Warga Tiga Desa Terima Uang Pengosongan Lahan

KARAWANG, KarawangNews.com - Warga Desa Margamulya, Wanajaya dan Desa Margakarya mendapat pelunasan uang pengosongan lahan dari PT Pertiwi Lestari, Senin (29/8/2916) di Resto Alamsari, Karawang Barat, pelunasan diberikan kepada warga pemukim yang berada di atas lahan tersebut.

Humas PT Pertiwi Lestari, Agus Ritjanto menjelaskan, pelunasan diberikan kepada warga yang didata dan telah mendapatkan uang kerohiman tanda tali asih pada 24 Agustus 2016 kemarin, tetapi hingga kini masih ada warga yang mendaftar setelah kegiatan awal tali asih kemarin itu.

"Totalnya yang menyusul bisa sekitar 200 KK dan akan dilakukan pelunasan tanggal 1 September 2016, hari ini uang muka, kami akan melihat ke lapangan terlebih dahulu untuk melihat kondisi fisiknya," katanya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah kabupaten yang diwakili oleh Asisten Daerah I Samsuri mengatakan, dalam hal ini pemerintah hanya menjadi penyambung antara masyarakat dengan perusahaan. Dengan harapan masyarakat yang ada di lahan tersebut bisa mendapatkan hak yang sesuai.

"Fungsi pemerintah hanya memfasilitasi, ini tindaklanjut dari pertemuan beberapa kali. Konteks pemerintah daerah dalam masalah sosial ini, kita tidak ingin masyarakat ditelantarkan dan harus ada kepedulian dari perusahaan," katanya.

Samsuri mengatakan, kepada pihak desa untuk membantu warganya mencari lahan pengganti tempat tinggal warga. Sehingga, setelah proses pengosongan lahan, semua warga mempunyai tempat tinggal yang tetap.

"Kepala desa diharapkan mau membantu mencari lahan untuk mereka, saya juga berpesan agar uang yang diterima warga ini untuk kelangsungan warga ke depan," katanya.

Diketahui, PT Pertiwi Lestari memberikan uang pengosongan lahan sebesar Rp 30 juta untuk pemukim dan Rp 5 juta untuk penggarap. Warga yang diberikan pelunasan atas pengosongan lahan dalam pelunasannya akan dimasukkan ke dalam rekening tabungan Bank Mandiri.

Pertimbangan uang kerohiman langsung dimasukkan ke dalam rekening, karena uang yang diberikan cukup besar, sehingga paling aman melalui buku tabungan. 

Di tempat sama, Direktur LBH Keadilan, Toni Hasibuan mengatakan, sejauh ini pihak perusahaan telah melakukan itikad baik untuk warga dengan memberikan uang pengosongan lahan. Pihaknya hanya mengawal agar perusahaan memberikan hak kepada masyarakat.

"Sejauh ini bahwa perusahaan sudah beritikad baik dan memberikan kompensasi, itu sebagai ganti rugi bangunan, sehingga masyarakat bisa pindah ke tempat yang lebih layak," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga, Misja (60) yang mendapat uang pengosongan lahan menyatakan, dia masih bingung akan pindah kemana, setelah meninggalkan rumah dan lahan garapannya.

"Saya sudah bertahun-tahun bercocok tanam buah-buahan dan sayuran, juga punya banyak pohon bambu. Setelah ini saya masih belum tahu dimana tempat tinggal baru untuk keluarga," ujarnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -