Berita Terkini

Truk Molen Terjun Bebas di Jembatan Klari


KARAWANG, KarawangNews.com - Sebuah truk molen terjun bebas dari atas jembatan layang setinggoi 10 meter di jalan raya Klari, Selasa (4/7/2015) dini hari, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi sopir mengalami luka serius dan kini dalam perawatan di rumah sakit.

Truck molen bernomer polisi B 9066 TIN yang datang dari arah Cikampek menuju Karawang ini. Diduga sopir truk mengantuk, sehingga truk oleh ketika menanjak jembatan itu dan terjun bebas ke dasar jembatan.

Sopir truck bernama Dede Khaerudin warga Bekasi selamat dari kecelakaan ini, meski mengalami luka cukup parah akibat benturan dan tergencet bodi kendaraan. Sopir berhasil ditolong warga sekitar yang melihat kejadian ini dan langsung dilarikan kerumah sakit Bayukarta, Karawang.

Menurut sejumlah warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mendengar kejadian ini, mereka mendengar seperti suara ledakan, ketika didatangi ternyata ada sebuah truk di dasar jembatan dengan kondisi sopir tergencet bodi kendaraan.

Hingga siang, truk masih belum diangkat dan menjadi tontonan warga dan pengguna jalan yang melintas, akibatnya lalu lintas di jembatan itu macet, sebab sejumlah pengendara sengaja menepi dan berhenti untuk melihat peristiwa itu. (had)

Foto facebook:
Nhie Eoth CiiciekalrhamboeanarkiesdiRi
Fazri Editiya Mahardhika

Calon Bupati yang Belum Lengkapi Persyaratan Terancam Dicoret

KARAWANG, KarawangNews.com - Sejumlah calon bupati dan wakil bupati Karawang hingga hari ini belum melengkapi persyaratan pencalonan, sehingga para calon ini terancam dicoret dari kepesertaanya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015.

Ini dijelaskan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Nandang, Senin (3/7/2015) siang di tempat kerjanya. Kata dia, kekurangan persyaratan pencalonan bupati dan wakil bupati Karawang, hingga batas waktu pendafatran ditutup, masih banyak yang belum melengkapi.

“KPU Karawang memberikan tenggang waktu kepada para calon bupati untuk melengkapinya sampai tanggal 7 Agustus 2015,” ucapnya.

Kekurangan persyaratan ini ada pada calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan atau independen, seperti jumlah dukungan yang masih kurang dari jumlah yang ditentukan, termasuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), serta belum menyerahkan rekening jumlah dana kampanye calon.

Selain pasangan calon bupati dari jalur peseorangan, kekurangan persyaratan juga masih terjadi dari pasangan calon bupati jalur partai, seperti belum menyerahkan tanda terima LHKPN dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan belum menyerahan rekening jumlah dana kampanye.

“Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan para pasangan calon belum melngkapi kekuranganya, maka para calon bupati ini terancam tidak lolos sebagai peserta Pilkada pada 9 Desember 2015 mendatang,” jelas Nandang.

Sementara itu, Komisioner KPU, Adang Bahtiar, syarat calon belum terpenuhi semua, karena saat ini masih dalam proses, diantaranya SKCK, kesehatan termasuk ijazah. Sedangkan KPU baru menerima rekening kampanye pasangan Daday dan Eddy dari jalur perseorangan.

"Saat ini ada beberapa calon yang intensif melakukan komunikasi terkait syarat pencalonan," kata Adang. (had/spn)

Nace-Yeni Pendaftar Terakhir ke KPU

KARAWANG, KarawangNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang menerima pendaftar terakhir pasangan calon bupati dan calon wakil bupati pasangan Nace Permana-Yeni Herlina, Selasa (28/7/2015). Kedua pasangan itu tiba di KPU pukul 10.30 WIB dengan berjalan kaki sejauh 200 meter dari lampu merah Tanjungpura, Karawang Barat.

Ketua KPU Karawang, Risza Affiat menyebutkan, sejak dibuka pendaftaran hari Minggu kemarin, hingga Selasa ini sudah ada enam pasangan calon bupati dan calon bupati Karawang yang ikut sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun 2015 ini.

“Hingga hari terkahir ini sudah ada enam pasangan bakal calon bupati, tiga pasangan dari partai dan tiga pasangan lainnya dari jalur independen atau persorangan, besok (Rabu, red) mereka akan mengikuti test kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta,” ucap Risza.

Sementara itu, terkait jalan kaki ke KPU, Nace menjelaskan, jalan kaki ini berfilosofi pemimpin harus pekerja keras dan tidak membeda-bedakan strata sosial, pemimpin
harus bisa melebur dengan masyarakat, sama rasa.

“Ini bukan karena pencitraan, tetapi karena saya (tumbuh, red) dari bawah. Sejak kecil saya sering jalan kaki sejauh 1 kilometer ke sekolah tanpa alas sepatu. Begitu pun ketika SMP, saya masih berjalan kaki sekitar 10 kilometer lebih ke SMPN 1 Pangkalan,” kata dia.

Nace datang ke KPU diiringi puluhan anggota LSM Lodaya yang mengenakan berbaju serba hitam dengan ikat kepala khas Sunda. Usai pendaftaran, tangisan Nace pecah saat menemui anggotanya ini yang berada di luar gedung, dia mengaku haru atas jasa Lodaya yang sudah mengantarkannya hingga ke pendaftaran sebagai calon bupati.

“Saya merasa teman-teman Lodaya sudah memperjuangan dengan sangat luar biasa, sehingga saya bisa diterima sebagai calon bupati, saya sangat bangga. Saya sedih juga, karena Karawang tidak dipimpin dengan baik, apalagi dikuasai bukan oleh orang Karawang asli,” jelasnya.

Sementara, pasangan ini meyakini dengan daftar di akhir waktu yang telah dijadwalkan KPU ini akan membawa angin segar untuk kemenangan. Menurut Nace, yang terakhirlah yang akan menang. (spn)

Cellica Jimmy Daftar ke KPU

KARAWANG, KarawangNews.com - Senin (27/7/2015) siang, Cellica Nurrachadiana dan Ahmad Jimmy Zamakhsyari mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang sebagai calon bupati dan wakil bupati. Keduanya mendatangi KPU menaiki kuda dan diarak tarian tradisonal.

Diakui Cellica, diwaktu yang sangat mepet dia memilih Jimmy sebagai calon wakilnya. Meski tidak menyebutkan alasan jelas memilih Jimmy, sudah bukan rahasia umum jika Jimmy punya elektabilitas kedua setelah Cellica, sehingga pantas jika Cellica memilih Jimmy jadi wakilnya.

"Tidak harus tanya kenapa dan bagaimana, saya maju di Pilkada dengan Jimmy ini karena takdir Allah SWT," ucap Cellica.

Kata Jimmy, dia bersedia menjadi wakilnya Cellica setelah didorong ayahnya, KH. Hasan Basri Syafe'i. Setelah mendapat petuah ayahnya ini, Jimmy semakin yakin menjadi wakilnya Cellica, meski semula ambisinya ingin menjadi bupati dengan beberapa pilihan politisi yang akan menjadi wakilnya.

Diketahui, Jimmy beberapa kali mengajak sejumlah politisi untuk maju bersamanya di Pilkada, diantaranya meminta Ketua DPC Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapi jadi wakilnya, kemudian Jimmy bersedia menjadi wakil bupatinya Saan Mustopa, Jimmy pun siap berpasangan dengan kader terbaik PDI-P Deden Darmansah, termasuk lobi-lobi dengan Cellica. Akhirnya, Jimmy pun memilih jadi wakilnya calon bupati incumbent, Cellica Nurrachadiana.

Kedua pasangan calon Cellica dan Jimmy diusung partai Demokrat, PKS, PAN, PPP termasuk partai baru Perindo. (spn)





Miing: Jika Terpilih, Kami Tidak Akan Korupsi

KARAWANG, KarawangNews.com - Calon wakil bupati Karawang, Dedi Gumelar yang akrab disapa Miing menegaskan, dia dan calon bupatinya H. Ahmad Marjuki tidak akan korupsi jika terpilih jadi bupati dan wakil bupati Karawang periode 2015-2020. Miing meyakini, kekayaan H. Marjuki sudah banyak, begitu pun dirinya yang ditugaskan PDI-P untuk mendampingi H. Marjuki, berkomitmen untuk menjalani tugas sebagai pemimpin daerah.

"Jika terpilih nanti, kami berjanji tidak akan korupsi, karena tanpa korupsi kami sudah cukup. Sejatinya Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) adalah hak rakyat, bukan untuk dikorupsi," tandas Miing, kepada wartawan usai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (27/7/2015) siang.

Diketahui, H. Marjuki adalah pengusaha kaya, ketua PBNU Karawang ini didorong sejumlah tokoh masyarakat untuk mencalonkan sebagai bupati Karawang. Marjuki yang diketahui berasal dari Jawa Timur ini sering menyatakan, ingin mencalonkan bupati Karawang sebagai bentuk terima kasih, sebab selama ini ekonominya terus tumbuh selama tinggal di Karawang bersama istrinya warga Badami, Karawang Barat.

Sementara itu, Miing mantan anggota DPR RI periode kemarin ditunjuk partainya PDI-P untuk mendampingi H. Marjuki sebagai calon wakilnya. Politisi juga aktris ini mengaku, dia belum kenal utuh geografis Karawang, tetapi akan terus berusaha mengenali budaya dan daerah-daerah di Kabupaten Karawang.

Pada pendaftaran ini, kedua pasangan calon tersebut diiringi massa pendukungnya dari PDI-P, Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang (PBB). (de/spn) 

Resume DNA Politik Seorang Jimmy

OPINI
Oleh: Asep R. Sundapura
Senin (27/7/2015)

Cukup menarik mencermati pergerakan politik Ahmad Zamaksyari (Jimmy) dalam pilkada tahun ini. Saya melihatnya sebagai seorang politisi berjiwa fighter, speed thinking atau cepat mengambil keputusan dan tegas. Dengan kualitas seperti itu dirinya mampu terus bermain dalam sengitnya pencalonan, tanpa harus kehilangan momentum, meski dinamika politik yang berkembang masih belum memberinya pilihan pasti.

Dibandingkan yang lain, Jimmy sebenarnya memiliki persiapan yang lebih baik. Dia melakukan sosialisasi pencalonannya dari jauh-jauh hari dan pergerakannyapun cukup massif. Kita tentu masih ingat dengan program Ngadu Bakonya serta differensiasi spanduknya dimana saat semua orang ramai dengan pencalonan pileg, dia sendirian mendeklarasikan rencana pencalonna bupati. Kesiapan Jimmy juga ditunjang dengan ketersediaan kendaraan politik yang jelas dengan PKBnya, serta elemen-elemen NU yang punya keberpihakan kepadanya.

Untuk perkara lainnya seperti finansial dan pengalaman politik dia juga tak perlu diragukan. Sementara jaringan pemilih yang sudah terbentuk di dapilnya cukup terukur dengan keberhasilannya dalam pileg. Jimmy juga punya popularitas yang lumayan tinggi. Ditambah lagi dia merupakan putra daerah, yang meskipun isyu primordial tersebut tidak terlampau tinggi dalam mengerek elektabilitas, tapi menjadi point tersendiri bagi sebagian warga Karawang.

Dari kacamata politik an sich, Jimmy merupakan seorang politisi sejati. Dia mampu bermain sesuai situasi. Kadang ceroboh. Terbuka. Gaya politiknya cenderung vulgar dan mudah terbaca lawan. Tetapi kecenderungannya dalam menerapkan prinsip dasar dunia politik yang menafikan adanya kawan dan lawan abadi, membuatnya selalu berada dalam pusaran dinamika pilkada sekarang ini.

Kita memang masih belum tahu apakah Jimmy akhirnya bisa ikut bertarung dalam Pilkada nanti atau tidak. Dan jika pada akhirnya Jimmy bersanding dengan Cellica seperti yang ramai diberitakan belakangan ini, tentunya hal ini akan menjadi sesuatu yang cukup menarik. Utamanya dalam menilai karakter dan gaya politik antara Jimmy dan Cellica yang sangat berbeda. Jimmy cenderung dominan, cepat, blak-blakan dan pragmatis.

Sedangkan Celica, seperti yang kita kenal selama ini, adalah sosok yang memiliki pendekatan normativ, peragu, dan punya kecenderungan akomodatif yang kuat. Ada kemungkinan jika pasangan ini akhirnya terbentuk dan terpilih, maka Jimmy bakal lebih mendominasi kepemimpinan di Gedung Singaperbangsa. Tetapi jika Cellica ingin lebih mengamankan tiket menjadi bupati Karawang selanjutnya, maka menjadikan Jimmy sebagai Cawabup sepertinya memang terlihat lebih menjanjikan dibandingkan dengan stok Cawabup lainnya yang Cellica punya.

Jika pasangan Cellica-Jimmy terbentuk dan koalisi akhirnya terdiri dari Demokrat, PKS, PAN, PKB dan PPP tentu akan membuat bandul politik lebih bergeser lagi pada Cellica.

Hal ini bukan semata-mata bergabungnya kekuatan nasionalis religius di tubuh Demokrat dengan Islam moderat-tradisionalis di kubu parpol pendukungnya – isu demokrasi yang jelas-jelas tidak berlaku di Karawang -  tetapi karena popularitas Cellica yang akan lebih terdongkrak dengan sokongan kongkret Jaringan Jimmy yang sudah terbentuk lama, apalagi jika Jimmy berhasil melakukan penetrasi lebih riil di tubuh masa NU Karawang, dan menggerakan potensi jaringannya yang merata termasuk konstituen PKB kemarin. Sesuatu yang belum bisa diberikan Cawabup partai pendukung lainnya untuk memuaskan kalkulasi politik Cellica.

Jika melihat hasil pileg kemarin, maka total raihan suara yang berkisar di angka 33 % dari parpol koalisi memang menyiratkan belum amannya posisi pasangan ini. Terlebih lagi gabungan koalisi dibawah Saan Mustofa yang raihannya lebih besar (37%) serta pengalaman politik Golkar yang sudah sangat teruji dan konsistensi jaringannya.

Tetapi karena loyalitas partai terbilang rendah dalam konstelasi politik pilkada maka pasangan Cellica-Jimmy boleh sedikit senang dengan unggulnya popularitas Cellica yang melebihi ketokohan seniornya, Saan Mustofa. Hanya saja jika popularitas itu tidak dikemas dengan baik maka jangan berharap punya dampak pada elektabilitas. Terlebih lagi jika militansi dari PKS tidak teroptimalisasi.

Sementara itu pasangan HAM-Miing juga memiliki sokongan massa militant PDI-P, dan pastinya sambil berharap ada kemurahan Dewi Portuna, bahwa popularitas seorang Miing bisa mempengaruhi persepsi massa. (*)

Organisasi NasDem 'All Out' Menangkan Saan Mustopa

KARAWANG, KarawangNews.com - Organisasi Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Karawang menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Karawang, Saan Mustopa-Iman Sumantri. Organisasi NasDem ini akan berkoordinasi dengan Partai NasDem dan 'all aout' untuk memenangkan pasangan tersebut di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang 2015 ini.

Dijelaskan Sekretaris Organisasi NasDem Karawang, Arif Dianto SH, pihaknya akan terus mengawal dan memberi gagasan kepada Saan Mustopa untuk bisa menang di Pilkada ini. Organisasi NasDem pun akan mengerahkan infrastruktur yang dimiliki, diantaranya Partai NasDem, Garda Pemuda NasDem, Garnita Malahayati NasDem dan Liga Mahasiswa NasDem.

"Kita non partai, tetapi kita paham politik, sebab awalnya yang mendirikan Partai NasDem ini adalah Organisasi NasDem dan saya yang pertama membawa Organisasi NasDem ini ke Karawang," kata Arif, Minggu (26/7/2015) sore.

Diakuinya, hasil kongres pertama Partai NasDem menyebutkan, anggota Partai NasDem wajib menjadi anggota Organisasi NasDem, tetapi anggota Organisasi NasDem tidak wajib menjadi anggota Partai NasDem.

"Saat ini kita menindaklanjuti hasi survei yang telah kita lakukan, memang hasilnya Saan masih dibawah Cellica, tetapi kami yakin Saan bisa menyalip (elektabilitas, red) dalam waktu dekat," jelasnya.

Pernyataan dukungan Organisasi NasDem ini dilaksanakan di Resto Sindang Reret, Jalan Interchange, Karawang Barat, usai pendaftaran calon bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam pertemuan ini, gagasan Organisasi NasDem dengan visi-misi Saan Mustopa memiliki kesamaan, sehingga Organisasi NasDem tidak akan segan untuk terus mengeluarkan ide-ide dan gerakan nyata untuk memenangkan Saan Mustopa-Iman Sumantri. (spn)

Gerindra Persiapkan Diri Menangkan Saan-Iman

KARAWANG, KarawangNews.com - DPC Partai Gerindra Karawang mempersiapkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun ini untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Saan Mustopa dan Iman Sumantri (Sa'iman). Hal ini ditegaskan Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy, Minggu (26/7/2015) sore.

"Kita akan mempersiapkan segala aesuatunya untuk memenangkan Sa'iman," kata Royke. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -