Jelang Lebaran, Gaji Karyawan Bessco Dua Kali Lipat

KARAWANG, KarawangNews.com - Aah Marfuah, pekerja admin teknik di pabrik Bessco Karawang merasa lega setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada Senin pekan lalu, ia mengaku sumringah ketika mendapati saldo rekening tabungannya bertambah.

"Baru tangal 10 gajian, sekarang dapat THR sebesar gaji," tuturnya kepada wartawan di Pabrik Bessco, Jalan Raya Kosambi Karawang, Selasa (28/6/2016).

Aah adalah seorang Admin teknik di pabrik pembuat sepatu olahraga tersebut, ia merasa bersyukur ketika membandingkan nasibnya dengan anak buahnya yang berstatus kontrak.

Pada awal tahun 2016, Bessco terpaksa memutus kontrak ribuan buruh. Saat itu, pemerintah Kabupaten Karawang menetapkan UMR Karawang menjadi yang tertinggi di Indonesia. Perusahaan padat karya semacam Bessco kelimpungan membayar gaji karyawan yang tinggi.

"Saat itu, perusahaan terpaksa melakukan pengurangan karyawan untuk membuat perusahaan tetap hidup," tutur Aah.

Manajer Personalia PT Bessco, Asep Agustian saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan, sejak UMR Karawang menempati rangking satu nasional, Bessco selalu deg-degan saat membayar gaji pekerjanya. Seperti saat ini, jelang Hari Raya Idul Fitri, pelaku industri di Karawang meningatkan biaya gaji karyawan sebanyak dua kali lipat.

"UMK Karawang yang mencatat angka tertinggi otomatis membuat buruh di Karawang mendapat THR tertinggi," ucapnya.

Sesuai peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR keagamaan bagi butuh yang berlaku sejak 8 Maret 2016, bagi buruh dengan masa kerja 12 bulan wajib mendapat THR sebesar satu bulan upah.

Di Bessco, pabrik vendor sepatu merek Asics itu mencatat rekor biaya gaji karyawan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Dengan karyawan sebanyak 6.500 orang Bessco meningkatkan biaya gaji karyawan dua kali lipat pada bulan Juni. Ia mengatakan biaya gaji pada bulan Juni hampir mencapai angka Rp 44 milyar.

"THR yang diberikan itu jumlahnya sebesar satu bulan gaji. Pada bulan Juni, kami membayar dua kali lipat," kata Asep Agustian.

Besarnya upah minimum regional di Karawang, menurut Asep, sangat berdampak pada kebijakan personalia di Bessco, karena kelimpungan membayar gaji karyawan, perusahaan terpaksa memangkas jumlah karyawan. Asep mengatakan perusahaan terpaksa mengurangi 2 ribu buruh kontrak. 

"Kami terpaksa memangkas jumlah karyawan, sebelum UMK Karawang naik, jumlah karyawan Bessco mencapai 8.500-an orang, saat ini jumlah karyawan menjadi 6.500 orang," paparnya.

Diharapkan Asep, tren kenaikan upah di Karawang tidak selalu terjadi. Jika tren itu terus naik, pemangkasan jumlah tenaga kerja di Karawang akan terus terjadi. Menurut dia, industri padat karya pasti akan kelimpungan jika upah terlalu tinggi.

"Kalau dipaksakan nanti perusahaan bangkrut, memang sangat dilematis," tuturnya.

Tren kenaikan upah juga membuat para pekerja bingung, di satu sisi mereka ingin mendapat upah besar, di sisi lain mereka khawatir perusahaan tempat bernaung menjadi bangkrut.

Seperti diakui salah satu karyawan Bessco, Yayan Sutaryan. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Bessco itu merasa UMK tertinggi di Karawang bisa mencelakakan kalangan buruh.

"Memang kami digaji pemerintah daerah Karawang?" kata dia.

Menurut Yayan tren kenaikan UMK di Karawang bisa berbahaya bagi karir buruh di sektor padat karya, terutama para buruh kontrak. (lt/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -