![]() |
| Eman (50). |
KarawangNews.com – Warga Babakanbogor, Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali mendesak PT Pertamina Patra Niaga (Persero) agar segera merelokasi permukiman warga yang berada di sekitar Fuel Terminal BBM Cikampek.
Desakan tersebut muncul lantaran hingga kini belum ada kejelasan terkait waktu relokasi maupun besaran ganti rugi yang akan diterima warga terdampak.
![]() |
| Ratusan warga Kampung Babakanbogor protes terdampak Fuel Terminal BBM Pertamina Patra Niaga Cikampek di Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Karawang, Jawa Barat |
Padahal, warga mengaku telah menempuh berbagai upaya melalui ke jajaran Pemkab Karawang, termasuk mediasi yang melibatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga. Namun, hasil mediasi tersebut dinilai belum memberikan kepastian nyata bagi warga.
Meski tim pendataan telah diturunkan, warga mengaku masih diliputi kekhawatiran adanya dugaan spekulasi oleh segelintir pihak.
"Puluhan tahun kami tinggal di sini, bahkan sebelum Pertamina berdiri. Sampai hari ini warga belum mendapatkan kepastian ganti rugi dari perusahaan," kata Anim, salah satu warga Babakanbogor, Kamis siang (12/2/2026).
Selain persoalan relokasi, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang dirasakan setiap hari, mulai dari bau menyengat, limpasan air dari tangki BBM ke permukiman, hingga ancaman potensi ledakan yang terus menghantui.
"Kami hidup dalam rasa was-was. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan warga," tegas Eman, warga lainnya.
Warga pun berharap Bupati Karawang, Aep Syaepuloh bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan secara tegas agar persoalan tersebut segera diselesaikan hingga tuntas.
"Kami berharap pemerintah daerah bisa benar-benar membantu dan merasakan kesulitan warganya saat ini," ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan relokasi maupun ganti rugi warga Babakanbogor. [Sky]





