Pohon Langka Terancam Dibabat PT Pertiwi Lestari

KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan pohon langka, seperti pohon cendana dan kayu hitam hasil penanaman bersama Kementerian Kehutanan Indonesia dan Kehutanan Korea Selatan terancam dibabat habis oleh PT Pertiwi Lestari, sebuah perusahaan properti dan kawasan Industri.

Tanaman tersebut berada di area hutan Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat dan lahan ini telah diklaim sebagai aset PT Pertiwi Lestari.

Ketua LSM Lodaya, Nace Permana menyatakan, lahan hutan yang ditanami tanaman langka ini merupakan lahan milik Perhutani, yang sudah puluhan tahun dihuni dan dipelihara oleh 350 warga setempat, jumlah itu pun belum ditambah penduduk  nomaden.

"Meski tanah ini merupakan tanah milik Perhutani, tetapi PT Pertiwi Lestari mengklaim tanah ini menjadi milik mereka, sehingga menjadi perdebatan antara warga, Perhutani dan PT Pertiwi Lestari," kata Nace, Jumat (26/8/2016) siang.

Bahkan kata Nace, PT Pertiwi Lestari nekad berencana memagar lahan seluas 791 hektare tersebut, meski ditentang warga yang telah puluhan tahun berada di lokasi itu.

Sementara Pihak PT Pertiwi Lestari yang diwakili oleh bagian legal tetap memaksa akan melakukan pemagaran di atas lahan yang dikelola oleh Perhutani atas dasar kepemilikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Kementrian Kehutanan melalui Perhutani tetap bersikukuh mempertahankan lahan hutan yang sudah lama dikelolanya. Bahkan, pihak Perhutani menilai pemagaran yang akan dilakukan PT Pertiwi Lestari di kawasan hutan merupakan upaya penguasaan secara fisik atau penyerobotan lahan.

Sehingga, pihak Perhutani tidak akan memberikan izin pemagaran di atas lahan kawasan hutan oleh PT Pertiwi Lestari. 
Diketahui, PT Pertiwi Lestari, mengklaim menguasai lahan seluas 791 hektare dengan sertifikat Hak Guna Bangunanyang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada tahun 1998.

Sementara suratnya yakni sertifikat HGB No.5/Margamulya, sertifikat HGB No. 11/Wanajaya dan sertifikat HGB No.30/Wanajaya yang akan menyentuh lahan seluas 791 hektar.
Lahan tersebut akan dibangunkan sebuah kawasan industri. 

Sementara, untuk lahan di luar kawasan hutan, PT Pertiwi Lestari sudah memberikan uang kerohiman kepada warga yang menempati lahan, tujuannya untuk dikosongkan. (iiq)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -