PKBM Assolahiyah Angkat Potensi Ekonomi Lokal

KARAWANG, KarawangNews.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah Cilamaya yang pertama memiliki Laboratorium Percontohan Pendidikan Masyarakat di Kabupaten Karawang, yang terintegrasi dengan sebuah program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dijelaskan Direktur PKBM Assolahiyah, Heru Saleh, Rabu (22/6/2016) sore, PKBM yang dikelolanya ini berupaya mengangkat ekonomi masyarakat dengan potensi lokal dan limbah ramah lingkungan setempat. Sehingga, PKBM ini tidak hanya mengajarkan pendidikan keterampilan kepada warga, tetapi mendorong kemajuan ekonominya juga.

Pihaknya, berusaha mengangkat usaha berbasis potensi lokal, misalnya dengan mengolah dan membuat makanan yang diberi merk Popiya krezz, yaitu makanan jenis Snack berbahan baku dari udang hasil nelayan setempat. Tak hanya itu, PKBM Assolahiyah pun membantu proses dan permodalannya, sehingga lahirlah kemandirian masyarakat.

Seiring waktu, kata Heru, Assolahiyah difasilitasi dan dijadikan binaan Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP-PAUD dan Dikmas) Jawa Barat, sebagai Laboratorium Percontohan Pendidikan Masyarakat berbasis potensi lokal dengan model Kelompok Usaha dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (KUPEK).

"Ini pertama di Karawang dan Jawa Barat, saya harap dari Karawang ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia," kata Heru, usai menyelenggarakan Laboratorium Percontohan Pendidikan Masyarakat yang diikuti 10 peserta di PKBM Assolahiyah, Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Sebanyak 10 peserta perempuan warga sekitar ini adalah mereka yang berhasil  diseleksi, dari ratusan anggota yang ada, sebab ini merupakan program pemerintah dan yang dibiayai hanya 10 orang. Namun begitu, pada pelaksanaanya PKBM ini  membuka peluang seluas-luasnya bagi warga setempat untuk mengolah dan memproduksi hasil lokal, sebagai usaha ekonomi masyarakat kecil dan menengah.

"Masyarakat yang belum terlayani kita rangkul masuk dalam laboratorium percontohan ini, diharap ini bisa melayani masyarakat di bidang pendidikan dan ekonomi," aku Heru.

KUPEK yang dilaksanakan PKBM Assolahiyah ini dilaksanakan 6 bulan, diantaranya pembelajaran selama 3 bulan, Juni hingga Agustus 2016, sedangkan September hingga Nopember 2016 melaksanakan pendampingan bagi peserta. Heru berharap, model yang dilakukan PKBM ini sebagai wujud nyata membangun ekonomi kerakyatan, tidak hanya sekedar pembelajaran dan teori yang diberikan kepada masyarakat.

"KUPEK ini kita laksanakan mulai dari pembentukan kelompok, fasilitasi izin halal, izin kesehatan termasuk hak paten, model ini diharapkan bisa diterapkan di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Prakteknya, KUPEK ini tidak hanya mebuat Popiya krezz, tetapi olahan lainnya, misal kerupuk udang, sumpia isi udang, terasi udang dan olahan lokal lainnya yang berbahan baku hasil alam sekitar dan laut.

Tak hanya di situ, KUPEK juga membantu pengrajin memasarkan hasil kerajinannya, termasuk memberdayakan peserta kursus menjahit untuk membuat kaos dan pakaian jadi yang kemudian dipasarkan sesuai pesanan, bahkan membantu perizinan merk busana.

"Para peserta ini tidak hanya membuat kripik saja, tetapi  menjahit dan kerajinan, kita fasilitasi izin produksinya, termasuk permodalan dari koperasi produksi Assolahiyah," ujar Heru.

Pelaksanaan Laboratorium Percontohan Pendidikan Masyarakat di PKBM Assolahiyah ini dihadiri Kasi Kesetaraan dan Kursus PNFI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, H. Udan, juga Penilik PNFI Disdikpora, Aih Supriyadi. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -