Berita terbaru

Ketua DPRD Karawang Meninggal Dunia

Tono Bahtiar (tengah) menerima aspirasi warga di DPRD Karawang.
KARAWANG, KarawangNews.com – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Tono Bahtiar meninggal dunia, Minggu (27/7/2014) sore. Keterangan kerabat dan keluarga, Tono Bahtiar meninggal akibat serangan jantung sekitar pukul 18.30 WIB.

Kepergian Tono menggundang banyak tanya, karena beberapa jam sebelum dia meninggal, banyak rekan dan kerabat yang masih sms-an. Bahkan, sopir pribadinya pun mengaku, Tono bugar dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.

“Setelah rapat di DPRD Sabtu kemarin, dia meminta saya untuk istirahat di hari Minggu, saya kaget ketika Minggu sore ada yang member tahu majikan saya ini meninggal dunia,” jelas Empud, sopir pribadi Tono.

Hanya beberapa menit setelah tersiar kabar duka, sejumlah pejabat Pemkab Karawang, termasuk Wakil Bupati dr. Cellica Nurachadian, mantan bupati Dadang S. Muchtar dan mantan wakil bupati Eli Amalia Priatna, serta Muspida Karawang termasuk para sesepuh partai politik se-kabupaten kumpul di rumah duka Minggu malam, mereka membaca Al Quran dan berdoa di hadapan jenazah Tono Bahtiar.

Tono Bahtiar meninggal di usia 37, meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih sekolah. Kesehariannya, Tono yang akrab disapa Jiton ini merupakan sosok yang bersahaja, sederhana dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Rencananya Tono Bahtiar akan dikebumikan Senin siang, usai Sholat Idul Fitri di kampung halamannya, di Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya. (spn)

Terakhir Puasa, Pasar Rengasdengklok Macet

SEHARI menjelang Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah, pada Minggu (27/7/2014) siang terpantau arus lalu lintas di Pasar Rengasdengklok macet, sebab banyak masyarakat yang berbelanja kebutuhan lebaran besok. (spn)

Kemacetan di Simpang Jomin Berkurang

KARAWANG, KarawangNews.com - Kondisi arus lalu lintas Simpang Jomin Cikampek, Minggu (27/7/2014) sore terus berkurang dibanding volume kendaraan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari tadi. Laju kendaraan di jalur tersebut bertambah cepat, tetapi kendaraan pemudik ini masih terus mengalir dari arah Jakarta tujuan Cirebon dan Bandung.

Sehari menjelang lebaran, kendaraan terlihat ramai lancar, kecepatan kendaraan naik antara 10-20 km/jam. Diperkirakan, kepadatan arus lalu lintas yang melintasi Simpang Jomin menuju jalur Pantura akan terus berkurang, seiring dengan masuknya Hari Raya Idul Fitri. (had)

Dadang S. Muchtar: Aku Jadi Konsultan Cellica

Dadang S Muchtar (kanan) mendampingi Cellica di kantor bupati, Jumat siang.
KARAWANG, KarawangNews.com – “Aku jadi konsulatan deh, demi masyarakat Karawang. Jika Cellica selalu berkomunikasi dengan saya, mudah-mudahan tidak akan ada pegawai yang macam-macam,” kata mantan Bupati Karawang, Drs. Dadang S. Muchtar, kepada wartawan, Jumat (25/7/2014) di ruang rapat wakil bupati Pemda Karawang.

Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang ini menjawab pertanyaan wartawan soal kehadirannya pada jumpa pers yang dijadwalkan antara Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, Sekda Teddy Rusfendi Sutisna dan para wartawan soal kepemimpinan Cellica pasca ditangkapnya Bupati Ade Swara oleh KPK beberapa waktu lalu, wartawan sempat terkejut ketika pada jumpa pers itu hadir Dadang S. Muchtar.

“Saya datang untuk menjadi penasihat dan pendamping Cellica,” jelas Dadang.

Dia berharap, kejadian yang menimpa Ade Swara tidak akan terulang lagi di Pemerintahan Kabupaten Karawang ini, terlebih kepada Cellica yang dipastikan akan menjabat Plt Bupati Karawang selama setahun kedepan.

“Saya akan bantu beliau (Cellica, red) sepenuhnya, supaya tidak ada ketimpangan. Kelemahan (di pemerintahan, red) ini akan kita perbaiki kedepan, mudah-mudahan Karawang kedepan akan benar-benar menjadi kota megapolitan,” jelasnya.

Dia menegaskan, kehadirannya di tengah pemerintahan Cellica ini untuk spot moral, untuk mencari kebaikan dan tidak saling menjatuhkan. Dia juga sangat menyangkan dengan kasus yang menimpa Ade Swara, padahal dia sudah memperingatkan Ade Swara agar hati-hati selama memimpin Karawang.

“Saya pernah mengatakan ke Ade Swara, diakhir jabatan pejabat banyak yang masuk penjara, seperti bupati sebelum saya (Alm. Ahmad Dadang, red) dan kini malah menimpa bupati setelah saya ini,” kata anggota DPR RI terpilih periode 2014-2019 ini.

Dia menjelaskan, selama kepemimpinannya di Kabupaten Karawang semua pejabat tunduk dan patuh kepada dia, mereka yang membangkang selalu diberi sanksi tegas. Meski tidak lagi sebagai bupati, Dadang yakin saat ini pun dirinya masih berpengaruh kuat di Pemerintahan Kabupaten Karawang.

“Cellica jangan khawatir, pejabat tidak akan macam-macam, karena ada saya di belakang,” ucapnya, ditujukan kepada Cellica yang duduk di sampingnya. (spn)

Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalur Mudik di Simpang Mutiara

KARAWANG, KarawangNews.com - Padatnya kendaraan pemudik yang melintasi tol Cikampek menuju Pantura memaksa polisi lebih sering memberlakukan buka tutup jalur di sejumlah titik pengalihan jalur seperti di Simpang Mutiara, Sabtu  (26/7/2014). Akibatnya, sejumlah pemudik mengaku kebingungan, ini merupakan dampak kemacetan di Simpang Jomin yang terjadi terus menerus tanpa henti setiap menit.

Kepadatan dan kemacetan masih terjadi mulai gerbang keluar tol Cikampek hingga ke Simpang Jomin dan Pantura, termasuk jalur alternatif. Polisi mengurai kepadatan kendaraan ini dengan cara buka tutup jalur di Simpang Mutiara, sehingga kemacetan menumpuk dari Simpang Mutiara ke Jomin maupun ke Jalan Ir. Juanda yakni Pasar Cikampek imbas pengalihan arus pemudik roda empat.

"Untuk menghindari crodit arus lalu lintas, kita buru-buru melakukan pengalihan dengan cara menutup di Simpang Mutiara yang menuju Simpang Jomin," kata petugas polisi yang berjaga di Simpang Mutiara. (had)

Pengiriman Paket Kantor Pos Meningkat 30 Persen

KARAWANG, KarawangNews.com - Pengiriman barang melalui jasa paket di Kantor Pos Karawang mengalami peningkatan hingga 30 persen menjelang Lebaran Idul Fitri tahun 2014 ini.

Kepala Bidang Pelayanan Kantor Pos Karawang, Egia Rizky mengungkapkan, Kamis (24/7/2014), pengiriman paket Senin kemarin sebanyak 552 transaksi, kemudian Selasa ada 774 transaksi, sedangkan Rabu transaksinya mencapai 848, tetapi untuk transaksi pengiriman uang via Pos Karawang mengalami penurunan.

“Untuk transaksi kiriman uang ada 298 transaksi, Selasa ada 191 transaksi dan pada Rabu pengiriman uangnya sebesar 200 transaksi,” ujarnya.

Kiriman paket yang dikirim masyarakat mayoritas berupa makanan dan pakaian. Daerah yang menjadi tujuan kiriman paket mayoritas ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Pengiriman paket ke wilayah sana, karena di Karawang banyak pekerja pabrik yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelasnya.

Diperkirakan, pengiriman paket ini waktunya akan molor sampai ke tujuan, apalagi pada saat hari Raya Idul Fitri seluruh karyawan kantor pos juga cuti bersama.

Dengan begitu, untuk mengantisipasi komplain dari pengguna jasa paket, sejak awal telah disampaikan informasi kepada masyarakat yang akan mengirimkan jasa paket, paket yang dikirim akan sampai di tempat tujuan pada H+2 atau bahkan H+4 Idul Fitri.

"Kami sudah sampaikan informasi tersebut sebelumnya, jika memang tergesa-gesa kami tidak akan melayani, karena untuk saat ini memang jasa pengiriman paket sedang padat," katanya.

Untuk pelayanan kiriman paket barang maupun transaksi uang, kantor Pos Karawang membuka pelayanan sampai hari Sabtu (26/7/2014) buka pukul 8.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. (tif)

Gerbang Tol ke Simpang Mutiara Lumpuh Total

CIKAMPEK, KarawangNews.com – Pemudik dari gerbang tol Cikampek hingga Simpang Mutiara macet total, Kamis (24/7/2014), antrian ribuan mobil ini memenuhi jalur Purwakarta-Cikampek sedangkan jalur sebelahnya lengang, karena polisi membelah jalan dengan tolo-tolo.

Dijelaskan Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi, kepadatan arus lalu lintas mengular dari pintu keluar tol Cikampek hingga Pantura, kondisi parah ini bisa terlihat di Simpang Mutiara dan Simpang Jomin.

“Titik ini menjadi sumbu kemacetan, karena adanya pertemuan arus kendaraan sepeda motor maupun kendaraan pribadi dan bus,” ungkap Kapolres Karawang.

Sementara itu, Polres Karawang memprediksi peningkatan arus mudik Pantura menuju Cirebon dan Jawa Tengah akan terus meningkat menjelang H-2 lebaran. (gsg/spn)

Kejari Karawang Bakar Ganja

KARAWANG, KarawangNews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang bersama unsur Muspida Karawang memusnahkan barang bukti narkoba, narkotika dan obat terlarang berupa sabu-sabu seberat 25,7 gram dan ganja seberat 58,6 kilogram, Kamis (24/7/2014) di halaman kantor Kejadi. Barang bukti itu merupakan hasil dari 106 perkara tindak pidana umum dan khusus yang terjadi sepanjang tahun 2013 hingga Mei 2014.

Menurut Kepala Kejari Karawang, Ganora Zarina, pemusnahan barang bukti ini dilakukan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan seperti menguasai, menggunakan, memproduksi barang -barang tersebut karena merupakan tindakan yang melanggar hukum.

“Pemusnahan ini, supaya jadi contoh masyarakat secara luas, agar mereka tak terlibat tindak kriminalitas," ujar Ganora.

Diungkapkan Ganora, berdasarkan data survei yang dia peroleh, pengguna narkoba di Kabupaten Karawang berada di ranking ke lima se-Provinsi Jawa Barat. Padahal, selama ini pihaknya bersama unsur aparat lainnya telah berupaya untuk menekan jumlah pengguna narkoba dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat tentang bahayanya narkoba bagi kesehatan dan beratnya hukuman yang diterima bagi penyalahgunaannya.

“Tapi ternyata pengguna narkoba masih saja terus meningkat,” ucapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang, dr. Deddy Letto, mengatakan, awal dia bertugas sebagai Kepala BNN di Karawang pada tahun 2011 peringkat pengguna narkobanya berada di ranking kedua, tapi tahun 2013 peringkatnya turun menjadi ranking ke lima.

“Namun, prevalensi atau pengguna dan pengedar narkoba di Karawang itu dua persen, sedangkan prevalensi nasional kita prediksi sekitar 2,5 persen. Oleh sebab itu, kita tekan pada tahun 2015 prevalensi di Karawang tidak melebihi 2,5 persen,” ucap dr. Deddy.

Sulitnya membasmi narkoba, kata Deddy, karena bisnis narkoba sangat menggiurkan bagi semua orang, bahkan bisnis narkoba merupakan bisnis terbesar kedua di Indonesia.
Namun efek yang ditimbulkan narkoba bisa merusak semua generasi bangsa. Deddy pun berharap kepada semua media agar mensosialisasikan bahayanya narkoba kepada masyarakat.

“Bisnis narkoba nikmatnya sesaat, tapi setelah itu akan sengsara seumur hidup,” tegasnya. (SK/tif)
 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang | Warga Menulis
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design ApoedCyber and Odang ICT