![]() |
| Lio pembakaran batu kapur di Desa Tamansari, Loji, Karawang. |
KarawangNews.com – Asap hitam pekat dari tungku pembakaran batu kapur (lio) di Desa Tamansari, Kecamatan Loji, Karawang, Jawa Barat hingga kini kian memprihatinkan.
Di balik alasan ekonomi, ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan warga justru seperti dibiarkan.
Aktivitas kalsinasi pemanasan kalsium karbonat (CaCO₃) menjadi kalsium oksida (CaO) dan karbon dioksida (CO₂), memang menjadi sumber penghidupan. Namun, praktik di lapangan dinilai jauh dari standar aman.
Penggunaan bahan bakar batu bara hingga limbah seperti ban bekas, kain, dan plastik memperparah emisi beracun.
Penggiat lingkungan, Dyana, menegaskan dampaknya bukan sekadar gangguan visual.
“Asap hitam ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan dan mata,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) sore.
Emisi sulfur dioksida (SO₂) dan partikel debu dari pembakaran tak sempurna memicu jelaga pekat yang mencemari udara.
Warga sekitar harus menanggung risiko penyakit, sementara rumah dan lingkungan terus diselimuti debu.
Tak hanya itu, pengguna jalan Loji–Pangkalan ikut terdampak. Asap tebal kerap menutup jarak pandang, meningkatkan potensi kecelakaan, dan mengganggu aktivitas harian.
Sorotan juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah meninjau langsung lokasi tersebut. Ia menegaskan perlunya langkah tegas.
“Kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Minimnya kesadaran masyarakat serta lemahnya dukungan pemerintah setempat dinilai menjadi akar persoalan. Tanpa penegakan hukum dan pengawasan serius, pencemaran ini berpotensi terus berulang.
Solusi sebenarnya bukan tanpa arah, penggunaan bahan bakar lebih ramah lingkungan, pemasangan filter asap, hingga penataan ulang lokasi pembakaran agar jauh dari permukiman dan jalan raya. Namun tanpa kemauan kuat, semua itu hanya akan menjadi wacana.
Desa Tamansari kini berada di persimpangan antara mempertahankan ekonomi dengan cara lama, atau berbenah demi menyelamatkan lingkungan dan kesehatan warganya. [*]
Penulis: Alya Widyasari
Editor: Sky




