Peralihan PPD Dikmen Rawan Manipulasi?

KARAWANG, KarawangNews.com - Menanggapi proses peralihan pengelolaan pendidikan menengah (Dikmen) dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah (Pemda), Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Karawang meminta pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan transparansi, khususnya menyangkut data personil, pendataan aset dan dokumentasi (PDD).

"Batas akhir penyerahan data tersebut adalah oktober 2016. Tapi sampai detik ini, Kami belum mengetahui secara pasti berapa jumlah personil tenaga pendidik yang akan dilimpahkan. Berapa total asetnya dan dokumen apa saja yang dilimpahkan," papar Ketua Umum PD PII Karawang, Ujang Gugun Gunawan, Selasa (6/9/2016).

Sejauh ini belum ada proses sosialisasi yang dilaksanakan oleh pihak terkait pada masyatakat. Masih banyak kesimpang siuran informasi, khususnya di kalangan guru dan orang tua peserta didik. 

"Kami selaku OKP yang membidangi perihal ke-pelajaran jelas menuntut transparansi. Ini sangat rawan dimanipulasi. Jangan sampai ada aset-aset yang digelapkan secara sengaja atau ada jumlah personil tambahan secara mendadak," tegasnya.

Setelah melakukan kajian di internal organisasi PII pada prinsipnya, PII mendukung proses peralihan kewenangan pengelolaan Dikmen tersebut. Selama ini proses pengelolaan sumber daya pendidikan oleh pemkab masih carut-marut.
Salah-satu contoh paling konkrit adalah perihal PPDB Online dan pengaturan periodesasi kepala sekolah. Belum lagi upaya pemerataan sarana dan prasarana.

"Dalam hal membangun infrastruktur saja, sering tidak sesuai. Semakin tingginya kesenjangan antara rencana dan realisasi program yang diusulkan," tandasnya.

Pertimbangan lain pemkab Karawang akan lebih leluasa mengalokasikan APBD pada sektor strategis lain tanpa terbebani alokasi anggaran Dikmen yang cukup besar. 

Namun setelah proses peralihan ini selsai, ada beberapa catatan penting perlu diperhatikan oleh pemerintah Provinsi dan Pemkab, diantaranya yang pertama, untuk menciptakan mutu pendidikan menengah yang sama di kabupaten/kota, dalam masa pengelolaan Dikmen oleh pihak provinsi harus ada perhatian khusus terhadap disparitas mutu pendidikan antar kabupaten dengan kota sangat jauh berbeda.

"Ada disparitas mutu pendidikan antara kota dan daerah terpencil. Kami harapkan pemerataan pendidikan menjadi perhatian khusus pemprov setiap kabupaten dalam dekade ini," paparnya.

Kedua, pemenuhan ketersediaan tenaga pendidik SMA/SMK sederajat diprioritaskan pada tugas pokoknya yang bekaitan langsung dengan pendidikan. 

"Jangan terlalu fokus pada personil penunjang pendidikan. Faktanya yang Kami temui banyak guru dialihkan jabatannya pada tugas di luar konteks pendidikan. Masih banyak sekolah yang kekurangan guru," terangnya.

Ketiga, pemenuhan sarana dan prasarana yang terstandarisasi. Melihat pertumbuhan SMA/SMK yang cukup pesat dari segi kuantitas, tetapi banyak yang tidak diikuti oleh pemenuhan sarana, standarisasi proses dan kualitas.

"Banyak sekolah menengah yang dibangun dipaksakan atau kurang memenuhi syarat, untuk mengejar angka partisipasi sekolah," tambahnya lagi.

Ke empat, bentengi sekolah terlibat dalam politik praktis. Bukan rahasia lagi, jika siswa SMA/SMK sering dilibatkan dalam kepentingan politik di usia 17 tahun, karena sudah menjadi pemilih pemula. 

Setelah pemberlakuan peraturan pengalihan ini, tentu pemkab bisa fokus kepada peningkatan pengelolaan sekolah menengah pertama, pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang cukup berkembang saat ini. Suatu kesadaran baru atas perlunya pembangunan PAUD menjadi tantangan baru di daerah dari segi akses layanan, kualitas dan tata kelola PAUD.

Sebab, tantangan ini masih cukup besar, di mana kondisi PAUD, baik dalam fasilitas sarana dan kompetensi guru PAUD masih 80 persen belum memenuhi syarat, sebab selama ini masih mengedepankan partisipasi masyarakat. Inilah yang menjadi tantangan baru bagi daerah yang tidak kalah penting dari pengelolaan Dikmen yang sudah di tingkat provinsi. (gun)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -