itu, di cabang olahraga lainnya, Karawang juga menambah koleksi medali emas yang disumbangkan dari cabang olahraga Anggar,
Nomor Floret Beregu Putra (Bayu Septiana/Dennis/Dzulfi Ahmad S/Ihsan).

Dari Nomor Degen Beregu Putri (Ikah Sarikah/Sri Ayanti/Maharani/Dian Eka Pertiwi), kontingen Karawang meraih medali perak pada pertandingan
yang digelar Selasa ini di Kabupaten Bekasi.

Ketua Tim Pengawas dan Pengendalian Karawang Porda Jabar 2014, Mimin Suherman, mengatakan, Anggar merupakan salah satu cabang olahraga
unggulan pada Porda Jabar tahun ini.

Atas hal itu, ia menyatakan Anggar masih berpeluang menambah emas pada pertandingan selanjutnya, meski kini target raihan lima emas dari Anggar sudah terpenuhi.

Terdapat dua nomor pada cabor Anggar yang berpeluang menambah koleksi emas untuk Karawang, yakni Nomor Degen Beregu Putri dan Floret Beregu Putra.

"Untuk cabang olahraga lainnya yang diharapkan meraih emas ialah tinju, billiar, dan cabang olahraga atletik," kata Mimin.

Sesuai dengan catatan posko Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karawang, perolehan medali sementara, Karawang kini sudah mencapai 55
medali. Terdiri dari 16 emas, 18 perak dan 21 medali perunggu. (rls)

Harga BBM Naik 30% Harus Diimbangi Upah Pekerja Naik

KARAWANG, KarawangNews.com - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari Rp 6.500 jadi Rp 8.600 per liter atau naik 30 persen, harus diimbangi dengan naiknya upah pekerja sebesar 30 persen mulai 21 Nopember 2014. Sebab, kenaikan BBM memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.

Hal itu dijelaskan anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka saat menghadiri acara sosialisasi Program Keluarga Berencana, Rumah Sehat, RT Sehat dan Desa Berdikari, di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Selasa (18/11/2014) sore. Kata dia, pemerintah punya hak untuk intervensi subsidi BBM.

Rieke meminta, dengan kenaikan harga BBM ini perusahaan tidak mem-PHK pekerjanya. Sehingga, harus ada kebijakan politik perlindungan industri dan perdagangan dari pemerintah.

Selain itu, Rieke juga meminta kepada pemerintahan Jokowi-JK tidak boleh menjalankan kebijakan politik upah murah. Rieke menyatakan dukungannya terhadap buruh di seluruh Indonesia yang saat ini sedang bejuang bersama dewan pengupahan di setiap kabupaten/kota untuk kenaikan upah di tahun 2015.

"Jadi, gubernur jangan mengubah keputusan upah pekerja naik yang telah ditetapkan kabupaten dan kota," ucapnya. (spn)

Rieke Canangkan Kampung Sehat di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Anggota DPR RI Komisi XII Rieke Diah Pitaloka menyampaikan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) bisa diperoleh semua masyarakat. Maka, pendataan penduduk harus akurat, jangan sampai warga miskin yang punya kendaraan sepeda motor malah tidak mendapat kartu tersebut.

Untuk itu, pendataan harus dilakukan pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya dilibatkan dengan komando tetap di pusat, sehingga tidak boleh dikelola pemda, supaya jelas dan pendataan tersebut tidak jadi objek politisasi daerah.

"Kita sedang berjuang, karena untuk mendata warga miskin itu ada definisi baru, diantaranya yaitu jika rakyat upahnya di bawah UMK, maka harus dapat Kartu Indonesia Sehat," jelasnya, saat hadir mencanangkan Kampung Sehat di Kampung Bakan Tambun, RT 01, RW 07, Ponpes Nidzomu Sholawat,  Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Selasa (18/11/2014) sore.

Di acara dilaksanakan pengobatan gratis, penggunaan alat kontrasepsi KB, deteksi awal kanker rahim, juga sosialisasi kartu BPJS yang dihadiri Kepala BKBPP Karawang, Dr. Yuska Yasin, Dinas Kesehatan Karawang, juga petugas TKSK se-kabupaten. Acara inu pun dihadiri mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Deden Darmansah.

Kata Rieke, penggunaan alat kontrasepsi diperuntukan bagi pasangan usia subur, tidak ada kategori kaya atau miskin, karena KB tidak boleh dikomersialisasikan, harus gratis.

"Ternyata banyak anak bukan banyak rejeki, tetapi banyak kebutuhan," kata Rieke.

Kepala BKBPP Karawang, Dr. Yuska Yasin mengatakan, KB ini solusi dari tingginya jumlah penduduk dunia yang mencapai 7 miliar dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 4,1 miliar dan jumlah penduduk Karawang sebanyak 2,2 jiwa.

"Dengan jumlah penduduk ini timbul permasalahan dan solusinya dengan melaksanakan KB," kata dia. (spn)