Tiap Tahun, 30.000 Pelamar Bersaing Masuk Pabrik

KARAWANG, KarawangNews.com - Di Kabupaten Karawang, lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya 25 persen, selebihnya 75 persen ikut sebagai pencari kerja di kawasan industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, H. Ahmad Suroto menyatakan, setiap tahun perusahaan membuka lowongan kerja dengan jumlah 16.000 hingga 18.000 orang, tetapi pencari kerja selalu membludak hingga 30.000 orang.

"Selain pencari kerja dari lulusan SMA/SMK di Kabupaten Karawang, ditambah masuknya migran dari luar daerah yang mencari kerja di Karawang," kata dia, kepada wartawan, Rabu (8/2/2017).

Tak hanya itu, lulusan SMA yang mencari kerja selalu kalah saing dengan lulusan SMK yang memiliki keahlian, sehingga peluang lulusan SMA diterima masuk kerja semakin sempit.

"Apalagi pendatang dari luar sudah siap segalanya, mereka siap tenaga dan uang sebagai pelicin masuk kerja, sehingga pencari kerja asal Karawang tersisihkan," ungkapnya.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang berupaya agar lulusan SMA/SMK Karawang bisa diterima bekerja di perusahaan, diantaranya dengan pencari kerja yang harus ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Karawang.

"Kita tidak diskriminatif, tetapi sebagai data pembanding, siapa pencari kerja Karawang yang terserap bekerja, kita berupaya mengutamakan warga Karawang masuk kerja di industri Karawang," jelasnya.

Diakuinya, banyaknya pencari kerja pabrik ini akibat rendahnya inovasi dan wirausaha para lulusan SMA/SMK, sehingga masih berorientasi bekerja di pabrik, karena memang pabrik upahnya lebih tinggi, ada uang lembur dan insentif.

"Wirausaha pertanian, perkebunannya trend-nya masih dianggap kurang menarik, sehingga ribuan orang ingin masuk pabrik," jelasnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -