Berita Terkini

Premium Tercampur Air, Konsumen Lapor Polisi

CIKAMPEK, KarawangNews.com - Sebuah SPBU di Jalan Interchange Tol Kalihurip, Dawuan, Kecamatan Cikampek disegel polisi sektor Cikampek, itu setelah polisi mendapat laporan dari sejumlah konsumen SPBU yang kendaraanya mogok usai mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium di SPBU tersebut. Kemudian polisi langsung mendatangi SPBU itu,  Senin (29/7/2013) dan langsung memasang 'police line'. Setelah diselidiki, tanki BBM di SPBU ini tercampur air.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cikampek, 'police line' ini dipasang agar tidak ada lagi kendaraan yang mogok setelah mengisi BBM di SPBU ini, karena kelalaian pengelola SPBU yang menyebabkan tanki BBM jenis premium tercampur air dan mengakibatkan sejumlah pengendara yang mengisi BBM di SPBU ini mogok dan mengalami kerusakan mesin.

Sementara, dari hasil pemeriksaan polisi yang diperoleh dari pengelola SPBU dan sejumlah korban ini, peristiwa tercampurnya BBM jenis premium ini murni kelalain pengelola dan tidak ada unsur kesengajaan, karena kondisi tangki bawah tanah premium yang seharus tidak terawat. Minimnya perawatan ini menyebabkan penguapan di dalam tangki, sehingga air masuk dan tercampur ke dalam tangki tersebut.

Kendati begitu, akibat peristiwa ini pengelola terancam  terkena sangsi undang-undang perlindungan konsumen yakni Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 dengan ancaman sanksi  berupa  teguran hingga ganti rugi kepada konsumen yang menjadi korban. (aw)

Deden Menaruh Perhatian Pada Yatim dan Ponpes

CILAMAYA, KarawangNews.com - Di bulan Ramadhan ini, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jabar, H. Deden Darmansah berkesempatan berbagi suka dengan anak yatim di Ponpes Mutiara Mantap, Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, Selasa (30/7/2013) sore. Acara santunan ini dipadukan dengan buka puasa bersama ratusan warga setempat.

"Kita ingin berbagi suka dengan anak yatim di sekitar Desa Cikalong dalam bentuk berbuka puasa, karena anak yatim di desa ini cukup banyak dan perlu perhatian. Jangankan di ditelantarkan, menghardik anak yatim saja sama mendustakan agama," kata Deden.

Diungkapkan Deden, reses ini diharap bisa membawa perubahan kepada masyarakat, diantaranya mengenai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di pedesaan, diantaranya fasilitas ponpes ini.

Pimpinan Ponpes Mutiara Mantap, H. Nasir (50) mengatakan, sebelumnya ponpes ini telah mendapat bantuan dari Deden Darmansah, anggaran tersebut telah dibangun untuk mushola dan mebeler kelas ponpes. Kendati begitu, ponpes yang berdiri tahun 1997 ini masih minim fasilitas, diantaranya ruang kelas baru dan perbaikan gedung yang sudah ada.

"Ponpes ini memiliki ratusan santri kalong (tidak mondok, red). Selama ini kita masih kurang fasilitas dan banyak yang belum kita miliki untuk sarana mengajar kepada santri," ucapnya. (spn)

Pasar Cikampek Bakal Macet Saat Mudik Ramai

CIKAMPEK, KarawangNew.com - Pantauan Selasa (30/7/2013), kondisi jalan sekitar Pasar Cikampek yang dijadikan jalur pengalihan arus mudik lebaran dari arah Tol Cikopo yang melintas ke Simpang Mutiara masih semerawut, puluhan lapak PKL (Pedagang Kaki Lima) masih belum ditertibkan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang sekitar H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1434 Hijriyah.

Rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang yang akan menertibkan sementara lapak PKL selama arus mudik dan arus balik yang melintasi Cikampek masih belum dilaksanakan. Mengingat Pasar Cikampek  biasanya dijadikan jalur pengalihan kendaraan roda empt dari arah Gerbang Tol Cikampek menuju Pantura. Hingga kini, puluhan lapak PKL yang menutupi bahu jalan masih bertengger. (aw)

Satpol PP Pasang Baliho Cabub, Warga Pabuaran Marah

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan warga Pabuaran , Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang mendatangi kantor kecamatan, Selasa (30/7/2013), kedatangan mereka ini untuk meminta penjelasan terkait adanya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan yang memasang baligo salah satu calon bupati Subang di setiap desa di kecamatan tersebut.

Dalam aksinya, warga meminta camat Pabuaran untuk memberikan keterangan terkait anggotanya yang bebas memasang baligho salah satu calon bupati dan wakil bupati Subang periode 2013-2018 di setiap desa di Kecamatan Pabuaran.

Warga menilai camat dan sekmat Pabuaran telah interpensi terhadap anak buahnya untuk mendukung salah satu calon bupati Subang dengan cara pemasangan baligo calon tersebut di setiap desa.

Pada aksi ini, warga sempat bersi tegang dengan salah satu anggota DPRD Subang dari fraksi Golkar, karena warga menilai anggota DPRD tersebut tidak berhak untuk memberikan keterangan terkait adanya anggota Satpol PP kecamatan yang memasang baligo atas intruksi sekmat Pabuaran.

Menurut  warga, pemasangan baligo calon bupati Subang incumbent ini dinilai menyalahi aturan dengan tidak adanya netralitas sebagai PNS. Diakui warga, jika camat dan sekmat tidak meminta maaf kepada warga pabuaran terkait adanya interpensi terhadap calon bupati Subang, mereka  mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. (aw)

H. Jazs: Jadi Bupati Urusan Nanti, Sekarang PKB Harus Besar

RENGASDENGKLOK, KarawangNews.com - Nyalon bupati atau tidak itu urusan nanti, sekarang bagaimana caranya PKB di Karawang besar. Demikian kata Ketua DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) di acara 'ngadu bako' di Dusun Warudoyong Selatan, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.

Isu H. Jazs nyalon Bupati Karawang bukan rahasia publik, seluruh masyarakat Karawang sudah mengetahuinya, bahkan tak sedikit warga yang simpatik dan bersedia mendukungnya pada Pemilukada tahun 2015 nanti. Namun begitu, Jazs tetap berkeyakinan PKB akan menjadi partai besar di Karawang, sehingga dia bisa mencalonkan bupati, mengingat syarat partai bisa mencalonkan bupati minimal memiliki 8 kursi di DPRD kabupaten.

Diakuinya, kemenangan Pemilu tahun 2014 akan menentukan nasibnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang tahun 2015. Saat ini, Jazs fokus penuh mengangkat semua caleg-calegnya agar bisa meraih simpati masyarakat dan mendapat suara terbanyak dibanding caleg dari partai lain.

Diakuinya, persaingan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 sangat ketat, semua calegnya diminta untuk memaksimalkan kekuatan, meraih simpati dan bukan sekedar tebar pesona, bersungguh-sungguh akan menjadi wakil rakyat yang amanah.

Acara 'ngadu bako' di kediaman caleg PKB, Anwar Hilmi ini dihadiri simpatisan PKB juga dari partai lain. Pada kesempatan itu, H. Jazs memaparkan konsep membangun Karawang yang pro rakyat, karena sudah semestinya kepala daerah dekat dengan rakyat.

"Jika bupatinya mau 'nimbrung ngariung' bareng warga, kemudian ada komunikasi langsung warga dengan bupati, masa sih pembangunan infrastruktur di kabupaten ini tidak selesai," kata H. Jazs. (spn)

Jersey Lovers di Karawang Mulai Tumbuh

KARAWANG, KarawangNews.com - ‪Bagai sayur tanpa garam jika gemar sepak bola, tapi tidak punya merchandise atau pernak-pernik klub favorite, diantaranya jersey atau seragam pemain sepak bola sebagai identitas klub kebanggan. Nah, berbicara mengenai mengumpulkan jersey, ternyata ada komunitas yang berisikan para kolektor jersey, mereka adalah komunitas Jersey Forumotion Karawang (JFK).

JFK berdiri pada 4 Agustus 2012, dibentuknya komunitas ini untuk mengumpulkan para pemburu jersey original di Kota Pangkal Perjuangan Karawang ini. Bahkan beberapa anggota JFK ini mengaku tidak memperdulikan berapa harga jersey original tersebut, yang terpenting adalah kepuasan batin. Komunitas JFK yang baru berdiri setahun ini ingin lebih eksis lagi. Beberapa waktu lalu kolektor jersey original ini sempat mengadakan gathering yang ke-4 di salah satu mall Karawang dengan semua anggotanya.

"Awalnya sih hanya iseng saja pengen ngumpulin orang yang suka koleksi jersey original, tapi lama kelamaan anggotanya semakin banyak. Dari pada nongkrong yang tidak jelas, lebih baik membuat komunitas yang sifatnya positif," kata Abadi Siswanto Adminstrator JFK, Senin (29/7/2013).

Pecinta jersey sebenarnya bukan pertama ini ada di Karawang, JFK juga mengikuti dari kota-kota besar lainnya, terutama Jakarta yang menjadi pusat pecinta jersey original ini.

JFK juga tidak membatasi pecinta klub sepak bola mana saja yang mau bergabung. Baik klub, timnas atau klub lokal di Indonesia boleh bergabung, tapi yang terpenting saat berkumpul nanti jangan saling mencela klub-klub lain.

"Siapa saja boleh gabung, syaratnya hanya punya jersey asli. Jersey imitasi atau palsu dilarang gabung," cetusnya.

Peraturan ini tentu bukannya tanpa sebab, mereka menganggap dengan menggunakan produk asli dan bukan imitasi merupakan salah satu bentuk kecintaan mereka terhadap klub yang mereka idolakan. Bahkan, komunitas ini kedepannya ingin menyadarkan masyarakat Karawang yang masih mengoleksi jersey palsu alias KW untuk beralih mengoleksi yang original.

"Intinya kami ingin memasyarakatkan jersey dan menjerseykan masyarakat," kata dia.

Hal senada diungkapkan administrator JFK lainnya, Fajar Hahihuw, menurut dia, Jersey Forumotion Karawang memang lebih mengedepankan fashion, karena ciri dari komunitas ini yaitu ingin terlihat 'eye catching' dan berwarna.

"Ya, kami ingin dilihat menarik dan oke. Jadi saat ngumpul wajib mengenakan koleksi jersey originalnya saat bertatap muka" tukasnya.

Selain saling berbagai info tentang jersey, komunitas ini pun kerap pula mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari 'gathering' hingga kegiatan bermain futsal bersama. Nah serunya lagi, ketika mereka berkumpul bersama, orang-orang yang berbeda idola tim sepakbola ini justru sangat akur dan tidak saling menjatuhkan tim lain.

Saat ini keanggotaan JFK baru berjumlah 24 orang dengan berbagai macam gender klub, tapi dia berkeyakinan kedepan komunitas ini bisa lebih besar dan dapat diterima oleh masyarakat Karawang. Kata dia, JFK ini jangan dijadikan sebagai ajang pamer para pecinta jersey, tetapi sebagai ajang silaturahmi.

"Biasanya setiap kami berkumpul, kami saling tukar pikiran bagaimana merawat dan membeli atau mengetahui jersey original. Saya harap komunitas ini juga dijadikan sebagai ajang silaturhami dan bermanfaat bagi masyarakat banyak," ucapnya. (ggn)

Konflik Pasar Cikampek Harus Dibawa ke Gedung Sate

Deden Darmansah bersama Lesi Anggraeni (kanan) dan para pedagang Pasar Cikampek.
CIKAMPEK, KarawangNews.com – Penanganan masalah Pasar di Cikampek perlu difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena selama ini Pemkab Karawang tidak bisa menyelesaikannya. Demikian kata Anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, H Deden Darmansah pada acara resesnya di Pasar Cikampek, Senin (29/7/2013) sore. Persoalan Pasar Cikampek ini lebih kepada perdata, tidak ada gugat menggugat, jadi penyelesaiannya lebih baik dimusyawarahkan.

"Kami akan meminta gubernur untuk menyelesaikan sengekta ini, mengingat Pemkab Karawang terlalu hati-hati. Sebenarnya ini persoalan mudah, tetapi kenapa harus berlarut-larut (bertahun –tahun, red). Kita akan bawa masalah ini ke Gedung Sate (Bandung, red), disana kita musyawarahkan kembali," kata Deden.

Dia menyayangkan, Pemkab Karawang meminjamkan HPL ke pihak lain yang semakin memperuncing persoalan ini. Untuk itu, dia meminta Pemkab segera mengambil kembali HPL (Hak Pengelolaan Lahan) Pasar Cikampek untuk diajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) agar segera dibuatkan HGB (Hak Guna Bangunan) induk untuk pasar ini.  Mengingat, sampai sekarang pedagang di pasar ini tidak punya legalitas karena HGB-nya belum keluar.

"Ambil lagi HPL, terus segera buat HGB induk, lalu bikin HGB per kios, karena kasihan pedagang tak memiliki legalitas," ucapnya, dihadapan perwakilan Pemkab Karawang dan juga Direktur Utama PT Aditya Laksana Sejahtera (ALS).

Pada reses ini hadir Kabag Kerjasama Dalam Negeri Pemprov Jawa Barat, Lesi Anggraeni yang sengaa diundang Deden. Diakui Lesi, dia baru mengetahui persoalan yang ada di Pasar Cikampek 1 ini, meski persoalan ini terbilang sudah lama. Dia juga mengaku prihatin dengan persoalan yang ada di pasar ini. Untuk itu, dia akan segera mengambil tindakan memfasilitasi penyelesaian masalah ini.

"Saya sangat merasakan apa yang dirasakan pedagang, kami akan membantu memfasilitasi menyelesaikan persoalan yang ada disini, karena kami memiliki kewenangan untuk itu," terangnya.

Dia juga meminta, Pemkab Karawang harus netral dan tidak masuk pada konflik internal PT. ALS. Namun demikian, lanjut Lesi, dia tak bisa memberikan tenggat waktu penyelesaiannya. Direncanakan, setelah Idul Fitri pihaknya akan memanggil Pemkab Karawang, pedagang dan pengelola pasar untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

"Untuk waktunya saya belum bisa bicara kapan, tapi secepatnya saya akan panggil pihak-pihak terkait. Soalnya sekarang nanti kepotong lebaran, nanti setelah lebaran baru kita panggil," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Cikampek 1 Bersatu (IPPTU) H. Asep Rukmana meminta,  rencana penyelesaian pasar tak hanya sekedar rencana tapi ada tindakan nyata, karena selama ini pedagang sudah sangat menderita. Dia meminta hak-hak pedagang segera dipenuhi.

"Utamanya soal SHGB dan juga penataan pasar, yang tadinya tempat parkir harus jadi tempat parkir jangan dijadikan tempat berjualan. Kami meminta hasil pertemuan sekarang direalisasikan, tidak hanya sebatas bicara saja," tandasnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Karawang, H Dede Sugiman menyambut baik rencana Pemprov Jabar ini, dia siap dipanggil kapan pun untuk memberikan keterangan soal Pasar Cikampek 1. Selama ini, lanjutnya, Pemkab Karawang tak akan tinggal diam, tapi terus berupaya menyelesaikan persoalan ini.

"Bahkan saya sudah berikan somasi pada PT. ALS, selama ini Pemkab tak tinggal diam. Saya juga ingin masalah ini segera selesai," pungkasnya.

Diketahui, seperti diansir Antara Senin (22/10/2012) lalu Pemkab Karawang telah menyerahkan HPL Pasar Cikampek I kepada pihak PT Aditya Laksana Sejahtera pimpinan Henny Haddade setelah beberapa lama mengalami dualisme pengelolaan pasar.Penyerahan HPL Pasar Cikampek I yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cikampek tersebut dilakukan oleh Asisten Daerah I Pemkab Karawang, Darnawi, di Pemkab Karawang.

Direktur Utama PT Aditya Laksana Sejahtera, Henny Haddade  mengatakan, penyerahan HPL itu dilaksanakan setelah semua persyaratan yang harus dibereskan pihak ALS sudah selesai dipenuhi.

"Pengelolaan Pasar Cikampek I memang sudah selayaknya kami dikelola, karena kami memang merupakan manajemen yang sah, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada," kata dia.

Terkait diterbitkannya HPL, pihaknya merasa bersyukur, karena untuk mendapatkan itu, manajemen sudah menempuhnya dengan waktu yang sangat panjang, bahkan diwarnai dengan berbagai macam konflik.

Pengacara PT Aditya Laksana Sejahtera, Martin SH, mengatakan, setelah diterbitkannya HPL dan izin lokasi, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu terhadap pedagang pasar bahwa pengelola yang sah PT Aditya Laksana Sejahtera merupakan kliennya. Ia mengaku akan melayangkan somasi terhadap pengelola PT Aditya Laksana Sejahtera yang lama yang  mengatasnamakan sebagai jajaran PT Aditya Laksana Sejahtera, Hariawan Haddade. (spn/net)

PKBM Harus Tolak yang Minta Ijazah Paket C

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Karawang, Amid Mulyana menegaskan, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) agar tidak menerima calon peserta didik yang sekonyong-konyong ingin punya ijazah Paket C atau setara SMA, padahal dia baru memiliki ijazah SD.

"Untuk itu, ini harus dipahami pengelola PKBM untuk menolak hal itu. Mari sama-sama membangun sambil berbenah pendidikan di Karawang," ucapnya, kepada pengurus PKBM yang hadir dalam rapat Forum PKBM di kantornya, Senin (29/7/2013) siang.

Kata Amid, ada keinginan dan mimpi Dinas Pendidikan Karawang untuk mengubah paradigma terkait dengan ujian kesetaraan dan pendidikan kesetaraan yang masih dipandang sebelah mata, maka tahun ini PKBM harus lebih selektif menerima siswa baru, harus sesuai paraturan.

Sementara itu, mengenai bantuan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kepada PKBM se-Kabupaten Karawang, Amid meminta pengurus PKBM memilah kebutuhan PKBM yang realistis, karena ini dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, bantuan APBN ini harus dibedah agar tepat sesuai kebutuhan.

"Pilih-pilah yang memungkinkan untuk PKBM, jangan memaksakan," kata Amid. (spn)

Karawang Siapkan Formula Penanganan Sampah

KARAWANG, KarawangNews.com -Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya dan Pertamanan Karawang, Ridwan Salam menyatakan, sudah mengantongi formula jitu untuk menangani soal sampah. Ia menyebutkan obat untuk memberesi sampah tersebut, bahkan bisa memberdayakan masyarakat sebagai pelaku sosial mandiri.

"Sekarang ini, sudah dijalankan di dua tempat, tepatnya Sukaluyu Telukjambe dan Cikampek. Kami sepakat, ini pun bisa diteruskan di wilayah lainnya untuk menangani masalah sampah yang tepat guna," kata Ridwan, Minggu (29/7/2013).

Kata dia, pemberdayaan sampah agar tepat guna ini persisnya dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi pendapatan masyarakat, ini mulai dijalankan di wilayah Kelurahan Karawang Wetan. Pria yang mantan Kabid Pemdes Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMPD) itu pun meyakini upaya ini sederhana, tetapi bernilai tinggi. Itu secara bertahap akan merubah stigma masyarakat tentang sampah menjadi sebuah bahan penghasilan.

"Jadi, kalau digambarkan, formula penanganan sampah itu nantinya melewati tahapan sortir oleh para pelakunya. Mereka akan memilah berbagai jenis sampah di lingkup tinggalnya yang sudah dikolektif petugas untuk dipilah dan kemudian diteruskan sebagai bahan jual sebagai penghasilan rutin," bebernya.

Disinggung apakah itu berlaku efektif secara keseluruhan, Ridwan menyampaikan, hal tersebut cukup efektif efisien saat ini. Apalagi TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) yang berlokasi di Kecamatan Telukjambe juga belum dioperasikan, tak terkecuali TPAS di Jalupang Cikampek yang 'over load'. Jadi, lewat upaya itulah penanganan sampah bisa terakumulatif sedikit demi sedikit pemberesannya.

"Saya yakin, setelah itu dilakukan ada kepercayaan masyarakat kalau memang sampah itu juga punya nilai ekonomis tinggi," sebutnya. (if)

Wakil Menteri Naik Motor Tinjau Jalur Mudik

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono naik motor memantau jalur alternatif mudik sepeda motor di Kabupaten Karawang, Minggu (28/7/2013) malam. Bambang sengaja pantau jalan dengan membonceng motor agar bisa merasakan akses jalan yang dilewati benar-benar sudah layak untuk dilintasi para pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah melalui jalur Karawang ini.

Pada pemantauan ini, Bambang didampingi Dirjen Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso, serta Dinas Perhubungan Karawang. Pemantauan ini dilakukan sepanjang 30 kilo meter dari Tanjungpura melewati Telagasari kemudian tekuk kanan menuju Jatisari. Dalam sidak ini, wakil menteri menyatakan jalur alternatif sepeda motor terpantau masih banyak kekurangan, selian jalan bergelombang juga minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur tersebut.

Selain mengecek persiapan jalan dan PJU, wakil menteri memantau persiapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Telagasari dan Posko Kesehatan di daerah Lemah Abang Wadas. Sedangkan untuk mengurangi kecelakaan akibat banyaknya pertigaan jalan, wakil menteri memerintahkan agar jalur alternatif sepeda motor ini setiap seratus meter disediakan petugas keamanan dan posko kesehatan. (usm)

Dinkes Temukan Banyak Makanan Tak Layak Makan

KARAWANG, KarawangNews.com - Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Perternakan, juga Dinas Perikanan dan Kelautan gelar sidak sejumlah makanan yang banyak dikonsumi warga saat puasa dan lebaran, seperti kolang-kaling, cincau, tahu dan kerupuk.

Sementara, hasil sidak yang dilakukan Senin (29/7/2013) siang di Pasar Johar ditemukan sejumlah makanan mengandung pewarna yang membahayakan konsumen. Seperti dipaparkan oleh Kasi Pengawasan Makanan dan Minuman Dinkes Karawang, Moh. Alwi, pihaknya melakukan sidak ke sejumlah pasar di Karawang selama sepekan ini.

Sementara itu, pengakuan warga, Sukinah (40) yang sedang belanja di Pasar Johar, selama puasa hingga lebaran ini dia berhati-hati, mengingat makanan berpengawet bahkan kadaluarsa biasanya dikeluarkan oleh pedagang nakal.

"Tapi saya belum tahu mana makanan yang berpengawet, makanya pemerintah harus mengawasi makanan di pasar. Selama puasa ini saya jarang mengkonsumsi makanan dengan pewarna," akunya, berusaha mengindari makanan yang mengandung zat berbahaya. (spn)

Caleg DPR RI, Jana Sjamsiah Sebar Sembako

KARAWANG, KarawangNews.com - Calon anggota DPR  RI Dapil Jabar VII Partai Amanat Nasional, Jana Sjamsiah nomor urut dua menyebarkan sembako kepada masyarakat Karawang.  Tebar sembako ini merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat Karawang.

“Berbagai titik akan saya tebar sembako kepada masyarakat ini, khususnya bagi masyakat yang membutuhkan, supaya merasa terbantu,” ungkapnya, Minggu (28/7/2013).

Dia merencanakan pembagian sembako ini akan dilaksanakan H-7 menjelang hari Raya Idul Fitri, mengingat pada H-7 harga sembako di pasar dipastikan melonjak naik dengan harga yang cukup tinggi. Untuk itu, ia akan bertindak membatu masyarakat dengan membagikan sembako tersebut.

“Mendekati hari raya harga akan melonjak naik, tentunya masyarakat kecil banyak yang tidak bisa membeli sembako di pasar, maka saya akan menebar sembako pas mendekati hari raya,” ucapnya.

Kata dia, tebar sembako yang akan dilaksanakannya ini merupakan bentuk pengabdian kepada rakyat. Sebab, masyarakat membutuhkan perhatian serius dari figur pemimpinnya secara nyata. Ia akan menebar sambako langsung kepada masyakat, karena dia khawatir jika pembagiannya dikoordinir pihak lain akan banyak hak masyarakat yang diselewangkan.

Selain membagikan sembako, di hadapan penerima sembakonya, ia akan menampung segala keluhan dan masukan dari masyarakat Karawang untuk dijadikan program kelak ketika dia terpilih menjadi anggota DPR RI.

“Saya akan banyak berkomunikasi dengan masyarakat, keinginan mereka seperti apa dan bagaimana, kemudian jika saya  dipercaya menduduki kursi DPR RI maka keinginan masyarakat itu bisa saya realisasikan,” tambahnya.

Sementara itu, relawan  Caleg Jana, Akbar menyatakan, pembagian sembako ini sekaligus Tunjangan Hari Raya (THR) kepada  masyarakat, terutama bagi masyarakat tidak mampu, karena banyak masyarakat yang membutuhkannya saat mendekati Idul Fitri.

“Saya berharap, masyarakat dan kami dapat bersinergi untuk meningkatkan kemajuan bersama,” jelasnya. (spn)

Saan Mustopa Gelar Buka Puasa Bareng Alumni

RENGASDENGKLOK, KarawangNews.com - Ketua Alumni SMAN 1 Rengadengklok juga Anggota DPR RI Saan Mustopa gelar acara silaturahi dan buka puasa bersama alumni dari angkatan tahun 1984-2013, Minggu (28/7/2013) sore di sekolah tersebut. Silaturahmi alumni sekolah ini terus dipupuk Saan Mustopa untuk lebih mengikat tali silaturahmi keluarga besar alumni SMAN 1 Rengasdengklok.

"Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita mendapat keberkahan dari Allah SWT, kita bisa bernoslagia dan saling berbagi pengalaman dengan sahabat," kata Saan, kepada ratusan alumni yang hadir di acara itu.

Dia bercerita, sejak sekolah SMA, tak pernah terpikir akan menjadi seorang politikus, dia hanya bercit-cita menjadi seorang guru. Namun setelah kuliah dan menjadi aktivis kampus, Saan yang lulusan SMAN 1 Rengasdengklok tahun 1986 ini menjadi politikus tulen dan kini menjabat pula Wakil Sekjen DPP Demokrat.

Kata dia, silaturahmi para alumni SMAN 1 Rengasdengklok ini akan terus dijaga dan dia akan menggelar reuni akbar setiap tahun untuk lebih mempererat tali kekeluargaan alumni sekolah ini. (spn)

Dua Kontainer Adu Domba dan Terbakar, 1 SopirTewas

SUBANG, KarawangNews.com - Dua kontainer adu domba di jalan Pantura, Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jumat (26/7/2013) pukul 06.00 WIB, akibatnya satu kontainer terbakar dan memanggang sopir truk hingga tewas. Sedangkan tiga korban lainnya berhasil selamat dengan luka berat.

Kejadian bermula, truk kontainer dari arah Jakarta bernomor polisi B 9673 QZ  yang dikemudikan oleh Kanoto dan kernet Imam meluncur dengan kecepatan tinggi. Kemudian kontainer itu menyeberang median jalan dan bertabrakan dengan truk kontainer bernomor polisi B 9006 EZ dari arah Cirebon dengan kecepatan tinggi pula. Dalam kejadian ini kedua truk itu sempat terbakar, Karnoto dan Imam berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api, tetapi sopir truk dari Cirebon diduga tergencet dan terbakar, sedangkan kernetnya bernama Endot lolos dari maut.

Identitas sopir yang terbakar belum diketahui, karena Edot belum mampu bicara akibat shock melihat rekan kerjanya tewas mengenaskan. Diduga, Kanoto ngantuk saat mengemudi dan menyebabkan kendaraan yang dikemudikannya oleng dan menyeberang median jalan ke jalur berlawanan. Sementara, ketiga korban selamat itu masih diperiksa polisi Subang. (aw/tinjau)

Jembatan Cikampek Disuntik Cor Beton

CIKAMPEK, KarawangNews.com - Jelang mudik Idul Fitri 1434 H, sejumlah jalan utama maupun jalan alternatif di Karawang masih dalam perbaikan. Salah satu jalan yang sedang diperbaiki yaitu flay over Cikampek, jembatan di Pasar Cikampek ini merupakan jalur alternatif saat gerbang tol utama Cikampek padat. Jalan ini merupakan akses utama menuju Pantura Subang dan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pantauan wartawan, Sabtu (27/6/2013) siang, jembatan fly over Cikampek ini rusak akibat amblas dan bergoyang saat dilintasi kendaraan besar, beberapa hari kemarin jembatan itu disuntik cairan beton Dinas Bina Marga untuk menambah kepadatan badan jalan jembatan, setidaknya cairan beton itu bisa mengurangi getaran saat jembatan dilintasi oleh para pemudik. (aw)

Waria Tua di Kutawaluya Dirampok dan Dibunuh

KARAWANG, KarawangNews.com - Seorang waria warga Dusun Bedeng, Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya ditemukan tewas di
rumahnya dengan sejumlah luka tusukan dan luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya, Jumat (26/7/2013) siang. Diduga, waria bernama Rodin alias Ijah (55) korban perampokan, karena sejumlah barang berharga miliknya hilang.

Diceritakan warga setempat, korban pertama ditemukan keponakannya, dia curiga seharian korban tidak keluar rumah dan tidak membalas SMS ponselnya. Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku, sedangkan kondisi pintu rumah sudah terbuka dan sejumlah hartanya raib, seperti sepeda motor dan handphone.

"Setelah melihat Jiah tidak bernyawa, keponakannya itu langsung lari melaporkan kejadian itu saya," kata Arlan, Ketua RT setempat.

Kemudian, laporan itu diteruskan ke Polsek Rengasdengklok, lalu korban dibawa ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Karawang untuk diotopsi, sedangkan polisi masih menyelidiki dan mengembangkan penelidikan untuk mengejar pelaku yang buron. (aw)

H. Jazs Mengayuh Becak Untuk Cak Imin

KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPC PKB Karawang, H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) mengayuh becak untuk Ketua DPP PKB, H. Muhaimin Iskandar M.Si sejauh 2 km dari GOR Panatayuda menuju Masjid Al Jihad Karawang, Jumat (26/7/2013) sore pada acara Safari Ramadhan PKB. Kayuhan becak H. Jazs ini bisa saja mengandung makna perjuangannya untuk Muhaimin, H. Jazs berusaha mengayuh partainya ini untuk bisa meraih 9 kursi di DPRD kabupaten. Mengingat, kemenangan H. Jazs juga menjadi penentu kemenangan suara PKB di Jawa Barat dan Banten sebagai syarat pasangan Muhaimin dan Roma Irama maju menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Sejak April hingga Juli 2013 ini, H. Jazs sudah keliling ke 30 desa se-kabupaten, mengayuh silaturahmi dengan masyarakat luas, dari kota hingga pelosok desa, bahkan ke pedesaan lebih pelosok lagi yang jarang dijamah pejabat eksekutif maupun legislatif. Silaturahmi H. Jazs yang disebut sebagai 'ngadu bako' ini meminta masyarakat Karawang memberi kesempatan kepada PKB untuk menang pada Pemilu 2014 mendatang. Jazs mentargetkan minimal 8 kursi di DPRD kabupaten dari 4 kursi yang sudah diraih pada Pemilu tahun lalu.

"Ketika Partai Golkar dan PDI Perjuangan pernah menang di Kabupaten Karawang, maka ijinkan pada Pemilu 2014 nanti PKB akan meraih kemenangan di kabupaten ini dan tahun 2015 saya akan maju nyalon sebagai Bupati Karawang," ungkap H. Jazs.

Niat H. Jazs diamini Muhaimin, dia memberi restu rencana H. Jazs nyalon jadi Bupati Karawang tahun 2015, karena menangnya PKB di Karawang yang dikayuh ketua DPC-nya, akan menambah suara kemenangan PKB di Provinsi Jawa Barat dan Banten, sebagai syarat Roma Irama dan Muhaimin maju ke Pemilihan Presiden RI. Muhaimin atau sering disapa Cak Imin meminta partai PKB di Kabupaten Karawang bisa lebih kuat. Untuk itu, silaturahmi dan menjalin kekeluargaan sangat diperlukan untuk menyatukan suara rakyat menjadi suara PKB.

“Jika PKB di Jawa Barat dan Banten menang, Rhoma Irama akan menjadi calon Presiden RI,” kata Muhaimin, dihadapan ribuan kader PKB Karawang yang hadir di Masjid Al Jihad. (spn)

Bocah 5 Tahun Asal Bekasi Terlunta di Pasar Johar

Rafli saat tertidur pulas di Sekretariat Zhadoel menunggu kedatangan orang tuanya.
KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah sehari hilang, bocah bernama Rafli usia 5 tahun akhirnya kembali ke pangkuan orang tuanya, Jumat (26/7/2013) pukul 16.00 WIB. Anak tunggal dari pasangan Muhtar dan Kia warga Desa Gebang, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi itu ditemukan tukang ojek di Pasar Johar, Karawang, Jumat (26/7/2013) pukul 01.00 WIB.

Setelah ditemukan terlunta sendiri di jalan raya Pasar Johar, tukang ojek setempat membawanya ke Polres Karawang, kemudian Jumat pukul 10.00 WIB anak hilang itu diserahkan ke Sispamdu Zhadoel untuk dicarikan alamat orang tuanya. Dengan kesigapan anggota Zhadoel melalui komunikasi radio HT (Handy Talky), alamat orang tua anak itu bisa diketahui pukul 12.30 WIB, ternyata Rafli terlantar dari Desa Gebang, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

"Kita tanya nama dia dan kedua orang tuanya, dari logatnya seperti dari seberang (Bekasi, red). Anak itu mengaku dari Gebang dan sering ke Pasar Cibarusah dengan orang tuanya. Dari keterangan itu dugaan kita semakin kuat anak ini dari Kecamatan Serang Baru, Bekasi," kata Bocung, anggota SAR Tagana, juga Sispamdu Zhadoel Karawang.

Diceritakan Bocung, sebelum anak itu dijemput kedua orang tuanya di Sekretariat Sispamdu Zhadoel Karawang pada Jumat sore, dia bersama anggota Zhadoel lainnya, M. Sutarji melakukan pencarian info anak hilang di daerah yang disebut-sebut bocah itu melalui radio HT dan kerabat. Tak lama kemudian, dari daerah Serang Baru diinformasikan ada orang tua yang kehilangan anaknya.

"Pengakuan anak ini, ada Om-om yang mengajaknya setelah dia main sepeda dengan teman-temannya," kata Sutarji.

Sementara itu, ibu Rafli, Kia menceritakan, keluarganya mulai cemas setelah anaknya tidak pulang sampai pukul 20.00 WIB pada Rabu (25/7/2013). Dia bersama keluarga melakukan pencarian dengan melibatkan warga sekampung, tetapi anak semata wayangnya itu tidak ditemukan.

"Saya senang anak saya ditemukan, kami sekeluarga sangat cemas," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, sedih campur bahagia bisa menemukan dan membawa anaknya kembali pulang. (spn)




Roma Irama Safari Ramadhan ke Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - DPP PKB bersafari Ramadhan keliling Jawa Barat-Banten dimulai 24 Juli lalu di kantor DPP PKB Jln. Raden Saleh Jakarta Pusat. Jumat (26/7/2013) giliran Karawang yang pertama dikunjungi se-Dapil 7 Jawa Barat, Safari Ramadhan ini langsung dilakukan Ketua DPP PKB H. Muhaimin Iskandar MS.I dan H. Roma Irama, keduanya merupakan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden RI.

Ketua DPC PKB Karawang, H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) menjelaskan kepada Muhaimin dan Roma Irama, DPC PKB Karawang sudah keliling ke 30 desa se-Kabupaten Karawang dan akan terus melakukan silaturahmi untuk menjaga kekeluargaan dan ukuwan Islamiyah.

Bahkan, dia membantu para calon legislatif DPRD Karawang dengan membuat bendera dan banner baliho termasuk kegiatan di masing-masing daerah pemilihan dengan anggaran yang dia bantu sebesar 50 persen.

"PKB, partai Karawang banget. Saya keliling ke 30 desa se-kabupaten disaat ketua-ketua partai lain diam di kantor mereka masing-masing. Ini untuk membesarkan PKB," kata H. Jazs.

Sementara itu, H. Muhaimin Iskandar MS.I, menyatakan, jika PKB bisa meraih suara terbanyak di Provinsi Jawa Barat dan Banten maka dia bersama H. Roma Irama akan maju pada Pemilihan Presiden tahun 2014 mendatang. Dengan begitu, Karawang pun menjadi penentu kemenangan tersebut.

Dengan begitu, DPP PKB melaksanakan Safari Ramadhan dimulai 24 Juli 2013 di kantor DPP, kemudian dilanjutkan bersafari ke Depok, Bogor, Cianjur, Bandung dan Karawang. Tujuan safari ini untuk membangun ukuwah persaudaraan dan persahabatan, tetapi yang terpenting yaitu mempererat tali kekeluargaan. Juga membangun persahabatan dan persaudaraan, melalui PKB ini persaudaraan harus kembali dibangkitkan, saling berbagi dan memberi, terlebih pada Ramadhan ini.

Ini cita-cita PKB, lanjutnya, berbagi bersama dan membangun juga menguatkan semangat Indonesia yang makmur dan sejahtera, ini harus diperjuangkan bersama-sama.

"Jika PKB menang tahun 2014, kita akan buktikan Karawang sejahtera, jika PKB menang di Jabar dan Banten, maka kita (Roma Irama-Muhamimin, red) bakal calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI," ujarnya.

Sementara, kandidat yang dijagokan calon Presiden RI dari PKB, H. Roma Irama menyatakan, Safari Romadhan ini untuk merajut ukuwah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Diiringi sambil bernyanyi, artis dangdur ini menjelaskan, Ramadhan ini adalah bulan rahmat, ampunan dan jaminan bebas dari api neraka.

"Dengan begitu, jangan ada yang saling mengkafirkan, yang penting adalah sahadatnya, apapun madhabnya itu saudara se-iman, maka jangan ada arogansi kelompok yang merasa paling benar dan mengkultus sendiri bakal masuk surga," kata Roma. (spn)







Toko Bahan Bangunan di Klari Terbakar

KARAWANG, KarawangNews.com - Toko Bahana Bangunan di Desa Klari, Kecamatan Klari terbakar, Rabu (24/7/2013), upaya sejumlah warga serta tigia unit pemadam kebakaran tidak mampu menyelematkan puluhan jenis bahan material bangunan yang terdapat dalam toko bangunan tersebut, karena material yang terbakar adalah tiner cat dan bahan kayu, sehingga api cepat membesar dan sulit dipadamkan. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, tetapi kerugikan ditaksir miliaran rupiah.

Diduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, karena sebelum terjadi kebakaran, listrik PLN padam dan ketika nyala lagi terjadi percikan api pada kabel listrik dan menyambar material di toko tersebut, ketika api mulai membesar karyawan toko yang ada di dalam langsung lari keluar menyelamatkan diri. (aw)

Bupati: Tidak Semua Jalan Tanggungjawab Pemkab

KARAWANG, KarawangNews.com - Banyak masyarakat yang tidak mengetahui seluruh jalan yang ada di Kabupaten Karawang tidak semuanya tanggung jawab Pemerintah Karawang, contoh jalan baru Klari-Tanjung Pura statusnya milik nasional, sehingga Pemkab hanya miliki tanggung jawab berkordinasi dengan pihak pusat untuk perbaiki.

"Bukan kami yang perbaiki, semisal jalan Interchange Karawang Barat, itu adalah jalan milik PT. Jasa Marga bukan milik Pemkab, segala kerusakan tanggungan PT. Jasa Marga. Meski begitu, kami memaklumi banyak warga protes jalan rusak, karena mungkin ketidak tahuan masyarakat," kata Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara di acara tarawih keliling, Rabu (24/7/2013) di Telukjambe Timur.

Kata dia, jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Karawang perlahan sesuai agenda dan kemampuan APBD kabupaten sedang tahap perbaikan. Diperkirakan 2 hingga 3 tahun kedepan akan semakin baik, karena untuk perbaikan jalan di Kabupaten Karawang butuh waktu, mengingat kondisi geografis jalan Karawang memiliki panjang hingga 1.500 kilo meter.

"Anggaran Rp 530 miliar untuk perbaikan jalan di Karawang sebetulnya sangat tinggi dibandingkan daerah lain, Karawang memiliki jalan sepanjang 1.500 kilo meter dan mungkin butuh anggaran hingga triliunan rupiah. Maka perlu waktu untuk mengerjakannya, jadi masyarakat harap sabar, pada saatnya nanti akan mendapat giliran perbaikan jalan hingga pelosok desa," ujarnya.

Dijelaskan bupati, dia bersama jajaran Pemkab Karawang selalu ingin melakukan yang terbaik untuk masyarakat, tetapi menggunakan APBD tidak mudah, perlu melalui mekanisme dan prosedur. (rls/spn)

Bupati Akhiri Tarling di Telukjambe Timur

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara mengakhiri tarawih keliling (Tarling) bulan Ramadhan 1434 H di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (24/7/2013). Tarling ini juga dijadikan momentum untuk silahturahmi bupati dengan para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat.

Di setiap tarling yang dihadiri, bupati memberi arahan kepada para pejabat pemerintahan yang hadir, agar komitmen serta konsisten memperhatikan kualitas pekerjaan pada porsi bidang yang di emban masing-masing, mereka harus konsisten menyelesaikan program di tiap OPD untuk bisa direalisasikan ke masyarakat. (rls)

Bupati Angkat 6 Fungsional Pertanian

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang mengangkat 6 orang untuk menempati posisi sebagai pejabat fungsional Penyuluh Pertanian, Analis Pasar Hasil Pertanian dan Pengawas Lingkungan Hidup, Rabu (24/7/2013) di Pemda Karawang. Penyerahan SK Pengangkatan kepada 6 pejabat fungsional tersebut dilakukan Plt. Sekretaris Daerah Karawang, Drs. H. Teddy Rusfendi Sutisna.

Menurut Teddy, kebijakan pengembangan organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang pada saat ini tengah diarahkan pada prinsip organisasi yang ramping struktur tetapi kaya fungsi. Dengan demikian, keseluruhan organisasi perangkat daerah dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta adaptif dalam upaya meningkatkan pelayanan publik.

"Kondisi ini turut didasari oleh adanya perubahan paradigma akan pengembangan karier PNS (Pegawai Negeri Sipil) dimasa yang akan datang, dimana arah pengembangan karier PNS tidak hanya difokuskan pada jabatan struktural saja, melainkan lebih difokuskan pada pengembangan berbagai jabatan fungsional," jelasnya.

Kata dia, diantara jabatan fungsional yang memiliki peran yang sangat strategis dan dibutuhkan di Kabupaten Karawang adalah jabatan fungsional penyuluh pertanian, analis pasar hasil pertanian, serta pengawas lingkungan. Sebagai daerah pertanian serta lumbung padi nasional dan Jawa Barat, pemerintah Kabupaten Karawang memerlukan sumber daya manusia yang unggul untuk meningkatkan produktifitas pertanian, serta membuka akses pasar terhadap komoditas pertanian yang dihasilkan.

Dengan dasar tersebut, lanjut Sekda, pemerintah daerah memiliki harapan yang sangat besar terhadap para penyuluh pertanian, dan analisis pasar hasil pertanian. Keberadaan para pejabat fungsional tersebut tentunya akan menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Karawang dan keberadaan sektor pertanian di dapat senantiasa berjalan seiring dengan perkembangan di sektor industri.

Di sisi lain, perkembangan industri yang sangat pesat di Kabupaten Karawang tidak hanya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, melainkan dapat turut mengancam kualitas lingkungan hidup. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama, sehingga dampak buruk perkembangan industri terhadap lingkungan hidup dapat diminimalisir dan dihindari.

Ini sejalan dengan misi kelima Kabupaten Karawang, yaitu 'Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup', keberadaan para pengawas lingkungan hidup akan turut menjadi salah satu faktor penentu terhadap keseimbangan dan pelestarian  lingkungan hidup di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Karawang, Drs. Harianto, MMm menjelaskan, PNS yang akan menerima SK Pengangkatan dalam jabatan fungsional sebanyak 6 orang ini terdiri dari pejabat fungsional penyuluh pertanian sebanyak 2 orang, pejabat fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian sebanyak 1 orang dan pejabat fungsional Pengawas Lingkungan Hidup sebanyak 3 orang. (rls)





THR di Subang Dibayar 12 Hari Sebelum Lebaran

SUBANG, KarawangNews.com - Tunjangan Hari Raya (THR) buruh di Subang akan dibayarkan 12 hari menjelang lebaran, sekitar tanggal 26 Juli 2013. Hal tersebut berarti lebih awal dari yang disarankan pemerintah.

Ketua Aliansi Pengusaha Indonesia (Apindo), Cahyadi SH, pembayaran THR akan dipercepat untuk memberikan keleluasaan para buruh supaya mereka bisa mempersiapkan segala keperluan lebaran. Terutama bagi buruh yang mau mudik ke kampung halamannya.

"Pokonya mayoritas perusahaan industri di Subang akan memberikan THR kepada karyawannya yaitu 12 hari menjelang lebaran atau sekitar tanggal 26 Juli 2013," kata Cahyadi, Selasa (22/7/2013).

Lebaran tahun ini, sambung dia, cuti untuk para buruh juga waktunya cukup panjang, karena rata-rata perusahaan mulai meliburkan karyawannya sejak 2 Agustus 2013 dan masuk kembali mulai 13-14 Agustus 2013.

"Meski libur lebaran waktunya lebih cepat dan cukup panjang, tapi tidak akan mempengaruhi persiapan untuk perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Saad Abdul Gani merinci, saat ini di Subang terdapat 107 perusahaan besar, juga 180 perusahan menengah dan 220 perusahan kecil dengan jumlah pekerja sebanyak 64 ribu.

"Saya sudah mengingatkan semua perusahaan yang ada di Subang, paling lambat THR itu harus dibayar pada H-7, karena aturannya sudah jelas," katanya.

Dia menjelaskan, untuk buruh masa kerja satu tahun ke atas wajib mendapatkan THR satu kali gaji dan yang masa kerjanya kurang setahun diserahkan sesuai kebijakan perusahaan.

"Aturannya sudah jelas, jika ada yang melanggar, pasti kami tindak sesuai Undang-undang,” tuturnya. (tinjau)

Tawuran Pelajar Marak Tak Terkendali

KARAWANG, KarawangNews.com - Tak jera meski sudah ada korban jiwa, tawuran pelajar SMK di bulan puasa ini terus terjadi. Selasa (23/7/2013) pukul 11.50 WIB, puluhan pelajar yang terlibat tawuran di lingkungan Karangpawitan, Karawang Barat dikejar polisi, tetapi polisi tidak menangkap satu pelajar pun kecuali dua unit motor milik mereka, diantaranya Yamaha Mio dan Suzuki FU.

Di waktu bersamaan, tak hanya di Karangpawitan, polisi pun membubarkan tawuran di Jalan Interchange Karawang Barat, tepatnya dekat show room Honda Kumala, di lokasi ini polisi berhasil meringkus satu pelajar yang jadi korban tawuran tersebut. Polisi langsung membawanya ke Polsek Telukjambe untuk diberi pengarahan dan hukuman setimpal bagi pelajar yang terlibat tawuran.

Selama bulan suci Ramadhan ini, tawuran dipastikan akan terus terjadi, mengingat para pelajar tidak memiliki jam penuh di sekolahnya selama bulan ini. (spn)

GMNI Karawang Gelar Pesantren Kilat Anak Jalanan

KARAWANG, KarawangNews.com - Berbagai kegiatan positif dalam mengisi ramadhan dilakukan semua kalangan, tak terkecuali kelompok mahasiswa yang tergabung Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang. Dalam mengisi Ramadhan 1434 H ini, organisasi mahasiswa ekstra kampus yang berhaluan nasionalis tersebut menggelar pesantren kilat anak jalanan. Diharapkan, dengan pesantren kilat anak jalanan tersebut, anak-anak jalanan memahami tentang implementasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Rencananya, selain mengadakan pesantren kilat anak jalanan, diakhir puncak acara pesantren kilat, GMNI Karawang akan menggelar dialog antar agama tentang keberagaman dan kebersamaan di bulan Ramadhan, kemudian akan dilanjutkan dengan kegiatan santunan dan saur 'on the road'.

Ketua Pelaksana Pesantren Kilat Anak Jalanan GMNI Karawang, Muhamad Januar mengatakan, pada dasarnya kegiatan pesantren kilat anak jalanan ini merupakan tindak lanjut atas advokasi GMNI Karawang selama ini kepada anak-anak jalanan yang ada di sekitar GOR, karena bukan hanya Ramadhan saja GMNI Karawang memberikan pendidikan kepada anak-anak jalanan, tetapi sering dilakukan pada di bulan-bulan selain Ramadhan, mengajar anak jalanan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap minggunya.

"Biasanya, 1 minggu 3 kali kami mengajar anak-anak jalanan tersebut setelah mereka pulang ngamen, memang biasanya dalam mengajar tersebut kebanyakan bobot materinya bersifat pengetahuan umum. Nah, untuk pesantren kilat ini, bobotnya lebih banyak kepada pemberian materi tentang nilai-nilai religius," ujarnya, Senin (22/7/2013).

Dia brharap 'out put' dari kegiatan pesantren kilat anak jalanan ini bisa menciptakan pola pikir anak jalanan yang bukan hanya cakap dalam penguasaan ilmu yang bersifat umum, tetapi mereka paham nilai-nilai religius, karena dunia jalanan rawan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada aktivitas negatif.

"Cakap ilmu pengetahuan tanpa didasari nilai-nilai keagamaan merupakan hal yang bahaya juga. Makanya kami bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan keagamaan di pesantren kilat kali ini. Jujur, ini merupakan tantangan bagi kami mendidik anak-anak jalanan, karena karakter mereka sangat keras dan susah untuk diarahkan. Tapi setelah berbulan-bulan, alhamdulillah perlahan setelah diberikan pemahaman banyak perubahan," tambahnya.

Ketua Umum DPC GMNI Karawang, Dian Suryana, S.P menambahkan, cinta kasih kepada sesama manusia termasuk kepada anak-anak jalanan merupakan ajaran yang harus diimplementasikan, terlebih di bulan Ramadhan kali ini, karena GMNI mengartikulasikan nasionalisme itu bukan hanya cinta bangsa dan negara saja, tetapi nasionalisme harus dipahami sebagaimana memanusiakan manusia seperti hakikatnya.

"Pesantren kilat anak jalanan ini, merupakan manifestasi atau perwujudan sifat nasionalisme di bulan Ramadhan, karena nasionalisme mengamanatkan cinta bangsa dan negara, juga memanusiakan manusia. Bagaimanapun anak-anak jalanan tersebut merupakan anak bangsa yang sudah sepatutnya diberikan haknya, Insya Allah bermanfaat," ujarnya. (spn)

Kapolres Larang Ormas Sweeping Sebelum Lapor Polisi

KARAWANG, KarawangNews.com - Kapolres Karawang AKBP Tubagus Ade Hidayat akan menindak tegas ormas atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang melakukan aksi sweeping sendiri tempat hiburan di bulan Ramadhan ini. Kapolres meminta, jika ada sweeping tempat maksiat oleh kelompok tertentu harus koordinasi dengan kepolisian, supaya niat baik menertibkan tempat maksiat tidak berujung pengrusakan dan anarkis.

“Jika ada tempat yang dicurigai sebagai tempat maksiat, silahkan laporkan kepada kami agar segera kami tindak, jangan main hakim sendiri. Ramadhan tidak dijadikan alasan untuk main hakim sendiri," kata Tubagus Ade Hidayat, kepada wartawan, Senin (22/7/2013).

Kata dia, memberantas tempat maksiat di bulan puasa ini jangan dijadikan alasan untuk bisa melanggar hukum, karena kepolisian pun siap mengamankan bulan suci Ramadhan ini bersama masyarakat, mengingat polisi pun butuh informasi dari masyarakat mengenai lokasi maksiat yang tidak diketahui oleh kepolisian.

"Kita memang tidak dapat menjangkau semua wilayah, tapi dapat dilakukan dengan masyarakat melapor ke polsek-polsek terdekat. Kita berharap tidak ada tindakan yang aneh-aneh," tandasnya. (spn)

Dinas Pendidikan Karawang Luncurkan Kurikulum 2013

KARAWANG, KarawangNews.com - Menindak lanjuti surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0128/MPK/KR/2013 tanggal 5 Juni 2013 tentang Implementasi kurikulum 2013, Pemerintah Kabupaten Karawang meluncurkan Implementasi Kurikulum Tahun 2013, Senin (22/7/2013) di aula kantor bupati lantai III.

Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara menyampaikan, pendidikan merupakan sektor penting dan sangat berperan dalam pembangunan bangsa untuk memperbaiki kondisi sekarang, hari esok dan masa depan ke arah yang lebih baik. Dengan begitu, pemerintah daerah selama ini terus mencoba melakukan langkah-langkah yang inovatif serta terus berupaya melakukan terobosan–terobosan yang diharapkan dapat semakin mengakselerasi pembangunan di bidang pendidikan.

Bupati menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan agar mengawal implementasi kurikulum ini di masing-masing satuan pendidikan melalui pengawas dengan memperhatikan keberhasilan kurikulum tersebut sangat tergantung pada kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum dan buku pegangan guru juga buku pegangan siswa, karena buku tersebut sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum.

Kemudian, agar membuat perencanaan yang matang tentang kebutuhan anggaran APBD Kabupaten Karawang dalam menunjang pembinaan/pengawasan dan kegiatan-kegiatan training atau workshop kurikulum 2013 juga perlun penguatan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang didukung dengan budaya sekolah yang baik.

Pada prinsipnya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang sangat mendukung kurikulum 2013, sehingga bupati berharap peserta didik dapat memiliki kemampuan berkomunikasi dan berpikir jernih serta kritis, mampu mempertimbangkan segi moral dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, mampu hidup dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki kesiapan dan kecerdasan sesuai bakat dan minatnya serta memiiki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan serta peserta didik harus memiliki kompetensi spiritual, intelektual, sosial, kinestetis dan kultural.

"Peserta didik dapat mendorong percepatan pembangunan pendidikan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Karawang, demi terwujudnya generasi yang cerdas, produktif,  inovatif dan damai dalam intraksi sosialnya serta berwawasan unggul juga memiliki akhlakul karimah," kata bupati.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Karawang, Drs. Agus Supriatman M.Pd, menyatakan, sekolah-sekolah yang akan sudah mulai menerapkan kurikulum 2013 ini, antara lain 13 SD, 5 SMP dan 18 SMA/SMK. Sebagaimana kebijakan nasional, pada awal ajaran tahun 2013 sekolah-sekolah yang dituju wajib mengimplementasikan kurikulum 2013 dan meminta dengan tegas yang disampaikan oleh wakil presiden dan Kemedikbud RI pada saat libur nasional pada bulan Februari 2013.

"Kurikulum 2013 ini tidak ada lagi tawar menawar atau sentralisasi pada bulan Juli 2013 yang implementasinya secara bertahap”, jelasnya. (rls)

Pemkab Mulai Perhatikan Guru PAUD

Agus Supriatman (kiri) bersama bupati di sela pemberian uang insentif kepada guru PAUD.
KARAWANG, KarawangNews.com - Bantuan uang intensif kepada guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Karawang sebesar Rp 423 juta yang diberikan kepada 1.200 guru PAUD se-kabupaten ini merupakan inovasi pertama dan Pemkab Karawang telah memberi kepedulian kepada guru tersebut termasuk lembaganya melalui BOPF (Biaya Operasional Perawatan dan Fasilitas) yang sudah sebelum bulan puasa ini.

"Secara keseluruhan, meski dana intensif terbilang sedikit, tetapi bupati akan terus menganggarkan bagi program pendidikan agar terus dilakukan,"kata Kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Karawang, Agus Supriatman, Selasa (22/7/2013).

Dari sejumlah 2.009 orang guru PAUD yang terdata se-kabupaten, saat ini baru 1.200 guru PAUD yang mendapat uang insensif dari APBD kabupaten, sebanyak 300 orang diantaranya diusulkan menerima sejenis yang bersumber dari APBN melalui Kementrian Dikbud dan yang belum terakomodir dari keduanya akan mendapat uang insentif dari anggaran perubahan Kabupaten Karawang.

"Jadi, sekitar 500 guru PAUD belum tercover dan tahun 2014 dipastikan semua dapat dialokasikan, sesuai arahan bupati," kata dia.

Sedangkan, BOPF yang sudah disalurkan ke lembaga PAUD sebelum bulan puasa kemarin sebesar Rp 1.489.000.000, dana itu untuk 31 PAUD formal masing-masing mendapat Rp 1.800.000 dan sebanyak 660 PAUD non formal masing-masing Rp 1.900.000. (spn)

Usai Diresmikan, Dewan Beres-beres Kantor Baru

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah diresmikan bupati dan Ketua DPRD Karawang pada Sabtu 20 Juli 2013 sore, sejumlah anggota dewan tampak beres-beres kantor fraksi barunya di hari pertama kerja, Senin (22/7/2013) siang.

Seperti terlihat di ruang Fraksi Partai Demokrat, Ketua Fraksi Muchtar mengatur tata letak meja untuk sembilan anggota dewan di fraksi tersebut, karena ruang fraksi yang dilengkapi AC dan layar TV datar ini dianggap sempit, sehingga perlu ditata ulang.

Diketahui, gedung fraksi senilai Rp 1,3 miliar ini memiliki delapan ruang fraksi dengan fasilitas satu ruang utama dengan kursi sofa dan empat meja, satu ruang kantor khusus dan satu ruang toilet.

Sementara itu, di ruang fraksi GAR (Golkar Amanat Reformasi) belum terlihat anggota dewan yang menata ruang, ini bukan karena tidak ingin mengubah, tetapi masih dipikirkan tata letak yang ideal bagi sepuluh anggota dewan yang akan duduk di ruang ini.

"Kita masih pikirkan seperti apa tata ruang yang ideal di ruang fraksi ini, karena sofanya terlalu besar," kata Harris Suryana, Tenaga Ahli Fraksi GAR. (spn)

1.200 Guru PAUD Dapat Uang Insentif

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 1.200 guru PAUD se-Kabupaten Karawang menerima dana insentif bulan Januari-Juni 2013, Senin (22/7/2013) pagi di Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Bantuan dari pemerintah ini merupakan inovasi pertama dan sebagai bentuk kepedulian Pemda Karawang kepada guru PAUD.

Sebelumnya, Pemda Karawang sudah memberikan BOPF (Biaya Operasional Perawatan dan Fasilitas) kepada lembaga seluruh PAUD formal dan non formal se-kabupaten. Pada pembagian dana insentif ini masing-masing guru PAUD menerima Rp 58.750 ribu/bulan yang diterima sekaligus untuk pembayaran Januari hingga Juli 2013, sehingga nominal yang mereka peroleh sekarang sebesar Rp 352.500. Memang intensif ini terbilang rendah, mengingat ini merupakan tahun pertama dan nominalnya akan dinaikan pada tahun depan.

Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara menyatakan, tahun 2014 Pemkab Karawang akan menaikan dana insentif ini. Dia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Bappeda lebih cermat lagi merencanakan bantuan, jangan sampai ada guru yang tidak teralokasikan baik kelembagaan maupun bantuan insentifnya tahun 2014. Minimal guru PAUD harus menerima dana insentif dari pemerintah jangan kurang dari Rp 1 juta per bulan.

Sementara itu, Plt. Sekda, Tedi menjelaskan, Pemkab Karawang mengupayakan di perubahan anggaran tahun 2013 bisa menaikan dana insentif itu dan direalisasikan di akhir tahun 2013. Menurutnya, PAUD di Kabupaten Karawang sudah cukup bagus dan sangat membantu dunia pendidikan.

Hal senada diungkapkan istri bupati juga Bunda PAUD Kabupaten Karawang, Hj. Nurlatifah Ade Swara, Pemkab Karawang mentargetkan tahun 2015 sebanyak 75 persen anak-anak Karawang harus sudah ikut PAUD. Dia pun mengapresiasi dengan bantuan insentif ini, meski nilainya terbilang minim, tetapi tahun depan guru PAUD akan mendapat insentif lebih besar.

"Karena tugas pendidikan itu luar biasa, selain mendidik juga menjadi teman bagi anak-anak didiknya," ucapnya.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang, supaya anak-anak usia 0-6 tahun dimasukan ke PAUD untuk memberi kesempatan kepada anak agar bermain terarah, juga untuk mencerdaskan dan berakhlakul karimah.

Ketua Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Karawang, Hj. Nining Maryani SE (56) menyatakan, dengan adanya bantuan ini guru-guru PAUD merasa diakui pemerintah, meski insentif yang diberikan setitik air di padang pasir, tetapi itu bisa dirasakan semua guru PAUD.

"Di bulan Ramadhan ini guru PAUD mendapat kebahagiaan. Kami berterima kasih kepada bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Kabid PNFI yang begitu gigih membantu kami untuk mendapat insentif ini," ucapnya.

Sementara itu, Guru PAUD asal Kecamatan Klari, Marwah Triati (40), Pemda Karawang sudah memberi perhatian dan mengakui kinerja guru PAUD, karena sebelumnya guru yang sudah mengajar di PAUD sejak tahun 2005 ini belum pernah dapat dana tunjangan tersebut.

Kabid PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Karawang, Amid Mulyana menyatakan, arahan bupati sejalan dengan program bidang PNFI yang telah mencanangkan tahun 2013 sebagai awal peningkatan kualitas pendidikan PNFI di Kabupaten Karawang. (spn)

BNI Buka Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis

TELAGASARI, KarawangNews.com - BNI Karawang mengadakan pasar murah dan cek kesehatan gratis di selenggarakan di BNI Kantor Kas Kecamatan Telagasari, Sabtu (20/7/2013).

Acara ini dalam rangka mendekatkan BNI dengan masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam Corporate Sosial Responsibility (CSR). Hadir di acara ini Bupati Karawang. H Ade Swara dan Pemimpin Wilayah BNI Jakarta Kemayoran juga para Pemimpin Kantor Cabang Utama Se-Jakarta Kemayoran.

Selain itu, pada acara ini diberikan bantuan beasiswa bagi anak-anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan bantuan sekolah PAUD sebesar Rp 50 juta. Di pasar murah ini dijual sembako murah seharga Rp 60 ribu dapat dibeli dengan harga Rp 30 ribu. (spn)

Gubernur Tarling Bagi-bagi Dana Sarana Ibadah

PURWAKARTA, KarawangNews.com - Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryaman tarawih keliling di Masjid Agung Purwakarta. Sabtu (20/7/2013). Selain Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, hadir juga Bupati Karawang H. Ade Swara, juga perwakilan Bupati Subang dan Bupati Bekasi. Pada kesempatan ini, gubernur menyerahkan bantuan keagamaan masing-masing miliaran rupiah, bantuan ini pun diberikan untuk kabupaten/kota se-Jabar.

Untuk Purwakarta, bantuan tersebut sebesar Rp 2 miliar untuk 33 lokasi sarana ibadah, Kabupaten Karawang mendapat Rp 8,9 miliar untuk 161 lokasi, Kabupaten Subang menerima Rp 2 miliar untuk 41 lokasi dan Bekasi mendapat Rp 1 miliar untuk 10 lokasi sarana ibadah di kabupaten tersebut.

Tarawih keliling yang bertepatan di hari jadi Kabupaten Purwakarta ke-45 ini diisi dengan tausiyah gubernur, orang nomor satu se-Jawa Barat ini pun jadi imam dalam sholat tarawih tersebut. Berkaitan bantuan yang diberikan, gubernur meminta masyarakat memakmurkan masjid untuk lebih ta'at beribadah kepada Allah SWT.

"Kita perlu renungkan, pada awal tarawih semua masjid padat, tetapi ketika di tengah bulan puasa masjid lengang dan kembali padat pada akhir puasa. Itu keistiqomahannya dimana?," kata Ahmad Heryawan. (rls/spn)

FPRCTKI Minta Advokasi PKB Merevisi Perda Calon TKI

KARAWANG, KarawangNews.com - FPRCTKI (Forum Petugas Rekrut Calon Tenaga Kerja Indonesia) Kabupaten Karawang meminta PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) merevisi Perda No. 18 Tahun 2012 tentang perlindungan penempatan tenaga kerja Indonesia. Pasalnya, Perda itu dianggap merugikan pihak sponsor TKI.

Dijelaskan Ketua FPRCTKI Kabupaten Karawang, H. Sugiri, Perda tersebut memberlakukan BKLN (Bursa Kerja Luar Negeri), padahal menurut peraturan BKLN tidak diperkenankan merekrut calon TKI. Dengan diberlakukan Perda itu, kata dia, mempersempit dan menghapus sponsor dan perekrut petugas lapangan yang ada di setiap desa, karena Pasal 5 di Perda itu menyebutkan bisa merekrut calon tenaga kerja di tiap desa, sehingga ada kesan pekerjaan PRCTKI diambil alih.

"Kita sudah melakukan tuntutan ke bupati, sekarang kita temui Ketua PKB Karawang dan meminta advokasi PKB untuk menyelesaikan permasalahan ini," kata Sugiri.

Menanggapi permintaan advokasi secara hukum dan politis ini, Ketua DPC PKB Karawang, H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) langsung menjadwalkan pertemuan dengan Ketua DPRD Karawang pada Selasa
(23/7/2013) besok, untuk mendapatkan klarifikasi terkait terbitnya Perda itu. PKB akan terus mengawal sampai tuntutan tersebut dapat diselesaikan.

"PKB memandang Perda ini terkesan dipaksakan," ucapnya.

Sementara itu, PKB menyatakan, untuk membatalkan keputusan lahirnya Perda, maka jalan alternatifnya yaitu peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. (spn)

Warga Tangkap 6 Pelajar yang Terlibat Tawuran

foto: net.
KARAWANG, KarawangNews.com - Enam pelajar SMK yang terlibat tawuran ditangkap warga di Desa Wadas, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (20/7/2013) pukul 14.30 WIB. Sedangkan puluhan pelajar lainnya kabur setelah dikepung warga setempat. Dari tangan keenam pelajar itu warga menyita parang yang digunakan pelajar untuk tawuran.

Keterangan warga, kedua pelajar dari SMK berbeda itu tawuran di gerbang Perum Telukjambe Jalan Interchange Karawang Barat, keduanya bentrok dengan menggunakan senjata tajam.

Keenam pelajar tersebut diamankan warga dan langsung digiring ke Mapolsek Telukjambe. Warga mengaku sudah geram dengan ulah tawuran tersebut, mereka meminta polisi berpatroli terus menjaga tawuran yang sering tiba-tiba terjadi.

"Dari kejauhan mereka seperti melihat musuh dan langsung saling lempar, satu gerombolan pelajar dari arah Galuh Mas dan satu gerombolan lagi dari arah jembatan Badami, mereka langsung saling sabet pakai samurai," kata Tarjono, warga Desa Wadas. (spn)

Warga Subang Tagih Janji Gubernur Soal Sekolah Gratis

Kang Aher saat kampanye Pilkada Jabar di Pasar Johar, Kabupaten Karawang, Rabu (13/2/2013) lalu.
SUBANG, KarawangNews.com - Warga Subang mempertanyakan janji Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang akan menggratiskan biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), mereka menyayangkan janji saat kampanye tersebut belum direalisasikan.

"Dulu ketika kampanye janjinya mau menggratiskan biaya sekolah dari tingkat SD sampai SMA, tapi buktinya sekarang saya masih bayar, karena biaya pendidikan sangat mahal dan sangat memberatkan masyarakat kecil," kata Dasminah (45) warga di Kecamatan Pagaden, Jumat (19/7/2013) siang.

Menurut Dasminah, dia sangat menyayangkan janji gubernur saat kampanye untuk menggratiskan biaya sekolah SD hingga SMA belum terealisasi saat ini.

"Kalau SD sampai SMP memang sedikit agak murah, tapi kalau SMA biayanya cukup besar, biaya masuk SMA lumayan besar sampai jutaan rupiah," ujarnya.

Dia mengira tahun ajaran baru 2013 ini biaya masuk SMA sudah tidak dikenakan kepada siswa, tetapi ternyata masih bayar. Bahkan dari obrolan sesama orang tua siswa, DSP (Dana Sumbangan Serkolah) mencapai jutaan rupiah.

"Biaya sekolah yang mahal sangat memberatkan saya," tuturnya.

Menanggapi hal itu, anggota Fraksi PKS DPRD Subang Encep Sugiana mengaku, untuk merealisasikan sistem pendidikan tanpa pungutan biaya itu masih membutuhkan waktu, pelaksanaannya kemungkinan bisa dilakukan pada tahun 2014 mendatang.

"Kita secara prinsip mendukung apa yang diharapkan warga, saya meminta kepada pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi," ujarnya.

Dia sangat yakin jika gubernur tetap komitmen melaksanakan apa yang dijanjikan saat kampanye pemilihan gubernur kemarin. Namun, itu tentu membutuhkan waktu lama. (tinjau)

Siswa SMK Tewas Tawuran di Jalan Baru Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Tawuran sengit antar pelajar SMK di jalan lingkar luar Tanjungpura atau Jalan Baru Karawang Barat, Kamis (18/7/2013) siang merenggut satu nyawa pelajar dengan luka bacok di tangan dan kakinya, serta kepalanya menderita lebam akibat pukulan benda keras. Korban bernama Rendi Bin Ade Sumarna (17) siswa kelas 3 SMK.

Saat kejadian tersebut, ratusan pelajar SMK saling adu parang, tetapi ironisnya hal ini tidak diketahui polisi, sehingga tawuran berlangsung lama dan menelan korban jiwa. Tawuran di bulan suci Ramadhan ini disayangkan semua pihak, karena pihak keamanan tidak bisa mencegah aksi tawuran yang kerap dilakukan pelajar SMK di Karawang.

Korban dimakamkan Kamis malam, setelah diotopsi di RSUD Karawang. Sedangkan pihak keluarga meminta kasus ini ditangani serius oleh kepolisian dan pelakunya mendapat hukuman yang setimpal. (spn)

Bupati Karawang Bantu Bayar Gaji Persika Rp 500 Juta

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang juga Komisaris Utama PT. Persika Singaperbangsa, Drs. H. Ade Swara menyatakan akan membantu melunasi tunggakan gaji pemain dari dana pribadinya sebesar Rp 500 juta. Ini diungkapkannya kepada puluhan pemain bola Persika dan pelatihnya Suimin Diharja, Kamis (18/7/2013) siang di ruang rapat bupati lantai dua Pemda Karawang.

Kata bupati, untuk pembiayaan jangka panjang Persika pun dia akan terlibat langsung dan melakukan penggalangan pembiayaan klub hingga Persika benar-benar mandiri, karena Persika adalah satu-satunya klub sepak bola milik masyarakat Karawang.

"Maka kita harus bersama-sama membesarkannya,” kata bupati.

Seperti diketahui, Persika saat ini mengalami krisis keuangan yang dialami manajemen klub dan menyebabkan gaji pemain persika nunggak.Terlebih saat ini jelang lebaran, maka para pemain bola ini meminta kejelasan dari bupati sebagai Komisaris Utama PT. Persika Singaperbangsa agar gaji pemain tim sepak bola daerah ini bisa segera dicairkan, mengingat kini pembiayaan kompetisi tidak menggunaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemkab Karawang.

“Kami sudah melakukan kewajiban kami, bahkan latihan pun tetap dijalankan meski gaji dua bulan belum dibayar, tapi kalau mau lebaran seperti sekarang ini gaji kami sangat penting,” kata Rian Miziar, pemain belakang Persika dihadapan Bupati Karawang, H Ade Swara.

Kendati begitu, pemain Persika ini mengaku senang mendengar pernyataan bupati yang akan mengeluarkan dananya untuk gaji pemain dan gaji ini dijanjikan bupati akan diterima Persika dua hari setelah pertemuan terebut. (spn)

Bupati Lantik 33 Kepala Desa Terpilih Pilkades Juni 2013

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang H. Ade Swara melantik dan mengambil sumpah jabatan kepala desa terpilih di 33 desa di Kabupaten Karawang, pada Kamis (18/7/2013) di Plasa Kantor Bupati Karawang. Kepala desa tersebut terpilih hasil Pilkades yang dilaksanakan Minggu (30/6/2013) lalu.

Usai penandatangan berita acara dan penyematan lencana pangkat dan jabatan kepada kades terpilih, Bupati Karawang Ade Swara menyatakan, dia meminta agar kepercayaan masyarakat ini menjadi modal dalam melaksanakan tugas sebagai kepala desa yang diwujudkan dalam karya nyata dan bisa bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan desa, khususnya dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat secara merata dan menyeluruh.

Lebih lanjut bupati berpesan, setelah dilantiknya kepala desa ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan, juga sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena pada dasarnya hal ini merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan sebagai seorang pemimpin pemerintahan dan kemasyarakatan di desa masing-masing.

"Di hadapan saudara-saudara telah membentang tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam mengemban kepercayaan masyarakat," kata bupati.

Selain itu, dituntut kepekaan  dan kepedulian  dari saudara-saudara untuk senantiasa memperhatikan dan mengakomodir berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat yang kian dinamis dan menjadikannya sebagai kontrol publik atas pelaksanaan tugas. Kepala desa juga dituntut untuk dapat lebih menumbuh kembangkan kepercayaan masyarakat, sehingga dukungan masyarakat akan lebih meningkat lagi, karena tanpa dukungan dari masyarakat kepala desa tidak akan mampu menjalankan roda pemerintahan yang diharapkan bersama.

Pelantikan ini didasarkan kepada SK Bupati Nomor 141.1/KEP-450-HUK/2013 tanggal 15 Juli 2013  tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat 33 pejabat kepala desa dan penjabat kepala desa serta pengangkatan 33 pejabat kepala desa hasil pemilihan tahun 2013.

Pelantikan ini di hadiri oleh Muspida, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0604, Plt Sekda Karawang, camat serta pejabat kepala OPD Pemkab Karawang. Hadir pula Ketua TP PKK Karawang. (rls)

Ade Swara dan Menkeu Teken Perjanjian Hibah Program Air Minum

JAKARTA, KarawangNews.com - Bupati Karawang H. Ade Swara bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia Cq. Dirjen Perimbangan Keuangan, Marwanto Harjowiryono, menandatangani Perjanjian Penerusan Hibah Program Air Minum Tahap II di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/7/2013). Kabupaten Karawang termasuk salah satu dari 66 kabupaten/kota penerima hibah lanjutan tersebut, ini berdasarkan keberhasilan pelaksanaan program tahap sebelumnya.

Menurut Marwanto Harjowiryono, Program Hibah Air Minum merupakan kegiatan penerusan hibahan kepada Pemerintah Daerah yang bersumber dari hibah Pemerintah Australia melalui AusAID yang ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum bagi masyarakat di daerah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dijelaskan Marwanto, program Hibah Air Minum Tahap II merupakan kelanjutan dari keberhasilan dari program tahap I yang telah dilaksanakan pada tahun 2010-2011. Tahap kedua dimulai sejak tahun 2012 dan akan berakhir pada bulan Juni 2015.

AusAID mengalokasikan anggaran sebesar AUD$ 250 juta, dimana AUD$ 90 juta secara khusus dialokasikan untuk mendanai program Hibah Air Minum. Sedangkan total dana hibah yang diberikan untuk 66 kabupaten/kota tersebut adalah sebesar AUD$ 45 Juta untuk pembangunan sekitar 173.500 sambungan rumah air minum.

Chief of Operation AusAID Indonesia, Mat Kimberley menjelaskan, melalui bantuan ini pihak berupaya untuk turut berpartisipasi pada pembangunan sektor infrastruktur di Indonesia guna meningkatkan target akses air minum bagi masyarakat. Selain itu, melalui program ini, AusAID berharap dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkat perhatian dan investasi pada pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat.

“Untuk membantu masyarakat sehingga bisa hidup lebih sehat dan produktif,” imbuhnya.

Menyikapi penunjukkan kembali Kabupaten Karawang sebagai penerima bantuan hibah, Bupati Ade Swara memberikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Australia dan AusAID yang telah kembali mempercayai Karawang untuk menerima bantuan tahap kedua. Untuk itu, dia akan mengembangkan infrastruktur air minum daerah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Program ini tidak hanya terbukti dapat memberikan output positif yang terukur, melainkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” kata bupati. (rls)

Warga di Dua Perumahan Desak Bupati Cabut Ijin Developer

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan warga Perum Griya Kondang Asri dan warga Perum Palem Kondang Asri melakukan unjuk rasa ke kantor bupati, Kamis (18/7/2013) siang. Warga menuntut fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dianggap diakal-akalin pihak pengembang perumahan dengan mengubah 'site plan' yang menimbulkan persoalan bagi warga.

Dalam orasinya, warga menyatakan, kewajiban pengembang menyediakan sarana dan prasarana serta utilitas lainnya sudah diatur Undang-undang No. 1 Tahun 2011, terlebih Pemkab karawamh kurang respon menyelesaikan persoalan yang sudah larut satu tahun ini.

Meski warga mendatangi Dinas Cipta Karya, Bappeda dan Kabag Pertanahan Karawang untuk mendorong tuntutan itu, tetapi hingga aksi ini terjadi Pemkab Karawang terkesan membiarkan, belum mengambil sikap tegas terhadap persoalan tersebut. Padahal, tuntutan warga itu mengacu pada Undang-undang No. 1 Tahun 2011 juga Permenpera No. 10 Tahun 201 dan Perbub No. 41 Tahun 2011 tentang fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Dengan begitu, warga mendesak pengembang PT. Tawakal Griya Husada dan PT. Tata Griya Mandiri untuk segera menyediakan dan menyerahkan lahan peruntukan pemakaman di wilayah Desa Kondang Jaya yang dijual kembali oleh pengembang. Kemudian, mendesak kedua PT itu menyerahkan fasilitas umum, fasilitas sosial dan utilitas sesuai 'site plan' awal. Juga, mendesak pihak developer kedua PT itu segera memperbaiki seluruh jalan perumahan dan jaringan atau saluran pembuangan.

Jika pihak developer tidak melaksanakan apa yang menjadi tuntutan warga, maka Bupati Karawang harus segera mengambil semua fasilitas umum, fasilitas sosial dan utilitas perumahan dalam kondisi apapun dan menyerahkan kepada warga. Kemudian, meminta bupati mencabut ijin operasional yang mengatas namakan kedua perusahaan pengembang itu. Tak cukup itu, warga meminta bupati mem-back list kedua perusahaan itu yang selalu menimbulkan permasalahan di lingkungan, karena dianggap hanya mengeruk keuntungan semata. (spn)

Persika Sambangi DPRD, Tuntut Pembayaran Gaji Pemain

KARAWANG, KarawangNews.com - Manajeman dan official serta para pemain Persika Karawang menyambangi gedung DPRD Karawang, Rabu (17/7/2013).  Kedatangan Persika Karawang yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Karawang, H Tono Bahtiar ini untuk mengadukan nasib para punggawa Persika yang belum menerima gaji hampir tiga bulan. Niat untuk mengadukan nasib ke DPRD tersebut semakin mengkristal ketika mengahadapi datangnya lebaran Idul Fitri.

Perihal aduan sampai ke DPRD disebabkan manajeman Persika mengaku sudah kesulitan dalam melakukan penggalangan dana atau usaha yang menghasilkan dana untuk membiayai kompetisi, termasuk penggajian dan pembayaran kontrak pemain.

“Secara professional kami sudah melakukan kewajiban, tinggal kami menuntut hak kami, gaji yang hampir tiga bulan belum dibayar,” kata Pelatih Kepala Persika, Suimin Dihrja dihadapan ketua DPRD dan anggota Komisi D, Budianto juga H Edi Djunaiedi, di ruang rapat I DPRD Karawang.

Penyampaian keluhan para pemain disampaikan Agus Suprianto yakni Kapten Persika, juga Abdul Fikri sebagai perwakilan pemain lokal Karawang dan Mbom Mbom Julien sebagai pemain asing juga menyampaikan hal yang sama. Mereka menuntut manajeman sekaligus perhatian dari pimpinan daerah Karawang untuk segera membayarkan haknya, yakni gaji yang hampir tiga bulan belum dibayarkan.

“Kami tidak bisa tenang saat latihan, kita di rumah ditunggu oleh keluarga untuk berlebaran. Sementara gaji kami belum dibayarkan. Jadi kami mohon untuk secepatnya hak kami diberikan,” kata Abdul Fikri.

Lain halnya dengan pemain asing Persika, Mbom Mbom Julien yang berasal dari Kamerun. Tidak hanya permasalahan pembayaran gaji, dia memperingatkan manajeman untuk mempersiapkan pelunasan kontraknya sebelum kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) berakhir.

“Kami ingin gaji dan pelunasan kontrak segera direalisasikan,” ucap Mbom yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Menanggapi keluhan dari para pemain dan official Persika, Ketua DPRD Karawang, H Tono Bahtiar yang juga Komisaris PT. Persika Singaperbangsa ini bukannya tidak mengetahui permasalahan keuangan yang sedang mendera Persika. Hanya saja, dia dan manajeman yang lain masih belum bisa mewujudkan rencana-rencana pendapatan PT. Persika Singaperbangsa untuk membiayai klub.

“Permasalahan awalnya, Persika ini sudah tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD Karawang. Sehingga, dalam transisi sekarang ini memang sangat wajar jika terjadi krisis keuangan,” ujar Tono.

Namun untuk permasalahan sekarang, lanjutnya, hak-hak para pemain dan official memang harus diberikan secepatnya, apalagi sudah mendekati lebaran. Dia berharap, setelah menemui Muspida, mudah-mudahan dalam seminggu ini hak-hak para pemain, pelatih maupun official lainnya bisa diselesaikan.

“Besok saya akan kawal Persika untuk menemui Bupati Karawang serta musyawarah pimpinan daerah (Muspida) lainnya untuk mencari solusi atas permasalahan yang sangat mendesak ini, karena bagaimanapun juga, Persika adalah milik masyarakat Karawang dan saya duduk di komisaris merupakan bentuk tanggungjawab,” jelas Tono.

Direktur Keuangan PT. Singaperbangsa Karawang, Oland Sibarani mengungkapkan, permasalahan gaji, kontrak atau pun kebutuhan mendesak yang disampaikan pada pertemuan ini, hanya sebagian permasalahan kecil Persika. Sebab, upaya yang dilakukan manajeman untuk menggalang dana dengan melibatkan pelaku industri juga tidak prosfektif.

Sehingga, tetap saja peran pimpinan daerah dalam mendukung langkah manajeman juga perlu dilakukan, dalam artian dukungan dalam tindakan nyata.

“Kami sudah jalan mengunjungi pelaku industri bersama Komisi D, tetapi itu saja belum cukup. Tetap saja butuh dukungan dari pimpinan daerah, khususnya Bupati Karawang, H. Ade Swara yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Singaperbangsa Karawang,” beber Oland. (spn)

PNFI Terus Sinergis Dengan Penilik

KARAWANG, KarawangNews.com - Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Karawang mengadakan acara buka puasa bersama dengan seluruh penilik beserta keluarga se-kabupaten, di Resto Alam Sari, Rabu (17/7/2013). Selain silaturahmi, acara ini sekaligus evaluasi program.

Dijelaskan Kabid PNFI, Amid Mulyana, setelah lebaran nanti akan diadakan kegiatan peningkatan kapasitas para penilik di Kabupaten karawang, yakni akan dilakukan diklat bagi penilik dari kementrian untuk menambah wawasan para penilik.
"Pada buka puasa ini kami undang 10 penilik baru hasil seleksi oleh LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), pelantikannya nanti bersamaan dengan kepala sekolah SD dan SMP oleh Bupati Karawang minggu depan," jelasnya.

Kata Amid, selain acara buka puasa yang akan meningkatkan silatuhami di keluarga PNFI ini, setelah hari raya nanti akan ada pertemuan yang bisa mengundang penilik, kasi termasuk kabid yang masih tugas atau yang sudah purnabakti. (spn)

Penambang Pasir yang Hilang Tenggelam Ditemukan Tewas

foto ilustrasi.
TELUKJAMBE, KarawangNews.com - Setelah 31 jam pencarian, korban tenggelam di Sungai Cibeet, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat bernama Suryadi (48) berhasil ditemukan Tim SAR Tagana, Rabu (17/7/2013) pukul 14.30 WIB, korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Korban adalah penambang pasir yang tenggelam Selasa (16/7/2013) pukul 07.30 WIB.

Korban ditemukan di semak-semak belukar sungai di desa tersebut dan langsung dievakuasi. Keterangan warga, korban adalah penambang pasir, dia tenggelam setelah perahunya mengalami berat berlebihan oleh pasir yang diambil dari dasar sungai.

Kemarin, pencarian korban terus dilakukan Tim SAR Tagana dengan mengerahkan tiga perahu karet, termasuk anggota Sispamdu Zhadoel yang ikut menyisir lokasi kejadian hingga beberapa kilo meter, diduga korban hanyut jauh. Pencarian sempat dihentikan Rabu malam, karena minimnya penerangan.

Korban adalah warga Cidadap, Kabupaten Sukabumi, dia bersama istrinya berdomisili di Dusun Pasir, Desa Wanajaya, RT 04/02, Kecamatan Telukjambe Barat. (spn)

Bus Nubruk Truk, 7 Tewas di Tempat

SUBANG, KarawangNews.com - Kecelakaan maut terjadi melibatkan truk pengangkut asbes dan bus Setia Negara di Kampung Batang, Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Senin (15/7/2013) pukul 16.00 WIB. Pada peristiwa itu tujuh orang dikabarkan tewas di lokasi kejadian.

Korban yaitu enam penumpang bus dan seorang sopir truk yang terjepit asbes. Kejadian berawal ketika bus nabrak truk dari belakang, kemudian bus oleng menabrak trotoar dan terjun ke sawah, diduga kecelakaan itu disebabkan aksi ugal-ugalan sopir bus.

"Keterangan warga bus menyalip truk pembawa asbes, belum kesusul, bus menghantam truk, akibatnya bus dan truk tergelincir ke pinggir sawah," kata Kasat Lantas Subang, AKP. AA. Ricko Taruna.

Dari data diperoleh, nama korban tewas adalah Surdiana, Sumondon, Suyadi, Suparman, Dasim dan satu orang belum diketahui identitasnya. Semua korban tewas adalah warga Kabupaten Kuningan. Seluruh korban kecelakaan itu dievakuasi ke puskesmas Mandalawangi sekitar 400 meter dari tempat kejadian. (tinjau)

Hanya 45% Sekolah Terapkan Ijazah Wajib Diniyah

KARAWANG, KarawangNews.com - Harusnya ijazah diniyah sudah berlaku tahun ini sesuai peraturan bupati No. 9 Tahun 2013 tentang program wajib belajar pendidikan Diniyah Awwaliyah dan Taman Pendidikan Al Qur'an di Kabupaten Karawang, tetapi pelaksanaannya belum berjalan menyeluruh, hanya beberapa kecamatan yang sudah melaksanakan atau sekitar 45 persen saja.

Demikian kata Kepala Seksi PD Pontren, Kementrian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian, Selasa (16/7/2013) siang di ruang kerjanya. Diakuinya, peraturan bupati yang belum dilakukan itu wajar, karena ini peraturan baru dan butuh sosialisasi yang terus-menerus dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan.

"Kendalanya sosialisasi dan komunikasi dengan UPTD dan SMP masih kurang, terlebih Perbub ini keluarnya akhir tahun pelajaran, sekitar satu bulan sebelum PPDB tahun ajaran, 2013/2014, terlebih ini baru diluncurkan dan kita baru buat juklak-juknis penyelenggaraan pendidikan diniyah sebagai aplikasi Perbub No 9 Tahun 2013 itu," katanya.

Dengan begitu, PD Pontren Kemenag Karawang akan terus mensosialisasikan program ini dan akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk sosialisasi kurikulum penyelenggaraan diniyah. Diharapkan tahun depan, 100 persen semua sekolah melaksanakan Perbub ini, karena administrasi DTA sudah siap.

"PD Pontren akan road show selama Ramadhan ini dalam rangka persiapan pelaksanaan Perbub tersebut ke semua kecamatan se-Kabupaten Karawang," jelasnya. (spn)
 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta