Berita terbaru

RSUD Karawang Buka Poli Klinik Thalasemia


KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang, H. Ade Swara meresmikan poli klinik khusus untuk penderita Thalasemia dan Hight Care Unit (HCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Kamis (31/1/2012) pagi. Diakui bupati, poli klinik ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Karawang, karena tidak semua RSUD kabupaten/kota di Indonesia memiliki poli klinik khusus bagi penderita thalasemia.

Bupati meminta supaya RSUD Karawang mampu meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Karawang. Diakuinya, selain kita dituntut meningkatkan sarana kesehatan, yang terpenting bagi RSUD Karawang adalah berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan terus mensosialisasikn perilaku hidup bersih.

Sementara itu, Ketua SMF Anak RSUD Karawang, Dr. Didi Sukandi, Sp.A, menyampaikan, saat ini terdapat 62 orang penderita thalasemia yang terdaftar di RSUD Karawang , diperkirakan jumlah penderita ini lebih banyak. Kata Didi, sebanyak 50% penderita penyakit ini berasal dari keluarga tidak mampu.

“Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan dari orang tua, penyakit ini tidak menular dan dapat dicegah dengan konsultasi atau pemeriksaan darah pra nikah,” kata dia.

Dijelaskannya, penderita thalasemia membutuhkan pengobatan dan transfusi darah seumur hidup. Dengan begitu, obat-obatan dan pelayanan yang diberikan secara gratis dari poli klinik thalasemia RSUD Karawang ini diharapkan angka harapan hidup penderita itu dapat lebih lama lagi.

“Kehadiran poli klinik ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk meringankan beban bagi orang tua penderita thalasemia, karena biaya obatnya sangat mahal,” ucapnya.

Peresmian poli kinik ini, bupati terus didamping Direktur RSUD Kabupaten Karawang, Dr. Wuwuh Utaminingtyas, M. Kes, dan Ketua Komisi D DPRD Karawang, Nanda Suhanda. Setelah pita, bupati melihat langsung pasien penderita thalasemia. (rls)

Pangkalan Elpiji di Karawang Wetan Diserbu Pembeli


KARAWANG, KarawangNews.com - Begitu truk Pertamina pengangkut gas elpiji 3 kg parkir di salah satu pangkalan gas di Jln. Otista RT 4, RW 2, Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, warga yang sudah satu jam menunggu langsung berebut tabung hijau tersebut. Pasalnya, beberapa pekan ini isi ulang elpiji 3 kg sulit didapat.

Tak ayal, pemilik pangkalan gas dan pembeli saling ngotot, karena pemilik pangkalan tidak memperbolehkan warga membeli gas terlalu banyak, mengingat stok tabung yang diberikan pertamina beberapa pekan ini dikurangi hingga 200 tabung, biasanya Pertamina menurunkan hingga 400 tabung untuk pangkalan gas tersebut.

Hanya dalam waktu 1 jam, 200 tabung yang diturunkan dari truk tersebut ludes terjual, padahal truk Pertamina itu masih nongkrong di depan pangkalan gas, setelah aksi warga berebut tabung gas itu selesai, pangkalan gas kembali sepi.

"Biasanya saya dikirim 400 tabung, tetapi sekarang hanya dikirim 200 tabung, itu pun saya harus ngotot dengan warga, karena ada yang beli gas hingga 4 tabung per orang, saya larang karena rebutan, yang belinya banyak," ucap Wiwin (29), pemilik pangkalan, Rabu (30/1/2013) siang.

Kata dia, pangkalannya selalu dikirim gas dari Pertamina setiap hari, tetapi beberapa hari ini, begitu kiriman tiba di pangkalannya, elpiji 3 kg langsung terjual habis, bahkan tak menyisakan stok satu tabung pun di pangkalannya. Mengingat beberapa pekan ini tabung gas 3 kg langka di pasaran.

"Kiriman datang jam 10, warga sudah menunggu sejak jam 9 pagi, begitu truk datang langsung diserbu dan habis," ujarnya.

Setiap hari, lanjutnya, kiriman gas dari Pertamina terus datang ke pangkalannya, sekitar pukul 10.00 WIB dan dia menjual sesuai HET Rp 13.650. Selain langganannya, beberapa hari ini pembeli elpiji datang dari beberapa kecamatan lain yang sengaja datang ke pangkalannya, karena memang bahan bakar pokok ini sulit dicari, bahkan di beberapa warung dan toko harga elpiji 3 kg saat ini bisa mencapai Rp 20 ribu per tabung. (spn)

Keterangan foto: Seorang pembeli yang datang terlambat kecewa kehabisan elpiji, padahal truk Pertamina masih nongkrong di depan pangkalan.

Anak Jalanan Perlu Pembinaan di Rumah Singgah

"Yang dibutuhkan anak jalanan saat ini bukan sekedar rumah singgah, tetapi pembinaan, karena ratusan anak jalanan itu perlu diberi keahlian agar tidak selamanya hidup di jalanan," kata Yayat Sukaryat, Ketua Gaza (Gabungan Anak Jalanan) Karawang, Rabu (30/1/2013) siang.

Selama ini, Dinas Sosial hanya menyediakan rumah singgah bagi anak jalanan, tetapi belum menyediakan fasilitas yang bisa mengembangkan kemampuan anak. Padahal, anak-anak jalanan pun banyak yang berpotensi, seperti melukis juga ada yang menginginkan bisa belajar elektronik.

Anak-anak jalanan binaan Gaza di Kabupaten Karawang sekitar 120 anak, usia mereka dibawah 15 tahun,  dalam kesehariannya anak-anak itu mengamen dan mengemis, hal itu disebabkan himpitan ekonomi keluarga mereka yang serba kekurangan.

"Saya minta supaya di rumah singgah itu ada fasilitas untuk mengembangkan keahlian anak. Saya lihat Dinas Sosial kurang maksimal memberdayakan anak-anak jalanan," jelasnya. (spn)

Karawang Target Masuk 10 Besar Porda XII 2014

KARAWANG, KarawangNews.com - Porda (Pekan Olahraga Daerah) XII yang akan diselenggarakan di Bekasi tahun 2014 akan diawali babak kualifikasi tahun 2013 ini, untuk mendapatkan peraih delapan besar kabupaten/kota se-Jawa Barat. Mengingat, jika cabang olah raga dilaksanakan tahun 2014 akan memakan waktu lama.

"Ada beberapa cabang olahraga yang akan melakukan babak kualifikasi, sepeti bulu tangkis, sepak bola, voly dan basket, babak kualifikasi yang dilakukan tahun ini akan mengefesienkan waktu menjelang Porda XII tahun 2014," kata Kabid Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Karawang, Drs. Rahmat Gunadi, Selasa (29/1/2013) siang di tempat kerjanya.

Dijelaskan Gunadi, Kabupaten Karawang sudah mempersiapkan tim masing-masing cabor Porda XII, diantaranya dengan melakukan koordinasi masing-masing cabor. Persiapannya sudah dilakukan tahun 2012 dan di tahun 2013 ini persiapannya sudah menginjak tahun kedua, anggaran yang dikeluarkan dari APBD Karawang untuk pelatih dan atlet sebesar Rp 3,5 miliar.

Kendati begitu, pada Porda XII mendatang, ada beberapa cabor yang dibekukan, diantaranya wushu, drum band, bridge, senam termasuk golf, itu berdasarkan kajian yang diukur dari kejuaraan tingkat daerah dan nasional. Kata Gunadi, cabor itu yang dibekukan itu memang belum terbangun dengan bagus, tetapi ada beberapa cabor yang saat ini mengalami peningkatakan siginfikan, seperti judo dan panjat tebing.

Soal prestasi di Porda, Gunadi menyatakan, memang membentuk altet berprestasi itu tidak langsung bisa dibentuk, tetapi perlu waktu, bahkan dari tahun 2011 hingga 2012 pelatihnya sudah dibintek agar bisa memperkuat pertandingan dan memasang target kemenangan.

"Kita tidak muluk-muluk, kita target masuk sepuluh besar, mengingat pada Porda kita menghadapi atlet se-Jawa Barat. Dari beberapa cabor, kita sudah mentargetkan bisa meraih posisi terbaik," jelasnya. (spn)

Perbaikan Jalan Sedari Diprioritaskan Agar Sedari Tak Terisolir


“Pertamina diharap bisa berbagi dengan Pemda Karawang untuk sama-sama membangun infrastruktur jalan yang dialokasikan Rp 3 miliar dari Pemda, saya berharap Pertamina pun melakukan hal sama, supaya jalan antar dua desa, yaitu  Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya hingga Sedari Kecamatan Cibuaya bisa nyambung dari dana Pertamina dan APBD II,” kata Nurlaela Syarifin, anggota Komisi C DPRD Karawang, Selasa (29/1/2013) sore.

Pertamina memang harus bertanggung jawab memperbaiki jalan Srikamulyan-Sedari. Perbaikannya bisa dibagi dua, untuk Pertamina bisa dilakukan dari arah utara, sedangkan perbaikan dari dana APBD II Karawang dari arah selatan.

Jalan berlumpur sekitar 2,5 kilo meter itu kini masih diukur dan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) perbaikan jalan tersebut pun belum keluar. Jalan tersebut memang sudah puluhan tahun dibiarkan rusak, sehingga Desa Sedari terisolir, terutama jika musim hujan, lumpur tebal jalan tersebut menolak semua kendaraan untuk masuk.

“Sekarang, sudah saatnya memerdekakan Sedari dengan fasilitas jalan yang memadai,” kata dia.

Selain itu, infrastruktur jalan lainnya yang masih mengunggu perbaikan yaitu jalan Kecamatan Tirtajaya-Jayakerta, yakni dimulai dari Pasar Kutamakmur dan Srikamulyan, karena memang jalan tersebut tidak tercover, termasuk Desa Bolang dan Srijaya Kecamatan Tirtajaya. Kini, Pemkab Karawang tengah  melakukan pemeliharaan jalan sementara, selanjutnya perbaikan jalan tersebut akan diprioritaskan tahun ini. (spn)

Pelajar di Karawang Lebih Suka Baca Novel


KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 16 dari 20 mahasiswa di Karawang lebih suka baca novel dibanding buku pelajaran, bahkan di toko buku Salemba Mega Mall Karawang menyebutkan, selama sebulan buku yang terjual 80 persen adalah novel.

“Membaca novel lebih seru ceritanya dibanding buku pelajaran, tetapi kuliah kita tidak terganggu kok, malah lebih banyak pengalaman dari cerita-cerita novel,” kata Pertiwi mahasiswi Unsika Karawang.
Seperti diungkapkan Supervisor Toko Salemba Mega Mall, Yudi, mayoritas pelajar dan mahasiswa di Karawang lebih memilih novel dibanding mereka membeli buku pelajaran ilmiah.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), Drs. Rahmat Gunadi M.Pd, Selasa (29/1/2013) siang menjelaskan, cerita novel yang notabene fiksi ilmiah dan non ilmiah bisa mengembangkan gambaran dan pengaruh baik bagi pembacanya.

Hanya saja, kata dia, di satu sisi salah satu otak kiri dan otak kanan manusia memang harus dibangun daya khayal, seperti mencapai cita-cita. Namun, di sisi negatifnya terlalu banyak membaca novel kadang tidak seimbang dengan kebutuhan pengetahuan ilmiah di pendidikan formal.

Jadi, yang dibutuhkan pelajar memang tidak hanya ilmiah, tetapi harus membangun daya sensitif, yaitu dengan membaca novel, tujuannya untuk bisa mewujudkan solidaritas dan simpatinya.  Bahkan dari novel, pengembangan sensitif si pembacanya bisa lebih baik.

“Tetapi mudah-mudahan orang tua bisa berperan membimbing anak-anaknya, juga bisa memantau pada saat mereka belajar di sekolah dan di rumah. Jadi, bagaimana caranya supaya fiksi itu diambil positifnya bukan negatifnya, mungkin kita lebih menekankan peran orang tua,” kata Gunadi. (spn)

108 Honorer Pemkab Karawang Terima SK Pengangkatan

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 108 orang tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang menerima SK Pengangkatan CPNSD Formasi tahun 2012 dari Bupati Karawang, Selasa (29/1/2013) pagi. Daftar kategori satu ini merupakan hasil verifikasi dan validasi BKDD (Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat) Kabupaten Karawang yang telah mendapat persetujuan bersama BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Acara penyerahan SK berlangsung bersamaan dengan apel pagi PNS di halaman kantor Bupati Karawang. Dalam kesempatan itu, diserahkan SK jabatan fungsional kepada dua orang auditor di lingkungan Pemkab Karawang. Bupati Karawang H. Ade Swara menegaskan, para tenaga honorer yang diangkat menjadi CPNSD harus memiliki tekad yang kuat disertai rasa tanggung jawab yang tinggi.

"Saudara harus lebih mengedepankan pelayanan yang prima kepada masyarakat, bukan mengedepankan hak bagi kepentingan pribadi atau golongan, karena PNS bukan semata-mata untuk mengisi formasi saja, tetapi lebih menitik beratkan pada figur aparatur pemerintah yang memiliki kemampuan dan memahami tugas, fungsi, serta sadar akan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat yang profesional dan proporsional sesuai bidangnya masing-masing," ucapnya.

Lebih lajut, bupati menyampaikan, CPNSD yang baru diangkat harus memahami, mentaati dan menjalankan tugas-fungsi dengan meresapi dan mengamalkan ikrar Panca Prasetya Korpri yang merupakan landasan dalam mewujudkan karsa dan karya sesuai doktrin Bhineka Karya Abdi Negara.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menghimbau kepada seluruh aparatur pemerintah di seluruh wilayah Kabupaten Karawang untuk mentaati dan menjalankan disiplin pegawai negeri sipil secara konsisten dan konsekuen  sesuai dengan PP nomor 53 tahun 2010.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Karawang, Drs. Haryanto, MM, menjelaskan, pengangkatan para tenaga honorer kategori I tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang nomor 800/Kep.275-BKD/2013 tanggal 22 Januari 2013. Para tenaga honorer yang diangkat terdiri dari CPNS golongan I sebanyak 13 orang, CPNS Golongan II sebanyak 71 orang, dan Golongan III sebanyak 24 orang meliputi tenaga guru sebanyak 3 orang, tenaga kesehatan 1 orang, tenaga penyuluh 3 orang, dan tenaga teknis lainnya 101 orang. (rls)




Warga Karawang Kesulitan Mencari Isi Ulang Elpiji 3 Kg


KARAWANG, KarawangNews.com – Hingga Senin (28/1/2013), sejumlah warga Karawang masih mencari isi ulang gas elpiji 3 kg yang hilang dipasaran selama sepekan ini. Akibat sulitnya mendapatkan gas elpiji tersebut, beberapa pedagang gorengan libur jualan. Hasil pantauan, elpiji 3 kg sulit diperoleh di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Karawang Timur, Telukjambe Timur bahkan hingga ke Tirtajaya dan Kecamatan Kutawaluya.

Pada umumnya, warga mulai merasa sulit memperoleh isi ulang elpiji 3 kg setelah kompor mereka kehabisan gas beberapa hari ini, padahal menurut pengakuan beberapa pemilik warung, mereka tidak didrop isi ulang elpiji 3 kg sejak seminggu lalu. Bahkan beberapa pedagang gorengan yang biasa mangkal di Seroja Jalan Juanda harus libur, karena gas 3 kg sulit diperoleh di pasaran. Sedangkan isi ulang elpiji 12 kg masih banyak tersedia di agen maupun di warung.

Di jalan Perumahan Galuh Mas Karawang, Ujang (48) mengaku, dia mengayuh sepedanya sejauh 3 km dari rumahnya ke SPBU di Galuh Mas, tetapi di SPBU tersebut stok elpiji 3 kg kosong. Di tempat terpisah, beberapa warga yang lalu lalang menenteng tabung hijau menggunakan sepeda motor terlihat bingung mencari warung dan toko-toko yang sekiranya masih menyimpan stok elpiji 3 kg.

Namun begitu, seorang warga Sadamalun di Kecamatan Karawang Barat, Aep (39) mengaku, dia menemukan isi ulang elpiji 3 kg di sebuah warung jauh dari rumahnya setelah lama putar-puter mencari, itu pun hanya tersisa satu tabung, harganya melambung hingga Rp 20 ribu dari harga yang biasa dia beli Rp 17 ribu per tabung. Kata dia, warung dan toko-toko hanya dijatah sekitar 5-6 tabung, meski puluhan tabung lainnya masih kosong.

“Itu juga untung-untungan, awalnya saya putus asa istri tidak bisa memasak di rumah, tetapi Alhamdulillah masih ada stok sisa,” ucapnya. (spn)

Keterangan foto: Tampak motor yang dipenuhi tabung kosong mencari agen yang masih menyisakan stok elpiji 3 kg. Foto Senin sore di jembatan Johar.

Pasca Banjir, Warga Leuwisisir Diobati Cara Akupuntur


TELUKJAMBE BARAT, KarawangNews.com – Sekitar 200 orang korban banjir di Dusun Leuwisisir , Desa Mekar Mulya, Kecamatan Teluk Jambe Barat mendatangi posko kesehatan yang di sediakan Mapanbumi (Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia) Jakarta bersama Sispamdu Zhadoel, Minggu ( 27/1/2013) siang. Selain memberikan obat, pada pengobatan ini tim medis melakukan pengobatan cara akupuntur.

Dilihat, warga sangat antusias dengan bantuan pengobatan gratis tersebut, mengingat lokasi tempat tinggal denga rumah sakit terbilang jauh untuk mereka tempuh. Sebagian warga yang berobat didominasi para usia lanjut dibanding anak-anak.

Selain pemeriksaan medis, pengobatan pun dilakukan dengan cara akupunkur, pengobatan akupuntur ini diberikan kepada warga yang terkena penyakit rematik dan penyakit lainnya yang dianggap perlu diterapi akupuntur.

Dijelaskan salah satu dokter tim media Mapanbumi,  Dr. Kie Wei Hua, pengobatan terapi akupunkur ini merupakan pengobatan dari Negara China, pasien yang dia obati adalah para korban banjir yang terkena penyakit rematik, serta penyakit yang berhubungan dengan gangguan peredaran darah.

Ketua Sispamdu Zhadoel, Dendhy Ananda menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Mapanbumi Jakarta untuk bisa membantu korban banjir di Leuwisisir, karena penduduk yang kebanjiran akibat luapan Sungai Cibeet, Rabu (16/1/2013) lalu belum mendapat bantuan pengobatan, padahal di kampung ini banyak warga mengeluh sakit pasca banjir.

“Selain pengobatan gratis Mapanbumi Jakarta juga memberikan bantuan berupa selimut , pakaian serta tas layak pakai,” kata Dendhy. (uz)

Longmarch Petani Blitar-Jakarta Tiba di Karawang


KARAWANG, KarawangNews.com – Sebanyak 120 petani asal Blitar Jawa Timur yang longmarch menuju istana negara di Jakarta tiba di bundaran mall Karawang, Senin (28/1/2013) siang, petani yang sudah berjalan kaki sejak 24 Januari 2013 itu disambut Sepetak (Serikat Petani Karawang) termasuk sejumlah aktivis Karawang.

“Tujuan kita ke Jakarta bulat dan diharapkan bisa membawa perubahan bagi petani, meski lelah tetapi aksi ini merupakan bentuk tuntutan kami,” kata petani asal Blitar, H. Slamet kepada wartawan.

Para petani ini akan menuntut janji presiden SBY pada saat mengkampanyekan diri menjadi presiden yang kedua kalinya. Singkatnya,  jika terpilih lagi SBY akan segera menyerahkan tanah seluas 9,25 juta hektar untuk petani miskin yang kemudian dituangkan dalam PPAN (Program Pembaruan Agraria Nasional).

Di bundaran mall Karawang, para petani ini berorasi soal tuntutannya kepada presiden SBY yang dianggap telah ingkar janji. Dengan begitu, untuk menagih janjinya itu, ratusan petani asal Blitar ini melakukan aksi berjalan kaki menuju Jakarta.

Setelah satu jam istirahat di GOR Panatayuda dan makan siang bersama, para petani tersebut kembali melanjutkan perjalanan mereka ke istana negara di Jakarta, berharap SBY ingat kepada janjinya sendiri dan mau bersinergis dengan petani.

Sebelumnya, para petani ini tiba di Cikampek Sabtu malam kemarin, di Cikampek mereka istirahat, bahkan diantara 15 petani harus balik kanan ke Blitar, karena kondisi kesehatan mereka menurrun. Kendati begitu, jumlah petani yang longmarch ini tidak berkurang, mengingat jumlah petani yang kembali ke Blitar diganti dengan petani lainnya dari Blitar juga. (spn)

Keterangan foto: Ratusan petani Blitar yang tiba di Jalan Cinangoh Karawang, Senin siang.

Keterlaluan Jika Tuntutan Petani Tidak Direalisasikan

"Jangankan di Blitar Jawa Timur, di beberapa daerah di Indonesia ini permasalahan itu sangat dominan, di Karawang pun sama, pemerintah malah berpihak pada perusahaan, ini problema klasik yang harus diselesaikan, jangan dibuat berlarut-larut, apakah permasalahan ini tetap dipelihara atau bagaimana," kata Djayusman, Ketua BMI (Banteng Muda Indonesia) Kabupaten Karawang, saat menyambut petani Blitar Jawa Timur yang longmarch berjalan kaki Blitar-Jakarta menuju istana negara.

Ini merupakan bentuk keprihatinan, dimana rakyat yang tertindas melakukan aksi longmarch Blitar-Jakarta menuju istana negara. Mereka datang ke Jakarta karena pemerintah daerahnya tidak bisa merbuat apa-apa untuk merealisasikan hak petani tersebut.

"Kita juga ingin tahu apakah mereka ditanggapi atau tidak, jika tidak, berarti pemerintah sangat keterlaluan," ucapnya geram.

Aksi petani yang longmarch ke istana negara itu ungkapan penderitaan rakyat yang berkepanjangan dan tidak pernah terselesaikan, karena orang-orang kapitalis selalu bersinergis dengan penguasa, sehingga rakyat yang dikorbankan. (spn)

Bus Nabrak Mobil Parkir, 10 Korban Dilarikan ke RS

CIKAMPEK, KarawangNews.com - Kecelakaan bus terjadi di jalur pantura Karawang, Bus Dedy Jaya menabrak mobil Suzuki Ertiga yang sedang parkir di sisi jalan, Minggu (27/1/2013) sekitar pukul 11.05 WIB. Setelah ditabrak bus, mobil Ertiga terpental dan oleng menabrak satu kios dan rumah. Dalam peristiwa ini 10 orang mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Puri Asih dan RS Efarina Etaham Purwakarta.

Kejadian ini berawal ketika bus bernomor polisi G 1426 GG dengan 32 penumpang melaju dari arah Cikampek menuju Cirebon dengan kecepatan tinggi, diduga sopir bus kurang konsentrasi sehingga menabrak Suzuki Ertiga bernomor polisi T 1542 DJ di Jalan Raya Jatisari yang sedang parkir di pinggir jalan, tempat pusat oleh-oleh khas Karawang di Kecamatan Jatisari.

Mobil Ertiga yang ditabrak dari belakang langsung terpental dan menghantam kios yang berada di depannya, hingga kios pun hancur berantakan. Tak hanya itu, sopir bus yang kehilangan kendali kemudian oleng ke kanan loncat ke median jalan dan menabrak sebuah rumah hingga hancur.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban meninggal dunia, tetapi 10 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit, dua korban luka adalah sopir dan penumpang Ertiga, sedangkan tujuh korban lainnya adalah sopir dan penumpang bus, kemudian satu orang korban merupakan pemilik kios. Sementara, rumah yang tertabrak itu kebetulan tidak ada penghuninya, karena pemiliknya sedang berada di luar. (aw)

Jalan Kaki Menuju Jakarta, Petani Blitar Tiba di Cikampek Sabtu Malam


CIKAMPEK, KarawagNews.com – Aksi ratusan petani Blitar yang berjalan kaki dari Jawa Timur menuju istana negara di Jakarta tiba di Cikampek, Sabtu (26/1/2013) pukul 23.30 WIB, mereka beristirahat di salah satu masjid di Cikampek untuk sekedar istirahat dan memulihkan stamina, setelah mereka berjalan selama 16 hari.

Dari jumlah 110 petani yang ikut dalam aksi ini, 15 petani di antaranya kembali ke Blitar, karena faktor kesehatan. Sebanyak 15 petani yang kembali lagi ke kampung halamannya itu mengaku tidak sanggup melanjutkan perjalanan akibat stamina mereka menurun selama perjalanan dari Blitar ke Karawang.

Namun begitu, 15 petani yang mundur itu digantikan oleh 15 petani lainnya dari Blitar, sehingga jumlah petani yang berjalan kaki dari Blitar Jawa Timur menuju istana negara tetap berjumlah 110 orang. Tujuan para petani ini akan menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merealisasikan janji akan membagi tanah seluas 9,5 juta hektar untuk rakyat miskin, janji tersebut disampaikan pada kampanye presiden tahun 2007 lalu.

Dijelaskan koordinator petani, Nani Hariyani, para petani ini hidup dan mengantungkan penghasilan di lahan pertanian mereka, tetapi hingga kini belum memiliki hak kepemilikan. Di sisi lain sejumlah institusi seperti milkiter dan pemilik modal masih menyatakan diri memiliki kuasa untuk mengelola.

Sementara itu, pemerintah daerah tidak berktik dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak mampu memberi keputusan. Dengan demikian, petani ini menuntut hak tersebut yang akan mereka perjuangkan langsung di hadapan presiden di istana negara. (aw)

Gas Elpiji 3 Kg di Karawang Timur Langka


KARAWANG, KarawangNews.com – Gas elpiji 3 kg di sekitar Karawang Barat, Karawang Timur termasuk Telukjambe Timur langka hampir sepekan ini, sejumlah warung di Lamaran, Karawang Timur mengaku mereka belum didrop elpiji 3 kg isi ulang dari Pertamina sejak seminggu lalu, ada juga yang menyatakan mereka belum dapat kiriman elpiji sejak empat hari lalu.

Sementara, di pangkalan elpiji milik Kosasih di daerah Cinangoh Johar mengaku, sudah dua hari elpiji di pangkalannya kosong. Meski kejadian ini bukan hal pertama, tetapi sejumlah warga yang putar-puter mencari elpiji mengaku cemas, karena gas elpiji merupakan kebutuhan pokok memasak yang sulit diganti dengan bahan bakar lain.

Sejumlah warga yang mencari elpiji tampak lalu lalang di jalan raya, mereka yang membawa satu-dua tabung hijau itu berharap salah satu warung yang didatanginya masih menyediakan stok gas elpiji tersebut. Namun, jawaban pemilik warung tetap 'elpiji 3 kg kosong'. Kendati begitu, satu hingga sepuluh warung pun tak cukup bagi warga itu untuk menyerah, mereka terus mencari bersama-sama gas elpiji hingga ke Rawa Gabus. Sementara itu, gas elpiji 12 kg masih tersedia di warung maupun di pangkalan.

“Kita sudah mencari gas (elpiji 3 kg, red) kemana-mana tapi kosong semua, bahkan di SPBU Jalan A. Yani pun habis,” kata Tanto (35), warga Johar yang sudah kelelahan mencari elpiji 3 kg. (spn)

Lippo Grup Menyalurkan Bantuan Pasca Banjir Karawang


KARAWANG, KarawangNews.com - Lippo Grup melalui San Diego Hills memberikan bantuan sebanyak 200 paket bantuan untuk korban banjir, bantuan diterima Bupati Karawang H. Ade Swara di Posko Satkorlak, kantor SATPOL PP Karawang. Minggu (27/1/2013) siang. Bantuan tersebut berupa selimut termasuk sabun cuci.

“Saya harap kepada pihak swasta atau instansi di Kabupaten Karawang agar menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) kepada korban banjir, karena kepedulian kepada sesama itu sangat penting,” kata bupati.

Setelah menerima bantuan dari Lippo Grup, bupati langsung menyerahkan bantuan itu kepada Camat Telukjambe Barat, Ade Sudiana dan Camat Telukjambe Timur, Hilda Syafrida. Kemudian, bantuan itu disalurkan kembali ke desa-desa yang ada di dua kecamatan tersebut.

Perwakilan General Manager Lippo Grup, Andi KurniawanAli menyampaikan, Lippo Grup peduli terhadap masyarakat yang mengalami musibah banjir, dia berharap bantuan yang diberikan itu bisa meringankan penderitaan masyarakat pada pasca banjir ini.

“Kami mendistribusikan bantuan di Kabupaten Karawang ini melalui anak perusahaan Lippo Grup, yaitu pemakaman San Diego Hills di Kawasan KIIC, kami berharap kondisi masyarakat pasca banjir saat ini bisa kembali normal,” ucapnya. (rls)

FKLKS Salurkan Bantuan Kepada 560 Yatim Piatu se-Kabupaten

KARAWANG, KarawangNews.com - FKLKS (Forum Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial) bersama Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara memberikan santunan kepada 560 anak yatim se-Kabupaten Karawang, Sabtu (26/1/2013) siang di Masjid Aliyah, Jln. Interchange, Karawang Barat. Santuan ini merupakan bentuk kepedulian FKLKS kepada anak yatim piatu di kabupaten ini.

“Ini tentunya sangat positif dan saya menyambut baik dengan adanya kegiatan santunan ini, saya harap ini bisa dicontoh oleh masyarakat lainnya,” kata bupati.

Bupati meminta, aksi peduli kepada anak yatim piatu ini bisa terus dilakukan, tidak hanya 1-2 kali melainkan terus berkelanjutan. Diakuinya, bantuan ini pun wujud kesalehan para donatur yang menyumbangkan hartanya untuk dibagikan kepada anak-anak yatim piatu.

Ketua panitia acara ini, Rafiudin Firdaus menyatakan, santunan ini diberikan kepada 560 anak dari 28 panti yatim se-Kabupayen Karawang. Kata dia, FKLKS ingin berkerjasama lebih intensif dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah Karawang agar bisa membantu lebih banyak anak yatim yang ada di Kabupaten Karawang. (rls)

Istri Bupati Sebar Logistik ke Daerah Banjir di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Istri Bupati Karawang, Hj. Nurlatifah Ade Swara ikut membantu mengemas ribuan paket logistik hingga larut malam di rumah dinas bupati bersama para pembantunya, Jumat (25/1/2013) malam, paket tersebut akan disebarkan kepada para korban banjir di beberapa kecamatan Kabupaten Karawang,

Kata Hj. Nurlatifah, ribuan logistik ini murni bantuan pribadi, dia yang mengemas serta yang menyalurkan langsung kepada korban banjir. Bantuan ini atas inisiatifnya setelah banjir melanda 23 dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang pekan lalu.

"Sejak banjir pertama, saya sudah sebarkan bantuan nasi bungkus kepada para korban banjir, karena di awal banjir mereka sangat kesulitan mencari makanan siap saji, warga mengaku punya uang tapi sulit mendapatkan makanan," ucapnya.

Beberapa hari pasca banjir ini, bantuan logistik untuk para korban banjir bukan lagi berupa nasi bungkus, melainkan paket sembako yang diperlukan, seperti beras, mie instant, kopi, susu kaleng, teh, minyak sayur, gula pasir dan biskuit.

Kata dia, bantuan ini akan terus disalurkan kepada semua korban banjir di Kabupaten Karawang secara kontinyu, terutama untuk korban banjir di daerah yang paling parah, seperti Batujaya, Cilebar, Tirtajaya, Tempuran, Telukjambe Barat termasuk Cilamaya.

Dia tidak menyebutkan jumlah ton beras yang disalurkan, tetapi diperkirakan beras yang sudah disalurkan kepada korban banjir hingga Jumat malam sebanyak puluhan ton beras, jumlah itu akan terus bertambah hingga tidak ada lagi genangan air banjir di Karawang Karawang.

"Insya Allah saya ingin maksimal membantu para korban banjir di wilayah Karawang," jelasnya. (spn)

Keterangan foto: Hj. Nurlatifah Ade Swara (kiri kerudung biru) mengemas logistik untuk korban banjir.

Kerugian Banjir Batujaya Mencapai Rp 10 Miliar


BATUJAYA, KarawangNews.com – Ketua DPRD Karawang, H. Tono Bahtiar menaksir kerugian musibah banjir akibat tanggul Citarum yang jebol di Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya sekitar Rp 10 miliar-an. Secepatnya, pemerintah kabupaten dan provinsi akan rapat khusus soal penanganan Sungai Citarum yang menyebabkan ribuan pemukiman warga di Kecamatan Batujaya, Tirtajaya dan Pakisjaya terendam banjir sedalam 2-4 meter.

“Kita akan terus mempertanyakan kepada BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bagaimana tanggul Citarum itu bisa jebol, kita pun akan terus berupaya meminta pertanggung jawaban BBWS,” kata Tono, saat ditemui di lokasi tanggul jebol Teluk Bango, Kamis (24/1/2013) siang.

Diketahui, akibat tanggul Citarum jebol itu ribuan rumah dan sawah beserta tambak digenangi air seinggi 2-4 meter. Hingga berita ini diturunkan, sebagian para korban banjir belum melakukan aktivitasnya, karena masih membereskan sampah dan lumpur di dalam rumahnya akibat terjangan air bah Sungai Citarum pada Sabtu (19/1/2013) dini hari.

Sementara itu, perbaikan tanggul Citarum di Teluk Bango ini dikeluhkan beberapa pekerja, mengingat cuaca yang terus hujan, sehingga area tanggul tersebut sangat licin. Seperti diungkapkan seorang pekerja, Muklis, setiap hari sedikitnya 50 truk pengangkut tanah terus berdatangan supaya pengarugan tanggul bisa secepatnya diselesaikan, karena khawatir terjadi banjir susulan. (uz)

Keterangan foto: Perbaikan tanggul Citarum di Teluk Bango dikebut.

Dede Yusuf: Dana Rp 100 Juta per Desa Harus Diturunkan Usai Pilgub


RENGASDENGKLOK, KarawangNews.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf berpendapat, alokasi dana Rp 100 juta per desa harus cair usai Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jawa Barat, 24 Februari 2013 mendatang, karena jika dicairkan sebelum Pilgub khawatir diindikasikan berunsur politik dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang juga akan kembali mencalonkan Gubernur Jabar periode 2013-2018.

Dede Yusuf yang juga calon Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 menegaskan, bantuan Rp 100 juta per desa ini merupakan program pemerintah provinsi yang sudah lama dan harus segera dicairkan kepada semua desa se-Jawa Barat.

“Dana desa itu memang harus segera dicairkan, tetapi harus dicairkan usai Pilgub, agar terhindar untur politik,” kata dia, didampingi Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana saat mengunjungi Ponpes Al Baghdadi, di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kamis (24/1/2013) siang. (uz)

Rp 260 Juta Untuk SD dan Rp 300 Juta Untuk SMP yang Kebanjiran


KARAWANG, KarawangNews.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang akan menginventarisir rehab fisik untuk 31 SD dan 2 SMP negeri se-kabupaten yang rusak akibat banjir. Dana rehab untuk SMP sebesar Rp 300 juta dan untuk SD Rp 260 juta. Sedangkan untuk peralatan yang rusak akan dianggarkan dari DAK (Dana Alokasi Khusus).

“Dana dari APBD I dan APBD II hanya untuk perbaikan fisik bangunan, sedangkan untuk peralatan dari DAK. Sementara, dana rehab itu kita masukan di anggaran tahun 2013,” kata Sekretaris Disdikpora, Drs. Wawan Setiawan, Kamis (24/1/2013) siang, usai baksos KaOff ke korban banjir di Kecamatan Telukjambe Barat.

Di SMPN 1 Telukjambe Barat, sebagian besar peralatan sekolah rusak termasuk ribuan buku pelajaran dan dokumen penting sekolah tersebut. Usai baksos dengan KaOff, Bupati Ade Swara sempat melihat langsung kerusakan di sekolah ini, dia miris melihat kondisi sekolah yang rusak parah, terutama komputer, telepon dan proyektor sekolah yang tidak tidak bisa digunakan lagi akibat terendam banjir.

“Saat banjir, saya ke sini tapi sekolah ini belum terendam ya?” kata bupati kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Telukjambe Barat, Sutirna saat melihat kerusakan sekolah tersebut.

Menjawab itu, Sutirna menceritakan, air mulai menggenangi pemukiman di Desa Karangligar pada Selasa (15/1/2013), saat itu air banjir masih jauh dari gerbang sekolah, tetapi pada Jumat (18/1/2013) sekitar pukul 13.00 WIB, air mulai menggenangi halaman sekolah, dia bersama penjaga sekolah berusaha menaikan semua barang sekolah di atas meja yang ditumpuk di dalam kelas, tetapi banjir semakin tinggi hingga mencapai 2,5 meter, sehingga sekolah terendam dan semua peralatannya tak bisa diselamatkan.

Kata dia, SMPN 1 Telukjambe Barat memiliki 30 ruang kelas, ribuan buku perpustakan dan memiliki siswa sebanyak 707 siswa dari kelas 7 hingga 9. Selama banjir, sekolah terpaksa diliburkan dan akan masuk kembali hari Senin pada minggu depan, mengingat gedung sekolah masih dibersihkan dari lumpur banjir. Kini sejumlah siswa dan penjaga sekolah masih bersih-bersih dan menata kembali ruang kelas supaya bisa digunakan untuk belajar.

“Senin depan kita mulai belajar, tentunya dengan keterbatasan sarana, karena semua rusak akibat banjir,” kata dia, sambil menunjuk pagar tembok sekolah yang roboh akibat terdorong arus banjir.

Menurutnya, desa ini pernah banjir pada tahun 2007 dan 2010, tetapi baru kali ini banjir akibat luapan Sungai Cibeet itu kedalamannya mencapai 2,5 meter di sekolahnya. Dia pun tidak menduga sekolahnya akan menjadi korban banjir tahun ini.

Selain SMPN 1 Telukjambe Barat, sekolah yang kebanjiran fatal yaitu SMPN 1 Batujaya, banjir menggenangi sekolah ini sedalam 2 meter dan merusak semua peralatan komputer termasuk buku pelajaran dan dokumen penting. Hingga Rabu kemarin, sekolah yang banjir akibat tanggul Sungai Citarum yang jebol ini masih bersih-bersih. Kendati begitu, pihak sekolah akan memperbaiki peralatan elektronik seperti komputer dan proyektor, berharap peralatan alat belajar itu bisa digunakan kembali oleh siswa. (spn)

Keterangan foto: Bupati Ade Swara didampingi Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat melihat kerusakan sekolah akibat banjir.

Warga Karangligar Perbaiki Saluran yang Rusak Akibat Banjir


TELUKJAMBE BARAT, KarawangNews.com – Pasca banjir, warga di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat gotong royong memperbaiki tujuh titik tanggul saluran sekunder yang jebol akibat diterjang banjir luapan Sungai Cibeet, Selasa (15/1/2013) lalu.

Dikatakan warga setempat, Rohman (45), panjang tanggul yang jebol itu bervariasi, antara 4 hingga 10 meter. Tanggul itu menjadi pemisah antara saluran sekunder dengan sawah, karena jika tidak segera diperbaiki, air saluran itu akan mengalir ke sawah.

“Kita secara swadaya, tidak ada bantuan pemerintah atau dinas terkait untuk memperbaiki kerusakan ini,” kata Rohman.

Diketahui, banjir di desa ini terjadi akibat luapan Sungai Cibeet yang menggenangi ratusan pemukiman, selain menerjang rumah, air banjir melewati saluran sekunder dan merusak tanggul-tanggulnya. (spn)

Keterangan foto: Warga memperbaiki tanggul saluran yang rusak akibat diterjang banjir pekan lalu.

Bupati: Pemda Karawang Tetap Siaga Banjir


KARAWANG, KarawangNews.com – Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara menyatakan, Pemda Karawang tetap siaga mengantisipasi banjir. Pasalnya, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan curah hujan tinggi akan terjadi awal Februari 2013 mendatang. Bupati juga berterima kasih kepada warga Karawang yang telah menyumbang kepada para korban banjir di 90 desa se-Kabupaten Karawang.

“Perhatian dari masyarakat kepada saudaranya yang kena musibah banjir sangat baik, hingga kini sumbangan untuk korban banjir pun terus berdatangan, beberapa pengusaha pun sudah banyak yang menelpon kepada saya akan mengirim bantuan. Saya harap masyarakat bisa memahami cuaca saat ini, intensitas tingginya curah hujan akan terus mengguyur akhir Februari,” ucapnya.

Kata bupati, selama musibah banjir, banyak sumbangan yang masuk ke Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana, tetapi ada diantaranya mereka yang langsung juga ada yang melalui dirinya. Cuma bupati menyayangkan, semula penyaluran bantuan ini kurang terkoordinasi dengan baik, banyak bantuan turun hanya di satu titik, sedangkan korban banjir yang banyak malah tidak dibantu.

“Tetapi kini sudah ketahuan, mereka yang selama banjir tidak dibantu kini sudah mendapat bantuan yang telah disebar merata ke semua daerah banjir,” kata bupati.

Diakuinya, Pemda Karawang akan memberi perhatian khusus kepada wilayah banjir, terutama di 90 desa yang tercatat kena banjir pekan lalu. Kata dia, banjir tahun ini berbeda dengan tahun lalu, ada beberapa daerah yang tahun lalu banjir kini tidak banjir, juga sebaliknya, bahkan ada yang setiap tahun memang selalu kebanjiran.

“Daerah banjir ini tidak sama dengan tahun lalu, berpindah-pindah, banjir tahun ini termasuk besar dan merata, semua disebabkan luapan sungai, seperti di Batujaya akibat Sungai Citarum yang jebol, termasuk di Cilamaya dan Telukjambe Barat akibat luapan sungai yang tidak jauh dari pemukiman,” jelasnya.

Luapan sungai tersebut, sambung bupati, memang disebabkan sedimentasi sungai, tetapi ada juga sungai yang telah dinormalisasi tetap banjir, seperti tanggul Citarum di Desa Teluk Bango yang jebol meski sudah di normalisasi. (spn)

Keterangan foto: Bupati Ade Swara (kanan) bersama warga dan aparat Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, saat baksos KaOff.

KaOff Salurkan Logistik Bagi Korban Banjir Telukjambe Barat


TELUKJAMBE BARAT, KarawangNews.com – Karawang Adventure Offroad (KaOff) konvoi menyambangi korban banjir di Desa Karangligar dan Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis (24/1/2013) siang, di dua desa itu rombongan KaOff menurunkan masing-masing 400 paket sembako bagi korban banjir. Bupati Karawang Ade Swara bersama putrinya Alina Putri Zahra turut ikut dalam baksos tersebut.

Di Desa Karangligar, bantuan tersebut diturunkan di Masjid Al Ikhlas Kampung Pangasinan, sedangkan di Desa Parungsari, bantuan diturunkan di kantor desa setempat. Diketahui, banjir di Desa Karangligar merendam 302 KK (Kepala Keluarga) atau 1.208 jiwa dengan ketinggian air sedalam 2 meter. Di Parungsari korban banjir sebanyak 1.447 KK atau 4.055 jiwa dengan kedalaman mencapai 4 meter.

Ketua KaOff, Ade Setiawan menyatakan, logistik yang dibagikan di dua desa itu berupa beras, mie instant, minyak sayur, sabun wipol, teh, gula pasir, kecap, susu kaleng, sarden dan obat-obatan. Logistik itu dipaket ke dalam ember yang dibagikan kepada korban banjir. Jadi, selain makanan di dalamnya, ember pun bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kita spontan iuran untuk bisa menyumbang makanan kepada korban banjir, selanjutnya kita akan terus berusaha meyalurkan bantuan kepada korban banjir sesuai kemampuan,” ucapnya.

Beberapa warga di Desa Karangligar menceritakan, mereka mengalami banyak kerugian akibat banjir, termasuk hewan ternak yang hilang terbawa arus banjir luapan Sungai Cibeet. Pada pasca banjir ini mereka mengaku masih kesulitan mencari bahan pokok, termasuk gas elpiji dan air bersih bahkan ada beberapa rumah yang belum membersihkan lumpur sisa banjir.

“Sudah banyak yang menyumbang makanan, tetapi mie lagi mie lagi, perut kita kembung oleh mie terus, yang kita perlukan beras pak,” celetuk Atih (29) warga setempat saat menunggu pembagian logistik. (spn)

Keterangan foto: Bupati Ade Swara (kiri) memberikan bantuan simbolis kepada Camat Telukjambe Barat Ade Sudiana.

PT. Pupuk Kujang Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir


BATUJYA, KarawangNews.com – PT. Pupuk Kujang memberikan bantuan logistik bagi korban banjir Batujaya, Rabu (23/1/2013) siang. Tak hanya korban banjir Batujaya, perusahaan ini menyalurkan logistik serupa di tiga kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Cikampek, Telukjambe Barat dan Kecamatan Pakisjaya.

Bantuan tersebut diterima langsung Camat Batujaya, Asep Supriyadi, bantuan yang diberikan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan korban banjir, seperti beras 350 kg , telor ayam 20 kg, sarden 100 kaleng, mie instant 27 dus, susu cair 15 pack, biskuit 250 pack dan pakaian layak pakai 2 karung.

Kata camat, bantuan ke kecamatannya terus mengalir, bersamaan dengan itu pihaknya pun terus mensuplai makanan bagi korban banjir, karena meski sudah dua hari ini banjir surut banyak warga yang belum bisa memasak.

“Kita terus suplai para korban banjir, karena mayoritas mereka belum bisa memasak, mereka masih sibuk bersih-bersih, apalagi warga yang otomatis tidak bisa bekerja mencari nafkah selama banjir kemarin,” kata camat. (spn)

DPP Perhiptani Karawang Dilantik, Produksi Pangan Harus Lebih Baik


KARAWANG, KarawangNews.com - Pelantikan DPP Perhiptani (Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) Kabupaten Karawang Periode 2012-2017 digelar di Aula Husni Hamid Pemda Karawang, Rabu (23/1/2013) siang. Acara dihadiri Bupati Ade Swara, Wakil Bupati dr. Cellica Nurachadiana, Penyuluh Pertanian Indonesia Salmon Padmanegara, Ketua DPP Perhiptani Pusat Ir. H. Isran Noor, M.Si, dan Ketua DPW Perhiptani Jawa Barat Ir. H. Arifin, M.Si.

Bupati Ade Swara menyatakan, pelantikan DPP Perhiptani ini merupakan yang pertama di Kabupaten Karawang, ini menunjukkan tingginya komitmen berbagai komponen masyarakat dalam upaya mengembangkan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Karawang.

Dia berharap besar kepada pengurus DPP Perhiptani yang baru dilantik untuk dapat menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan. Pelantikan ini harusnya  menjadi motivasi dalam melaksanakan tugas yang diwujudkan dalam karya nyata dan bermanfaat bagi kemajuan bidang pertanian di Kabupaten Karawang.

“Saya harap, Perhiptani mampu berdiri sejajar dengan organisasi profesi lainnya untuk menyampaikan apresiasi dan memberikan perlindungan bagi para anggotanya dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata bupati.

Bupati juga menekankan, agar para penyuluh pertanian sebagai aparatur pemerintah dan pelayan masyarakat lebih jeli dan cerdas mendiagnosis kecenderungan timbulnya permasalahan di lapangan yang semakin kompleks dan dinamis.

Bupati juga mengajak aparat fungsional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar bersikap dan bertindak lebih disiplin, berkomitmen untuk memelihara loyalitas terhadap tugas dan fungsi yang harus dijalankan sebagai kewajiban abdi negara dan abdi masyarakat.

Sementara itu, Salmon Padmanegara menjelaskan, selama ini petani hanya dijadikan sebagai objek dan bukan sebagai subjek, untuk itu satu tugas penting kepada pengurus yang baru saja dilantik supaya dapat merubah paradigma atau perlakuan terhadap petani, yaitu dengan menjadikan petani sebagai subjek, bukan objek.

Menurut analisanya, permasalahan usaha tani saat ini meliputi masalah organisasi petani, masalah permodalan, masalah minimnya tingkat pendidikan non formal petani, masalah kemudahan atau akses petani untuk memperoleh faktor input seperti jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pestisida.

Sementara, Ir. H. Isran Noor, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, keberadaan penyuluh pertanian adalah ujung tombak suksesnya swasembada beras yang pernah dialami tahun 1984 lalu.  Menurut hasil evaluasi bank dunia, Negara Indonesia mampu mencapai swasembada beras saat itu, karena 65 persennya  hasil upaya peran penyuluh.

“Itu artinya negara dan rakyat kita saat itu tidak menganggap enteng peran penyuluh pertanian, saat itu keberhasilan swasembada beras juga tidak terlepas dari peran Salmon sebagai bapak penyuluh pertanian Indonesia,” kata Isran.

Diakuinya, ada tiga penyebab utama terjadinya krisis pangan saat ini, yaitu jumlah penduduk yang terus meningkat, ketiga karena petani melakukan panen sebelum waktunya dan persoalan alih fungsi lahan pangan produktif ke fungsi lain, seperti seluas 200.000 Ha lahan pangan produktif di Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat telah berubah fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan juga 85 persen sarana irigasi di Kabupaten Karawang tidak optimal karena bencana banjir.

“Saat ini, ancaman ketahanan pangan merupakan masalah krusial yang sedang kita hadapi, karena pangan adalah masalah rakyat yang hakiki dan ini adalah tanggung jawab kita semua, khususnya kepada pengurus Perhiptani yang baru saja dilantik,” tegasnya. (rls)

Warga Korban Banjir Batujaya Berebut Isi Ulang Elpiji 3 Kg


BATUJAYA, KarawangNews.com - Ratusan warga korban banjir berebut membeli gas elpiji 3 kg yang dijual Pertamina langsung di Kampung Kramat Jaya, Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya, Rabu (23/1/2013) siang. Pasalnya, sudah dua hari para korban banjir ini sulit mendapat elpiji.

Sebuah truk elpiji ini parkir di jalan, sementara warga dari berbagai penjuru kampung berbondong-bondong membawa tabung kosong mereka. Harga yang dijual per tabung ke warga Rp 13 ribu dari HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 12.750, karena agen penjual sulit mencari uang kembalian di tengah ramainya pembeli.

"Karena sulitnya elpiji, saya inisiatif mengajukan supaya ada pendistribusian langsung dari Pertamina ke masyarakat dengan harga terjangkau," kata H. Yoyon, agen elpiji di Desa Karyamulya.

Dijelaskan beberapa warga, mereka sulit mencari gas elpiji selama banjir dan harga yang ada di pasaran mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per 3 kg, itu pun stoknya selalu kosong, sehingga warga kesulitan memasak selama berada di tenda pengungsian, apalagi tidak ada kayu kering di musim hujan ini. (spn)

Keterangan foto: Warga antri beli gas elpiji 3 kg.

Buddha Tzu Chi dan Kodam III Siliwangi Bantu Korban Banjir Batujaya


BATUJAYA, KarawangNews.com – Yayasan Buddha Tzu Chi kerjasama dengan Kodam III Siliwangi memberikan bantuan logistik untuk korban banjir Batujaya, Selasa (22/1/2013) sore.  Bantuan Buddha Tzu Chi ini diberikan untuk meringankan beban para korban banjir dan total anggaran bantuan tersebut mencapai Rp 100 juta.

Bantuan yang diberikan berupa makanan, diantaranya 7 ton beras, 300 dus mie instant, 25 peti telor, puluhan dus biskuit dan sekitar 400 air mineral termasuk obat-obatan. Seperti dijelaskan Heming, Perwakilan Tanggap Darurat Buddha Tzu Chi, selain di Karawang, bantuan serupa diberikan kepada korban banjir di beberapa daerah lain, diantaranya Jakarta.

Bantuan tersebut di turunkan di kantor Kecamatan Batujaya yang dijadikan posko bantuan bencana sejak Selasa pagi, karena sebelumnya posko bantuan bencana banjir Batujaya dipusatkan di kantor Desa Karyamakmur sejak hari kedua banjir melanda warga di kecamatan ini.

Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel inf. Ali Sanjaya mewakili Pangdam III Siliwangi menjelaskan,  anggota TNI akan terus membantu para korban banjir hingga daerah Batujaya dianggap aman. Dia juga menyatakan turut prihatin kepada korban banjir yang rumahnya hancur dan terendam air bah Sungai Citarum yang jebol pada Sabtu (19/1/2013) lalu.

“Kami prihatin dengan adanya musibah ini, saya harap masyarakatnya tabah dan nanti akan ada upaya pemerintah untuk membantu para korban banjir,” ucapnya.

Dandim 0604 Karawang, Letkol Kav. A. Nugroho menyampaikan, selama banjir berlangsung sebagian besar bantuan turun di jalan-jalan lokasi pengungsian, tetapi pengungsi yang berada di tanggul Sungai Citarum malah belum kebagian logistik, dia akan mengerahkan anggotanya untuk menyisir warga yang kekurangan suplai makanan, supaya bantuan dari Buddha Tzu Chi ini bisa diberikan tepat sasaran.

Sementara itu, Camat Batujaya Asep Supdiyadi mengatakan, hingga Selasa pagi air banjir sudah mulai surut dan sebagian besar warga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, meski ada beberapa warga yang masih bertahan di tenda pengusian, karena rumahnya masih tergendang air banjir yang mengatung.

Kata camat, untuk bisa membuang air banjir yang mengantung diperlukan lebih dari 10 mesin pompa untuk menguras Desa Teluk Bango yang masih terendam. Kendati begitu, dia bersama jajaran dan perangkat desanya terus mendata dan berupaya membantu korban banjir.

Diketahui, sepuluh desa se-Kecamatan Batujaya yang paling parah adalah Desa Teluk Bango, berdasar data kecamatan, di Desa Batujaya sebanyak 99 rumah terendam, 151 KK atau 523 jiwa dan 195 Ha sawah, sedangkan di Desa Segaran 292 rumah, 333 KK atau 1090 jiwa dan 288 Ha sawah, Desa Segarjaya 31 rumah, 41 KK atau 164 jiwa dan 362 Ha sawah.

Sementara itu, di Desa Baturaden 25 rumah, 41 KK atau 124 jiwa dan 151 Ha sawah, Desa Karyabakti 199 rumah, 175 KK atau 703 jiwa dan 156 Ha, Desa Telukambulu 132 rumah, 1173 KK, 3.073 jiwa dan 240 Ha sawah, Desa Teluk bango 2.570 rumah, 2.612 KK atau 8244 jiwa dan 424 Ha sawah, Desa Karyamulya 1.896 rumah, 2.896 KK atau 8.896 jiwa dan 251 Ha sawah, kemudian Desa Karyamakmur 15 rumah, 1.126 KK atau 3.290 jiwa dan 180 Ha sawah, ketinggian banjir di 10 desa itu antara 0,5 - 4 meter. (spn)

Akibat Banjir, Jalan di Desa Tamansari Pangkalan Amblas


PANGKALAN, KarawangNews.com - Banjir wengakibatkan akses jalan Badami-Pangkalan, tepatnya di Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan amblas sedalam 50 cm, sehingga jalan itu hanya bisa dilewati satu jalur, padahal jalan itu baru selesai dibangun tahun 2010 lalu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi A DPRD Karawang, Ace Sopian Mustari menjelaskan, struktur tanah itu harusnya dibangun turap panjang, karena di bawah jalan itu banyak goa-goa saluran air ditambah beban kendaraan yang melewati jalan itu diluar batas yang ditentukan. Untuk itu, ketika pemerintah daerah membangun infrastruktur, baiknya melakukan perencanaan yang matang melihat sebab dan akibat terlebih dahulu.

Untuk mengatasi itu, Ace telah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan untuk bisa berpartisipasi memperbaiki amblasnya jalan itu, diantaranya PT. Jhuishin, PT. Atlasindo dan pengusaha lain yang tergabung dalam pengusaha Karawang Selatan.

“Mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa digunakan segera, sambil menunggu perbaikan dari pihak Bina Marga dan Pemkab Karawang,” kata dia, Selasa (22/1/2013) siang.

Jalan tersebut, sambung Ace, retak memanjang sekitar 10 meter, tetapi perbaikan jalan itu harus melebihi panjang yang rusak, yaitu sekitar sepanjang 50 meter. Diketahui, jalan Badami-Pangkalan ini setiap waktu dilintasi truk-truk besar, mengingat di wilayah tersebut berdiri banyak industri. (spn)

Keterangan foto: Jalan amblas akibat banjir di Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.

Bencana Banjir Tak Bisa Ditangani Regional Provinsi


“Manajemen Sumber Daya Air (MSDA) harus dikelola secara serius oleh pemerintah pusat, karena bencana alam banjir tidak bisa ditangani parsial atau regional provinsi per provinsi, contoh banjir DKI Jakarta tidak hanya disebabkan oleh drainase buruk di Jakarta, tetapi lebih kepada pembenahan di hulu dan pembenahan ini harus lintas provinsi, sedangkan penangannya harus dilakukan pemerintah pusat,” kata Ace Sudiar, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Karawang, Selas (22/1/2013) siang.

Saat ini pemerintah masih direpotkan banjir Jawa Barat dan Jakarta, besok jika polanya seperti sekarang, Jawa Tengah akan banjir diakibatkan dari Jawa Barat, kemudian Jawa Timur banjir disebabkan Jawa Tengah dan seterusnya, karena aliran sungai tidak mengenal batas provinsi, itu problem yang sangat mungkin terjadi.

“Langkah pertama, siapapun gubernurnya koordinasi antar pemprov menjadi sangat penting, minimal menjadi bahan pemerintah pusat dalam penanganan bencana banjir, di dalam koordinasi itu ada penyesuaian menyusun anggaran terutama dalam manajemen sumber daya air,” jelasnya.

Diketahui, Situ Jatiluhur merupkan sumber baku air, maka secara otomatis jika Jatiluhur over load, maka DKI Jakarta juga menerima dampak banjir tersebut, juga sebaliknya jika Jatiluhur kering, Jakarta mau minum apa. (spn)

Keterangan foto: Tanggul Sungai Citarum di Desa Teluk Bango, Batujaya sedang diperbaiki setelah jebol Sabtu (19/1/2013) lalu. Foto Senin (21/1/2013) siang.

Dipenuhi Pengungsi Banjir, Jalan Batujaya Macet

BATUJAYA, KarawangNews.com  - Arus kendaraan dua arah antara Desa Karya Makmur dan Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya macet total. Pasalnya, ribuan pengungsi mendirikan hingga ratusan tenda di sepanjang jalan tersebut. Untuk menghindari macet, ratusan kendaraan roda dua berusaha melintasi tanggul irigasi, meski tanah tanggul masih berlumpur.

"Kita maklum jalan raya jadi macet karena banyak pengungsi, tetapi imbasnya kita sulit lewat jalan raya. Sudah jelas waktu kita tersita di jalan ini," kata Hartadi, guru sekolah di Pakisjaya yang akan pulang ke Rengasdengklok, Senin (21/1/2013) siang.

Kemacetan terjadi sekitar 1 km, ini akibat jalan terkunci oleh kendaraan yang saling berlawanan, terutama kendaraan roda duayang mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan di depannya. Sementara, untuk menghindar macet, sebagian besar kendaraan roda dua terus menyusuri tanggul irigasi hingga 2 km.

Meski jalan lumpuh total, tidak tampak polisi lalu lintas mengatur jalan tersebut, sehingga kendaraan jadi sulit bergerak. Sesekali, para pengungsi mengatur lalu lintas dan bisa mengurai kemacetan di jalan tersebut, tetapi hanya berselang beberapa menit, kemacetan kembali terjadi.

Diketahui, ribuan pengungsi mulai mendirikan tenda di sepanjang jalan tersebut sejak Jumat (18/1/2013) tengah malam, mereka mengevakuasi harta benda yang berada dalam rumah mereka beberapa jam sebelum tanggul Sungai Citarum di Desa Telukbango jebol pada Sabtu (19/1/2013) pukul 1.25 WIB.

Selain tenda pengungsi yang didirikan para korban banjir, di sepanjang jalan tersebut berdiri tenda-tenda besar untuk pengungsi dan posko-posko yang didirikan partai politik. Sehingga jalan menjadi sempit, sedangkan kendaraan terus melintasi jalan tersebut, yakni kendaraan warga maupun kendaraan bantuan logistik untuk para korban banjir. (spn)

Keterangan foto: Pengguna jalan bergerak berlahan di tengah kemacetan.

Aher Minta Pemda dan Pemkot Cepat Tangani Korban Banjir


KARAWANG, KarawangNews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, langkah yang harus dilakukan jajaran pemerintahan sekarang yaitu memastikan penanganan pengungsi berjalan baik. Sementara pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta secepatnya memperbaiki tiga tanggul sungai yang jebol.

"Saya minta agar seluruh korban yang opname digratiskan, termasuk yang tidak punya Jamkesmas. Jangan sampai ada seorangpun korban banjir yang pengobatannya tidak memadai," tandas Aher,  didampingi Bupati Karawang Ade Swara, Senin (21/1/2013) di sela rapat koordinasi penanganan banjir di Aula Singaperbangsa, Pemda Karawang.

Aher juga menginstruksikan kepada para bupati dan walikota yang wilayahnya dilanda banjir dahsyat agar seksama dalam melakukan mitigasi bencana dan penanganan pengungsi harus tepat. Bantuan makanan harus benar-benar terjaga kebersihan dan gizinya.

"Pasokan air bersih juga perlu segera dicukupkan," tambah Aher.

Jumlah pengungsi koran banjir di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang mencapai ratusan ribu orang. Di Karawang saja, yang hamparan banjirnya terluas sebanyak 32 kecamatan, jumlah pengungsinya sebanyak 102.651 orang.

Dikatakan gubernur, Pemprov Jabar akan menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi korban yang kediamannya rusak berat. Namun, para bupati dan walikota juga diminta membantu warganya yang rumahnya hancur akibat diterjang bah.

"Mari kita pastikan seluruh bentuk penanganan pasca banjir berjalan baik, sehingga kehidupan seluruh korban banjir segera pulih," pinta Aher.

Gubernur Heryawan dalam tiga hari terakhir memantau langsung sejumlah titik parah bencana banjir di wilayahnya. Dia memastikan penanganan pasca banjir berjalan cepat dan tepat. (rls)

Aher Sumringah Gendong Bayi Korban Banjir


KARAWANG, KarawangNews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung meninjau kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang membelah Kabupaten Karawang, usai memimpin rapat tanggap darurat banjir yang diikuti para bupati/walikota se-Jabar yang wilayahnya dilanda banjir hebat, akhir pekan lalu.

Rapat yang melibatkan Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Subang, Pemkab Purwakarta dan Pemkab Karawang di Kantor Bupati Karawang, Senin (21/1/2013), menghasilkan sejumlah kesimpulan penting, diantaranya  perbaikan tanggul jebol akibat hantaman bah dan penanganan korban banjir.

Kondisi DAS Citarum yang dipantau, yakni di Desa Purwadana, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang. Di desa ini terdapat pertemuan arus Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Gelontoran air bah kedua sungai inilah yang meluap dan menenggelamkan kawasan permukiman dan persawahan hingga ketinggian dua meter.

Usai melihat langsung kondisi DAS, Aher memberi sejumlah arahan kepada jajarannya. Targetnya, mengantisipasi kemungkinan debit hujan kembali meningkat pada awal Februari 2013 mendatang.

Meski harus berjalan kaki susuri jalan kampung yang masih berlumpur pasca banjir, Aher tampak serta-merta segar ketika mampir di salah satu rumah di RT 01, RW 01, Kampung Sumedangan, Desa Purwadana, tepatnya di rumah sederhana milik Nana.

Saat melihat bayi yang baru berusia tiga hari tertidur pulas di hamparan kasur di teras rumah  yang sempat tenggelam oleh banjir, Aher menghentikan langkahnya, Ia pun menyapa sang ibu yang duduk lemah di sisi bayi.  "Ibu sehat?" tanya Aher.

Acih yang ditanya menjawab, dia sehat meski melahirkan dalam kondisi darurat akibat banjir. Selanjutnya, Aher menanyakan detail kondisi ibu dan bayinya kepada bidan yang kebetulan berada di kediaman Nana.

Tak cukup melihat bayi laki-laki itu, Aher meminta kepada sang ibu dan bidan, apakah ia bisa menimang bayi yang belum diberi nama tersebut. Tanpa pikir panjang, Acih memberi isyarat kepada bidan agar putranya diberikan ke Gubernur.

Akhirnya Aher menimang bayi korban banjir. Ia tampak sumringah dan terus tersenyum memandangi si bayi yang tetap tertidur lelap.  Meski agak kaku, Aher mengaku senang telah menimang bayi.

"Ibu, diberi ASI (air susu ibu, red) yang banyak ya," tutur Aher seraya mengembalikan sang bayi, setelah puas menimang. (rls)

Gubernur Jabar Gelar Rakor Penanggulangan Banjir di Wilayah II Jabar


KARAWANG, KarawangNews.com - Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan memimpin rapat koordinasi penaggulangan bencana banjir bersama Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara, MH, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Unsur Muspida dan Bupati/Walikota se-wilayah II Jawa Barat. Rapat digelar di Aula Gedung Singaperbangsa Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Senin (21/1/2013) pagi. Rapat ini membahas penanganan dan evaluasi banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Barat seperti Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.

Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut membahas analisis penyebab atau kronologis terjadinya banjir dan kesiapan setiap daerah dalam upaya penanggulangan pasca banjir. Di awal rapat, gubernur mengatakan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini penanganan banjir sudah cukup baik, karena kondisi daerah lebih siap dalam menghadapi datangnya banjir.

Dari paparan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Ir. H. Iman Sumantri, diketahui, untuk wilayah Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Karawang adalah daerah yang terluas di genangi banjir, yaitu sebanyak 23 dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang terendam banjir, meliputi 90 desa dan kelurahan, merendam sekitar 23.660 rumah penduduk atau 30.349 KK dan 103.651 jiwa. Tidak hanya harta benda, bencana banjir juga telah menyebabkan 4 korban meninggal dunia, yaitu bayi Karsih yang baru berusia 5 hari, Asep 12 tahun, Sanan 61 tahun dan Oneng 72 tahun.

Tidak hanya itu, banjir pun telah menggenangi lahan sawah masyarakat di 21 kecamatan seluas 52 ribu hektar dengan ketinggian air 30-150 cm. Sawah ini sudah tergenang air selama 2-6 hari, ini artinya 1/5 areal sawah di Jawa Barat sudah terendam banjir, maka akan mempengaruhi produksi beras di Jawa Barat dan akhirnya akan berdampak pada produksi beras nasional.

Untuk ketersediaan logistik korban banjir, Pemda Karawang memiliki stok beras sebanyak 51 ribu ton dan 35 ribu ton diantaranya sudah didistribusikan ke seluruh korban banjir dan saat ini stok hanya tinggal 16 ribu ton. Sekretaris daerah memperkirakan sisa stok beras yang tersedia saat ini tidak akan mencukupi kebutuhan korban banjir di beberapa hari yang akan datang. Untuk itu, dia berharap bantuan sumbangan dari seluruh pihak.

Tidak hanya ketersediaan beras, korban banjir di Kabupaten Karawang juga memerlukan makanan pendamping seperti telur, mie instan juga sarden. Disamping itu, kebutuhan yang paling mendesak adalah ketersediaan perahu karet dan pelayanan kesehatan termasuk obat-obatan, karena banyak korban banjir yang mulai terserang penyakit gatal, demam, ISPA dan diare.

Sementara itu, Bupati Karawang Ade Swara berharap, dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini dapat memberikan solusi atas segala permasalahan dalam penanggulangan bencana banjir yang terjadi.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Gubernur telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penanggulangan banjir, yaitu menambah jumlah perahu karet dan mengkalkulasikan jumlah perahu karet yang harus dimiliki setiap daerah untuk mengantisipasi jika terjadi banjir dalam keadaan terburuk di masa yang akan datang.

Permasalahan selanjutnya adalah ketersediaan logistik non beras, karena saat ini di Propinsi Jawa Barat masih tersedia stok beras 350 ribu ton beras dan diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan korban banjir. Selain itu, setiap daerah yang rawan terkena bencana harus menyiapkan minimal 1 dapur umum mobiling yang mampu menyediakan 1000 bungkus dalam 2 jam.

Kemudian, untuk areal sawah yang rawan dan tergenang banjir harus segera diantisipasi, karena jika sawah terendam lebih dari 4 hari akan menyebabkan padi membusuk dan gagal panen. Disamping itu Pemerintah akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada korban banjir, bantuan perbaikan rumah untuk kategori rumah rusak berat, dan bantuan peralatan sekolah bagi siswa korban banjir.

Dalam kesimpulannya, gubernur juga memfokuskan perbaikan darurat pada tanggul yang jebol seperti tanggul Bojong di Kabupaten Bekasi, tanggul Batu Jaya di Kabupaten Karawang dan Kali Bekasi di Kota Bekasi dengan memutus aliran sungai bukan aliran banjir, sehingga air tidak masuk ke perumahan warga. Anggaran untuk penanggulangan banjir saat ini dapat diperoleh dari dana tidak terduga Propinsi Jawa Barat sebesar Rp 75 milyar.      

Kepala BBWS Citarum, Hasanudin menjelaskan, banjir kali ini mengalami kenaikan yang cukup luar biasa, dimana debit air citarum yang biasanya mencapai 700 meter kubik per detik meningkat menjadi 1.200 meter kubik per detik.

“Hal ini disebabkan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi, dan didorong kerusakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” ujarnya.

Terkait dengan sejumlah tanggul jebol di Karawang dan Bekasi, Hasanudin menyatakn, sebagian besar tanggul memang berada di daerah dengan kondisi geologi yang kurang baik, pihaknya pernah menguji dengan menanam seat pile di beberapa titik tanggul hingga sedalam 12 meter, namun tetap tidak menemukan tanah yang keras.

“Tanggul yang jebol sendiri tengah diperbaiki, sehingga air tidak lagi mengalir ke permukiman warga,” ujarnya.

Usai rapat Gubernur Ahmad Heryawan, Bupati Ade Swara beserta sejumlah peserta rakor langsung meninjau titik pertemuan antara Sungai Cibeet dan Sungai Citarum, di Dusun Sumedangan, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Tingginya debit air di kedua sungai tersebut menyebabkan banjir melanda warga sekitar dengan genangan air mencapai 150 cm. (rls)

Keterangan foto: Gubernur, bupati dan BBWS kunjungi lokasi banjir di Sumedangan.

Rieke Minta Dana Bantuan Banjir Rp 31,9 Miliar Disalurkan


KARAWANG, KarawangNews.com – Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mencairkan anggaran bantuan bencana alam yang diprioritaskan kepada daerah banjir sebesar Rp 31,9 miliar. Rieke juga menegaskan 55 persen dari Rp 700 miliar dana perbaikan Sungai Citarum diduga hilang, mengingat kondisi normalisasi Sungai Citarum secara kasat mata masih terlihat buruk.

Hal itu dia nyatakan ketika meninjau langsung pengungsi banjir di Desa Karya Makmur, juga melihat langsung kerusakan tanggul Sungai Citarum yang jebol di Desa Teluk Bango, Senin (21/1/2013) siang. Kunjungan Rieke ini didampingi anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, H. Deden Darmansah dan Ketua DPRD Karawang, H. Tono Bahtiar, serta relawan Rieke-Teten dan kader PDI Perjuangan. Kata Rieke, jika proyek perbaikan Sungai Citarum ini tepat waktu dan tidak ada korupsi, maka banjir seperti ini tidak akan terjadi.

“Kami meminta pertanggung jawabannya dari pemerintah pusat dan daerah, juga kepada DPR RI, kenapa banjir ini bisa terjadi. Secara administrasi ini proyek nasional, dimana provinsi terlibat dalam proyek apapun, Pempov Jabar pun harus melakukan intervensi terjadinya banjir yang disebabkan turunnya air dari Bandung, kemudian turun ke Saguling, Citara hingga ke Walahar yang turun dibagi dua ke Kalimalang dan ke Batujaya,” jelasnya.

Untuk penanganan banjir kedepan, Rieke telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, untuk melakukan perbaikan saluran dari hulu hingga hilir. Mengingat selama ini persoalannya selalu dilematis, karena curah hujan dari Bandung, Bogor termasuk Cianjur, airnya turun ke hilir yaitu ke Jakarta dan Karawang. Bahkan untuk menyelamatkan supaya Jakarta tidak banjir besar, Karawang pun jadi korban pengalihan air tersebut di bendungan Cirata.

Selama meninjau pengungsi dan titik banjir di Batujaya, Rieke mendapat sambutan antusias warga setempat, hampir 2 km meter Rieke diarak warga berjalan kaki menuju tanggul yang jebol tersebut. Aktivis perempuan ini pun menyambangi beberapa warga yang sakit di tenda pengungsian, dia pun meminta warga kritis menanggapi banjir ini, karena banjir akibat Citarum ini bukan sekedar bencana alam, melainkan kelalaian manusia. (spn)

Keterangan foto: Rieke digulung warga saat meninjau banjir di Kecamatan Batujaya.

Zhadoel Bantu Korban Banjir Poponcol Kaler



KARAWANG, KarawangNews.com – Sispamdu Zhadoel dan GKI Pasteur Bandung membantu korban banjir di Poponcol Kaler RT 06, RW 05 Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Zhadoel dan GKI Pasteur Bandung menyumbang 150 air mineral, 50 mie instan dan satu dus pakaian baru, Senin (21/1/2013). Bantuan itu diserahkan simbolis oleh Pengurus Sispamdu Zhadoel, Sugoro kepada warga setempat.

Ketua Sispamdu Zhadoel, Dhendy Ananda menyampaikan turut prihatin atas bencana banjir tersebut,  banjir saat ini merupakan banjir nasional yang menenggelamkan hampir seluruh kecamatan di Karawang, termasuk daerah-daerah lain yang serupa kebanjiran.

Setelah melakukan bantuan di daerah poponcol Kaler karawang, bantuan diteruskan ke lokasi banjir di Kecamatan Batujaya , karena kecamatan tersebut merupakan daerah yang terparah, setelah bendungan Sungai Citarum jebol di di Desa Teluk Bango. (uz)

Keterangan foto: Pengurus Sispamdu Zhadoel simbolis memberikan bantuan kepada korban banjir Poponcol.

Partai Gerindra Sebar Logistik Untuk Korban Banjir


BATUJAYA, KarawangNews.com - DPC Partai Gerindra memberikan bantuan makanan dan obat-obatan bagi korban banjir di Kecamatan Batujaya, Senin (21/1/2013) siang. Bantuan tersebut dibagikan di posko partai langsung kepada warga sekitar.

Di Batujaya ini, sedikitnya 1500 nasi bungkus dibagikan kepada korban banjir, termasuk susu untuk anak-anak dan sabun mandi, juga 100 dus air mineral dan 500 mie instant.

Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapi menjelaskan, selain untuk korban banjir di Kecamatan Batujaya, logistik itu disistribuskan ke beberapa daerah lain yang kebanjiran.

Selain makanan dan minuman, di posko partai ini dibuka pengobatan gratis bagi warga yang terserang peyakit selama tinggal di tenda pengungsian, mayoritas korban banjir ini terserang penyakit gatal, masuk angin, sakit kepala, diare dan demam.

Diakui korban banjir, Ihsan (50) warga Dusun Tambunsari, Desa Karyamakmur, bantuan yang sudah diberikan pemerintah, organisasi maupun partai politik yang membuka posko di lokasi banjir dianggap cukup, para korban banjir ini tidak kekurangan makanan.

“Makanan dan air bersih sudah cukup, hanya saja kita butuh selimut, karena sering kedinginan saat tidur di dalam tenda pengungsian,” ucapnya.

Sementara itu, bantuan Partai Gerindra ini akan terus dilakukan dengan membagikan logistik secara  merata di daerah-daerah yang kebanjiran. (spn)

Keterangan foto: Para korban banjir mengambil makanan, minuman dan obat-obatan di posko Partai Gerindra.

Posko Logistik Dipusatkan di Kantor Desa Karya Makmur


BATUJAYA, KarawangNews.com - Supaya bantuan logistik untuk korban banjir tercecer, Kecamatan Batujaya membuat posko bantuan yang dipusatkan di kantor Desa Karya Makmur yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari lokasi tanggul citarum yang jebol.

Camat Batujaya, Asep Supriadi menjelaskan, pusat posko bantuan ini mulai diberlakukan Sabtu (19/1/2013) siang, karena banyak korban banjir yang tidak kebagian logistik akibat penyalurannya tidak merata.

“Sebelum dikoordinir, bantuan tercecer dan selalu habis di jalan, Korban banjir yang berada diujung desa banyak yang tidak kebagian logistik,” akunya.

Teknis pengambilan logistik di posko ini, warga melapor kepada aparat desa, nanti aparat desa setempat yang akan mengambil logistik sesuai kebutuhan dan kembali disalurkan kepada korban banjir tersebut.

Setelah dibuka posko bantuan yang dipusatkan di Desa Karya Makmur, bantuan terus berdatangan dan ditampung panitia logistik. Logistik yang dititipkan di posko ini diantaranya dari swadaya masyarakat, organisasi termasuk partai politik. (spn)

Keterangan foto: Sispamdu Zhadoel menurunkan logistik untuk korban banjir di kantor Desa Karya Makmur.

Rieke Pulangkan Jenazah TKW Asal Blanakan

SUBANG, KarawangNews.com – Calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka berhasil membawa pulang jenazah TKW (Tenaga Kerja Wanita), Warsimah Binti Amad Wasid setelah tertahan selama tujuh bulan di Arab Saudi. Suasana histeris pun pecah saat peti mati jenazah masuk ke rumah duka di Kampung Sindang Laut 1, RT 02, RW 02, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Minggu (20/1/2013) malam.

Warsimah yang semula mengadu nasib ke Negara Arab untuk mengangkat ekonomi keluarga malah membawa duka mendalam bagi keluarga, terlebih gaji yang seharusnya diterima Rp 24 juta hanya diterima pihak keluarga Rp 18 juta.

TKW ini bisa dipulangkan setelah Rieke mendapat laporan dari keluarga korban, tak menunggu lama artis pemain sinetron Bajai Bajuri ini langsung menelusuri keberadaan jenazah Warsimah dan akhirnya TKW sebagai tulang punggung keluarga itu bisa dibawa pulang dan diantar langsung oleh Rieke ke rumah keluarganya di Blanakan, Subang.

“Kita prihatin dan sangat menyayangkan dengan sikap PJTKI yang telah menelatarkan jenazah hingga tujuh bulan dan tak bisa memulangkannya ke tanah air, apalagi gajinya yang seharusnya Rp 24 juta baru diterima Rp 18 juta,” ucapnya.

Diketahui, Warsimah meninggal di Arab Saudi akibat kecelakaan saat berlibur dengan keluarga majikannya. Untuk itu, Rieke menekankan kepada BNP2TKI dan Kementrian Tenaga Kerja untuk mencabut ijin operasional PJTKI yang tidak bertanggung jawab, serta mengusut tuntas semua masalah yang dihadapi TKI di luar negeri. (spn)

Ketua DPRD Awasi Perbaikan Tanggul Jebol, Khawatir Banjir Susulan


BATUJAYA, KarawangNews.com – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Tono Bahtiar meminta pemerintah provinsi dan pusat segera membendung kembali 100 meter tanggul yang jebol di Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya, dia mengkhawatirkan terjadi banjir susulan yang lebih parah, mengingat banjir di desa tersebut saat ini berangsur surut.

“Saat ini, yang kita pikirkan bukan saja bantuan logistik kepada korban banjir, tetapi bagaimana caranya supaya tanggul yang jebol itu bisa secepatnya ditutup kembali, sebelum terjadi banjir susulan,” kata Tono, Minggu (20/1/2013) malam saat dia meninjau langsung tanggul tersebut.

Sejak Minggu pagi, lanjut Tono, tiga alat berat sudah diturunkan ke lokasi banjir untuk memasang kayu dolken dan mengarug tanggul. Dia memastikan pekerjaan ini harus bisa cepat diselesaikan, karena ini merupakan pekerjaan paling utama di tengah musibah banjir seperti ini.

“Saya meminta kepada pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan tanggul sepanjang Sungai Citarum, karena hampir semua tanggul rawan jebol,” jelasnya.

Dia menyatakan, ada empat rumah yang hancur diterjang air bah Sungai Citarum pada detik-detik tanggul tersebut jebol, dia pun meminta Pemerintah Kabupaten Karawang supaya memberikan ganti rugi kepada korban banjir termasuk empat rumah warga di desa ini yang hancur.

Diketahui, sejak terjadi banjir Sabtu (19/1/2013) dini hari, Tono Bahtiar terus memantau korban banjir, hanya saja dia cenderung konsen supaya tanggul yang jebol itu bisa segera ditutup. Hingga Minggu malam, dia bersama aparat Kecamatan Batujaya dan Danramil Batujaya masih mengawasi pekerjaan pengarugan tersebut, supaya pekerjaannya bisa selesai dikerjakan. (spn)

Keterangan foto: Tono Bahtiar bersama korban banjir Citarum di Kecamatan Batujaya.

Konser ‘Black Metal’ Galang Dana Untuk Korban Banjir


KUTAWALUYA, KarawangNews.com – SMK Ristek dan SMK Pebankan Indonesia menggalang dana untuk korban banjir dengan menggelar community live ini concert di halaman gedung SMK Ristek, Minggu (20/1/2013) sore, konser yang digelar radio The City 102 FM milik kedua SMK itu diikuti 15 grup band aliran ‘black metal’ se-Karawang. Hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada korban banjir melalui Siswa Pencinta Alam SMK Ristek dan Perbankan Indonesia.

Kepala SMK Perbankan Indonesia, juga Direktur The City 102 FM, Bambang Pranowo menjelaskan, konser ‘black metal’ ini untuk menyalurkan bakat remaja, terutama penggemar aliran musik tersebut, karena konser ini bisa menjadi parameter perkembangan positif mereka. Sementara, konser digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga malam.

“Hasil penggalangan dana konser ini akan kita salurkan segera kepada korban banjir,” kata Bambang, di sela gembrang-gembrung konser tersebut.

Ditanya tentang manfaat radio bagi sekolah, Bambang menjawab, radio yang dia bangun tiga tahun lalu itu sebagai salah satu keberhasilan pengembangan sekolah untuk menjalankan beberapa program yang berkaitan dengan kehumasan dengan menggelar berbagai acara, termasuk konser ini.

Kata dia, kedepan sekolahnya akan membentuk badan penanggulangan bencana dengan perlengkapan pendukung  seperti perahu karet. Bahkan sekolah ini akan membuat posko antisipasi bencana alam. Menurutnya, tugas penanggulangan bencana ini tidak bekerja saat kejadian, tetapi yang terpenting yaitu memberi pengetahuan kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah bencana atau penangaan jika bencana alam terjadi. (spn)

Keterangan foto: Bambang Pranowo di tegah riuh konser 'black metal'.


Korban Banjir di Karawang Sebanyak 68.776 Jiwa



KARAWANG, KarawangNews.com - Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Satkorlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Karawang per tanggal 19 Januari 2013, bencana banjir telah merendam sedikitnya 18.804 rumah di 80 desa yang tersebar di 23 kecamatan se-kabupaten, ketinggian air bervariasi antara 30 – 250 cm. Kondisi tersebut mengakibatkan sebanyak 68.776 jiwa atau 21.948 KK (Kepala Keluarga) harus mengungsi.

Untuk areal persawahan, Satkolarlak mencatat sedikitnya 12.109 hektar sawah di 23 kecamatan tergenang, dengan tinggi genangan antara 30 – 150 cm dan lama genangan antara 2 – 5 hari.  Selain itu, untuk membantu meringankan beban para korban banjir, Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Karawang telah menyalurkan sedikitnya 26,165 ton beras dan menurunkan 27 perahu karet dari berbagai perusahaan, untuk mendukung evakuasi korban banjir.

Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara mengatakan, bencana banjir yang disebabkan kondisi alam dan cuaca ekstrim ini harus diterima dengan sabar dan tetap waspada, terlebih bila intensitas curah hujan kembali tinggi. Bupati juga mengintruksikan kepada bawahannya supaya korban banjir ditangani khusus dan tercukupi segala kebutuhannya, terutama pasokanan makanan dengan menyediakan dapur umum dan tenda pengungsian. (rls)

Keterangan foto: Bupati Ade Swara saat memantau banjir di Cikampek.


 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang | Warga Menulis
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design ApoedCyber and Odang ICT