• Jelajahi

    Copyright © KarawangNews.com - pelopor media online Karawang
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Translate

    Penanganan Kanker Lansia Fokus Kualitas Hidup Penyintas

    Kamis, 19 Februari 2026
    Ilustrasi (foto:net).


    KarawangNews.com – Jumlah penyintas kanker di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir, termasuk pada kelompok usia lanjut. 



    Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memproyeksikan, tanpa perubahan strategi yang signifikan, beban kasus dan angka kematian akibat kanker di Indonesia pada periode 2025–2040 berpotensi meningkat hingga 63 persen.



    Di sisi lain, deteksi dini kanker masih menjadi tantangan besar. Banyak pasien datang berobat dalam kondisi stadium lanjut, padahal sekitar 50 persen kasus kanker dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.


    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Primaya Hospital Semarang, dr. Daniel Rizky, Sp.PD-KHOM, mengatakan peningkatan angka harapan hidup penyintas kanker didorong kemajuan teknologi diagnostik, terapi yang semakin presisi, serta perluasan akses skrining kanker.


    "Namun penanganan kanker pada lansia memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi kerapuhan atau frailty index yang tidak selalu sejalan dengan usia kronologis," tuturnya, Kamis (19/2/2026).


    Menurutnya, terapi pada pasien lansia tidak bisa disamaratakan. Penentuan jenis dan dosis pengobatan harus melalui penilaian menyeluruh dengan mempertimbangkan fungsi organ, penyakit penyerta, serta tingkat kebugaran pasien. Dalam banyak kasus, kolaborasi dengan dokter spesialis geriatri diperlukan agar terapi tetap aman dan efektif.


    Ia menegaskan, usia lanjut bukan alasan untuk membatasi pengobatan kanker. Saat ini tersedia berbagai regimen terapi yang lebih ramah bagi pasien lansia dengan pendekatan yang menyeimbangkan efektivitas pengobatan dan kualitas hidup.


    "Keberhasilan terapi tidak hanya diukur dari survival rate, tetapi juga dari kualitas hidup pasien. Terapi ideal adalah yang efektif tanpa memperburuk kondisi pasien," jelasnya.


    Selain aspek medis, dukungan keluarga juga dinilai krusial. dr. Daniel mengingatkan agar keluarga tidak melakukan pembatasan makanan secara ekstrem akibat mitos, karena pasien kanker membutuhkan asupan nutrisi yang cukup selama menjalani terapi.


    Setelah pengobatan selesai, penyintas kanker lansia tetap perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau efek samping terapi serta mendeteksi potensi kekambuhan.


    "Penanganan penyintas kanker lansia harus bersifat komprehensif. Tujuannya bukan sekadar memperpanjang usia, tetapi memastikan kualitas hidup tetap terjaga," ujarnya. [*]

    Kolom netizen

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 153)

    Berita Terbaru