Berita Terkini

Ibu Rumah Tangga di Lemah Abang Edarkan Sabu

KARAWANG, KarawangNews.com - Satnarkoba Polres Karawang menangkap seorang ibu rumah tangga, Sumiyati, asal Dusun Margasalam, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemah Abang Wadas karena mengedarkan narkoba, dari tangah pelaku polisi menyita 8 bungkus sabu-sabu seberat 20 gram yang dikemas dalam paket kecil-kecil, serta dua buah alat hisap atau bong.

KBO Narkoba Polres Karawang, AKP Wahab, Kamis (28/7/2016) mengungkapkan, saat polisi menggerebek rumahnya, pelaku berusaha menyembunyikan barang haram itu ke dalam tempat beras. Namun, polisi tak kalah cerdik, hingga akhirnya menemukan seluruh sabu-sabu yang dimiliki pelaku. Penangkapan ibu rumah tangga ini langsung dipimpin Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Ade.

Kini, pelaku ditahan di rumah tahanan Polres Karawang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114, ayat 2, Sub Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

"Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari bandar narkoba yang sebelumnya telah ditangkap polisi dengan kasus serupa," kata Wahab. (had)

foto: net, ilustrasi

Jimmy Dibonceng Motor, Keliling Sidak PKL

KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (28/7/2016) siang, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) dibonceng Kasi Trantib Satpol PP, Junaedi menggunakan sepeda motor melakukan sidak ke sejumlah titik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Niaga dan Kertabumi, Karawang. Sidak ini diikuti anggota Satpol PP lainnya beserta anggota Dinas Perhubungan.

Pada sidak ini, Jimmy berencana merelokasi PKL di sekitar Jalan Kertabumi dan pasar tumpah di Taman Ade Irma yang biasa disebut taman bencong Jalan Niaga, dipindahkan ke lokasi yang lebih luas dan strategis, yaitu ke lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur di Jalan Kertabumi No. 99, seberang kantor APJ PLN Karawang.

Jimmy juga meninjau langsung lahan yang akan dijadikan tempat relokasi PKL itu di Jalan Kertabumi, sebab kantor aset negara ini sudah lama ditinggalkan, bangunannya terlihat kumuh dan halamannya dipenuhi rumput ilalang tinggi.

"Ini tempat yang strategis untuk PKL, mereka pasti mau," kata Jimmy.

Diakui Jimmy, minggu depan Pemkab Karawang akan mengajukan permohonan pinjam pakai, agar kantor PJT lama ini bisa digunakan untuk area wisata kuliner rakyat. Jika disetujui, pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini, untuk bisa menampung hingga 1.000 PKL yang selama ini menutup trotoar jalan.

Dia menjelaskan, relokasi ini memang harus melibatkan pemerintah untuk menyediakan lahan yang strategis, tetapi anggaran pembangunannya akan dilakukan secara swakelola dengan pihak swasta.

"Di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi ini nantinya akan ada lapak kuliner, lapak kreasi dan kerajinan Karawang, juga warung dan kios (pedagang kecil, red)," ujarnya. (spn)

Pemuda, Regenerasi Bangsa

Warga Menulis
Penulis: Reza Fauzi Nazar
Mahasiswa UIN Bandung, Fakultas Syariah Hukum
Aktivis PMII dan KEMPAKA Bandung Raya
Ditulis: Rabu (27/7/2016)

IMAJINASI gerakan sosial kita, perlu sedapat mungkin direkayasa menjadi gerakan berbasis persekutuan kemanusiaan. Kaum muda sebagai komunitas yang dituntut terus menerus partisipasinya, untuk mengejewantahkannya dengan bersemangatkan apa yang telah dikerjakan oleh kaum muda pada tahun 1928 ketika mengumandangkan Soempah Pemoeda.

Perjuangan menuju Indonesia merdeka, adalah kerja keras yang ditorehkan oleh gelombang semangat rakyat Indonesia. Khusus kaum muda, pada tahun 1928. Mereka mengguratkannya dalam ekspresi persatuan, dengan disertai pengakuan hati sanubari terdalam. Sebagai bangsa yang plural dalam membangun cita-cita kesejahteraan.

Kaum muda menjadi garda terdepan pemersatu bangsa ini. Kesadaran pluralisme. Demi meraih cita-cita jangka panjang untuk rakyat itu, sesungguhnya telah tumbuh semenjak dahulu. Tahun 1928. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari kesadaran ini, mendorong kaum muda tampil sebagai aktor-aktor yang peduli. Bukan hanya peduli tetapi berusaha untuk membuat persekutuan kemanusiaan, tanpa melihat asal suku, agama, ras dan golongan.

Beberapa hari lalu, dimana para pemuda, saat itu melakukan Deklarasi Pemuda. 23 Juli 1973. Membentuk satu wadah organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia. Yang sudah menginjak 43 tahun. Tak terasa, umur yang hampir setengah abad. 

Terlepas dari sejarah tetbentuknya KNPI saat di masa orde baru itu. DPD KNPI Kabupaten Karawang tentu, usai perayaan Deklarasi Pemuda 23 Juli lalu, telah melaksanakan Musyawarah Daerah untuk memilih ketua barunya. Perjalanan organisasi dimana—pun itu, dari organisasi terkecil hingga level negara pasti menuntut regenerasi.

Suasana perebutan kursi tertinggi pasti panas. Namun, itu wajar selagi etika berpolitik tetap dipakai. Jangan sampai momentum ini menandakan "zaman edan" seperti dijelaskan Ronggowarsito dalam serat Sabda Jati, ditandai dengan dekadensi serta degradasi nilai etika dan budi pekerti, kekacauan, kesesatan berfikir dan tingkah laku. Serta kesombongan. 

Ada beberapa calon yang diusung untuk menduduki posisi tertinggi atas para pemuda di Kabupaten Karawang. Jangan sampai cita-cita pendahulu dihancurkan oleh egosentris golongan masing-masing atas setiap calon.

Semoga, para penerus estafet Kepemudaan di Karawang tercerahkan atas kehendak politik. Seperti apa yang dikatakan Jurgen Habermas, "pencerahan kehendak politik itu, efektif joka ada ketersambungan dengan kehendak publik, dan mampu berkomunikasi dengan tujuan kesejahteraan publik." Artinya, jangan sampai ada kesadaran palsu dalam berdemokrasi, meminjam bahasa Freire, yakni berdemokrasi yang tidak disertai kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan publik. 

Lalu, siapa publik dalam ranah KNPI?. Para pemuda tentu saja. Yang menurut UU No. 40 tahun 2009 adalah warga Indonesia yang berumur 16 sampai 30 tahun.

Memilih pemimpin saling gontok-gontokan itu biasa. Karena setiap orang pantas dan merasa pantas mengemban amanah itu. "Kekuasaan itu absah jika dijadikan sebagai alat masyarakat bisa menikmati kesejahteraan". 

Seperti itulah pesan Ibnu Qoyyim al-Jauziyah. Pertanyaannya, bisa—kah KNPI Kabupaten Karawang masa khidmat selanjutnya memealisasikan kemajuan para pemuda di karawang. Mengakomodir berbagai elemen kepemudaan yang berkembang di Kabupaten Karawang?

Adagium yang mengemuka dari kaum muda Indonesia ketika itu, adalah sebagai anak bangsa. Pengakuan tetap bersatu sebagai bangsa yang damai dan beradab. Tanpa mempetimbangkan apapun, berasal dari mana, golongan mana, barisan siapa, bahkan "partai" apa. "Kami cinta kemerdekaan, tapi lebih cinta perdamaian", demikian ungkap mereka dalam suatu kesempatan. Ya, mereka—lah pemuda pelopor kemerdekaan.

Semoga adagium ini tetap meresap disanubari para petinggi pemuda karawang. Sebagai seorang pemuda, saya—pun menginginkan ada ketersambungan, juga mampu mengayomi dan memajukan Kabupaten Karawang dengan program pemberdayaan sumber daya pemuda. (*)

Kemenag Bantah Persulit Pemberangkatan Calon Haji

KARAWANG, KarawangNews.com - Rabu (27/7/2016) siang, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang digeruduk aktivis yang menuntut seorang calon haji asal Batujaya, Naif (88) segera diberangkatkan ke tanah suci Mekah, para aktivis ini berorasi sebelum akhirnya dialog dengan pihak Kemenag.

Seorang pendemo, Rosi menyatakan, Kemenag mempersulit calon haji, dia meminta agar Naif bisa diberangkatkan tahun ini, sebab sejak mendaftar tahun 2013, Naif belum diberangkatkan naik haji.

Menjawab hal itu, Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian menjelaskan, Naif masuk daftar tunggu haji dan jadwal keberangkatannya tahun 2025. Setiap tahun, Kemenag Karawang rutin mengajukan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat yang diteruskan ke Dirjen Haji Kementerian Agama di Jakarta agar mendahulukan orang lanjut usia ke tanah suci, meski tahun keberangkatannya masih lama.

"Saat ini tercatat, ada 58 orang lanjut usia yang mengantri naik haji, mereka kita usulkan ke Dirjen Haji setiap tahun, agar keberangkatannya bisa disegerakan, sedangkan untuk Naif ditolak Dirjen Haji berangkat tahun ini," jelasnya.

Dia menegaskan, keberangkatan bagi calon haji orang lanjut usia bukan kewenangan Kemenag kabupaten, melainkan dari kabupaten diusulkan ke Kanwil provinsi dan dari Kanwil diusulkan lagi ke Dirjen Haji, sehingga keputusannya ada di Dirjen Haji. 

Kemenag kabupaten tidak bisa semena-mena memberangkatkan calon haji tanpa persetujuan Dirjen Haji, ini sudah diatur, sebab saat ini jumlah calon haji menumpuk, bahkan pemberangkatannya ada yang antri hingga 10 tahun ke depan.

"Kami tidak pernah mempersulit calon haji, semuanya dilakukan sesuai prosedur. Naif dijadwalkan berangkat tahun 2025 dan kita pun sudah usulkan agar Naif dipercepat pemberangkatannya. Usulan ini tidak hanya Naif, semua yang lanjut usia kita usulkan, tetapi nama Naif belum keluar tahun ini," jelas H. Sopian. (spn)

Warga Desak Pemkab Bongkar Gedung PT SAMP

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan petani dari tiga desa di Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang korban perampasan tanah mendatangi Kantor Pemkab Selasa (26/7/2015) siang, kedatangan puluhan petani yang didampingi oleh kuasa hukumnya ini untuk mendesak pemerintah agar tegas untuk menutup dan membongkar gedung kantor pemasaran PT BMI yang telah merugikan masyarakat sekitar. Terlebih sudah ada surat dari dinas terkait untuk melakukan pembongkaran.

Para petani mengaku kecewa, karena meski sebelumnya telah dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Karawang, namun kantor pemasaran tersebut malah lanjut dibangun sehingga terkesan menantang pemerintah setempat. Untuk itu, para petani menuntut agar Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersikap tegas dengan turun tangan menuntaskan permasalahan yang sudah merugikan para petani tersebut.

Namun sayang, setelah sekian lama menunggu, Bupati Karawang tidak bisa menemui para petani karena bupati sedang berada di luar negeri pengobatan orangtuanya yang sedang sakit. Akhirnya masyarakat 3 desa diterima oleh
Satpol PP, Dinas Cipta Karya, BPMPT, di gedung Singaperbangsa Karawang lantai 2.

Kuasa hukum warga 3 desa, Simon Tambunan menyatakan, Pemkab Karawang telah mengeluarkan surat perintah bongkar terkait bangunan marketing dan billboard, Pemkab Karawang mengakui marketing dan billboard menyalahi aturan. Kemudian terkait permohonan ijin BMI dan SAMP, Pemkab Karawang menyatakan tidak akan mengeluarkan ijin prinsip jika konflik belum selesai.

Diakuinya, masyarakat petani menghendaki, dari surat perintah itu pemerintah segera mengeksekusi tanpa menunggu 30 hari, karena ada keresahan di masyarakat, pihak SAMP dan BMI mengerahkan ormas untuk mempertahankan lahan sehingga rentan konflik sosial.

"Pemda Karawang harus memerintahkan bongkar, karena sesuai undang-undang, apabila ada potensi konflik tidak boleh ada penundaan. Kita ingin Pemkab Karawang jangan sampai disebut macan ompong yang berani dikertas, tetapi harus berani eksekusi, ini yang belum dijawab pemerintah Karawang," tandasnya usai rapat.

Dengan begitu, masyarakat menunggu tidakan konkrit pelaksanaan pembongkaran bangunan itu, sebab surat bongkar sudah keluar, PT SAMP dan BMI dianggap sudah melanggar hukum. (ds/spn)

Jimmy Bongkar Gerbang Sekolah yang Digembok Warga

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) membuka paksa gembok yang mengunci gerbang SMKN 1 Rengasdengklok, setelah dua jam gerbang sekolah itu digembok warga, Selasa (26/7/2016) siang. Warga mendesak, calon siswa baru titipan yang tidak diterima sekolah ini bisa masuk.

Tepat pukul 09.00 WIB, Jimmy datang ke sekolah itu, setelah mendengar gerbang sekolah ini digembok warga pukul 07.00 WIB. Sesampainya di sekolah, Jimmy langsung membongkar paksa gembok menggunakan palu.

Sedangkan, warga yang melakukan aksi gembok itu menyatakan protes, siswa baru titipan mereka tidak diterima di sekolah ini. Tercatat, sebanyak 170 calon siswa titipan itu ditolak sekolah, akibat kelebihan kuota.

Seperti dikatakan Kepala SMKN 1 Rengasdengklok, Wawan Cakra, sekolahnya hanya menerima siswa baru tahun 2016 ini sebanyak 520 siswa. Kata dia, jumlah siswa itu akan belajar satu shift dari pukul 07.00-15.00 WIB, jika ditambah 170 siswa, sekolah harus membuka kelas baru.

"Kami tidak bisa membuka kelas baru," kata Wawan, menyatakan jumlah penerimaan siswa baru ini sudah sesuai aturan pemerintah.

Menanggapi hal ini, Jimmy memberi kebijakan agar sekolah  menambah 3 siswa baru tiap kelas, sehingga per kelas menjadi 40 siswa dari yang ditetapkan semula 37 siswa. Terlepas dari kebijakannya ini, Jimmy tidak menjamin semu siswa titipan bisa diterima di sekolah negeri ini.

"Saya tidak bisa memaksakan hal ini (siswa titipan, red) kepada pihak sekolahan, saya hanya mencari solusi, tentu sekolah tidak dapat menampung hingga 170 siswa tersebut," ujar Jimmy.

Kata Jimmy, keputusan kepala sekolah untuk tidak menambah kelas ini untuk menghasilkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Ini pun untuk memperbaiki lulusan kerja, karwna banyak tenaga kerja asal Karawang memiliki etos kerja yang buruk di mata perusahaan.

"Kita terus lakukan perbaikan di dunia pendidikan, kalau misalnya sekolah dianggap tidak transparan, maka tahun depan kita akan buat spanduk penerimaan jumlah kuota pelajar di setiap sekolah," tandas Jimmy. (spn)

Di Balik Layar Toyota Sienta

KARAWANG, KarawangNews.com - Senin (23/7/2016). Setelah diperkenalkan ke masyarakat pada 7 April 2016, berbarengan dengan pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Toyota Sienta yang merupakan Mini MPV baru Toyota di Indonesia menyita  banyak perhatian.

Mulai Desain  yang memiliki konsep Modern, Active And Fun, Fitur yang memberikan kenyamanan dan kemudahan, hingga Performa 2NR-FE, 1.500 cc yang ekonomis, halus dan minim getaran. Namun di balik Mini MPV yang dalam bahasa Spanyol berarti 7 itu,  Sienta menyimpan banyak cerita  menarik untuk disimak.

Perjalanan Sienta sendiri dimulai pada 2011, ketika Toyota Indonesia akan  menyuguhkan sebuah kendaraan untuk keluarga muda modern di masa datang. Tim yang terdiri dari berbagai elemen dalam tubuh organisasi Toyota Indonesia, akhirnya merancang konsep tentang bagaimana sebuah kendaraan untuk keluarga yang dimaksud, sekaligus cocok dengan budaya maupun kebutuhan sehari-hari di Indonesia.

Melalui diskusi dan negosiasi yang cukup panjang, akhirnya dipilihlah Toyota Sienta generasi II (generasi I diluncurkan pada 2003 hanya untuk pasar Jepang). Dengan pemilihan Sienta ini, sekaligus menandakan bahwa ini merupakan kerjasama pertama kali antara Toyota Indonesia dengan Toyota Motor East Japan (TMEJ) yang berpusat di Sendai, Jepang.

Setelah kesepakatan pemilihan jenis kendaraan, proses berikutnya adalah masuk tahap penyesuaian terhadap kondisi lingkungan di Indonesia. Artinya, Sienta yang dipasarkan di Jepang, bukan berarti bisa langsung masuk atau diproduksi di Indonesia. Beberapa penyesuaian dilakukan agar nantinya  cocok dengan konsep awal. Maka beberapa item pun harus diberikan sentuhan-sentuhan environment  dan geografis lokal (Indonesian taste).

Yang sangat menjadi perhatian adalah ground clearence. Ketinggian mobil dari permukaan tanah  harus dinaikkan hingga 25 mm.  Hal ini untuk mengantisipasi kondisi geografis tanah air yang cenderung bergelombang. Selain itu, karena perbedaan iklim, sistem pendingin pun diperhatikan.

Pendingin udara kabin untuk Sienta di Indonesia menganut model double blower, bertujuan agar penumpang belakang bisa jauh lebih nyaman lantaran udara kabin yang tetap terjaga kesejukannya. Lalu untuk model Q, pada garnish backdoor dan front skirt dimodifikasi oleh engineer lokal agar sesuai selera Indonesia.

Tak selesai di situ. Unit Sienta versi Jepang pun diboyong ke Indonesia untuk dilakukan beberapa tes kondisi lokal. Salah satunya, melewati uji genangan air setinggi 30 cm. Di sinilah para engineer Indonesia memodifikasi ulang sealing untuk pintu dan menambahkan titik-titik sealing di tempat-tempat krusial sehingga tidak terjadi kebocoran yang menyebabkan air membanjiri kabin. Segala penyesuaian dan penambahan komponen dilakukan secermat mungkin, hingga Sienta  dinyatakan lolos segala tes.

Selain penyesuaian dan pengetesan produk, pada  2011 ini juga mulai dikirim engineer dan tenaga terampil Indonesia ke Jepang. Dari Karawang Plant sendiri selama periode 4 tahun berikutnya, secara periodik mengirim sebanyak total 170 orang (100 engineer dan sisanya skill worker) ke pabrik TMEJ di Sendai.

Mereka berangkat dalam rangka ikut merakit Sienta  pasar Jepang dan juga memberi masukkan ke tim TMEJ. Dari mulai cara memasang hingga kesulitan-kesulitan yang ditemui dan dikonsultasikan ke desainer untuk model Jepang yang diluncurkan pada Juli 2015.  

Secara paralel, pada 2014 pemasok lokal Indonesia mulai diminta membuat unique parts dan hasilnya dikirim ke TMEJ untuk diujipasang pada Sienta pasar Jepang. Tujuannya agar ketika diproduksi di Indonesia, parts buatan pemasok lokal Indonesia sudah siap untuk dipasang.

Ketika semua sudah dianggap siap, mulailah masuk pada kategori persiapan production trial. Atau bisa juga disebut, percobaan produksi Sienta lokal. Ini dilakukan sebelum diperkenalkan ke masyarakat luas.

Produksi sebagian besar komponen dan perakitan Sienta dilakukan di pabrik Toyota Indonesia, Karawang Plant II di Karawang  Barat yang memiliki luas 100 Ha dan melibatkan 139 pemasok lokal. Production trial ini  sendiri memakan waktu sekitar 6 bulan hingga masuk tahap confirmation stage (sudah siap untuk diproduksi massal).

Setelah itu, dilakukan durability test (tes jalan) yang mereview langsung segala macam kondisi yang ada di Indonesia. Dari mulai penggunaan dalam perkotaan, perjalanan luar kota, tanjakan, turunan, jalan tidak rata, kondisi lalu lintas macet,  genangan air dan sebagainya.

Artinya ketika diperkenalkan ke masyarakat, Sienta sudah layak jual. Tes ini  juga melengkapi dari hasil durability test di Jepang yang sudah dilakukan sebelumnya, sehingga durability test di Indonesia sekaligus menguji bagian-bagian yang disesuaikan kondisi Indonesia.

Dari hasil inspeksi inilah Sienta sudah bisa diproduksi massal sesuai pesanan. Sebagian besar pembuatan Sienta yang memiliki total jumlah parts hingga 2.800 item itu dilakukan di Karawang Plant II, Jl. Permata Raya Lot DD-1 Kawasan Industri KIIC (tol Jakarta–Cikampek KM47), Karawang Barat, Jawa Barat.  

Komponen lain diproduksi di Sunter Plant II, Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan produksi mesin ditempatkan di  Karawang Plant III (Engine Plant), Jl. Trans Heksa Lot KJIE Teluk Jambe, Karawang Barat, Jawa Barat yang memiliki luas bangunan 27.000 m2.

PROSES PRODUKSI TOYOTA SIENTA

Dalam proses produksi 1 unit Sienta, dari tidak berwujud hingga menjadi sebuah mobil memerlukan waktu 27 jam dengan masa takt time 2,8 menit (169 detik).  Proses produksi ini dilakukan dalam beberapa fasilitas produksi yang terdiri dari Press Shop (fasilitas pengepresan), Welding Shop (fasilitas pengelasan), Paint Shop (fasilitas pengecatan), Engine Shop (fasilitas menufaktur mesin) dan Assembly Shop (fasilitas perakitan). Masing-masing shop pada proses produksi Sienta memiliki keunggulan, teknologi baru, mengedepankan efisiensi dan ramah lingkungan.

PRESS SHOP

Dari tempat inilah awal proses produksi Sienta dimulai. Boleh dibilang, Press Shop adalah tempat membuat bentuk kain setelah pola dalam dunia menjahit baju.  Di Press Shop lembaran pelat yang memiliki ketebalan 0,6 mm hingga 1.2 mm berspesifikasi khusus, dicetak dengan beban 1.600 ton agar menjadi bentuk panel bodi yang terpisah. Hasil pengepresan pelat ini terdiri dari upper body (outer dan Inner) dan under body termasuk sasis. Sedangkan untuk sebagian panel-panel kecil masih dicetak di Sunter Plant II, Jakarta.

Mesin cetak yang dipakai untuk panel cangkang bodi (body shell) Sienta di Karawang Plant II, menggunakan Servo Press Machine (digerakkan mesin servo) yang dikelompokkan dalam line 1. Ini merupakan sebuah alat baru pada ruang Press Shop yang bisa mempercepat produktivitas hingga 60%. Perbandingannya, jika dengan mesin mekanis, 1 cycle time dalam 1 menit menghasilkan 10 pieces, ketika menggunakan Servo Press Machine, 1 cycle time dalam 1 menit mampu mencetak 16 pieces.

Jika dihitung secara total, 1 lot bisa menghasilkan 200 panel. Sedangkan panel bodi yang kecil-kecil, misalnya untuk bagian under body, masih menggunakan mesin manual press yang masuk dalam kelompok line 2. Di Press Shop Karawang Plant II sendiri memiliki 17 set dies (cetakan) yang menghasilkan 27 body parts number. Sedangkan di Sunter Plant II ada 18 set dies yang mencetak 21 body parts number.

Ketika semua sudah tercetak menjadi panel bodi lengkap, 1 bodi Sienta memiliki bobot 320 kg. Ini terdiri dari 190 kg hasil produksi Press Shop di Karawang Plant II dan 105 kg yang dicetak di Sunter Plant II serta sisanya berasal dari pemasok lokal.

Akhir dari proses press ini adalah inspection atau langkah pengecekan sebelum dikirim ke Welding Shop. Dilakukan dengan dua metode yakni konfirmasi 100% tiap-tiap panel bodi dan Jundate yang merupakan pengurutan sesuai model.

WELDING SHOP

Urutan berikut setelah panel bodi sudah siap adalah welding (pengelasan/penyatuan panel bodi). Ibaratnya di sinilah tempat menjahit Sienta hingga menjadi bentuk bodi mobil seutuhnya, menyatukan under body (outer-inner) dan upper body. Dalam proses pengelasan atau penyatuan panel-panel bodi, total titik pengelasan (spot welding) dalam 1 unit Sienta tercatat 3.600 titik.
 
Teknologi baru yang digunakan untuk pembuatan Sienta dalam Welding Shop adalah roller hemming. Alat ini bekerja menyatukan outer body dan inner body. Misalnya saja pada panel pintu. Sebelumnya, penyatuan kedua panel dilakukan dengan sistem press.

Namun dengan hadirnya roller hemming, pinggiran pintu luar dilipat ke bagian pintu dalam dengan menggunakan roller yang memiliki tekanan lebih rendah, berjalan otomatis keliling pintu dan hasilnya pun lebih sempurna.

Selain itu, ada satu alat baru yang dinamakan spot piano. Tugas alat ini  menyatukan antara outer dan inner bagian atap Sienta.  Dengan penggunaan spot piano, operator welding tidak perlu lagi berkeliling mengitari atap. Sumber listrik dipusatkan pada satu titik dan ketika difungsikan, terjadi pengelasan secara bersamaan mengelilingi atap.

Efisiensi waktu yang dihasilkan, sebelumnya membutuhkan 59 detik, saat ini hanya 19 detik atau mempercepat proses sebanyak 40 detik. Yang membedakan dengan teknologi baru lainnya dalam Karawang Plant II, spot piano ini adalah orisinal temuan karyawan lokal Welding Shop.

Adalah Warisno, yang merupakan salah satu team leader di Departement Welding Production,  Vehicle Production, Karawang Plant II  yang telah memiliki masa kerja 13 tahun.
Selain efisiensi waktu, dalam Welding Shop juga mengedepankan efisiensi pemakaian listrik. Hal ini lantaran banyak digunakannya sistem karakuri atau alat bantu gerakan tanpa energi luar. 

Jadi, banyak alat pendukung yang hanya memanfaatkan grafitasi untuk mengantar sebuah komponen dari titik satu ke titik lainnya.

PAINT SHOP

Ketika bodi Sienta sudah terbentuk, Paint Shop atau tempat pengecatan sudah harus  melakukan tugasnya.  Dalam proses pewarnaan bodi ini, Sienta harus melewati 12 proses. Ini dimulai dari pencucian bodi dengan cairan khusus untuk menghilangkan gram sisa pengelasan hingga inspection yang dilakukan oleh tenaga-tenaga terampil dalam bidangnya.

Pengeringan dalam 12 proses itu sendiri menggunakaan empat macam oven. Mulai oven I yang bisa mengeluarkan suhu 180  derajat celcius digunakan setelah pencucian bodi. Lalu oven II dengan suhu 120 derajat celcius ketika bodi Sienta sudah selesai dilapis cat dasar.

Berikutnya oven III setelah Sienta dilapisi warna yang dipanaskan hingga 80 derajat celcius. Yang terakhir oven 180 derajat celcius setelah dilapisi clear coat (varnish). Paint Shop memiliki sistem baru dalam proses pencucian bodi Sienta. Teknologi yang dinamakan Bazooka System ini mampu menyemprotkan air dengan volume 1.500 liter per menit. 

Kekuatan air ini berfungsi untuk merontokkan sisa-sisa gram pengelasan (welding residu) di bodi Sienta yang biasanya tidak terlihat kasat mata.  Jika gram ini tidak dihilangkan, hasil pengecatan bakal tidak sempurna.

Setelah melalui pencucian Bazooka System, bodi Sienta pun dikirim ke pencucian selanjutnya menggunakan teknologi baru yang dinamakan Micro Bubble System. Dengan alat baru ini, mampu menghilangkan bekas-bekas minyak di dalam pori-pori pelat Sienta. Sehingga pembersihan bodi sebelum memasuki area pengecatan makin sempurna.

Tak hanya alat dengan teknologi baru yang digunakan. Dalam proses pengecatan Sienta, unsur ramah lingkungan sangat diperhatikan.  Ini dibuktikan dengan mengurangi penggunaan pelarut cat berbahan baku solvent hingga 60% sehingga kandungan terbesar menjadi water based solvent, cat, dan terakhir conventional solvent.

Sebagai gantinya dipakai sistem water based. Pelarut water based sendiri merupakan cairan yang mengandung DI (de-industrialisasi atau air murni (air hasil penyulingan).

Keuntungan terhadap sistem water based ini,  bisa menurunkan kadar VOC (Volatile Organic Compound) atau senyawa yang menguap ke udara yang bisa merusak ozon. Jadi jika solvent bisa menguap hingga 45 gram/m2, water based hanya 18 gram/m2.

Selain itu, dengan penggunaan water based, proses pengecatan Sienta bisa mengurangi satu langkah pengovenan (pengeringan). Artinya mengurangi penggunaan listrik dan juga CO2 yang berkurang.  

ENGINE PLANT (Karawang III)

Di sinilah sumber tenaga berkode 2NR-FE dibuat. Keunggulan dari pabrik mesin Toyota Indonesia ini  adalah proses produksinya menggunakan konsep Through Line atau konsep proses satu atap. Jadi yang dulunya, proses casting dipisahkan di gedung lain, saat ini dijadikan satu kesatuan.

Hal ini juga merupakan konsep yang digunakan pertama kali pada pabrik Toyota seluruh dunia. Keuntungan satu atap ini, selain produksi menjadi lebih cepat, bisa mereduksi jumlah stok, hemat energi dan juga merampingkan organisasi.

Di dalam Engine Plant inilah cylinder block (CB) dicetak dengan sistem hi-pressure (diecast sistem robot) menggunakan 2 line yang masing-masingnya mampu memproduksi 9.000 cylinder block 2NR-FE (total 18.000) per bulan. Sedangkan untuk cylinder head (CH), menggunakan sistem low pressure yang digarap 5 mesin.

Sienta merupakan mobil pertama kali yang menggunakan mesin berkode 2NR-FE. Keunggulannya adalah cylinder block dan cylinder head menggunakan bahan dasar aluminium (Ingot) yang pada proses peleburan dibutuhkan  suhu 700 derajat celcius atau 200 derajat celcius lebih rendah dari yang berbahan dasar iron.  

Dengan penggunaan Ingot, hasilnya mesin 2NR-FE yang memakai pemasok lokal produk lokal sebanyak 80% ini, hanya memiliki bobot 93 kg untuk transmisi manual dan 83 kg yang bertransmisi matik. Dengan bobot yang ringan hasilnya bisa menyumbang efisiensi bahan bakar pada penggunaannya secara signifikan.

Tak ketinggalan dengan yang lain, Engine Plant juga melakukan langkah efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada proses pembuatan mesin Sienta ini pengolahan limbah dilakukan internal dengan penerapan konsep centrifugal re-cycle atau sisa casting diolah kembali dengan cara dilebur ulang, diproses, dicetak dan dijadikan bahan baku berupa Ingot. Sehingga limbah pada proses produksi ini boleh dibilang sangat sedikit.

Langkah  baru lainnya, penggunaan in-organic sand yang  ramah lingkungan. Karena jenis pasir buatan ini tidak berbau ketika proses casting.  In-organic sand sendiri digunakan sebagai bahan pembentuk cylinder block dan cylinder head. Keuntungan lain, pasir yang tidak terbakar juga bisa direcycle untuk dibuat cetakan lagi.

Terakhir, ketika mesin sudah dirakit, langsung dilakukan pengetesan dengan sistem 100%. Artinya semua mesin diuji satu-persatu di dalam ruangan Test Bench sebelum dikirim ke Assy Shop.

ASSEMBLY (ASSY) SHOP

Inilah tempat mengkompletkan Sienta. Dari semua shop yang memproduksi komponen akhirnya berkumpul di sini. Keunikan dari Assy Shop adalah, 90% alat bantu perakitan menggunakan sistem karakuri produktifitas. Atau alat bantu yang mengandalkan grafitasi, tidak menggunakan listrik atau energi berbiaya lainnya. Hingga pencapaian akan efisiensi bisa dimaksimalkan dalam proses pembuatan Sienta.

Sedangkan sisanya (10%) menggunakan karakuri simple auto atau dibantu motor listrik dengan watt yang kecil. Total karakuri dalam Assy Shop ada 297 buah dan menariknya semua dibuat atau diciptakan oleh karyawan Assy Shop.

Sienta di Assy Shop sekaligus menjadi produksi pertama kali TMMIN untuk mobil yang memiliki sliding door. Sehingga pada proses perakitan ada sedikit metode berbeda atau alat khusus dibanding merakit mobil jenis lain. 

Pada perakitan Sienta ini juga menggunakan konsep doorless assembly atau pemasangan komponen tanpa keseluruhan pintu dipasang. Hal ini untuk memudahkan operator dalam memasang komponen bagian dalam Sienta.

Total komponen yang dipasang atau dirakit di Assy Shop ada 2.200 item yang melewati 119 proses hingga Sienta siap dikirim ke pemilik. Semua pemasangan komponen dan proses itu dikerjakan  dalam ruangan berkonsep CBC (Clean, Bright, Comfort). (rls)

Toyota Luncurkan Mobil Sienta

KARAWANG, KarawangNews.com – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini resmi meluncurkan produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2, Senin (25/7/2016) siang. The All New Sienta telah diperkenalkan pertama kali kepada konsumen Indonesia oleh TAM pada akhir April yang lalu dalam perhelatan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS).

Model ini menjadi produk kendaraan utuh keenam yang diproduksi secara lokal oleh TMMIN di antara jajaran model lainnya seperti Kijang Innova, fortuner, Etios Valco, Vios dan Yaris serta dua jenis mesin bertipe TR-K dan R-NR. Toyota menanamkan investasi sebesar 2,5 triliun rupiah atau sekitar US$ 186 juta, untuk proyek produksi lokal Sienta ini. Di tahap awal, Toyota menargetkan volume produksi sebesar 4.000 unit per bulan.

Presiden Direktur TMMIN, Masahiro Nonami menyatakan, pihaknya sangat bangga bisa memproduksi berbagai macam model di pabrik-pabrik Toyota di Indonesia. Dia berharap,  semakin banyaknya model yang diproduksi secara lokal, maka akan memberikan sumbangsih nyata terhadap perkembangan industri otomotif serta ekonomi Indonesia melalui alih teknologi produksi (production know-how), pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), keterlibatan pemasok lokal dan penanaman investasi.

Sejak November 2015, dengan dimulainya produksi the All New Kijang Innova, dilanjutkan dengan produksi the All New Fortuner, mesin aluminimum berbasis bensin tipe R-NR, dan kini Sienta, jumlah pemasok lokal lapis pertama (tier 1) TMMIN melonjak cukup signifikan dari 107 perusahaan menjadi 139 perusahaan.

Sejumlah rangkaian proyek tersebut juga berhasil menyerap tambahan tenaga kerja baru sebanyak 400 orang di TMMIN serta penanaman investasi sebesar 9,7 triliun rupiah (sekitar 722 juta dolar Amerika Serikat).

Model Global

Indonesia merupakan negara pertama setelah Jepang yang memproduksi Sienta. Model ini dibuat di pabrik Karawang Plant 2 milik TMMIN bersama-sama dengan model Etios Valco, Vios, Limo,dan Yaris.

Pabrik Karawang Plant 2 ini dilengkapi dengan teknologi manufaktur terkini seperti Servo Line di bagian pengepresan dan Piano Welding di bagian pengelasan yang mendukung peningkatan presisi, keamanan, dan efisiensi dalam proses produksi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas global.

Sienta akan dibekali dengan dapur pacu berupa mesin bertipe R-NR yang juga merupakan produk lokal buatan pabrik TMMIN Karawang 3. Pabrik mesin yang baru diresmikan pada kuartal pertama tahun 2016 ini adalah pabrik mesin Toyota pertama di dunia yang mengimplementasikan proses produksi mesin berada dalam satu atap dengan konsep Through Line.

Sienta juga direncanakan akan diekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara mulai akhir tahun ini menyusul keberhasilan model-model kendaraan utuh bermerek Toyota yang telah lebih dulu eksis di pasar global seperti Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Agya dan LiteAce.

Hingga bulan Juni 2016, ekspor kendaraan utuh (Completely Build-Up/CBU) bermerek Toyota dari Indonesia mencapai 83.800 unit. Sementara itu ekspor mesin utuh, kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) serta komponen kendaraan TMMIN selama periode yang sama mencapai volume 69,700 unit, 20,800 unit dan 43 juta buah secara berturut-turut.

Tahun lalu, total ekspor model-model kendaraan utuh bermerek Toyota sebesar 176.700 unit menyumbang sekitar 85% dari total ekspor kendaraan utuh Indonesia.

Rangkaian produksi lokal dan ekspor menunjukan bahwa TMMIN memiliki kapabilitas sehingga dipercaya untuk memproduksi produk berkualitas global untuk memenuhi kebutuhan konsumen baik di Indonesia maupun di mancanegara.

"Kami sangat bangga mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan maupun mesin di kawasan Asia-Pasifik dalam rantai suplai Toyota global," kata Nanomi.

Kata dia, perusahaanya akan bekerja lebih giat lagi dalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan sehingga dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing. Dengan demikian operasi Toyota di Indonesia dapat menyuguhkan layanan yang lebih baik lagi bagi para pelanggan seiring dengan harapan bahwa Toyota dapat berkontribusi lebih besar kepada perkembangan industri otomotif Indonesia.

Kedalaman Rasio Kandungan Lokal

Untuk sebuah produk baru, kedalaman rasio kandungan lokal Sienta yang langsung mencapai 80% merupakan kebanggaan tersendiri bagi TMMIN. Pencapaian ini diraih atas pengembangan serta pendampingan yang kontinyu serta kolaborasi erat antara TMMIN dan 139 perusahaan pemasok lapis pertama. Secara keseluruhan, produk-produk TMMIN baik berupa mobil utuh maupun mesin, memiliki rasio kandungan lokal berkisar 60%-85%.

"Kami kagum dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh para pemasok dalam negeri, kami bersama supplier telah melewati proses yang panjang, tidak instan dan tidak mudah dalam mencapai sebuah produk berkualitas global dengan rasio kandungan lokal yang tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono mengatajan, Toyota mengalami berbagai tantangan seperti perubahan dan penyesuaian budaya kerja, berkejaran dengan penerapan teknologi produksi terkini hingga meningkatnya kebutuhan akan SDM trampil berkarakter industri.

Dengan begitu, dia bertekad untuk memperkuat kerjasama ini serta mendorong supaya perusahaan pemasok lapis pertama dapat menularkan keterampilan dan pengetahuannya kepada perusahaan pemasoknya.

"Sehingga diharapkan terjadi efek domino demi tercapainya kedalaman industri yang berkelanjutan," kata Warih.

Toyota Indonesia selama 45 tahun kehadirannya, berkomitmen kuat untuk tumbuh bersama dan berkontribusi kepada Indonesia melalui aktivitas manufaktur produk berkualitas global dan menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif. (rls/spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -