Launching PT. Asianpaints, Kang Jimmy Tegaskan 3 Hal Pada Perusahaan

KARAWANG, KarawangNews.com - Meskipun sempat diterpa isu miring oleh beberapa pihak yang dianggap lawan politiknya melalui media sosial, yaitu dengan isu hanya mencari keuntungan pribadi dalam setiap agenda inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa perusahaan, namun ternyata Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) justru malah terlihat terus melanjutkan agenda kerjanya.

Kali ini, Kang Jimmy terlihat mendatangi salah satu perusahaan baru PT. Asianpaints di Kawasan Suryacipta Ciampel. Namun, kali ini agenda Kang Jimmy bukan untuk melakukan agenda sidak. Melainkan untuk memenuhi undangan launching perusahaan yang berproduksi cat tersebut.

Kendati demikian, kepada para awak media, Kang Jimmy mengaku bahwa kehadirannya di PT. Asianpaints akan tetap menekankan terhadap persoalan keberadaan industri yang harus mampu memberikan manfaat untuk pembangunan Karawang. Yaitu dari mulai persoalan ketenagakerjaan, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, sampai kepada persoalan keberadaan industri yang harus bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Sebelum melakukan launching perusahaan, Kang Jimmy sempat mengajukan beberapa pertanyaan kepada manajemen perusahaan PT. Asianpaints soal rekrutmen ketenagakerjaan. Kepada Kang Jimmy, manajemen perusahaan menjelaskan, untuk tahap awal perusahaan telah merekrut 96 karyawan, yaitu 51 karyawannya direkrut melalui pencari kerja (pencaker) yang sudah ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang.

Setelah puas mendapatkan penjelasan dan meminta data karyawan, Kang Jimmy justru terlihat tidak puas sampai di situ. Pasalnya, Kang Jimmy menginginkan perusahaan tidak hanya memperhatikan soal rekrutmen tenaga kerja lokal Karawang. Melainkan juga harus berkontribusi dalam membangun ekonomi kratif masyarakat sekitar.

"Kami minta perusahaan melakukan komunikasi intens dengan pemda. Bukan hanya untuk persoalan rekrutmen tenaga kerja lokal, tetapi untuk upaya membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat sekitar melalui pembinaan kegiatan home industri," tutur Kang Jimmy, yang kemudian meminta kepada manajemen perusahaan untuk mengecek langsung pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, Senin (5/9/2017).

Sementara dalam kesempatan sambutan pembukaan launching PT. Asianpaints, Kang Jimmy menyampaikan, jika Pemkab Karawang akan mendukung penuh keberadaan perusahaan dengan 3 harapan. Pertama, mengupayakan kantor pusat perusahaan untuk berada di Karawang.

Yaitu dengan alasan agar Pajak Penghasilan (PPh) perusahaan sepenuhnya masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang. 

"Suka tidak suka setiap tahun Pemda DKI Jakarta bisa meraup Rp 18 miliar, karena adanya pajak PPh dari karawang. Jangan sampai karawang gak kebagian apa-apa," timpal Kang Jimmy.

Kedua, sambung Kang Jimmy, Pemkab Karawang akan mendukung penuh perusahaan, jika mobil angkutan karyawan atau operasional perusahaan menggunakan plat nomor T (nomor polisi Karawang). 

"Jangan sampai usaha di Karawang, nomor polisinya luar, jalan di Karawang jadi rusak, terus gajk ngasih apa-apa untuk Karawang," sindir Kang Jimmy.

Ketiga, masih dikatakan Kang Jimmy, jangan hanya perusahaan hanya mengangkat masyarakat sekitar menjadi karyawan. Melainkan mampu memberikan ilmu serta pengalaman perusahaan kepada masyarakat sekitar, untuk menjadi para pelaku usaha kecil yang mandiri.

"Kalau hanya mengangkat karyawan dari masyarakat kecil, saya pikir itu sangat gampang bagi bapak. Tetapi kalau bapak sedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat sekitar untuk membangun ekonomi kreatif, insya Allah semuanya akan menjadi investasi yang berarti di mata Tuhan YME.  Jika itu dilakukan oleh bapak, saya yakin perusahaan bapak bukan hanya maju di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru belahan dunia," pungkas Kang Jimmy. (adk)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -