TNI AU Aliri Lampu Penerang di Puseurjaya

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah puluhan tahun tanpa lampu listrik, kini rumah-rumah warga di Kampung Sarijaya, Puseurjaya, Telukjambe Timur bisa terang benderang, setelah Lanud Suryadarma TNI AU Subang memberikan lampu kepada 100 rumah di kampung itu.

Seremoni tekan saklar lampu dilakukan Marsekal Pertama TNI AU, T. Sembiring menjelang malam, Selasa (14/8/2018). Penerangan lampu perdana ini disambut suka cita warga setempat, setelah puluhan tahun mereka menggunakan lampu damar minyak tanah.

"Lampu ini hasil karya Lanud TNI Angkatan Udara, kemudian diberdayakan dan dirakit oleh SMK Angkasa, kemudian diapresiasi oleh PT CL dengan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penerangan ini ke masyarakat di kampung ini," kata dia.

Pada kesempatan ini, dia mengajak Pemkab Karawang dan semua perusahaan berpartisipasi memberikan penerangan lampu bagi daerah terpencil yang hingga kini masih menggunakan lampu damar. Pihaknya akan siap memfasilitasi,  agar semua masyarakat bebas dari kegelapan.

"Ini rangkaian Hari Bhakti Angkatan Udara, melalui pemberian lampu penerang saya harap kini warga bisa melihat, terutama bagi anak sekolah, bisa belajar malam," ucapnya.

Diakuinya, Lanud TNI AU Subang telah menerangi hingga 1.000 rumah di daerah Kalijati, termasuk merenovasi sebuah rumah yang ambruk. Selanjutnya, TNI AU akan terus berupaya membantu masyarakat yang butuh penerangan lampu listrik.

"TNI AU dihadapkan keterbatasan, maka saya mememohon dukungan masyarakat agar TNI AU terus dirasakan kiprahnya oleh masyarakat dan bangsa," ujarnya.

Warga setempat, Saprudin (46) mengaku, bertahun-tahun kampungnya gelap gulita, selama ini warga menggunakan damar minyak tanah. Satu liter minyak tanah digunakan untuk satu damar yang bisa digunakan untuk 10 hari.

"Kami bersyukur bisa merasakan terang, sebab saya sudah 30 tahun di kampung ini tanpa penerangan lampu, selama ini cuma lampu minyak tanah," ucapnya.

Penemu lampu ini, Ujang Koswara menjelaskan, lampu ini diberi merk Limar (lampu mandiri), lampu ini diproduksi siswa-siswi SMK Angkasa untuk kebutuhan Lanut TNI AU. Saat ini Limar tidak diperjualbelikan. Lampu ini cukup dicas selama 3 jam yang bisa digunakan selama sebulan.

"Ini adalah pendidikan karakter budaya produktif, sebab selama ini kita konsumtif, membeli lampu di toko, padahal kita bisa membuatnya sendiri," jelas Ujang. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -