Berita Terkini

Petani Merugi, Bibit Padi Mati Terendam Banjir

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan hektar tanaman padi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang sudah seminggu ini terendam banjir, benih padi yang baru ditanam pun mulai membusuk dan mati. Banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Citarum dan sungai kecil lainnya.

Puluhan petani mengaku bingung, seperti diungkapkan petani di Telukjambe Barat, H. Ayung (50), sudah dua kali menanam benih setelah diterjang banjir beberapa pekan lalu, kini banjir datang lagi dan merendam benih padi kedua yang ditanam.

"Sawah milik saya seluas 8 hektar kebanjiran, sedangkan biaya tiap hektarnya sekitar Rp 5 juta-an," kata dia, mengeluh.

Diakuinya, total kerugiannya mencapai Rp 40 juta-an dan ini tak hanya dialami Ayung, ratusan petani lainnya pun merasakan dampak banjir yang sama, merugi hingga puluhan juta rupiah.

Hasil pantauan, daerah yang terendam banjir mencakup wilayah di Kecamatan Tempuran, Pakisjaya, Telukambe Barat, Cibuaya, termasuk Jayakerta. (had)

Walhi: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bermasalah

Dadan Ramdan
BANDUNG, KarawangNews.com - Mega proyek yang dijalankan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) bersumber utang/pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar Rp 74,6 trilyun ini sejak awal bermasalah dan sampai sekarang makin bermasalah.

Ketua Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, Kamis (16/2/2017) menyatakan dalam rilisnya, permasalahan yang muncul berkaitan dengan aspek hukum tata ruang dan lingkungan serta kehutanan yang dilanggar, terutama melanggar tata ruang kabupaten/kota yang dilaluinya dan pembuatan AMDAL yang super cepat dan terburu-buru. 

Megaproyek ini pun tidak ada dalam dokumen RPJMN tahun 2015-2019, tidak menggunakan APBN padahal banyak aset negara seperti tanah perkebunan, militer, hutan yang dipakai hingga pembebasan lahan memakai uang negara yang saat ini proses pembebasan tanah rakyat/korban mendapatkan komplain dari korban seperti Kabupaten Bandung Barat yang masih belum rampung.
Dadan Ramdan menambahkan, di luar aset negara yang dipakai dan dilepaskan yang harus dilakukan atas persetujuan DPR RI, dipastikan pembuatan trase kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan merampas dan menggusur sekurang-kurangnya 3.000 bangunan pemukiman, sedikitnya 150 bangunan usaha, 2.550 ha lahan pertanian, hampir 9.00 KK kehilangan pekerjaan sebagai petani dan buruh tani dan sekitar 150 KK kehilangan usahanya.
Ketua Komune Rakapare Bandung, Andi Bhatara menegaskan, bukan saja soal dampak trase kereta cepat yang merampas ruang hidup rakyat, tetapi pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Halim Jakarta, Karawang, Cikalong Wetan dan Tegal Luar akan merampas tanah rakyat yang lebih luas dari jumlah luasan trase yang digunakan. 

Kereta Cepat hanya akan menjadi batu loncatan untuk permasalahan yang lebih besar lagi atas nama 'modernisasi pembangunan' yang sebenarnya hanyalah kedok untuk menguntungkan investor dan pengembang. Jika TOD dibangun, berhektar-hektar lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan lindung akan dialihfungsikan menjadi kawasan industri dan perumahan elit, yang tentunya akan mendatangkan konflik dan keresahan saja bagi masyarakat.     

Dengan demikian, berbagai pertimbangan hukum, dampak ekonomi, sosial dan lingkungan dan kerugian rakyat yang akan ditimbulkan ke depan, dari FROM JABAR sebagai aliansi masyarakat sipil Jawa Barat menyatakan, Megaproyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dipaksakan, melanggar hukum, tidak akuntabel dan tidak urgen. Kemudian, menentang dan menuntut pembatalan Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

"Megaproyek Kereta Cepat Jakarta Bandung hanya menguntungkan para pengembang properti dan industri yang akan merampas tanah-tanah rakyat di Jawa Barat," kata Dadan. (rls)

Jalan Sedari Diperbaiki, Pertamina Menyumbang Rp 14 M

KARAWANG, KarawangNews.com - Akhirnya, jalan sepanjang 8,5 km penghubung Desa Srikamulyan dan Desa Sedari di Kecamatan Cibuaya diperbaiki, kini bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Perbaikan ini didanai APBD Karawang juga dibantu Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina sepanjang 2,4 km jalan, Pertamina juga membangun dua jembatan utama.

Dana yang dihabiskan PT Pertamina untuk 2,4 km jalan dan dua jembatan itu sebesar Rp 14 miliyar, jalan dan jembatan ini sudah rampung dibeton, sedangkan perbaikan jalan yang dikerjakan pemerintah belum selesai, masih berupa tanah dan batu. Pembagian perbaikan jalan ini hasil pembahasan DPRD Karawang sejak tahun 2013 lalu. Selain Pemkab Karawang, PT Pertamina diwajibkan andil dalam perbaikan jalan tersebut.

Pada Kamis (16/2/2017) siang, jalan dan jembatan yang sudah diselesaikan CSR PT Pertamina ini diresmikan Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, bersama unsur Muspika Cibuaya dan Muspida Karawang.

VP Operation PHE ONWJ, Amrullah Muiz menyatakan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Sedari merupakan bentuk program CSR dari PHE (Pertamina Hulu Energi) ONWJ (Offshor North West Java) yang bertujuan untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat Desa Sedari hingga menjadi desa mandiri dan sejahtera. 

Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan sudah lama diimpikan masyarakat Desa Sedari yang mayoritas penduduknya adalah nelayan dan petambak ikan, karena sebelumnya warga Desa Sedari masih memanfaatkan sungai sebagai sarana transportasi sehari-hari. Dengan jalan beton ini, warga tak lagi kesulitan menggunakan transportasi darat.

"Perbaikan jalan ini bisa mengubah roda perekonomian masyarakat setempat, proyek ini terwujud dalam proses yang panjang," kata dia.

Diakuinya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ini terwujud dari kesepakatan bersama antara Pertamina dengan Pemkab Karawang dan masyarakat Desa Sedari, terlebih desa merupakan wilayah operasional PHE.

Diketahui, PHE beroperasi di wilayah Laut Jawa, seperti di Karawang, Subang dan Indramayu, di Karawang wilayah operasi PHE berada di dekat Desa Sedari. Dukungan masyarakat Desa Sedari kepada PHE sangat positif sehingga operasional PHE berkembang dengan baik. 

"Selama ini kita merasa terbantu, sehingga kita juga harus peduli dengan warga sekitar kita," kata Amrullah.

Bupati Karawang mengapresiasi bantuan infrastruktur dari Pertamina di Desa Sedari, bantuan ini tak hanya berarti bagi masyarakat setempat, juga bagi pemerintah, karena keterbatasan anggaran memperbaiki seluruh infrastruktur jalan dan jembatan se-kabupaten.

"Peran Pemkab Karawang hanya sebagai fasilitator untuk mendorong kegiatan sosial PHE tepat sasaran. Saya harap kerjasama ini bisa dilanjutkan terus demi kemakmuran masyarakat Karawang," kata Cellica.

Di acara peresmian ini, bupati dan pihak Pertamina menandatangani prasasti peresmian jalan dan jembatan tersebut, disaksikan ratusan warga setempat. Sebelumnya, kedatangan pejabat ke desa ini disambut warga dan bupati sempat naik sisingaan menyusuri jalan tersebut sejauh 100 meter.

Sebelumnya, jalan antara Desa Srikamulyan dan Desa Sedari ini rusak parah, tak bisa dilalui semua kendaraan, termasuk sepeda gowes jika berlumpur diguyur hujan. Sehingga, warga Sedari terisolir dan terpaksa menggunakan perahu sewa menuju Srikamulyan, dengan menyusuri sungai yang bersebelahan dengan jalan tersebut. (spn)

Kalangligar Banjir Lagi, 201 Rumah Terendam

KARAWANG, KarawangNews.com - Senin (13/2/2017), sebanyak 201 rumah di Kampung Pangasinan, Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe terendam banjir setinggi 1 meter, akibatnya 630 warga setempat harus mengungsi. Banjir ini lagi-lagi disebabkan luapan Sungai Citarum sejak Minggu malam hingga Senin siang.

Akibat banjir ini, aktivitas warga lumpuh, mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi tidak jauh dari lokasi banjir, diantaranya Kantor Desa Kalangligar yang memang sudah menjadi posko bencana banjir tetap jika banjir melanda pemukiman setempat.

Namun begitu, sejumlah warga ada yang masih bertahan di rumah dan warungnya, meski terendam banjir, mereka hanya bisa berharap banjir cepat surut. 

"Air datang cepat masuk ke rumah, banyak pakaian dan alat rumah tangga yang tidak terselamatkan, karena air sudah terlanjut masuk rumah," kata seorang warga yang terkena banjir banjir, Nurhayati.

Selain di Desa Kalangligar, banjir merendam desa lainnya di wilayah Cilamaya, Cilebar dan Batujaya. (had)

foto: may

Ajang Rayakan HUT Partai Gerindra ke-9 di Cibalongsari

KARAWANG, KarawangNews.com - Di acara HUT Partai Gerindra ke-9, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra, Ajang Sopandi menyampaikan, kader Gerindra harus mampu memperbaiki kondisi daerah dan membela rakyat, bekerja keras agar keberadaan partai ini bisa dirasakan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita harus terus berjuang menjadi partai besar, partai yang selalu dekat dengan rakyat," kata dia, diacara HUT Partai Gerindra ke-9 di Lapang Griya, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Minggu (12/2/2017).

Ajang Sopandi yang disebut-sebut calon terkuat Ketua DPC Partai Gerindra Karawang periode berikutnya ini menegaskan, kader partai dan masyarakat harus bersatu dan saling membantu, kader partai Gerindra harus menunjukan kepeduliannya kepada lingkungan sekitar, karena partai ini dibesarkan untuk kesejahteraan rakyat.

"Kita harus komitmen, partai Gerindra untuk kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, rangkaian HUT Gerindra di Cibalongsari ini padat, sejak pagi hingga malam. Dimulai acara jalan santai di pagi hari, bersamaan dengan sepeda santai, santunan anak yatim untuk 385 anak di desa ini dan donor darah. Kemudian sore harinya turnamen sepak bola dan malam harinya hiburan rakyat, dangdutan bersama penyanyi Dila D'Academy Indosiar.

Diketahui, Ajang Sopandi telah mengikuti 'fit and proper test' bersama dua kader terbaik lainnya, yaitu Agus Adriansyah dan Erwin. Ketiganya merupakan calon ketua DPC Partai Gerindra Karawang, menggantikan Royke Benta Sahetapy. (spn)

Galuh Mas Buka Wahana Paintball

KARAWANG, KarawangNews.com - Ada wahana rekreasi main perang-perangan dengan peluru cat atau paintball di Wonderland Adventure Waterpark, Galuh Mas Karawang, arena buka setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB. Harga Rp 60-70 ribu per orang di hari biasa dan Rp 90-100 ribu di akhir pekan dan libur.

Dijelaskan Operator Paintball, Sam, permainan paintball merupakan simulasi tempur di alam terbuka dengan menggunakan senapan angin yang diisi peluru cat. Di Galuh Mas ini, arena permainan paintball dilakukan di lahan seluas 2.000 meter persegi.

Sebelum memulai peperangan, peserta diwajibkan menggunakan pakaian khusus, yaitu rompi sebagai pelindung tubuh dan kaca mata masker atau google. Sebelum saling tembak di arena bermain, instruktur akan memberi tahu aturan main dan cara menggunakan senjata, kemudian mengawasi permainan agar tidak terjadi kesalahan, mereka juga yang akan menentukan siap pemenang dari peperangan ini.

Di arena permainan perang-perangan ini, dibagi dua tim minimal 3 orang tiap tim, kedua tim harus bisa mengatur strategi menyerang untuk bisa menang. Tiap peserta akan dibekali 40 butir peluru cat yang terbuat dari lemak sapi ini, kemudian instruktur akan menyediakan peluru cat tambahan di dalam area bermain.

"Permainan ini cukup menguras energi dan memacu adrenalin, yang ingin bermain paintball cukup datang bawa badan saja, kita yang siapkan senjata dan pelindungnya," kata Sam, saat Grand Opening Paintball ini, Sabtu (11/2/2017).

Peserta bisa memilih jenis permainan, diantaranya terminator, yaitu peserta tertembak harus kembali ke bentengnya, kemudian diperbolehkan lagi berperang. Jenis lainnya yaitu deathmatch, peserta yang tertembak cat warna ini tidak bisa melanjutkan permainan, dia harus keluar area dan dinyatakan gugur. Sedangkan jenis permainan merebut bendera adalah tim yang berhasil merebut bendera lawan dinyatakan sebagai pemenangnya.

Manager Wonderland Adventure Waterpark, Rudi Irawan mengatakan, permainan paintball yang baru ada satu-satunya di Karawang ini menjadi wahana rekreasi baru Galuh Mas, ini akan menjadi wahana yang menyenangkan bagi keluarga dan rekan kerja.

"Permainan ini butuh kerja tim, bisa dilakukan bersama teman dan rekan kerja, ini permainan di area terbuka yang menyenangkan," ujarnya. (spn)

PT Pupuk Kujang Gelar Seminar Parenting

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pupuk Kujang Cikampek menyelenggarakan Seminar Parenting yang diikuti Persatuan Istri Karyawan (Persika) Kujang, juga karyawati dan guru TK, SD, SMP Pupuk Kujang, Jumat (10/2/2017). Seminar ini fokus membahas perkembangan karakter anak yang banyak terpengaruh perkembangan globalisasi.

Narasumber seminar, Marnarita Yarsi SE, MM memaparkan, para orang tua harus selalu memperhatikan perubahan dan perkembangan anak. Langkah dini yang diperankan orang tua di rumah harus mampu memberikan edukasi dan perilaku sifat baik, sebagai pembentuk otak baik kepada anaknya.

"Tidak sedikit kadang perkembangan anak luput dari perhatian orangtua, dengan alasan kesibukan, sehingga tidak memiliki 'quality time' dengan keluarga," kata Marnarita.

Ketua Persika Kujang, Nita Nugraha berharap, seminar 'parenting' berbasis karakter yang diadakan kerjasama Persika Kujang dengan IIP-BUMN ini dapat memberikan pencerahan dan wawasan para orangtua, khususnya peranan ibu dalam membentuk struktur otak anak dengan pola asuh ramah otak.

Kata dia, orangtua harus selalu melakukan interaksi langsung, fisik maupun verbal, seperti pelukan, mengelus kepala terutama bayi, kontak mata dan senyuman. Juga kata pujian dan doa, tanpa kekerasan dan bentakan untuk mendisiplinkan anak. (rls/spn)

Ada Perusahaan Berkedok PKBM di Kalangsari?

KARAWANG, KarawangNews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang akan memanggil PT Onamba dan PT PKBM yang berada di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, karena kedua perusahaan itu diduga telah memberikan gaji rendah dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Karawang, Endang Sodikin mengatakan, pihaknya akan memanggil PT Onamba dan PT PKBM setelah menerima laporan dari Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), DPRD akan mengklarifikasi semua pihak yang berhubungan dengan dugaan pemberian gaji rendah dari UMK itu, diantaranya Disnakertrans, perusahaan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Disdikpora.

Ketua BM PAN Karawang, Dadi Mulyadi mensinyalir, perusahaan berbendera Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang berlokasi di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok yang merupakan subkontraktor sebagai penerima job order dari PT. Onamba telah memberikan gaji minim.

"Fakta itu saya temukan langsung ketika datang ke lokasi dan berbincang dengan para buruh disana," ujar Dadi, saat menemui Komisi D DPRD Karawang, Jumat (10/2/2017) siang.

Upah atau gaji Rp 30 ribu/hari itu, lanjut Dadi, diberikan tanpa tunjangan apapun. Bahkan, para buruh baru diberi cuti jika ada orangtuanya yang meninggal dunia. Menurutnya, ini adalah kejahatan kemanusiaan terhadap kaum buruh yang berkedok sosial. 

"Semakin kuat dugaan saya PT. PKBM yang nama lainnya adalah Yayasan Pemuda Produktif Indonesia Raya telah melakukan tindakan ekploitasi kemanusiaan terhadap pekerjanya," ungkapnya.

Di perusahaan tersebut, tambah dia, para buruh statusnya hanya diakui sebagai siswa PKBM, dengan status itu pihak perusahaan  seenaknya memberikan upah yang dikemas dengan istilah uang saku. Sementara para pengurus PKBM meraup keuntungan yang cukup besar. 

"Ini tidak fair, para buruh hanya ditumbalkan demi upah murah," tandas Dadi.

Ia menambahkan, pihaknya juga mensinyalir PT. PKBM mulus menjadi subkontraktor PT. Onamba, karena bantuan oknum pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang. 

Selain soal pengupahan, legalitas PKBM, nama lain dari Yayasan Pemuda Produktif Indonesia Raya, juga patut dipertanyakan. Sebab, selama beroperasi, tidak pernah memasang papan identitas dengan bentuk papan nama yang telah ditentukan di dalam regulasi PKBM. (rls)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -