Berita Terkini

Ormas Islam Akan Balas Boikot PO Bus di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Kabupaten Karawang mengerahkan 1.500 massa lebih banyak dibanding aksi 4 November kemarin. Aksi Damai Bela Islam Jilid III di Monas Jakarta, 2 Desember 2016 ini masih dalam tuntutan yang sama, yaitu penjarakan Ahok, karena dianggap telah menista agama Islam.

Korlap aksi, Ust. Fajar Nasrulhaq menegaskan, massa yang ikut sebenarnya lebih banyak lagi, tetapi perusahaan bus di Karawang banyak yang menolak, diantaranya PO Agra Mas dan Warga Baru, kedua perusahaan itu tetap menolak dengan alasan armada kosong, karena sudah disewa pihak lain, padahal Kapolri telah mencabut larangan demonstran tidak pakai bus ke Jakarta.

"Sehingga aliansi ini kecewa dengan pelayanan bus yang tidak kooperatif terhadap konsumen, maka kita menulis pernyataan memboikot agar tidak menggunakan jasa bus itu kedepan, karena ormas Islam di Karawang ini pelanggan setia kedua perusahaan itu," kata Fajar, saat ditemui di Lampu Iman, Adiarsa, Karawang Barat, Kamis (1/12/2016) malam.

Diakuinya, untuk aksi besok tetap menggunakan bus, tetapi dari luar kota Karawang, yaitu sebanyak 11 bus, 3 diantaranya bus dari Karawang. Dalam hal ini, ketika mereka memboikot aksi masa Islam, maka atas nama aliansi Ormas Islam yang terdiri dari sejumlah perwakilan ormas Islam yang ada di Kabupaten Karawang, seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad dan Front Pembela Islam (FPI) juga akan memboikot organda yang tidak mau melayani Aksi Damai Bela Islam Jilid III ini.

Termasuk Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) dan Yayasan Lampu Iman menyatakan sikap kecewa dengan pelayanan PO Bus Agra Mas dan Warga Baru yang tidak kooperatif melayani konsumen dengan baik, dasar hukumnya yaitu undang-undang perlindungan konsumen.

Organisasi Islam lainnya Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Forum Komunikasi TK-TPQ, Gemma dan Badqo menyatakan akan memboikot PO bus itu agar tidak digunakan atau disewa lagi oleh lembaga pendidikan Islam dan kegiatan ormas Islam.
Kata Fajar, umat Islam masih menuntut keadilan Ahok yang sudah tersangka, tetapi seolah kejaksaan tidak menahan Ahok. 

Dia menegaskan, tidak ada tempat bagi yang menistakan agama manapun di negara ini, termasuk penista agama Islam.
Dari sejumlah 1.500 massa, beberapa diantaranya sudah berangkat ke Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, sedangkan yang menggunakan bus diberangkatkan Jumat pagi di Lampu Iman, Adiarsa, berangkat sekitar pukul 03.00 WIB, mengejar Sholat Shubuh di Masjid Istiqlal Jakarta.

"Prediksi kita, jumlah massa dari Karawang empat kali lipat dibanding kemarin, mereka sudah menyiapkan sajadah untuk Sholat Jumat di Tugu Monas Jakarta, sebab Istiqlal tidak akan bisa menampung jutaan Muslim yang akan menunaikan Jumatan," ujarnya. (spn)

Dua Tahun Usia BBC, Cellica Minta Karya Nyata

KARAWANG, KarawangNews.com - DPD Buah Batu Corps (BBC) Kabupaten Karawang menggelar Malam Pagelaran Seni Karawang, Minggu (27/11/2016) malam di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat. Pagelaran ini merupakan rangkaian HUT BBC Karawang ke-2.

Ketua pelaksana, Wakil Ketua DPD BBC Karawang, Fajar Nasrulhaq menjelaskan, pagelaran seni ini untuk menunjukan eksistensi BBC di Karawang, yang peduli pada seni dan sosial masyarakat. BBC kedepan akan terus berusaha menjadi organisasi pengayom masyarakat.

"Diusia kita yang kedua ini, kita harap BBC terus tumbuh di tengah-tengah masyarakat dan menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Pagelaran di Lapang Karangpawitan ini dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Pada kesempatan bicara, Cellica berharap, Ormas BBC ini memberikan representatif bagi kearifan lokal di Kabupaten Karawang dan bersama pemerintah mewujudkan daerah yang makmur.

Ormas BBC Karawang yang berencana akan menggerakkan roda perekonomian ini diharap mampu menunjukan prestasi yang lebih baik lagi. Di usia yang kedua tahun ini diharap mampu memberi kontribusi bagi cita-cita Karawang,

"Mudah-mudahan organisasi BBC mampu memberi karya nyata bagi daerah," kata Cellica.

Pagelaran seni ini menampilkan oratorium kolaborasi antara musik teather dan tari yang berjudul 'Karawang ti bihari ka kiwari' asuhan Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Karawang.

Juga menampilkan, marawis juara Nasional asal Jawa Barat, kemudian pencak silat asal Poponcol, Karawang Barat dan tarian Jaipong asal Cikampek. Desain panggung bertema lumbung padi sebagai rumah bersama masyarakat Karawang. (spn)

Akhirnya, SMPN 2 Telukjambe Barat Punya Lab Lagi

KARAWANG, KarawangNews.com - Akhirnya, setelah 8 tahun tidak punya ruang laboratorium, pada Senin (28/11/2016) siang Plt. Kepala SMPN 2 Telukjambe Barat, Rukmana S.Pd, M.Pd, didampingi Ketua Komite Sekolah, H. Marjan meresmikan gedung laboratorium baru. Pembangunan Lab dikerjakan kurang dari sebulan dengan anggaran Rp 82 juta-an.

Dijelaskan Rukmana, hampir 8 tahun sekolah ini tidak memiliki ruang laboratorium IPA dan Kimia, selama itu siswa tidak belajar IPA dan Kimia di ruang Lab, sehingga tidak bisa belajar praktek secara efektif, apalagi praktek untuk dua mata pelajaran itu akan banyak menggunakan cairan, ini tidak bisa dilakukan di ruang kelas, terkadang butuh ruang yang gelap.

"Anggaran membangun gedung ini dari sumbangan orangtua siswa," kata Rukmana.

Diakuinya, gedung ini disumbang dari 70 persen siswanya yang berjumlah 885 siswa kelas 7 hingga kelas 9. Ruang laboratorium ini sangat diperlukan siswa, dia berharap dengan gedung baru berukuran 15x12 meter ini siswa bisa kembali melaksanakan belajar praktek pelajaran IPA dan Kimia.

Selain gedung baru ini, masih ada satu gedung yang rapuh, perlu rehab berat. Saat ini, ruang tersebut tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, sebab dikhawatirkan ambruk.

"Untuk gedung (yang rapuh, red) itu mudah-mudahan dibangun oleh kepala sekolah definitif nanti, setelah saya membangun yang ini (ruang Lab, red)," jelasnya.

Kata Rukmana, ketika dia ditugaskan Plt kepala sekolah SMP ini, yang pertama dia lakukan adalah perbaikan fasilitas belajar yang rusak, untuk kenyamanan kegiatan belajar siswa, juga sebagai penunjang pendidikan.

"Yang pertama saya lakukan ketika pertama masuk sekolah ini adalah memperbaiki laboratorium yang rusak itu dan Alhamdulillah sudah kami perbaiki," ujarnya. (spn)

BBC Bersinergi Dengan Pemerintah Membangun Daerah

KARAWANG, KarawangNews.com - Sabtu (26/11/2016) siang, DPD Buah Batu Corps (BBC) Kabupaten Karawang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang. Rakerda ini mengusung revitalisasi sumber daya manusia ormas BBC untuk eksistensi dan sinergitas membangun Karawang.

Dijelaskan Wakil Ketua BBC Karawang, Fajar Nasrulhaq, BBC sudah ada di Karawang sejak tahun 2010 dan dideklarasikan tahun 2014. Hingga kini BBC Karawang sudah memiliki 27 DPC dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang. Setelah dideklarasikan, BBC Karawang sering menggelar bakti sosial, juga pembinaan internal.

"Kita juga punya koperasi bagi anggota dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), kedepan akan mengadakan latihan untuk calon tenaga kerja, kita akan kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja kabupaten," kata Fajar, didampingi Ketua DPD BBC Karawang,Yunar Suryanata.

Jika dilihat usianya, sambung Fajar, BBC berdiri sejak era tahun 50-an di Bandung, saat itu hanya sekedar kumpulan komunitas olahragawan, kemudian berkembang pesat di tahun 60-an hingga tahun 80-an berkembang, hanya saja saat itu tidak teratur dan tidak terarah, sehingga muncul imej negatif masyarakat terhadap BBC.

Di tahun 2006, BBC ini melakukan pembenahan menjadi ormas BBC, ketua pertamanya yaitu Alm. Mama Tarmana. BBC pun memiliki grup-grup kecil atau small group di dalamnya, small group ini bertebaran hampir di seluruh wilayah Bandung dengan jumlah anggota sebanyak 30.000-an. Kemudian berkembang ke seluruh Jawa Barat, termasuk Karawang dan daerah lainnya.

"Se-Jawa Barat anggota BBC mencapai 600.000 orang, di Karawang tercatat ada 2.000 orang. Konsep kita beda dibanding ormas lainnya, kita ada untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," jelasnya.

Rencananya, Minggu (27/11/2016) malam, BBC Karawang akan menggelar hari jadinya yang kedua di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat dengan pentas seni dan khas makanan masyarakat Karawang. (spn)

Keluarga Miskin Ini Dapat Rumah Bantuan

KARAWANG, KarawangNews.com - Masih ingat Mak Eneung (60) serta anak cucunya yang tinggal di rumah plastik terpal di Kampung Maja, Desa Margasari, Karawang Timur? Kini dia akan menempati rumah baru di pinggiran sungai Desa Warungbambu, kecamatan yang sama.

Mak Eneung beserta anak dan mantunya akan tinggal di rumah layak ukuran 4x6 meter persegi, komplit dengan kasur dan mebelernya. Rumah bata permanen ini bantuan dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Karawang.

Serah terima rumah ini dilakukan, Jumat (25/11/2016) oleh Ketua KPPI juga Wakil Ketua DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina. Selain serah terima rumah yang masih dibangun, KPPI juga memberikan bantuan uang tunai Rp 5 juta kepada keluarga tersebut.

Diakui Mak Eneung, rumah ini akan menggantikan rumah plastiknya di Desa Margasari, rumah barunya ini akan menjadi tempat tinggal selamanya, hingga cucunya dewasa. Dia juga mengaku senang sudah diperhatikan oleh Sri Rahayu yang telah membantunya mencarikan rumah layak.

Tak hanya itu, cucunya, Riki (5) yang sebelumnya sakit, telah diobati di rumah sakit, atas bantuan Sri Rahayu dan Partai Golkar Karawang, pada saat pertama kali Sri Rahayu mengunjungi rumah plastiknya di Margasari beberapa waktu lalu.

Bantuan maksimal ini telah meringankan beban keluarganya yang serba kekurangan, terlebih penghasilan Mak Eneung hanya Rp 20 ribu sehari hasil kuli cuci baju tetangganya, uang itu untuk mencukupi makan keseharian. Sebab, anak dan mantuanya masih kerja serabutan.

Sebelumnya, keluarga ini akan diungsikan ke rumah susun di Adiarsa, sebab keluarga ini tinggal di tanah milik orang lain, sehingga pengurus Partai Golkar tidak bisa membangun rumah di atas tanah tersebut.

Dijelaskan Sri Rahayu, bantuan ini atas kerjasama semua pengurus Partai Golkar Karawang bersama KPPI kabupaten, ini perjuangan yang dilakukan dua unsur tersebut untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Karawang.

"Kita bantu semua masyarakat miskin, sebab kita lihat masih ada kesenjangan yang belum disentuh pemerintah," jelasnya.

Di tempat sama, Bendahara KPPI juga Anggota DPRD Karawang, Indriyani menyatakan, tahun 2017 mendatang, Pemkab Karawang menganggarkan 1.250 unit rumah layak huni, maka KPPI dan DPRD akan mengarahkan sejumlah bantuan itu untuk membantu warga miskin yang rumahnya tidak layak huni.

"Mudah-mudahan jumlah itu prioritas tepat sasaran, jangan  sampai warga penerima hanya mendapat renovasi ringan," ujarnya. (spn)

PT Pupuk Kujang 'The Best Product Developmen'

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pupuk Kujang Cikampek meraih penghargaan BUMN Branding & Marketing Award 2016 dengan kategori The Best Product Developmen, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Penghargaan ini diserahkan oleh Brand Strategist & Consultant Archie Ardian kepada General Manager Pemasaran PT Pupuk Kujang, Teguh Hidayat.

Terkait penghargaan ini, Superintenden Infokom PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan mengatakan, ini menjadi bukti Pupuk Kujang senantiasa menghasilkan produk-produk yang berkualitas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Salah satu faktor yang mendukung kualitas produk yang dihasilkan Pupuk Kujang yaitu dengan selalu berinovasi dan menjaga keandalan pabrik.

Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan predikat Platinum yang diberikan kepada Gugus Kendali Mutu (GKM) Reaktor Pupuk Kujang dalam kegiatan Konvensi Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (KTKMPN) XX, tanggal 7 – 10 November 2016, di Nusa Dua, Bali.

"Atas keberhasilan yang diraih tersebut menunjukan bahwa PT Pupuk Kujang berkomitmen dalam peningkatan kualitas dan mutu produknya," kata Indra.

Beberapa produk yang dihasilkan selain Produk utamanya yaitu Urea, Phonska dan Petroganik, Pupuk Kujang juga memproduksi produk-produk non subsidi, diantaranya produk baru unggulannya yaitu NPK 30:6:8.

Produk Bermutu Diminati Petani

Dijelaskan Indra, pupuk majemuk NPK 30:6:8 produksi PT Pupuk Kujang sudah dikenal dan diminati para petani, pupuk majemuk NPK Kujang 30:6:8 merupakan produk unggulan produksi PT Pupuk Kujang Cikampek, yang telah diujicobakan oleh para ahli pertanian di pupuk kujang sejak tahun 2003.

Saat ini kapasitas produksi pabrik NPK Kujang menghasilkan 300 ton/hari, dengan bentuk blending yang sudah teruji nyata hasilnya meningkatkan jumlah dan mutu hasil panen.

Saat ini petani sudah banyak merasakan manfaat penggunaan pupuk majemuk, kehadiran kembali pupuk majemuk NPK Kujang 30:6:8 sudah lama dinantikan petani. 

Dengan keunggulan dan manfaat yang telah dirasakan petani, PT Pupuk Kujang optimis penjualan pupuk majemuk NPK Kujang 30:6:8 menjadi pilihan terbaik bagi peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.

Pupuk majemuk NPK Kujang 30:6:8 ini akan dipasarkan kembali dalam kantong 25 kg dengan harga jual non subsidi namun tetap terjangkau oleh petani. Distribusi pupuk majemuk 30:6:8 selain di wilayah Jawa Barat juga akan dipasarkan di sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan bentuk blending penggunaan pupuk majemuk NPK Kujag 30:6:8 membuat biaya usaha tani lebih rendah, karena lebih efisien, hemat dan praktis.

Kandungannya unsur hara makro yang lengkap dengan Nitrogen (N) 30, Fosfat (P2O5) 6 dan Kalium (K2O) 8 ditambah Organik, sehingga penggunaan pupuknya tidak perlu lagi dicampur pupuk tunggal lainnya.

Selain itu pupuk majemuk NPK Kujang sudah dilengkapi unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan mengandung bahan organik, sehingga membuat sifat fisik tanah menjadi gembur dan mendukung pertumbuhan akar. (ig/an/HMS)

Nandang: Stop Kriminalisasi Profesi Guru

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana menegaskan, pada HUT PGRI ke-71 tahun 2016 ini, semua guru mendeklarasikan stop kriminalisasi profesi guru.

Dia memaparkan, deklarasi ini digaungkan setelah banyak kasus yang mengkriminalisasikan guru-guru. Selama setahun ini, di Kabupaten Karawang ada 8 kasus yang menyebabkan guru nyaris dipenjara akibat dilaporkan orang tua siswa.

"Saat ini banyak guru dilaporkan oleh orangtua siswa kepada pihak berwajib, padahal guru dalam konteks mendidik siswa," kata Nandang, Kamis (24/11/2016) di ruang kerjanya.

Diakuinya, selama ini memang telah terjadi perubahan dinamika masyarakat, kultur maupun struktur. Kaitan dengan dunia pendidikan, terlihat ada gejala mengarah pada hal tersebut, contohnya masalah guru, pada zaman dahulu tidak pernah ada masyarakat yang mengkriminalisasi seorang guru.

Ketika dididik dalam proses pembelajaran, kata Nandang,  orangtua menyerahkan anak sepenuhnya kepada guru di sekolah, untuk dilatih, dididik dan diberikan pesan moral. Meski guru menggunakan cara disiplin yang keras, tidak pernah terjadi mengkriminalisasi guru secara hukum.

"Dahulu, orangtua siswa tidak menyalahkan guru meski anaknya dijewer, justru yang disalahkan sikap anaknya yang nakal di sekolah, tetapi saat ini terbalik, ada struktur dan kultur yang berubah," jelasnya.

Dari hal itu, kini banyak terjadi peristiwa kriminalisasi profesi guru, tenaga pendidik ini diloporkan kepada yang berwajib, guru digunduli orangtua bahkan dipenjara, padahal cara kekerasan guru ini dalam konteks mendisiplinkan dan mendidik.

"Maka di hari guru ini, saya ingin menggelorakan stop kriminalisasi profesi guru, karena guru sudah tahu kode etik guru, guru berkewajiban kepada siswa, kepada orang tua dan kepada masyarakat," paparnya. (spn)

SMK Ristek Ciptakan Motor Besar dan Drone

foto ilustrasi.
Bambang Pranowo.
KARAWANG, KarawangNews.com - Praktek terapan SMK Ristek menghasilkan motor besar untuk teknik sepeda motor dan drone atau pesawat tanpa awak untuk program keahlian teknik elektronika industri.

Dijelaskan Ketua Yayasan Gema Cendikiawan Indonesia (YCGI), Bambang Pranowo, upaya praktek terapan ini dilakukan sebagai project unggulan SMK Ristek, sekolah yang bernaung dalam YCGI. Siswa yang praktek kerja ini bisa diarahkan untuk sebuah karya yang hebat, sehingga mendorong siswa untuk mampu membuktikan kemampuan yang sedang dipelajari.

Namun, Bambang belum mau mengungkapkan wujud motor dan drone, karena akan dipilih waktu yang tepat untuk dipublikasikan. Bambang hanya memberi sedikit bocoran, jenis motor yang diciptakan siswanya yaitu motor besar 1.000 cc dengan platfoam motor Eropa.

"Hasil test ride, motor ini cukup memenuhi standar, karena motor ini didesain mengikuti standar produksi yang ada saat ini dan selama pembuatan motor ini, kita perhitungkan keamanan, handling, juga kenyamanan," ujarnya.

Diakui Bambang, ini nyaris seperti project rahasia, tetapi pada Desember 2016 ini akan dipublikasikan kepada masyarakat. Kata dia, pekerjaannya memakan waktu dan dirancang selama 10 bulan, untuk menyelesaikan motor itu.

Sedangkan untuk drone, SMK Ristek ingin menghadirkan teknologi masa depan ke siswa, drone selama ini mulai terlihat pengaruhnya bagi masyarakat, karena fungsi dari drone itu yang bisa membantu dan memudahkan kehidupan masyarakat sekarang ini.

"Misalnya, dalam bidang bisnis, pertahanan, bidang penanggulangan bencana, drone besar manfaatnya, karena mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh manusia zaman sekarang," jelasnya.

Di sisi bisnis, drone mampu mempengaruhi dinamika bisnis sekarang, karena industri drone berkembang pesat, sehingga kedepan pasti bisa mengganti pekerjaan-pekerjaan yang tidak efisien.

"Misalnya pemetaan tidak lagi menggunakan helikopter, karena mahal, apalagi pertahanan militer," paparnya.

Sama halnya dengan motor besar yang diciptakan SMK Ristek, drone juga  akan diperkenalkan pada Desember 2016, yaitu jenis fixed wing dan quad copter, keduanya ini akan digunakan sebagai instrumen pembelajaran sekaligus bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

"Kita akan melakukan pemetaan dan aerial menggunakan drone," ujarnya.

Pihak sekolah masih keberatan pengambilan gambar atau foto motor tersebut, sebab pihak sekolah ingin memberikan kejutan bagi masyarakat. Pihaknya pun belum menyebutkan biaya membuat motor besar dan drone ini. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -