Berita terbaru

Hotel Mercure Segera Hadir di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Galuh Mas Karawang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk para pengunjungnya. Salah satunya, Galuh Mas akan menghadirkan hotel mewah yang lengkap dengan fasilitas modern dan fasilitas lain yang memanjakan customernya.

Hotel berlantai 14 akan segera berdiri megah di kawasan Galuh Mas Karawang Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur. Dalam desain replikanya, hotel tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang di atas gedung, tempat jajanan kuliner, spa dan berbagai fasilitas lain.

"Mercure hampir di semua kota telah ada. Rencananya hotel tersebut akan kami bangun sebagai hotel berbintang empat," ujar Teja Surya, salah seorang manajer estate PT Galuh Citarum, selaku pengembang dari Galuh Mas, Kamis (21/8/2014).

Dikatakan Teja Surya, rencananya ‘finishing’ pembangunan hotel tersebut sekitar pertengahan April 2015.

"Perlu diketahui juga kami menyediakan dua sarana parkir, yakni diatas dan di bawah. Sehingga nantinya tidak ada kendaraan yang parkir di jalanan dan menimbulkan kemacetan," ucapnya.

Selain pembangunan hotel, pihaknya juga akan membangun mega blitz untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Karawang.

"Jangan khawatir juga karena kami segera akan membangun mega blitz dengan bioskop dan ‘festive walk’ yang menjajakan berbagai kuliner khas Karawang, seperti Tangkar," paparnya.

Kehadiran Galuh Mas, harapannya bisa memacu aktifitas ekonomi masyarakat lokal dengan menangkap peluang yang ada. Sektor ekonomi masyarakat tersebut antara lain jasa penyedia kos-kosan bagi pekerja dan kuliner di sekitar Galuh, yang dapat dikelola oleh warga masyarakat Karawang.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang Dadan Sugardan mengatakan, kelas dan kategori hotel hanya bisa dikeluarkan organisasi Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) pusat, sesuai hasil penilaian dengan berbagai kriteria yang telah ditetapkan.

"Kita sudah melakukan ferivikasi lapangan meskipun sempat tertunda lantaran persyaratannya belum lengkap. Akan tetapi saat ini sudah lengkap jadi akan diproses,"ujar Dadan. (mus)

Mediasi Renovasi Pasar Baru Lamban

KARAWANG, KarawangNews.com - Hingga Kamis (21/8/2014), rencana pemindahan pedagang Pasar Baru ke Pasar Rawasari masih belum dilakukan. Pantauan wartawan, aktifitas pedagang Pasar Baru masih berjalan seperti biasanya. Sementara, Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kabupaten Karawang menyatakan, saat ini sedang melakukan komunikasi dengan investor renovasi Pasar Baru agar segera melakukan mediasi dengan para pedagang.

“Tugas Pemerintah hanya sebatas fasilitator, nanti seperti apanya mediasinya antara investor dan para pedagang atau pengelolah pasar,” kata Kepala Disperindagtamben, Hanafi, Kamis siang di kantornya.

Diharapkan Hanafi, mediasi pemindahan sementara itu bisa segera dilakukan, agar renovasi yang akan dilakukan investor di Pasar Baru dapat segera berjalan, hal ini akan dilakukan pada tahun 2015. Namun, Hanafi berharap harus ada langkah lanjutan oleh investor kepada para pedagang atau pengelola pasar.

“Informasinya akan dilakukan setelah lebaran ini juga, tapi kelanjutannya kita masih belum tahu,” ujar pria berdarah Minang ini.

Kata Hanafi, PasarRawasari ini rencananya akan jadi solusi menyelesaikan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kini masih berdiri di daerah Taman Bencong. Namun, karena ada renovasi yang akan dilakukan di Pasar Baru, akhirnya pemerintah berinisiatif dan menyarankan Pasar Rawasari itu dijadikan penampungan sementara bagi para pedagang Pasar Baru.

“Sebagai solusi mempercepat pembangunan Pasar Baru dibutuhkan tempat penampungan sementara, maka dipilihlan Rawasari,” ujarnya.

Hanafi juga menginginkan adanya pemberdayaan pedagang dan ekonomi pasar tradisional. Keinginannya ini akan diupayakan melalui pemberdayaan pasar-pasar tradisional di masing-masing kecamatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Karawang.

“Hal ini bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja, tetapi juga dapat mengontrol ekonomi pasar tradisional dengan para pengusaha waralaba,” ujarnya.

Terakhir, hanafi memberikan penegasan akan melakukan kontrol terhadap keberadaan pasar modern. Bahkan diungkapkan oleh Hanafi, dia juga akan terus mencoba melakukan pengontrolan pasar modern. Kontrol tersebut dimaksudkan agar terjadi daya persaingan yang sehat antara aktifitas ekonomi tradisional masyarakat dengan pasar modern harus terjaga persaingannya.

“Kita upayakan dan wajibkan pasar modern untuk mengakomodasi dan menerima produk-produk lokal dalam pasaran,” ujarnya. (mus)

Pemprov Jabar MoU Gakkumdu Lingkungan Hidup

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tentang penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), Kamis (21/8/2014).

Nota kesepahaman terkait permasalah lingkungan tersebut berlangsung di Aula Barat Gedung Sate dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ferry Wibisono, Kepala Kepolisisan Daerah Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Nota kesepahaman ini mendesak dilakukan mengingat adanya sejumlah permasalahan lingkungan di Jawa Barat membutuhkan penanganan serius dengan langkah-langkah teknis yang detail. Selama ini, permasalahan lingkungan tersebut terkesan jalan ditempat dan kurang menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Gubernur Ahmad Heryawan dalam pertemuan tersebut memaparkan, untuk melindungi lingkungan hidup dari kerusakan yang timbul, MoU penegakan hukum menjadi prioritas utama. Lebih lanjut gubernur mengatakan, MOU yang dilakukan ini juga memuat beberapa langkah teknis penanganan, diantaranya koordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat.

“Diharapkan melalui MoU ini dapat menyelesaikan persoalan lingkungan hidup seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup lainnya,” ujar Ahmad Heryawan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, terkait penambangan Karst (batu kapur) di Kabupaten Karawang, Bupati Karawang telah mengirimkan surat untuk menghentikan penambangan ini karena kegiatan pertambangan kembali berlangsung. Sebagai tindak lanjut akan dilakukan kajian penelitian mengenai kewilayahan yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas ESDM Jawa Barat, serta Badan Geologi.

Ditambahkan Deddy, penambangan karst di Karawang merupakan aktifitas pertambangan yang perlu dikaji lebih jauh. Disamping banyak yang belum mendapat ijin, Bupati Ade Swara telah menerbitkan surat penghentian aktifitas penambangan.

Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat penambang mengadakan aksi penolakan penututpan aktifitas tambang. Mereka juga menuntut agar surat Bupati terkait penutupan aktifitas pertambangn dicabut, karena dianggap menyalahi aturan RTRW Karawang, yang menyatakan Karawang Selatan sebagai daerah pertambangan.

Selanjutnya, dengan melalui delegasi beberapa puluh orang tersebut menagdakan audiensi dengan Pemda Karawang yang dihadiri oleh Wakapolres Karawang. Disepaktati dalam pertemuan tersebut, aktifitas pertambangn akan tetap berhenti sampai dikeluarkannya hasil kajian dari berbbagai pihak terkait.

Namun, menurut informasi yang berkembang, sebagaian penambangan terus beroperasi. Untuk menangani hal ini, Wagub Deddy Mizwar menginginkan adanya penegakan aturan dan adanya komitmen dengan tindakan yang tegas dari setiap OPD terkait hal tersebut.

“MOU, dimaksudkan untuk membangun komitmen untuk bersama-sama menjaga pelestarian lingkungan hidup demi keberlangsungan makhluk hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Karawang dr. Cellica Nurrachadiana saat ditemui di kantornya mengatakan, penutupan pertambangan adalah kebijakan pemerintah provinsi yang diteruskan oleh pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Cellica menambahkan, saat ini terkait kajiannya belum diputuskan.

Untuk itu, Cellica berharap para pelaku usaha tambang, dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi mengenai aturan-aturannya.

“Jangan sampai nanti menimbulkan masalah, sampai aturan untuk pertambangan jelas,” ujarnya.

Dia berharap, ada kerjasama dengan penambang yang menggunakan alat berat dengan lebih sabar menunggu kajian-kajian dari pihak Pemprov Jabar. Terkait ada penambang dengan alat berat yang masih beroperasi saat ini, Cellica menyatakan harus ditindak sesuai aturan.

“Yang bandel harus ada sanksi hokum, tapi kita berupaya lebih dulu dengan cara-cara yang persuasif untuk mencari solusi yang terbaik,” ujarnya. (mus)

14 Kades Diberhentikan Agustus 2014

KARAWANG, KarawangNews.com -  Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang mengenai pemberhentian 14 kepala desa di Kabupaten Karawang sudah diterima Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Karawang, Senin (18/8/2014), sebanyak 14 kepala desa itu akan berakhir masa jabatannya Agustus 2014

"Kemarin kita langsung kirimkan SK itu melalui camat untuk kepala desa yang habis masa jabatannya, semuanya ada 14 SK," kata Kabid Pemdes BPMPD Karawang, Wawan Hernawan, Rabu (20/8/2014).

SK Pemberhentian 14 kades tersebut, tertuang dalam SK Bupati Nomor 141.1/kep.464/huk/2014. Sesuai SK ini,  pejabat sementara (pjs) kades diisi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan mengenai pelaksanaan Pemiluhan Kepala Desa (Pilkades) pihak BPMPD belum mengagendakan, karena masih fokus membereskan Perda, tetapi Pilkades ini akan digelar serentak se-kabupaten. (oca)

Pabrik Oli di Klari Terbakar, 10 Rumah Warga Ikut Hangus

KARAWANG, KarawangNews.com - Pabrik produksi oli kemasan milik PT Q-Range Jaya Makmur di jalan Klari-Karawang Kampung Duren, Desa Duren, Kecamatan Klari Selasa (19/8/2014) siang, ludes terbakar. Akibat kebakaran itu, 10 rumah yang berdekatan dengan pabrik tersebut ludes terbakar dan hancur akibat tertimpah bongkahan bangunan pabrik tersebut, 1 diantaranya adalah sebuah Musholla.

Di dalam pabrik itu, sebanyak dua unit kendaraan berat jenis forklip, dua unit mobil boxs dan satu sepeda motor milik karyawan pabrik tersebut ikut terbakar. Sementara itu kerugian yang menimpa warga dan pabrik pengemasan oli tersebut  ditaksir miliaran rupiah.

Kobaran api besar membumbung ke lagit, dengan cepat api melalap bangunan dan rumah penduduk, sebab di pabrik ini banyak bahan yang mudah terbakar, terutama oli. Petugas kepolisian dan petugas pemadam kebakaran meminta warga yang tak berkepentingan untuk menjauh, karena rawan terjadi ledakan dari penampungan oli sedalam 15 meter di pabrik tersebut.

Keterangan warga, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 23.25 WIB, setelah sebelumnya api mulai dijinakan sekitar pukul 16:30 WIB.

Untuk memadamkan kebakaran ini, sebanyak 9 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan, diantaranya 3 unit armada milik Pemerintah Kabupaten Karawang, 2 unit dari PT Pupuk Kujang Cikampek, 1 unit PT Asia Pacific Fibers, 1 unit PT Pindodeli Pulp, 1 unit dari Karawang International Industrial City (KIIC) dan 1 unit armada milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang turut membantu memadamkan api.

Semua armada pemadam kebakaran itu terus lalu lalang silih berganti di jalan raya Klari untuk mengambil air yang mereka gunakan untuk menyemprot kebakaran itu siang hingga malam hari, karena api sulit dipadamkan.

Berdasarkan data Polres Karawang, dugaan awal penyebab kebakaran tersebut yakni dari tabung gas yang bocor lalu meledak. Seperti diungkapkan Kapolsek Klari, Kompol Agus S, kepolisian masih belum mengetahui penyebab pastinya kebakaran, tetapi dugaan sementara disebabkan ledakan tabung gas.

“Dugaan sementara dari keterangan beberapa warga, terjadi sebuah ledakan tabung gas elpiji sehingga menyulut kobaran api hingga menyulut sebuah mobil box dan langsung merambat ke tempat penampungan oli,” ungkap Kompol Agus S.

Sebelumnya, menurut seorang saksi mata, Joni (42), ketika api mulai terlihat dari pabrik itu, kondisinya sangat sepi, karena sebagian karyawannya sedang keluar untuk istirahat siang. Warga dikagetkan ledakan besar, kemudian terlihat ada kobaran api dari dalam pabrik itu.

Akibat kebakaran ini, arus lalu lintas dari arah Karawang menuju Cikampek dan sebaliknya mengalami kemacetan panjang hingga lima kilometre, kebakaran besar ini pun menjadi tontonan warga. Bahkan, warga yang berada di lokasi kejadian ini merasakan hawa panas yang menyengat akibat kebakaran besar itu. (gsg)

Persika Bantai Persikab 5-1

BANDUNG, KarawangNews.com - Dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Grup 3 yang berlangsung Senin (18/8) di Stadion Jalak Harupat Soreang Bandung, Persika Karawang berhasil membawa pulang poin penuh. Persika menang telak dengan skor 5-1 atas tim tuan rumah Persikab Bandung.

Dengan hasil ini, menjadikan Persika Karawang berada di urutan keempat dengan mengoleksi 19 poin hasil dari empat kali menang, lima kali seri dan tiga kali kalah. Sementara bagi Persikab Bandung, selain hasil tersebut menjadikan terbenam didasar klasemen juga memperpanjang rekor kekalahannya.

Persikab hanya mencatat sekali kemenangan saat pertandingan perdana melawan Persipasi 15 April 2014 dengan skor 3-0. Terakhir Persikab Bandung di cukur gundul 0-5 saat bermain melawan PSCS di Stadion Wijayakusuma Cilacap, Jum’at (15/8).

Lima gol kemenangan Laskar Jawara dicetak Kicmett Amos Marah menit ke-4, menit 77, menit 85 tendangan penalti, dan Ade Ivan Hafilah di menit ke 71 dan menit 75. Sedangkan satu-satunya gol Persikab dicetak Feriansyah di menit ke-81.

Dengan kekalahan ini, Persikab yang sudah dipastikan terdegradasi, semakin tenggelam dengan nilai 5. Sedangkan Persika di peringkat 3 dengan nilai 20. (net/mus)

Polisi dan Massa Bentrok di Tanjungpura

KARAWANG, KarawangNews.com - Ribuan massa bentok dengan polisi di lampu merah Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Senin (18/8/2014) siang, ribuan massa yang akan bertolak ke Jakarta itu dihadang pagar betis polisi. Aksi massa ini hendak datang ke Jakarta untuk mendemo hasil sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014.

Bentrokan ini merupakan simulasi pengamanan kontingensi yang dilaksanakan Polres Karawang, antisipasi aksi massa besar yang menolak hasil keptususan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang perkara PHPU di Jakarta.

Dalam aksi massa itu diceritakan, warga Karawang akan bertolak ke Jakarta, tetapi mereka dihadang polisi di lampu merah Tanjungpura, kemudian massa melakukan orasi dan akhirnya ‘chaos’ dengan polisi. Massa yang anarkis ini kemudian dibubarkan paksa polisi.

Bentrokan polisi dan warga ini menyebabkan demonstran mengalami luka serius, setelah dipukul mundur polisi huru-hara dan tembakan peluru karet. Massa akhirnya mundur setelah polisi menembakan ‘water canon’ dan gas air mata kearah massa. Polisi pun menangkap beberapa demonstran yang dianggap provokator.

Dijelaskan Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi S.Ik, M.Hum, untuk menghalau massa yang bringas ini, Polres Karawang melibatkan kekuatan 750 personel anggotanya, dua SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob, serta dua tim anti anarkis yang terdiri dari satu peleton personel dalam setiap tim, Polres Karawang juga dibantu oleh Satpol PP dan TNI.

Pengamanan situasi kontingensi ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerusuhan besar di Jakarta, pengamanan ini pun dilaksanakan untuk mencegah penganiayaan terhadap pejabat pemerintah dari aksi teror terhadap penyelenggara Pemilu, serta kejahatan-kejahatan lainnya yang berhubungan dengan tindak kriminalitas yang dapat menganggu Kamtibmas pasca Pilpres 2014 ini.

“Massa ini kita halau di perbatasan Karawang-Bekasi, tepatnya di Tanjungpura, asumsi kita massa yang akan demo sebanyak 1.000 orang lebih dan kita siagakan 750 personil,” kata Daddy.

Selain itu, polisi pun akan menutup sejumlah ruas jalan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan, untuk mencegah pengerahan massa ke Jakarta. Ini seduai intruksi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan, jika ada pergerakan massa menggunakan bus, truk atau kendaraan lainnya menuju MK di Jakarta akan langsung dihadang.

“Polisi akan menghadang dan meminta mereka untuk mengurungkan niatnya,” kata Daddy.

Selain menjaga akses jalan menuju ke Jakarta di Karawang, Polres Karawang pun akan menjaga ketat kantor-kantor pemerintah Kabupaten Karawang, diantaranya menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang.

Massa yang dilibatkan sebagai demonstran dalam simulasi ini diantaranya organisasi buruh, Sispamdu Zhadoel dan masyarakat umum. (gsg)

Yono Kurniawan: Siapa Sesungguhnya Mafia Tanah

KARAWANG, KarawangNews.com -  Kuasa Hukum lahan sengketa warga tiga desa, Wanasari, Wanakerta dan Margamulya di Kecamatan Telukjembe Barat, Yono Kurniawan SH menilai ganjil dan aneh dengan ungkapan kuasa hukum PT SAMP di sejumlah media massa terkait persoalan hukum di tanah tersebut. 

"Apa yang diungkapkan kuasa hukum PT SAMP, Yuliana di media itu aneh, kata Yaliana ada yang menghambat investasi dan ini ulah mafia tanah, lalu yang sesungguhnya mafia tanah siapa," ujarnya Yono Kurniawan, Senin (18/8) kepada wartawan.

Kata Yono, dalam pernyataannya di media massa, Yuliana menyatakan, PT SAMP memenangkan gugatan dengan 48 warga, kemudian atas putusan itu dilakukanlah eksekusi tanah seluas 350 hektar.

"Pertanyaan saya, yang dia menangkan atas gugatan dengan 48 warga itu hingga putusan PK itu luas kepemilikan tanahnya berapa, apakah 48 warga ini pemilik tanah yang seluas 350 hektar?" timpalnya.

Sebetulnya, lanjut Yono, di atas 350 hektar tanah itu, Kuasa Hukum PT SAMP tidak mengetahui ada berapa bidang kepemilikan. Dipertanyakan Yono, apakah PT SAMP mengetahui berapa ratus warga yang sudah berpuluh-puluh tahun bayar pajak dan turun temurun mengelola tanah tersebut.

"Berapa ratus warga di atas tanah itu yang bayar pajak, tercatat di buku C, bahkan sebagian sudah memiliki sertifikat hak milik, tidak pernah ikut gugat-menggugat dengan PT SAMP, tetapi saat ini tanahnya malah ikut tereksekusi," tegasnya.

Pihaknya menghimbau, kepada semua pihak terkait, sebagai sesama penegak hukum yang diamanatkan undang-undang, diajak untuk menjunjung tinggi rasa kadilan masyarakat.

"Mari kita tegakan hukum dengan menjunjung tinggi rasa keadilan di masyarakat, jangan sampai kita dibutakan hati, malah ‘maju tak gentar membela yang bayar’. Terlebih toh semuanya tahu, publik tahu, bahwa di atas objek tanah 350 hektar tersebut bukan hanya PT SAMP yang menang hingga tingkat PK, sebanyak 4 putusan warga pun menang hingga tingkat PK, tetapi tetap saja tanahnya diambil dalam proses eksekusi tersebut," ucapnya

Dia juga menanatang tuduahan kuasa hukum PT SAMP untuk membuktikan mafia tanah di balik kasus lahan sengketa di Karawang. Dia berbalik tanya, siapa sesunggunya mafia tanah yang merampas hak warga.

“Coba perlihatkan kepada orang Karawang, apakah anda (PT SAMP, red) sudah punya sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut. Pasca eksekusi ini anda sedang berupaya keras untuk mensertifikatkan tanah tersebut atas nama perusahaan, tapi terhambat, karena masih ada proses gugatan warga, hal inilah yang membuat anda kesal,” jelasnya.

Dengan demikian, Yono menyerahkan kepada masyarakat untuk bebas menilai siapa sesungguhnya mafia tanah dan apakah PT SAMP ini investor yang punya itikad baik. Kata Yono, untuk menilai itu masyarakat Karawang sudah cerdas, mana mafia tanah dan mana saja pihak-pihak yang membantu mafia tanah, sehingga saat ini bisa menguasai fisik tanah warga. (hil)
 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang | Warga Menulis
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design ApoedCyber and Odang ICT