Industri Dapat Berperan Susun Kurikulum di BLK

Oleh: Dani Satria 
Pemerhati Ketenagakerjaan
Peneliti Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM)
Jakarta, 15 Juni 2019 

INDUSTRI perlu ikut berperan aktif dalam penyusunan kurikulum di Balai Latihan Kerja (BLK). Hal ini dilakukan supaya kompetensi sumberdaya manusia (SDM) di sekitar wilayah industri tersebut dapat meningkat sesuai dengan kebutuhan pasar.

Untuk meningkatkan kompetensi masayarakat di dunia industri, perusahan perlu berperan aktif dalam menyusun kurikulum di BLK. Kerjasama antara BLK dengan industri adalah investasi sumber daya manusia bagi perusahaan. Dengan pemberian modul atau kurikulum pelatihan ke BLK, perusahaan dapat menghemat biaya training atau meringankan dalam kegiatan rekrutmennya.

Peran aktif perusahaan ini akan sangat besar manfaatnya demi meningkatnya kualitas SDM yang siap pakai di dunia industri.  Dari sisi perusahaan, peran aktif ini dapat dikatakan sebagai sebuah investasi SDM terutama bagi masyarakat di daerah.

Misalnya, untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perushaan swasta lokal dapat berkontribusi dalam memberikan modul pelatihan (training) perusahaan ke BLK setempat. Begitupun sebaliknya, dari BLK daerah juga terdapat sinergi yang aktif dengan perusahaan dalam tukar informasi materi pelatihan tersebut.

Dari pihak BLK bisa secara aktif bersinergi dengan para industri daerah. Misalnya untuk industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi atau multifinance daerah dapat memberikan informasi ke BLK tentang apa saja lowongan dan deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan di perusahaan tersebut.

Penyiapan tenaga produktif dan berdaya saing melalui pendidikan dan pelatihan vokasional terus dilakukan demi menghadapi bonus demografi. Salah satunya melalui sinergi antar sektor dengan penguatan pendidikan vokasional di dalamnya. 

Pengembangan SDM melalui revitalisasi kualitas pendidikan vokasi terus dipacu pemerintah sesuai dengan Roadmap Kebijakan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025.

Saat ini kurikulum yang dimiliki oleh BLK yang tersebar di Indonesia sudah baik. Hanya saja, perlu untuk diperkaya lagi. Dengan kurikulum yang lebih beragam, maka masyarakat juga akan memiliki banyak pilihan pelatihan yang akan digelutinya.

Sebelumnya, penyusunan kurikulum yang aplikatif ini dipilih pemerintah untuk menjadi fokus utama dalam menindaklanjuti roadmap revitalisasi vokasi. Melalui kerja sama dengan para stakeholder, aspek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri dan sesuai dengan tantangan global. (**)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews - Berdiri Sejak Tahun 2008
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -