![]() |
| Ketua PWI Karawang, Nila Kusuma (tengah) saat menyalurkan bantuan buku tulis ke siswa SMPN 1 Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat. |
KarawangNews.com – Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang melalui program PWI Peduli. Bersama Pindodeli dan RSUD Jatisari, PWI Karawang menyalurkan bantuan buku serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa SMPN 1 Telukjambe Barat, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis siang (12/2/2026).
Banjir yang kerap melanda Karangligar kembali berdampak serius pada aktivitas belajar mengajar. Sejumlah ruang kelas sempat terendam hingga merusak perlengkapan sekolah milik para siswa.
Ketua PWI Peduli Karawang, Iwan Sugriwa, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk menjaga semangat belajar siswa yang terdampak langsung banjir.
"Banjir di Karangligar bukan hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu pendidikan. Banyak perlengkapan sekolah siswa rusak bahkan hilang. PWI Peduli hadir agar anak-anak tetap semangat belajar," kata Iwan.
Ia mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dengan Pindodeli dan RSUD Jatisari.
"Terima kasih kepada Pindodeli dan RSUD Jatisari atas dukungan dan kepeduliannya. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi para siswa," tambahnya.
Seorang siswa penerima bantuan, Icha Amelia (14), mengaku hampir seluruh perlengkapan sekolahnya terendam banjir.
"Buku, tas, rapor, sampai sepatu semuanya kena air. Alhamdulillah sekarang dapat buku baru, jadi bisa belajar lagi," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Jatisari Karawang dr Annisa, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Deddy Ferry, menyebut keterlibatan RSUD Jatisari sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami berterima kasih kepada PWI Peduli atas kolaborasi ini. Kesehatan dan pendidikan adalah faktor penting dalam membangun kualitas SDM," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, RSUD Jatisari menurunkan tim medis lengkap untuk pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat, serta edukasi kesehatan lingkungan. Ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan rujukan medis.
"Kami juga terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan pascabanjir, termasuk pengobatan massal gratis di Karangligar dan Cilamaya," tambah Deddy.
Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat, Subhan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada para siswanya.
"Banyak perlengkapan siswa yang rusak dan hilang saat banjir. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat," ujarnya.
Subhan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan pascabanjir.
"Anak-anak tidak boleh kehilangan haknya untuk belajar," tegasnya.
Diketahui, SMPN 1 Telukjambe Barat memiliki 722 siswa dengan 21 tenaga pengajar. Saat banjir, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan merendam hampir seluruh ruang kelas, bahkan sejumlah meja dan kursi sempat hanyut. Meski demikian, proses pembelajaran kini kembali berjalan normal. [*]




