Karawang Peduli Foundation Bangun Sekolah Roboh

KARAWANG, KarawangNews.com -Karawang Peduli Foundation bakal menggelontorkan hingga Rp 200 juta lebih untuk membangun ruang kelas SDN Kutanagara II di Desa Kutanagara, Kecamatan Ciampel yang roboh diterjang angin pada Kamis (1/11/2018) malam lalu.

Ketua Karawang Peduli Foundation, Rafiudin menyampaikan, pihaknya sudah menghitung kebutuhan anggaran hingga Rp 200 juta-an yang dilaksanakan saat ini, diperkirakan bisa selesai sebelum musim hujan di bulan Desember-Januari, meski pada November ini curah hujan sudah mulai turun dengan intensitas yang rendah.

Ini dilakukan supaya murid sekolah tersebut masih bisa belajar di kelas di musim hujan ini, jangan sampai mereka terhenti akibat sekolahnya roboh. Kata Rafiudin, selain membangun kembali gedung yang ambruk, pihaknya juga akan menambah tiga ruang kelas baru di tanah kosong bersebelahan dengan gedung lama.

Diakuinya, gedung sekolah ini dibangun kembali dengan sangat hati-hati, sebab berdiri di tanah milik Perhutani, bukan di atas tanah Pemkab Karawang. Pihaknya membangun gedung ini dari sisi kemanusiaannya, terlebih warga setempat berharap ada sekolah kelas jauh di pemukiman tersebut, sebab akses menuju sekolah lainnya sangat jauh.

"Yayasan ini bergerak dalam bidang kemanusiaan, membantu yatim dan jompo, termasuk beasiswa,
yayasan ini berdiri tahun 2014," kata Rafiudin.

Dia juga membangun dengan sangat hati-hati, mengingat lahan yang dibangun merupakan tanah Perhutani, hanya saja dia mendapat dukungan dari warga untuk membangun sekolah itu.

Selain uang kas yayasan, sambung dia, dana pembangunan sekolah diperoleh dari donatur. Dia menceritakan, warga setempat sempat memicingkan mata ketika pihaknya berencana membangun sekolah, sebab warga sudah sering dijanjikan oleh beberapa orang termasuk anggota dewan yang akan membangun gedung rusak sekolah ini, tetapi realisasinya nihil.

"Sejak tahun 2016-2017 sudah banyak yang datang dan akan membangun, tetapi realitanya bangunan itu tidak pernah terbangun," ucapnya. 

Sementara ini, setelah gedung yang roboh itu dipugar, sejumlah siswa belajar di tenda yang dibangun khusus untuk belajar sementara. Ruang-ruang kelas ini dibangun dari terpal dan bambu dengan perlengkapan belajar seadanya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -