Berita Terkini

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Uji Tempur di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebagai upaya meningkatkan profesionalisme prajurit satuan TNI AD serta menguji dan menilai kesiapan operasi, Kompi Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha adakan Uji Siap Tempur di Desa Karawang Baru, Kecamatan Klari, Karawang. Uji Siap Tempur yang diadakan sejak tanggal 28 September – 1 Oktober 2014 ini diikuti oleh 100 orang pasukan.

Kegiatan latihan yang diadakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut ini dilaksanakan dengan tujuan agar pasukan memiliki daya tempur yang handal dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penugasan maupun ancaman ke depan yang mungkin timbul.

Uji siap tempur tingkat kompi yang dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut ini mempersiapkan alat perlengkapan senjata dan materil yang akan digunakan saat latihan dengan baik. Kompi Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha mempersiapkan 14 unit Kendaraan Tempur Anoa yang terdiri dari 1 unit kendaraan tempur jenis Komando dan 13  unit kendaraan tempur jenis APC (Armoured Personnel Carrier).

Kendaraan tempur jenis Komando diawaki oleh Kelompok Komando Kompi yang sudah didesain khusus dan dipersenjatai dengan senjata SM 5 dengan kaliber 12,7 mm. Sedangkan kendaraan tempur jenis APC digunakan sebagai kendaraan pengangkut personel regu yang dipersenjatai dengan SM 2 berkaliber 7,62 mm.

Pergeseran pasukan dan materil dari satuan Gandaria Pasar Rebo Jakarta Timur dilaksanakan pada tanggal 28 September 2014 pukul 21.00 WIB. Pemilihan waktu ini merupakan standar prosedur di TNI AD dengan pertimbangan pertimbangan faktor keamanan, menghindari kemacetan  dan agar tidak mengganggu lalu lintas.

Sedangkan Latihan Uji Siap Tempur memiliki berbagai agenda, salah satunya adalah Gerak Maju. Gerak Maju ini merupakan kegiatan pasukan untuk mendekatkan diri ke sasaran. Dalam Uji Siap Tempur ini juga dilakukan kegiatan serangan pemukiman dan pertahanan pemukiman oleh pasukan dengan menggunakan Kendaraan Tempur Anoa.

Paska melaksanakan latihan uji siap tempur, Kompi Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha juga adakan kegiatan interaksi dengan masyarakat serta kegiatan pembinaan di lokasi teritorial latihan. Kegiatan yang biasa disebut Serbuan Teritorial ini merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh TNI AD guna mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di hati rakyat. Melalui kegiatan ini, TNI Angkatan Darat berupaya membantu pemerintah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan TNI AD dengan rakyat.

“Karya Bakti TNI AD dalam Serbuan Teritorial ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI Angkatan Darat terhadap kondisi kehidupan masyarakat Indonesia di berbagai daerah”, ujar Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko.

Kegiatan serbuan teritorial yang dilaksanakan berupa kegiatan anjangsana bersama Tokoh Masyarakat setempat, kegiatan nonton bersama masyarakat (layar tancap), karya bakti di Desa Karawang Baru dan pemberian santunan untuk pemagaran makam umum. Salah satu warga, Ibu Siti Warsiah, mengatakan awalnya merasa takut dengan tentara, namun setelah melihat Uji Siap Tempur dan berkegiatan bersama akhirnya prasangka itu hilang.

“Awalnya kami takut dengan tentara, tetapi setelah mereka bermain ke tempat kami dan makan bersama ternyata bapak-bapak TNI ramah dan baik. Saya kasihan melihat mereka capek melaksanakan latihan tetapi itu demi keutuhan negara ini.” ujar Siti Warsinah, warga setempat.

Selain kegiatan karya bakti tersebut, para pasukan TNI AD Kompi Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha juga ajak anak-anak desa Karawang Baru menaiki kendaraan tempur Anoa keliling desa. Ini merupakan kegiatan yang menjadi favorit dari warga setempat karena anak-anak desa Karawang Baru sangat antusias menaiki kendaraan Anoa untuk berkeliling.

“Adanya bapak TNI di desa ini, kita jadi senang lihat perang-perangan apalagi saat diajak naik kendaraan tempur. Rasanya seru sekali, saya senang.“ ujar Fiona Noviana, siswi kelas 6 SD Adya Pratama Karawang Baru.

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko juga sampaikan dengan kegiatan Serbuan Teritorial ini diharapkan sinergitas yang dibangun antara TNI dengan rakyat hendaknya dilakukan secara  berkesinambungan baik pada tahap pencegahan maupun tahap penyelesaian masalah. Jenderal TNI Moeldoko juga sampaikan agar TNI dan masyarakat bersatu padu untuk bekerja sama sesuai peran, fungsi dan bidang tugas masing-masing untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi yang positif bagi keberhasilan pembangunan di setiap daerah. (rls)

Kematian Penjaga Salon di Kosambi Masih Misteri

KARAWANG, KarawangNews.com - Polisi masih menyelidiki pembunuh kapster salon, Hermawan alias Diana (40) yang dibunuh sadis, di Salon Nadia, Jalan Raya Kosambi, Desa Duren, Kecamatan Klari, minggu lalu.

Diakui kerabat korban, Dadang (30) mengatakan, pihak keluarga belum mendapat informasi dari pihak kepolisian tentang
pelaku pembunuhan tersebut.

"Belum ada titik terang dalam kasus ini," jelasnya, Rabu (1/10/2014).

Kata dia, keluarganya masih belum menerima kematian yang tidak wajar terhadap Diana. Diakuinya,
semasa hidupnya pribadi korban dikenal baik, bahkan tidak pernah menceritakan masalah pribadi. (fir)

Kancil Mas Tembus Final Liga Prima Karawang 2014

KARAWANG, KarawangNews.com - Kancil Mas mampu menunjukkan sebagai klub tangguh di liga domestik Kabupaten Karawang, klub asal Babakan Cianjur ini berhasil menembus partai final Liga Prima Karawang, setelah menaklukan PGT FC dengan skor telak 2-0 di babak semifinal yang berlangsung di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (28/9/2014). Seluruh gol diborong striker Kancil Mas, Abdul Rojak.

Dalam laga ini, Kancil Mas terus tampil menekan lawannya sejak awal laga. Serangan-serangan terus dilakukan Abdul Rojak dan kawan-kawan ke lini pertahanan lawan. Sementara PGT FC hanya sesekali melakukan serangan balik, tetapi hingga babak pertama usai tak ada gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, jalannya laga masih dikendalikan tim Kancil Mas besutan pelatih Budi Santoso. Gol yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tercipta pada menit 47 setelah tendangan spekulai Abdul Rojak di luar kotak penalti tak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Febry, meski bola mengarah tepat ke posisinya berdiri.

Berhasil unggul, para pemain Kancil Mas terlihat semakin bersemangat melakukan serangan. Dua menit berselang, Gilang, hampir saja menggandakan keunggulan, andai tendangannya yang mengarah ke sudut kanan gawang tak mampu ditepis Febry.

Mendapatkan serangan bertubi-tubi, PGT FC mencoba memasukan tenaga baru, Riki Hermawan masuk menggantikan Ari Angriawan. Namun bukannya berhasil membuat keadaan lebih baik, justru gawang PGT FC harus kebobolan untuk kedua kalinya melalui sundulan sang predator Abdul Rojak, tepat pada menit 59.

Berawal dari kecerdikan Hasanudin yang beroperasi di sisi kiri penyerangan dengan mengirimkan umpan 'crossing' ke tiang jauh, Abdul Rojak  yang berdiri bebas tanpa pengawalan mampu menceploskan bola ke sudut kiri gawang.

"Gol saya ini jelas menjadi penutup laga tadi untuk kemenangan tim saya, Kancil Mas 2-0 atas PGT FC," singkat Abdul Rojak di sela-sela euforia kemenangan timnya menembus babak Final Liga Prima Karawang 2014.

Dengan hasil positif tersebut, Kancil Mas akan berhadapan dengan Pangkal Perjuangan untuk memperebutkan mahkota juara pada Sabtu (4/10/2014). Sementara PGT FC akan memperebutkan posisi tiga saat bersua dengan Tunas Kujang di hari yang sama. (gsg)





Menutup PT Keihin Tidak Gampang

KARAWANG, KarawangNews.com - Adanya tuntutan terhadap penutupan PT Keihin Indonesian Plants II mendapat ragam tanggapan dari berbagai kalangan. Sekjen LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi Al Panji juga memberikan komentarnya.

Menurut Panji, dengan adanya tuntutan penutupan PT Keihin tanpa menelusuri pokok persoalannya, tentu sangat disayangkan. Hal itu menurutnya lebih merupakan bentuk teror dan preseden buruk bagi dunia investasi di Karawang.

"Kenapa mesti langsung pada penutupan pabrik, bukankah di situ ada ribuan karyawan yang mencari nafkah. Bagaimana bila investor merasa tidak nyaman dan membuat keputusan 'capital flight' hengkang dari Karawang, tentu tidak hanya karyawan yang merugi, negara pun akan kehilangan devisa dan merusak iklim investasi di mata dunia. Terlebih  lagi, PT Keihin adalah perusahan asing," ungkapnya, kepada wartawan, Minggu (29/9/2014).

Dipertanyakan olehnya, kenapa tuntutan penutupan hanya diberlakukan kepada PT Keihin saja, sementara di kawasan industri Kujang tersebut tentu tidak semua perusahaan tanpa masalah.

"Kami menduga, ada kepentingan lain di balik kampanye penutupan ini. Terlebih lagi, PT Keihin ini memproduksi 'engine device', limbah metalnya banyak yang melirik. Sepertinya ini ada gerakan tebang pilih," paparnya.

Dia berharap, gerakan penutupan ini jangan sampai menambah stigma buruk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di mata masyarakat. Tentunya, perlu ditempauh cara-cara yang lebih elegan untuk mensikapi beberapa pelanggaran, termasuk mengurai siapa yang harusnya ikut bertanggungjawab terhadap kesalahan administrasi perizinannya.

"Masih ada cara lain yang lebih mendidik dan konstruktif untuk penyelesaian masalah tersebut. Pengajuan 'civil law suit' atau 'class action' tentu bisa menjadi cara yang lebih diplomatis," tandasnya.

Dengan adanya pelanggaran perizinan PT Keihin, bagi Panji, sudah seharusnya pemerintah daerah mampu memperlakukan dirinya lebih proaktif dalam membantu pengusaha. Pemerintah daerah harus bisa menjamin iklim usaha yang kondusif. Namun, dalam konteks perizinan PT Keihin, terlihat kesan adanya sikap pemerintah daerah yang menjerumuskannya dengan permainan izin yang dikeluarkannya.

"Dalam mengeluarkan ijin, harus betul-betul diverifikasi baik secara administrasi maupun faktual, agar tidak seperti kasus seperti ini. Bila ada aturan yang tidak sesuai, segera beri rekomendasi, bukan saling menyalahkan dan cuci tangan," urainya.

Bagi Panji, pejabat Pemda maupun isntansi terkait jangan mudah membuat pernyataann yang bisa memperkeruh suasana dengan pernyataan yang kontra produktif dan cenderung menciptakan masalah baru yang jauh dari penyelesaian.

"Negara seharusnya melindungi secara proporsional serta profesional dan jangan tunduk pada tekanan-tekanan yang mementingkan kelompoknya," pungkasnya.

Beberapa hari yang lalu, terkait dengan rencana penutupan PT Keihin, Sekjen Gibas Yadi Mulyadi menyatakan adanya dua hal penyebab pokok permaslahan di PT Keihin, yang pertama adanya oknum kawasan di KIKC yang mengklaim tanah yang saat ini dipergunakan oleh Keihin adalah miliknya. Padahal, tanah tersebut dalam proses akta jual beli diketahui bukan milik KIKC.

Kedua, pihak Pemda melalui BPMPT yang menyatakan akan mencabut izin dan telah dikeluarkannya, membuktikan instansi tersebut sedang main-main dengan perizinan.
Dikatakan Yadi, dalam kasus dan pelanggaran yang dilakukan PT Keihin, justru sebetulnya malah sebaliknya. PT Keihin lah yang berada di posisi yang dirugikan. (mus)











Bupati Purwakarta Akan Tindak Pabrik yang Mencemari Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi akan menindak pabrik yang mengalirkan limbahnya ke sungai. Kata dia, di Purwakarta hanya ada satu perusahaan yang nakal dan akan segera ditindak. Ini diungkapkan Dedi untuk merespon tuntutan masyarakat Karawang terkait pencemaran limbah yang mengalir dari Purwakarta hingga ke Bendung Barugbug, Kecamatan Jatisari, Karawang.

Ditegaskannya, untuk menyelesaikan pencemaran sungai, dia meminta Kabupaten Karawang juga Subang komitmen menangani bersama menindak tegas perusahaan yang diketahui membuang limbahnya ke sungai. 

"Kalau Purwakarta masalah gampang, bupatinya mudah di hubungi, lewat twitter saja pasti di jawab," ujarnya, saat menghadiri acara di Karawang.

Diakui Dedi, perusahaan yang dianggapnya sering mencemari sungai hanya ada satu, tetapi Dedi enggan menyebutkan nama perusahaan itu, dia hanya menyebutkan pabrik itu adalah pengolah kertas.

Selanjutnya, Dedi akan mendisposisi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PJT II untuk segera melakukan langkah penanganan.

Diketahui, Kamis (25/9/2014) lalu, DPRD dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang melakukan sidak ke Bendung Barugbug di Desa Situdam, Kecamatan Klari. Sidak ini atas desakan warga di sekitar Bendung Barugbug yang sering mencium aroma tak sedap air sungai tersebut, bahkan warna airnya pun hitam pekat.

Seorang warga setempat, Yayah (40) menyampaikan, pencemaran di Barugbug barugbug sudah berlangsung puluhan tahun. Bendung Barugbug ini pertemuan antara Sungai Cilamaya yang hulunya di perbatasan Purwakarta dan Sungai Ciherang yang hulunya di Subang.

Kemudian, dari Bendung Barugbug alirannya dipecah menjadi empat, yakni ke Sungai Cilamaya hilir, Sungai Ciherang hilir, serta dua saluran sekunder untuk mengairi area pertanian warga setempat. (mus)

Dengar Puisi Abah Sarjang, Cellica Menangis

KARAWANG, KarawangNews.com - Di acara ulang tahun (Komunitas Seniman Muda) Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menangis mendengar puisi yang dibacakan Abah Sarjang, salah satu sesepuh dunia teater Karawang. Puisi berjudul 'Anjeun' yang dimusikalisasikan ini bercerita soal pesan pengarang terhadap seorang gadis cantik. Gadis yang dimaksud dalam sajak itu adalah Cellica.

Cellica yang berada di deretan tempat duduk undangan tidak menyangka bakal mendapat kejutan ini, tepat saat musikalisasi puisi memasuki bagian reff, Cellica tidak lagi mampu membendung air matanya.

"Selama ini saya bisa kuat menghadapi tekanan politik dan segala jenis intrik dalam politik, saya tidak menangis, tapi menghadapi sesuatu yang dibungkus ketulusan, saya tidak kuat," ucapnya, usai puisi itu dibacakan.

Sementara itu, Kosim Karawang genap berusia 7 tahun terhitung sejak didirikan tahun 2007. Kosim beranggotakan ratusan seniman muda dari kalangan pelajar sekolah menengah hingga mahasiswa dan para pemuda.

Di perayaan ulang tahunnya ini, Kosim mengadakan lomba musikalisasi puisi. Puisi yang dimusikalisasikan ialah puisi ciptaan Abah Sarjang yang diambil dari buku Syiar Cinta.

Bersamaan dengan lomba ini, Kosim juga memprakarsai penerbitan kumpulan puisi cinta Abah Sarjang yang termaktub dalam buku Syiar Cinta. (gm)

SD di Karawang Belum Terima Kurtilas

KARAWANG, KarawangNews.com - Hampir semua sekolah dasar (SD) di wilayah UPTD PAUD/SD Telukjambe Barat belum menerima buku Kurikulum 2013 (Kurtilas). Padahal, buku kurtilas SD untuk tema satu sudah habis pembahasannya dan sekarang sudah masuk ke pembahasan tema kedua.

Hal ini diungkapkan Kepala UPTD PAUD/SD Telukjambe Barat, Drs. H. Didi Wardi, tidak ada satu pun SD maupun siswa yang sudah menerima buku Kurtilas. Kata dia, meski terlambat, materinya sudah diantisipasi dengan Caset Disk (CD) yang diberikan pusat, kemudian difotokopi.

Namun begitu, dia tetap menyesalkan Kurtilas tema satu yang terlambat dikirim, karena saat ini sudah masuk materi tema dua.

"Sampai sekarang kami belum terima buku Kurtilas SD satu ekslamper pun dari pusat," ucap Didi.

Di tempat terpisah, Staf Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Karawang, Toto Suharto menyatakan, bukan hanya Telukjambe Barat yang belum menerima buku kurtilas tersebut, kecamatan lain pun sama.

Dia menjelaskan, lelang buku Kurtilas dilaksanakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pusat, sehingga Kemendikbud termasuk Disdikpora Karawang tidak memiliki wewenang dalam pengadaan buku Kurtilas tersebut. (laf)

Wabup Jangan Anti Kritik

Warga Menulis
Oleh: Andri Kurniawan
Warga Karawang, pemerhati pemerintahan.

Minggu (29/9/2014)


DALAM situasi dan kondisi Karawang saat ini sebaiknya Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kendali Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana lebih fokus kepada realisasi kerja nyata, bukan malah memperbayak acara seremonial. Tumpuan dan harapan masyarakat Karawang sekarang ada pada wakil bupati untuk melakukan pembenahan serta memulihkan kembali kondisi Karawang yang sempat terpuruk.

Semester kedua di tahun ke empat dan satu tahun terakhir periode pemerintahan Karawang, yakni 15 bulan menjelang habisnya rezim sekarang, wakil bupati harus dapat menunjukkan kerja nyatanya terhadap masyarakat, dari pelayanan publik dan pembangunan. Begitu pun dengan para pejabat pembantu di bawahnya, jangan hanya Asal Bos Senang (ABS).

Untuk itu, saya berharap figur dr.Cellica Nurrachadiana mampu menunjukan integritasnya kepada masyarakat Karawang, karena tidak sedikit kritikan yang dibidikkan secara khusus kepada wakil bupati secara langsung, media cetak, media elektronik maupun di media sosial terkait seringnya wabup hadir di beberapa acara undangan seremonial.

Sering, wabup menunjukkan sikap-sikap yang sifatnya menimbulkan reaksi publik,  walaupun saya secara pribadi meyakini itu merupakan bentuk atau cara wabup dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, tetapi memang jika dilihat dari aspek kepatutan dengan kondisi Karawang saat ini, hal seperti itu harusnya agak dikurangi, apa lagi seperti kemarin ada acara joged-joged.

Banyaknya kritikan pedas dari publik yang harus dipahami wabup, mungkin sampai saat ini masyarakat Karawang masih merasakan duka yang mendalam atas bertubi tubinya persoalan beberpa waktu lalu yang menimpa Karawang dan wabup pun harusnya menerima dengan lapang hati, serta ‘legowo’ atas kritikan- kritikan tersebut.

Sikapi dengan bijak, bila perlu pihak-pihak yang intensif mengkritisi diundang untuk diajak bicara dan dimintai saran juga pendapatnya, karena seorang pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mau menampung saran serta pendapat masyarakatnya.

Ada hal yang harus menjadi fokus perhatian wakil bupati menjelang akhir tahun 2014 ini, yakni soal serapan anggaran. Sudahkah wabup mempertanyakan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  khususnya OPD teknis terkait realisasi kerja, berapa persen mereka mampu menyerap anggaran di masing-masing OPD-nya?

Jangan sampai Sisa Lebih Pagu Anggaran (SILPA) di tahun anggaran 2014 ini meningkat secara fantastis, mengingat setiap tahun APBD Karawang semakin meningkat. Saya pribadi sebagai masyarakat Karawang sangat miris ketika mendengar Karawang menghabiskan uang saja tidak bisa, apa lagi mencari uang.

Karawang jangan bangga dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 100 persen. Ingat! Peningkatan PAD Karawang tersebut disebabkan adanya pengelolaan dan pengalokasian BPHTB ke kas Daerah Karawang berdasarkan Undang Undang No. 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah, karena Karawang sejak 16 Maret 2011 sudah mengefektifkan prodak hukum tersebut, maka sudah secara otomatis PAD Karawang meningkat sampai 100 persen.

Jadi intinya, wabup harus dapat menunjukan realisasi kerja nyata, kurangi hal yang sifatnya seremonial. Kemudian, serap sekecil apa pun aspirasi masyarakat, meskipun itu dalam bentuk kritikan pedas, karena saya yakin dan selalu berprasangka baik akan kritikan-kritkan itu, sebab kritikan merupakan bentuk perhatian khusus masyarakat terhadap pemimpinnya dan jangan disikapi bahwa kritikan tersebut tendensius.

Sekali lagi saya sarankan kepada Wabup, undang pihak mana pun yang kritis, mintai saran serta pendapatnya, saya yakin mereka adalah orang-orang hebat yang perlu ditampung aspirasinya. (*)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta