Pemuda, Regenerasi Bangsa

Warga Menulis
Penulis: Reza Fauzi Nazar
Mahasiswa UIN Bandung, Fakultas Syariah Hukum
Aktivis PMII dan KEMPAKA Bandung Raya
Ditulis: Rabu (27/7/2016)

IMAJINASI gerakan sosial kita, perlu sedapat mungkin direkayasa menjadi gerakan berbasis persekutuan kemanusiaan. Kaum muda sebagai komunitas yang dituntut terus menerus partisipasinya, untuk mengejewantahkannya dengan bersemangatkan apa yang telah dikerjakan oleh kaum muda pada tahun 1928 ketika mengumandangkan Soempah Pemoeda.

Perjuangan menuju Indonesia merdeka, adalah kerja keras yang ditorehkan oleh gelombang semangat rakyat Indonesia. Khusus kaum muda, pada tahun 1928. Mereka mengguratkannya dalam ekspresi persatuan, dengan disertai pengakuan hati sanubari terdalam. Sebagai bangsa yang plural dalam membangun cita-cita kesejahteraan.

Kaum muda menjadi garda terdepan pemersatu bangsa ini. Kesadaran pluralisme. Demi meraih cita-cita jangka panjang untuk rakyat itu, sesungguhnya telah tumbuh semenjak dahulu. Tahun 1928. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari kesadaran ini, mendorong kaum muda tampil sebagai aktor-aktor yang peduli. Bukan hanya peduli tetapi berusaha untuk membuat persekutuan kemanusiaan, tanpa melihat asal suku, agama, ras dan golongan.

Beberapa hari lalu, dimana para pemuda, saat itu melakukan Deklarasi Pemuda. 23 Juli 1973. Membentuk satu wadah organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia. Yang sudah menginjak 43 tahun. Tak terasa, umur yang hampir setengah abad. 

Terlepas dari sejarah tetbentuknya KNPI saat di masa orde baru itu. DPD KNPI Kabupaten Karawang tentu, usai perayaan Deklarasi Pemuda 23 Juli lalu, telah melaksanakan Musyawarah Daerah untuk memilih ketua barunya. Perjalanan organisasi dimana—pun itu, dari organisasi terkecil hingga level negara pasti menuntut regenerasi.

Suasana perebutan kursi tertinggi pasti panas. Namun, itu wajar selagi etika berpolitik tetap dipakai. Jangan sampai momentum ini menandakan "zaman edan" seperti dijelaskan Ronggowarsito dalam serat Sabda Jati, ditandai dengan dekadensi serta degradasi nilai etika dan budi pekerti, kekacauan, kesesatan berfikir dan tingkah laku. Serta kesombongan. 

Ada beberapa calon yang diusung untuk menduduki posisi tertinggi atas para pemuda di Kabupaten Karawang. Jangan sampai cita-cita pendahulu dihancurkan oleh egosentris golongan masing-masing atas setiap calon.

Semoga, para penerus estafet Kepemudaan di Karawang tercerahkan atas kehendak politik. Seperti apa yang dikatakan Jurgen Habermas, "pencerahan kehendak politik itu, efektif joka ada ketersambungan dengan kehendak publik, dan mampu berkomunikasi dengan tujuan kesejahteraan publik." Artinya, jangan sampai ada kesadaran palsu dalam berdemokrasi, meminjam bahasa Freire, yakni berdemokrasi yang tidak disertai kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan publik. 

Lalu, siapa publik dalam ranah KNPI?. Para pemuda tentu saja. Yang menurut UU No. 40 tahun 2009 adalah warga Indonesia yang berumur 16 sampai 30 tahun.

Memilih pemimpin saling gontok-gontokan itu biasa. Karena setiap orang pantas dan merasa pantas mengemban amanah itu. "Kekuasaan itu absah jika dijadikan sebagai alat masyarakat bisa menikmati kesejahteraan". 

Seperti itulah pesan Ibnu Qoyyim al-Jauziyah. Pertanyaannya, bisa—kah KNPI Kabupaten Karawang masa khidmat selanjutnya memealisasikan kemajuan para pemuda di karawang. Mengakomodir berbagai elemen kepemudaan yang berkembang di Kabupaten Karawang?

Adagium yang mengemuka dari kaum muda Indonesia ketika itu, adalah sebagai anak bangsa. Pengakuan tetap bersatu sebagai bangsa yang damai dan beradab. Tanpa mempetimbangkan apapun, berasal dari mana, golongan mana, barisan siapa, bahkan "partai" apa. "Kami cinta kemerdekaan, tapi lebih cinta perdamaian", demikian ungkap mereka dalam suatu kesempatan. Ya, mereka—lah pemuda pelopor kemerdekaan.

Semoga adagium ini tetap meresap disanubari para petinggi pemuda karawang. Sebagai seorang pemuda, saya—pun menginginkan ada ketersambungan, juga mampu mengayomi dan memajukan Kabupaten Karawang dengan program pemberdayaan sumber daya pemuda. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -