CSR Belum Maksimal Sentuh Sarana Pendidikan

KARAWANG, KarawangNews.com - Selama ini program Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan sudah berjalan, tapi sasarannya hanya pada ring satu, yaitu hanya untuk sekolah-sekolah yang dekat lokasinya dengan perusahaan saja, sasarannya lebih banyak diterima Sekolah Dasar (SD).

Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Karawang, Drs. Dadan Sugardan, Senin (16/1/2017) siang, untuk pengembangan sekolah yang lebih baik, diharapakan adanya sentuhan program CSR, sebab siswa masih membutuhkan pembiayaan yang cukup tinggi, seperti di SMK banyak kegiatan-kegiatan praktek yang perlu ditunjang dengan alat-alat praktek yang memadai.

Selain mendapat bantuan fisik sekolah, perusahaan pun diharap bisa menerima siswa SMK melaksanakan praktek kerja lapangan, kemudian memberi kesmpatan kepada lulusan-lulusan SMK untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada Karawang. Sehingga, perusahaan bisa memberi optimal program CSR untuk membantu.

"CSR yang langsung diberikan sudah banyak, tetapi tidak koordinasi dengan kita. Silahkan CSR diberikan oleh perusahaan, yang terpenting ada dalam data kebutuhan sekolah. Namun, selama ini CSR memang belum maksimal diterima oleh sekolah-sekolah di Karawang," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala SMK Ristek, Drs. Darsono Sumedi menyatakan, sekolahnya telah menerima CSR dari beberapa perusahaan berupa mesin mobil dan motor untuk praktek siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

"Kerjasama kita dengan perusahaan lebih banyak Praktek Kerja Industri (Prakerin) di beberapa perusahaan Karawang dan Cikarang," kata Darsono.

Hal senada dikatakan Kepala SMKN 1 Tirtajaya, Drs. Dedi Jubaedi MM, sekolahnya sudah melakukan MoU Prakerin dengan perusahaan di Karawang dan Bekasi, dia berharap semua lulusannya yang telah magang bisa terserap di perusahaan tersebut.

Kedepannya, kata Dedi Junaedi, akan banyak perusahan yang  digaet untuk bermitra dengan sekolahnya. Sesuai instruksi Presiden Jokowi di KIIC beberapa waktu lalu, lulusan SMK  sebelum menjadi karyawan tetap harus dimagangkan terlebih dahulu.

"Kerjasama kita dengan perusahaan berjalan baik, kita hanya menerima CSR berupa mesin untuk praktek siswa dan Prakerin," kata Dedi, mengungkapkan CSR masih dilakukan oleh sebagian kecil perusahaan. (spn)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -