![]() |
| R. Tedjasuria (kanan) bersama Hj. Eli Laeli (tengah) dan Arief Bijaksana Maryugo (kiri). |
KarawangNews.com - Sabtu (31/1/2026), perusahaan pengembang properti Galuh Mas Group menyalurkan bantuan paket makanan siap santap bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang.
Bantuan ini diberikan kepada para pengungsi yang saat ini berada di lokasi penampungan kawasan Resinda Karawang.
Berdasarkan data posko, sebanyak 783 jiwa mengungsi, terdiri dari orang dewasa, anak-anak, balita hingga lansia, yang berasal dari Desa Purwadana dan Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur.
Plt. Camat Telukjambe Timur, Hj. Eli Laeli Komala menjelaskan, kondisi pengungsian sudah berlangsung sekitar tiga minggu, warga sempat kembali ke rumah saat air surut, tetapi mereka harus kembali mengungsi ketika banjir datang lagi.
“Warga kadang pulang saat air surut, lalu dua hari kemudian kembali ke pengungsian karena banjir datang lagi,” kata Eli Laeli.
Ia berharap, ke depan persoalan banjir bisa tertangani lebih baik agar warga tidak terus mengalami situasi serupa setiap kali curah hujan tinggi.
![]() |
| Pengungsian banjir di Resinda. |
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Arief Bijaksana Maryugo, Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Karawang.
Dia menyampaikan apresiasinya kepada Galuh Mas Group yang telah memberikan bantuan untuk korban banjir di Telukjambe Timur.
"Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban para pengungsi,” ucapnya.
Sementara itu, Humas dan Perizinan Galuh Mas Group, R. Tedjasuria mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati perusahaan terhadap warga terdampak.
Atas dasar empati, kata R. Tedjasuria, pihaknya memberikan bantuan bagi warga Purwadana dan Sukamakmur yang saat ini ditampung di pengungsian Resinda.
"Kami berharap ke depan banjir tidak sering terulang, dan upaya penanganan dari pemerintah terus berjalan,” ujarnya.
Bantuan makanan siap santap ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan harian para pengungsi selama berada di posko, sekaligus memberi dukungan moral bahwa para korban tidak sendirian menghadapi musibah banjir yang datang berulang.
Para pengungsi ini merupakan warga Kecamatan Telukjambe Timur yang hampir setiap tahun rutin kebanjiran. Tak hanya sekali, dalam satu musim hujan, mereka kebanjiran beberapa kali akibat luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.






