Pertiwi Lestari Akan Bayarkan Sisa Uang Garapan

KARAWANG, KarawangNews.com - Senin (29/8/2016), PT Pertiwi Lestari akan memenuhi janjinya kepada masyarakat Desa Wanajaya, Margamulya dan Margakaya untuk memberikan sisa uang garapan sebesar Rp25 juta. Sebelumnya pada Kamis (25/8/2016), Pertiwi Lestari telah memberikan uang garapan sebesar Rp5juta kepada ratusan penggarap dan pemukim lahan perusahaan tersebut. 

"Ada pembayaran uang tali asih dari perusahaan ke penggarap dan penguni lahan ini. Ini juga sebagai bentuk komitmen kami kepada penggarap atau pun pemukim yang berada di atas lahan tersebut," ujar humas PT Pertiwi Lestari Agus Rijanto, Minggu (28/8/2016).

Sebelumnya, pada tanggal 25 Agustus 2016, sebanyak 350 kepala keluarga (KK) mendapatkan sosialisasi dan pemberian tali asih dari PT Pertiwi Lestari terkait pengosongan lahan atau bangunan yang digunakan para warga penggarap selama ini. Upaya sosialisasi dan pemberian tali asih terhadap warga yang telah menempati lahan yang secara sah milik PT Pertiwi Lestari tersebut sebagai upaya memanusiakan manusia.

Dalam sosialisasi tersebut ada 350 KK yang diundang. Yang mana, tersediri dari warga Desa Wanajaya, DesaMargamulya, Margakaya. Bahkan, berdasarkan data PT Pertiwi Lestari, ada 160 KK sudah menyetuji dan akan menerima tali asih dari PT Pertiwi Lestari, sedangkan 190 KK masih memikirkan hal itu. Walaupun pada dasarnya, semua warga sudah menyetujui.

Lanjutnya, pemberian tali asih tersebut dibagi menjadi 2 kategori, yaitu penggarap dan pemukim yang dimana besarnya pemberian tersebut untuk penggarap akan mendapatkan 5 juta rupiah, sedangkan pemukim akan mendapatkan 30 juta.

Sementara itu, salah satu penggarap yang menerima pemberian tali asih dari PT Pertiwi, Dasim warga Wanajaya mengaku menerima keputusan untuk mengosongkan lahan yang telah 15 tahun digarapnya.

"Saya setuju jika memang lahan yang saya garap tersebut dikosongkan, karena memang saya tidak mempunyai surat-surat kepemilikan lahan tersebut, saya belum tahu akan pindah kemana usai lahan tersebut dikosongkan," ungkapnya.

**Suara Dewan  

Terkait itu, DPRD Karawang meminta agar PT Pertiwi Lestari, BPN dan Perhutani untuk meninjau ke lapangan di wilayah Telukjambe Barat. Pasalnya, semua pihak yang merasa memiliki hak atas lahan di Desa Margamulya dan Wanajaya bersepakat untuk menunjukan batas kepemilikan lahan masing-masing.

Ketua DPRD Karawang Toto Suripto menyatakan, terdapat titik terang seputar permasalahan kepemilikan lahan di wilayah Telukjambe antara PT Pertiwi Lestari dengan Perhutani. Di antara titik terang itu, kedua pihak tersebut sudah sepakat turun ke lapangan untuk meninjau batas kepemilikan lahan di wilayah Telukjambe. 

"Kesimpulan lainnya, permasalahan itu akan diselesaikan lebih lanjut di tingkat pusat (pihak kementerian). Sebab permasalahan tersebut tidak akan tuntas jika hanya diselesaikan di daerah," katanya usai melakukan rapat hearing dengan PT Pertiwi Lestari, BPN, Perhutani dan Kepolisian.

Sementara itu, Humas PT Pertiwi Lestari Agus Rijanto, mengatakan, permasalahan kepemilikan lahan dengan Perhutani di atas lahan yang akan dibangun kawasan industri di wilayah Telukjambe itu sebelumnya telah dibahas bersama, tetapi dalam pembahasan tersebut tidak ada kesimpulan.  (rls)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -