Assolahiyah Sosialisasikan Deteksi Dini Anak PAUD



KARAWANG, KarawangNews.com - Kadang orangtua tidak sempat menilai tumbuh kembang anaknya, terutama anak usia 4-5 tahun saat mereka berada di bangku PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Untuk itu, Yayasan Assolahiyah menyelenggarakan sosialisasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak PAUD binaan yayasannya, Rabu (5/10/2016) siang.

Sosialisasi ini diikuti 4 PAUD, yaitu PAUD Assolahiyah dan PAUD Al Ishlah Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, juga masih di kecamatan yang sama yaitu PAUD Al Firdaus Desa Muktijaya dan PAUD Al Bayan Desa Pasirukem. Sebagai fasilitator kegiatan ini adalah tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas setempat.

Direktur Yayasan Assolahiyah, Heru Saleh menjelaskan, sosialisasi ini pertama dilaksanakan yayasannya, dengan tujuan  peserta didik PAUD asuhannya ini bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Ini bukan berarti banyak anak-anak yang  kurang gizi, melainkan kegiatan lintas sektor Dinas Kesehatan dengan PAUD sebagai upaya pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.

"Yayasan mengharapkan, dengan kemitraan program DDTK dan PMT di tahun 2016 ini bisa menciptakan peserta didik yang sehat, cerdas dan ceria," kata Heru, di sela kegiatan tersebut.

Acara yang diselenggarakan di Sekretariat Yayasan Assolahiyah Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon ini dihadiri sekitar 80 anak-anak PAUD dan orangtua, mereka langsung mendapat arahan dari tim kesehatan Puskesmas mengenai pola makan dan asupan gizi yang dibutuhkan anak di PAUD.

Seperti dijelaskan Bidan Koordinator Puskesmas, Oyok Nurlaela, yang paling penting peran ibunya menumbuh kembangkan anaknya sesuai dengan kebutuhan anaknya. Pada saat anak usia 4-6 tahun ibunya harus mengetahui berat dan tinggi badannya, juga apakah anaknya tumbuh dengan baik.

"Jika ternyata tumbuh kembang anaknya kurang baik, maka akan dilakukan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) oleh tim kesehatan dan hasilnya diberitahukan kepada ibunya dan guru PAUD," jelasnya.

Perkembangan anak yang terlambat misalnya, bicara yang belum fasih, belum menunjukan warna, termasuk belum bisa menggambar, ini harus distimulasi atau dirangsang dengan motorik kasar dan halus. Juga memberi pembelajaran, misal memberi makan dengan menyebut jenisnya, sehingga anak teransang dengan yang dilakukan ibunya.

Diakuinya, hal-hal itu hanya dilakukan di Puskesmas, Posyandu dan rumah bidan, baru PAUD di bawah Yayasan Assolahiyah ini yang pertama melakukan terobosan SDIDTK, sehingga ini bisa menjadi contoh PAUD lain di Karawang yang menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak PAUD.

Di tempat sama, Koordinator Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini Assolahiyah, Siti Marini menyatakan, sosialisasi DDTK dan PMT perlu kerjasama lintas sektoral, antara PAUD dan Dinas Kesehatan, sebab tim kesehatan yang paling kompeten dalam menyampaikan hal itu ke orangtua murid.

"Di yayasan, kita punya program DDTK dan PMT, juga parenting bagi orang tua murid dan cinta lingkungan," ucapnya.

Pada sosialisasi ini, pihak yayasan memberi tambahan makanan bergizi berupa bubur kacang hijau dan susu kepada puluhan murid. Di acara sosialisasi yang singkat ini, tim kesehatan juga memberi tips memasak sehat bagi anak-anak, diantaranya tidak menganjurkan memasak menggunakan penyedap rasa dan semua masakan harus menggunakan garam yang beryodium. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -