Berita Terkini

Pertiwi Lestari Polisikan Oknum STTB

KARAWANG, KarawangNews.com - Pihak PT. Pertiwi Lestari laporkan oknum Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB) ke Polres Karawang atas dugaan penipuan yang telah dilakukan salah satu oknum STTB berinisial Su dengan nomor laporan polisi STTL/1875/VIII/2016/JABAR/RES KRW, Senin (29/8/2016). 

Terlapor diduga melakukan penipuan terhadap salah satu warga Margakaya terkait jual beli tanah milik PT Pertiwi Lestari yang berada di Cijambe RT 014/05 Desa Margakaya, Kecamatan Teluk Jambe Barat.

Adanya jual beli yang dilakukan pihak oknum STTB tersebut dibuktikan dengan adanya dokumen kwitansi pembelian tanah yang saat melakukan transaksi pihak terlapor menerangkan jika tanah tersebut adalah miliknya. Kejadian yang terjadi sekitar tanggal (14/7/2014) tersebut sontak membongkar adanya jual beli illegal yang dilakukan pihak terlapor.

"Saat saya menanyakan kepada terlapor, pihak terlapor menerangkan jika tanah tersebut miliknya, tapi saya baru tahun setelah 2 tahun menempatinya, bahwa tanah tersebut adalah milik PT. Pertiwi Lestari," jelas salah satu warga yang minta identitasnya dirahasiakan.

Pihaknya mengaku jika saat itu pihaknya telah membayar Rp 2.300.000 kepada terlapor, sebagai bagian dari transaksi jual tanah tersebut. Mengetahui bahwa pihaknya telah ditipu pihak terlapor, ia merasa kecewa dengan tindakan tersebut.

Sementara itu, Humas PT. Pertiwi Lestari, Agus R. mengatakan, perbuatan yang telah dilakukan pihak oknum STTB tersebut sudah melanggar hukum, pasalnya tanah yang diperjual belikan tersebut bukan milik terlapor, melainkan milik PT. Pertiwi Lestari.

"Kami akan tempuh jalur hukum dan sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena hal itu sudah jelas melanggar hukum dengan menjual tanah illegal atau tanah yang bukan miliknya," katanya. (neo)

Polsek Majalaya Sita 25 Botol Miras Dari Warung Jamu

KARAWANG, KarawangNews.com – Kapolsek Majalaya, Iptu Enday Suhendar menyita 25 botol minuman keras (miras) dari warung jamu di Kampung Belendung, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Senin (29/8/2016).

"Miras salah satu pemicu terjadinya gangguan Kamtibmas terutama tawuran antar kampung atau antar pemuda, bahkan memicu terjadinya tindak kejahatan seperti pencurian, perampasan dan penganiayaan," kata Enday Suhendar.

Sementara, pemilik jamu berinisial MS tak bisa berbuat apa-apa  saat warungnya digeledah anggota polisi Polsek Majalaya. Dengan dilakukannya operasi miras ini, polisi berupaya menekan terjadinya gangguan Kamtibmas, serta dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat. (tri)

Reskrim Nyamar, Dua Pengecer Togel Ditangkap

KARAWANG, KarawangNews.com – Dua warga Rengasdengklok berinisial RP (20) dan YS (50) tak berkutik saat seorang anggota Reskrim Polres Karawang menangkapnya, Senin (29/8/2016). RP dan YS ditangkap karena keduanya diketahui sebagai pengecer kupon judi togel.

RP dan YS sudah lama menjadi target Polres Karawang, kedua pelaku berhasil ditangkap pada saat melayani anggota Reskrim yang sedang menyamar sebagai pemasang nomor judi togel.

Dari tangan RP dan YS, polisi menyita beberapa barang bukti berupa 1 buah tas warna coklat, 1 buah pulpen, 1 lembar kertas rekapan dan uang tunai sebanyak Rp  82.000.

Diketahui, Polres Karawang dan jajarannya akhir-akhir ini telah gencar melakukan operasi kepolisian dengan sasaran para pelaku perjudian, hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya gangguan Kamtibas serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya tersebut RP dan YS saat ini diamankan di Rutan Polres Karawang. (tri)

Warga Tiga Desa Terima Uang Pengosongan Lahan

KARAWANG, KarawangNews.com - Warga Desa Margamulya, Wanajaya dan Desa Margakarya mendapat pelunasan uang pengosongan lahan dari PT Pertiwi Lestari, Senin (29/8/2916) di Resto Alamsari, Karawang Barat, pelunasan diberikan kepada warga pemukim yang berada di atas lahan tersebut.

Humas PT Pertiwi Lestari, Agus Ritjanto menjelaskan, pelunasan diberikan kepada warga yang didata dan telah mendapatkan uang kerohiman tanda tali asih pada 24 Agustus 2016 kemarin, tetapi hingga kini masih ada warga yang mendaftar setelah kegiatan awal tali asih kemarin itu.

"Totalnya yang menyusul bisa sekitar 200 KK dan akan dilakukan pelunasan tanggal 1 September 2016, hari ini uang muka, kami akan melihat ke lapangan terlebih dahulu untuk melihat kondisi fisiknya," katanya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah kabupaten yang diwakili oleh Asisten Daerah I Samsuri mengatakan, dalam hal ini pemerintah hanya menjadi penyambung antara masyarakat dengan perusahaan. Dengan harapan masyarakat yang ada di lahan tersebut bisa mendapatkan hak yang sesuai.

"Fungsi pemerintah hanya memfasilitasi, ini tindaklanjut dari pertemuan beberapa kali. Konteks pemerintah daerah dalam masalah sosial ini, kita tidak ingin masyarakat ditelantarkan dan harus ada kepedulian dari perusahaan," katanya.

Samsuri mengatakan, kepada pihak desa untuk membantu warganya mencari lahan pengganti tempat tinggal warga. Sehingga, setelah proses pengosongan lahan, semua warga mempunyai tempat tinggal yang tetap.

"Kepala desa diharapkan mau membantu mencari lahan untuk mereka, saya juga berpesan agar uang yang diterima warga ini untuk kelangsungan warga ke depan," katanya.

Diketahui, PT Pertiwi Lestari memberikan uang pengosongan lahan sebesar Rp 30 juta untuk pemukim dan Rp 5 juta untuk penggarap. Warga yang diberikan pelunasan atas pengosongan lahan dalam pelunasannya akan dimasukkan ke dalam rekening tabungan Bank Mandiri.

Pertimbangan uang kerohiman langsung dimasukkan ke dalam rekening, karena uang yang diberikan cukup besar, sehingga paling aman melalui buku tabungan. 

Di tempat sama, Direktur LBH Keadilan, Toni Hasibuan mengatakan, sejauh ini pihak perusahaan telah melakukan itikad baik untuk warga dengan memberikan uang pengosongan lahan. Pihaknya hanya mengawal agar perusahaan memberikan hak kepada masyarakat.

"Sejauh ini bahwa perusahaan sudah beritikad baik dan memberikan kompensasi, itu sebagai ganti rugi bangunan, sehingga masyarakat bisa pindah ke tempat yang lebih layak," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga, Misja (60) yang mendapat uang pengosongan lahan menyatakan, dia masih bingung akan pindah kemana, setelah meninggalkan rumah dan lahan garapannya.

"Saya sudah bertahun-tahun bercocok tanam buah-buahan dan sayuran, juga punya banyak pohon bambu. Setelah ini saya masih belum tahu dimana tempat tinggal baru untuk keluarga," ujarnya. (spn)

Pertiwi Lestari Akan Bayarkan Sisa Uang Garapan

KARAWANG, KarawangNews.com - Senin (29/8/2016), PT Pertiwi Lestari akan memenuhi janjinya kepada masyarakat Desa Wanajaya, Margamulya dan Margakaya untuk memberikan sisa uang garapan sebesar Rp25 juta. Sebelumnya pada Kamis (25/8/2016), Pertiwi Lestari telah memberikan uang garapan sebesar Rp5juta kepada ratusan penggarap dan pemukim lahan perusahaan tersebut. 

"Ada pembayaran uang tali asih dari perusahaan ke penggarap dan penguni lahan ini. Ini juga sebagai bentuk komitmen kami kepada penggarap atau pun pemukim yang berada di atas lahan tersebut," ujar humas PT Pertiwi Lestari Agus Rijanto, Minggu (28/8/2016).

Sebelumnya, pada tanggal 25 Agustus 2016, sebanyak 350 kepala keluarga (KK) mendapatkan sosialisasi dan pemberian tali asih dari PT Pertiwi Lestari terkait pengosongan lahan atau bangunan yang digunakan para warga penggarap selama ini. Upaya sosialisasi dan pemberian tali asih terhadap warga yang telah menempati lahan yang secara sah milik PT Pertiwi Lestari tersebut sebagai upaya memanusiakan manusia.

Dalam sosialisasi tersebut ada 350 KK yang diundang. Yang mana, tersediri dari warga Desa Wanajaya, DesaMargamulya, Margakaya. Bahkan, berdasarkan data PT Pertiwi Lestari, ada 160 KK sudah menyetuji dan akan menerima tali asih dari PT Pertiwi Lestari, sedangkan 190 KK masih memikirkan hal itu. Walaupun pada dasarnya, semua warga sudah menyetujui.

Lanjutnya, pemberian tali asih tersebut dibagi menjadi 2 kategori, yaitu penggarap dan pemukim yang dimana besarnya pemberian tersebut untuk penggarap akan mendapatkan 5 juta rupiah, sedangkan pemukim akan mendapatkan 30 juta.

Sementara itu, salah satu penggarap yang menerima pemberian tali asih dari PT Pertiwi, Dasim warga Wanajaya mengaku menerima keputusan untuk mengosongkan lahan yang telah 15 tahun digarapnya.

"Saya setuju jika memang lahan yang saya garap tersebut dikosongkan, karena memang saya tidak mempunyai surat-surat kepemilikan lahan tersebut, saya belum tahu akan pindah kemana usai lahan tersebut dikosongkan," ungkapnya.

**Suara Dewan  

Terkait itu, DPRD Karawang meminta agar PT Pertiwi Lestari, BPN dan Perhutani untuk meninjau ke lapangan di wilayah Telukjambe Barat. Pasalnya, semua pihak yang merasa memiliki hak atas lahan di Desa Margamulya dan Wanajaya bersepakat untuk menunjukan batas kepemilikan lahan masing-masing.

Ketua DPRD Karawang Toto Suripto menyatakan, terdapat titik terang seputar permasalahan kepemilikan lahan di wilayah Telukjambe antara PT Pertiwi Lestari dengan Perhutani. Di antara titik terang itu, kedua pihak tersebut sudah sepakat turun ke lapangan untuk meninjau batas kepemilikan lahan di wilayah Telukjambe. 

"Kesimpulan lainnya, permasalahan itu akan diselesaikan lebih lanjut di tingkat pusat (pihak kementerian). Sebab permasalahan tersebut tidak akan tuntas jika hanya diselesaikan di daerah," katanya usai melakukan rapat hearing dengan PT Pertiwi Lestari, BPN, Perhutani dan Kepolisian.

Sementara itu, Humas PT Pertiwi Lestari Agus Rijanto, mengatakan, permasalahan kepemilikan lahan dengan Perhutani di atas lahan yang akan dibangun kawasan industri di wilayah Telukjambe itu sebelumnya telah dibahas bersama, tetapi dalam pembahasan tersebut tidak ada kesimpulan.  (rls)

Polisi Razia 250 Botol Miras

KARAWANG, KarawangNews.com - Polisi berhasil menyita 250 botol minuman keras dari razia yang dilakukan jajaran Polres Karawang pada Sabtu (27/8/2016) malam di beberapa kios jamu dan tempat hiburan malam di seputar Karawang kota.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) dengan sasaran miras tersebut dilaksanakan sesuai instruksi Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra S.IK.

Operasi miras ini dilakukan berdasar pada hasil analisa selama ini, miras merupakan salah satu pemicu terjadinya tindak kejahatan, seperti pencurian dan tawuran warga.

Operasi miras ini diharapkan dapat menekan tindak kriminal maupun gangguan Kamtibmas, serta dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari khususnya pada malam hari. (tri)

PAUD Pondasi Infrastruktur SDM

KARAWANG, KarawangNews.com - Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak akan menjadi beban pemerintah, bahkan guru PAUD solusi bagi pemerintah dengan berdirinya 987 lembaga dengan 40 ribu anak yang dilayani.

Hal ini diungkapkan Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Karawang, Devi Sulaeman, M.Pd usai di tengah acara Hari Ulang Tahun (HUT) Himpaudi ke-11, di Wonderland Adventure Waterpark, Sabtu (27/8/2016) siang.

Kata Devi, jika prioritas pembangunan adalah infrastruktur, maka kami adalah solusi dari infrastruktur Sumber Daya Manusia (SDM), karena PAUD adalah pondasi dari infrastruktur SDM.

"Kita adalah solusi untuk masa depan, maka layaklah guru PAUD mendapatkan perhatian layak dari pemerintah," kata dia, di hadapan ribuan guru PAUD usai acara jalan santai di HUT Himpaudi ke-11 ini.

Di tempat sama, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Amid Mulyana SE menyatakan, apresiasi kepada kerja keras guru PAUD.

Diakuinya, PAUD membentuk karakter anak-anak dan mempersiapkan mereka di pendidikan lanjutan berikutnya, masa-masa emas ini perlu mendapat bimbingan optimal, sebagai generasi terbaik bagi bangsa.

HUT Himpaudi ke-11 di Wonderland Adventure Waterpark ini merupakan acara puncak, setelah sebelumnya digelar beberapa perlombaan yang diikuti para guru PAUD se-kabupaten.

Pada acara HUT ini pun Himpaudi memberi santunan kepada anak-anak yatim piatu. Pemberian santunan langsung diberikan Ketua Himpaudi Provinsi Jawa Barat, Rudiyanto. (spn)

Pohon Langka Terancam Dibabat PT Pertiwi Lestari

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan pohon langka, seperti pohon cendana dan kayu hitam hasil penanaman bersama Kementerian Kehutanan Indonesia dan Kehutanan Korea Selatan terancam dibabat habis oleh PT Pertiwi Lestari, sebuah perusahaan properti dan kawasan Industri.

Tanaman tersebut berada di area hutan Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat dan lahan ini telah diklaim sebagai aset PT Pertiwi Lestari.

Ketua LSM Lodaya, Nace Permana menyatakan, lahan hutan yang ditanami tanaman langka ini merupakan lahan milik Perhutani, yang sudah puluhan tahun dihuni dan dipelihara oleh 350 warga setempat, jumlah itu pun belum ditambah penduduk  nomaden.

"Meski tanah ini merupakan tanah milik Perhutani, tetapi PT Pertiwi Lestari mengklaim tanah ini menjadi milik mereka, sehingga menjadi perdebatan antara warga, Perhutani dan PT Pertiwi Lestari," kata Nace, Jumat (26/8/2016) siang.

Bahkan kata Nace, PT Pertiwi Lestari nekad berencana memagar lahan seluas 791 hektare tersebut, meski ditentang warga yang telah puluhan tahun berada di lokasi itu.

Sementara Pihak PT Pertiwi Lestari yang diwakili oleh bagian legal tetap memaksa akan melakukan pemagaran di atas lahan yang dikelola oleh Perhutani atas dasar kepemilikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Kementrian Kehutanan melalui Perhutani tetap bersikukuh mempertahankan lahan hutan yang sudah lama dikelolanya. Bahkan, pihak Perhutani menilai pemagaran yang akan dilakukan PT Pertiwi Lestari di kawasan hutan merupakan upaya penguasaan secara fisik atau penyerobotan lahan.

Sehingga, pihak Perhutani tidak akan memberikan izin pemagaran di atas lahan kawasan hutan oleh PT Pertiwi Lestari. 
Diketahui, PT Pertiwi Lestari, mengklaim menguasai lahan seluas 791 hektare dengan sertifikat Hak Guna Bangunanyang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada tahun 1998.

Sementara suratnya yakni sertifikat HGB No.5/Margamulya, sertifikat HGB No. 11/Wanajaya dan sertifikat HGB No.30/Wanajaya yang akan menyentuh lahan seluas 791 hektar.
Lahan tersebut akan dibangunkan sebuah kawasan industri. 

Sementara, untuk lahan di luar kawasan hutan, PT Pertiwi Lestari sudah memberikan uang kerohiman kepada warga yang menempati lahan, tujuannya untuk dikosongkan. (iiq)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -