Arya Bocah Obesitas Jatuh, Upacara Bendera Ditunda

KARAWANG, KarawangNews.com - Bocah yang memiliki berat badan terbesar kedua di dunia, Arya Permana, Senin (18/7/2016) pagi masih semangat pergi sekolah di SDN Cipurwasari 1, Kecamatan Tegalwaru. Namun, insiden terjadi di sekolahnya itu, Arya terpeleset dan terjatuh di rumput basah ketika akan mengikuti upacara bendera, sontak Arya yang kini duduk di bangku kelas 4 itu nangis ingin pulang ke rumah.

Kedua orang tua Arya yang mengantarkan anaknya ini ke sekolah pun bergegas menuju lapangan upacara, membangunkan anaknya yang nangis kesakitan. Upacara pun ditunda, Arya yang memiliki berat badan 186 Kg ini menjadi pusat perhatian murid dan guru yang sudah terlebih dahulu berbaris di lapangan sekolah itu.

"Embung sakola ah, hayang balik (tidak mau sekolah ah, ingin pulang," jerit Arya menangis.

Kedua orang tua dan temannya menyemangati Arya untuk tetap sekolah, tetapi Arya menolak dan tetap ingin pulang, lagi pula baju dan celana yang dipakai Arya kotor kena lumpur tanah. Sehingga, kepala sekolah yang melihat kejadian itu memperbolehkan untuk Arya pulang.

"Saya yakin Arya besok ke sekolah lagi, nanti saya bujuk agar tetap bersekolah," kata Ade, ayah kandung Arya, menyatakan Arya punya semangat tinggi bersekolah.

Arya pun kembali pulang dan teman-temannya tetap melaksanakan upacara bendera di hari pertama masuk sekolah, setelah libur panjang. Sementara, di perjalanan pulang, Arya masih menangis kesakitan.

Arya bersekolah menggunakan baju hijau, karena tidak ada seragam sekolah yang pas untuk badannya, anak kedua dari empat bersaudara ini tetap mengenakan celana merah, itu pun bukan celana seragam sekolah, hanya celana warna merah yang dimiliki Arya untuk kesehariannya. Dia pun tak bersepatu, hanya beralas sandal jepit warna hitam, sebab tak ada sepatu yang muat untuk ukuran kakinya.

Menanggapi insiden ini, Kepala SDN Cipurwasari, Mustopa menyatakan, pihaknya akan berkomitmen membenahi lapangan sekolah yang licin. Dia juga siap membantu Arya dengan cara 'home scholling', seorang guru pengajar akan dikirim mengajar ke rumah Arya, sebab semangat Arya untuk belajar tinggi, Arya pun salah satu murid berprestasi di sekolahnya.

"Semalam memang hujan, sehingga sebagian lapangan becek dan licin. Supaya insiden serupa tidak terulang, tahun ini lapangan akan saya plur semua," kata dia, saat memberikan pidato upacara kepada siswa.

Diketahui, Arya yang selalu juara kelas itu doyan makanan cepat saji, seperti mie instant dan minuman kemasan. Arya yang diketahui menderita severe obesity ini lahir dengan berat badan normal 3,8 Kg, seperti anak lainnya tidak ada keanehan pada tubuh Arya.

Namun, usia 4 ke 5 tahun tumbuh drastis, terlebih pada usia 7 ke 10 tahun bobot badan Arya naik 72 Kg. Dengan bobot saat ini yang mencapai 186 Kg, setelah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung kemarin, Arya masih kesulitan tidur. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -