Berita Terkini

Dedi Mulyadi Akan Programkan Asuransi Hari Tua

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, ada beberapa kebijakan strategis hasil Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Jawa Barat yang dilaksanakan di Karawang, 26-27 April 2017, diantaranya asuransi hari tua untuk warga lanjut usia.

"Warga lanjut usia yang tidak bekerja, mereka hidup sebatang kara atau hanya berdua dengan suaminya, kita melihat hal ini, harus ada asuransi hari tua untuk para lanjut usia," kata Dedi, di sela baksos kepada para Jompo di Rumah Sejarah Rengasdengklok, Kamis (27/4/2017) siang.

Kata dia, Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih punya dana pensiun, tetapi bagi para kuli tani dan buruh, untuk biaya berobat saja repot, apalagi dana hari tua. Saat ini, problem masyarakat yang sakit yaitu dana jaminan kesehatan yang terbatas, misal biaya pengobatan Rp 100 juta, tetapi yang diklaim hanya Rp 20 juta, sehingga sisanya harus diselesaikan pasien.

"Sehingga, kita harus menyelesaikan hal ini, yaitu dengan program asuransi hari tua, bagi seluruh warga Jawa Barat. Ini harus dicover dengan dana alokasi pengobatan total bagi masyarakat," kata Dedi. (spn)

UBP Gelar Seminar Konfigurasi Politik dan Hukum

KARAWANG, KarawangNews.com - Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang mengelar seminar nasional 'Konfigurasi Politik dan Hukum Sebagai Pengawal Demokrasi di Indonesia', dengan menghadirkan pembicara Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, SH., MH., Kepala Departemen Hukum Tata Negara Unpad, Dr. Indra Perwira, SH., MH., dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Periode 2013-2015, Prof. Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH.

Acara yang berlangsung di Ballroom Swiss Bell Inn Hotel Karawang, Kamis (27/4/2017) dibuka langsung oleh Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari (Jimmy). Dalam kesempatan tersebut ia mengungkapkan, keberadaan UBP sangat penting bagi Kabupaten Karawang untuk membantu mencerdaskan masyarakat.

"Jadi jangan takut para mahasiswa UBP, meskipun hanya kuliah di perguruan tinggi swasta, tapi para penggerak di UBP inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya kampus negeri Unsika di Karawang. Saya yakin, rekan-rekan mahasiswa UBP suatu saat nanti dapat menjadi orang-orang yang sukses, menjadi pemimpin bangsa ke depan," kata Jimmy.

Rektor UBP Karawang, Dr. Dedi Mulyadi, SE., MM. mengatakan, seminar yang dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Hukum ini adalah bentuk tanggung jawab serta komitmen dari para dosen dan mahasiswa UBP. Sebab, wajib bagi seluruh program studi di UBP untuk bisa melaksanakan seminar nasional, minimalnya satu kali dalam setahun untuk ikut serta mencerdaskan masyarakat.

"Ini adalah implementasi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Jadi penting bagi para dosen dan mahasiswa memahami tri dharma perguruan tinggi, sebab UBP bukan tempat kursus yang hanya berorientasi pada pendidikan dan pengajaran," katanya.

Diyakimi Dedi, dengan terus meningkatnya jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Kabupaten Karawang, akan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih cukup tertinggal. Untuk itu, perlu ada kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah, sehingga masyarakat Karawang bisa mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Diketahui, saat ini UBP Karawang telah memiliki 2 angkatan dengan jumlah mahasiswa mencapai 2.800 orang dan tersebar dalam 10 program studi. Tahun ini, UBP telah menerima 500 calon mahasiswa dalam pendaftaran tahap pertama. (rls)

Golkar Jawa Barat Dukung Dedi Mulyadi ke Pilgub

KARAWANG, KarawangNews.com - Rapat Pimpinan Daerah Partai Golkar se-Jawa Barat secara bulat menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai d Bakal  Calon Gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat tahun 2018 mendatang.

Keputusan ini dibacakan oleh para perwakilan DPD Kabupaten/Kota dalam rapat yang digelar Rabu (26/4/2017) malam di Hotel Resinda, Jalan Interchange, Karawang Barat.

Dalam keputusan yang dituangkan pada masing-masing surat rekomendasi, seluruh elemen partai berlambang pohon beringin tersebut mulai dari pengurus kabupaten/kota, pengurus kecamatan, pengurus desa/kelurahan, dan jajaran Fraksi di DPRD Kabupaten/Kota, menyatakan diri siap mengantarkan Dedi Mulyadi untuk menggantikan Ahmad Heryawan.

Surat rekomendasi tersebut langsung diterima oleh Fungsionaris DPP Partai Golkar, Agung Laksono dan Agun Gunandjar Sudarsa yang hadir sejak  acara dimulai.

Sementara, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, sempat hadir dan  memberikan pengarahan, tetapi dia bergegas meninggalkan arena Rapimda karena  masih memiliki kegiatan lain yang harus dihadiri.

"Saya kira ini rekor tersendiri bagi Partai Golkar Jawa Barat karena mampu memastikan pengusungan calon Gubernur secara bulat mulai dari tingkat desa. Rekomendasi ini akan sangat kami perhatikan dalam pembicaraan tingkat Pusat," kata Agung Laksono yang dikonfirmasi usai penyampaian dukungan.

Terkait dukungan yang disampaikan, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut menanggapi. Ia berujar bahwa mekanisme mulai dari tingkat akar rumput sengaja ditempuh agar seluruh tingkatan kepengurusan sampai kader memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebijakan partai.

"Iya ini suara dari orang desa, mulai dari tingkat desa sampai kabupaten/kota. Seluruh kader harus bertanggung jawab atas keputusan yang sudah dibuatnya sendiri," tegas Dedi.

Segera setelah rekomendasi ini disampaikan kepada DPP Golkar, Dedi mengaku akan segera menguatkan mitra koalisi yang sebelumnya telah diinisiasi seperti dengan Partai Hanura, PKB dan PAN.

Ia pun tidak mengungkiri saat ditanya tentang dukungan partai lain selain partai yang sudah memberikan sinyal dukungan dalam Poros Jawa Barat.

"Tentu kita butuh koalisi, secara lisan dan pendekatan pemikiran akan terus kita kuatkan aspek formilnya," ujarnya.

Selain dihadiri oleh pengurus dan kader Golkar dari berbagai tingkatan,  acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,  Bupati Karawang Cellica Nurachdiana dan perwakilan partai lain. (rls)

Dedi Mulyadi Umumkan Calon Bupati dari Golkar Jabar

KARAWANG, KarawangNews.com - Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Jawa Barat menghasilkan sejumlah kader Golkar yang akan menjadi bakal calon bupati/wali kota pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Kader-kader Golkar yang direkomendasi menjadi bakal calon bupati/wali kota tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi di Rumah Sejarah Rengasdengklok, usai Rapimda Golkar Jabar, Kamis (27/4/2017) siang.

Nama-nama tersebut di antaranya Iing Syam Arifin sebagai bakal calon Bupati Ciamis, Ade Uu Sukaesih calon Wali Kota Banjar, Imas Aryumningsih calon Bupati Subang dan bakal calon Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Nama kader Golkar lainnya yang disebutkan ialah Rahmat Effendi direkomendasikan sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi, Dudi Pamuji bakal calon Bupati Kuningan, Ade Ruhandi bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Bogor, serta Efendi Edi sebagai bakal calon Wali Kota Cirebon.

Selain itu, disebutkan pula Jona Arizona sebagai bakal calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Sukabumi. Sedangkan untuk di Purwakarta, ada tiga nama yang bisa dicalonkan bupati pada Pilkada 2018.

Ketiganya ialah Anne Ratna Mustika (isteri Dedi Mulyadi), Fadil Karsoma (Sekda Purwakarta) dan Dadan Koswara (Wakil Bupati Purwakarta).

Untuk di Kabupaten Garut, Golkar Jabar memasang calon bupati/wakil bupati Rudi Gunawan dan Ade Ginanjar. Selanjutnya di Kabupaten Bandung Barat dipasang Doddy Imron Ginanjar sebagai bakal calon Bupati Bandung Barat.

Menurut Dedi Mulyadi, sebenarnya ada 16 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada 2018. Tapi Golkar Jabar baru menyiapkan kadernya maju Pilkada di 13 daerah. Tiga daerah lain, Kabupaten Majalengka, Kota Bandung dan Kabupaten Cirebon belum ada nama bakal calonnya.

"Nanti baru akan ditentukan siapa kader yang akan maju pada Pilkada di tiga daerah itu, sesuai dengan hasil survei elektabilits dan popularitas tertinggi," katanya.

Menurut dia, nama-nama kader Golkar yang telah disebutkan sebagai bakal calon bupati/wali kota itu selanjutnya akan direkomendasikan ke DPP Golkar.

Pada Rapimda Golkar Jabar itu, juga merekomendasikan Dedi Mulyadi untuk maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. (rls)

Keluarga Korban Ledakan Gas Mengadu ke Jimmy

KARAWANG, KarawangNews.com - Tak sengaja, keluarga korban ledakan gas asal Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat bertemu dengan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) yang sedang melakukan sidak di kantor Dinas Kesehatan, Rabu (26/4/2017) siang.

Sohati (55) didampingi tetangganya, Aang (38) bermaksud mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk biaya perawatan suami dan dua anaknya yang kena luka bakar akibat ledakan gas elpiji 3 kg di rumahnya yang terjadi Selasa (25/4/2017).

Dihadapan Jimmy, Sohati tak kuasa membendung kesedihan, dia menangis tak henti-hentinya meminta agar pemerintah Karawang memberikan keringanan biaya pengobatan untuk kesembuhan keluarganya. 

"Kasihan pak, luka bakarnya parah," ucapnya, sendu.

Diakui Sohati, biaya perawatan keluarganya mencapai Rp 10 juta. Ekonomi yang pas-pasan membuat Sohati dan keluarganya kewalahan menutupi biaya tersebut, sehingga dia berusaha mengajukan biaya pengobatan menggunakan kartu sehat KIS.

Menanggapi hal ini, Jimmy memerintahkan agar Dinas Kesehatan memfasilitasi ajuan KIS keluarga korban. Jimmy berpesan, agar keluarga korban jangan dipersulit selama menjalani pengobatan di rumah sakit.

"Tolong bantu ibu ini dan jangan dipersulit, kartu sehatnya agar secepatnya diurus ya," kata Jimmy kepada staff Dinas Kesehatan. (spn)

DPP Golkar Belum Tentukan Calon Gubernur

KARAWANG, KarawangNews.com - Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan, partainya belum memutuskan siapa yang bakal diusung pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat tahun 2018 mendatang, keputusan ini akan ditentukan dua bulan lagi.

"Kader Partai Golkar yang paling memungkinkan sebagai bakal calon gubernur yaitu Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebab Dedi telah melakukan upaya komunikasi dengan  warga (di Jawa Barat, red)," jelasnya, kepada wartawan, Rabu (26/4/2017) siang di Hotel Brits Karawang.

Kata Idrus, komunikasi kepada rakyat yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi menjadi modal penting untuk DPP Golkar  mencalonkan gubernur dari kadernya, meski sempat muncul nama lain, yaitu Nurul Arifin.

Sementara ini, DPP Partai Golkar akan menilai komunikasi politik yang dilakukan Dedi Mulyadi terhadap partai politik lainnya jelang Pilgub Jawa Barat. (spn)

Nace: Jika Tahun Depan Nilanya Jeblok, Lebih Baik Cellica Mundur

KARAWANG, KarawangNews.com - Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang menempatkan Kabupaten Karawang menduduki posisi terendah kedua se-Jawa Barat, ini dinilai sebagai bentuk kegagalan Bupati Cellica Nurrachadiana dalam melaksanakan program pembangunan. 

Ketua LSM Lodaya, Nace Permana angkat bicara, Bupati Cellica dinilai terlalu fokus kepada kegiatan yang berbau pencitraan atau seremonial.  Kata Nace, ini bukti kepemimpinan Cellica tidak mampu, dalam manajerial maupun 'leadership'. 

"Apalagi raport dari Kemenpan-RB terus turun nilainya sejak tahun 2014 sampai 2016," ujarnya jengkel, saat ditemui wartawan, Rabu (26/4/2017).

Disampaikan Nace, Bupati Cellica bukan orang baru dalam pemerintahan di Kabupaten Karawang. Sebab, ia pernah menjadi wakil bupati dan Plt bupati pada periode kepemimpinan Bupati Ade Swara. 

Nace sangat menyayangkan, capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang dipimpin Cellica saat ini telah gagal dalam memimpin anak buahnya menjalankan berbagai program. Sehingga hasil tersebut membuktikan Bupati Cellica tidak bisa menjadi seorang pemimpin yang baik.

"Pemkab harus berbenah, bukan hanya sekedar melakukan mutasi saja, tapi bagaimana harus bisa menempatkan pejabat sesuai dengan kemampuannya, bukan karena faktor-faktor lainnya. Sebab, tidak ada prajurit yang salah, kecuali memang komandannya yang tidak mampu," katanya.

Jika pada tahun 2017 ini, penilaian hasil kinerja Pemkab Karawang kembali jeblok, Nace menyarankan agar Bupati Cellica mundur dari jabatannya, arena jika terus dibiarkan, maka pembangunan di Kabupaten Karawang akan terus tertinggal dibanding daerah-daerah lainnya di Jawa Barat.

"Jika tahun depan nilainnya jeblok lagi, lebih baik Cellica melambaikan tangan dan menyerah, mudur dari jabatannya. Saya yakin, masih banyak orang Karawang yang mampu menjadi bupati dan memimpin Kabupaten Karawang," katanya. (rls/spn)

Kepengurusan Partai Golkar Karawang Tidak Bisa Digugat

KARAWANG, KarawangNews.com - Selasa (25/4/2017), Wakil Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Deden Nurdiansyah menyatakan, seluruh tahapan dan kegiatan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar se-kabupaten dinyatakan sah dan tak bisa diganggu gugat.

Sebab, masih ada beberapa kader Partai Golkar yang belum menerima hasil Muscam beberapa waktu lalu. Maka, turunnya surat dari DPP Partai Golkar merupakan jawaban konkrit untuk menepis hal itu. Surat itu berisi, seluruh tahapan dan kegiatan Muscam dinyatakan dan telah diputuskan sah.

Kemudian, dalam surat ini pun menjawab surat yang berisi tidak percaya, yang dilayangkan oleh pihak yang mengatasnamakan Pengurus Kecamatan (PK) Golkar. Maka, DPP Partai Golkar tidak melihat ada pelanggaran disiplin organisasi yang dilakukan oleh Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Sri Rahayu.

"Hari ini kami hadirkan seluruh pengurus PK untuk memberi penegasan bahwa kepengurusan mereka (Sri Rahayu, red) itu sudah sah. Jadi, jika ada pihak yang belum menerima hasil Muscam jangan dilayani," kata Deden Nurdiansyah, di hadapan pengurus PK di Sekretariat DPD Partai Golkar Karawang. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -