Jimmy Tinjau Irigasi Sawah Rusak di Banyusari

KARAWANG, KarawangNews.com - Tiga hari setelah didatangi puluhan petani dari Kecamatan Banyusari, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) langsung meninjau saluran irigasi yang disebut-sebut petani tersebut telah rusak, sehingga mempengaruhi produksi padi.

Di lokasi, di saluran irigasi dari hulu Bendung Tarum Barat III, Desa Jatiwangi, Kecamatan Banyusari ini, Jimmy langsung melakukan pemetaan rencana pembenahan saluran itu. Pada pantauan langsung ini Jimmy didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kadarisman juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asip Suhendar.

Kata Jimmy, saat ini kebutuhan perbaikan saluran air irigasi untuk pesawahan lebih penting dibanding bantuan traktor. Jika ada bantuan traktor lagi dari pemerintah pusat, Jimmy menegaskan akan mengembalikannya dan ditukar dengan dana perbaikan infrastruktur.

"Infrastruktur irigasi Karawang dalam kondisi kritis, kami mendapat banyak aduan dari petani jika banyak sawah yang tidak kebagian air secara layak," ungkap dia, Senin (18/7/2016) sore, saat memantau lokasi irigasi.

Diakui Jimmy, daerah agraris seperti Karawang ini hanya butuh infrastruktur jalan yang bagus dan saluran air yang lancar untuk pesawahan. Kedua ini penunjang ekonomi pertanian masyarakat Karawang.

Di tempat sama, Kadarisman menyampaikan, sekitar 49 persen saluran irigasi primer sepanjang 78 Km di Karawang rusak berat dan 29 persen irigasi sekunder sepanjang 451 Km yang juga rusak berat. Sedangkan sepanjang 1.200-an Km saluran irigasi tersier rusak sebanyak 30 persen.

Hal itu membuat Kadarisman khawatir, pasalnya Karawang harus segera memulai musim tanam secepatnya, karena sudah telat menanam selama 1,5 bulan.

"Jika irigasi masih saja menjadi kendala, hasil panen di Karawang dikhawatirkan tidak akan maksimal," ujar Kadarisman.

Diketahui sebelumnya, Jumat (15/7/2016) lalu, puluhan petani dari empat desa di Kecamatan Banyusari berbondong-bondong mendatangi rumah dinas Wakil Bupati Karawang, mereka mengadu terkait saluran irigasi persawahan yang rusak.

Keempat desa itu yakni Desa Cicinde Utara, Cicinde Selatan, Pamekaran dan Desa Jayamukti di Kecamatan Banyusari. Diakui petani setempat, sekitar 450 hektar sawah di empat desa itu kekeringan akibat saluran irigasi yang jebol, sehingga tidak mengalirkan air secara normal ke sawah tersebut. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -