Berita Terkini

Sambut Hari Libur, Jalan Arteri Karawang Macet

KARAWANG, KarawangNews.com - Memasuki libur panjang akhir pekan, Kamis (5/5/2016) pagi, jalur arteri Karawang menuju Cirebon terpantau padat, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat berjalan merayap, ini terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang mudik dan berlibur.

Kepadatan kendaran terjadi di sejumlah titik jalan raya dari arah Bekasi menuju Cirebon, kondisi kemacetan terparah terjadi di jalur arteri Jalan Raya Klari, mulai dari terminal, gerbang tol Karawang Timur, serta wilayah Kosambi.

Selain oleh peningkatan volume kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh kondisi jalan raya rusak dan dalam perbaikan,  seperti yang terjadi di Jalan Raya Klari. Selain itu, hilir mudik pejalan kaki di terminal dan Pasar Kosambi juga menjadi salah satu penyebab jalan macet.

Upaya untuk mengurangi kemacetan, sejumlah anggota polisi di siagakan di sejumlah titik kemacetan, mulai dari terminal, jalan rusak, putaran jalan (U-Turn) hingga pasar. (had)

Warga 6 Negara Ramaikan Karawang Creative Night

PAMERKAN - Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana saat mengunjungi stand UMKM pada KCN season 1.

KARAWANG, KarawangNews.com - Enam warga negara asal Belanda, Perancis, Rusia, Polandia, Turki dan Kazakstan yang merupakan duta wisata, siap untuk ikut andil untuk meramaikan Karawang Creative Night (KCN). Keenam warga negara asing tersebut akan perform dengan memainkan alat musik tradisional, dalam acara yang dihelat selama tiga hari tiga malam itu, 6 hingga 8 Mei 2016.

Penanggung Jawab KCN, Asep Irawan, Rabu (4/5/2016) mengatakan, kedatangan enam warga negara asing merupakan bentuk apresiasi mereka, terhadap acara tersebut. Pasalnya, acara yang memiliki jargon 'Karawang Juara' itu merupakan wadah berkumpulnya bagi para pelaku seni yang hampir punah di Karawang.

"Untuk KCN season 2 ini, kita akan memberikan awarding kepada para pelaku seni dari masing-masing wilayah yang ada di Jawa Barat, khususnya Karawang. Dan kedatangan para duta wisata dari Belanda, Perancis, Rusia, Polandia, Turki dan Kazakstan itu merupakan bukti kepedulian dan ketertarikan mereka terhadap budaya kita yang hampir punah," ujarnya.

Dijelaskannya juga, acara yang akan menampilkan kesenian Topeng Banjet Dewi Asmara dan Dalang Cilik Ayang Ratna itu, merupakan bentuk 'udunan' dari warga Karawang.

"Untuk acara yang mengangkat seni budaya serta ekonomi kreatif ini merupakan patungan dari seluruh warga Karawang," jelasnya.

Sebelumnya pada KCN season 1 yang digelar pada September 2015, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan berterima kasih kepada pihak penyelenggara atas diberikannya kesempatan kepada semua pelaku seni, serta pelaku ekonomi kreatif untuk bisa menampilkan hasil karya mereka dipanggung yang megah. Dirinya pun berharap acara tersebut bisa terus diselenggarakan guna memberikan wadah kepada para pelaku seni. (pio)

Jimmy Tuding Pertamina EP Penyebab Jalan Cilamaya Rusak

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) menuding truk-truk Pertamina EP penyebab jalan rusak di Cilamaya Kulon. Ini dikatakan Jimmy pada sidak jalan di Cilamaya, Rabu (3/5/2016) siang. Dia melihat Pertamina EP sedang mengurug tanah untuk jalan menuju sumur eksplorasi baru di Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Diakui Jimmy, dia sering mendapat laporan truk Pertamina dengan tonase berlebih sering berseliweran di jalan yang sering digunakan para pemudik itu.

Dalam sidak itu, Jimmy bertemu Asisten Legal and Relation Pertamina EP, Heri Ridwan. Jimmy meminta agar Pertamina  ikut memperbaiki 16 kilometer jalan yang rusak.

Diakui Heri, proses pengurugan jalan sudah berlangsung selama satu bulan, Pertamina sedang membuat akses jalan untuk menghubungkan sumur eksplorasi baru mereka dengan jalan utama. Kata dia, permintaan wakil bupati akan dia sampaikan kepada pimpinannya.

"Kami akan bicarakan dengan pimpinan, setelah itu kami akan tindak lanjut ke Dinas Binamarga Karawang," ucap dia.

Hasil pantauan, jalan Cikalong-Krasak rusak bergelombang dan berlubang dan sejak beberapa tahun terakhir ini, jalan raya Johar-Telagasari-Cilamaya-Cikalong-Krasak menjadi jalur mudik khusus sepeda motor.

Saat mudik lebaran, ribuan sepeda motor selalu memadati jalur sepanjang 34 kilometer, tujuan Jakarta-Cirebon dan sebaliknya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika, Aip S. Chalil menyebutkan, pada tahun 2015 sebanyak 592.700 pemudik bermotor melintasi jalur alternatif ini. Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2014. (lf)

Polsek Telukjambe Ciduk Dua Penadah Curanmor

KARAWANG, KarawangNews.com - Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Telukjambe Timur telah berhasil mengungkap dan menangkap dua orang penadah barang hasil kejahatan  sepeda motor Yamaha Xeon warna hitam nomor Polisi T-5707-LZ, Mingu (1/5/2016).

Tersangka masing-masing inisial EJ alias Jimi (46) warga Dusun Cicinde II RT 01/02 Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari dan tersangka SP alias Auk (31) warga Kampung Gempol Pasar RT 01/02 Desa Gempol, Kecamatan Banyusari.

"Terungkap dan tertangkapnya kedua pelaku sebagai penadah barang curian sepeda motor (curanmor), hasil kejahatan tersebut berawal dari hasil Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan Polsek Telagasari," kata Kasubag Humas Polres Karawang, Marjani, Senin (2/5/2016) dalam edaran rilisnya kepada wartawan.

Dia memaparkan, pada saat razia sepeda motor bodong ini, anggota telah mengamankan saksi bernama Nurofik yang mengendarai sepeda motor tersebut tanpa membawa STNK yang sah.

Selanjutnya dilakukan pengecekan fisik terhadap sepeda motor tersebut di Samsat Polres Karawang dan ternyata sepeda motor tersebut telah diblokir oleh Polsek Telukjambe, karena telah dilaporkan hilang oleh korban atas nama Helen (19) sesuai laporan polisi, LP/8.298/VII/2011/Sek Jamtim tanggal 21 Juli 2015, dengan nomor Polisi T 5883 HV, lalu dirubah oleh tersangka menjadi T 5707 LZ.

Dari hasil penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Telukjambe Timur diketahui, sepeda motor tesebut adalah milik korban Helen yang berhasil dicuri oleh tersangka OD yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) warga Kampung Cirejag Kosambi, Kecamatan Klari yang selanjutnya dijual kepada tersangka SP alias Auk.

"Kemudian oleh tersangka SP dijual kembali kepada tersangka EJ dan akirnya tertangkap pada saat sepeda motor dipinjam oleh Nurofik," ungkapnya. (rls)

PKBM Assolahiyah Bersih-bersih Pantai Tanjungbaru

KARAWANG, KarawangNews.com - Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, puluhan anak-anak beserta orang tua mereka memungut sampah plastik yang berceceran di Pantai Tanjungbaru, Kecamatan Cilamaya Kulon, Minggu (1/5/2016) pagi. Bakti sosial ini merupakan kegiatan Edu Green yang dilakukan PKBM Assolahiyah.

"Edu Green ini yaitu mendidik generasi dan masyarakat untuk peduli lingkungan, terutama menjaga ekosistem laut dan lingkungan daerah pesisir pantai dari bahaya sampah plastik non organik," kata pengelola PKBM Assolahiyah, Heru Saleh, di sela kegiatan itu.

Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan seluruh peserta PKBM Assolahiyah, termasuk dua lembaga PAUD yang bernaung ke dalam Assolahiyah, yaitu PAUD Al Firdaus Desa Muktijaya dan PAUD Assolahiyah Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Dijelaskan Heru, selain membersihkan sampah di pantai, sejumlah anak-anak PAUD dan seluruh peserta PKBM menggelar prakarya atau pelatihan membuat kerajinan dari barang bekas. Kata dia, diperlukan 50 sampai 100 tahun untuk mengurai plastik dan setiap harinya sampah yang masuk ke laut sekitar 6,4 juta ton.

"90% sampah yang masuk ke laut adalah plastik, sedikitnya 1 juta hewan laut mati akibat tercemar sampah plastik," ungkap Heru.

Kata dia, pemasok sampah plastik terbesar adalah supermarket yang telah membuang sebanyak 17 miliyar kantong plastik setiap tahunnya. Untuk itu, PKBM Assolahiyah memberi edukasi soal kebersihan laut, dimulai dari pantai. Dia menegaskan agar warga yang berwisata ke pantai mengurangi bungkus plastik, mencegah plastik jadi sampah pantai.

"Ini juga bertepatan dengan Hari Buruh, kita tidak ikut demo ke Jakarta, kita bersih-bersih pantai," kata dia, menyebutkan beberapa peserta PKBM Assolahiyah banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik.

Diketahui, selain banyak peserta PKBM yang bekerja di pabrik, beberapa diantaranya memiliki usaha mandiri pengolahan makanan dan pengrajin konveksi, unit usaha tersebut tergabung dalam Kelompok Usaha dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (KUPEK). (spn)

Ribuan Buruh Karawang May Day ke Jakarta

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 2.000 buruh dari Karawang yang tergabung dalam sejumlah serikat buruh bertolak ke Jakarta dengan menggunakan 50 bus, Minggu (1/5/2016) pagi, mereka akan melakukan aksi besar memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).

Para buruh ini berangkat dari Karawang menuju Jakarta di beberapa titik, diantaranya di gerbang wilayah Karawang Timur, gerbang tol Karawang Barat, serta kawasan industri dari masing-masing pabrik para buruh kerja.

Beberapa tuntutan yang masih konsisten disuarakan buruh ialah pencabutan PP No. 78 Tahun 2015, tentang pengupahan, stop kriminalisasi buruh, serta upah layak buruh.

"Poin-poin tersebut akan disuarakan buruh bersama ratusan ribu buruh lainya di Jakarta," kata seorang buruh Karawang, Rusmita.

Sementara itu, dari Purwakarta, 2.500 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) juga bertolak ke Jakarta menggunakan puluhan bus dari kawasan industri Bukit Indah City (BIC) Purwakarta. (had)

Sertijab Kapolsek Pakisjaya dan Purwasari di Hari Buruh

KARAWANG, KarawangNews.com - Kapolres Karawang, AKBP  Andi Mochammad Dicky Pastika Gading S.Sos S.IK MH  memimpin pelaksanaan upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolsek Pakisjaya dan Purwasari, Minggu (1/5/2016) pukul 08.00 WIB.

Jabatan Kapolsek Pakisjaya diserahterimakan dari Inspektur Polisi Dua Acep Setiawan SH  kepada Inspektur Polisi Dua Sumaryadi SH yang selanjutnya Ipda Acep Setiawan menduduki jabatan baru sebagai Kasi Propam Polres Karawang.

Sedangkan Kapolsek Purwasari diserahterimakan dari Inspektur Polisi Satu Sukarta kepada Inspektur Polisi Dua Muhammad Sulton SH, Iptu Sukarta selanjutnya menjalani purna bakti sedangkan Ipda Muhammad Sulton sebelumnya menjabat sebagai Kanit Dalmas Polres Karawang.

Hadir dalam kegiatan upacara sertijab ini seluruh pejabat utama dan perwira staf Polres Karawang dan seluruh anggota staf Polres Karawang serta PNS yang hari ini tidak terlibat pengamanan hari buruh sedunia.

"Kepada kapolsek yang baru, saya minta segera menyesuaikan diri. Sebagai kapolsek, laksanakan tugas dan  tanggung jawab ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Jabatan merupakan amanah yang harus kalian pertanggung jawabkan," ujar Kapolres dalam sambutannya. (rls)

Wabup Jimmy Ancam Deportasi Tenaga Kerja Asing Tanpa IMTA

KARAWANG, KarawangNews.com - Serius membenahi Karawang, Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) mengancam akan mendeportasi tenaga kerja asing di Karawang yang tidak patuh pada regulasi pemerintah, seperti  sengaja tidak memperpanjang Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

"Kalau bandel, saya deportasi saja, masih banyak kok warga Karawang yang mampu bekerja di perusahaan," kata Jimmy, saat sidak ke Kawasan Surya Cipta, Jumat (29/4/2016) siang.

Saat sidak di PT Atsumitec Indonesia, Jumat siang, Jimmy semprot seorang general manajer perusahaan spart part ini, Jimmy geram karena salah satu tenaga asingnya terlambat tiga bulan tidak memperpanjang IMTA.

"Dalam aturannya, tujuh hari sebelum masa berlaku habis, yang bersangkutan harus memperpanjang ijin, ini sudah tiga bulan belum diurus," kata politisi PKB ini, dihadapan general menajer itu.

Nada tinggi Jimmy sempat mengagetkan sejumlah karyawan yang menyaksikan sidak ini, bahkan Jimmy mengatakan akan mendeportasi seluruh tenaga asing yang bermasalah di perusahaan ini.

Jimmy langsung memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, H. Suroto untuk menindak perusahan tersebut, didampingi petugas berwajib dari Imigrasi dan Polres Karawang.

Setelah dari PT Atsumitec, tim sidak bertolak ke Hotel Delonix, di hotel ini didapatkan tiga tenaga kerja asing asal Jepang yang tidak bisa menunjukan IMTA, posisi kerja mereka di hotel ini sebagai manajer, kemudian ketiganya digiring ke kantor Dinas Tenaga Kerja untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, insiden pecah di hotel ini, ketika manajemen hotel seolah menyembunyikan ketiga tenaga asingnya itu, hampir satu jam tim sidak merasa dipermainkan. Jimmy dan Suroto pun meledak-ledak memarahi manajemen hotel.

"Apa perlu saya panggil pasukan Satpol PP (untuk men-sweeping tiga tenaga asing yang diduga sembunyi, red)," kata Jimmy, sambil memegang handphonenya di hadapan manajemen hotel.

Setelah dibuat marah, tak lama ketiga tenaga asing itu muncul. Kepada ketiganya, Jimmy menjamin mereka tidak akan diberi sanksi keras, hanya diperingatkan agar patuh pada regulasi pemerintah.

"Everything it's oke," kata Jimmy, sambil merangkul ketiganya agar naik ke mobil plat merah Imigrasi Karawang.

Diakui Jimmy, sidak ini penting demi Karawang, sebab tenaga kerja asing yang ada ini merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika satu orang tenaga asing membayar retribusinya pertahun Rp 15 juta, tentu Karawang akan mendapatkan PAD besar dari 2.517 tenaga asing yang tercatat bekerja di sejumlah perusahaan di Karawang.

"Kita sangat serius soal ini, kita tidak main-main, semua tenaga kerja asing harus melengkapi ijinnya," jelasnya.

Dijelaskan H. Ahmad Suroto, pihaknya bekerjasama dengan Imigrasi dan Polres dalam mengawasi tenaga kerja asing, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 35 Tahun 2015. Sudah sangat jelas, bagi tenaga kerja asing, dimana pun mereka berdomisili harus punya IMTA yang dikeluarkan Tenaga Kerja RI dan tenaga kerja asing ini harus melapor kepada dinas tenaga kerja di kabupaten atau kota tempat dia bekerja.

"Perpanjangan IMTA harus ke Disnaker setempat dan target PAD kita setahun dari retribusi IMTA ini sekitar Rp 16 miliyar," kata Suroto. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -