Wabup Jimmy Jenguk Erik di Ponpes Attoripiyah

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) kembali menjenguk Erik (8) di Pondok Pesantren Attoripiyah, Kampung Kawao, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Senin (23/1/2017) siang. Sebelumnya, Erik dibawa ke pondok ini dari rumahnya Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Sabtu (21/1/2017) lalu.

"Saya titip Erik di sini sampai sembuh, biaya saya yang nanggung," kata Jimmy. 

Jimmy apreasiasi kepada Dinas Kesehatan yang bekerja cepat untuk menangani Erik. Menurutnya, Erik harus segera mendapat pengobatan baik secara medis dan mentalnya agar segera pulih. 

Dia berpesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar peka dan segera tanggap terhadap kasus seperti ini, jangan lagi ada anak yang dipasung. Dia menegaskan, ini menjadi tanggungjawab semua pihak, terutama ASN.

Pengurus Pondok Pesantren Attoripiyah, Sofyan Budi mengatakan, Erik akan ditangani di pondoknya dengan cara pengobatan terapy refleksi dan dzikir. 

Selain itu Erik akan diberikan ramuan tradisional, karena Erik masih tergolong di bawah umur, maka pengobatannya juga lebih kepada memberikan kasih sayang, yang selama ini tidak didapatkan dari orang tuanya. 

"Erik seperti merindukan sosok yang memberikannya kasih sayang, waktu pertama datang ke sini Erik langsung memeluk istri saya dan minta digendong," kata Sofyan.

Menurut Sofyan, pihaknya belum bisa memastikan berapa lama kondisi Erik kembali normal seperti anak-anak umumnya, di Ponpes ini dia akan melakukan pengobatan minimal 45 hari atau hingga dinyatakan sembuh.

"Sepanjang pasien mengikuti aturan kita, Insya Allah kita akan upayakan penyembuhannya," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Erik diketahui menderita gangguan jiwa atau abnormal, sehingga butuh penanganan serius hingga sembuh. Meski begitu penyembuhan Erik secara spiritual di tangani oleh Pesantren Attoripiyah dan secara medis oleh tim dokter.

"Kalau perawatannya di pesantren, kita hanya mengontrol paling tidak sebulan sekali," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan, dr. Sri Sugihartati.

Menurut Sri, hasil dari pemeriksaan pihaknya menyimpulkan Erik menderita gangguan jiwa. Melihat dari latar belakang keluarganya Erik menderita gangguan jiwa karena tidak mendapatkan kasih sayang ibu sejak balita. Orang tuanya bercerai dan Erik tinggal dengan ayahnya yang secara ekonomi kekurangan. Selain itu faktor bilogis juga menjadi pemicu sakit jiwa yang dialami erik. 

" Banyak faktor yang memicu sesorang menderita gangguan jiwa, tapi yang penting sekarang ini kita fokus kepada proses penyembuhan supaya Erik kembali normal," katanya. (rls/spn)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -