Jumat, 15 November 2019

PDAM Karawang Mulai Menunjukan Kinerja, Setelah Terlilit Masalah

KARAWANG, KarawangNews.com - Bertahun-tahun dirundung masalah, kini PDAM Karawang mulai memperlihatkan kinerjanya, setelah dipimpin Direktur Utama PDAM Tirta Tarum, M. Soleh. Prestasi ini diapresiasi oleh Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana.

Bupati mengapresiasi kinerja PDAM Tirta Tarum yang dinilainya sudah bangkit dan berhasil menjalankan usahanya sesuai dengan harapan, jajaran direksi yang baru diangkat bupati satu tahun yang lalu ini sudah banyak membawa perubahan yang memajukan PDAM.

Salah satu parameter keberhasilan PDAM yaitu dari peringkat 133 nasional bisa menduduki peringkat 74. Demikian juga untuk tingkat Jawa Barat, PDAM yang semula di peringkat 17, saat ini menduduki peringkat 11.

Bupati menyimpulkan, PDAM Karawang sudah bekerja menjalankan bisnisnya dengan baik, meskipun masih banyak tugas berat yang harus dikerjakan.

"Masih banyak yang harus dikerjakan agar dapat melayani masyarakat dengan maksimal," kata Cellica, usai Rapat Umum Perusahaan Daerah (RUPD) PDAM Tirta Tarum, Kamis (14/11/2019).

Menurut Cellica, selama dia menjadi bupati Karawang, baru saat ini dia menghadiri RUPD. Direksi PDAM sebelumnya selalu didera masalah, hingga tidak mampu menjalankan perusahaan dengan baik.

"Kalau saya tidak salah dari tahun 2016, baru sekarang PDAM bisa RUPD, dengan menggelar RUPD ini salah satu bukti jika PDAM sudah berjalan sebagai mestinya sebagai perusahaan," ucapnya.

Dikatakan Cellica, direksi di tubuh PDAM saat ini sudah bekerja profesional, visioner dan sangat menguasai pekerjaannya. Meski begitu, tuntutan masyarakat agar PDAM dapat melayani secara maksimal harus menjadi perhatian direksi.

"Masukan dari masyarakat harus segera ditanggapi dan diselesaikan dengan baik, misi PDAM selain profit oriented juga mengemban misi sosial melayani masyarakat," katanya.

Sementara itu, M. Soleh mengatakan, kenaikan peringkat PDAM Tirta Tarum Karawang dari 17 naik menjadi peringkat 11 di Jawa Barat dan peringkat nasional dari 133 menjadi peringkat 74 merupakan hasil penilaian dari Badan penyelenggara Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum.

Dia juga mematok target untuk masuk peringkat 10 besar ditingkat Jawa Barat. Dua sangat berharap, dengan terus berinovasi dapat meningkatkan peringkat kita hingga masuk 10 besar di Jawa Barat.

Menurut M. Soleh, jajaran direksi PDAM baru bekerja setahun setelah dia dipilih oleh bupati untuk memimpin PDAM. Diakuinya, pertama kali menangani PDAM, jumlah pelanggan sebanyak 71 ribu SR (pelanggan) dan selama satu tahun ini sudah terjadi kenaikan pelanggan sebanyak 84 ribu SR.

"Kita terus mengalami peningkatan baik secara operasional, keuangan dan layanan masyarakat. Meski tarif air kita tergolong masih rendah, namun kami masih bisa mengatasinya dengan bekerja efesien," kata Soleh. (rls/spn)