Berita Terkini

Pemkab Karawang Akan Berlakukan 'Rebo Nyunda'

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana menyatakan, Pemkab Karawang akan memberlakukan 'Rebo Nyunda', yaitu mewajibkan semua pegawai Pemkab berbusana dan berbahasa Sunda tiap hari Rabu.

"Perdanya akan segera selesai dan secepatnya diaplikasikan, ini sebagai wujud kepedulian kami untuk kembali menggairahkan budaya Sunda," jelasnya, Minggu (26/10/2014) pagi, saat menghadiri acara Pasanggiri Maca Sajak Basa Sunda tingkat TK hingga SMA, di Kampus Unsika Karawang.

Diakuinya, sesuai dengan tema pasanggiri ini 'leungit bangsana lamun leungit bahasana', maka sangat relevan jika Pemkab Karawang bisa kembali menumbuhkan budaya Sunda di Kabupaten Karawang.

Diakuinya, di seluruh daerah Jawa Barat, logat Bahasa Sunda punya khas dan berbeda-beda, ada yang terdengar kasar juga lembut. Namun, bahasa itu bisa diselaraskan secara perlahan, diantaranya etika berbahasa yang baik dan santun. (spn)

Hasil Muscab, Nurlaela Syarifin Masih Dipercaya Ketua PBB Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Hj. Nurlaela Syarifin kembali dipilih sebagai Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Karawang periode 2014-2019. Pengukuhan itu dilaksanakan pada pemilihan ketua di musyawarah cabang (Muscab) PBB Karawang, Sabtu (25/10/2014) di Islamic Center, Karawang Barat.
Nurlaela Syarifin.

Diketahui, Nurlaela Syarifin menjadi ketua partai ini sudah 7 bulan dari hasil musyawarah luar biasa (Muscablub) tanggal 3 April 2014, menggantikan Hj. Nurlatifah Ade Swara yang mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PBB untuk pindah haluan ideologi ke Partai Gerindra saat itu.

Di Muscab, Nurlaela Syarifin terpilih langsung dengan memperoleh 28 suara dari 30 peserta Muscab, 2 suara lainnya diperoleh kader partai terbaik lainnya, yaitu 1 suara H. Jajang dan 1 suara lagi untuk Ahmad Safe'i. Muscab yang dilaksanakan sejak Sabtu pukul 08.00 WIB hingga 21.30 WIB berjalan tertib dan lancar.

Pada Rabu (29/10/2014), rencananya ketua terpilih beserta Majelis Pertimbangan Cabang (MPC), Badan Kehormatan Cabang (BKC) dan formatur terpilih akan menyusun kepengurusan DPC yang baru, sebagai amanat Muscab.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan yang diberikan, sehingga saya masih memimpin Partai Bulan Bintang kedepan," kata Nurlaela.

Diakuinya, dengan terpilih kembali jadi ketua, berarti ini amanah yang tidak bisa ditolak, karena kader partai harus siap segala-galanya. Dengan begitu, kepercayaan ini tak lepas dari kepemimpinannya yang telah menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) partai dengan hasil yang memuaskan, sesuai demokrasi dalam partai.

Kata dia, menjelang verifikasi partai tahun 2017 tantangan partai akan bertambang berat, maka perjuangan partai harus dokokohkan mulai sekarang. Kata dia, untuk menghadapi verifikasi ini tidak hanya Karawang, ini pun harus bisa dilaksanakan semua kader PBB se-Indonesia. (spn)

1436 Anak Yatim Hadiri Tahun Baru 1436 Hijriyah

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 1436 anak yatim dari 7 yayasan yatim se-Kabupaten Karawang menghadiri tabligh akbar menyambut tahun baru 1436 Hijriyah yang diselenggarakan Forum Majelis Ratib Kabupaten Karawang, Sabtu (25/10/2014) malam di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat.

Acara ini dihadiri pejabat Pemkab Karawang, diantaranya Wakil Bupati dr. Cellica Nurrachadiana, Ketua DPRD Toto Suripto, juga Sekretaris Daerah Teddy Rusfendi Sutisna.

“Moment tahun baru Islam ini kita dijadikan ajang untuk hijrah menjadi manusia yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Cellica.

Pada acara ini, sebanyak anak yatim tersebut mendapat bingkisan santunan yang diberikan secara simbolis oleh wakil bupati. (rls)

Harga 1 Kursi DPRD Semakin Mahal

Arif Budiman.
KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Barat, Arif Budiman menyatakan, di Jawa Barat, kader-kader PBB punya giroh tinggi. Ini terbukti PBB punya 335 anggota DPRD se-Indonesia, 3 anggota DPRD diantaranya ada di Karawang.

Hal itu dijelaskannya di acara musyawarah cabang (Muscab) PBB Karawang, Sabtu (25/10/2014) siang di Islamic Center, Karawang Barat.

Hanya saja, kata dia, beda dengan tahun lalu, untuk mengantarkan kader duduk di satu kursi DPRD hanya butuh 7 ribu suara, tetapi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 kemarin butuh sekitar 13 ribu hingga 15 ribu suara.

Secara kuantitas, jumlah suara PBB se-Jawa Barat naik di Pileg tahun 2014 ini dengan perolehan 445 ribu suara, dibanding Pileg tahun 2009 PBB Jawa Barat memperoleh 350 ribu suara, tetapi perolehan jumlah kursi masih tetap.

"Dari tahun 2009 hingga 2014 naiknya 100 ribu suara, tetapi tidak mampu menambah satu anggota DPRD pun, karena memang harga kursinya mahal. Sekarang perjuangannya luar biasa, tidak seperti tahun 2009 lalu," jelasnya.

Maka, sambung dia, di partai politik ini harus mengarah pada beberapa teknis, tidak sekedar banyaknya suara. Apalagi saat ini partai politik kental dengan 'money politic wani piro', ini sudah menggejala, maka PBB harus mencari suara dengan banyak melakukan silaturahmi.

Namun demikian, dengan jumlah tetap 3 anggota DPRD Karawang yang terpilih di Pileg 2014 kemarin, pertama Hj. Nurlaela Syarifin Daerah Pemilihan (Dapil) 3, kedua Mulyasafari ST Dapil 4 dan ketiga Dr. Suherno Hendra Permana Dapil 5, ini membuktikan Karawang masih berjalan, karena kabupaten lain sudah kena badai 'wani piro', sehingga tidak bisa menambah kursi. Di Pileg 2014, hanya 2 dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang jumlah anggota DPRD-nya bertahan, yaitu Karawang dan Tasikmalaya.

Diakuinya, beruntung bagi PBB Karawang, karena sebelum Hj. Nurlatifah jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beliau sudah pindah ke Partai Gerindra. Sehingga, nama baik PBB di mata nasional masih bersih dan dijaga oleh Allah SWT.

"Yang terpenting sekarang kita melebarkan sayap. Di Pemilu tahun 2019 diperkirakan ada 7 juta pemilih baru. Jika 1 juta suara saja tidak memilih PBB, ini berarti ada yang salah di pimpinannya," kata Arif.

Sementara, Bendahara II DPP PBB, Imran Sam menyatakan, Aceh yang menjadi modal PBB kini hanya punya 15 dewan dari 53 dewan sebelumnya, anehnya di daerah basis hilang tetapi di daerah lain malah terbentuk, seperti di Irian Jaya ada 30 dewan.

"Untuk itu, PBB harus punya pemimpin yang berpikir apa yang akan kita jalankan di partai ini," ucapnya. (spn)

PBB Karawang Gelar Muscab ke-4


Hj. Nurlaela Syarifin SE,
KARAWANG, KarawangNews.com - Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Karawang menggelar musyawarah cabang (Muscab) ke-4 di Islamic Center, Karawang, Sabtu (25/10/2014) siang.

"Muscab ini, bukan hanya memilih ketua DPC PBB kabupaten, tetapi silaturahmi dan kita masih punya semangat perjuangan partai, bersamaan dengan 1 Muharram 1436 Hijriyah ini," kata Ketua DPC PBB Karawang, Hj. Nurlaela Syarifin dalam pidatonya.

Diakuinya, proses Pemilu lima tahun ini panjang, siapa lagi yang akan memperjuangkan partai jika bukan kader partai sendiri.

Diceritakannya, ketika Hj. Nurlatifah Ade Swara mengundurkan diri sebagai ketua DPC kabupaten pada 2 April 2014 lalu ditanggapi pesismis oleh Ketua Umum DPP PBB MS Ka'ban, karena dia menganggap suara PBB di Karawang akan melemah, dia meminta pasca mundurnya Nurlatifah jangan ada satu suara pun yang hilang di Karawang.

"Alhamdulillah, yang dibisikan ketua umum bukannya suara hilang, tetapi kita mampu menambah 6.000 suara. Mudah-mudahan kita tetap semangat, perih getir sudah kita lewati, PBB Karawang kedepan akan lebih baik dan bisa mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Karawang," jelas Nurlaela.

Sementara itu, Sekretaris DPC PBB juga Ketua Panitia Muscab, H. Jajang Hidayat, S.Pdi, menjelaskan tujuan Muscab ini untuk mengangkat masyarakat Karawang lebih baik.

"Partai ini adalah pesan masyarakat, dengan usulan melalui fraksi untuk dapat membicarakan program yang realistis bagi masyarakat Karawang," akunya.

Pada Muscab ini, diharap bisa lebih membuahkan pemikiran dan bisa menghasilkan yang terbaik, bermanfaat bagi agama dan negara.

Sesepuh PBB Karawang, H. Oo Kholis Rohendi menyatakan, berpolitik itu bukan mencari uang maupun berdagang, partai diantaranya hanya menyampaikan aspirasi, sedangkan yang menjadi eksekutor memenuhi kebutuhan masyarakat adalah eksekutif.

"Di tiap wilayah, PBB jangan hanya namanya doang, kehadiran dan silaturahmi kita sangat diharapkan masyarakat," jelasnya.

Muscab ini dihadiri Ketua DPW PBB Jawa Barat, Arif Budiman, kemudian DPP PBB diwakili Imran Sam, termasuk H. Oo Kholis Rohendi anggota DPRD Karawang periode 1999-2004 juga Ketua DPC PBB Karawang pertama, juga dihadiri para sesepuh PBB karawang dan Kepala Kesbangpol Karawang, Sujana. (spn)

Sawah di Desa Cikahuripan Kekeringan

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan hektar sawah di Desa Cikahuripan, Kecamatan Tegalwaru mengering akibat kemarau panjang serta rusaknya
hutan gunung yang merupakan sumber air warga, akibatnya puluhan hektar sawah dipastikan gagal panen. Kekeringan ini membuat tanah sawah retak-retak.

Selain akibat kemarau panjang, kondisi ini diperparah rusaknya hutan gunung di wilayah ini akibat aktivitas pengambilan bahan baku sebuah industri semen dengan cara meledakan tanah dan batuan yang ada di wilayah ini, akibatnya sumber air yang berasal dari gunung tidak keluar, karena hutan dan gunung menjadi gersang dan gundul.

"Kami dipastikan mengalami kerugian jutaan rupiah, karena tidak bisa mengambil hasil dari cocok tanam," kata Harun, petani setempat, Jumat (24/10/2014). (had)

PNFI Minta Insentif Guru PAUD Ditambah

KARAWANG, KarawangNews.com - Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PNFI Disdikpora) Karawang, Amid Mulyana SE, meminta dukungan moril untuk menambah insentif guru PAUD tahun 2015 kepada DPRD Karawang, termasuk pembangunan 1 PAUD percontohan di tiap kecamatan.

Kata dia, dari 3.000 guru PAUD, yang telah mendapat insentif guru saat ini baru sekitar 100 orang. Ajuan ini diminta untuk mengimbangi rencana kenaikan transport bagi guru sekolah formal.

"Saat ini intensifnya Rp 100 ribu/bulan per orang, harapan kedepannya bisa dinaikan sesuai kemampuan APBD," jelasnya, Jumat (24/10/2014) siang di ruang kerjanya.

Selain PAUD, guru Raudhatul Atfal (RA) di bawah Kementrian Agama pun akan jadi sasaran insentif, ini sesuai usulan Kementerian Agama supaya guru-guru RA juga menjadi calon penerima insentif tersebut.

Tercatat, saat ini TK di Kabupaten Karawang ada 157 lembaga, sedangkan non formal ada 862 lembaga, kemudian RA ada sekitar 200 lembaga. (spn)

Yeni Herlina Jenguk Faiz Balita Penderita Gizi Buruk

KARAWANG, KarawangNews.com - Pengusaha muda yang juga aktivis perempuan dan anak, Hj. Yeni Herlina, Kamis (23/10/2014) pagi menyambangi kediaman Faiz Altap Al Fairuz, balita berusia 3 tahun yang divonis dokter mengidap gizi buruk dan hidrosephalus.

Hj. Yeni Herlina yang datang didampingi salah satu kerabatnya tersebut tak kuasa meneteskan air mata saat melihat langsung dan mendengar cerita kedua orang tuanya, tentang kondisi Faiz yang tergolek lemas dihadapannya.

Dia mengaku tak percaya jika salah satu masyarakat di Kabupaten Karawang ada yang mengalami sakit cukup serius, hingga tak tersentuh pemerintah maupaun donatur hampir satu setengah tahun lamanya.

Hj. Yeni yang akan mencalonkan Bupati Karawang ini akan berupaya membantu keluarga Faiz, agar segera mendapat penangan medis secara khusus.

"Ini harus ditangani secara serius, pemerintah jangan diam saja," jelasnya, kepada wartawan di kediaman Faiz, Kampung Babakan Jati, Rt 01/03, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek.

Yeni meminta Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana agar melihat langsung kondisi Faiz di sebuah rumah kontrakan berukuran 2x3 meter di desa tersebut.

"Beliau wakil kepala daerah dan beliau juga seorang dokter, seharusnya Cellica jangan tinggal diam. Coba lihat ke sini langsung kondisi Faiz sekarang, ini tugas Cellica," tegasnya. (hil)