Mahasiswi Jepang Kunjungi PKBM Assolahiyah

KARAWANG, KarawangNews.com - Mahasiswi Sophi University Japang dan mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) Indonesia meneliti langsung pembedayaan masyarakat ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah Karawang, di Kampung Cilempung, Cilamaya Kulon, Sabtu (23/9/2017). 

Mahasiswi yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Himasiera) ini datang ke PKBM Assolahiyah berdasar rekomendasi dari Pertamina EP Subang Field dan Kampus IPB.

"Mereka tertarik berkunjung ke Assolahiyah, setelah sebelumnya mereka mempelajari berdirinya PKBM ini dari nol hingga saat ini," kata Direktur PKBM Assolahiyah, Heru Saleh,

Diakuinya, PKBM yang dikelolanya ini berkembang signifikan dari tahun ke tahun, bahkan banyak meraih juara dan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Tak hanya membuka kursus dan pendidikan kesetaraan, di sini dibuka Kelompok Usaha dan Pengembangan Ekonomi Keluarga (KUPEK) dengan memberdayakan potensi lokal.

Dia berharap, kerjasama ini bisa ditindaklanjuti dengan memperluas jaringan pemasaran produk-produk hasil KUPEK PKBM Assolahiyah melalui jaringan IPB, bahkan hingga ke negara Jepang. Dia juga berharap, kunjungan yang dilakukan mahasiswa ini memberikan perkembangan bagi pendidikan non formal di Indonesia.

"Kita juga berharap, ada manfaat bagi Assolahiyah atas kunjungan ini, kita menjadi mitra dan bisa saling membantu memasarkan produk kita hingga keluar daerah," ungkapnya.

Sementara itu, seorang mahasiswi Jepang, Nazumi Hirayama memaparkan, ada perbedaan pendidikan di Jepang dan Indonesia, di negaranya persaingan pendidikan sangat ketat, beda dengan pendidikan di Indonesia yang masih dibantu pemerintah.

"Makanya beruntung sekali di sini ada pendidikan layanan masyarakat," kata mahasiswa pertukaran Indonesia-Jepang ini.

Diakuinya, PKBM di Jepang bukan untuk usia sekolah, melainkan untuk para manula yang sudah tidak produktif, kemudian diberdayakan kembali agar memiliki aktivitas dan kreativitas. Ketika di Indonesia pemerintah menggalakan melek buta aksara, di Jepang pemerintahnya menggalakan melek teknologi, bagi para manula.

Mahasiswi asal Kota Tokyo ini apresiasi kepada PKBM Assolahiyah yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat, yang sebelumnya tidak bekerja kini bisa memiliki pekerjaan, melalui kursus dan KUPEK.

Dalam kunjungan ini, para mahasiswa berdialog langsung dengan warga belajar kesetaraan, melihat tempat kursus menjahit, juga mengunjungi industri rumahan pengolahan makanan, seperti pengolahan pembuatan terasi udang dan kerupuk ikan. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -