KarawangNews.com – Banjir yang melanda Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, tidak hanya merendam permukiman dan tambak warga, tetapi juga memicu ancaman keselamatan lainnya. Dua petani tambak setempat, H. Iam (60) dan Nasim (45), menjadi korban gigitan ular cobra saat banjir meluap.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kedua korban sedang beraktivitas di area tambak yang terendam air. Diduga, banjir mengganggu habitat ular sehingga masuk ke area aktivitas warga.
Sekretaris Desa Sedari, Karyudi, mengatakan pemerintah desa bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Kedua korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
"H. Iam langsung dibawa keluarganya ke Klinik Panji Petualang di Purwakarta. Penanganan dilakukan oleh pawang, dan saat ini yang bersangkutan sudah kembali ke rumah dengan kondisi berangsur membaik," kata Karyudi, Selasa (20/1/2026) siang.
Sementara itu, Nasim mengalami luka yang lebih serius akibat gigitan ular cobra. Ia langsung dirujuk ke RSUD Rengasdengklok dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
"Kondisi Nasim cukup parah sehingga harus mendapat penanganan di rumah sakit. Meski saat itu RSUD belum menerima pasien BPJS, pihak rumah sakit tetap mengutamakan keselamatan warga," jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan cepat tersebut merupakan hasil koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan pihak kecamatan. Pemerintah desa telah berupaya maksimal dalam proses evakuasi serta penanganan awal terhadap kedua korban.
Namun demikian, pihak desa berharap adanya kepedulian dan bantuan dari masyarakat luas. Pasalnya, kedua korban merupakan warga kurang mampu, khususnya Nasim yang masih menjalani perawatan dan membutuhkan dukungan biaya untuk kebutuhan keluarga selama masa pendampingan.
"Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, terutama untuk keluarga Nasim yang saat ini masih mendampingi di rumah sakit," ujarnya. [*]




