Berita Terkini

APMI Menggelar Festival Padi Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Hampir seratus peserta yang terdiri dari Gapoktan, Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA), Asosiasi Industri Kerajananan dan Aneka (AIKKA) dan kelompok binaan usaha se-Kabupaten Karawang mengikuti Festival Beras Karawang yang digelar oleh Aliansi Petani Muda Indonesia (APMI) dan Yayasan Putera Pajajaran, di Pasar Bersih Galuh Mas, Kamis (18/12/2014).

Dijelaskan koordinator pelaksana festival juga Sekretaris Yayasan Putera Pajajaran, Muhammad Sulton, rangakian pameran ini dilaksanakan aliansi beras Karawang yang tergabung dalam anggota APMI dan pengusaha beras yang tersebar di beberapa pasar beras se-kabupaten. Tujuan acara ini untuk mengangkat dan mempertegas kembali Kabupaten Karawang merupakan tulang punggung swasembada beras.

Selain hasil produk beras, di pameran ini pun ditampilkan produk-produk kue yang terbuat dari beras, seperti kue bolu, rangginang dan aneka makanan jamur merang yang tumbuh dari jerami padi. Jamur merang ini salah satu produk yang paling potensial, bahkan mampu ekspor hingga ke Negara Jepang. Selain itu ada makanan olahan makanan petani.

"Pameran dilaksanakan di Pasar Bersih Galuh Mas ini, merupakan upaya kita untuk mempertemukan produk lokal Karawang di titik bisnis lokal, nasional dan internasional, karena pasar ini sangat mendukung untuk menumbuhkan dan memfungsikan promosi padi Karawang," kata Sulton.

Festival Padi ini dilaksanan selama empat hari sejak 18-21 Desember 2014 di Pasar Bersih Galuh Mas. Diakui Sulton, Galuh Mas ini merupakan pusat ekonomi dan dinamis, sebab produk pertanian pun bisa diperkanalkan di Pasar Bersih Galuh Mas ini. (spn)

Toko Pakaian Dua Lantai di Cikampek Terbakar

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebuah gedung toko pakaian dua lantai di Pasar Cikampek terbakar, Rabu (17/12/2014) malam. Kebakaran juga merambat ke sejumlah rumah di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi kejadian berupaya menerobos kobaran api yang membakar toko yang terletak di Jln. Ir. H. Juanda, Pasar Cikampek ini, petugas berusaha mencari titik sumber api.

Empat unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakan kobaran api, sebab kebakaran ini terjadi tepat di area Pasar Cikampek. Petugas berhasil menjinakan api sebelum kebakaran meluas, tetapi ada dua rumah milik warga di sekitar lokasi kejadian yang ikut terbakar.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran, diduga api berasal dari hubungan pendek arus listrik. Kebakaran pertama kali diketahui oleh ketua RW setempat yang melihat kepulan asap dari ruang belakang gedung tersebut. (had)

Jimmy Daftar Calon Bupati ke PDI-P, Dikawal 3 Ribu Massa

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Karawang, Ahmad Jamakhsyari yang akbar disapa Jimmy, mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon bupati Karawang ke Sekretariat DPC PDI Perjuangan Karawang, Kamis (19/12/2014) siang. Berkas tersebut diterima langsung pengurus DPC PDI Perjuangan yang kemudian akan di serahkan ke DPP PDI Perjuangan untuk diseleksi.

Diakui Jimmy, kerja sama politik PKB dan PDI Perjuangan sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak masa kemerdekaan. Dengan begitu, dia berharap PDI Perjuangan bisa mengusungnya sebagai calon bupati Karawang periode 2015-2020.

"Untuk mencalonkan diri memang butuh keberanian, saya harap PDI Perjuangan bisa mengusung saya jadi bupati Karawang," jelasnya.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang, Rosadi NS menyatakan, PDI Perjuangan membuka pendaftaran bakal calon bupati Karawang sejak 15 Desember 2014 hingga 15 Januari 2015. 

Penjaringan bakal calon bupati ini sesuai mekanisme partai, bagi seluruh masyarakat Karawang yang berkeinginan membangun dan mensejahterakan daerahnya.

"Pengembalian berkas pendaftaran calon bupati ini akan menjadi pertimbangan Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri," kata Rosadi.

Dijelaskannya, pendaftaran ini akan masuk ke tahap penjaringan, diantaranya tes kesehatan dan psikotes, kemudian test uji publik, juga elektabilitasnya, ini akan dipertimbangkan oleh DPP PDI Perjuangan dengan tim penilai independent.

Jimmy mendatangi Sekretariat DPC PDI Perjuangan dengan mengayuh becak sejauh 300 meter dari Fly Over Jln. Raya Gempol, diikuti sebanyak 3 ribu massa keluarga besar dan pendukungnya dengan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor. Pengawalan pendaftaran ini sempat membuat macet Jln. Raya Gempol selama hampir 1 jam. (spn)

45 Peserta Pasanggiri Tari Jaipong Lolos ke Grand Final

KARAWANG,  KarawangNews.com - Dari 95 peserta Pasanggiri Tari Jaipong HUT Partai Gerindra ke-7 yang dilaksanakan 15 Desember 2014 di Kampung Budaya, Karawang Barat kemarin, sudah terpilih 22 peserta yang masuk grand final dari tingkat SD dan SMP.

Sedangkan untuk kategori dewasa tercatat 23 peserta yang masuk ke grand final, total sebanyak 45 peserta hasil seleksi yang akan masuk ke grand final.

Peserta yang lolos ke grand final ini akan kembali unjuk "kabisa" di GOR Panatayuda,  Karawang, pada 20 Desember 2014 mulai pukul 09.00 WIB. 

Para finalis dari tingkat SD dan SMP yaitu:

1 - Gadis Nayalan
2 - Sekar Arum
6 - Santi Febrianti
9 - Violita Octaviani
10 - Imasita Aurelia Putri
11 - Desy Lidya Fitri
13 - NidaWidya
15 - Shella Mulya
16 - Fadia Nur Fadilah
18 - Wiwin Widya
19 - Silvi Apriliani
22 - Sephia Putri Anggara
23 - Desy Mayasari
24 - Nabila Herlambang
26 - Tia Nursavitri
27 - Farsya Shilaputri
28 - Nabila Zulfa Mukrisa
29 - Alda Cantika Putri
31 - Raisa Salsabila
36 - Amelia Triana
40 - Tria Kusuma Dewi
43 - Sri Lestari

Kemudian, finalis tingkat dewasa/umum yaitu:

3 Melinda Ratya Mulyadi
4 Bella Dawanti
5 Dimas Samiaji Putra
6 Siti Aminah
10 Anisa Fitria Kusuma S.
12 Sri Ratnasari
13 Rita Sylvia
14 Moh. Sulaiman
15 Rima Rahmawati
16 Desty Wiratna Inten
17 Widianingsih
19 Mutia Haslinda Irwan
20 Widiana Sari
24 Dewi Komalasari
27 Gina Dwi Ratnasari
29 Kuswindarini
31 Anisya Cahaya Mustika
32 Dian Kusumawati
33 Fitria Rizki Ramadhan
34 Khoerul Umam
35 Meilida
38 Devi Permana Sakti
39 Rifka Aola Putri


Puluhan Tamu Resepsi Khitanan Keracunan Makanan

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 33  warga Desa Medangasem dan Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta keracunan makanan hidangan resepsi khitanan, Senin (15/12/2014). Para korban keracunan ini langsung dilarikan ke Puskesmas Medangasem, sedangkan 10 korban diantaranya harus dirujuk ke RS Proklamasi dan RSUD Karawang.

"Kondisi sebagian pasien mengalami gejala keracunan, mereka dirawat di rumah sakit, sebagian besar dirawat di Puskesmas," kata petugas medis Puskesmas Medangasem, Dr. Tuti.

Diantara korban adalah seorang balita usia 3,5 tahun asal Dusun Babakan RT 08, RW 03, Desa Medangasem, terpaksa di rujuk ke rumah sakit akibat terlalu banyak muntah muntah dan buang air besar. Ironisnya, ke dua orang tua balita tersebut ikut dirawat akibat keracunan makanan yang sama.

Dijelaskan Kepala UPTD Puskesmas Medangasem, Wawan M.Kes, hingga Senin sore korban keracunan  terus bertambah, bahkan meluas kepada para tamu dari wilayah Kecamatan Cibuaya, akibat makanan yang dikonsumsi dari tempat yang sama.

Diketahui, penyedia makanan siap saji ini berasal dari Dusun Bayur, Desa Payungsari, Kecamatan Pedes dan polisi langsung menyelidiki kasus ini.

"Kita akan cari tahu tentang penyebab kejadian ini, apakah ada unsur kelalaian atau karena kesengajaan. Kita akan usut kasus ini hasil dari penyelidikan," ungkap Aiptu Mulyadi. (get)

95 Penari Jaipong Berebut Hadiah di HUT Partai Gerindra


KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 95 peserta Pasanggiri Tari Jaipong mulai unjuk kebolehan setelah dibuka Ketua DPC Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy, Senin (15/12/2014) pukul 10.00 WIB di in door Kampung Budaya, Jln. Interchange, Karawang Barat.

Satu persatu peserta yang mayoritas pelajar SD hingga SMA memperlihatkan gemulai tarian mereka dengan iringan musik pilihan, diantaranya Bajidor Kahot, Kembang Tanjung, Gandrung, Tablo Naek Kukupu, Kulu-kulu Bem Naek Grimis Munggaran, Leungiteun, Sanca Gugat, Ronggeng Nyentrik, Makalangan dan Senggot.

Pasanggiri ini akan dilaksanakan hingga 19 Desember dan final pada 20 Desember yang akan digelar di out door GOR Panatayuda Karawang. Kata Royke, acara ini untuk memeriahkan rangkaian kegiatan menjelang HUT Partai Gerindra ke-7 pada 6 Februari 2015.

Pemenang juara pertama pasanggiri ini akan memperoleh hadiah sepeda motor, sedangkan juara kedua dan ketiga akan mendapatkan tiket wisata Karawang-Yogyakarta. Kemudian bagi juara harapan akan mendapatkan uang pembinaan.

"Pasanggiri ini untuk kembali mengingatkan nilai budaya di Karawang, bahkan Gerindra kedepan akan membuat sanggar seni daerah untuk melatih kesenian daerah Karawang," jelas Royke. (spn)

Kejari Karawang Tidak Optimal Bekerja

KARAWANG, KarawangNews.com -  Penyelamatan uang negara yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karawang dari kasus dugaan tindak pidana korupsi masih sedikit dibandingkan dengan potensi kerawanan korupsi di Karawang demikian kata Praktisi Hukum Karawang Asep Agustian SH MH.

"Kejari Karawang perlu mengoptimalkan lagi pengungkapan kasus korupsi, agar penyelamatan uang negara tinggi," katanya kepada wartawan Minggu (14/12/2014).

Untuk ukuran di Karawang, kata dia, penyelamatan uang negara yang hanya mencapai Rp 654.620.440 selama Januari-Oktober 2014 itu terlalu sedikit.

Sebab, tingkat kerawanan terjadinya tindak pidana korupsi di berbagai instansi lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang cukup tinggi.

Diduga Asep, sepanjang tahun ini, kinerja Kejari Karawang tidak maksimal dan kurang serius dalam mengungkap kasus dugaan korupsi.

Diantara buktinya, penyelamatan uang negara yang minim. Itupun berasal dari kasus-kasus dugaan korupsi "warisan" tahun-tahun sebelumnya, tidak murni dari pengungkapan kasus yang ditangani pada 2014.

Ia menyebutkan, kerawanan perbuatan korupsi Karawang tinggi, karena dari kasus surat persetujuan pemanfaatan ruang (SPPR) yang menyeret Bupati setempat Ade Swara isterinya Nurlatifah saja, itu
cukup banyak yang terlibat.

"Dari kasus pemerasan pembuatan SPPR yang ditangani KPK, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 5 miliar. Jadi seharusnya, penyelamatan uang negara oleh Kejari Karawang lebih besar dari yang dihasilkan saat ini," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kejari Karawang AM Arifin sebelumnya menyatakan, selama Januari-Oktober 2014 sudah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 654.620.440 dari beberapa kasus dugaan korupsi.

Secara umum, capaian penanganan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Karawang sebanyak lima kasus atau perkara yang dalam tahap penyelidikan. Sedangkan tahap penyidikan yang kini ditangani Kejari Karawang empat perkara, dan enam perkara yang sudah proses penuntutan. (*spn)

Pemkab Karawang Tak Mampu Tertibkan Bangunan Liar

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai tidak mampu menertibkan bangunan liar yang mulai marak di seputar perkotaan Karawang . Akibatnya trotoar jalan yang seharusnya diperuntukan untuk pejalan kaki habis tertutup oleh bangunan liar.

Dari pemantauan, terungkap sejumlah bangunan liar kini makin gencar berdiri di sepanjang sungai di kawasan Kepuh Karangpawitan. Puluhan bangunan yang berdiri diatas trotoar ini digunakan untuk tempat usaha.

Berdirinya puluhan bangunan liar di atas trotoar jalan melengkapi kesan kumuh yang sebelumnya sudah berdiri bangunan liar yang dihuni ratusan kepala keluarga di sepanjang sungai.

Padahal Pemkab Karawang melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan menganggarkan dana miliaran rupiah untuk normalisasi sungai. Hanya saja anggaran tersebut menjadi mubazir ketika penghuni bangunan liar itu melakukan protes.

Pemkab Karawang tidak memiliki keberanian untuk melakukan penertiban. Bahkan terkesan anggaran yang disediakan  untuk proyek normalisasi sungai hanya asal-asalan saja.

Seperti disampaikan Ketua LSM Lodaya Nace Permana, pemerintah harus mencari solusi yang tepat untuk menertibkan bangunan liar yang ada di sepanjang sungai. Apalagi berdiri di pusat kota akan terlihat Karawang menjadi kota yang kumuh.

Sebaiknya, kata Nace, pemerintah merelokasi penghuni bangunan liar di sepanjang sungai dengan menyediakan lahan atau uang pengganti yang nilainya bisa di musyawarahkan dengan penghuninya.

“Pemerintah harus tegas menertibkan bangunan liar yang ada di sepanjang sungai. Bukan hanya kumuh tapi ancaman banjir bisa terus terjadi setiap tahun di seputar kota Karawang. Jangan sampai kondisinya sudah parah baru ditertibkan, malah sulit nantinya," tandasnya. (*spn)