Kronologi Tewasnya Dua Begal di Guro II Karawang Wetan

KARAWANG, KarawangNews.com - Dua pelaku pengeroyokan dan percobaan perampasan dengan cara kekerasan (begal) akhirnya tewas dikeroyok massa saat berusaha melarikan diri dari kejaran puluhan massa di Guro II Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jumat (2/6/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. 

Kedua pelaku masing-masing  bernama Taufik (33) dan Andika (18) warga Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur dan jenazah mereka sudah dikebumikan Jumat siang.

Kapolsek Karawang, Kompol Iwan Ridwan Saleh melalui Kanitreskrim Iptu Yoga Prayoga ketika ditemui wartawan di kantornya mengatakan, Jumat dini hari kemarin, ada empat rangkaian peristiwa yang menyangkut kedua pelaku. 

Dua rangkaian peristiwa tersebut ditangani di Polsek Pangkalan dan dua lagi ditangani Polres Karawang. Khusus kasus yang ditangani di Polres Karawang dinyatakan selesai karena terlapornya sudah meninggal dunia.

Selain itu, Polsek Karawang juga telah mendapatkan surat pernyataan dari pihak keluarga terlapor (pelaku) yang intinya mereka tidak akan melakukan upaya hukum terkait kematian Taufik dan Andika. 

"Pihak keluarga menyadari apa yang telah dilakukan Taufik dan Andika, sehingga membuat surat secara tertulis untuk tidak melakukan upaya hukum," tambahnya

Dipaparkan Yoga, empat peristiwa yang terjadi di wilayahnya awalnya dimulai di tempat karaoke Venus Karawang. Saat itu, kedua pelaku bersama empat rekannya karaokean di tepat hiburan malam (THM) tersebut. 

Saat asyik bernyanyi ria, seorang diantara kedua pelaku tersinggung dengan perilaku pengunjung lainnya. Kedua pelaku yang tak mampu mengontrol emosinya langsung menganiaya pengunjung tersebut. 

"Namun, keributan tersebut berhasil dilerai tiga teman pelaku lainnya, kasus ini sendiri dilaporkan ke Polres Karawang," ucap Yoga

Selanjutnya, kata Yoga, kedua pelaku bergegas pulang mengendarai sepedan motor  Yamaha R15 warna merah T 4065 NN melintasi Jalan Tuparev Karawang. 

Saat melintas di depan Pasar Johar, kedua pelaku melihat  Dede Solehuddin (26) warga Jalan R. Ali Muktar  RT 03/18, Kampung Babakan Sananga Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, sedang nongkrong diatas motornya sembari memainkan telepon selulernya. 

Kedua pelaku langsung menghampiri korban sembari menodongkan golok, di bawah ancaman senjata tajam tersebut, kedua pelaku meminta korban untuk menyerahkan  sepeda motor Honda CB  warna putih T 2653 LY beserta kuncinya, dompet dan handphonenya. 

Korban yang saat itu sangat ketakutan, sambung Yoga, langsung melarikan diri dan bersembunyi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). 

Melihat tingkah  korban, emosi kedua pelaku pun memuncak. Pasalnya, motor yang ditinggalkan korban kondisinya dalam keadaan terkunci. Akibatnya, motor korban dijadikan sasaran kemarahan kedua pelaku, Taufik dan Andika langsung membacoki motor korban hingga rusak. 

Puas merusak motor korban, keduanya pun melarikan diri ke arah bantaran irigasi Tarum Timur Karawang. Sebelum kedua pelaku pergi, massa yang sebelumnya sudah kesal melihat mereka tanpa dikomando langsung  bergerak untuk mengeroyok pelaku. 

"Meski kabur, massa tetap mengejar hingga ke arah Perum Gading Elok," terang Yoga

Kedua pelaku yang sudah ketakutan itu berusaha menghindar dan langsung berbelok ke kanan menuju Jalan Veteran (seberang irigasi). Namun, langkah keduanya terhalang oleh sebuah truk molen saat akan  melintasi jembatan tersebut. 

"Kesal terhadap sopir truk tersebut, kedua pelaku kemudian merusak kaca mobil termasuk menganiaya sopir tersebut. Kasus ini juga dilaporkan ke Polres Karawang," kata Yoga

Usai menganiaya sopir molen tersebut, kedua pelaku mencoba melarikan diri melalui Guro II. Rupanya, tindakan kedua pelaku memancing kemarahan warga Guro II yang sudah berbaur dengan massa yang sebelumnya mengejar dari depan pasar Johar.

Massa yang sudah emosi langsung menghakimi kedua korban hingga babak belur. Tak lama kemudian, Kapolsek Karawang bersama anggotanya tiba di TKP untuk mengamankan aksi massa dan kedua pelaku tersebut, tetapi saat akan dievakuasi ke RSUD Karawang, nyawa Taufik sudah melayang, sedangkan Andika menderita luka berat.

Andika yang kondisi kesehatannya kritis, lanjut Yoga, langsung ditangani di ruang ICU RSUD Karawang sejak pukul 04.00 WIB. Namun karena kondisi lukanya cukup berat, Andika akhirnya tewas sekitar pukul 08.30 WIB. 

"Sekali lagi, karena kedua pelakunya sudah meninggal dan tidak lagi bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum, kasus pengeroyokan dan percobaan curas ini ditutup demi hukum," ujar Yoga. (rls/os)

foto ilustrasi: Tribunnews.com
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -