![]() |
| Proses pembuatan pupuk organik padat dari eceng gondok oleh mahasiswa KKN Unsika dan warga Desa Pisangsambo. (26/6) |
KarawangNews.com - KKN Mahasiswa Unsika di Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya bersama warga mengubah eceng gondok yang melimpah di saluran irigasi menjadi pupuk organik padat.
Sekretaris Pokja KKN Unsika Desa Pisangsambo Hanifah, mengatakan program ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomi dari limbah air sekaligus mengurangi penyumbatan saluran dan mendukung ketahanan pangan lokal.
"Kegiatan utama meliputi uji coba pembuatan sampel pada 7 Januari 2026 dan sosialisasi serta demonstrasi pada 26 Januari 2026 di rumah Kepala Desa Pisangsambo," terang Hanifah.
Menurut Hanifah, sasaran utama program ini adalah para anggota PKK, kelompok tani, dan warga umum yang hadir untuk belajar teknik pembuatan pupuk sederhana.
Lebih lanjut, Ia menuturkan, materi kegiatan ini difokuskan pada langkah langkah praktis agar mudah direplikasi di rumah masing masing dan di kelompok tani.
"Pendekatan yang dipilih menekankan penggunaan bahan lokal sehingga biaya rendah dan proses mudah diikuti," ujarnya.
![]() |
Di tempat yang sama, Ketua Pokja KKN Desa Pisangsambo Parlindungan Tarihoran menambahkan, proses pembuatan yang diajarkan meliputi pencacahan eceng gondok, pencampuran dengan arang sekam, dedak, kotoran kambing, serta penyemprotan larutan bio aktivator yang terbuat dari EM4 gula merah air sumur dan air cucian beras.
"Campuran disimpan dalam wadah fermentasi dengan pengadukan berkala sehingga terjadi fermentasi semi anaerob dan menghasilkan pupuk organik padat yang dapat dimatangkan dan dipakai," jelasnya.
Lewat kegiatan ini, Pokja KKN Unsika Desa Pisangsambo dan warga menghasilkan minimal dua paket produk pupuk organik yang dibagikan kepada peserta serta alih teknologi sederhana tentang fermentasi semi anaerob.
Selanjutnya, Parlin berharap, warga memperoleh keterampilan praktis meracik pupuk dari bahan lokal dan langsung memiliki produk yang bisa dipakai di lahan.
Dan, untuk keberlanjutan program ini, Ia merekomendasikan replikasi skala kecil oleh PKK dan kelompok tani, pembuatan dokumentasi resep yang mudah diikuti, serta pelatihan lanjutan untuk mengembangkan produk menjadi kemasan siap jual.
"Dampak lanjutan yang diharapkan adalah berkurangnya populasi eceng gondok di saluran irigasi dan berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia," tandas Parlin.
Langkah langkah ini diharapkan membuka peluang usaha skala rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan serta ekonomi lokal. [Yoza]





