Warga Kepung Kantor Dinas Cipta Karya

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan warga tiga desa dari Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang mengepung Kantor Dinas Cipta Karya setempat, Selasa (14/6/2016). Kedatangan puluhan warga korban sengketa tanah dengan PT BMI anak perusahaan dari PT Agung Podomoro Land (APL) ini untuk mendesak Dinas Cipta Karya agar secepatnya mengeluarkan Surat Penetapan Perintah Bongkar (SPPB) terkait pendirian secara ilegal kantor pemasaran dan reklame milik PT BMI.

Kuasa Hukum warga tiga desa, Jhonson Panjaitan mengatakan, sebelum datang ke Dinas Cipta Karya, sebenarnya warga sudah menempuh usaha lain bersama pemerintah hingga beberapa waktu lalu sudah ada penyegelan dari Satpol PP Karawang. Namun anehnya, kata Jhonson, bukannya menghentikan pembangunan kantor pemasaran, justru PT BMI malah terus lanjut membangun hingga saat ini.

"Pembongkaran itu kewenangannya ada di Pemda Karawang dalam hal ini Dinas Cipta Karya yang bisa mengeluarkan SPPB. Dalam sistem manajemen, surat itu keluar dari bagian Wasdal yang ternyata orangnya tidak hadir di hadapan kami saat ini," ujar Jhonson, kepada wartawan.

Dijelaskan Jhonson, kedatangan warga korban perampasan tanah oleh PT BMI ini sudah jelas yaitu meminta agar SPPB segera dikeluarkan oleh Dinas Cipta Karya. Namun justru jawaban yang diterima oleh warga dari perwakilan pejabat Dinas Cipta Karya yang menemui warga, saat itu diluar dugaan.
Menurut Jhonson, Dinas Cipta Karya mengaku tidak bisa mengeluarkan SPPB karena ada kekosongan payung hukum. Pasalnya, Peraturan Bupati (Perbup) terkait pembongkaran yang sudah dibuat tahun 2014 lalu itu ternyata baru berbentuk draf saja.

"Dengar jawaban itu saya kaget, lalu dasar hukum Pemda membongkar rumah-rumah rakyat itu apa? Berarti kalau ke masyarakat efektif, tapi kalau ke PT APL tidak bisa (tumpul). Kalau begitu jangan salahkan jika rakyat curiga Dinas Cipta Karya 'masuk angin' dong dari APL, karena kami datang ini bukan mendadak, tapi sudah kami perjuangkan setahun lebih," pungkas Jhonson.

Pantauan di Aula Dinas Cipta Karya, puluhan warga yang mayoritas sebagai petani ini merasa kecewa, karena pejabat yang berkepentingan di dinas tersebut justru tidak mau menemui para petani. Mereka mengancam akan terus mengepung Kantor Dinas Cipta Karya terkait hal ini. (dn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -