Berita Terkini

Estu Center Gelar Agustusan, Meriah

KARAWANG, KarawangNews.com - Calon legislatif incumbent, Edi Suhaedi dari Partai NasDem menggelar Agustusan di kediamannya, Estu Center, Dusun Mekarsari, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Sabtu (18/8/2018).

Mulai pagi hingga sore, Estu Center dipenuhi peserta Agustusan, juga masyarakat yang hanya sekedar menonton. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, meramaikan acara ini.

"Kita juga tebar ikan untuk dipancing sebanyak 2 kwintal di sungai sepanjang 200 meter," kata Edi Suhaedi, nomor urut 2, Daerah Pemilihan (Dapil) III Karawang.

Edi Suhaedi membaur bersama warga ikut menyaksikan acara mancing dan panjat pinang, lomba ini diawali balap karung pakai helm dan tarik tambah, juga balap makan kerupuk. (spn)

Siapapun Bisa Menjadi Terapis Kesehatan

KARAWANG, KarawangNews.com - Selain pengobatan medis, cara penyembuhan bisa dilakukan dengan pengobatan tradisional, diantaranya menggunakan energi hipnosis atau Radical Mesmerism. Seminar ini diselenggarakan Matador Training Akademik.

Pengobatan ini dipaparkan melalui seminar hipnoterapi Radical Mesmerism di Hotel Grand Karawang Indah, Sabtu (18/8/2018) siang. Pembicaranya adalah seorang trainer terapis, Bambang Edy H, Cmh, Ch, Chat, NHQ, CRM, CI, RHI, yang sudah mengajar  para terapis, mayoritas mereka perawat.

Dia jelaskan Bambang, radical mesmerism ini adalah metode penyembuhan fisik dan psikologis dengan menggunakan mesmerism dan beberapa teknik penyembuhan lain. Manfaatnya untuk mengatasi stress, kecanduan rokok, alkohol, narkoba dan kopi.

Selain itu, bisa untuk penyembuhan penyimpangan seksual, seperti homoseksual, lesbian, biseksual. Tak hanya itu, pengobatan hipnoterapi ini juga bisa mengatasi, phobia, seperti takut gelap, ketinggian, binatang dan hantu. Juga menghilangkan trauma dan paranoid.

Untuk kesehatan, terapi ini membantu perbaikan penyakit, seperti vertigo, migren, darah tinggi, asma, insomnia, juga meningkatkan prestasi belajar dan menghilangkan nyeri pada tubuh. Kata dia, siapapun bisa menjadi terapis kesehatan ini.

"Dengan menjadi terapis mesmerism, bisa melakukan penyembuhan berbagai penyakit, dengan teknik mesmerism. Terapi ini juga bisa menjadi tambahan penghasilan," ucapnya.

Pemilik Matador Training Akademik, Teten Rustendi menjelaskan, seminar ini akan rutin tiap bulan, beragama tema tentang kesehatan, terdekat 9 Sepetember 2018 yaitu Rahasia Jadi kaya, ini bagi masyarakat yang haus ilmu dan wawasan.

"Semua event akan ada, tidak hanya untuk perawat saja," kata Teten. (spn)

Hodijah Meriahkan Agustusan Bareng Warga

KARAWANG, KarawangNews.com - Ragam perlombaan menyemarakan HUT RI Ke-73 di Kampung Krajan, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Jumat (17/8/2018), pelaksana acara ini calon anggota legislatif DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) II, Kabupaten Karawang, Hj. Hodijah Sujana SH, dari Partai NasDem.

Lomba dimulai pagi hingga menjelang Maghrib, diawali lomba bersepeda di atas air, memancing dan joged. Sedikitnya, ratusan warga setempat berebut posisi memancing di pemancingan keluarga calon anggota dewan ini. 

"Bersamaan Agustusan, kita ingin menghibur masyarakat, kita harap masyarakat suka dengan acara yang kita gelar, Ini juga silaturahmi kita dengan masyarakat di sini," kata Hodijah, nomor urut 1, Dapil II Karawang

Diakuinya, dia bertekad melenggang ke pencalonan legislatif untuk memperjuangkan nasib petani, sebab dia merasa petani hingga saat ini masih termarjinalkan, terlebih dia lahir dari keluarga petani.

"Perlu legislatif yang bisa mendorong soal pertanian di Karawang, kita ingin masyarakat Karawang maju, apalagi petaninya harus makmur," ujarnya.

Acara Agustusan ini diakhiri dangdutan, masyarakat pun larut dalam acara tersebut, mereka mengikuti acara Agustusan ini satu per satu, hingga acara bubar sore hari. (spn)

560 Narapidana di Karawang Dapat Remisi HUT RI

KARAWANG, KarawangNews.com - Di HUT RI Ke-73, sebanyak 560 narapidana binaan Lapas Kelas IIA Karawang mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan, dari jumlah 560 napi 25 diantaranya langsung menghirup udara bebas.

Pemberian remisi 560 napi dipimpin langsung Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, di lapangan Lapas. Pemberian remisi dilakukan bersamaan dengan upacara HUT RI di lapangan tersebut.

Data penghuni Lapas per 17 Agustus 2018, yaitu 405 orang tahanan dan 783 narapidana, jumlah seluruhnya 1.188 orang, terdiri dari pria sebanyak 1.164 orang, wanita 37 orang dan anak-anak 5 orang.

Rekapitulasi pemberian remisi umum tahun 2018 pada HUT RI Ke-73 ini terdiri dari Remisi Umum 1 sebanyak 508 napi, Remisi Umum 2 sebanyak 23 napi dan Remisi Umum 2 ditambah subsider sebanyak 29 napi, jumlah seluruhnya sebanyak 560 narapidana.

Sementara itu, untuk besaran Remisi Umum 1 dengan masa pengurangan satu bulan sebanyak 87 napi dan Remisi Umum 2 sebanyak 13 napi. Sedangkan yang mendapat pengurangan kurungan 2 bulan sebanyak 51 napi dan Remisi Umum 2 sebanyak 5 orang. Selebihnya mendapatkan pengurangan masing-masing 3 hingga 6 bulan.

Para narapidana yang mendapat remisi ini adalah yang terlibat kasus curat, curas, curanmor dan narkoba, serta kasus kekerasan seksual. Pada kesempatan ini, bupati meminta agar para narapidana berprilaku baik selama menjalankan hukumannya.

"Jumlah yang mendapatkan remisi baru setengahnya, saya harap ini yang dapat remisi menjadi contoh baik bagi narapidana yang belum mendapat remisi," kata bupati.

Dia juga berharap, remisi ini menjadi semangat bagi mantan narapidana untuk berprilaku baik saat kembali ke masyarakat, juga bisa kembali kepada keluarga dengan kehidupan yang lebih baik. (spn)

HUT RI, Warga Pasirjengkol Simulasi Kebakaran

KARAWANG, KarawangNews.com - Jumat (17/8/2018), sejumlah warga Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya mencoba memadamkan api menggunakan karung basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam simulasi kebakaran, simulasi dilaksanakan usai upacara HUT RI Ke-73, di lapangan SDN Pasirjengkol III di desa tersebut.

Pada simulasi ini, warga berusaha memadamkan api besar dari sebuah drum yang dibakar menggunakan cairan bensin. Satu persatu sejumlah warga mencoba memberanikan memadamkan api tersebut, sebab salah sedikit bisa-bisa kulit yang akan terbakar.

Pengarah simulasi ini langsung dilakukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karawang, Gunawan. Dia memaparkan, jika kebakaran terjadi di dapur, yang harus dilakukan pemilik rumah adalah jangan panik dan jangan menyiram api dengan air, sebab hanya akan menambah api menjalar, melainkan memadamkannya menggunakan karung basah.

Kata dia, kebanyakan kebakaran kompor terjadi akibat kompornya yang rusak, bukan tabung gasnya, sehingga yang pertama harus dilakukan yaitu mencopot regulator, kemudian menutup kompor dengan karung basah.

"Selain karung basah, ada yang lebih praktis, yaitu menggunakan APAR, alat ini memang mahal, tetapi disiagakan di setiap rumah, untuk antisipasi kebakaran," jelasnya.

Kepala Desa Pasirjengkol, Inda Suhenda menyebutkan, kebakaran terbesar di desanya pernah terjadi tahun 2014 lalu, sebuah pabrik penggilingan padi terbakar dan merambat ke sebuah rumah, semuanya hangus tak tersisa, tetapi tidak ada korban jiwa. Kemudian tahun 2016 satu rumah terbakar, beruntung masih bisa diselamatkan. 

"Setelah kejadian itu, aparat desa melatih diri memadamkan kebakaran, setahun kita lakukan simulasi kebakaran di halaman kantor desa sebanyak dua kali," kata dia.

Menurutnya, masyarakat harus diberi pengetahuan cara mengatasi kebakaran, jangan sampai panik dan menyebabkan api membesar dan menghanguskan rumahnya. Untuk itu, bertepatan di HUT RI ini, dia sengaja mengundang Damkar untuk memperagakan cara mengatasi kebakaran. 

"Kita selalu siaga mengantisipasi segala kejadian, termasuk kebakaran, kita harap masyarakat mengetahui cara memadamkan kebakaran, sehingga kerugian materinya kecil," kata dia. (spn)

Merdeka di Mata Kang Jimmy

KARAWANG, KarawangNews.com - Merdeka itu, ketika seseorang bisa memenuhi dan melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang. Ini disampaikan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy), Kamis (16/8/2018) siang.

Kata dia, jika masing-masing warga negara hak dan kewajibannya belum dilaksanakan dengan seimbang, maka sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang belum merdeka. Lepasnya negara ini dari penjajahan fisik Belanda dan Jepang, adalah hanya pembuka awal untuk meraih status kebangsaan dan kenegaraan.

"Kita baru bisa disebut merdeka, manakala kita sudah bisa menyeimbangkan antara hak dan kewajiban itu," jelasnya.

Kata Jimmy, jika di Karawang banyak industri, tetapi masih banyak anak muda yang menganggur, karena tidak memiliki kompetensi dan keahlian, juga sekolah dan insfratruktur yang jauh dari sempurna, maka dianggap belum merdeka.

Selain itu, jika masih banyak rakyat susah dapat pinjaman modal, karena terkendala syarat administratif perbankan dan rakyat miskin yang juga susah dapat jaminan kesehatan, berarti sesungguhnya pemerintah dan orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah bagian orang-orang yang menistakan kemerdekaan. 

"Maka berjuanglah kita untuk menjadi warga negara yang menyeimbangkan dan menjalankan hak serta keajaiban kita, selamat merayakan Agustus-an, semoga kita bisa menjalankan amanah sakral dari tanggal 17 Agustus," ungkapnya. (spn)

Rizia Polisi, Bersedia Ditilang atau Bayar Pajak di Tempat

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan kendaraan roda dua kena tilang di bundaran Mall Karawang, di lokasi itu disiagakan satu unit Samsat Keliling yang dipersiapkan untuk pengendara yang kedapatan belum bayar pajak kendaraan.

Kasi Pajak Samsat Karawang, Ayi Jaelani mengungkapkan, razia polisi ini untuk menekan jumlah pengendara yang tidak taat bayar pajak kendaraan. Ini dianggap efektif dibanding harus menunggu mereka datang ke kantor untuk pagar pajak kendaraan.

"Pengendara yang kena razia cuma punya dua pilihan, ditilang atau bayar pajak sekarang," ucapnya, saat ditemui di lokasi razia, bundaran Mal Karawang, Kamis (16/8/2018).

Kata dia, giat razia ini kerjasama Samsat Karawang bersama Satlantas Polres, dilaksanakan selama beberapa hari ini bundaran Mal Karawang. (spn)

TNI AU Aliri Lampu Penerang di Puseurjaya

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah puluhan tahun tanpa lampu listrik, kini rumah-rumah warga di Kampung Sarijaya, Puseurjaya, Telukjambe Timur bisa terang benderang, setelah Lanud Suryadarma TNI AU Subang memberikan lampu kepada 100 rumah di kampung itu.

Seremoni tekan saklar lampu dilakukan Marsekal Pertama TNI AU, T. Sembiring menjelang malam, Selasa (14/8/2018). Penerangan lampu perdana ini disambut suka cita warga setempat, setelah puluhan tahun mereka menggunakan lampu damar minyak tanah.

"Lampu ini hasil karya Lanud TNI Angkatan Udara, kemudian diberdayakan dan dirakit oleh SMK Angkasa, kemudian diapresiasi oleh PT CL dengan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penerangan ini ke masyarakat di kampung ini," kata dia.

Pada kesempatan ini, dia mengajak Pemkab Karawang dan semua perusahaan berpartisipasi memberikan penerangan lampu bagi daerah terpencil yang hingga kini masih menggunakan lampu damar. Pihaknya akan siap memfasilitasi,  agar semua masyarakat bebas dari kegelapan.

"Ini rangkaian Hari Bhakti Angkatan Udara, melalui pemberian lampu penerang saya harap kini warga bisa melihat, terutama bagi anak sekolah, bisa belajar malam," ucapnya.

Diakuinya, Lanud TNI AU Subang telah menerangi hingga 1.000 rumah di daerah Kalijati, termasuk merenovasi sebuah rumah yang ambruk. Selanjutnya, TNI AU akan terus berupaya membantu masyarakat yang butuh penerangan lampu listrik.

"TNI AU dihadapkan keterbatasan, maka saya mememohon dukungan masyarakat agar TNI AU terus dirasakan kiprahnya oleh masyarakat dan bangsa," ujarnya.

Warga setempat, Saprudin (46) mengaku, bertahun-tahun kampungnya gelap gulita, selama ini warga menggunakan damar minyak tanah. Satu liter minyak tanah digunakan untuk satu damar yang bisa digunakan untuk 10 hari.

"Kami bersyukur bisa merasakan terang, sebab saya sudah 30 tahun di kampung ini tanpa penerangan lampu, selama ini cuma lampu minyak tanah," ucapnya.

Penemu lampu ini, Ujang Koswara menjelaskan, lampu ini diberi merk Limar (lampu mandiri), lampu ini diproduksi siswa-siswi SMK Angkasa untuk kebutuhan Lanut TNI AU. Saat ini Limar tidak diperjualbelikan. Lampu ini cukup dicas selama 3 jam yang bisa digunakan selama sebulan.

"Ini adalah pendidikan karakter budaya produktif, sebab selama ini kita konsumtif, membeli lampu di toko, padahal kita bisa membuatnya sendiri," jelas Ujang. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -