• Jelajahi

    Copyright © KarawangNews.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mengenalkan Wisata Melalui Permainan Monopolly

    Sabtu, 14 Desember 2019
    KARAWANG, KarawangNews.com -
    Upaya memperkenalkan destinasi tempat wisata yang ada di Kabupaten Karawang, dosen program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang, Fajar Hariyanto, S.I.Kom., M.I.Kom., dan dosen Ilmu Pemerintahan Dini Sri Istiningdias, S.S., M.Hum., memperkenalkan tempat wisata melalui permainan monopolly pariwisata.

    Kegiatan Volunteer Tourism ini diselenggarakan beberapa waktu lalu di lantai dasar mal Karawang Central Plaza (KCP) Galuh Mas, Karawang selama 2 jam dari pukul 16.00-18.00 WIB.

    Para volunteer yang bergabung dalam Volunteer Tourism sebelumnya telah diberi pelatihan agar mampu berperan dalam memberikan penjelasan lengkap kepada masyarakat mengenai tempat-tempat wisata di Kabupaten Karawang.

    "Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, proses komunikasi dan informasi merngenai tempat pariwisata khususnya di Karawang dapat tersebar dan tersampaikan kepada masyarakat melalui pemberdayaan volunteer tourism di Kabupaten Karawang ini," ujar Fajar Hariyanto Sabtu (14/12/2019).

    KegiatanVolunteer Tourism ini dihadiri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang, Handy Agus Widagdo, S.H dan pengunjung mal sebagai sasaran khalayak. Kegiatan Volunteer Tourism yang dikemas dalam sebuah permainan monopoli mencuri perhatian pengunjung mal, seperti yang disampaikan Ady Triyuliansyah, peserta yang ikut permainan monopoli tempat wisata.

    "Sangat menarik ya, kita jadi tau tempat wisata apa aja yang ada di Karawang, ternyata banyak," ucapnya.

    Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang, Karawang Central Plaza, Paré Merch, Local Produit, Communication Youth Expo dan Be Radio.

    Melalui kegiatan ini, para volunteer bisa memberikan informasi kepada masyarakat seputar destinasi wisata yang ada di Karawang, melalui permainan monopoli tempat wisata yang dikemas secara menarik. (rls)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita terbaru

    pemerintahan

    +