Musim Tanam, Stok Pupuk di Jawa Barat Aman

KARAWANG, KarawangNews.com - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Hidayat menyatakan, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk empat kali lipat untuk Jawa Barata, alokasi ini melebihi yang ditentukan pemerintah, sehingga stok pupuk aman bagi petani pada musim tanam kedepan.

"Stok pupuk kita akan, hingga 2 Oktober 2017 kemarin, secara nasional stok di lini III dan IV atau di gudang kabupaten dan kios, stok kita sebanyak 1.189.445 ton, jumlah ini tiga kali lipat dari ketentuan. Itu belum termasuk stok di gudang pabrik dan provinsi," papar Aas, kepada wartawan, saat meninjau stok di Gudang PT Pupuk Kujang Lini III, Karawang, Rabu (4/10/2017) siang.

Kata dia, memasuki musim tanam di bulan Oktober 2017 ini, PT Pupuk Indonesia memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, mengamankan stok di sektor tanaman pangan, meski permintaan ekspor urea pupuk cukup tinggi. 

Namun begitu, Pihkanya mengutamakan kebutuhan urea dalam negeri yang meningkat, seiring dengan musim tanam dan musim penghujan di bulan Oktober 2017 ini.

Rincian stok nasional di Lini III dan IV terdiri dari 566.790 ton urea, kemudian 310.875 ton NPK, 135.500 ton SP36, 112.927 ton ZA dan 63.358 ton organik, jumlah ini cukup hingga dua bulan kedepan.

Kata Aas, untuk penyaluran sampai akhir September kemarin, pihaknya telah menyalurkan urea bersubsidi sebanyak 2.652.887 ton, NPK sebanyak 1.734.810 ton, SP-36 sebanyak 592.089 ton, sedangkan ZA sebanyak 673.410 ton dan organik sebanyak 432.944 ton.

Diakuinya, stok pupuk di gudang lini III dan IV, urea di Jawa Barat per 2 Oktober 2017 sebesar 91.485 ton, angka ini mencapai empat kali lipat dari ketentuan stok pemerintah, yaitu 18.764 ton. Sedangkan, stok untuk jenis lainnya, yaitu NPK sebesar 32.164 ton, SP-36 sebesar 24.785 ton, ZA sebesar 9.389 ton dan organik sebesar 10.069 ton.

Hingga akhir September 2017 kemarin, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 348.100 ton, NPK sebanyak 213.044 ton, SP-36 sebanyak 118.108 ton, ZA sebanyak 47.322 ton dan organik sebanyak 25.266 ton.

"Jawa Barat merupakan daerah lumbung padi nasional, kebutuhan alokasi pupuk 581.000 ton urea per tahun. Sebagai operator produsen pupuk, kami bertanggungjawab memantau secara intensif stok hingga kebutuhan pupuk urea bersubsidi bagi petani," jelasnya. (rls/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -