Berita Terkini

Polres Karawang Gandeng IPSI

KARAWANG, KarawangNews.com - Untuk mempertahankan kebudayaan bela diri tradiosional, Polres Kabupaten Karawang menggaet Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Karawang. Seperti dikatakan Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi, pihaknya menginginkan kebudayaan lokal warisan nenek moyang dapat dipertahankan serta dikembangkan, salah satunya ilmu bela diri pencak silat.

Rencananya, Daddy akan menampilkan ilmu seni bela diri pencak silat dalam suatu acara rekor muri pos ronda Cipta Aman Desa se-Karawang, di waktu dekat ini, Polres audah menyiapkan 1.400 pos ronda supaya memecahkan rekor muri Indonesia.

"Pembukaan pecahkan rekor muri pos ronda sebagai Cipta Aman Desa, saya harapkan ada penampilan seni bela diri dengan menggunakan seragam kepolisian," katanya saat melaksanakan musyawarah dengan Pencab IPSI di Aula Polres Karawang, Jumat (27/3/2015) siang.

Kata Kapolres, setiap momentum besar penampilannya hanya itu-itu saja. Untuk itu, Kapolres menginginkan suasana berbeda dengan nuansa kebudayaan tradisional.

Pihaknya mengaku pernah melihat suatu penampilan ibing pencak silat di suatu acara. Maka, pria tubuh kekar itu mengaku, bangga dan tertarik dengan penampilan seni kebudayaan tradisional. Bahkan, ia juga tertarik mengikuti pembelajaran ilmu bela diri silat.

"Saya pernah melihat seni bela diri silat sangat bagus. Maka dimomentum Cipta Aman Desa, seni itu akan kita tampilkan. Apalagi silat merupakan ilmu bela diri asli dari tanah air, " aku Kapolres yang juga sebagai Pembina IPSI periode 2015-2019.

Ketua IPSI terpilih, Suryana SH menyebutkan, kepedulian Polres Karawang dalam menggandeng IPSI merupakan suatu kebanggaan baginya. Sebab, jarang sosok pemimpin yang masih peduli terhadap perkembangan budaya silat, termasuk di Karawang.

"Saya bangga kepada Kapolres yang peduli kebudayaan silat. Kami siap menampilkan seni bela diri di acara Polres nanti," kata dia. (oca)

Lepas Sambut Kepala Disdikpora Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com -  Sabtu (28/3/2015) siang, lepas sambut kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang dalam suasana penuh hikmat, Agus Supriatman yang telah menjabat Kadisdikpora hampir tiga tahun ini diganti Dadan Sugardan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, sedangkan Agus pindah tugas sebagai staf ahli bupati bidang ekonomi.

Dalam pidatonya, Agus Supriatman menyampaikan, jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Karawang dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 1.714 lembaga dengan potensi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS sebanyak 19.580 guru, untuk melayani peserta didik sebanyak 461.157 siswa di Kabupaten Karawang.

Kata dia, Disdikpora sudah mencoba merealisasikan  rencana program sebanyak 4 komponen besar. Pertama, Disdikpora sudah mengkoordinasikan sistem pembelajaran yang meliputi kurikulum 2006 dan 2013 pada sekolah percontohan, serta pemenuhan bahan pembelajaran kewirausahaan, penyelarasan dan sistem evaluasi, diantaranya pelaksanaan Ujian Sekolah Madrasah (US/M), SD juga Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK.

Kedua, dinas pendidikan terus meningkatkan pemenuhan daya tampung dan rehabilitasi gedung, dengan dukungan manjemen dan kebutuhan sekolah. Kemudian ketiga, telah melayani pendidik dan tenaga kependidikan, dari penyediaan guru, peningkatan kompetensi, kualifikasi, pelatihan, kesejahteraan juga pemberian penghargaan dan pelindungan guru.

Keempat, terus melayani peserta didik dengan sebaik-baiknya, dengan mempertimbangkan keterjangkauan kesetaraan, kualitas, kepastian dan jaminan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri dan swasta sesuai potensi minat dan bakatnya.

Selanjutnya Agus menyampaikan, kebijakan pendidikan tahun 2013, khususnya terkait peningkatan aksesisbilitas, perluasan dan pemerataan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang, untuk kegiatan fisik pelaksanaanya diserahkan kepada Dinas Cipta Karya sesuai kewenangannnya. 

Sedangkan, kegiatan-kegiatan fisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilaksanakan swa kelola hal ini masih dikoordinasikan di Disdikpora Karawang dengan tujuan untuk mewujudkakn majamene openingkatan mutu berbasi sekolah.

Kemudian terkait biaya pendidikan,  kata Agus, selain mendapat bantuan dari APBN dan APBD Provinis Jawa Barat, saat ini sekolah juga telah menerima alokasi APBD Karawang dengan nomen klatur yaitu Peningkatan Manajemen dan Mutu Sekolah (PMMS).

Sehingga, Kabupaten Karawang selama dua tahun ini sudah bebas Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sekolah negeri maupun sekolah swasta, ini merupakan komitmen pemerintah daerah terbesar di Jawa Barat.

Selain itu, Disdikpora telah mendesain program dan anggaran Peningkatan Akselerasi Manajemen Mutu Sekolah (PAMMS) yang meliputi penilaian kinerja guru, penilaian kepala sekolah, penguatan pengawas dan penilik, pelaksanaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), optimalisasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) serta penelitian sertifikasi guru.

Kemudian, Diadikpora juga mengimplementasikan kurikulum 2006 dan 2013, mendorong komitmen pemerintah tentang pembiayaan pendidikan, pemenuhan sarana dan prasarana, pelaksanaan akreditasi sekolah, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dan pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) termasuk pengembangan pembinaan generasi muda dan olahraga.

"Program dan kegiatan tersebut tentunya merupakan upaya untuk merealisaiskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Karawang, khususnya untuk mewujudkan masyarakat Karawang yang sehat, cerdas, terampil, berbudi pekerti luhur dan kompetitif yang diimbangi dengan akhlakul karimah," ungkapnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, yang belum tuntas selama dia menjabat kepala Disdikpora yaitu penyempurnaan juklak juknis dan regulasi atau produk hukum yang menujang efektfitas program yang sudah direncanakan, yang memang ditargetkan akan disempurnakan tahun 2015 ini. Dengan begitu, akan ada sinkronisasi program dan tercapainya sinergitas antara pengawas, kepala sekolah,  guru-guru dan komite sekolah di Kabupaten Karawang.

Dia juga menyampaikan laporan keuangan, Disdikpora tahun 2015 memiliki anggaran total Rp 1.296.548.923.000, sampai dengan akhir bulan Maret 2015 ini telah terealisasi biaya langsung dan tidak langsung Rp 125.044.702 atau baru mencapai 10,36 persen, yaitu anggaran yang terserap untuk kepentingan gaji guru.

Diakuinya, salah satu prestasi pendidikan Kabupaten Karawang yaitu menjadi kabupaten percontohan tingkat nasional. Selain itu, bedasarkan kajian Balitbangdikbud, pemerintah daerah Karawang punya komitmen terbesar di Provinsi Jawa Barat dalam memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan melalui PAMMS.

Kadisdikpora dalam sertijab itu menyampaikan salam hormat kepada guru yang tidak hadir di acara itu. Kata dia, meski sudah jadi staf ahli bupati, silaturahmi dan persahabatan tetap bisa dijalin sebagai mana mestinya. 

"Selamat kepada Dadan Sugardan sebagai Kadisdikpora, saya doakan selalu sukses, juga mendapat kelancaran dan perlindungan Allah SWT," kata Agus.

Agus Supriatman (kiri) dan Dadan Sugardan di acara lepas sambut Kepala Disdikpora Karawang.
Diketahui, masa kerja Agus Supriatman sudah mencapai 35 tahun, sekitar 18 tahun dia menjabat di Kanwil Depdiknas Jawa Barat, kemudian tahun 1998 memulai karirnya di Karawang sebagai Kasubag Penyusunan Rencana Program Depdiknas Karawang, sehingga di Karawang ini Agus telah menjabat selama 17 tahun dan berakhir sebagai Kadisdikpora sejak 2012 lalu hingga Maret 2015.

Agus merupakan lulusan Pasca Sarjana (S2) Jurusan Manajemen Pendidikan di Univeritas Pendidikan Indonesia Bandung 2002. Seharusnya, dia pension pada April 2014 lalu, tetapi diperpanjang setelah ada kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga masih punya kesempatan mengabdi sebagai pegawai negeri sekitar tiga tahun lagi.

Acara lepas sambut ini dihadiri ketua dewan pendidikan, PGRI, BMPS dan jajaran, pengurus MKKS SMP, SMA dan SMK, kepala sekolah, kepala UPTD PAUD-SD, penilik dan pengawas pendidikan, serta para pejebat eselon III dan IV dan pembantu pimpinan di lingkungan Disdikpora kabupaten  Karawang, juga hadir inspektorat dan BKD, termasuk pengurus Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Karawang. (spn)

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Nagasari

KARAWANG, KarawangNews.com - Dua bandar besar sabu-sabu berhasil ditangkap aparat kepolisan Satnarkoba Polres Karawang Rabu (25/3/2015) pukul 20.00 WIB di kontrakanya, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, dari tangan pelaku polisi menmukan 1 kg sabu-sabu senilai Rp 2 milyar.

SH dan SM, dua bandar sekaligus pengedar sabu-sabu ini tidak berkutik saat tim buru sergap Satnarkoba Polres Karawang menggerebek keduanya. Satu kilogram barang bukti sabu-sabu senilai Rp 2 milyar berhasil ditemukan di kamar kontrakanya.

Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan alat timbang elektrik serta bukti transaksi sabu dengan kartu tabungan bank BCA.

Sebelum penggerebekan, polisi terlebih dahulu melakukan pengintaian terhadap para pelaku selama tiga hari, kemudian pada Rabu malam keduanya berhasil ditangkap.

Akibat perbuatanya, pelaku diancama hukuman mati, karena melanggar Pasal 114 Ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Kamu menduga kedua pelaku masih terkait dengan bandar besar yang digerebek di kawasan pemakaman elit Sandiego Hills Karawang Barat beberapa waktu lalu,” kata Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi. (had)

Rumah Amblas di Babaton Bertambah

KARAWANG, KarawangNews.com - Rabu (25/3/2015), sebanyak 20 rumah di Dusun Babaton, Desa Sukaraharja, Kecamatan Telukjambe Timur rusak parah, beberapa diantaranya ambruk, setelah tanah di sekitar bantaran Sungai Citarum itu amblas.

Kerusakan rumah milik puluhan warga ini terjadi secara bertahap, awalnya hanya beberapa rumah yang mengalami retak-retak, tetapi seiring waktu, keruskan rumah warga semakin parah, bahkan ada yang terbelah dan ambruk, sehingga kini warga kehilangan tempat tinggalnya.

Menurut warga setempat, Entah (35), kerusakan rumahnya terjadi setelah normalisasi sungai Citrum pada tahun 2014 lalu, bantaran Sungai Citarum dikeruk, hingga berimbas pada amblasnya tanah rumah milik warga yang berdiri di sekitar sungai ini.

Diakuinya, lambanya respon pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah Kabupaten Karawang membuat kerusakan rumah-rumah warga semakin meluas.

“Awalnya hanya beberapa rumah saja, tetapi hingga saat ini sudah mencapai 20 rumah rusak dan amblas,” jelasnya. (had)

Polisi Terus Memburu Begal

KARAWANG, KarawangNews.com - Satlantas Polres Karawang, Rabu (25/3/2015) mulai  meningkatan intensitas razia kendaraan bermotor di titik-titik rawan begal, upaya ini di lakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku begal yang marak terjadi belakangan ini.

Dijelaskan, Bintara Unit Turjawali Polres Karawang, Brigadir Deden Andi, upaya polisi mencari pelaku begal terus ditingkatkan, setelah terjadi korban yang dialami ibu dan dua balitanya kemarin di Taman Makan Pahlawan, Jalan Raya Pancawati, Kecamatan Klari, Minggu petang kemarin.

Operasi gabungan ini dilakukan polisi dengan menghentikan kendaraan yang mencurigakan, terutama sepeda motor sport, seperti yang diungkapkan korban begal ibu dan dua balitanya itu. Polisi masih belum berhasil menangkap pelaku begal yang beraksi di Taman Makam Pahlawan tersebut. Namun begitu, dengan peningkatan intensitas razia.

“Kita optimis bisa menangkap pelaku begal tersebut, serta mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan,” jelasnya.

Maraknya aksi begal yang semkain nekad beraksi saat ini membuat polisi geram, sehingga dirasa perlu meningkatkan patroli dan razia kendaraan terutama titik-titik rawan begal yang jadi tempat aksi begal. (had)

Jelang UN, Siswa SMK Ristek Sholat Malam Berjamaah

KARAWANG, KarawangNews.com - Menjelang Ujian Nasional (UN), 196 siswa SMK Ristek peserta UN melaksanakan munajat malam di masjid sekolah. Ini dilakukan untuk membentuk pikiran yang rileks, selama mereka menunggu pelaksanaan UN tiga minggu lagi, 13-16 April 2015.

Dijelaskan Wakil Manajemen Mutu SMK Ristek, Drs. H. Jajang Haeroni MM, ketika ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/3/2015) siang. Setelah Ujian Akhir Sekolah (UAS), 196 siswa kelas 12 yang akan melaksanakan UN hanya diberi empat mata pelajaran yang akan di-UN-kan di kegiatan belajar kelas mereka saat ini.

Empat pelajaran itu ialah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Teori Kompetensi Kejuruan. Kata Jajang, mereka pun diberi kisi-kisi latihan pengisian soal UN. Tak hanya itu, untuk lebih mematangkan persiapan siswanya, sekolah mengadakan bimbingan belajar (bimbel) tiap hari Minggu pukul 7.00-11.15 WIB.

"Khusus untuk kelas 12 difokuskan mendalami empat mata pelajaran yang akan di-UN-kan dan 196 calon peserta UN ini kita agendakan sholat malam di masjid sekolah. Start setelah Isya, kemudian tahajud pukul dua pagi, setelah itu dirangkai doa dan dzikir hingga shubuh," kata Jajang.

Pelaksanaan sholat malam ini dibagi 6 kelas setiap hari, sehingga mereka akan siap dan sangat matang menghadapi UN. Diakuinya, pemantapan persiapan UN ini agar mereka bisa lulus ujian dengan hasil yang maksimal. Sebab, tahapan UN ini sangat penting untuk menentukan keberhasilan mereka kedepan, pasca lulus sekolah dengan nilai memuaskan. (spn)

Tujuan Pemerintah dan Koperasi Sejajar, Mensejahterakan Masyarakat

H. Warman SE, memakai batik warna biru.
KARAWANG, KarawangNews.com – “Kalau kita lihat Undang-Undang Dasar 1945, tujuan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umum, sedangkan tujuan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka tujuan pemerintah dan tujuan koperasi sama,” demikian kata Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Karawang, H. Warman SE, Rabu (25/3/2015) siang di acara Rapat Anggota Tahunan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (RAT PKPRI) Pangkal Perjuangan Karawang.

Dengan begitu, sambung Warman, salah besar ketika pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat secara sejahtera tanpa menggangdeng koperasi. Sehingga, jika Karawang ingin sejahtera sesuai visi misi bupati, tidak akan terwujud tanpa menggangdeng koperasi, maka jangan ragu jadi insan koperasi.

Bagi PKPRI, pembina  yang paling utama yaitu bupati, untuk itu bupati punya peran penting dalam gerakan koperasi. Di Undang-Undang Dasar diamanatkan, perekonomian negara ini adalah koperasi, meski diketahui pelaku ekonomi ini ada tiga, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta dan koperasi.

“Tidak ada badan usaha lain selain koperasi, ketika belanja kepada koperasi diakhir tahun kuntungannya kembali lagi kepada yang belanja,” tandas Warman.

Kata dia, anggota koperasi punya peran penting bagi perahu koperasi, sebab koperasi ini bukan birokrat, tetapi lembaga gerakan ekonomi rakyat yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong. (spn)

3.212 Anak TK-PAUD Ikuti Porseni IGTK

KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 3.212 peserta taman kanak-kanak mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (Porseni IGTKI) Kabupaten Karawang di halaman parkir Wonderland Galuh Mas, Rabu (25/3/2015).

Dijelaskan Ketua Pelaksanan Porseni IGTKI Karawang, Enen Durotul Muslimah, kegiatan ini diikuti 152 sekolah TK-PAUD se-Kabupaten Karawang dengan lima jenis lomba, yaitu sholat berjamaah, menari, bernyanyi, senam dan mewarnai gambar.

Kata Kepala TK Negeri Pembina Karawang ini, jumlah peserta tahun ini lebih besar disbanding tahun lalu yang hanya mencapai dua ribu peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Dadang Sugardan mengaku apresiasi dengan kegiatan rutin ini, tetapi sesuai intruksi dinas pendidikan pada tahun ini tidak dilaksanakan di luar kota.

“Kegiatan ini merupakan ajang media kreatifitas bagi peserta didik dan guru untuk meningkatkan proses pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” jelasnya. (spn)