Humas Pertiwi Lestari: Tidak Ada Intimidasi Pendataan Warga

KARAWANG, KarawangNews.com - Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang berjudul "Aparat Negara Bertindak Melebihi Apa yang Menjadi Kewenangannya" pada 6 Agustus 2016, pihak manajemen PT. Pertiwi Lestari memberikan klarifikasi atas beberapa informasi dalam pemberitaan tersebut.

Humas PT. Pertiwi Lestari, Agus S mengatakan, jika pendataan warga yang dilakukan oleh Tim Pendataan dari pihak perusahaan tidak ada unsur pemaksaan, apalagi intimidasi.

Menurut Agus, pendataan warga di Desa Margamulya, Margakaya, serta Desa Wanajaya Kecamatan Telukjambe Barat hanya bersifat pendataan biasa untuk mengetahui ada berapa sebenarnya jumlah warga atau Kepala Keluarga (KK) yang berada di wilayah lahan milik PT. Pertiwi Lestari. Pendataan warga, KK dan jumlah bangunan di tiga desa ini sifatnya tidak memaksa.

"Karena ada beberapa warga yang coba kami data, kemudian dia tidak mau didata, ya akhirnya kami juga tidak memaksa untuk melakukan pendataan," tutur Agus S, Minggu (7/8/2016), di sela pendataan warta tersebut.

Dia menyebutkan, pada pendataan warga Margakaya yang dilakukan pihaknya, ada bangunan rumah atas nama Darmin, warga asal Telagasari yang bukan merupakan warga asli Telukjambe Barat, dia menolak untuk didata.

"Ya akhirnya kita juga tidak jadi melakukan pendataan, maka bohong besar kalau pendataan ini dibilang ada pemaksaan atau bahkan sampai ada bahasa intimidasi," tandas Agus.

Contoh pendataan lain, sambung Agus, adalah pendataan terhadap warga seorang janda bernama Ibu Iis, warga asal Margakaya tetapi tinggal di wilayah Desa Margamulya. Dengan pendataan tersebut, akhirnya pihak perusahaan mengetahui masih banyak warga atau Kepala Keluarga (KK) yang beridentitas sebagai warga Margakaya tetapi tinggal di wilayah Margamulya.

"Kata siapa ada intimidasi terhadap Ibu Iis saat pendataan dilakukan. Bahkan saat dilakukan pendataan, Ibu Iis koperatif kok," jelas Agus.

Iniartinya, kata Agus, Iis menjawab semua pertanyaan Tim Pendata, pendataan ini pun didampingi langsung Ketua RT/RW, Babinsa, BimasPol setempat. Ini menunjukan pendataan  sudah diketahui oleh pihak desa maupun aparat setempat.

Ditambahkan Agus, kegiatan pendataan ini dilakukan dengan tujuan untuk validitas data warga atau KK yang diberikan pihak pemerintahan desa kepada PT. Pertiwi Lestari. Sebab, berdasarkan informasi dari pihak desa, banyak warga dari luar desa yang bukan warga Margamulya, Margakaya atau Wanajaya mereka mendirikan rumah atau bangunan di lahan PT. Pertiwi Lestari, tanpa adanya pemberitahuan kepada pihak desa itu sendiri.

Pendataan yang dilakukan Tim Pendata di wilayah Desa Margamulya, terdata ada 1 Kepala Keluarga merupakan warga Desa Mulyajaya, 2 KK merupakan warga Desa Wanakerta, kemudian ada 1 KK tidak jelas asal-usulnya, sedangkan 17 KK merupakan warga Desa Margakaya dan 2 KK merupakan warga Desa Wanajaya.

Kemudian, sebanyak 2 KK merupakan warga asal Rawamerta atau warga luar dari 3 desa ini, lalu 2 KK merupakan warga asal Jawa dan 1 KK merupakan warga asal Wadas, serta 6 bangunan yang tidak jelas siapa pemiliknya. Sementara, warga asli Desa Margamulyanya hanya ada 9 KK.

Dengan begitu, Agus menegaskan, pendataan warga yang dilakukan perusahaannya ini tidak ada unsur pemaksaan apalagi melakukan intimidasi. Pendataan yang dilakukan bersifat fleksibel dan transparan, pendataan pun didampingi pihak desa ataupun pihak keamanan, hal ini untuk mengantisipasi keamanan. (adk)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -