Berita Terkini

Si Jari Emas Karawang Terbaik dari 5 Provinsi

Peluncuran SMSBunda April 2014 lalu di Dinas Kesehatan Karawang.
KARAWANG, KarawangNews.com – Dari 25 kabupaten/kota di 5 provinsi se-Indonesia, Kabupaten Karawang terbaik dalam pelayanan --Si Jari Emas-- (Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal And New Born Survival). Keberhasilan ini akan dipublikasikan kembali oleh pemangku program Si Jari Emas, yaitu Jhpiego dan GE Foundation, ke kabupaten lainnya di Indonesia.

Itu dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Dr. Asep Hidayat Lukman, Selasa (21/10/2014) siang di ruang kerjanya. --Jhpiego ini merupakan bantuan Amerika kepada Dinas Kesehatan-- yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk membuat pilot project di 5 provinsi se-Indonesia, setiap provinsinya tercatat 5 kabupaten/kota yang menjalankan program Si Jari Emas dan Karawang termasuk kabupaten yang ditunjuk.

Kata Asep, dari 5 provinsi itu, Karawang paling bagus, karena Kabupaten Karawang mampu mengurangi kematian ibu dan bayi, sebelum bahkan setelah program ini ada. Dalam setahun, SI Jari Emas bisa merujuk sebanyak 3.586 ibu hamil ke 18 rumah sakit swasta dan 1 RSUD Karawang dengan melibatkan tenaga bidan 1.528 orang dari 50 puskesmas se-kabupaten. Sehingga, dalam setahun ini angka kematian ibu dan bayi turun dibanding tahun sebelumnya.

“Kita punya tenaga call center, ini keistimewaan kita, sehingga bisa mengatur lalu lintas rujukan selama 24 jam yang dipusatkan di kantor Dinas Kesehatan, dengan petugas jaga 2 orang bidan setiap shift dan dijaga selama 3 shift. Ini yang hebat bagi kita, karena di daerah lain, call center-nya tidak seperti di Karawang,” ucapnya.

Selain Dinas Kesehatan yang aktif mengerahkan tenaga medisnya, program ini bisa jadi lebih baik atas dukungan pemerintah daerah yang telah menjamin dan menyediakan anggaran pendamping, sehingga program Si Jari Emas ini bisa berjalan baik di Kabupaten Karawang.

Bahkan, sebanyak 18 rumah sakit swasta dengan suka hari bergabung ke dalam program ini, rumah sakit swasta merasa dibantu Dinas Kesehatan, karena mereka mendapat pasien dari rujukan Dinas Kesehatan.

“Kalau daerah lain tidak begitu, fungsinya tidak sebaik dibanding Karawang, sehingga program ini hanya berjalan seadanya, hanya sebatas program saja. Sedangkan di kita, eskalasinya semakin meluas ,” kata Asep. (spn)

Kapal Ditemukan Tenggelam, Nasib Awak Belum Diketahui

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebuah kapal pengangkut barang jenis LCT bernama Duta Anugrah Perdana  ditemukan dalam kondisi terbalik dan terapung di perairan laut Karawang, kapal tersebut ditemukan Polair Polres Karawang, Senin (20/10/2014) setelah mendapatkan laporan dari petugas Pertamina yang tengah bekerja di lepas pantai.

Posisi kapal berada di laut utara Karawang, sekitar perbatasan laut Kabupaten Karawang dan Bekasi pada koordinat 05 derajat, 43 menit 767 Bujur Timur  107 derajat, 16 menit 319  Lintang Selatan, kapal tersebut memiliki panjang 50 meter dengan lebar 10 meter.

Hingga Selasa (21/10/2014), Polair Polres Karawang belum mengetahui nasib dan kondisi seluruh awak kapal yang diperkirakan berjumlah 15 orang. Bahkan, Polair tidak menemukan satu awak pun di sekitar tempat kejadian saat melakukan pengecekan di lokasi karamnya kapal ini.

“Saat ini polisi berusaha mencari para korban dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai laut, polisi pun belum mendapatkan laporan dari warga data pemilik kapal ini,” kata Ksatpolair Polres Karawang, AKP Mugi Raharjo.

Dugaan sementara, kapal terbalik karena diterjang ombak tinggi, sebab saat ini cuaca buruk tengah melanda laut dengan ketinggian ombak 1 hingga 2 meter, dugaan lainya kapal tersebut kelebihan muatan sehingga terbalik.

Saat melakukan pengecekan polisi tidak membawa peralatan lengkap seperti alat selam,  sehingga polisi belum bisa melihat bagian kabin kapal tersebut.

Untuk melihat kondisi dalam kabin, SAR nasional didatangkan untuk bisa membantu melakukan pencarian para awak kapal yang diduga tenggelam atau terjebak dalam kabin kapal. (had)

Anak Gizi Buruk Tidak Diobati 2 Tahun

KARAWANG, KarawangNews.com - Korban gizi buruk di Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek terlantar selama dua tahun ini, sebab kondisi ekonomi keluarga ini berada di bawah garis kemiskinan.

Buah pernikahan pasangan muda Wasmiti (24) dan Topan Setiawan (28) bernama Faiz Altaf Alfairus (3) kondisinya sangat memprihatinkan, Faiz hanya terbaring lemah di atas kasur rumah kontrakannya dengan kondisi badan terlihat kulit dan tulang, semakin hari struktur badanya semakin tak beraturan, hingga bagian punggung serta kaki tanganya bengkok.

Tidak seperti anak usia tiga tahun pada umumnya, berat badan Faiz hanya 5 kilogram dengan kondisi kepala membesar. Hasil diagnosa dokter, Faiz menderita hidrosephalus.

Kondisi Faiz seperti ini berawal sejak umur setahun, saat itu Faiz sudah mulai bisa berjalan. Faiz dibawa kedua orangnya ke Puskesmas, karena panas tinggi dan kejang-kejang. Kondisi badannya pun tidak mengalami perubahan meski telah dirawat di Puskesmas.

Kemudian orang tua Fais membawa anaknya ini ke Rumah Sakit Puri Asih, tetapi pihak rumah sakit tidak sanggup mengobati, sehingga Faiz pun harus dirujuk ke RSUD Karawang dan mendapatkan perawatan selama 40 hari.

Saat dirawat di RSUD, kondisi Faiz mulai tidak stabil dengan kondisi badan yang terus mengecil dan kepala membesar, sehingga pihak RSUD menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Namun, kondisi Faiz masih belum membaik, hingga akhirnya kedua orang tuanya membiarkan anak ini menderita tanpa tindakan medis, karena kondisi ekonomi yang tak mampu membiayai pengobatan.

“Saya ingin dibantu pemerintah untuk menyembuhkan anak saya,” kata Wasmiti, Selasa (21/10/2014) siang. (had)

Foto Jokowi-JK Mulai Dipasang di Kelas SD

KARAWANG, KarawangNews.com - Sejumlah SD Negeri di Kecamatan Kutawaluya mengganti foto mantan Presiden dan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono dengan Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru dilantik Jokowi-Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014) pagi.

Menurut Kepala UPTD PAUD/SD Kutawaluya, H. Idham Kholid, S.Pd, penurunan foto Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono di tiap ruang kelas ini seiring pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla yang berlangsung di Gedung Paripurna MPR/DPR RI Jakarta.

"Semua pegawai negeri, terutama kepala sekolah di lingkungan kerja UPTD PAUD/SD Kutawaluya sudah dianjurkan untuk memasang foto Jokowi-JK setelah pelantikan dilaksanakan," ucapnya.

Dengan begitu,  semua pelajar juga mengetahui Senin pagi sedang terjadi sejarah pergantian kepemimpinan di negara Republik Indonesia, yaitu pergantian  presiden ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono yang diganti Joko Widodo.

"Jangan sampai mereka tidak mengenal presiden sekarang, maka kita anjurkan agar tiap kelas di sekolah mengganti foto presiden, agar siswa tahu," jelasnya. (sgt)

Warga Ciwulan Syukuran Sambut Pelantikan Jokowi-JK

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan warga Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari menggelar acara syukuran pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Jokowi-JK, Minggu (19/10/2014), dengan membuat tiga tumpeng sebagai simbol persatuan bangsa.

Acara syukuran warga di desa ini digagas Ketua DPC PKB Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari, setelah ada kepastian pelantikan Jokowi-JK pada Senin (20/10/2014), warga mendoakan agar pengambilan sumpah jabatan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang bisa merusak acara pelantikan tersebut.

Warga juga menggelar acara sujud syukur bersama, sebagai bentuk ungkapan syukur setelah pasangan terpilih Jokowi-JK bisa melewati berbagai proses, hingga akhirnya Jokowi-JK bisa dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Selain itu, warga juga merasa tentram saat Prabowo Subianto mengajak pendukungnya untuk mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, berarti kepemimpinan Jokowi-JK akan didukung penuh semua tokoh dan negarawan di Indonesia, sehingga akan melanggengkan Jokowi-JK untuk membangun bangsa.

Usai melakukan tasyakuran, warga melakukan potong tiga tumpeng yang sengaja dibuat sebagai bentuk persatuan bangsa, sesuai sila ketiga Pancasila.

“Kita lupakan persaingan dukungan pada Pilpres kemarin, saat ini tidak ada dukungan nomor satu atau nomor dua, tapi masyarakat Indonesia seutuhnya,” kata Jimmy. (had)

Unsika Berubah Status Jadi Perguruan Tinggi Negeri

KARAWANG, KarawangNews.com - Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Peresmian dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di halaman Gedung H. Opon Sopandji, Kampus Unsika Jln. Ronggo Waluyo, Kecamatan Teluk Jambe, Minggu (19/10/2014).

Peresmian dilakukan dengan memencet tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional Unsika sebagai PTN. Juga dilakukan penyerahan peraturan presiden tentang pengubahan atau transformasi Unsika dari PTS menjadi PTN dari Mendikbud kepada Ketua Yayasan Pangkal Perjuangan dan Rektor Unsika terpilih yang baru, yaitu Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, Drs., M.S., Ak. yang masih menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Peresmian ini dihadiri Wakil Bupati Karawang, Rektor Unpad, serta seluruh Civitas Akademika Unsika ini. Gubernur pun sangat mengapresiasi atas upaya dan kesiapan Unsika dalam proses administrasi dan penyediaan lahan kampus sebagai bagian dari proses kenegerian Unsika.

Gubernur menuturkan, Jawa Barat terus berkomitmen dalam membangun fasilitas pendidikan khususnya perguruan tinggi, yaitu melalui peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi masyarakat Jawa Barat dalam mengenyam pendidikan tinggi.

Dengan banyaknya PTN di Jawa Barat diharapkan akan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar perguruan tinggi masyarakat Jabar, sehingga wajah negara akan semakin hadir di provinsi ini dan kualitas SDM-nya pun akan semakin baik, unggul dan terdidik.

Sementara itu, Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah mempunyai 20 alasan dalam merubah Unsika menjadi PTN. Tiga diantaranya yaitu ada kehendak yang kuat dari Unsika untuk menjadi PTN, sehingga pemerintah tidak bisa intervensi setiap kampus untuk menjadi PTN.

Dua alasan lainnya yaitu pemerintah pun memiliki keinginan kuat untuk mendirikan PTN baru di Jawa Barat, sehingga pemerintah bisa mengkonversi Unsika dari PTS jadi PTN. Sedangkan alasan ketiga yaitu karena takdir Allah SWT, karena tanpa takdir, Uniska tidak akan bisa berubah menjadi PTN.

Kata menteri, Unsika merupakan salah satu dari 5 PTN di Jawa Barat yang tahun ini diubah menjadi PTN. Unsika diresmikan menjadi PTN oleh presiden tanggal 7 Oktober 2014 di Surabaya bersama 11 perguruan tinggi lainnya di Indonesia dalam puncak peringatan HUT TNI ke-69.

Unsika memiliki 8 fakultas yang terdiri dari 10 program sarjana dan 3 diploma, serta 1 program pascasarjana yang meliputi 2 program studi dengan jumlah mahasiswa 2.267 orang. Hingga 2014 ini, Unsika telah mendidik 14.802 mahasiswa dan meluluskan 11.722 alumni yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Berikut 12 Perguruan Tinggi Negeri yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
1. Universitas Timor
2. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
3. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
4. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
5. Institut Teknologi Sumatera
6. Institut Teknologi Kalimantan
7. Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua
8. Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh
9. Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung
10. Universitas Singaperbangsa
11. Politeknik Negeri Cilacap
12. Politeknik Negeri Indramayu

Peresmian 12 perguruan tinggi negeri ini adalah bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan (MP3EI) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sendiri. (rls)

Meski Pensiun Tetap Peduli Pendidikan

KARAWANG, KarawangNews.com - "Bagi saya tidak ada istilah pegawai tetap, tetapi tetap pegawai meski sudah pensiun, karena di hati kita masih ada jiwa pendidikan, sehingga pendidikan akan terus kita kembangkan," kata Sunarto Satria Winata (58), Penilik PNFI Disdikpora wilayah Cilamaya Wetan, Minggu (19/10/2014).

Sehingga, di Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) tidak melulu setelah pensiun kemudian berada di rumah, karena PNFI ini adalah  pendidikan formal dan tujuannya adalah masyarakat yang diberdayakan kemampuan pendidikannya.

Selain belajar, PNFI pun berupaya membentuk usaha bersama di PKBM, ini dihimpun sambil belajar bersama dengan usaha, misal produksi telor asin termasuk produksi kerupuk.

"Jika sudah pensiun bisa jadi penilik sebagai pembina PKBM," ucapnya. (spn)

Sekda Ingatkan Hati-hati Beri Ijin Perusahaan

KARAWANG, KarawangNews.com - Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Karawang selenggarakan kegiatan koordinasi penanaman modal daerah, Kamis (16/10/2014) di lantai III Kantor Bupati Karawang, acara ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Drs.Teddi Rusfendy.

Berkaitan dengan pelaksanaan perizinan yang akan dikeluarkan, Teddy berharap kepada para peserta kegiatan ini untuk benar-benar mencermati seluruh proses pengajuan perijinan yang ada, terlebih para pejabat yang diberikan kewenangan dan amanah untuk memberikan rekomendasi izin.

Kata dia, pemberian izin di tingkat desa dan kecamatan merupakan keputusan yang perlu ditelaah secara hati-hati dan harus melalui proses yang benar, karena rekomendasi-rekomendasi yang ada akan menjadi sangat penting sebagai bahan pertimbangan permohonan izin tersebut.

“Terlebih akan terdapat berbagai konsekuensi lain yang mungkin muncul dengan diterbitkannya perizinan perusahaan, ini tentunya harus menjadi pertimbangan awal sebelum diterbitkannya perizinan tersebut,” akunya.

Diakuinya, pertumbuhan perusahaan dan kawasan industri  tentu diharapkan dapat berdampak positif terhadap laju pertumbuhan daerah, karena keberadaan perusahaan dan industri dapat meningkatkan angka penyerapan tenaga kerja, meningkatkan nilai lahan, meningkatkan pertumbuhan kota serta bergeliatnya perekonomian daerah.

Meski demikian, berbagai dampak positif tersebut tentu akan diiringi berbagai dampak negatif yang menjawi pekerjaan aparatur pemerintah daerah, seperti meningkatnya polusi termasuk kemacetan jalan raya.

Dengan kendala tersebut dan potensi yang ada di Kabupaten Karawang, maka perlu ada perhatian khusus terkait upaya mengembangkan sektor industri dan meningkatkan nilai investasi daerah tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat umum.

“Perlu kita lihat dan kaji kembali apakah perusahaan serta berbagai investasi yang akan masuk ke Kabupaten Karawang maupun yang sudah melakukan investasi sudah tertib perizinan sesuai dengan peraturan berlaku,” imbuhnya. (rls)