Universitas YARSI Kembangkan Hidroponik di Rengasdengklok

Warga Menulis
Oleh: Dr. Any Setianingrum
Dosen Universitas YARSI

Minggu, 25 Agustus 2019, diadakan Pelatihan hidroponik, yaitu produksi dan pemasaran dengan manajemen syariah, di Desa Amansari, Rengasdengklok, Karawang, dari pagi hingga sore. Teknik hidroponik ini merupakan gaya hidup dan juga model bisnis urban farming yang sedang booming.

Pelatihan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat dari Tim PKM Universitas YARSI, yakni Masaagus Asaari MSi, Dr Any Setianingrum dan Dr. Perdana WS.

Sebelumnya sudah didahului dengan kegiatan sosialisasi pelatihan hidroponik, yang dirangkai dengan acara tanya jawab yang diikuti warga dengan antusias, dan dilanjutkan acara buka bersama pada bulan Ramadhan yg lalu.

Sebelum kegiatan pelatihan, jauh-jauh hari sudah dilakukan diskusi dan kesepakatan antara kepala desa H. Napi, unsur Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) Husen dan instruktur hidroponik, dalam penentuan lokasi lahan sebagai proyek percontohan sekaligus direncanakan sebagai sentra hidroponik di desa Amansari.

Kesepakatan tersebut difasilitasi oleh tim PKM Universitas YARSI pada bulan April 2019. Hasilnya ditetapkan lokasi lahan berada di area kantor desa, di Jalan Raya Proklamasi, selain memenuhi persyaratan agronomis, juga dapat mempersatukan warga melalui kegiatan hidroponik desa.

Pembuatan 4 instalasi rakitan hidroponik dan semua peralatan pelatihan telah disiapkan sebelum hari H pelatihan, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih fokus dan mudah.

Pada materi pelatihan ini ada 4 model hidroponik yang dipelajari. Pada kesempatan yang sama juga diajarkan model rakit apung yang bisa dimodifikasi dengan model jika terjadi keterbatasan listrik, misalkan mati listrik, maka tanaman tetap akan terjamin ketersediaan airnya.

Peserta berjumlah 40 orang, yang meliputi unsur ikatan pemuda masjid, petani, majelis taklim ibu-ibu, dan ada juga para pemuda dari luar desa Amansari.

Tujuan dari sentra hidroponik ini adalah memberikan ketrampilan produksi dan pemasaran sayur hidroponik, kedepannya dapat memberikan lapangan kerja, menyediakan nutrisi sehat, pemberdayaan lahan desa dan penghijauan di Amansari.

Materi pelatihan juga meliputi pengetahuan praktis tentang manajemen keuangan syariah untuk usaha mikro, sejak kegiatan survey, sosialisasi maupun hari H senantiasa diberikan pula motivation achievment training, untuk membangun partisipasi dan komitmen peserta. Ketrampilan hidroponik ini selain dijalankan secara kolektif/kolompok melalui instalasi hidroponik yang telah didirikan di lahan desa, juga dapat diterapkan secara individual di rumah masing-masing.

Setelah kegiatan pelatihan, telah diagendakan juga monitoring dan evaluasi, untuk mengawal dan menjamin keberhasilan produksi dan pemasaran sayur hidroponik. Pihak instruktur, yakni Hendro dari KSM Sahabat Lingkungan bersama fasilitator pelatihan dari koperasi tani Karawang dan asosiasi hidroponik karawang, Bambang Evendi, akan berusaha menampung hasil produksi ke jaringan usaha hidroponiknya yang saat ini sudah berjalan dengan baik. (***)

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()