Pasangan Suami Istri Bunuh Bayi Sendiri

KARAWANG, KarawangNews.com - Hanya untuk menutupi aib akibat melahirkan anak hasil dari dua pria yang memperkosanya, AR (19) ibu kandung bayi ini bersama suaminya EF (20) membunuh bayinya, kemudian menguburnya.

Pengakuan AR kepada polisi, dia tidak ingin memiliki anak dari dua pria yang telah memperkosanya, sehingga dia membunuhnya. Tindakan ini pun disesali oleh suaminya EF, saat dia menikahinya, istrinya ini tidak jujur sedang hamil.

Di hadapan polisi, EF tak kuasa menahan sesalnya mendengar pengakuan AR yang hamil duluan oleh dua pria yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. Dia pun semakin menyesal, setelah menghilangkan nyawa bayi tak berdoa itu.

Diceritakan AR pada polisi, pada Kamis (8/11/2018) sekitar jam 12.00 WIB, dia melahirkan bayi sendiri di toilet tak jauh dari rumahnya. AR menarik tali ari-ari bayi dengan tangannya. Setengah jam kemudian, suaminya EF datang dan memandikan bayi, kemudian dibungkus kain kafan, lalu bayi itu dimasukan ke dalam tas.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyatakan, pihaknya masih mendalami pengakuan korban jika anak tersebut adalah hasil perkosaan, untuk memastikan hal itu, polisi bakal melakukan observasi mendalam.

"Kita akan melakukan pembuktian untuk memastikan bayi itu anak suaminya atau bukan," kata Slamet.

Usai membunuh dan mengubur bayi , AR dan FG kabur ke Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, tetapi polisi berhasil menangkap mereka pada Senin (13/11/2018) dini hari. Keduanya saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Karawang. Untuk sementara, AR ditetapkan sebagai tersangka.

Kata Slamet, penangkapan inu berawal dari laporan warga, pada Sabtu (10/11/2018) pukul 06.30 WIB, telah ditemukan mayat bayi laki-laki yang telah dikubur di kebun Dusun Kalipandan, RT 03, RW 01, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur.

Ketika itu saksi 1 melihat cangkul miliknya yang diletak di belakang rumah dalam kondisi kotor, padahal sebelumnya sudah dibersihkan. Di sebelah cangkul tersebut terdapat linggis yang kondisi kotor juga, karena saksi 1 merasa curiga, selanjutnya saksi berjalan ke arah kebun dekat rumahnya dan melihat ada gundukan tanah.

Kemudian saksi 1 memberitahukan kepada saksi 2 dan selanjutnya gundukan itu digali dan ditemukan seorang bayi laki-laki terkubur di dalamnya dengan kondisi meninggal dunia dengan tubuh lebam. Selanjutnya Polsek Telukjambe langsung oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), jasad bayi itu kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk diotopsi.

"Bayi ini meninggal akibat pendarahan di otak disebabkan benturan benda tumpul, " kata Slamet Waloya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -