Eksis Usaha Dedak Di Tengah Krisis Ekonomi

advertise here

RENGASDENGKLOK, RAKA - Di tengah krisis ekonomi global, Yana Supriatna (40) tengkulak dedak asal Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok ini tetap eksis usaha. Ayah tiga anak ini telah menggeluti usaha pakan ternak sejak tahun 2000 lalu dengan modal awal hanya Rp 5 juta yang sekarang berkembang dan beromset ratusan juta. Keberhasilan inilah yang mengangkatnya menjadi pengusaha berhasil di desanya.
 
Kepada RAKA, Senin (16/3) siang dia menceritakan, usaha ini awalnya ia geluti mulai dari dirinya menjadi seorang kuli panggul untuk mendapatkan modal usaha. Kemudian dia mulai mandiri dengan bantuan kakaknya sampai akhirnya menjadi besar. Keberhasilan ini bukan berarti tidak ada kendala, tapi semua usahanya ini dilaluinya dengan sabar dan jujur. "Karena modal uang tidak akan sama dengan modal jujur. Jika hanya modal uang, maka usaha sulit berkembang, tapi dengan diimbangi jujr, maka usaha akan tetap berjalan sampai sekarang, bahkan berkembang," ujarnya.
 
Selain itu dorongan moril keluarga juga salah satu pendukung keberhasilannya, karena tanpa ada kerjasama yang baik itu semua akan sia sia. Usaha dedak dan menir ini ia tekuni bersama saudaranya bernama Iyon. Semula produksi Yayan hanya memasok ke pabrik makanan ternak di Kabupaten Karawang saja, tapi sekarang sudah mengembangkan usahanya ke luar daerah seperti Jakarta, Banten, Bandung, Bogor, Sukabumi dan beberapa daerah di Jawa Tengah, bahkan sampai ke Lampung. Omset penjualan setiap bulannya mencapai 300 ton. Dari usaha ini Yana sudah dapat menyekolahkan putrinya hingga ke perguruan tinggi dan mempekerjakan 10 orang.
 
Diakuinya, usahanya terus merangkak naik. Dengan usahanya ini dia membuktikan segala upaya jika diimbangi jujur maka akan membuahkan hasil gemilang. Tentunya dengan terus berusaha dan mencari peluang keuntungan. Tiap bulannya dia mampu terus mengeruk keuntungan ketika kebanyakan pengusaha lain terpuruk. (spn)