Berita Terkini

Perindo Bakal Serentak Pasang Spanduk Caleg

KARAWANG, KarawangNews.com - Pada 5 Oktober 2018, DPD Partai Perindo Kabupaten Karawang bakal memasang serentak spanduk calon legislatif (Caleg) di semua kecamatan se-kabupaten. Spanduk ini didesain dengan format sama, hanya nama, Daerah Pemilihan (Dapil) dan nomor urut saja yang berbeda.

Ketua DPD Partai Perindo Karawang, H. Asep Saepudin menjelaskan, semua Caleg di Kabupaten Karawang sudah siap mensosialisasikan diri dengan blusukan dan kegiatan sosial ke masyarakat di Dapil masing-masing. 

"Kita akan pasang 3.000 spanduk se-kabupaten," kata Asep, usai kegiatan pembekalan Caleg DPRD Karawang Partai Perindo, Minggu (23/9/2018) siang, di Swiss-Belhotel, Karawang Barat.

Pembekalan yang diikuti semua Caleg ini dihadiri seorang Caleg DPR RI Dapil 7, Karawang, Purwakarta dan Bekzsi, yakni H. Engkus Kusnaya, dia memaparkan terkait suksesi Caleg. Kata Engkus, semua Caleg harus bekerja bersama dan bersinergi untuk membesarkan nama partai.

"Sementara ini (dari DPR RI, red) hanya H. Engkus Kusnaya yang siap tandem dengan caleg Karawang," kata Asep Saepudin, yang juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.

Spanduk yang nanti bakal dipasang serentak yaitu bergambar H. Engkus Kusnaya dengan para Caleg di Dapil masing-masing, spanduk ini bertuliskan menyapa masyarakat dan program yang akan dilaksanakan oleh para Caleg. (spn)

Gowes Bareng Komandan Lanud Suryadarma

SUBANG, KarawangNews.com - Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI T. Sembiring Meliala beserta para pejabat dan personel Lanud Suryadarama olahraga bersepeda bersama di daerah Kalijati, Jum'at (21/9/2018) pagi.

Sebelum start dimulai Tim medis Lanud Suryadarma melakukan pengecekan kesehatan, kemudian dilakukan pemanasan yang dipimpin oleh staf Binjas Lanud.

Gowes bersama ini berangkat tepat pukul 06.45 WIB dengan mengambil start dari Mako Lanud Suryadarma kemudian iring-iringan sepeda keluar Mako Lanud melalui Pos 1 menuju jalan raya Kalijati, masuk ke jalan Marjan, Kalijati Timur.

Setelah itu dilanjutkan dengan menyusuri jalan melewati desa Wanakerta, melewati kampung Kaliangsana dan kembali masuk melalui pintu I Pos Lanud Suryadarma, dengan Jarak yang ditempuh kurang lebih 15 km dengan waktu sekitar 1,5 jam dari start hingga finish kembali di Mako Lanud. 

Setelah istirahat sejenak kemudian seluruh anggota melaksanakan olah raga umum sesuai kopelnya masing-masing dan tak terkecuali Komandan Lanud Suryadarma melaksanakan tenis lapangan bersama beberapa anggotanya. (rls)

Jimmy Minta Proyek PLTGU Libatkan Warga Lokal

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) menegaskan, pemenang lelang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Cilamaya Wetan agar tidak mengabaikan kearifan pengusahaan lokal, masyarakat setempat harus diberdayakan sebagai pekerja pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Kata Jimmy, dia bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cilamaya Wetan mendukung penuh PLTGU di Desa Cilamaya dengan luas area 33 Ha, karena ini kepentingan negara, tetapi dia mengusulkan agar perusahaan menggunakan tenaga lokal, misal tukang las, tukang gali, tukang batu, sehingga tidak membawa tenaga kerja dari luar Karawang.

"Ini untuk melahirkan iklim kondusifitas (selama pembangunan PLTGU, red)," " kata Jimmy, saat menemui Muspika Cilamaya Wetan, di kantor camat, Kamis (20/9/2018) siang.

Selain wajib menggunakan tenaga kerja lokal, Jimmy juga meminta kepada perusahaan proyek pembangunan PLTGU dan PT. Pertamina agar memberikan uang garansi bagi pemeliharaan jalan, sebab jika jalan rusak, maka yang bakal dibuli adalah pemerintah kabupaten.

"Nanti akan dibuatkan draft, agar biaya pemeliharaan jalan bisa terjamin," ucapnya.

Di tempat sama, Camat Cilamaya Wetan, Drs. H. Hamdani menjelaskan, penerimaan tenaga lokal sudah dibentuk di Kantor Desa Cilamaya, nanti perusahaan akan meminta tenaga yang sudah dibentuk oleh desa, sehingga masyarakat Cilamaya akan disalurkan satu pintu dan tidak akan menerima tenaga kerja dari luar daerah.

"Permintaan tenaga kerja akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat, kemarin sudah ada permintaan  d untuk jadi sopir, tapi perekrutan ini belum kita sahkan," kata camat. (spn)

Polisi Terus Buru Pembunuh Gadis Cilik di Kotabaru

KARAWANG, KarawangNews.com - Satreskrim Polres Karawang membentuk tim khusus untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan gadis cilik di Kecamatan Kotabaru, pokisi masih kesulitan mencari pelaku, karena pelaku berhasil menghapus sidik jari di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat korban ditemukan.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh polisi untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan gadis cilik berusia 11 tahun yang ditemukan tewas membusuk terbungkus kasur pada Sabtu (15/9/2018) lalu.

Polisi tidak bisa menemukan sidik jari pelaku di TKP korban ditemukan tewas, di kontrakan rumah petak di Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru. Pelaku melakukan aksi pembunuhan cukup rapih, bahkan polisi nyaris kehilangan jejak pelaku.

"Pelaku ini cukup rapih dalam melakukan pembunuhan," kata Kapolres, Rabu (19/9/2018) siang.

Tim khusus pemburu pelaku ini langsung dipimpin Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mapaseng, polisi terus menghimpun informasi secara langsung, juga melalui media lain.

Sebelumnya, seorang siswi SD kelas 6 ditemukan tewas dengan kondisi jasad terbungkus kasur dan karpet, di sebuah kontrakan di Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, pada Sabtu lalu, setelah siswi itu dinyatakan keluarganya hilang dua hari.

Warga menemukan korban setelah mencium bau busuk dari dalam sebuah kontrakan yang lokasinya persis di depan rumah korban, dari kecurigaan ini warga kemudian mendobrak pintu kontrakan itu dan menemukan jasad korban tergeletak di kamar mandi terbungkus kasur dan karpet.

Diketahui, kontrakan seorang warga pendatang yang berpotensi sebagai penjahit, dia sering dipanggil nama Anton oleh warga setempat. Saat korban ditemukan, penghuni kontrakan tidak ada di tempat, diduga dia menjadi pelaku penyekapan dan pembunuh korban. (had)

Muannas Alaidid Dampingi Keluarga Korban TPPO

JAKARTA, KarawangNews.com - Sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) perempuan di bawah umur jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara, para korban itu kini berada di Tiongkok.

Para perempuan tersebut tertipu, setelah dijanjikan pekerjaan sebagai pedagang kosmetik dengan upah tinggi, tapi kenyatannnya mereka dinikahkan dengan para pria Tiongkok.  Kini kondisi mereka mengenaskan, sebab nyatanya mereka tak dinafkahi, bahkan disekap dan dianiaya.

Pengacara Jaringan Advokasi Rakyat (JAR) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muannas Alaidid menyatakan, setelah mendapat kabar tersebut, pihaknya bakal mengadukan dan meminta dukungan Polri, juga Kementerian Luar Negeri dan Dirjen Imigrasi.

"Salah satu tindak kekerasan yang dialami korban adalah kekerasan seksual dan dalam kasus ini negara harus hadir," ucapnya, di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Keterangan yang diperoleh dari para korban, sambung Muannas Alaidid, pernikahan dilakukan dengan cara memalsukan surat keterangan orangtua korban. Menurut Muannas, proses pernikahan ini sebagai praktik jual beli orang yang dilakukan sebuah agen perusahaan dengan nilai Rp 400 juta per orang.

Keterangan ini diperoleh dari para korban yang secara diam-diam berhasil menelpon keluarga mereka di tanah air, sehingga pihak keluarga langsung melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib di Indonesia.

"Para perempuan korban penjualan manusia ini berasal dari Purwakarta, Subang, Bandung, Tangerang, Tegal dan Jakarta," kata Muannas, yang kini mencalonkan DPR RI dari PSI untuk Dapil Jawa Barat VII, Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

Sebelumnya, Juli 2018 lalu, Polda Jawa Barat menangkap tiga pelaku perekrut dan pengiriman para calon korban, pelaku berinisial GCS  seorang warga Negara Tiongkok, dia dibantu seorang warga Indonesia berinisial TTD yang merekrut para wanita calon korban, juga YH sebagai anak buah TTD.

Polisi berhasil membongkar kasus dugaan tindak pidana penjualan orang  ini ketika seorang  gadis belia berusia 16 tahun, berinisial Y,  melaporkan aksi sindikat ini.

Gadis Y asal Tengerang ini berhasil kabur dari Apartemen Green Hills, Jakarta  yang dijadikan sebagai rumah singgah para calon korban sebelum dikirim ke Tiongkok.

Sementara, keterlibatan Muannas Alaidid yang sering dipanggil Habib Muannas, dalam kasus ini bermula ketika dia didatangi para keluarga korban yang menceritakan nasib para anak perempuannya yang tak kunjung bisa pulang dari Tiongkok.

Kata Muannas, pendampingan kasus ini juga bersamaan dengan gerakan bantuan hukum gratis pada warga Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta (Bekapur), bantuan hukum ini akan ditandai dengan kartu yang diberi tajuk Kartu Bekapur Adil (KBA). (rls)

Pendanaan Untuk PMI Masih Sulit?

PURWAKARTA, KarawangNews com - Lokakarya Kepalangmerahan pada rentetan acara Temu Karya Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Nasional yang diadakan di Jatiluhur, Purwakarta membahas berbagai macam terkait keberadaan PMI.

Salah satunya, keberadaan PMI di tengah negara harus diperkuat khususnya di mata pemerintahan khususnya membantu dalam masalah kemanusiaan baik konflik, bencana alam dan lain-lain.

Pengurus Pusat Ketua Bidang Relawan, Muhammad Muas mengatakan, walaupun sudah ada UU nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan tetapi lembaga kemanusiaan ini masih ada permasalahan yang harus dicarikan solusinya.

Seperti masalah dalam pendanaan, karena harus diakui untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah baik dari APBD maupun APBN sangat sulit sekali dengan alasan tidak adanya pos anggaran. 

Maka, perlu ada solusi yang tepat dalam masalah hal pendanaan ini, karena keberadaan PMI di tengah masyarakat Indonesia tidak perlu disangsikan lagi apalagi menyangkut masalah kemanusiaan.

Dia apresiasi kepada seluruh relawan yang ada di daerah maupun pusat, mereka bekerja dengan iklas dan selalu menjadi yang terdepan dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan. 

"Namun sayangnya tidak didukung pemerintah dalam hal pendanaan," ujarnya.

Sehingga, dengan adanya Lokakarya Kepalangmerahan ini dia berharap, ada solusi yang tepat untuk PMI khususnya dalam masalah pendanaan. Walaupun saat ini sudah ada daerah yang mengalokasikan khusus untuk pendanaan tersebut, tetapi di sisi lain masih banyak daerah yang tidak peduli.

Memang perlu adanya perjuangan setelah UU nomor 1/2018 tentang Kepalangmerahan di sahkan pemerintah pusat, walaupun yang memperjuangkan adanya UU tersebut adalah seluruh relawan.

Direktur Perencanaan Perundang-undangan Kemenkum HAM RI, Dhahana Putra mengatakan, saat ini tengah dibahas Rencana Peraturan Pemerintah terkait Kepalangmerahan salah satunya masalah anggaran.

Memang untuk masalah anggaran khususnya di APBN perlu adanya pembahasan khusus karena ada beberapa kementerian yang terkait dengan PMI. Sehingga masalah pendanaan ini memang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sebab bagaimanapun juga, keberadaan PMI ini sangat penting di tengah masyarakat apalagi kondisi Indonesia yang merupakan negara pulau yang perlu adanya anggaran khusus untuk PMI dalam penanggulangan permasalahan kemanusiaan mulai dari bencana hingga konflik.

"Kami di pemerintah tentunya sangat memperhatikan dan memperjuangkan keberadaan PMI dalam hal anggaran. Maka dari itu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mendapatkan dukungan," katanya. (rls)

PT. Tricipta Beri Grass Mover Untuk Lanud Suryadarma

SUBANG, KarawangNews.com - Bertempat di Mako Lanud Suryadarma, dilaksanakan penyerahan 1 unit alat pemotong rumput (Grass Mover) type John Deere 5045 D, sumbangan dari PT. Tricipta Swadaya, yang diserahkan secara langsung oleh Direktur PT. Tricipta Swadaya, Selasa (18/9/2018).

Direktur PT. Tricipta Swadaya, Victor Lumbatoruan secara simbolis menyerahkan kunci mesin Grass Mover kepada Danlanud Suryadarma Marsma TNI T. Sembiring Meliala yang disaksikan para Kepala Dinas serta para Pejabat Lanud Suryadarma.

Danlanud menyampaikan syukur dan terimakasih atas bantuan serta kepedulian yang diberikan PT. Tricipta Swadaya yang melihat kebutuhan Lanud Suryadarma, sebab Lanud yang begitu luas, sehingga sangat membutuhkan Grass Mover. 

"Dengan adanya penambahan jumlah alat kebersihan terutama Grass Mover, kebersihan di lingkungan Lanud Suryadarma lebih dapat ditingkatkan," kata Danlanud.

Dia juga berharap, alat ini bisa digunakan secara maksimal dan  bermanfaat bagi kebersihan lingkungan Lanud Suryadarma juga masyarakat sekitar.

Senada dengan Danlanud, Kadislog Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago menyampaikan, Grass Mover Type John Deere 5045 D merupakan spesifikasi type terbaru, sehingga dapat bekerja lebih cepat untuk membersihkan rumput di sekitar runway, tetapi traktor ini masih baru, maka butuh perawatan ekstra agar tetap bertahan lama serta awet. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadislog Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago, Kadisops Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Khairun Aslam, Kasi Simak BMN Dislog Lanud Suryadarma Mayor Adm Endriady, Kasi Kalmat Dislog Lanud Suryadarma Mayor Kal M. Ilham, Kasi Fasint Dislog Lanud Suryadarma Mayor Sus Sigit serta perwakilan dari PT. Wahana Inti Selaras Bapak Sudiono Widjaja selaku Distributor Grass Mover Merk John Deere. (rls)

Danlanud Suryadarma Berangkatkan Peserta Sakadirgantara

SUBANG, KarawangNews.com - Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI, T. Sembiring memberangkatkan para siswa SMK Angkasa Kalijati untuk mengikuti kegiatan Indonesia Air Scout Meeting Saka Dirgantara yang dilepas dari dari Lanud Suryadarma, Kalijati Subang, Selasa (18/9/2018). 

Kegiatan Indonesia Air Scout Meeting Saka Dirgantara yang akan dilaksanakan di pusat Kedirgantaraan Buperta Cibubur yang akan dimulai pada tanggal 18 sampai dengan 21 September 2018 ini yang diikuti oleh saka dirgantara seluruh Indonesia, juga termasuk 10 siswa dari SMK Ankasa  Kalijati sebagai perwakilan dari Lanud Suryadarma.

Kegiatan ini bertujuan agar Pramuka Dirgantara senantiasa selalu exsis serta dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya, juga untuk mengajak kaum muda guna meningkatkan semangat bela negara dan patriotisme serta cinta negara dan tanah air sesuai dengan moto 'Jadilah Pelopor dan Pembangunan Melalui Karya Nyata'.

Sebelum keberangkatannya, Danlanud Suryadarma mengarahkan seluruh peserta Saka Dirgantara untuk selalu menjaga nama baik Lanud Suryadarma, karena mereka adalah anggota pramuka yang terpilih untuk mewakili Saka Dirgantara Lanud Suryadarma. (rls)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -