Gunadi Imbau MOS Jangan Aneh-aneh

KARAWANG, KarawangNews.com - Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Rahmat Gunadi menyampaikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang sekolah melakukan perpeloncoan pada Masa Orientasi Sekolah (MOS) di tahun ajaran 2016-2017 ini, tetapi harus lebih kepada pengenalan lingkungan sekolah.

"Masa orientasi tidak ada perpeloncoan lagi lebih kepada siswa, MOS harus lebih edukatif dan tidak boleh ditangani oleh siswa, ini sesuai edaran Kemendikbud," kata Gunadi, Senin (18/7/2016) pagi.

Dia menyebutkan, Permendikbud No.18 Tahun 2016 tentang
Pengenalan Lingkungan Sekolah ini menggantikan kebijakan terkait MOS yang selama ini rentan menjadi tempat tindak kekerasan terjadi. Permendikbud ini mengatur sanksi yg mengikat bagi ekosistem pendidikan yang ada di satuan pendidikan.

Dengan adanya Permendikbud No.18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai tahun pelajaran 2016-2017 masa orientasi siswa baru berubah namanya menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, kegiatan maksimal 3 hari dan penyelenggara adalah guru. Ini dilaksanakan pada hari dan jam sekolah, tidak boleh melibatkan alumni atau senior, meski sekedar untuk membantu guru.

Berdasarkan Lampiran III Permendikbud No.18 Tahun 2016 secara tegas sekolah dilarang mewajibkan siswa baru untuk memakai atribut yang aneh-aneh, seperti tas karung, tas belanja plastik, kaos kaki warna-warni, aksesoris di kepala yang tidak wajar, alaa kaki tidak wajar, papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan pembuatannya, termasuk atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Juga dinyatakan secara tegas dalam MOS baru atau masa pengenalan lingkungan sekolah dilarang memberikan tugas  kepada siswa baru yang wajib  membawa suatu produk dengan merk tertentu, dilarang menghitung sesuatu  yang tidak bermanfaat, seperti menghitung nasi, gula, semut dan lainnya.

Selain itu, melarang memakan dan meminum makanan dan minuman sisa  yang bukan milik masing-masing siswa baru, melarang memberikan hukuman  kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik atau mengarah pada tindak kekerasan. Termasuk melarang memberikan tugas yang tidak masuk akal, seperti  berbicara dengan hewan atau  tumbuhan, serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -