| Pameran Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. |
KarawangNews.com – Pameran Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 lalu di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) sukses memperkuat jejaring bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan industri hospitality, F&B, dan pariwisata, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Ajang tersebut berhasil menghubungkan lebih dari 700 jaringan bisnis sektor pariwisata di Indonesia Timur serta menghadirkan lebih dari 200 perusahaan exhibitor dari 14 negara.
Pengembangan pariwisata Bali ke depan pun terus diarahkan pada konsep berkelanjutan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Hal itu menjadi sorotan dalam seminar “Sustainable & Impactful Food Management” yang digelar SOS pada rangkaian FHTB 2026, Selasa (19/5). Seminar tersebut menekankan pentingnya pengelolaan surplus makanan guna mengurangi limbah sekaligus mendukung distribusi pangan bagi komunitas yang membutuhkan.
Sejak 2017, inisiatif tersebut tercatat telah menyelamatkan lebih dari 21 juta kilogram makanan dan menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat. Capaian itu menegaskan sektor hospitality memiliki peran strategis dalam mendorong praktik bisnis yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi lingkungan maupun masyarakat.
Komitmen keberlanjutan FHTB 2026 juga tercermin melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan praktik ramah lingkungan. Salah satunya sesi Puresia Healing Rituals: Natural Bar Soap Class yang mengajak pengunjung membuat sabun batang berbahan alami seperti minyak kelapa, dedak padi, kemiri, dan getah buah jarak.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan potensi bahan lokal berkelanjutan yang memiliki nilai tambah bagi industri wellness tourism.
Sebagai penutup, FHTB 2026 menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional, khususnya di Indonesia Timur. Ajang ini juga menjadi hub yang mempertemukan pelaku industri dan pemasok dalam satu ekosistem kolaboratif.
Melalui hadirnya tren terbaru, inovasi, produk unggulan, serta praktik keberlanjutan, FHTB turut memperkuat daya saing industri hospitality, F&B, dan pariwisata secara berkelanjutan. Ke depan, FHTB diharapkan terus menjadi katalis pertumbuhan industri sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia 4.0 menuju 2030.
“Sebagai bagian dari Informa Markets, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak positif secara lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui penyelenggaraan pameran seperti FHTB,” ujar Meysia.
Sementara itu, upaya Pamerindo Indonesia dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri hospitality dan F&B nasional akan kembali dilanjutkan melalui ajang Food and Hospitality Indonesia (FHI) yang digelar pada 22–25 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. [*]



