KarawangNews.com - Dua pasien korban kecelakaan kerja yang mengalami amputasi tangan kanan mendapatkan bantuan pemasangan Prothesa Tangan Robotic Bionic di Primaya Hospital Karawang, Selasa (24/2/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Return To Work yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya pemulihan dan pengembalian produktivitas pekerja.
Pemasangan prothesa berteknologi tinggi itu menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap pekerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja.
Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh perawatan medis, tetapi juga dukungan rehabilitasi hingga kembali siap bekerja.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Karawang, Cep Nandi Yunandar, menjelaskan bahwa pemasangan Prothesa Robotic Bionic tersebut merupakan implementasi dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Kata dia, melalui Program JKK, peserta yang mengalami kecelakaan kerja tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga difasilitasi agar bisa kembali bekerja dan produktif.
"Ini adalah wujud komitmen kami dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada pekerja," kata Cep Nandi Yunandar.
Ia menegaskan, program Return To Work dirancang untuk memastikan pekerja yang mengalami kecelakaan tetap memiliki masa depan dan kesempatan yang sama untuk mandiri secara ekonomi.
Kolaborasi dalam pemasangan prothesa ini melibatkan Primaya Hospital Karawang bersama Orthocare sebagai mitra penyedia perangkat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif bagi penyandang disabilitas akibat kecelakaan kerja.
Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K, menyampaikan bahwa kehadiran layanan pemasangan Prothesa Robotic Bionic menjadi langkah strategis rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Karawang.
Dengan tersedianya Prothesa Robotic Bionic di Primaya Hospital Karawang, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan teknologi ini
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif dan komprehensif bagi masyarakat,” ujar dr. Winardi.
Menurutnya, teknologi prothesa robotic tidak hanya membantu fungsi gerak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, keberhasilan pemasangan perangkat tersebut tidak terlepas dari kolaborasi multidisiplin antara dokter spesialis, tenaga rehabilitasi medik, serta dukungan mitra strategis yang terlibat dalam proses pemulihan pasien.
“Kami ingin memastikan bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tetap memiliki kesempatan untuk kembali mandiri dan produktif,” tambahnya.
Melalui sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, rumah sakit, dan mitra penyedia alat kesehatan, diharapkan semakin banyak pekerja yang terdampak kecelakaan kerja dapat bangkit, pulih dan kembali menjalani aktivitas secara optimal.





