![]() |
| Rafki Ismael. |
KarawangNews.com – Pimpinan Cabang Perum Bulog Karawang, Rafki Ismael memastikan pasokan minyak goreng subsidi Minyakita di Kabupaten Karawang masih tersedia. Hingga saat ini Bulog terus melakukan suplai rutin ke sejumlah pedagang pasar, khususnya di Pasar induk Johar.
Bulog membuka kesempatan bagi para pedagang yang ingin mendapatkan pasokan Minyakita secara langsung.
"Kami sangat terbuka. Kalau teman-teman pedagang membutuhkan suplai, kami siap support. Nanti juga akan kami koordinasikan dengan dinas terkait penerbitan legalitasnya," kata Rafki, Kamis (5/3/2026) siang.
Namun, kata dia, pedagang harus juga memenuhi persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan legalitas usaha lainnya.
"Tujuannya agar jika terjadi pelanggaran, aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti, misalnya dengan mencabut izin usaha. Jadi yang ikut menjaga stabilisasi harga benar-benar memiliki legalitas," tuturnya.
Ia menjelaskan, ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola distribusi Minyakita. Dalam aturan tersebut, produsen diwajibkan menyalurkan sedikitnya 30–35 persen Domestic Market Obligation (DMO) melalui BUMN pangan seperti Bulog untuk menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Menurut Rafki, jalur distribusi Minyakita terbagi menjadi dua skema. Pertama melalui jalur reguler dari produsen ke distributor tingkat satu dan dua sebelum sampai ke pengecer.
Kedua melalui jalur BUMN pangan, yakni dari produsen ke Bulog atau BUMN pangan lain sebelum disalurkan langsung ke pengecer.
Ia menambahkan, harga Minyakita yang tinggi di pasaran kemungkinan pedagang mendapatkan pasokan dari rekan rekan ditributor/grosir, rantai pasok yang panjang, sehingga harga relatif tinggi.
"Beberapa pedagang yang belum bertransaksi dengan Bulog mendapatkan Minyakita dengan harga tinggi. Ada yang membeli Rp190 ribu sampai Rp200 ribu per karton," ungkapnya.
Sementara itu, Bulog menyalurkan Minyakita ke pedagang dengan harga Rp14.500 per liter agar tetap sesuai dengan HET di tingkat konsumen.
Untuk wilayah Karawang, Bulog mencatat total stok Minyakita yang tersedia mencapai sebanyak 800 ribu liter. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 400 ribu liter telah tersalurkan ke pasar.
"Saat ini stok yang masih tersedia sebanyak 383 ribu liter dan ditargetkan segera terserap," kata Rafki.
Ia berharap penyaluran Minyakita dapat terus berjalan cepat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan bahan pokok masyarakat meningkat.
"Kami harap dengan stok yang ada, Bulog bisa melakukan intervensi pasar sehingga harga tetap stabil dan masyarakat terbantu," ujarnya. (*)




