![]() |
| Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Karangjaya lll, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, Senin (23/2/2026) siang. |
KarawangNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan kembali menuai sorotan. Kali ini, dapur SPPG Parakan 2 di Kecamatan Tirtamulya, Karawang, diduga menyajikan menu yang tidak sebanding dengan nilai anggaran per ompreng.
Pantauan media ini, Senin (23/2/2025) siang, sekira pukul 10.23 WIB di SDN Karangjaya III, Kecamatan Tirtamulya, menunjukkan paket MBG dengan kuantitas dan komposisi menu yang dinilai janggal dan tidak seragam.
Sejumlah paket MBG disebut sebagai jatah konsumsi selama tiga hari. Namun, menu yang diterima hanya berisi dua kotak susu, kacang, pisang, kurma, dan roti.
"Ini jatah tiga hari untuk siswa di SDN Karangjaya III," ungkap seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Komposisi menu tersebut dinilai jauh dari standar gizi seimbang, terlebih jika dihitung sebagai jatah makan selama tiga hari.
Kondisi ini memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara nilai menu dengan anggaran MBG yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Parakan 2, Rouf, menjelaskan menu tersebut memang disiapkan untuk kebutuhan tiga hari dan dipesan sejak Minggu sebelumnya karena sudah diproses bagian akuntansi.
Ia juga menyebut menu dalam foto diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga 3, sementara siswa kelas 4 hingga 6 menerima porsi berbeda.
![]() |
| Menu Ramadan tiga hari untuk siswa kelas V di SDN Karangjaya lll, Kecamatan Tirtamulya, Karawang. |
Terkait penerima manfaat, Rouf mengakui belum seluruh sekolah menyalurkan MBG kepada guru karena keterbatasan kapasitas dapur yang saat ini maksimal 4.000 porsi per hari.
"Jika dapur baru sudah beroperasi, pemerataan penerima manfaat akan dilakukan," ujarnya.
Diketahui, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi siswa ini berpotensi memicu polemik jika pengawasan dan transparansi tidak diperketat. [Sky]





