Berita Terkini

PAC PPP se-Kabupaten Dukung Jimmy Jadi Bupati Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 21 Pengurus Anak Ranting Partai Persatuan Pembangunan (PAC PPP) Kabupaten Karawang menyatakan dukungannya kepada Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jimmy Ahmad Zamakhsyari jadi Bupati Karawang periode tahun 2015-2020, Senin (22/12/2014) siang di resto Waroeng Steak 27, Karangpawitan, Karawang Barat.

Dijelaskan Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten Karawang, Dede Zainudin didampingi Rudi Nizar, secara resmi partainya belum menentukan sikap dan mekanisme mendukung salah satu bakal calon bupati, sehingga wajar jika dia bersama 21 PAC PPP se-Kabupaten Karawang menawarkan kepada partainya sosok Jimmy untuk jadi bupati. Diakui Rudi, ini reaksi spontan dan positif, sebab dia menilai tidak ada lagi calon yang pantas diusung PPP di Pilkada Karawang tahun 2015 selain Jimmy, kader terbaik di PKB Karawang.

"Tahapan Pilkada memang masih jauh, tetapi kita usung Jimmy bupatinya, karena latar belakang Jimmy dengan kita sama, reaksi kita ini dianggap rasional dan tidak melanggar aturan partai. Bahkan, dukungan kita ke Jimmy tidak mengatasnamakan partai, tetapi mengatasnamakan relawan," jelas Rudi.

Kata Dede, pihaknya siap mensosialisasikan Jimmy sebagai calon bupati. Diakuinya, Jimmy yang masih muda ini terbukti mampu memenej peta politik. Untuk itu, Jimmy harus bisa merebut kekuasaan politik di Karawang.

"Pokoknya, Jimmy harus diterima oleh partai besar PDI Perjuangan sebagai calon bupatinya. Karawang harus punya landasan (perjuangan, red), makanya Jimmy harus jadi Bupati Karawang," tandasnya.

Menanggapi hal ini, Jimmy menyampaikan kepada wartawan, dia mendapat dukungan dari PPP setelah aksi blusukannya keliling desa selama ini, untuk sosialisasi. Alhasil, dia mendapat tanggapan positif dari masyarakat, termasuk dari pengurus-pengurus PAC PPP. Sehingga, PAC PPP merespon baik keinginan Jimmy melalui blusukannya itu dan menyatakan dukungan penuh kepada Jimmy untuk diusung jadi bupati.

Diketahui, blusukan Jimmy selama ini yaitu mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai niatnya yang akan mencalonkan diri jadi Bupati Karawang. Dalam pandangan Jimmy, Karawang harus diubah oleh masyarakatnya sendiri, tentunya ini harus dipimpin oleh bupati yang mampu memenej anggaran daerah dan memiliki kepekaan sosial. Sehingga, sinergitas antara keinginan rakyat dan kepemimpinan kepala daerah akan terwujud menjadi pembangunan yang dikehendaki, tujuannya rakyat sejahtera, adil dan makmur.

Dalam hal ini, selain mendaftar calon bupati ke PDI Perjuangan kemarin, hingga kini Jimmy mengaku belum berkoalisi dengan partai lain. Namun begitu, visi dan misi dia jadi bupati sudah diterima para pengurus PAC PPP di tiap kecamatan se-kabupaten. Menyoal pencalonannya ke PDI Perjuangan, Jimmy menjelaskan, pihakya butuh partai besar yang solid dan mengakar ke bawah, partai itu adalah PDI Perjuangan.

"Selebihnya diserahkan kepada DPP PDI Perjuangan," jelasnya. (spn)

H.A Marjuki Siap Maju ke Pilbup Lewat Jalur Apapun

KARAWANG, KarawangNews.com - Salah satu calon Bupati Karawang, H.A. Marjuki menengaskan siap mengikuti Pilbup Karawang dengan menggunakan jalur apapun. Hal ini ditegaskannya, mengingat Nahdlatul Ulama yang dinahkhodainya bukanlah Partai Politik. Sehingga, pihaknya merasa harus mempersiapkan dengan melalui jalur apapun.

“Untuk diusung menjadi Calon, saya sudah siap melalui jalur apapun. Baik jalur partai politik maupun jalur independen,” tuturnya sesaat setelah menemui jajaran PCNU Karawang, di Kantor PT Putra Kemuning, Badami Telukjambe Barat, Jum’at (19/12/2014) sore.

Dijelaskan Marjuki, pihaknya dalam kurun waktu terakhir ini telah banyak didorong untuk ikut maju Pilbup Karawang. Sehingga, dalam perkembangan selanjutnya komunikasi dengan berbagai pihak terus berjalan. Termasuk terhadap pimpinan partai politik. Bahkan diakuinya, bebrapa parti politik dengan berterus terang meminta kesediannya untuk diusung.

“Sejak beberapa waktu lalu, sudah ada beberapa partai politik yang menawari. Tapi, karena masih belum ada keputusan, jadi masih belum kami lanjutkan komunikasinya. Pada prinsipnya, untuk mengakomodir dorongan berbagai pihak, sekali lagi kami tegaskan, saya siap melalui jalur apapun,” imbuhnya.

Ketika disinggung kemungkinan diusung oleh partai politik tertentu yang sudah melakukan tahapan, dirinya menanggapi dengan diplomatis.

“Saya kira semua partai politik saat ini, masih membuka diri dan bisa dijadikan kendaraan. Baik yang sudah melakukan tahapan maupun yang belum. Saya akan tetap koordinasi dulu dengan jajaran pengurus NU yang lain,” terang dia lagi.

Ketika ditanya terkait kabar dirinya telah mendaftar di PDI Perjuangan yang saat ini tengah membuka pendaftaran calon bupati, CEO Kemuning TV ini, membantahnya. Untuk saat ini, kata dia, baru saja dilakukan pertemuan penegasan bagi kalangan pengurus internal PCNU. Tentu, sambungnya, dirinya tak mungkin melangkah tanpa koordinasi dengan jajaran pengurus yang lain.

“Sampai sekarang belum mendaftar. Pertemuannya dengan pengurus NU baru saja dilakukan, masak saya mengambil langkah sendiri. Nanti kita kabari saja, seandainya kita sudah ikut dalam proses dan mekanisme di partai politik,” tandas pria yang kerap tampil dengan khas baju putih ini.

Terakhir pihaknya menegaskan, tidak ragu lagi, kalaupun harus melalui jalur independen. Bagi dia, potensi warga nahdliyin yang mayoritas di Karawang, tentu menjadi lebih tidak menyulitkan untuk mendapatkan dukungan pencalonan.

“Saya akan mengikuti saran nasehat masayekh dan syuriah NU, bagaimana baiknya saja. Kalaupun harus lewat jalur independen, saya pun siap. Masyarakat Karawang yang mayoritas warga Nahdliyin menjadi potensi untuk segera dikonsolidasikan oleh beliau-beliau,” pungkasnya. (mus)

Sri Rahayu: Demi Karir Jangan Abaikan Rumah Tangga

KARAWANG, KarawangNews.com - “Dunia karir yang sedang menjadi trend bagi kaum perempuan saat ini, janganlah sampai membuat lalai terhadap perannya dalam rumah tangga. Keluarga adalah ‘sekolah’ pertama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Tentu, bimbingan dan peran tanggungjawab Ibu menjadi sangat penting,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Sri Rahayu Agustina, kepada awak media dalam memperingati Hari Ibu yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember di Lapang Karangpawitan, Senin (22/12/2014).

Menurut Sri Rahayu, keberadaan Ibu sebagai kaum perempuan harus mampu menjadi soko guru dalam keluarga. Bagi istri Ahmad Suroto ini, kedudukannya saat ini menjadi pimpinan DPRD jelas sangat menyita waktu. Tapi hal itu bagi dia, bukan lantas dijadikan alasan untuk lari dari tanggungjawab dan perannya dalam keluarga.

“Saya dari dulu untuk urusan rumah tangga dan keluarga tetap tidak berubah. Masih seperti sebelum menjadi anggota DPRD. Kalau pagi masih tetap mempersiapkan kebutuhan kerja Bapak, dan anak-anak sekolah, termasuk memasak untuk sarapannya. Saat malam pun, meskipun sudah berbeda, saya sempatkan ngecek kegiatan belajar anak-anak. Kecuali kalau ada agenda keluar kota, melalui telepon, anak-anak tetap saya pantau belajarnya,” terangnya.

Bagi perempuan putra Karawang asli kelahiran 2 Agustus 1975 ini, kodrat yang melekat pada seorang perempuan, disamping sebagai ibu, juga sebagai istri. Oleh karena itu, kata dia, sehebat apapun perempuan harus menyadari akan tugas dan baktinya untuk tetap melayani dan menghargai kepada seorang suami.  Sehingga wajar, lanjutnya, kalau tiadanya kesuksesan perempuan, kecuali berkat support dan motivasi dari suami dan anak-anak, termasuk keluarga besar lainnya.

“Surga seorang laki-laki itu ada di telapak kaki ibu. Sementara surga seorang istri ada didalam ketaatannya kepada suami,” papar dia lagi.

Menanggapi maraknya pergeseran nilai-nilai peran tanggungjawab perempuan yang saat ini terjadi, Pihaknya berharap agar semua bisa belajar dari kebersahajaan tokoh-tokoh besar. Menurutnya, film Ainun dan Habibie, yang mengisahkan perjalanan kehidupan rumah tangga, tentu patut ditauladani. Bagaimana Ibu Ainun sangat perhatian terhadap keluarga, sehingga karir sang suami juga menanjak baik, termasuk prestasi anak-anaknya.

“Begitu pula saat Ibu Ainun sakit, karena sudah menjadi kebiasaan, masih saja Ibu Ainun menulis daftar obat yang harus diminum Pak Habiebie. Ini yang luar biasa,” urai Ibu dari M. Reza Arief Prihatmoko, Nabilla Nur Azizah Apriliyanti dan Iqbal Nur Wahyu Ramadhan, dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, pihaknya berharap, agar peringatan Hari Ibu kali ini dapat dijadikan momentum proses kesadaran bersama kaum hawa untuk kembali ke jati dirinya. Keluarga, kata dia, haruslah ditempatkan sebagai prioritas utama untuk mencetak dan “memproduksi” generasi bangsa yang kreatif, produktif dan berprestasi.

"Jangan sampai, karena tuntutan kerja yang merupakan wilayah publik, malah menjadikan urusan rumah tangga menjadi terabaikan," pungkas cicit dari Bupati Karawang era perang gerilya tahun 1948, R. Marta ini. (mus)

Gus Hasan: Saatnya Kader NU Tampil Sebagai Pengambil Kebijakan

KARAWANG, KarawangNews.com - Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Lc menegaskan, saat ini merupakan saatnya kader NU tampil sebagai pengambil kebijakan. Pasalnya, secara historis, NU sudah mempunyai kontribusi bagi keberlangsungan perjalanan bangsa dan Negara Indonesia. Jadi sangat pantas, kalau kadenya harus tampil dalam birokrasi pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkannya saat Malam Lailatul Ijtima’ PCNU Karawang dan Peresmian Masjid Nurul Huda Payungsari, Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, Sabtu (20/12/2014).

“ Investasi NU terhadap Negara ini tidak sedikit. Perjuangan kaum ulama dan santri dalam perannya memperjuangkan kemerdekaan dan mengusir kolonialisme harus diapresiasi. Jadi kalau sementara waktu lalu NU selalu dipinggirkan dan bukan diberi kesempatan, saat inilah waktu yang tepat untuk meminta “jatah” menjadi pemimpin,” tutur pria yang akrab dipanggil Gus Hasan ini.

Menurut Gus Hasan, perjalanan sejarah NU penuh dengan dinamika. Hai itu, kata dia, disebabkan oleh banyaknya kepentingan politik penguasa yang kerap kali menarik-narik NU di wilayah yang kurang strategis. Sehingga, lanjutnya, tidak ayal lagi seringkali menimbulkan banyak friksi dan kepentingan dikalangan kader NU sendiri. Hal itu, sambung Gus Hasan, harus bisa dijadikan bahan evaluasi diri agar kedepan NU menjadi lebih baik.

Diakuinya, NU itu seksi, jadi wajar kalau penguasa selalu menarik-narik NU untuk melegitimasi kepentingannya. Ini yang harus dijadikan dasar muhasabah, karena selama hanya dijadikan tarikan dan dorongan, selama itu pula tidak akan menguntungkan bagi NU kedepan.

"Kita harus menjaga soliditas bersama. Jam’iyah dan jama’ah harus mampu guyub dan bersama-sama mengembangkan NU kedepan lebih baik lagi. Jangan sampai jama’ah NU menjadi alat kepentingan orang lain yang ujung-ujungnya tidak mendapatkan apa-apa, kecuali pepesan kosong,” papar Pengasuh Ponpes Ash Shiddiqiyah 3 Cilamaya Wetan ini.

Senada dengan Gus Hasan, Ketua PCNU Karawang, H.A Marjuki mengharap agar warga jam’iyah NU selalu menjaga kebersamaan. Masih banyak hal yang harus dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa ini, termasuk kepada masyarakat Karawang. Pihaknya mengakui, beberapa kegiatan sosial telah dilakukan oleh NU. Dan yang akan segera di lakukan, sambungnya, yaitu ikut mengembangkan dunia pendidikan di Karawang agar bisa bersaing dengan daerah lain.

“Tahun depan kita sudah membuka SMP dan SMA yang bertaraf nasional. Jadi, kalau ada warga masyarakat Karawang akan menyekolahkan anak-anaknya tidak usah terlalu jauh. Cukup di Karawang, Insya Allah sudah kita persiapkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini PCNU sedang berkonsentrasi dengan kegiatan yang dilakukan di pelosok Kabupaten Karawang. Hal ini, lanjutnya, dimaksudkan lebih mempererat jalinan tali silaturrahmi sekaligus memperkuat konsolidasi pada masa warga Nahdliyin di desa-desa.

“Agenda Lailatul Ijtima’ ini terus kita gulirkan ke seluruh Karawang, agar jalinan silaturrahmi terus terjaga. Hanya kebersamaan yang menjadi kekuatan kita,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dalam peresmian Masjid Nurul Huda mengharapkan agar keberaqdaan Masjid aktifitasnya bisa ditingkatkan lagi. Pihaknya berharap baik DKM maupun lingkungan masyarakat sekitar dapat menghidupkan tempat ibadah tersebut.

“Dengan bangunan yang baru, semoga semakin meningkatkan semangat untuk lebih emmakmurkan dan menghidupkan Masjid dengan kegiatan keagamaan dan juga sosial lainnya,” kata dia.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan pengundian peserta pendaftaran Kartu Tanda anggota NU (Kartanu), yang disponsori oleh PCNU. Pada kesempatan malam itu, akhirnya menetapkan kepada salah satu warga jamiyah NU dari Kecamatan Telagasari yang memperoleh kesempatan umroh dengan biaya dari PCNU Karawang. (mus)

foto: dokumen KarawangNews.com

Mentari Bersinar di Festival Teater

KARAWANG, KarawangNews.com - Teater Mentari SMAN 4 Karawang keluar sebagai juara pertama dalam Festival Teater Sunda Lomba Dramatisasi Puisi, Minggu (21/12/2014). Dalam helaran ini Mentari membawakan ‘Memang Selalu Demikian, Hadi’ karya Taufik Ismail.

Mentari tampil memukau dewan juri dengan kemasan musik liris yang dibalut konsep artistik wah. Dari set panggung saja, nampak kalau mereka serius membawa ‘Memang Selalu Demikian, Hadi’.

Mereka memasukan satu sel penjara dan petasan ke dalam panggung. Kurnia, sang pembaca puisi dengan renyah mampu mengeksekusi kata demi kata dalam puisi. Deklamasi Kurnia makin sempurna dengan senandung dan petikan gitar Morrison.

Sementara itu, keluar sebagai juara dua adalah Teater Tetoeka SMKN 1 Karawang, mereka mendramatisasikan puisi ‘Surat Kabar’ dari Joko Pinurbo. Tetoeka berhasil memasukan suasana ‘nyunda’ dalam penampilannya. Hal inilah yang jadi nilai lebih Tetoeka di mata juri.

Keluar sebagai juara tiga ialah Teater Merah Putih SMAN 3 Karawang. mereka membawakan ‘Pesanku Untukmu Pak Presiden’ karya Hendra Wijaya Putra. Merah Putih punya kekuatan pada deklamatornya. (yuh)

Terima Kasih Bunda, Jasamu Sepanjang Masa

Warga Menulis
Oleh: Hj. Maryanah.M.Pd
Staf Jaringan Lembaga Wanita DPD Partai Keadilan Sejahtera
Minggu (21/12/2014)


Kasih ibu kepada beta..tak terhingga sepanjang masa...

Semua orang pasti ingat dengan lagu ini apapun kita sekarang ini tetap akan selalu merasa terkenang dan merasakan makna yang dalam terhadap lagu ini. Yah..ketika  kita melantunkan lagu ini pasti kita akan membayangkan sosok seorang ibu yang telah melahirkan kita dan membesarkan kita hingga seperti sekarang ini. Sosok seorang ibu tidak akan pernah hilang dari pandangan dan kehidupan seorang anak senakal apapun kita pasti akan selalu mengingat sosok yang abadi tak kan tergantikan.

Bicara tentang ibu, pastinya setiap kita punya gambaran yang berbeda-beda tentang sosok seorang ibu. Setiap kita punya banyak kenangan dan juga kisah perjalanan bagaimana sosok ibu menjadi sangat penting dalam diri seorang anak. Paling tidak setiap kita pasti punya pengalaman yang special dengan sosok yang bernama ibu, yah…betapa tidak selama sembilan bulan kita berada dalam rahim beliau dengan nyamannya dan tanpa melakukan banyak hal, tapi tetap mendapat banyak kasih sayang dan perhatian.

Kemanapun mereka pergi tidak ada keinginan sedikitpun bagi mereka untuk meletakkan kita atau menjauhkan kita darinya, bahkan semakin di lindunginya kita. Setelah waktunya untuk melahirkan seorang ibu akan berusaha semampunya menahan sakit yang sangat untuk bisa melahirkan kita kedunia ini dengan selamat, bahkan ada sebagian ibu yang merelakan nyawanya demi kita agar bisa lahir ke dunia ini.

Kesakitan yang dirasakan menjelang kelahiran tiba-tiba akan hilang dengan sendirinya ketika ibu mulai melihat sosok mungil wajah kita, seorang anak yang apapun kondisinya membuat semua rasa sakit yang dideritanya hilang berganti senyum bahagia dan pengharapan yang besar akan keselamatan dan kesehatannya.

Seketika airmata kesakitan berubah menjadi tangis bahagia karena kita lahir ke dunia dan memberikan harapan kepadanya. Setiap anak yang lahir dari rahim seorang ibu selalu saja memberikan semangat dan spirit khusus bagi seorang ibu untuk mampu bertahan dan menanggalkan semua kesakitan dan penderitaan yang ada. Semua berubah seketika menjadi obat mujarab yang menyembuhkan penat dan rasa sakit yang teramat saat persalinan.

Semua, seketika menjadi dunia yang baru penuh dengan doa dan harapan kelak agar anak yang lahir ini bisa menjadi sosok yang menghiburnya dikala duka dan menjadi penyejuk mata dengan segala tingkah pola kita. Sosok kecil kita menjadi kebahagiaan sendiri bagi orangtua dan sekelilingnya, tidak ada yang tidak mencintai sosok mungil anak kecil yang dengan kepolosannya bertingkah pola dan mengumbar senyum kepada siapapun, membuat kita yang melihatnya ingin sekali mencium dan memeluknya penuh cinta dan sayang, tak pelak sebagian orang mengatakan barang siapa yang mengira bahwa mencium anak-anak akan mengurangi wibawa ayah maka hendaknya ia membaca hadits.

Dari Abu Hurairah radhiyallah'anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Hasan bin Ali sedang di sisi beliau terdapat Al-Aqra' bin Habis At-Tamimi sedang duduk. Maka Al-Aqra' berkata, "Saya memiliki sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka". Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepadanya kemudian bersabda, "Barangsiapa tidak mengasihi, niscaya dia tidak akan dikasihi". Begitu yang dicontohkan Rasulullah.

Bicara tentang kasih dan sayang setiap wanita yang pernah mengandung dan melahirkan pastilah punya banyak rasa kasih dan sayang, hata berapa kalipun dia mengandung dan melahirkan anak, cinta dan kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habis-habisnya, karena jalinan rasa yang tertanam kuat saat di dalam Rahim.

Untuk siapapun dan seperti apapun anak yang dilahirkannya seorang ibu memiliki banyak ruang hati bagi anak-anaknya, kasih dan sayangnya begitu tulus dan tak terbagi untuk setiap anak-anaknya, karena mereka punya ruang khusus di hati seorang ibu, karenanya kenapa kita diperintahkan untuk berbakti kepada mereka, karena berbakti kepada ibu dan bapak adalah perintah utama, maka hukumnya jelas, berbaktinya seorang anak kepada orangtuanya adalah hak yang Allah berikan kepada ibu dan bapaknya.

Jadi, manakala ada seorang anak yang tidak berbakti kepada ibu bapaknya, maka baginya adalah dosa besar, meskipun alasan tidak berbaktinya itu karena dalam rangka taat kepada Allah Ta’ala. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu.” (An-Nisa [4]: 36).

Pada ayat yang lain juga Allah Ta’alategaskan. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (Al-Isra` [17]: 23).Bahkan kasih sayang seorang Ibu tidak akan pernah terbalaskan oleh kita walaupun kita berusaha untuk membalasnya .

Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu  pernahbertanya kepada Rasulullah tentang perbuatan apa yang paling disenangi oleh Allah. Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua ibu bapak.” Lalu dia bertanya kembali, “Kemudian apalagi ya Rasulullah.” Beliau menjawab, “Berjuang di jalan Allah.” Artinya, siapa berbakti kepada orangtuanya dengan sebaik-baiknya jelas surga ada di hadapannya.

Betapa tidak? Lihatlah, hadits ini menunjukkan berbakti kepada orangtua lebih utama nilainya daripada jihad fii sabilillah, berjihad berperang di jalan Allah.Sementara kita tahu, jihad fii sabilillahadalah jalan pintas menuju surga-Nya. Maka tentu saja berbakti kepada orangtua akan mendapat balasan surga yang lebih baik.

Masih banyak dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orangtua kita karenanya selagi kita masih memiliki mereka ,atau memiliki salah satunya maka tugas kita adalah bagaimana memberikan kebahagiaan kepada keduanya , terutama ibu karena sebagaimana perintah Rasulullah dalam haditsnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu ia berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW. dan berkata, ’Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu! Orang tersebut kembali bertanya, ’Kemudian siapa lagi? Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu! Ia bertanya lagi, ’Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu!, orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?, ’Nabi SAW. menjawab, Bapakmu!” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hari ini banyak hal yang telah kita lewati, bahkan tidak kita sadari betapa orangtua kita terutama ibu kita nun jauh di rumah dan  di desa tidak  kita sempatkan untuk kita tengok dan jenguk mereka, dengan berbagai kesibukkan kita sehingga kita menjadi lengah untuk sekedar menyapanya. Betapa kita sering melupakan mereka hata sekedar menyapanya lewat gadget yang selalu menemani kita. Padahal sesibuk apapun orangtua kita dahulu senantiasa mengingat kita bahkan sampai sekarang tidak ada orangtua yang lupa untuk sekedar mendoakan kita dalam kesendirian mereka dan juga dalam kesibukan mereka.

Sempatkan waktu kita untuk sekedar menyapanya jika sempat temui mereka di tengah kesibukkan kita, walau sesaat itu akan menjadi obat kebahagiaan buat mereka. Apapun yang kita usahakan walaupun sekejap akan mampu mengobati rasa kangen yang membuncah dari kerinduan orangtua kita terhadap kita, dalam hadits di sampaikan, Rasulullah SAW. bersabda, “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah tua, namun tidak dapat membuatnya masuk Surga.” (HR. Muslim)

Untuk itu, luangkan waktu kita, karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada mereka maka kelak anak-anak kitapun akan berbuat baik kepada kita. Rasulullah SAW pernah bersabda,  “Berbaktilah kepada orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu”. (H.R. Thabrani). Jadi sejatinya apapun yang kita lakukan kepada mereka orangtua kita, semua akan berbalik kembali kepada kita.Karenanya temui mereka orangtua kita, ibu atau ayah kita yang masih ada karena dari matanya kita akan tahu jika mereka sangat merindukan kita dan paling bisa menerima segala kekurangan kita dan kondisi kita.

Ibu adalah orang yang berjiwa besar yang dengan kebesaran dan keluasan hatinya begitu menerima segala kekurangan kita yang mau berkata jujur apa adanya tentang kita dan masih selalu mendoakan kita seburuk apapun perlakuan kita kepadanya. Di tangannya banyak kelembutan yang bisa kita dapatkan di lisannya banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa kita mintakan, peluk dan dekaplah ibu kita dengan segenap rasa agar hangatnya merasuki kalbu kita dan doanya mengalir mengiringi langkah kita, karena mereka seperti kelanjutan syair lagu.

Hanya memberi tak harap kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia...

Buat sosok seorang Bunda yang berjiwa tegar yang lisannya tak pernah berhenti mendoakan kebaikan pada anak-anaknya, terimakasih Bunda, jasamu tak kan pernah bisa terbalaskan. (*)

Pelajar Kelas 5 SD Cibalongsari Juara Tari Jaipong HUT Gerindra ke-7

KARAWANG, KarawangNews.com - Furi Emili, kelas 5 SDN Cibalongsari 4, Kecamatan Klari berhasil juara 1 'best of the best' finalis pelajar Pasanggiri Tari Jaipong HUT Partai Gerindra ke-7, Sabtu (20/12/2014) malam, putri bungsu pasangan Usep dan Nengsih ini mendapatkan hadiah uang tunai dan sepeda motor. Juara kedua yaitu Gina Dwi Ratnasari dari finalis dewasa, dia mendapat uang tunai dan tiket 'tour and travel' ke Jogjakarta selama 3 hari.

Keduanya adalah finalis juara 1 pelajar dan juara 1 dewasa yang kembali di pertandingkan untuk mendapatkan titel bergengsi 'best of the best' pada grand final Pasanggiri Tari Jaipong HUT Partai Gerindra ke-7 yang dilaksanakan di 'out door' GOR Panatayuda Karawang. Furi berhasil memikat juri dengan tarian yang dibawakannya berjudul Sancang Gugat, sedangkan Gina harus puas di posisi kedua dengan tarian berjudul Maung Lugay.

Berdasarkan hasil penilain juri, juara 2 finalis pelajar diraih Gadis Nolaya, juara 3 yaitu Alda Cantika Putri, kemudian juara harapan 1 yaitu Raisa Salsabila, juara harapan 2 diraih Rifani Fitri Aulia dan juara harapan 3 yaitu Desi Lidya Fitri. Sedangkan untuk juara 2 finalis dewasa yaitu Desi Wiratna Inten, juara 3 yaitu Devi Permana, kemudian juara harapan 1 diraih Mutia Haslinda Irwan, juara harapan 2 yaitu Bela Dawanti dan juara harapan 3 yaitu Rita Silvia, sedangkan juara favorit finalis pria yaitu Dimas Samiaji Putra.

Hadiah langsung diberikan Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy bersama isteri kepada semua pemenang, didampingi Wakil Ketua II DPRD Ajang Sopandi, anggota DPRD fraksi Gerindra H. Endang Sodikin, Asep Saefudin Juhri dan Taman.

Pada kesempatan bicara, Royke mengingatkan, partainya siap jadi garda terdepan untuk membangkitkan budaya lokal Karawang, diantaranya jaipongan. Dia berpesan, agar semua sanggar yang ada di Kabupaten Karawang terus meningkatkan kemampuannya, sebab Partai Gerindra akan lebih sering melaksanakan event seperti ini.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pasanggiri Tari Jaipong, H. Endang Sodikin menyatakan, tari jaipong bisa kembali tumbuh di Kabupaten Karawang, sebab di event ini saja sudah terlihat bibit-bibitnya, terlebih banyaknya peserta dari pelajar sekolah dasar hingga menengah atas dan umum.

"Saya mengajak kepada budayawan dan seniman Karawang agar bersama Partai Gerindra menjaga kearifan lokal, menumbuhkan budaya dan kesenian daerah," jelasnya. (spn)

Menteri Libatkan KUD Jadi Penyalur Pupuk

KARAWANG, KarawangNews.com - Menteri Koperasi dan UMKM RI AA Puspayoga menilai penyaluran pupuk melalui koperasi akan lebih efektif. Sebab, koperasi merupakan lembaga yang paling dekat dengan petani. Ini disampaikan menteri saat mengunjungi Koperasi Unit Desa (KUD) di Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (20/12/2014).

"Kita coba dulu, karena tujuannya supaya KUD kembali hidup, kedepan kita upayakan juga KUD menjadi distributor gula," katanya.

Dijelaskannya, alokasi pupuk subsidi untuk wilayah Jawa Baear mencapai 1,2 juta ton per tahun. Penyaluran akan dilakukan oleh 100 distributor.

"Setiap distributor harus dapat menyalurkan 1.000 ton per bulan," imbuhnya.

Pihaknya membuka jalan kepada KUD untuk menjadi distributor asalkan memenuhi kriteria, di antaranya mampu menjamin ketersediaan pupuk hingga dua minggu ke depan. Dia menekankan pemerintah saat ini berupaya agar KUD kembali hidup. (rls)