Berita terbaru

Kini, 85 Persen Pasien RSUD Pakai BPJS

KARAWANG, KarawangNews.com – Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Dr. Asep Hidayat Lukman mengatakan, Senin (1/9/2014) siang, kini sebanyak 85 persen pasien RSUD menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), ini berbanding terbalik dari tahun sebelumnya, sebanyak 75 persen pasien membayar tunai.

Kata dia, kondisi ini mempengaruhi keuangan RSUD, karena BPJS dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pembayarannya paket, yaitu pembayaran yang sudah ditentukan, sehingga pihaknya harus benar-benar telaten mengobati pasien BPJS, agar biaya pengobatan tidak bengkak, sehingga merugikan RSUD.

“Sebelumnya, bayar cek dokter dengan resep berbeda, bahkan rawat jalan pun si pasien tetap harus bayar, sehingga pendapatan rumah sakit cukup lumayan, tetapi BPJS ini beda, bayar dokter dan resep termasuk rawat jalan dibayar satu paket dengan biaya BPJS yang ditentukan (minim, red),” jelasnya.

Dengan kondisi ini, sulit bagi RSUD Karawang mengembangkan fasilitasnya. Untuk itu, dia meminta supaya eksekutif dan legislatif bisa menganggarkan APBD untuk RSUD, karena selama ini RSUD mendapat anggaran dari pemerintah pusat.

“Selama lima tahun ini kita tidak mendapat anggaran APBD kabupaten, kecuali gaji karyawan saja. Untuk mendapatkan APBD itu kita merasakan sangat sulit, tetapi saya harap semua bisa melihat kondisi RSUD sekarang, mudah-mudahan kita akan dapat dana bantuan APBD Karawang di tahun 2015,” ucapnya. (spn)

Kantor Koran Kabar Gapura Diteror

KARAWANG, KarawangNews.com - Teror kepada kantor redaksi media terjadi di Karawang. Harian lokal Kabar Gapura mendapat aksi terror dari sekelompok orang tak dikenal, Sabtu (30/8/2014) sekitar pukul 3.30 WIB. Pelaku merusak kantor ini dengan melempar batu yang dibalut kertas bertuliskan ‘jangan beritain macem-macem’, sehingga pintu ruangan staf redaksi yang berlokasi di Jalan Panatayudha, Karawang ini kacanya pecah berserakan.

Belum diketahui motif pelemparan batu tersebut, tetapi diduga aksi ini terkait pemberitaan, meski belum diketahui berita mana yang dimaksud si pelaku itu.  Keterangan saksi, yaitu marketing iklan Kabar Gapura, Andre, pelaku mendatangi kantor ini lebih dari empat orang, ini diketahui dari suara motor yang meninggalkan kantor tersebut.

Para pelaku berhenti di kantor itu, kemudian mengendap dan melempar batu, dari suara benturan kaca diperkirakan pelaku melempar tiga kali, kemudian kabur. Menyadari kantornya di serang, Andre melaporkan kejadian itu ke pimpinannya dan polisi.

Redaktur Pelaksana Kabar Gapura, Hatono menyatakan, penyerangan ini merupakan bukti aksi sewenang-wenang pihak tak bertanggung jawab terhadap dunia pers. Padahal, jika nara sumber atau pihak tertentu tidak suka dengan isi pembirataan, mereka bisa melayangkan hak jawab. Sehingga, penyerangan seperti ini dianggap tindakan kriminal.

Kata dia, saat ini kehidupan Pers di Karawang tengah terancam, karena sebelum aksi pelemparan batu ini, wartawannya sempat menerima ancaman terkait pemberitaan. Dengan kejadian ini, dia meminta polisi menindak dan menangkap pelakunya.

“Saya tidak menganggap main-main atas kasus ini,” ungkap Hartono.

Menanggapi penyerangan ini, Ketua PWI Karawang, Oland Sibarani menegaskan, pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan di surat kabar itu, agar tetap mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan dalam UU Pers.

“Kalau merasa dirugikan atas pemberitaan yang ada di koran Kabar Gapura, bisa menempuh prosedur yang dijelaskan dalam UU Pers, yakni memberikan hak jawab atau konfirmasi atas pembritaan itu,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi berjanji akan melakukan pengusutan secara maksimal terkait kasus ancaman ke media massa itu. (gsg/spn)

Pipa Pertamina Meledak Ditengarai ‘Illegal Tapping’

SUBANG, KarawangNews.com – Pipa Pertamina yang meledak di Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang sudah selesai diperbaiki, Sabtu (30/8/2014). Ditengarai pipa yang meledak Kamis (28/8/2014) pagi itu akibat ‘illegal tapping’ atau upaya pencurian minyak, karena di lokasi kejadian ditemukan peralatan gali, alat bor dan bekas galian tanah.

Kepala Divisi Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Mathinus Sitompul, Jumat (29/8/2014) sore, kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan alat bukti dengan meminta keterangan para saksi. Kata dia, hasilnya akan dilaporkan seminggu kemudian.

Asistent Manager External MOR III PT Pertamina (Persero), Milla Suciani, saat dihubungi Wartawan menjelaskan, pasokan BBM solar dari kilang Balongan, Indramayu ke Plumpung Jakarta tetap aman. Sebab, pipa kedua masih berfungsi normal dan pengangkutan juga dilakukan melalui kapal tangker.

“Berdasarkan hasil uji coba (pipa yang meledak, red) menunjukkan tidak ada  rembesan, sehingga dinyatakan pipa dapat dipergunakan kembali,” kata dia.

Selain melakukan upaya untuk menyelesaikan perbaikan pipa, Pertamina juga fokus menangani korban dan masyarakat yang kena dampak kebakaran pipa di sekitar lokasi kejadian. (berbagai sumber, foto net)

Deden Menangis Dihadapan Rieke

KARAWANG, KarawangNews.com – Jumat (29/8/2014) merupakan hari terakhir H. Deden Darmansah menjabat anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat, mengingat Senin (1/9/2014) adalah hari pelantikan DPRD provinsi baru. Di tahun ini, pencalonan Deden ke DPR RI gagal, tetapi dia berharap bisa tetap duduk di DPR RI menganti posisi Rieke Diah Pitaloka periode 2014-2019 jika Rieke diangkat menjadi menteri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Jumat siang itu, Deden bersama Rieke meresmikan 79 rumah relokasi di Kampung Toge, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, yaitu rumah aspirasi yang dibangun bagi puluhan kepala keluarga korban banjir di kampung tersebut, selama bertahun tahun mereka selalu dilanda banjir bandang Sungai Cikaranggelam. Bencana ini selalu merusak bahkan menghanyutkan sejumlah rumah warga, sehingga warga merasa terancam keselamatan mereka jika musim hujan tiba.

Dengan kondisi itu, Deden berusaha merelokasi warga ke tempat yang tinggi dan aman, Deden berjuang supaya warga memiliki rumah sendiri dan bersertifikat dengan cara merelokasi mereka, karena rumah yang mereka huni sebelumnya di pinggir Sungai Cikaranggelam adalah milik PJT II Jatiluhur, bukan hak milik warga.

Dalam pidatonya, Deden berpamitan, karena sudah mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Karawang selama 10 tahun dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat selama 5 tahun.

Banyak dedikasi Deden yang dicurahkan untuk masyarakat, diantaranya kepada puluhan kepala keluarga korban banjir di Kampung Toge ini. Peresmian ini membuat diri Deden terharu, tak terasa ternyata dia sudah mampu membantu warga untuk memiliki rumah sendiri, mampu merelokasi mereka dari tanah langganan banjir ke tanah kering lebih tinggi di kampung yang sama, biaya relokasi ini dari anggaran kabupaten dan provinsi yang dia perjuangkan selama ini.

Di tengah kegembiraan 79 kepala keluarga di acara peresmian itu, Deden menangis dalam pidatonya, berlinang air mata dengan suara yang terbata-bata, dihadapan warga juga dihadapan Rieke. Warga pun sempat terkejut dengan tangisan Deden, mereka pun larut dalam suasana hati Deden yang mengungkapkan pengabdiannya kepada masyarakat selama ini.

Diakui Deden, bantuannya kepada masyarakat dirasa masih kurang, meski diketahui oleh sejumlah warga selama ini Deden telah berbuat banyak untuk masyarakat Karawang dan Purwakarta.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya, mana kala saat saya menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar, ada hal yang tidak berkenan di hati masyarakat semua,” ucapnya, dengan nada berat.

Selama pengabdiannya menjabat sebagai wakil rakyat, dia mengaku, telah berupaya maksimal untuk memberikan keinginan masyarakat Jawa Barat dengan prioritas utama. Juga telah berupaya menjembatani hubungan masyarakat dengan Pemerintah Provinsi Jabar selama masa jabatannya.

“Di hari terakhir saya menjabat, tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih atas dukungan moril yang selalu diberikan masyarakat Jawa Barat secara penuh kepada saya. Terima kasih telah mempercayai saya selama ini,” kata dia, mengakhiri sambutan pidatonya.

Dalam sambutannya, Rieke mengatakan, Deden Darmansah seharusnya jangan gagal pada pemilihan legislatif (Pileg) ke DPR RI kemarin, karena dia sudah memberi peluang agar Deden bisa bersamanya di DPR RI, tetapi hasil suara tidak menunjuk Deden berhasil ke DPR RI, karena kalah jumlah suara dari rival separtai Daniel Lumban Tobing dan alm. H. Tono Bahtiar. Sehingga, Deden tersisih dalam urutan di bawah calon legislatif terpilih itu.

Kata Rieke, orang sebaik Deden harus jadi ke DPR RI, karena pribadinya yang pro rakyat. Dalam pidatonya, Rieke mengelus hati Deden yang ‘galau’ agar tetap percaya diri, karena peluang ke DPR RI masih terbuka, jika Rieke dianggkat Jokowi jadi menteri.

“Mudah-mudahan, orang sebaik dia (Deden, red) bisa ke DPR RI, jika saya naik jadi menteri,” ucap Rieke, disambut riuh sorak gembira warga dan pendukung Deden di acara tersebut. (spn)

Pemkab Kurang Implementatif Terhadap RTH

Warga Menulis
Oleh: Fiqri Agni Yuntafi
Mahasiswa Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang

Jumat (29/8/2014)

RUANG TERBUKA HIJAU mutlak di Karawang, ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang rancangan tata ruang wilayah Kabupaten Karawang,  pasal 24  yang menjelasakan untuk pembuatan RTH itu adalah minimal 30 persen dari luas lahan perkotaan sekitar 9.400 hektar.

Sehingga, RTH harus ada dengan meliputi taman, sarana olahraga, lahan hijau pada ruang privat lainnya. Namun sangat disayangkan Pemerintah Kabupaten Karawang, belum melakukan aksi nyata untuk mengimplementasikan sebagaimana aturan yang sudah ditetapkanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Cipta Karya perlu memiliki andil di dalam pembangunan ruang terbuka hijau. RTH tersebut harus mampu memberikan tampilan wajah kota Karawang dengan lebih indah, sekaligus menjadi salah satu faktor penunjang mendapatkan Adipura tahun 2015.

Keberadaan taman-taman interaksi di perkotaan, selain sebagai keindahan wajah kota, juga mampu berfungsi untuk pengurangan emisi gas buang karbon. Jadi,  sangat berkontribusi dalam mengurangi efek ‘global warming’ yang sedang terjadi di planet bumi ini.

Keberadaan taman interaksi di Karawang pada beberapa tempat bisa dioptimalkan, sebagai salah satu wahana rekreatif, tempat-tempat tersebut butuh perhatian dan sentuhan yang lebih serius.

Seperti Alun-alun Masjid Agung Karawang, Tugu Proklamasi Rengasdengklok termasuk Taman Bencong  atau Taman Ade Irma Suryani di Jalan Arif Rahman Hakim, ini merupakan beberapa contoh tempat yang bisa eksplorasi sebagai taman interaktif sebagai ruang publik masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas atau instansi yang berwenang harus melakukan pengelolaan dengan merevitalisasi dan mengoptimalisasi tempat-tempat tersebut untuk taman interaksi. Harus mulai direncanakan di setiap kecamatan sudah didesain RTH, sehingga ke depan tidak terlalu menyulitkan dalam tata ruang wilayahnya.

Pemda pasti mampu melakukan hal itu, untuk tahun 2014 saja APBD menyentuh angka Rp 3,2 triliun. Untuk sekelas APBD Kabupaten, sebetulnya sudah cukup besar menganggarkannya, tinggal Komitmennya saja.

Juga, kepada DPRD Karawang yang baru melalui komisi yang membidanginya dapat merespon dengan baik terhadap kebutuhan tersebut, untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat ini. (*)

Relokasi Kampung Toge Diresmikan

KARAWANG, KarawangNews.com - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Deden Darmansah meresmikan 79 rumah relokasi dampak banjir, di Kampung Toge, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Jumat (29/8/2014) siang. Sedangkan 43 rumah relokasi banjir lainnya berlokasi di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya. Rieke dan Deden melakukan gunting rumah relokasi di Kampung Toge, disaksikan masyarakat korban banjir juga pejabat provinsi dan Kabupaten Karawang.

Rumah ini dibangun dari aspirasi Deden Darmansah di DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden mengusulkan semua korban banjir di dua kecamatan itu mendapat rumah layak huni, karena pasca kebanjiran ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka.

Ini sebagai bentuk kepedulian Deden Darmansah kepada korban banjir yang tempat tinggalnya rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Rumah relokasi ini mulai dibangun pada Rabu (12/2/2014) lalu oleh Bupati Karawang, H Ade Swara.

Peresmian rumah layak huni di Kampung Toge ini juga dihadiri Kepala UPTD ESDM Provinsi Jabar, Acep Surisno, Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah Provinsi Jabar H. Dadang, Kabid tata Ruang Kabupaten Karawang Tatang dan unsur OPD Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Acep Surisno mengaku, relokasi rumah ini berawal dari ide H. Deden Darmansah yang berusaha membantu warga korban banjir langganan setiap musim hujan. Di bawah rumah relokasi ini, kata Acep, ada pemukiman yang sering kebanjiran akibat luapan Sungai Cikarang Gelam, banjir tahunan ini telah menyapu bersih rumah penduduk yang didirikan di atas tanah Pengairan PJT II.

Sementara itu, Rieke Dyah Pitaloka mengungkapkan apresiasi kepada Deden Darmansah yang telah membantu warga setempat untuk memiliki hunian layak dan bersertifikat hak milik. Diakui Rieke, Deden adalah sosok legislator yang aspiratif terhadap pembangunan dan kemajuan masyarakatnya.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa, seandainya saja semua wakil rakyat seperti Kang Deden, pasti rakyat akan sejahtera,” ungkapnya memuji kinerja Deden Darmansah.

Sementara itu. Deden Darmansah mengatakan, dia merasa perlu membantu masyarakat setempat untuk tempat tinggal yang aman dan nyaman, terlebih dari bencana banjir yang meneror mereka hampir setiap hujan turun. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski beberapa warga dinyatakan hanyut dan berenang akibat terbawa arus deras air bah tersebut.

Kata Deden, APBD Provinsi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp 2.075.000.000, ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp.213.000.000, sedangkan bantuan yang diberikan langsung Bupati Karawang pada saat peletakan batu pertama yaitu 100 sak semen. Kemudian, bantuan APBD Kabupaten Karawang sebesar Rp 640.000.000.

Dia menjelaskan, pembiayaan pembangunan rumah layak huni relokasi di Kampung Toge, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek Kabupaten pengadaan tanahnya seluas 2000 meter persegi dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 400.000.000, kemudian pembangunan rumah 36 unit dari APBD Provinsi Jabar Rp 540.000.000 dan dari Swadaya Masyarakat sebesar Rp 213.000.000.

Pengadaan air bersih dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 450.000.000, kemudian Penerangan Jalan Umum (PJU) dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 45.000.000. Selain itu, pembangunan jalan lingkungan dan turap dari APBD Kabupaten Karawang sebesar Rp 126.000.000. Total anggaran tersebut sebesar Rp 1.774.000.000 untuk di Kampung Toge Desa Cikampek Selatan.

Sedangkan rincian pembiayaan pembangunan relokasi di Desa Teluk Bango Kecamatan Batu Jaya, total keseluruhan sebanyak 43 unit dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 640.000.000. Jadi, total keseluruhan Desa Cikampek Selatan Kecamatan Cikampek Sebesar Rp 1.774.000.000, sedangkan untuk total keseluruhan Desa Teluk Bango Kecamatan Batu Jaya Sebesar Rp. 640.000.000. Total semua menjadi Rp 2.414.000.000. (gs)

Disdukcapil Beri Kemudahan Syarat CPNS

KARAWANG, KarawangNews.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang mempersiapkan layanan untuk persyaratan bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Layanan ini, merupakan tindaklanjut instruksi Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) yang telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tanggal 24 Agustus 2014 lalu.

“Kita telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah,  untuk memberikan pelayanan bagi persyaratan pelamar CPNS,” ungkap Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil, Us us di kantornya, Jumat (29/8/2014).

Kata dia, surat Kemendagri Nomor 471.13/7923/Dukcapil tentang KTP elektronik dalam penerimaan CPNS tertanggal 26 Agustus 2014 telah siap ditindaklanjuti. Sehingga, KTP elektronik jadi identitas sah untuk syarat bagi pelamar CPNS.

Apabila pelamar tersebut sudah melakukan perekaman KTP elektronik, tetapi hasil fisiknya belum jadi, maka Disdukcapil Karawang akan membuatkan surat keterangan. Surat keterangan tersebut fungsinya sama dengan KTP elektronik, sampai diterimanya KTP elektronik asli. (mus)

Satpam Gudang Sembako Tewas Gantung Diri

KARAWANG, KarawangNews.com - Seorang Satpam gedung sembako, Budi Wahyono bin Suryono (27) warga di Kampung Anjun Gempol, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat ditemukan tewas gantung diri oleh keluarganya, Jumat (29/8/2014) sekitar pukul 18.30 WIB. Di lingkungannya, Budi dikenal pemuda pendiam dan jarang bergaul.

Kata tetangganya, Feri, setelah Maghrib dia masih melihat korban duduk di teras rumah sambil melamun seperti ada masalah yang dihadapinya. Lalu, sekitar setengah jam kemudian dia kaget mendengar teriakan histeris dan tangisan keluarga korban. Ketika mendatangi rumah korban, ternyata pemuda yang dilihatnya setengah jam lalu itu dalam keadaan gantung diri dengan seutas tali di ruangan rumahnya.

“Saya terkejut saat mengetahui dia tewas gantung diri, karena tidak menyangka dia bisa berbuat begitu,” ucap Feri.

Tak lama kemudian, polisi mendatangi rumah korban dan langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Diduga, korban tewas akibat tekanan pekerjaan.

“Dugaan saya sementara ini, Budi mengalami masalah terkait pekerjaannya,” kata Feri. (lat)
 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang | Warga Menulis
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design ApoedCyber and Odang ICT