Tempat Sampah Ini Disulap Jadi Arena Bermain Anak

PESATNYA pembangunan di Kabupaten Karawang, membuat taman bermain anak semakin sedikit di tengah kota. Di tengah kondisi tersebut, sejak tahun 2016 diantara bekas tempat pembuangan sampah yang kemudian ditanami pepohonan bambu diatas lahan milik PT. KAI di lingkungan Dipo, Kelurahan Nagasari, Karawang Barat. 

Wawas (56 tahun), menginisiasi dibangunnya arena taman bermain anak, yang ia namakan taman "Pakarangan Budak".

Ditemui awak media pada Jum'at (22/01/2021) disela kesibukannya membenahi sarana prasarana di taman. Ia mengatakan, awalnya tempat bermain ini merupakan tempat pembuangan sampah warga yang kotor dan tidak terurus. 

Ditambah keprihatinan dengan kecenderungan anak-anak zaman 'now' yang berkumpul bermain tapi malah sibuk dengan gadgetnya masing-masing. 

Ia berinisiatif, dibantu dengan pemuda setempat kemudian mengadakan kerja bakti dan gotong royong dalam merealisasikan arena taman bermain tersebut. 

"Alhamdulillah dengan adanya taman bermain ini sejak 1 tahun belakangan. Ramai anak-anak yang bermain setiap siang hingga sore hari. 

Bermain di arena yang ada, berinteraksi dengan teman sebaya dalam berbagai permainan tradisional seperti galah, benteng-bentengan, petak umpet, dan lain-lainnya," ujar kang Wawas, panggilan karibnya.

Disamping menjadi lahan hijau dan taman bermain anak di tengah kota, taman pakarangan budak yang lokasinya tidak jauh dari rumah sekaligus sanggar dan galeri seni-nya ini. Ia harapkan kedepannya dapat menjadi wahana pengenalan sastra dan juga budaya sunda. 

Selain disini juga mengenalkan permainan tradisional, beragam kreasi serta kesenian sunda yang ada nantinya akan dikemas dalam bentuk pertunjukan atau festival. 

"Mudah-mudahan setelah pandemi ini bisa segera kita gelar dan ditampilkan pada masyarakat," tandasnya. [yoz]
iklan
BERIKAN KOMENTAR ()