Fajar: Pemkab Karawang Belum Visioner

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang belum punya konsep pembangunan visioner kedepan, bahkan belum ada konsep jelas, padahal APBD Karawang mencapai Rp 3,8 triliun, tetapi infrastruktur belum terakomodir.

Ini diungkapkan pengurus Yayasan Lampu Iman, juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat, Fajar Nasrul Haq, Selasa (26/2/2019) siang. Kata dia, pembangunan trotoar Jalan Raya Ahmad Yani senilai Rp 15 miliar hasilnya tidak memuaskan, bahkan dia khawatir trotoar itu pada akhirnya jadi tempat jualan kaki lima lagi.

Selain itu, soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jalupang, hingga detik ini belum terkelola dengan baik, ribuan ton sampah menggunung dan penanganannya sulit dikendalikan.

"Sudah ada investor dari Jepang, Cina dan Jerman untuk teknologi sampah, tapi sampai hari ini belum diterima oleh bupati, saya kira Pemkab Karawang belum visioner," kata Fajar.

Bahkan, sambung Fajar, investor Jepang itu merupakan mantan menteri Lingkungan Hidup Jepang, dia ingin andil membangun Karawang, tetapi bupati menolak menemuinya.

Tak hanya itu, infrastruktur yang berteknologi dari Negara Korea dengan anggaran yang murah pun tidak pernah diterima bupati. Padahal, Korea sudah membangun jembatan Antapani Bandung, itu hibah dari Korea.

Diakui Fajar, teknologi Korea menjanjikan, dengan anggaran Rp 100 miliar bisa membangun dua jembatan. Biaya itu terbilang murah dan dikerjakan dengan cepat.

"Mereka ingin bertemu dengan bupati, tetapi belum sempat, karena bupati belum menerima, saya sebagai warga Karawang merasa kurang puas dengan pemerintahan sekarang," ujarnya.

Terkait Citarum Harum, Fajar menyatakan, ketika pencalonan Bupati Cellica, dia sebagai tim pendukung Barisan Cellica (Barcel) pernah menyampaikan dan dukungan kepada pemerintah agar Sungai Citarum menjadi sumber pengairan. Tak hanya itu, Citarum pun harus bisa menjadi wisata daerah, seperti kota lainnya.

"Sungai harusnya bersih, sebagai sumber yang dibutuhkan, makannya pemimpin kedepan harus punya konsep jelas," paparnya. (spn)

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()