Berita Terkini

Road Show, Dedi Mulyadi Borong Dagangan Warga

KARAWANG, KarawangNews.com - Seorang pedagang sayur, Sobana (47), yang biasa keliling jualan di Kampung Kepuhwareng, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat mengaku dapat untung lebih, setelah jualannya diborong Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat beliau road show ke masyarakat Kepuhwareng, Senin (21/2/2018) siang.

Beragam sayuran dan bumbu masak diserbu warga setempat yang didominasi para ibu-ibu dan anak-anak, sedangkan Sobana hanya bisa memegang gerobak motornya sampai dagangannya ludes tak tersisa.

"Diborong Dedi Rp 1,2 juta, modal belanja Rp 1,2 juta, tapi di kantong saya sudah ada Rp 400 ribu hasil keliling tadi pagi," kata Sobana.

Biasanya, kata Sobana, dari modal Rp 1,2 juta ini dia hanya dapat keuntungan Rp 200 ribu sehari, mulai pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, berjualan keliling sekitar Kampung Kepuh hingga Karangpawitan. Dia mengaku beruntung, hari ini sudah dapat untung Rp 400 ribu dari Dedi Mulyadi.

"Jualan baru tiga bulan, sebelumnya ngojek," ucapnya.

Sementara itu, pada road show ke desa-desa ini, Dedi Mulyadi tak hanya memborong pedagang sayur untuk dibagikan ke masyarakat setempat, Dedi juga memborong penjual jajanan lainnya di sepanjang pemukiman yang dilalui Dedi, ketika soan ke masyarakat setempat. (spn)

Kyai NU Doakan Ridwan Kamil Jadi Jabar 1

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan Kyai Nahdatul Ulama (NU) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mendoakan Ridwan Kamil, Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 1. Prosesi doa dilakukan  saat menghadiri Haul Kyai Haji Hasan Bisri Syafii, pendiri pesantren At Tarbiyyah, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Kamis malam (16/2/2018).

Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil bertemu dengan kyai - kyai sepuh dari seluruh penjuru Karawang. Tetcatat ada 30 kyai berpengaruh dari 30 kecamatan di Karawang hadir dan mendoakan Ridwan Kamil bisa duduk di kursi Jabar 1 atau gubernur Jawa Barat.

Mengenakan setelan jas abu-abu, gamis dan peci hitam, Ridwan duduk bersila bersama para kyai di panggung. Setelah mendoakan Kyai Hasan Bisri, para kyai balik mendoakan Ridwan Kamil supaya menang di Pilkada Jawa Barat. Pada malam itu, hadir juga Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda.

"Jadi begini ya, tidak boleh kita menolak dukungan, kita terima dengan baik, kita sudah dalam satu perahu," kata Ridwan. 

Dukungan untuk Ridwan dinyatakan oleh Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) putra Kyai Hasan Bisri. Jimmy yang juga wakil Bupati Karawang itu menyatakan dukungan kepada Ridwan atas dasar kesamaan latar belakang keluarga.  Kesamaan itu terungkap setelah Ridwan dan Jimmy mengupas sejarah keluarga masing-masing. 

"Saya merinding ternyata silaturahmi ini membawa benang merah. Rupanya kami sama-sama dari keluarga pesantren," kata Ridwan. 

Ridwan mengungkapkan pertemuan malam itu menghidupkan kembali kisah perjuangan kakek-kakek mereka. Berdasarkan pengamatan detik, Ridwan nampak tertegun saat mendengarkan video profil Kyai Hasan Bisri. 

"Saya jadi teringat kisah hidup kakek saya, Kyai Muhyiddin. Rupanya tak jauh beda dengan kakek Kang Jimmy, sama - sama pejuang NU. Sama-sama panglima Hizbullah melawan Belanda di zaman penjajahan dulu," kata Ridwan. 

Dukungan ini, menurut Ridwan seiring dengan upaya dia meningkatkan popularitas dan tingkat kesukaan di sejumlah wilayah pantura Jawa Barat. Sejumlah strategi disiapkan, di Karawang misalnya, Ridwan memanfaatkan patsun kyai - kyai sepuh nan berpengaruh. (fi/rls/spn)

Coba Wahana ATV di Wirasaba

KARAWANG, KarawangNews.com - Bosan dengan wahana bermain anak yang itu-itu saja, coba datang ke Dusun Pakuncen, RT 02/07 Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. 

Di atas lahan seluas 2.500 meter persegi, tersedia sirkuit motor trail dan ATV khusus buat anak-anak. Pihak pengelola juga menyewakan sepeda motor trail dan ATV mini khusus anak-anak dengan harga yang terjangkau. 

Sirkuit mini trail dan ATV anak-anak ini diberi nama sirkuit Wirasaba, karena lokasinya berdekatan dengan makan seorang tokoh di Karawang, bernama Wirasaba. 

Sirkuit dapat beroperasi berkat dukungan kerjasama antara pihak investor, organisasi Karang Taruna Desa Sukaharjha dan dibantu oleh Pemerintahan Desa Sukaharja. 

"Kami berharap, dengan dibukanya Sirkuit Wirasaba ini, dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar," kata Kepala Desa Sukaharkja, Ujang Kartiwa, disela prosesi peresmian dan pembukaan Sirkuit Wirasaba digelar pada Sabtu (17/2/2018).  

Dijelaskan lebih lanjut, keuntungan dari usaha penyewaan dan sirkuit dan kendaraan mini traili dan ATV anak-anak itu, diantaranya disihkan untuk pembangunan masjid yang sedang dalam proses pembangunan yang berada di samping Sirkuit Wirasaba. 

Sebagian antaranya juga, akan di kumpulkan untuk pembangunan wahana bermain anak, outbond dan fasilita olah raga. Lahan yang dipergunakan, merupakan lahan milik perusahaan yang belum dimanfaatkan. 

Lahan yang digunakan ini sistimnya pinjam kepada pihak perusahaan. Pihak pemilik lahan setuju jika lahannya dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat dan membangun perekonomian warga sekitar. 

"Ada juga warga setempat yang berprofesi sebagai penjual mini trail dan ATV, kita berembuk dan akhirnya sepakat membuka usaha ini, dan Insyaaalah bermanfaat bagi banyak orang," jelas Ujang Kartiwa. 

Sementara itu, pengelola Sirkuit Wirasaba, Agus Kuswoyo mengatakan, pihaknya menyediakan tujuh unit sepeda motor mini trail berkapasitas 50CC, 2 unit ATV 75CC dan 1 unit ATV 110LCC. 

Seluruh kendaraan tersebut disewakan dengan harga yang sangat bersahabat. Jika dibandingkan dengan harga sewa pada umumnya, harga yang ditawarkan lima puluh persen lebih murah. 

"Selain harganya murah, kami juga mengutamakan kselamatan dengan menyediakan peralatan pelindung badan, seperti helm, sepatu boots, dan pelindung pergelangan kaki dan tangan," katanya.

Diakui Agus, sebagian dari keuntungan dari penyewaan sirkuit dan kendaraan mini trail dan ATV akan disumbangkan untuk pembangunan masjid. Konsep usaha yang diusung oleh Agus, diklaim sebagai semi bisnis. 

"Saya berharap, apa yang dilakukan olehnya bersama rekan-rekan organisasi Karawang Taruna, dapat bermanfaat bagi warga sekitar," ucapnya. (tgh/rls/spn)

Warga Adiarsa Mengeluhkan Bau Kandang Sapi

KARAWANG, KarawangNews.com - Bau kotoran sapi yang berasal dari kandang sapi di Jalan Citarum Barat, RT 02, RW 10, Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat dikeluhkan warga setempat, sebab jarak kandang tak jauh dari pemukiman.

Bau tak sedap ini telah menganggu warga hampir empat tahun lamanya dan sudah banyak warga yang mengaku sering sakit dan muntah-muntah, tetapi belum ada respon dari pihak kelurahan maupun polisi untuk menindak tegas pengelola kandang sapi itu.

"Kandang ini harusnya jauh dari pemukiman, bau kotorannya sangat menyengat mengganggu lingkunga, bahkan baunya sampai ke mesjid," kata Yaya, warga setempat, Sabtu (17/2/2018) pagi.

Sejumlah warga menyebutkan, kandang sapi ini bukan milik warga setempat dan hanya dikelola oleh seorang kerabat pemilik yang tinggal di dekat kandang itu.

Di tempat terpisah, Lurah Adiarsa Barat, Irfan mengatakan,  pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga. Jika memang tidak sesuai aturan, maka dia akan melakukan tindakan tegas kepada pengelola kandang sapi.

"Jika perlu usir saja," kata Irfan. (dit/spn)

Pertamina EP Sosialisasi Penyelamatan Owa Jawa

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field bersama Yayasan Owa Jawa sosialisasikan penyelamatan hewan Owa Jawa di 8 sekolah di Kabupaten Karawang dan Subang, salah satunya SMAN 1 Cilamaya, Senin (12/2/2018). Primata yang mirip monyet dan hidup di hutan endemik ini populasinya nyaris punah akibat penebangan hutan untuk industri perkotaan,  pencurian hingga faktor alam.

Edukator dari Yayasan Owa Jawa, Ridwan Atuk mengatakan, kegiatan sosialisasi Owa Jawa ini didasari atas keprihatinan pihaknya pada Primata yang hampir punah di Indonesia ini. Sebab, hewan yang hidup selama 50 tahun dihutan dengan ketinggian 600 meter ini hanya menyisakan 4.000 ekor versi data UNHCR , itu pun hanya menyisakan di Jawa Barat saja, tepatnya di Gunung Pangrango dan Gunung Punang Bandung Selatan, karena di Jawa Timur sudah tidak bisa ditemukan lagi. 

Untuk itu, sejak tahun 2003, pihaknya sudah turun lapangan ke berbagai elemen masyarakat kaitan kesadaran penyelamatan Owa Jawa ini, sebab, selain punah akibat insldustrialisasi dilahan-lahan hutan endemik, tangan-tangan jahil juga acapkali mencuri hewan yang lambat perkembangbiakannya ini untuk di pelihara. 

Maka, bersama anak-anak SMA Cilamaya ini, ia sampaikan penyuluhannya, baik secara visual, game dan komunikasi dua arah yang diselenggarakan out door bersama PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field.

"Owa ini hampir punah, kita upayakan penyuluhan ini untuk menyampaikan pesan-pesan penyelamatan Primata ini," katanya.

Ditambahkan Ridwan, output yang diperoleh dari penyuluhannya ini minimal anak sekolah sadar pada lingkungan terkecil cara melestarikan Owa, seperti menghemat kertas, pelestarian lingkungannya dan mengenal lebih jauh manfaat keberadaan flora dan fauna. Selain itu, membantu rehabilitasi Owa Jawa ini lebih baik dimasa-masa mendatang.

"Hal -hal terkecil saja dulu kita sampaikan sebagai wujud pelestarian Owa apa yang terdekat yang bisa kita lakukan," paparnya.

CSR Staff PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field, Minanti Putri mengatakan, Primata Monogami ini memang tidak ada di Karawang dan Subang, tetapi alasan pihaknya mengarahkan penyuluhan Owa Jawa ini sebagai  bagian rangkaian kerjasama bersama Yayasan Owa Jawa. Dengan cara sosialisasi ini, publikasai dan pelestarian, maka Owa Jawa bisa dipahami semua pelajar secara konservasi,  rehabilitasi maupun abituasnya. 

Pertamina EP sengaja mengarahkan edukasi ini di 4 sekolah Karawang dan 4 di sekolah Subang, karena siswa merupakan agen perubahan yang terdidik yang bisa berefek pada kelingkungan sekitar baik saat ini, maupun dimasa mendatang, sehingga kapan pun dan dimana pun orang akan semakin sadar melestarikan Owa Jawa, karena Primata ini menjadi indikator hutan sehat. 

"Apalagi, kalau binatang ini punah, maka binatang lainya akan rusak sehingga bisa menggangu keseimbangan ekosistem di hutan. Kita sosialisasikan Owa Jawa ini di wilayah kerja kita," ujarnya.

Hasil dari penyuluhan ini, selain dibekali materi, visual, brosur dan komunikasi dua arah, para siswa juga di arahkan agar bisa tanggap jika melihat Owa yang dipelihara masyarakat, yaitu dengan melapor ke relawan di Yayasan Owa, kepolisian atau Dinas Lingkungan Hidup setempat. 

Primata ini, dalam suatu keluarga monogami yang rata-rata melahirkan bayi setelah dikandung selama 220 hari, bahkan sampai usia 3-4 bulan, bayi Owa tetap melekat di perut induknya sebelum mencari pasangannya di wilayah teritorialnya. Tak heran, selain terancam punah, Primata ini juga memang lambat perkembangbiakannya.

"Kalau lihat Owa, segera lapor ke pihak terkait, jangan ikut-ikutan memelihara," tandas Minarti. (rls/spn)

Wabup Jimmy Bakal Penjarakan Siswa yang Aniaya Guru

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) bersedia menjebloskan siswa yang berani mencederai apalagi menghilangkan nyawa seorang guru sekolah. 

Hal ini ditegaskan Jimmy kepada siswa dan guru, pada kesempatan sosialisasi pendidikan karakter di SMAN 1 Telagasari, Selasa (13/2/2018) pagi.

"Kalau guru tidak bisa menuntut, saya sendiri yang akan menjebloskannya ke penjara, supaya ada efek jera," tandasnya.

Dia menegaskan kepada semua siswa, guru adalah pelita harapan masa depan, sehingga kebaikan guru tak sekedar ketika di sekolah, tetapi ilmu yang telah diberikannya akan terus melekat sepanjang masa.

"Tunjukan akhlak yang baik kepada kedua orangtua dan guru-guru kita, karena dari keduanya kita bisa seperti ini sekarang," kata Jimmy. (spn)

Hanya 4 Jam, Polisi Ungkap Pelaku Teror Bom

KARAWANG, KarawangNews.com - Polisi berhasil menangkap pelaku yang mengancam akan melakukan pengeboman di klenteng jelang Imlek, pelaku langsung menyerahkan keras tulisan tangan berupa ancaman yang disisipkan di dalam Al Qur'an akan meledakan klenteng yang berlokasi di Jalan Juanda Karawang ini.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, Senin (12/2/2018) siang mengungkapkan, pelaku teror ini berinisial DP, berhasil ditangkap polisi sekitar 4 jam setelah polisi mendapat laporan dari pihak klenteng pada Minggu (11/2/2018) pukul 20.00 WIB. 

Polisi bergerak cepat menyelidiki dan mengungkap identitas pelaku teror, hingga akhirnya pada Senin (12/2/2018) pukul 01.00 WIB pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, Babakan Sananga, Adiarsa, Karawang Barat.

Polisi menyita buku dan tulisan teror kepada pengurus klenteng yang bernada ancaman meminta uang Rp 63 juta yang harus ditransferkan ke rekening BCA, jika tidak maka klenteng itu akan diledakan. 

Pada saat penggeledahan di rumah pelaku, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti buku rekening dan buku yang bertuliskan ujaran kebencian kepada polisi.

"Kita akan terus melakukan antisipasi ancaman berikutnya, kita akan terus bergerak cepat. Seperti kasus ini, tidak lebih dari 4 jam sudah menangkap pelaku," kata Kapolres.

Dia menegaskan, pelaku yang telah melakukan ancaman bom ini dijerat Pasal 6 UU terorisme, maksimal kurungan penjara 20 tahun atau hukuman mati. (spn/had)

Perbaikan Jalan Kosambi-Telagasari Dianggarkan Rp 10 M

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah 5 tahun dibiarkan rusak, akses jalan Kosambi-Telagasari diperbaiki sementara, sambil menunggu kucuran APBD Kabupaten Karawang tahun 2018 ini

Perbaikan sementara ini diinisiasi Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy). Kata Jimmy, pemeliharaan jalan ini sodaqoh dari rekanan Pemda Kabupaten Karawang, Hendro, sedangkan alat beratnya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Tahun ini, akan dianggarkan Rp 10 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 6-7 km dengan beton, jalur ini akan selesai tahun ini," kata Jimmy, saat meninjau langsung perbaikan jalan ini, di Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kamis (8/2/2018) siang.

Kata Jimmy, respon cepat ini dilakukan setelah banyak warga mengeluh kecelakaan akibat jalan berlubang, saat hujan kondisi jalan dan lubang tampak rata oleh genangan air, sehingga membahayakan pengendara roda dua.

"Ini perbaikan sementara, agar masyarakat nyaman selama berkendara," ucapnya. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -