12 Pengikut Dimas Kanjeng Dibujuk Pulang

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 12 pengikut yang juga korban penipuan Dimas Kanjeng asal Desa Walahar, Kecamatan Klari akhirnya bisa pulang, setelah pihak keluarga mengirimkan uang untuk ongkos perjalanan pulang dari Padepokan ke kampung halaman.

Seorang pengikut yang juga korban penipuan Dimas Kanjeng, Edi Waluyo mengaku, menyesal uang yang telah disetorkannya kepada koordinator atau perekrut wilayah Karawang tidak bisa digandakan, malah uang yang telah disetorkannya itu hilang tidak kembali.

Edi bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng selama 2,5 bulan sejak 18 Juli hingga 2 Oktober 2016, dengan harapan uang yang telah disetorkan bisa kembali berlipat ganda, tetapi hingga Dimas Kanjeng ditangkap polisi, uang tersebut tidak kembali.

Awalnya, Edi dan 11 temannya mau tetap bertahan menunggu di padepokan, tetapi setelah pihak keluarga membujuknya pulang dan mengirimkan uang ongkos, akhirnya Edi mau pulang.

"Selama 2,5 bulan, di padepokan hanya berdiam diri dan melakukan istigosah di tenda-tenda yang disediakan padepokan, untuk makan kadang iuran dengan teman dan kadang disediakan pihak padepokan," kata Edi.

Kapolsek Klari, Kompol Ahmad Mulyana menyebutkan, di wilayah Klari ada 12 pengikut Dimas Kanjeng dan semuanya telah berhasil dibujuk untuk pulang ke kampung halaman masing-masing, dengan mengirimkan uang untuk ongkos kepada para pengikut Dimas Kanjeng.

Selanjutnya, kata Kapolsek, polisi berencana akan mengumpulkan para korban pengikut untuk diberikan arahan dan masukan kepada para pengikut Dimas Kanjeng untuk tidak membeli ke padepokan itu.

"Sebab beberapa pengikut berencana akan kembali ke padepokan dengan harapan uang yang mereka setorkan kepada Dimas Kanjeng bisa kembali dan berlipat ganda," jelasnya. (had)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -