Pertamina EP Sosialisasi Penyelamatan Owa Jawa

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field bersama Yayasan Owa Jawa sosialisasikan penyelamatan hewan Owa Jawa di 8 sekolah di Kabupaten Karawang dan Subang, salah satunya SMAN 1 Cilamaya, Senin (12/2/2018). Primata yang mirip monyet dan hidup di hutan endemik ini populasinya nyaris punah akibat penebangan hutan untuk industri perkotaan,  pencurian hingga faktor alam.

Edukator dari Yayasan Owa Jawa, Ridwan Atuk mengatakan, kegiatan sosialisasi Owa Jawa ini didasari atas keprihatinan pihaknya pada Primata yang hampir punah di Indonesia ini. Sebab, hewan yang hidup selama 50 tahun dihutan dengan ketinggian 600 meter ini hanya menyisakan 4.000 ekor versi data UNHCR , itu pun hanya menyisakan di Jawa Barat saja, tepatnya di Gunung Pangrango dan Gunung Punang Bandung Selatan, karena di Jawa Timur sudah tidak bisa ditemukan lagi. 

Untuk itu, sejak tahun 2003, pihaknya sudah turun lapangan ke berbagai elemen masyarakat kaitan kesadaran penyelamatan Owa Jawa ini, sebab, selain punah akibat insldustrialisasi dilahan-lahan hutan endemik, tangan-tangan jahil juga acapkali mencuri hewan yang lambat perkembangbiakannya ini untuk di pelihara. 

Maka, bersama anak-anak SMA Cilamaya ini, ia sampaikan penyuluhannya, baik secara visual, game dan komunikasi dua arah yang diselenggarakan out door bersama PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field.

"Owa ini hampir punah, kita upayakan penyuluhan ini untuk menyampaikan pesan-pesan penyelamatan Primata ini," katanya.

Ditambahkan Ridwan, output yang diperoleh dari penyuluhannya ini minimal anak sekolah sadar pada lingkungan terkecil cara melestarikan Owa, seperti menghemat kertas, pelestarian lingkungannya dan mengenal lebih jauh manfaat keberadaan flora dan fauna. Selain itu, membantu rehabilitasi Owa Jawa ini lebih baik dimasa-masa mendatang.

"Hal -hal terkecil saja dulu kita sampaikan sebagai wujud pelestarian Owa apa yang terdekat yang bisa kita lakukan," paparnya.

CSR Staff PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field, Minanti Putri mengatakan, Primata Monogami ini memang tidak ada di Karawang dan Subang, tetapi alasan pihaknya mengarahkan penyuluhan Owa Jawa ini sebagai  bagian rangkaian kerjasama bersama Yayasan Owa Jawa. Dengan cara sosialisasi ini, publikasai dan pelestarian, maka Owa Jawa bisa dipahami semua pelajar secara konservasi,  rehabilitasi maupun abituasnya. 

Pertamina EP sengaja mengarahkan edukasi ini di 4 sekolah Karawang dan 4 di sekolah Subang, karena siswa merupakan agen perubahan yang terdidik yang bisa berefek pada kelingkungan sekitar baik saat ini, maupun dimasa mendatang, sehingga kapan pun dan dimana pun orang akan semakin sadar melestarikan Owa Jawa, karena Primata ini menjadi indikator hutan sehat. 

"Apalagi, kalau binatang ini punah, maka binatang lainya akan rusak sehingga bisa menggangu keseimbangan ekosistem di hutan. Kita sosialisasikan Owa Jawa ini di wilayah kerja kita," ujarnya.

Hasil dari penyuluhan ini, selain dibekali materi, visual, brosur dan komunikasi dua arah, para siswa juga di arahkan agar bisa tanggap jika melihat Owa yang dipelihara masyarakat, yaitu dengan melapor ke relawan di Yayasan Owa, kepolisian atau Dinas Lingkungan Hidup setempat. 

Primata ini, dalam suatu keluarga monogami yang rata-rata melahirkan bayi setelah dikandung selama 220 hari, bahkan sampai usia 3-4 bulan, bayi Owa tetap melekat di perut induknya sebelum mencari pasangannya di wilayah teritorialnya. Tak heran, selain terancam punah, Primata ini juga memang lambat perkembangbiakannya.

"Kalau lihat Owa, segera lapor ke pihak terkait, jangan ikut-ikutan memelihara," tandas Minarti. (rls/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -