Berita Terkini

Suporter Ricuh, Pagar Tribun Stadion Singaperbangsa Roboh

KARAWANG, KarawangNews.com - Kericuhan antar suporter mewarnai laga Timnas U 19 melawan Semen Padang U 21 yang berlangsung di Stadion Singaperbangsa, Jumat (6/3/2015), puluhan suporter yang sebagian masih anak-anak terhimpit di pagar tribun stadion yang roboh ketika hendak menghindari  gas air mata yang ditembakan polisi.

Peristiwa ini merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi antar ke dua kubu suporter yang saling ejek dan saling lempar selama pertandingan berlangsung. Melihat kondisi tersebut,  petugas keamanan mencoba melerai kedua kubu dengan menembakan gas air mata.

Upaya polisi ini justru membuat para suporter panik dan berlarian dengan memanjat pagar tribun stadion. Di antara kerumunan yang panic, terdapat suporter yang sebagian besar masih anak-anak terjepit di pagar tribun stadion.

Anak-anak itu terlihat kesulitan bernafas, bahkan beberapa diantaranya pingsan dan terpaksa di larikan ke posko medis oleh petugas keamanan. Sedangkan para suporter yang lain pun bertindak nekat dengan mencoba melarikan diri, melompat dari atas tribun penonton.

Kericuhan ini juga menyebabkan tribun bagian selatan roboh, karena tak kuat menahan beban para suporter yang panik itu. (had)

Sebanyak 36,3 Ton Apel Berbakteri Dimusnahkan

KARAWANG, KarawangNews.com - Badan Karantina Kementrian Pertanian Republik Indonesia memusnahakan sebanyak 36,3 ton apel yang positif tercemar bakteri listeria monocytogenes asal Negara Amerika, Jumat (6/3/2015) siang di tempat pemusnahan limbah PT Tenangjaya, Karawang.

Dijelaskan Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian RI, Banun Harpini, pemusnahan apel ini upaya pencegahan wabah bakteri listeria monocygenes yang telah terjadi di California, Amerika Serikat pada Januari 2015 lalu, sehingga Badan Karantina bertindak cepat dengan melakukan penyaringan secara ketat berbagai macam makanan dan buah-buahan ekspor tersebut.

Pada 28 Januari 2015 Badan Karantina Pertanian Tanjungpriok menerima dokumen permohonan  importisasi PSAT apel dari Amerika via Singapore dan ditindak lanjuti pada 30 Januari 2015 dengan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel untuk pengujian  laboratorium lebih lanjut.

“Dari hasil uji laboratorium itu pada 1 Februari 2015 menujukan apel tersebut positif mengandung bakteri listeriamocygenes yang terdapat di dua kontainer dengan volume 16.841 kilogram dan 19.491 kilogram atau setara dengan 36.3 ton,” kata Banun. (had)

Deden Siap Berpasangan dengan Cellica di Pilkada Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com – Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Deden Darmansah siap mendampingi Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun 2015 ini.

“Mau jadi Karawang dua atau kalau ada Karawang sembilan juga saya siap, yang terpenting saya tetap bisa mengabdi untuk masyarakat. Komunikasi dengan Cellica alhamdullilah lancar,” kata Deden, kepada wartawan di kediamannya, Kampung Sentul, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Jumat (6/3/2015).

Diakuinya, komunikasi baik dengan Cellica terus dilakukan, juga dengan para bakal calon bupati lainnya. Diantaranya H. Akhmad Marjuki dan H. Ahmad Jimmy Zamakhsyari.

“Hasil survey di partai saya PDI Perjuangan, Cellica tetap menjadi favorit pilihan masyarakat di Kabupaten Karawang untuk menjadi Bupati Karawang,” aku Deden, menyatakan iklim politik masih bisa berubah-ubah.

Namun begitu, Deden masih menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan, terkait penjaringan bakal calon PDI Perjuangan yang telah dilakukan partainya itu.

“Saya akan bersanding dengan Cellica atau tidak, tetap masih menunggu hasil keputusan dari DPD dan DPP PDI Perjuangan,” ucapnya.

Dijelaskannya, kedekatannya dia dengan Cellica belum bisa dipastikan bakal menjadi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Karawang di periode yang akan datang. Sebab hasil Pemilu kemarin, PDI Perjuangan adalah partai pemenang dan sudah dipastikan akan tetap mencalonkan kadernya sebagai bupati bukan wakil.

“Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto menyuruh saya untuk jadi Karawang satu,” kata Deden. (gsg)

Pasca Penggerebekan Cilempung, Warga Dongkal Ketakutan

KARAWANG, KarawangNews.com – Hingga kini, warga di Desa Dongkal, Kecamatan Pedes was-was, mereka takut polisi merazia sepeda motor langsung ke rumah mereka, seperti yang pernah terjadi di Kampung Cilempung, Cilamaya pada Jumat (27/2/2015) lalu. Polres Karawang dan Polda Metro Jaya menggerebek kampung itu dan menyita sejumlah motor yang diduga hasil curian.

Sejumlah warga Dongkal mengaku, mereka panik pasca penggerebekan Kampung Cilempung, bahkan beberapa warga di Desa Dongkal sudah menyembunyikan sepeda motor mereka yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

Riwayat Desa Dongkal yang bertetangga dengan Desa Kendaljaya ini merupakan desa yang dikenal sering berurusan polisi, sebab motor-motor curian sering digelapkan ke desa ini, sehingga desa ini dianggap sebagai wilayah penadah motor bodong.

Kata seorang warga setempat, Uni Hartono (33), terdengar kabar polisi akan memperluas razia sepeda motor hasil tindak kejahatan, sehingga cukup beralasan bagi warga Desa Dongkal untuk merasa cemas, sebab desa ini memang selalu menjadi target operasi polisi.

“Katanya sih akan ada razia sepeda motor bodong dalam waktu dekat ini, sehingga warga ketakutan,” kata dia, kepada wartawan, Jumat (6/3/2015) siang.

Diketahui, polisi kini gencar memberantas pencurian sepeda motor, sebab para pelaku kejahatan itu tak segan melukai bahkan membunuh korbannya saat merebut motor curiannya di jalan raya. (get)

Walhi Jabar Tolak Pelabuhan Cilamaya

BANDUNG, KarawangNews.com - Rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya yang akan di bangun di Kecamatan Cilamaya dan sebagian kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang merupakan bagian dari proyek Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Walaupun rencana pembangunan pelabuhan bergeser ke arah barat, karena berada di blok migas pantai utara, pembangunan pelabuhan ini tetap akan mengancam ekosistem pesisir utara Karawang yang indah dan akan berdampak bagi kehidupan nelayan setempat.

Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan mengatakan, pelabuhan itu tidak sekedar dibangun di area blok migas, tetapi dari aspek lingkungan hidup, pelabuhan yang akan dibangun di desa dan pantai Ciparage seluas 250 Ha dan panjang sekitar 1, 25 Km dengan reklamasi pantai mencapai 140 Ha itu dipastikan akan merusak kelestarian pantai Ciparage yang saat ini menjadi tempat wisata warga di pantai utara Karawang.

“Reklamasi yang akan dilakukan akan menimbun pantai dan ekosistemnya termasuk merusak terumbu karang  yang seharusnya dijaga dan dilestarikan,” kata Dadan, Kamis (5/3/2015), dalam rilis yang disampaikan ke redaksi KarawangNews.com.

Dari aspek ekonomi, jelas dengan pembangunan pelabuhan berskala internasional ini, akan berdampak secara ekonomi kepada kaum nelayan setempat.

Dengan begitu, Walhi Jawa Barat menolak pembangunan pelabuhan Cilamaya, sebab ini hanya menguntungkan pengusaha-pengusaha industri dan mafia proyek termasuk gubernur, bupati, pejabat pusat dan Pemkab Karawang.

“Kami mendesak Presiden Joko Widodo, Gubernur Ahmad Heryawan dan Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana membatalkan pembangunan pelabuhan Cilamaya. Kami Juga meminta Menteri KKP Susi Pudjiastuti untuk mendukung kaum nelayan yang meminta pembatalan pelabuhan Cilamaya,” kata Dadan Ramdan.

Hal senada diungkapkan Pengurus KUD Mina Cilamaya, Fajar Sidik, pelabuhan besar ini akan mengurangi area tangkapan nelayan karena lalu lintas kapal-kapal besar, sehingga mengurangi tangkapan ikan para nelayan Karawang yang mencapai 12.000 orang.

“Bukan hanya dampak lingkungan hidup dan ekonomi saja yang akan terjadi, dampak sosial pun akan muncul, bahkan sebelum proses pembangunan sangat dimungkinkan konflik sosial dan lahan warga akan terjadi,” jelasnya.

Kata Fajar, memang rakyat memerlukan infrastruktur, tetapi bukan bukan seperti infrastruktur pelabuhan skala besar internasional seperti Cilamaya yang akan merusak ekosistem dan merugikan nelayan.

“Jika kita baca kepentingan ekonomi, maka pihak yang diuntungkan dari rencana ini adalah para investor dan pengusaha-pengusaha Jepang, bukan pemerintah pusat dan Kabupaten Karawang,” ungkapnya.

Sangat jelas, sambung Fajar, ketika pelabuhan Cilamaya berdiri, maka para pengusaha otomotif, termasuk manufaktur dari Jepang, Korea, China dan negara lainnya yang diuntungkan. Mereka dengan mudah akan mengakses distribusi barang-barang produksi dengan biaya murah. Apalagi, pemerintah dan pengusaha Jepang meminta pemerintah RI membangun infrastruktur jalan.

“Daripada biaya bangun infratsruktur jalan dan pelabuhan yang akan dinikmati oleh para pengusaha industry, lebih baik digunakan untuk kepentingan hak-hak dasar warga,” kata Fajar. (rls)

foto: net.

Kempaka Bandung Raya Komitmen Tolak Korupsi

KARAWANG, KarawangNews.com - Keluarga Mahasiswa Pelajar Karawang (Kempaka) Bandung Raya menggelar seminar pendidikan anti korupsi, Kamis (5/3/2015) siang, acara ini sebagai bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelamatkan Indonesia dari bahaya laten korupsi.

Hadir sebagai pembicara seorang anggota KPK , Handayani, yang menjabat sebagai Deputi Pencegahan dan Pendidikan KPK. Selain itu, hadir juga unsur  Polri dan kejaksaan yang dilibatkan sebagai nara sumber dalam seminar ini.

Acara yang dikemas dalam bentuk dialog interkatif ini banyak membahas kasus para koruptor yang berhasil ditangani oleh KPK, termasuk mantan Bupati Karawang H. Ade Swara yang tertangkap KPK.

Sebagai bentuk komitmen pelajar dan mahasiswa serta pejabat dalam memerangi korupsi, mereka membubuhkan tanda tangan pada kain putih sebagai bentuk penolakan terhadap korupsi.

Menurut Handyani, upaya memutus mata rantai korupsi harus dimulai dari para generasi bangsa ini saat mereka duduk di bangku sekolah, diantaranya dengan membuang kebiasaan mencontek, telat sekolah dan kebiasaan buruk lainya yang lumrah terjadi di dunia pendidikan, termasuk suap untuk bisa masuk ke salah satu lembaga pendidikan terkemuka.

“Saya optimis kebiasaaan-kebiasaan tersebut bisa diminimalisir, KPK yakin akan bisa memutus mata rantai korupsi di Indonesia,” jelasnya. (had)

Kapolda Jabar Kembalikan Motor Curian di Polres Karawang

Kapolda Jabar Kembalikan Motor Curian di Polres Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen. M. Iriawan secara simbolis menyerahkan kembali sepeda motor yang hilang dicuri kepada pemiliknya di Mapolres Karawang, Rabu (4/3/2015) siang. Sejumlah sepeda motor yang disita polisi ini merupakan hasil penggerebekan yang dilakukan anggota Polres Karawang dan Polda Metro Jaya di Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Jumat (27/2/2015) lalu.

“Untuk mengambil kendaraanya yang pernah hilang, pemilik kendaraan harus membawa surat-surat kendaraan serta laporan kehilangan polisi dan tidak dipungut biaya apapun,” kata M. Iriawan, kepada wartawan.

Berdasarkan data yang diperoleh, Polda Jawa Barat selama priode Januari hingga Februari 2015 tercatat 800 kasus warga yang kehilangan motornya, untuk bisa meminimlisir kejahatan tersebut, polisi rencananya akan melakukan operasi penggerebekan secara rutin.

Sejumlah pemilik kendaraan mengaku gembira dan bangga terhadap kinerja polisi yang melakukan penggerebekan ke Kampung Cilempung yang disebut-sebut kampung begal. Hasil penggerebekan itu, kini para korban pencurian sepeda motor bisa kembali menemukan kendaraan mereka.

“Saya senang akhirnya motor yang hilang ini bisa ditemukan lagi,” kata Husni Ginanjar, pemilik kendaraan motor. (had)

Saan Mustopa Sosialisasikan UUD 1945 Kepada Siswa

KARAWANG, KarawangNews.com – Sejak reformasi tahun 1998 hingga sekarang, Undang-undang Dasar (UUD) mengalami empat kali perubahan dan setiap perubahan ini harus diketahui oleh masyarakat. Contohnya, dulu presiden dipilih  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), sekarang dipilih langsung oleh rakyat. Dengan banyaknya proses perubahan ini sudah menjadi kewajiban Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mensosialisasikannya.

Demikian dijelaskan Saan Mustopa, Rabu (4/3/2015), politik itu digunakan untuk tujuan yang baik. Untuk itu, Saan mengajak pelajar untuk tertarik dengan dunia politik. Sebab, pendidikan sekolah merupakan investasi yang luar biasa bagi kemajuan pelajar yang bisa mengubah kehidupan dan status sosial.

"Mungkin ada yang mau jadi anggota DPR meski kadang belakangan ini sejumlah anggota DPR menjadi sorotan publik," ujarnya.

Dijelaskanya, MPR mempunyai tugas ikut mensosialisasikan perubahan UUD 1945 dan dia anggota DPR bertugas membuat undang-undang, fungsi anggaran dan pengawasan, serta fungsi representasi.

Kata dia, untuk mensosialisasikan UUD 1945 itu dia sudah mengundang semua pelajar SMA ke Saan Mustopa Center (SMC) di kediamannya, Kampung Malaka, Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya pada 16 Februari 2015 lalu. Di acara itu, Saan membeberkan tentang tugas dan fungsi MPR dan DPR. Acara sosialisasi ini merupakan kegiatan reses yang dilakukan Saan di daerah pemilihannya. (spn)