Berita Terkini

NPK Kujang Berhasil di Boyolali, Petaninya Minta Tambah Pupuk

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pupuk Kujang menerima kunjungan kelompok tani dari Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (23/3/2017) siang, para petani ini ingin melihat langsung produksi pupuk di Pupuk Kujang Cikampek.

Dijelaskan Manajer Humas PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, petani Boyolali sudah mencoba pupuk NPK 30-6-8 untuk padi, hasilnya memuaskan. Sehingga, mereka meminta agar PT Pupuk Kujang mensuplai pupuk tersebut ke daerahnya.

Kata dia, permintaan petani tersebut akan dipenuhinya dengan pupuk non subsidi. Sebab, pupuk subsidi PT Pupuk Kujang hanya berlaku bagi daerah Jawa Barat dan Banten.

"Kita himbau petani di Boyolali untuk menggunakan pupuk organik jenis excow," ucapnya. 

Jumlah suplai pupuk, sambung Ade, akan disesuaikan dengan permintaan. Meski begitu, Pupuk Kujang tidak akan membatasi jumlah suplai untuk petani di Boyolali dan daerah lainnya. (spn)

Polisi Sosialisasi Pencegahan Kejahatan Anak

KARAWANG, KarawangNews.com - Polres Karawang gencar melakukan sosialisasi pencegahan kejahatan terhadap anak-anak, polisi menggandeng pemerintahan desa dan lembaga lainnya untuk bersama-sama melindungi anak-anak.

Kejahatan yang marak dialami anak-anak yaitu kejahatan seksual dan penculikan, ini kerap terjadi hampir setiap waktu di beberapa daerah.

"Kita melakukan sosialisasi ini dengan mendatangi sekolah-sekolah," kata anggota Polsek Klari, Aiptu Dadang Darmaji, Rabu (22/3/2017). (had)

Polisi Ciduk Buronan Pencuri Motor

KARAWANG, KarawangNews.com - Tim Buser Jatanras Satreskrim Polres Karawang menciduk pelaku pencuri motor, ASP alias Rawing (39) di rumahnya, Kampung Gempol Girang, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Senin (20/3/2017).

Pelaku, merupakan buronan polisi yang sering melakukan aksinya di wilayah Karawang, dari tangan pelaku, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor hasil kejahatannya. Selain sepeda motor, polisi mengamankan sejumlah alat yang digunakan membobol motor.

"Pelaku kita tangkap hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah ada korban kehilangan motornya di kontrakannya, bernama Yona (24) warga Klari," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona M.

Dijelaskan AKP Maradona, pelaku melakukan aksinya ini dengan merusak kunci pintu pagar kontrakan menggunakan kunci palsu, selanjutnya mengambil sepeda motor yang terparkir di teras kontrakan.

"Pelaku merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci palsunya," kata dia.

Diceritakannya, terungkap kasus tersebut hasil olah TKP unit Resmob bersama identifikasi, selanjutnya ditindaklanjuti penyelidikan terhadap keberadaan tersangka oleh unit tersebut. Akhirnya tersangka berhasil ditangkap beserta barang bukti sepeda motor hasil kejahatannya. (rls/spn)

Magang Kerja Solusi Mengatasi Pengangguran

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) menepis tudingan program pemagangan kerja di Karawang adalah perbudakan, diakuinya memang upah pekerja magang lebih kecil sekitar 75% dari UMK, tetapi pekerja magang ini akan diberi kesempatan menjadi karyawan tetap jika prestasi magangnya selama 6 bulan dinilai baik.

"Yang ngomong ini perbudakan coba kasih solusi ke kita bagaimana mengatasi pengangguran, kita sedang berupaya mengatasi pengangguran, harusnya didukung," katanya, Senin (20/3/2017).

Diakui Jimmy, program ini harus sukses, karena pilihan yang paling dekat untuk mengatasi pengangguran warga Karawang yaitu dengan pemagangan. Apalagi pihak indutri sudah menyatakan dukungannya untuk program pemagangan ini, sehingga ini menjadi peluang besar bagi warga Karawang untuk masuk kerja di pabrik-pabrik yang tersebar di beberapa kawasan industri Karawang.

Bekerja magang memang berbeda dengan pekerja tetap atau kontrak, terutama dalam hal pengupahan, tapi pekerja magang mendapat kesempatan lebih luas untuk menjadi pekerja tetap. Untuk itu, Jimmy memastikan program pemagangan kerja di Karawang akan terus berlanjut, sebab program ini dilihat efektif mengatasi masalah pengangguran di Karawang yang mencapai angka 135 ribu orang.

Untuk mensukseskan program pemagangan ini, kata Jimmy,  yang terpenting dilakukan adalah menyamakan visi antara Pemkab Karawang dengan perusahaan yang tergabung dalam forum HRD. 

"Makanya saya berharap warga karawang yang bekerja magang ini harus bersungguh-sungguh agar bisa diterima sebagai karyawan tetap," ujarnya.

Menurut Jimmy, sistem pemagangan yang sudah disepakati oleh pihak perusahaan yaitu pekerja magang bekerja di perusahaan industri selama 6 bulan dengan upah 75% dari UMK. Selama 6 bulan itu pihak perusahaan akan menilai apakah pekerja magang itu bekerja dengan baik.

Jika hasilnya memuaskan maka pihak perusahaan akan meningkat statusnya menjadi pekerja kontrak atau langsung menjadi karyawan tetap, tetapi sebaliknya jika jika hasil kerjanya dinilai buruk, maka pihak perusahaan akan memutus kerja sama magang dengan pekerjanya. 

"Yang penting pemerintah sudah memberikan kesempatan tinggal orangnya mau kerja keras tidak biar bisa diangkat menjadi karyawan," katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Karawang juga memikirkan pasca pekerja magang di perusahaan industri tidak berlanjut karena pihak perusahaan tidak mau menerima mereka bekerja. Maka, untuk menampung pekerja magang yang tidak lagi diterima perusahaan Pemkab Karawang akan membuat indutri kreatif atau home indutri.

"Nanti kita akan kerjasama dengan Apindo dan juga Kadin untuk mewujudkan industri kreatif ini," katanya.

Jimmy mengaku Pemkab Karawang berencana akan menggelontorkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk membangun industri kreatif. Saat ini Pemkab Karawang masih menyamakan persepsi dengan pihak Apindo dan Kadin agar memiliki pemahaman yang sama. 

"Kita masih membahas soal ini untuk menyamakan persepsi, nanti hasilnya akan kami laporkan ke bupati," kata dia. (nl/spn)

Kang Uyan Terpilih Ketua PCNU Karawang 2017-2022

KARAWANG, KarawangNews.com - KH. Ahmad Ruhiyat Hasbi (Kang Uyan) terpilih menjadi Ketua Tanfidziah PC Nadhlatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang, masa khidmat 2017-2022. Kang Uyan mengalahkan Acep Jamhuri pada Konfercab XX PCNU Karawang ini. Acara dilaksanakan di Ponpes Al Fathimiyah, Pinayungan, Telukjambe Timur, Minggu (19/3/2017) malam.

Kang Uyan memperoleh 26 suara, sedangkan Acep Jamhuri yang kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang hanya mendapat 5 suara. Sedangkan KH. Ade Fatahillah, pengasuh Pondok Pesantren Ar Rohmah, Kosambi, dipilih sebagai Rois Syuriah PCNU Kabupaten Karawang. 

Pada Konfercab ini, Kang Uyan resmi menggantikan Ketua PCNU sebelumnya, H. Ahmad Marjuki yang sudah menjabat selama 5 tahun. Kang Uyan menyampaikan, dia berterima kasih kepada H. Ahmad Marjuki telah merawat NU di Karawang dengan baik hingga hari ini.

Diketahui, Kang Uyan adalah kakak kandung Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari, saat ini Kang Uyan mengurus Pondok Pesantren At Tarbiyah di Telagasari. Pengisi acara Sarasehan Kang Uyan di Elshinta TV ini mengaku, akan membesarkan NU Karawang. (ds/spn)

Wartawan Diberi Penghargaan Kapolres Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Disela upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra, S.I.K memberikan penghargaan kepada tiga wartawan harian online, yang diakui telah berpartisipasi memberitakan tugas kepolisian. 

Tiga wartawan tersebut yaitu dari media RMOL.com, TVberita.co.id dan KarawangNews.com, ketiganya diberi piagam penghargaan langsung oleh Kapolres Karawang di tengah upacara tersebut.

"Terima kasih kepada media massa yang telah membantu meningkatkan kinerja kepolisian, beritanya jangan hanya yang bagusnya saja, tetapi harus kritik juga, untuk perbaikan kepolisian kedepannya," kata Andi, kepada wartawan di hadapan jajarannya.

Media massa tersebut, dianggap sebagai media yang berdedikasi dan loyalitas tinggi dalam pelaksanaan tugasnya, serta membuat citra Polri di tengah masyarakat menjadi lebih baik, juga pengelolaan media sosial yang dilakukan media massa itu dalam pemberitaan Polres Karawang.

Selain kepada wartawan, Kapolres juga memberikan penghargaan kepada empat anggota Polsek Rengasdengklok, yang membentuk tim khusus curanmor dan narkoba, serta keberhasilan mereka mengungkap kasus curanmor.

Mereka yaitu Reskrim Polsek Rengasdengklok, Iptu H. Gunarto SH, bersama tiga anggotanya, Aiptu Nanang Zaenal Mutaqin SH, Aipda H. Asep Dedih, SH dan Brigadir Abdul Ajid.

Penghargaan juga diberikan kepada anggota Polres Karawang yang menjadi operator media sosial di Satfung dan Polsek ya masing-masing. Mereka yang mendapat penghargaan itu yakni Bagsumda Polres Karawang yang dikelola Brigadir Benediktus Eka Ismana JW.

Kemudian, Siepropam Polres Karawang yang dikelola Brigadir Ruri Ahmad Ritaudin SH, dan Polsek Kotabaru yang dikelola Brigadir Diki. (rls/spn)

Gerindra Tidak Campuri Kasus Hukum Saepudin Juhri

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy menilai, kasus hukum yang menimpa kadernya, Saepudin Juhri merupakan perbuatan individu, tidak melibatkan Partai Gerindra, kadernya ini telah menghina Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kata Royke, terlalu dini jika Partai Gerindra meminta maaf kepada PKB. Sebab, ini urusan pribadi Sapudin Juhri, bukan masalah antara Partai Gerindra dan PKB.

"Partai Gerindra tidak punya masalah dengan PKB, yang meminta maaf kepada PKB seharusnya Saepudin Juhri," kata Royke, ketika ditemui di Kantor DPC Partai Gerindra, Perumnas Telukjambe, Kamis (16/3/3017) sore.

Diakui Royke, dia prihatin dengan kasus hukum yang menimpa kader partainya yang dilaporkan ke polisi oleh pengurus PKB beberapa waktu lalu. Saepudin dilaporkan, karena membuat komentar di facebook yang melecehkan PKB, dengan menyebut singkatan PKB 'Partai Kristen Baru'.

"Itu bukan urusan partai, tapi individu, kita tidak bisa ikut campur, apalagi kasus sudah masuk ranah hukum," jelasnya.

Dikatakan Royke, Partai Gerindra belum memiliki sikap terkait kasus hukum yang menimpa kadernya itu. Sehingga, jika ada kader Gerindra mengatasnamakan pimpinan partai soal kasus ini, itu akan dianggap ilegal.

Dia menegaskan, terkait kepemimpinan partai, tidak ada pergantian apalagi lagi pembekuan yang pernah disampaikan oleh salah seorang kader partainya beberapa waktu lalu.

"Jika ada yang mengaku ketua Partai Gerindra selain saya, silahkan cek SK-nya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU)," tandasnya. (spn/nl)

Partai NasDem Gelar TOT Saksi di Dapil II

KARAWANG, KarawangNews.com - Rabu (15/3/2017), DPD Partai NasDem Karawang menggelar training of trainer (TOT) saksi Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Daerah Pemilihan (Dapil) II Karawang, di Aula Mahkota, Rengasdengklok.

Pemateri DPRt dari tim komisi saksi DPD NasDem Karawang, KPU dan Panwas. TOT ini diikuti 400 peserta kader Partai NasDem dari 42 desa di 4 kecamatan Dapil II Karawang. Mereka dipersiapkan sebagai saksi penghitungan suara pemilihan umum di tiap ranting dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Para peserta ini dibekali pengetahuan, mengenai tugas dan fungsi saksi. TOT di Dapil II ini yang pertama dilakukan DPD Partai NasDem Karawang, berikutnya akan dilakukan TOT serupa di dapil lainnya se-kabupaten.

Ketua DPD NasDem Karawang, Dian Fadru Jaman mengatakan, partainya mentargetkan semua saksi di tingkat ranting terisi, kemudian para saksi ini akan ditempatkan ke TPS. Selain TOT, agenda ini pun dalam rangka memanaskan mesin partai menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2018 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019.

"Para saksi DPRt ini akan kita asuransikan, kita target saksi dari Partai NasDem terisi di semua TPS se-kabupaten," jelasnya, menceritakan tahun lalu tidak semua TPS terisi saksi dari Partai NasDem.

Diketahui, DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat mentargetkan 15 kursi DPR RI di Pileg tahun 2019 mendatang, juga 17 kursi di DPRD provinsi dan 181 kursi untuk kabupaten/kota se-Jawa Barat. Semua kegiatan partai akan mengarah ke pemenangan NasDem di Jawa Barat tahun 2019, pelatihan saksi ini menjadi salah satu jalan untuk memenangkan Pileg 2019. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -