Berita Terkini

Polisi Tangkap Pungli KTP di Disdukcapil

KARAWANG, KarawangNews.com - Polisi terus menyusuri kasus pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang, polisi masih memeriksa sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam pembuatan identitas kependudukan.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menjelaskan, pihaknya masih menginterogasi tiga orang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (14/11/2018) siang kemarin. Selain memeriksa tiga orang pelaku pungli itu, polisi juga meminta keterangan dari empat pegawai lainnya yang membidangi pembuatan identitas kependudukan.

"Dari tiga pelaku itu, kita amankan dokumen yang sudah jadi dan uang tunai Rp 2 juta, kita juga sudah memeriksa 4 orang lainnya sebagai saksi," jelasnya, kepada wartawan, Kamis (15/11/2018) siang.

OTT yang dilakukan polisi berlangsung sekitar satu jam, satu PNS berinisial A ditangkap, beserta satu orang honorer dan satu orang perantara. OTT dilakukan setelah diketahui maraknya uang pelicin untuk pembuatan cepat KTP elektronik, Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK).

"Pembuatan identitas itu gratis, tapi ini dibandrol sekitar Rp 200-300 ribu untuk pembuatan KTP elektronik," kata Kapolres.

Sementara, polisi masih menyita sekitar 100 lebih KTP elektronik dan puluhan KK milik warga yang sudah jadi, polisi tetap akan mendalami kasus ini dari keterangan pembuat kartu identitas tersebut. (spn)

Prabowo-Sandi Janji Perbaiki Upah Buruh

KARAWANG, KarawangNews.com - Di hadapan para buruh, Sandiaga Uno menyatakan, dia dan Prabowo berkomitmen meningkatkan kesejahteraan buruh. Ini diungkapkannya pada saat kunjungan ke Karawang, Rabu (14/11/2018) sore.

Jika memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) dia berjanji akan melakukan tiga hal, yaitu mencabut Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, merevisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 dan menghentikan kebijakan outsourcing. (spn)

Cawapres Sandiaga Uno Kunjungi Karawang

Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno berkunjung ke Sekretariat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Karawang, di Ruko Arcadia, Galuh Mas, Rabu (14/11/2018) sore. Kemudian, bersama pantai koalisi, Sandiaga menghadiri deklarasi pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi di Telagasari. (spn)

Pasangan Suami Istri Bunuh Bayi Sendiri

KARAWANG, KarawangNews.com - Hanya untuk menutupi aib akibat melahirkan anak hasil dari dua pria yang memperkosanya, AR (19) ibu kandung bayi ini bersama suaminya EF (20) membunuh bayinya, kemudian menguburnya.

Pengakuan AR kepada polisi, dia tidak ingin memiliki anak dari dua pria yang telah memperkosanya, sehingga dia membunuhnya. Tindakan ini pun disesali oleh suaminya EF, saat dia menikahinya, istrinya ini tidak jujur sedang hamil.

Di hadapan polisi, EF tak kuasa menahan sesalnya mendengar pengakuan AR yang hamil duluan oleh dua pria yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. Dia pun semakin menyesal, setelah menghilangkan nyawa bayi tak berdoa itu.

Diceritakan AR pada polisi, pada Kamis (8/11/2018) sekitar jam 12.00 WIB, dia melahirkan bayi sendiri di toilet tak jauh dari rumahnya. AR menarik tali ari-ari bayi dengan tangannya. Setengah jam kemudian, suaminya EF datang dan memandikan bayi, kemudian dibungkus kain kafan, lalu bayi itu dimasukan ke dalam tas.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyatakan, pihaknya masih mendalami pengakuan korban jika anak tersebut adalah hasil perkosaan, untuk memastikan hal itu, polisi bakal melakukan observasi mendalam.

"Kita akan melakukan pembuktian untuk memastikan bayi itu anak suaminya atau bukan," kata Slamet.

Usai membunuh dan mengubur bayi , AR dan FG kabur ke Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, tetapi polisi berhasil menangkap mereka pada Senin (13/11/2018) dini hari. Keduanya saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Karawang. Untuk sementara, AR ditetapkan sebagai tersangka.

Kata Slamet, penangkapan inu berawal dari laporan warga, pada Sabtu (10/11/2018) pukul 06.30 WIB, telah ditemukan mayat bayi laki-laki yang telah dikubur di kebun Dusun Kalipandan, RT 03, RW 01, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur.

Ketika itu saksi 1 melihat cangkul miliknya yang diletak di belakang rumah dalam kondisi kotor, padahal sebelumnya sudah dibersihkan. Di sebelah cangkul tersebut terdapat linggis yang kondisi kotor juga, karena saksi 1 merasa curiga, selanjutnya saksi berjalan ke arah kebun dekat rumahnya dan melihat ada gundukan tanah.

Kemudian saksi 1 memberitahukan kepada saksi 2 dan selanjutnya gundukan itu digali dan ditemukan seorang bayi laki-laki terkubur di dalamnya dengan kondisi meninggal dunia dengan tubuh lebam. Selanjutnya Polsek Telukjambe langsung oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), jasad bayi itu kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk diotopsi.

"Bayi ini meninggal akibat pendarahan di otak disebabkan benturan benda tumpul, " kata Slamet Waloya. (spn)

Lukman N. Iraz: Caleg Jangan Pasang APK di Pohon

KARAWANG, KarawangNews.com - Musim Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun ini sudah tentu bakal banyak Atribut Peraga Kampanye (APK) calon legislatif (Caleg) yang terpasang di setiap sudut jalan, bahkan di pepohonan. Caleg DPRD Kabupaten Karawang, Lukman N. Iraz mengaku, dia tidak akan memasang spanduk di pohon, untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Saya juga berharap Caleg untuk mencintai lingkungan, jangan pasang APK di pohon dengan cara dipaku," jelasnya, Selasa (13/11/2018) siang.

Kata Lukman, sudah semestinya masyarakat juga para Caleg memiliki kesadaran dan dapat menerapkan perlindungan dan mengelola lingkungan hidup secara bijaksana untuk kehidupan yang lebih baik, saat ini maupun untuk generasi yang akan datang.

"Masyarakat, apalagi Caleg harus berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup," kata Caleg Dapil 1 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Kata dia, pepohonan adalah bagian dari kehidupan dan keberlangsungan peradaban manusia, bumi ini butuh pohon. Meski sudah mengetahui manfaat pohon, tapi banyak yang tidak merawatnya. Selain pohon hutan untuk paru-paru dunia, pohon juga menjaga kesuburan tanah, juga alat menabung untuk air.

"Dari pada merusak pohon, lebih baik melakukan gerakan menanam pohon, itu akan lebih baik," ucapnya. (spn)

Sekcam Rengasdengklok Pastikan Pilkades Aman

KARAWANG, KarawangNews.com - Sekretaris Camat (Sekcam) Rengasdengklok, Sri Rezeki memastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Rengasdengklok tidak bakal kisruh apalagi rusuh. Untuk itu, dia terus monitor semua desa di kecamatannya yang sedang melaksanakan pesta demokrasi tersebut.

Perempuan kelahiran Cirebon yang kini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Karawang ini terlihat aktif, sejak dimulainya tahapan Pilkades beberapa waktu lalu, sebab dia ingin menciptakan Pilkades yang kondusif tanpa ekses negatif.

"Kita akan melakukan safari keliling," kata Sri, Minggu (11/11/2018).

Di kecamatan ini, ada lima desa yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa hari ini, diantaranya Desa Karangsari, Amansari, Kalangsuria, Dukuhkarya dan Desa Kertasari. (get)

Muspida Pantau Pilkades Serentak di 67 Desa

KARAWANG, KarawangNews.com - Muspida Karawang, Bupati dr. Cellica Nurrachadiana bersama Kapolres AKBP Slamet Waloya serta Dandim 0604 Letkol Inf. Endang Sumardi memantau langsung proses pemungutan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan serentak se-kabupaten, Minggu (11/11/2018).

Tercatat, sebanyak 67 desa dari 25 kecamatan se-kabupaten Karawang melaksanakan Pilkades hari ini. Pengamanan Pilkades dari Polisi dan TNI terbagi ke 67 titik desa yang melaksanakan hajat demokrasi tersebut.

Kata AKBP Slamet Waloya, pihaknya telah menurunkan 600 personel polisi, ditambah 2 SSK Brimob Polda Jawa Barat untuk mengamankan Pilkades di sejumlah desa tersebut. Selain pengamanan, dia juga meminta agar masyarakat turut menjaga keamanan dengan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di tempat sama, Bupati Cellica optimis Pilkades berjalan kondusif. Kendati begitu, Cellica tetap menghimbau kepada masyarakat yang telah mencoblos pilihan calon kepala desa agar tidak mudah terpancing pihak yang mengundang kekacauan di desanya.

"Sementara ini berjalan kondusif, kita terus monitor ke semua desa," kata Cellica, saat ditemui di TPS Desa Klari, Kecamatan Klari.

Dia kembali mengingatkan, bagi calon kepala desa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara, agar tidak membuat kekacauan, tetapi bisa menyampaikan melalui jalur hukum. Sedangkan bagi calon kepala desa terpilih agar bersinergi bersama Pemkab Karawang untuk bersama-sama membangun dan menata desanya. (spn)

foto: Ari.

Mau Konfirmasi Berita, Dua Wartawan Disekap Oknum ASN

KARAWANG, KarawangNews.com - Dua wartawan disekap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial TP yang bertugas di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang, kemudian dua wartawan itu melaporkan oknum ASN itu ke polisi, Kamis (8/11/2018) siang.

Dalam laporannya kepada polisi, Nina Maelani menceritakan, beberapa hari lalu dia bersama satu rekannya, Nurdin, berusaha konfirmasi kepada Sekretaris Kantor Perpustakaan dan Kearsipan, Dadang J, terkait mobil dinas yang diduga digadaikan.

Sebelum menemui dengan Dadang J, keduanya diterima oknum ASN ini, kemudian meminta keduanya masuk ruang kerjanya, setelah kedua wartawan ini duduk, TP keluar ruangan dan mengunci keduanya di dalam.

Tak lama, TP ini masuk ke ruangannya lagi membawa minuman, setelah meletakkannya di meja, dia kembali keluar dan kembali mengunci pintu ruang kantornya. Melihat itu, keduanya berusaha membuka pintu tapi tidak bisa, hingga akhirnya TP kembali masuk ruangannya, tak habis pikir kedua wartawan itu langsung keluar.

"Waktu ngasih minum, dia katakan mau temui sekretaris terlebih dahulu, mau menanyakan apakah mau diwawancara, tapi pintunya dikunci, kita tidak bisa kemana-mana," ungkap Nina.


  • Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyatakan, pihaknya baru menerima laporan sepihak, dia akan memanggil oknum ASN itu untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga masih mempelajari kejadian ini masuk ranah pidana atau bukan. (spn/rls)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -