Ade Cahya: Petani Jangan Panik, Pupuk Banyak

KARAWANG, KarawangNews.com - PT Pupuk Kujang menjamin ketersediaan pupuk petani pasca lebaran Idul Fitri 1437 H, kebutuhan untuk musim tanam kedepan dipastikan aman, meski ada pergeseran musim tanam akibat perubahan curah hujan yang terjadi saat ini. Perubahan pola hujan ini memungkinkan ada percepatan tanam di beberapa daerah.

Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, Kamis (4/8/2016) siang menjelaskan, ketersediaan pupuk dari gudang produsen hingga di tingkat distributor dan pengecer mampu memenuhi kebutuhan petani untuk dua minggu ke depan. Ini bisa dilihat dari posisi stok akhir Juli 2016 di Gudang Lini II Produsen dan Gudang Lini III Distributor sebanyak 172.939 ton atau 978,08%, stok sebanyak itu cukup untuk 20 minggu atau 5 bulan ke depan.

Sedangkan, kebutuhan pupuk urea bersubsidi dua minggu kedepan hanya sebesar 17.681,55 ton dan realisasi penyaluran pupuk urea di Jawa Barat hingga 31 Juli 2016 sebesar 367.655,70 ton atau 104,38% dibanding dengan ketentuan Pergub sebesar 352.242 ton.

Untuk wilayah Kabupaten Karawang, stok pupuk urea di Gudang Lini III Distributor sebesar 3.885,25 ton dengan realisasi penyerapan per 31 Juli 2016 sebesar 3.508 ton atau 85,04% dibanding kebutuhan Pergub sebesar 4.125 ton. Sedangkan, ketentuan stok untuk kebutuhan dua minggu ke depan 1.765,81 ton atau 220,03% bila dibandingkan posisi stok yang ada saat ini.

Selain itu, Kujang juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 33.516 ton dan pupuk organik sebanyak 7.496 ton. Dengan kepastian stok pupuk ini diharapkan tidak ada lagi keluhan petani yang sulit mendapat pupuk.

"Dengan stok banyak, kami percaya diri tidak akan kekurangan pupuk. Jadi petani jangan panik, pupuk banyak," jelasnya.

Menurut Ade, mekanisme penyaluran yang baru mengharuskan distributor tetap menebus, meski petani belum menggunakannya, supaya ada kepastian stok. Dengan cara baru ini, membuat pengecer maupun distributor punya tabungan pupuk untuk keperluan aekitar dua sampai tiga pekan ke depan.

"Serapan biasanya akan tinggi pada musim tanam Oktober-Maret, oleh karena itu perusahaan telah siap manakala permintaan pupuk oleh petani meningkat," kata Ade.

Selain untuk pasar subsidi, sejak tahun 2015 PT Pupuk Kujang menambah produksi di sektor ritel, tujuannya agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas lagi. Produk ritel ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin hari semakin tinggi, diantaranya minat bercocok tanam dengan mengelolanya sendiri.

Beberapa produk ritel Pupuk Kujang antara lain pupuk jeranti untuk tanaman buah-buahan, pupuk bion up untuk tanaman hortikultura, benih hortus cabai dan tomat, juga benih Pareku dengan kemasan kecil 5 kg. Dengan produk ritel ini, memudahkan petani rumahan yang memiliki hobi bercocok tanam dengan jumlah pupuk yang sedikit.

"Permintaannya semakin meningkat, kedepan kita akan serius di  bisnis ini juga," ucapnya. (rls/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -