Ajang: Pengurus Gerindra Karawang Dibekukan

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Ketua Partai Gerindra Karawang, Ajang Sopandi menyatakan, pengurus Partai Gerindra Karawang dibekukan atas usulan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat. Pembekuan ini pun dilakukan berdasarkan kajian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), kinerja kepengurusan DPC Gerindra Karawang harus diperbaiki.

"DPC Gerindra Karawang dibekukan, tidak boleh ada kegiatan dan surat menyurat secara administratif, ini bekukan oleh DPD Gerindra Jawa Barat dan Badan Seleksi Organisasi (BSO) DPP Gerindra," kata Ajang Sopandi, Selasa (31/1/2017), didampingi Endang Sodikin, di Fraksi Gerindra DPRD Karawang.

Sekarang, sambung Ajang, DPC Gerindra Karawang dalam kewenangan DPD Gerindra Provinsi Jawa Barat, sehingga Gerindra Karawang saat ini dalam transisi kepemimpinan. Namun begitu, menjelang Hari Ulang Tahun Partai Gerindra ke-9 tahun ini, Ajang menyatakan, partainya tetap akan melaksanakan kegiatan ulang tahun partai besutan Prabowo Subianto ini.

"Saat ini di DPC Gerindra Karawang belum ada ketua definitif, tetapi bukan berarti Partai Gerindra mati, masih ada yang militan terhadap partai," ujarnya.

Dengan begitu, ketua lama DPC Gerindra Karawang, Royke Benta Sahetapy tidak lagi memiliki kewenangan memimpin partai. Sementara, DPD Gerindra Jawa Barat sudah melakukan fit and proper test kepada tiga orang kader partai sebagai calon ketua partai berikutnya. Tiga calon ketua itu yakni, Ajang Sopandi, Agus Ardiansyah dan Erwin. 

"Hasil investigasi DPP Gerindra, disimpulkan bahwa di Karawang harus ada pergantian kepengurusan partai," kata Ajang.

Pergantian kepengurusan ini tak hanya untuk Kabupaten Karawang, 7 kabupaten lainnya di Jawa Barat mengalami hal serupa, diantaranya Bekasi, Pangandaran, Tasikmalaya dan Garut. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -