Berita Terkini

Jelang UN, Siswa SMK Ristek Sholat Malam Berjamaah

KARAWANG, KarawangNews.com - Menjelang Ujian Nasional (UN), 196 siswa SMK Ristek peserta UN melaksanakan munajat malam di masjid sekolah. Ini dilakukan untuk membentuk pikiran yang rileks, selama mereka menunggu pelaksanaan UN tiga minggu lagi, 13-16 April 2015.

Dijelaskan Wakil Manajemen Mutu SMK Ristek, Drs. H. Jajang Haeroni MM, ketika ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/3/2015) siang. Setelah Ujian Akhir Sekolah (UAS), 196 siswa kelas 12 yang akan melaksanakan UN hanya diberi empat mata pelajaran yang akan di-UN-kan di kegiatan belajar kelas mereka saat ini.

Empat pelajaran itu ialah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Teori Kompetensi Kejuruan. Kata Jajang, mereka pun diberi kisi-kisi latihan pengisian soal UN. Tak hanya itu, untuk lebih mematangkan persiapan siswanya, sekolah mengadakan bimbingan belajar (bimbel) tiap hari Minggu pukul 7.00-11.15 WIB.

"Khusus untuk kelas 12 difokuskan mendalami empat mata pelajaran yang akan di-UN-kan dan 196 calon peserta UN ini kita agendakan sholat malam di masjid sekolah. Start setelah Isya, kemudian tahajud pukul dua pagi, setelah itu dirangkai doa dan dzikir hingga shubuh," kata Jajang.

Pelaksanaan sholat malam ini dibagi 6 kelas setiap hari, sehingga mereka akan siap dan sangat matang menghadapi UN. Diakuinya, pemantapan persiapan UN ini agar mereka bisa lulus ujian dengan hasil yang maksimal. Sebab, tahapan UN ini sangat penting untuk menentukan keberhasilan mereka kedepan, pasca lulus sekolah dengan nilai memuaskan. (spn)

Tujuan Pemerintah dan Koperasi Sejajar, Mensejahterakan Masyarakat

H. Warman SE, memakai batik warna biru.
KARAWANG, KarawangNews.com – “Kalau kita lihat Undang-Undang Dasar 1945, tujuan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umum, sedangkan tujuan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka tujuan pemerintah dan tujuan koperasi sama,” demikian kata Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Karawang, H. Warman SE, Rabu (25/3/2015) siang di acara Rapat Anggota Tahunan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (RAT PKPRI) Pangkal Perjuangan Karawang.

Dengan begitu, sambung Warman, salah besar ketika pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat secara sejahtera tanpa menggangdeng koperasi. Sehingga, jika Karawang ingin sejahtera sesuai visi misi bupati, tidak akan terwujud tanpa menggangdeng koperasi, maka jangan ragu jadi insan koperasi.

Bagi PKPRI, pembina  yang paling utama yaitu bupati, untuk itu bupati punya peran penting dalam gerakan koperasi. Di Undang-Undang Dasar diamanatkan, perekonomian negara ini adalah koperasi, meski diketahui pelaku ekonomi ini ada tiga, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta dan koperasi.

“Tidak ada badan usaha lain selain koperasi, ketika belanja kepada koperasi diakhir tahun kuntungannya kembali lagi kepada yang belanja,” tandas Warman.

Kata dia, anggota koperasi punya peran penting bagi perahu koperasi, sebab koperasi ini bukan birokrat, tetapi lembaga gerakan ekonomi rakyat yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong. (spn)

3.212 Anak TK-PAUD Ikuti Porseni IGTK

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 3.212 peserta taman kanak-kanak mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (Porseni IGTKI) Kabupaten Karawang di halaman parkir Wonderland Galuh Mas, Rabu (25/3/2015).

Dijelaskan Ketua Pelaksanan Porseni IGTKI Karawang, Enen Durotul Muslimah, kegiatan ini diikuti 152 sekolah TK-PAUD se-Kabupaten Karawang dengan lima jenis lomba, yaitu sholat berjamaah, menari, bernyanyi, senam dan mewarnai gambar.

Kata Kepala TK Negeri Pembina Karawang ini, jumlah peserta tahun ini lebih besar disbanding tahun lalu yang hanya mencapai dua ribu peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Dadang Sugardan mengaku apresiasi dengan kegiatan rutin ini, tetapi sesuai intruksi dinas pendidikan pada tahun ini tidak dilaksanakan di luar kota.

“Kegiatan ini merupakan ajang media kreatifitas bagi peserta didik dan guru untuk meningkatkan proses pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” jelasnya. (spn)


Nace Bukan Bupati Pohon

KARAWANG, KarawangNews.com – Ketika kebanyakan bakal calon bupati Karawang memasang foto sosialisasi berupa banner di pohon, sehingga disebut-sebut sebagai bupati pohon, beda dengan Nace Permana, dia memasang ribuan banner dengan bambu khusus yang dipasang berjejer di pinggir jalan. Selain untuk terlihat menarik, hal itu dilakukan agar tidak merusak pohon.

“Latar belakang saya adalah aktivis lingkungan dan budaya, memasang banner di pohon itu salah, apalagi dipaku, itu merusak. Saya berusaha memulai dari hal terkecil dengan memasang banner di tiang bambu. Biayanya tentu lebih besar dibanding hanya dipasang pakai paku,” kata Nace Permana, Selasa (24/3/2015) siang di Sekretariat LSM Lodaya, Karawang.

Diakuinya, memasang banner di bambu khusus ini untuk memberi contoh kepada calon bupati lainnya, agar tidak memaku pohon. Meski biaya lebih besar, ini akan terlihat lebih elegan. Bahkan, dia sudah intruksikan kepada semua simpatisannya, agar tidak memasang banner-nya di pohon, apalagi dipaku.

“Target selama dua bulan ini saya memasang 10 ribu banner yang ditebar di semua kecamatan, pemasangannya bertahap sambil menghitung elektabilitas,” jelasnya.

Pada banner itu, Nace mempertegas lima langkah yang akan dilakukannya jika terpilih jadi bupati, yaitu soal tenaga kerja, karena masih banyak warga Karawang yang menganggur, kemudian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan infrastruktur, pertanian dan kehutanan, juga kesehatan masyarakat.

“Saya bukan orang hebat, tetapi akan membuat Karawang hebat. Saya bukan orang kaya, tetapi akan menjadikan masyarakat Karawang lebih sejahtera,” kata ketua LSM Lodaya ini.

Dia akan mendekatkan diri kepada warga dengan tetap mengedepankan muatan lokal, sehingga masyarakat Karawang paham budaya Karawang. Seperti sebelumnya, dia menggagas berbusana pangsi setiap hari, sebagai pakaian budaya leluhur orang Karawang, meski hal itu banyak dicibir dan ditertawakan. 

“Awalnya ketika saya menggagas pakai busana pangsi, banyak yang menertawakan, sekarang lihat saja sendiri, malah banyak yang pakai pangsi,” kata dia. (spn)

Ace & Informa Ikut Beraksi Dalam Earth Hour

JAKARTA, KarawangNews.com - Senin (24/3/2015), dikutip dari National Geographic Indonesia, pemanasan global merupakan ancaman utama bagi bumi. Perubahan iklim berimplikasi pada cuaca ekstrem, kekeringan di beberapa daerah, mengubah pola distribusi hewan dan penyakit di seluruh dunia, dan menyebabkan dataran rendah tenggelam di tengah naiknya permukaan laut.

Untuk itu, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk atau dikenal dengan ACE dan  PT. Home Center Indonesia atau dikenal dengan INFORMA  yang mempunyai reputasi baik, ikut berpartisipasi dalam kegiatan global yang bertujuan  untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim dunia yaitu Earth Hour.

2015 adalah tahun pertama bagi ACE dan INFORMA yang tergabung dalam Kawan Lama Group, berpartisipasi dalam program Earth Hour. Pada program yang dilakukan pada 28 Maret 2015 ini, sebagian besar toko ACE dan INFORMA akan turut mematikan sebagian lampu selama satu jam mulai pukul 20.30 – 21.30WIB.

Beberapa store ACE yang akan berpartisipasi dalam Earth Hour tahun ini antara lain, ACE Juandan Medan, Denpasar, Sunset Bali, Tasik dan CSB Cirebon. Untuk store Informa yang akan berpartisipasi antara lain, Informa Cibinong, Kemang, Central Park, Jambi, Living Plaza Bekasi, Fatmawati, Gandaria, dan Manado. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat melakukan penghematan atau efisiensi sebesar 20% dari total penggunaan listrik dalam kondisi normal.
 
Kawan Lama Group percaya bahwa program Earth Hour penting untuk dilakukan sehingga dalam menjalani aktivitas bisnisnya di Indonesia, Kawan Lama Group berusaha terus meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia tidak hanya melalui inovasi produk tetapi juga melalui program yang membangun kesadaran sosial dan aksi nyata untuk mengurangi perubahan iklim yang ekstrem. Dikarenakan program tersebut akan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Selain berpartisipasi dalam program Earth Hour dengan memadamkan listrik, Kawan Lama Group juga memiliki keprihatinan dan rasa tanggung jawab moral terhadap isu-isu  lingkungan lainnya dengan melakukan aksi nyata seperti Program Trees For Tomorrow, melalui misi “Menuju 1 Juta Pohon” kawan lama telah membagikan lebih dari 850.000 bibit pohon kepada pelanggan yang telah dilakukan dalam 7 periode.

Bibit tanaman yang dibagikan dibudidayakan di area seluas 2 hektar di daerah Kunciran Tangerang. Program yang lainnya adalah ACE Peduli Bersih Indonesia, yaitu aksi pembersihan landmark atau simbol kota. Kegiatan ini dilaksanakan di 27 landmark yang ada di 24 kota di Indonesia pada 6-27 April 2014.  (rls)

Tugas Berat Untuk Kades Terpilih

KARAWANG, KarawangNews.com - Di Kecamatan Telukjambe Barat masih ada tugas berat bagi pemerintah yang harus diselesaikan, diantaranya konflik agrarian tiga desa, lahan Puskesmas yang masih berpolemik dan pengadaan lahan sekolah yang belum terealisasi.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Karawang Indriyani ST, pada kesempatan bicara di acara serah terima jabatan (Sertijab) tujuh kepala desa (Kades) terpilih di Kecamatan Telukjambe Barat, Selasa (24/3/2015). Kata dia, pada jabatan baru Kades ini masih banyak tugas yang harus diselesaikan, warisan dari Kades sebelumnya yang telah berjuang memakmurkan desanya.

"Kita bersama-sama berjuang menyelesaikan permasalahan itu dan dengan sekuat tenaga saya akan berjuang untuk kepentingan masyarakat Telukjambe Barat," kata anggota DPRD Fraksi Partai NasDem ini.

Dia berharap, kepala desa terpilih bisa menjaga kondusifitas desanya, pertarungan pilkades kemarin sudah selesai, maka kepala desa terpilih bisa merangkul para calon kepala desa yang belum berhasil.

"Sekarang kita harus berpikir bagaimana kita membangun daerah kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mari kita bangun sinergisitas dengan semua pihak, eksekutif dan legislatif," kata dia.

Berkaitan dengan polemik perangkat desa, Indri menyampaikan, aturannya sudah jelas, semuanya harus berpegang pada aturan yang sudah ada. Dia harap ini menjadi 'entry point' dalam rangka menciptakan desa yang berkualitas sesuai dengan amanat undang-undang desa. 

Diketahui, Sertijab ini dilaksanakan usai pelantikan 177 kepala desa terpilih, Senin (23/3/2015) di Lapang Karang Pawitan oleh Plt. Bupati Karawang. Sehari kemudian, tujuh desa di Kecamatan Telukjambe Barat melaksanakan serah terima jabatan dari Plt kepala desa kepada kepala desa definitif.

Tujuh desa tersebut yaitu, Desa Margakaya, Margamulya, Karangligar, Mekarmulya, Mulyajaya, Wanasari dan Desa Wanajaya. Acara ini dihadiri Muspika Telukjambe Barat termasuk anggota DPRD Indriyani ST. (*)

Ade Swara Restui Deden Mencalonkan Bupati Karawang

Ade Swara bersama Deden saat peresmian rumah layak huni bagi pengungsi banjir
di Cikampek, tahun lalu.
BANDUNG, KarawangNews.com - Mantan Bupati Karawang H. Ade Swara merestui Deden Darmansah jadi Bupati Karawang periode 2015-2020. Ini diungkapkan H. Ade Swara yang didampingi istrinya Hj. Nurlatifah usai sidang pemeriksaan keduanya di ruang tunggu Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Senin (24/3/2015) pukul 11.00 WIB.

Diungkapkan Deden, Ade Swara dan keluarganya mendukung penuh pencalonan dirinya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Sebab, Deden dianggap punya kredibilitas untuk memimpin Karawang kedepan. Selain itu, Deden dan keluarga H. Ade Swara punya kedekatan emosional, sebagai sahabat dan rekan kerja selama Deden dan Hj. Nurlatifah duduk di legislatif kabupaten.

“Kalau mau jujur, dari PDI Perjuangan, pak Deden yang harus diusung untuk pemilihan bupati sekarang,” ucap Deden, mengutip ucapan Ade Swara.

Kata Deden, sebagai seorang sahabat, Ade Swara seperti kakak sendiri. Dia sengaja hadir untuk bertemu Ade Swara dan Nurlatifah untuk memberikan semangat agar tetap tawakal, karena sudah 8 bulan dia belum pernah bertemu dengan Ade Swara dan Nurlatifah, pasca keduanya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Bahkan, sambung Deden, Nurlatifah mengatakan dengan tegas agar dirinya tetap maju dan tidak boleh mundur selangkah pun ke Pilkada.

“Saya pengagum beliau (Ade Swara, red), sebagai seorang muslim yang soleh, puasa sunatnya rajin dan sholatnya tidak pernah tertinggal. Demikian pula Nurlatifah, seorang dermawan dan wanita muslimah, mereka nampak tegar dan ceria, saya senang melihatnya,” ungkap Deden.

Diakuinya, yang lebih mengagumkan, Ade Swara terlebih dahulu meminta maaf kepadanya, atas apa yang terjadi selama ini.

“Saya menjawabnya, semua ini adalah takdir Allah SWT yang harus terjadi. Saya memohon doa dan restu mereka berdua, alhamdulillah keduanya beserta keluarga merestui pencalonan saya sebagai bupati,” jelasnya. (spn)

Cellica Mangkir ke MKKS Cup, Sertijab Kades Tirtajaya Jadi Molor

BPD, LPM dan Panitia Pilkades yang jenuh menunggu pelaksanaan Sertijab Kades terpilih
di Kantor Camat Tirtajaya, Senin (24/3/2015) pukul 11.30 WIB.
KARAWANG, KarawangNews.com - Serah terima jabatan kepala desa (Sertijab Kades) di Kecamatan Tirtajaya molor hingga tiga jam. Pasalnya, Camat Drs. H. Darsono MSi lebih memilih menunggu kehadiran Plt. Bupati Karawang,dr. Cellica Nurrachadiana yang tak kunjung tiba di pembukaan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cup ke-12 tahun 2015 yang dilaksanakan di SMPN 1 Tirtajaya.

Sertijab 9 kepala desa di Kecamatan Tirtajaya ini rencananya akan dilaksanakan pukul 9.00 WIB, tetapi camat langsung bergegas ke SMPN 1 Tirtajaya untuk menyambut Cellica, karena MKKS akan dibuka pukul 8.00 WIB. Namun, di sekolah tersebut camat masih harus menunggu hingga pukul 12.00 WIB.

Hadirnya camat di sekolah tersebut membuat kepala desa yang menunggu di kantor Kecamatan Tirtajaya resah, sebab hari semakin siang, tetapi acara Sertijab yang ditunggu itu belum dilaksanakan, terlebih suhu udara di kantor kecamatan panas tidak ber-AC.

"Rencananya setelah Sertijab ini saya akan membentuk aparatur di kantor desa, tapi saya undur sampai besok, karena waktu tidak memungkinkan," kata Kepala Desa Gempol Karya terpilih, Acep Doyok, ketika ditemui penulis di kantor kecamatan.

Kepala desa menunggu di warung seberang kantor camat.
Sementara itu, MKKS Cup di SMPN 1 Tirtajaya yang harusnya dibuka pukul 8.00 WIB terpaksa ditunda, panitia langsung berinisiatif menggelar olah raga yang dilaksanakan di area sekolah itu, sambil menunggu kedatangan Cellica.

"Sambil menunggu bupati datang, kita langsung buka kegiatan olahraga, karena kita tidak tahu jam berapa beliau datang," kata Penanggungjawab MKKS Cup, Cartono.

Kemudian, pukul 13.00 WIB, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Dadan Sugardan tiba di SMPN 1 Tirtajaya, sambil mengabarkan Cellica tidak jadi datang ke sekolah ini karena sibuk.

“Tadi pagi bupati sudah mau berangkat, tapi karena sibuk dia tidak bisa hadir ke sini. Tadi pukul 9.30 WIB bupati masih ada di ruang Sekda,” kata Dadan. (spn)