Mangrove yang Ditanam Toyota Tahun 2013 Lalu, Hidup 30%

KARAWANG, KarawangNews.com - Mangrove yang telah ditanam PT Toyota Indonesia pada Nopember 2013 lalu di pesisir pantai Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar hanya 30 persen yang kini tumbuh, sisanya dimakan kambing liar dan mati tak lama setelah ditanam. 

Seperti diceritakan sejumlah warga, mereka tidak bisa menjaga bibit mangrove selama 24 jam, sebab kesibukan bekerja. Sehingga hampir sebagian besar batang bibit mangrove mati dimakan kambing.

"Setelah penanaman, pesisir pantai mengering, sehingga mangrove yang ditanam jadi mati, kita tidak bisa menyiram ribuan bibit pohon itu," kata Kasiman, kepada wartawan, Rabu (1/3/2017) siang.

Dia membantah jika mangrove mati karena ulah manusia, justru dia ingin mangrove itu tumbuh, agar rumahnya yang berlokasi di bibir pantai itu tidak tergerus abrasi.

Di tempat sama, warga lainnya Karmin mengatakan, kadang pohon mangrove jenis api-api tumbuh sendiri tanpa ditanam di pesisir pantai, bibit api-api biasanya terbawa ombak setelah jatuh dari pohonnya yang sudah besar.

Diakuinya, mangrove yang kini tumbuh setelah ditanam PT Toyota Indonesia telah meminimalisir air rob yang biasanya menerjang rumahnya yang berjarak 50 meter dari bibir pantai. Dia juga berharap, penanaman tambahan PT Toyota Indonesia di tahun 2017 di lokasi yang sama ini akan memperkecil abrasi.

"Mudah-mudahan, setelah Toyota menanam kembali mangrove, kita tidak terkena abrasi," kata dia.

Diketahui, setelah menanam 260.000 batang pohon mangrove di desa ini, PT Toyota Indonesia kembali menanam pohon serupa sebanyak 200.000 batang pohon. Penambahan ini untuk lebih menghijaukan pesisir pantai Utara Karawang. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -